Kompetensi seorang ahli gizi ada pada kelihaiannya dalam membuat dan melakukan pelayanan asuhan gizi. Maka, poin itu yang harus ditingkatkan dan dilatih bahkan oleh mahasiswa gizi maupun lulusan gizi. Ilmugiziku melihat hal itu sebagai aspek penting dan urgensi program. Jadi, pada hari Minggu, 24 Februari 2024 ilmugiziku mulai mengadakan kegiatan ilmugiziku diskusi yang bertujuan untuk membahas kasus permasalahan gizi, baik dari kasus diet, gizi daur, gizi olahraga dan program gizi.

thumnail youtube ilmugiziku diskusi

Fasilitator pada kegiatan perdana ini adalah Kak Amirah Faadhilanisyah Hanumnastiti, S.Tr.Gz seorang Nutrisionis di RS Mayapada Kuningan. Ka Amirah pada hari ini menemani teman-teman peserta yang terdiri dari mahasiswa, lulusan, maupun ahli gizi yang telah bekerja untuk bersama-sama mengerjakan 3 kasus tatalaksana diet penyakit Diabetes Melitus dan penyakit ginjal. Setiap peserta yang terdaftar telah diminta untuk menyelesaikan kasus yang telah dibuat menggunakan format Asesmen, Diagnosa, Intervensi, Monitoring dan Evaluasi (ADIME). Kemudian saat setelah pembacaan kasus fasilitator akan meminta tiap peserta membahas bersama dari tiap aspek ADIME tersebut secara terperinci. Ada poin menarik pada kegiatan perdana ini, karena meskipun setiap peserta belum pernah bertemu dan mengenal satu sama lain, tetapi pembahasan dapat berjalan lancar, bahkan beberapa peserta sigap menjawab pertanyaan yang didiskusikan.

Namun, pelaksanaan pembahasan yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini memang tidak cukup untuk menuntaskan ketiga kasusnya sampai jam 18.00 WIB. Dari 3 (tiga) jam pelaksanaan itu, baru 1 (satu) kasus saja yang telah berhasil didiskusikan oleh peserta dan fasilitator. Oleh karena nya, pembahasan akan dilanjutkan pada jadwal lain, di hari dan jadwal akan diinformasikan lebih lanjut melalui WhatsApp group. Semoga pelaksanaan ilmugiziku diskusi ini dapat lebih aktif dan masif menciptakan suasasana komunitas yang aktif dan kritis untuk menciptakan tenaga gizi yang profesional dan inovatif di masa depan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Serat pangan tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Di tengah tingginya polusi udara dan kasus ISPA, konsumsi serat juga sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Dilansir dari artikel voaindonesia.com dan republika.co.id, kasus ISPA pada periode Januari hingga Agustus 2023 mencapai lebih dari 200.000 kasus, dan pada September 2023 jumlahnya meningkat menjadi 3.115 kasus (1,2). Peningkatan kasus ISPA akibat dari buruknya polusi udara, khususnya di wilayah Jabodetabek, sebagian besar terjadi pada kelompok usia produktif (17-50 tahun). Hal tersebut dikarenakan banyaknya kebutuhan aktivitas luar ruangan pada masyarakat usia kerja (2). Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan selalu menggunakan masker yang sesuai standar, serta senantiasa menjaga imun tubuh agar bakteri tidak mudah berkembang. Artikel ini akan membahas etiologi, manfaat serat pangan dan makanan sumber serat bagi penderita ISPA. Simak selengkapnya ya.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-15

Bagaimana polusi udara menyebabkan ISPA?

ISPA disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan yang memicu kerusakan signifikan pada paru-paru (fibrosis ekstensif). Faktor ekstrinsik, seperti perilaku merokok, lamanya paparan, dan kepatuhan terhadap penggunaan masker yang benar dapat berdampak signifikan terhadap kondisi dan tingkat risiko seseorang terkena ISPA. Selain itu, perlu diketahui bahwa udara yang tercemar bersifat antigenik, artinya dapat memicu respons imun dalam tubuh (3). Sebagai respon pertama dari tubuh, bakteri/virus penyebab ISPA akan menyerang sel imun bawaan di saluran napas seperti makrofag dan neutrophil. Kondisi tersebut menimbulkan gejala seperti demam, batuk, hingga sesak nafas (4).

Konsumsi serat pangan tinggi, solusi atasi ISPA?

Serat makanan telah lama dikenal karena banyaknya manfaat kesehatannya, terutama dalam mengurangi risiko penyakit kronis. Fungsi serat pangan yaitu untuk memodulasi proses inflamasi sehingga mekanisme fungsi imun bekerja. Peradangan adalah respons alami sistem kekebalan untuk melindungi tubuh terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen atau kerusakan jaringan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mengonsumsi serat makanan berpotensi memberikan efek positif pada mikroba usus. Keseimbangan mikrobiota usus dapat mengendalikan reaksi peradangan pada penderita infeksi saluran pernafasan serta mencegah reaksi imun yang berlebihan (5).

Makanan sumber serat

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907

Konsumsi serat dapat diperoleh umumnya dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
Berikut beberapa makanan sumber serat diantaranya (6) :

  1. Buah Pir
  2. Stroberi
  3. Alpukat
  4. Oat
  5. Apel
  6. Raspberi
  7. Pisang
  8. Wortel
  9. Buah Bit
  10. Brokoli
  11. Tomat
  12. Bayam
  13. Kentang
  14. Dark Chocolate

Saat ini, ISPA menjadi penyakit yang sangat berbahaya dan mengancam individu di semua kelompok umur. Kementerian Kesehatan mengumumkan solusi untuk mencegah penyebaran ISPA yaitu dengan mengenalkan protokol 6M + 1S, salah satunya adalah menerapkan hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi (1).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Andriansyah A. Kasus ISPA Meningkat Akibat Polusi Udara di Jabodetabek [Internet]. VOA Indonesia. 2023. Available from: https://www.voaindonesia.com/a/kasus-ispa-meningkat-akibat-polusi-udara-di jabodetabek-/7244205.html
  2. Saubani A. Kemenkes: Kasus ISPA Meningkat Seiring Naiknya Kadar Polusi Udara [Internet]. Republika.co.id. 2023. Available from: https://news.republika.co.id/berita/s0nx7j409/kemenkes-kasus ispa-meningkat-seiring-naiknya-kadar-polusi-udara
  3. Avianty I, Luthfi F, Novziransyah N, Jundapri K. Nutritional Status, Dust Exposure and Risk Factors for Acute Respiratory Infections for Workers in Industrial Estates. Indian J Forensic Med Toxicol. 2021;15(1):1156–60.
  4. Glencross DA, Tzer-Ren H, Pfeffer PE, Camiña N, Hawrylowicz CM. Air Pollution and Its Effects on the Immune System. Free Radic Biol Med [Internet]. 2020;151:56–68.
  5. Hajipour A, Afsharfar M, Jonoush M. The Effects of Dietary Fiber on Common Complications in Critically Ill Patients ; with A Special Focus on Viral Infections ; A Systematic Reveiw. Immunity, Inflamm Dis. 2022;10(5):1–10.
  6. Gunnars K. 22 High Fiber Foods You Should Eat [Internet]. healthline. 2023. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/22-high-fiber-foods

Penyakit menular masih menjadi permasalahan kesehatan di masyarakat yang dapat menyebabkan angka kematian, kesakitan dan kecacatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan upaya pengendalian dan pemberantasan yang efektif dan efisien. Pemberantasan penyakit menular dapat berperan penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian terkait penyakit menular (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, n.d.) (7). Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan secara terus-menerus melalui upaya menciptakan lingkungan dan perilaku yang sehat, karena terjadinya penyakit ini sebenarnya bergantung pada kebiasaan menjaga kesehatan diri dan lingkungan setiap individu.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-13

Tahukah kamu?

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme dan terbatas pada struktur-struktur saluran napas termasuk rongga hidung, faring, dan laring (Corwin Eli Zabeth.J, 2000) (6). Infeksi saluran pernapasan akut yang paling umum menyerang bayi dan anak kecil dan paling sering terjadi menyebabkan rasa sakit dan merupakan penyebab utama kematian pada bayi dan anak kecil (Sjaifoellah Noer, Buku Panduan Ilmu Penyakit Dalam) (6). Penyakit ISPA ditandai dengan kejadian singkat/ muncul secara tiba-tiba dan sangat mudah menular terutama pada kelompok rentan yaitu bayi, balita dan lansia. ISPA merupakan salah satu dari 10 penyakit terbanyak di fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari yang paling ringan seperti rhinitis hingga penyakit-penyakit yang diantaranya dapat menyebabkan wabah atau pandemi, seperti influenza dan yang menyebabkan kematian yaitu pneumonia (5).

Prevalensi ISPA

Menurut World Health Organization (WHO, 2018) menyatakan jumlah kematian balita disebabkan oleh penyakit ISPA di seluruh dunia menduduki urutan paling tinggi (6). Dalam beberapa tahun kematian yang disebabkan oleh penyakit ISPA pada balita sebesar 526.000, 1.400 balita pada setiap harinya, 60 balita pada setiap jam, dan 1 balita pada 36 detiknya Dalam beberapa tahun kematian yang disebabkan oleh penyakit ISPA pada balita sebesar 526.000, 1.400 balita pada setiap harinya, 60 balita pada setiap jam, dan 1 balita pada 36 detiknya. Hal ini akan menyebabkan angka kematian pada balita terlalu tinggi dari infeksi lain di seluruh Negara di dunia (UNICEF, 2016) (7).

Kenali gejala awal ISPA

Gejala awal munculnya ISPA diawali dengan panas disertai gejala seperti tenggorokan terasa sakit atau nyeri saat menelan, pilek, batuk kering dan berdahak (Maulana, 2021) (3). Jenis virus serta usia, fisiologis, dan status kekebalan tubuh seseorang juga mempengaruhi gejala yang muncul. ISPA dapat terjadi tanpa gejala atau bahkan menyebabkan kematian, namun sering kali muncul sebagai penyakit akut yang dapat sembuh dengan sendirinya (3).

Faktor risiko ISPA, patut waspada!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-14

Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya ISPA adalah lingkungan dan perilaku masyarakat. Tiga faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab pencemaran udara dalam ruangan: asap rokok, asap dapur akibat memasak dengan kayu, dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar di dalam ruangan. Beberapa perilaku penduduk yang dapat menyebabkan ISPA antara lain meludah sembarangan, membakar sampah, merokok, membuka jendela, dan kebiasaan tidur (3).

Ayo, cegah ISPA mulai sekarang!

Salah satu cara mencegah ISPA adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan diri dapat dilakukan dengan melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), sedangkan kebersihan lingkungan memperhatikan keadaan lingkungan fisik di rumah korban terutama dalam hal ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban ruangan dan kualitas udara kamar tidur. Untuk itu upaya menuju pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mutlak diperlukan (Rahmawati, Eni, 2012) (5). Mencuci tangan sangat membantu membunuh kuman di tangan. Tangan yang bersih mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, tifus, flu burung, atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dengan mencuci tangan maka tangan akan menjadi bersih dan bebas kuman (Rahmawati, Eni. 2012) (5).
Setidaknya ada beberapa upaya untuk mencegah ISPA, misalnya:

  1. Cucilah tangan secara teratur, apalagi setelah beraktivitas di tempat umum.
  2. Menghindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri.
  3. Menghindari merokok.
  4. Mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  5. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan ketika bersin untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  6. Berolahragalah secara teratur untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh (2).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Ariano, A dkk. (2019). “Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Talok Kecamatan Kresek”. JURNAL KEDOKTERAN YARSI 27(2): 076-083.
  2. Fadli, R. ISPA. halodoc.com. 2023 [cited 2023 September 23]. Available from: https://www.halodoc.com/kesehatan/ispa
  3. Lea dkk. (2022). “GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA (STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA”. JURNAL NURSING UPDATE, 13(4): 67-75.
  4. Kemenkes RI. RENCANA AKSI KEGIATAN 2020-2024 (REVISI). Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan.
  5. Marwati, Ni Made dkk. (2019). “Pendampingan Upaya Pencegahan terhadap Gangguan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan”. Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat, 1(2): 120-127.
  6. Mulat, T.C. & Suprapto. (2018). “STUDI KASUS PADA PASIEN DENGAN MASALAH KESEHATAN ISPA DI KELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR”. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 6(2): 1384-1387.
  7. Suhada dkk. (2023). “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Tahun 2022”. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 3(2): 115-123.

Menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu hal penting agar kita dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Karena hanya dengan cara inilah tubuh bisa terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan kita saat menjalankan aktivitas sehari-hari (1). Jantung merupakan organ yang dapat bekerja secara otomatis, karena mempunyai sistem kelistrikan yang dapat bekerja secara terus menerus dan sel otot jantung mampu bekerja tanpa harus kita rangsang (7).

FOTO ARTIKEL WEBSITE-11

Tahukah kamu?

Penyakit jantung adalah suatu kondisi dimana jantung tidak dapat berfungsi melakukan tugasnya dengan baik sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Terganggunya oksigen dan aliran darah dapat disebabkan oleh melemahnya otot jantung sehingga tercipta ruang antara atrium kiri dan kanan sehingga terjadi percampuran darah bersih dan darah kotor (Anies, 2017) (5).

Penderita penyakit jantung masih tinggi

Data Riskesdas (2018) menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit jantung di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat dengan angka kejadian sebesar 1,5%. Artinya, dari setiap 1.000 penduduk Indonesia, terdapat 15 orang yang mengidap penyakit jantung (2).

Kamu mesti tahu! Jenis-jenis penyakit jantung

  1. Penyakit jantung koroner merupakan kelainan pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah secara normal akibat penumpukan plak.
  2. Penyakit serebrovaskular (CVD) merupakan kelainan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak berupa penyumbatan, terutama arteri otak.
  3. Penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi dimana penyempitan arteri menyebabkan penyumbatan aliran darah. Penyempitan ini disebabkan oleh timbunan lemak di dinding arteri akibat kolesterol atau zat buangan lain.
  4. Demam rematik adalah kerusakan otot jantung dan katup jantung akibat demam rematik yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.
  5. Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang terjadi saat bayi dilahirkan.
  6. Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang sesuai (5).

Pertolongan pertama pada serangan jantung

FOTO ARTIKEL WEBSITE-12

Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perhatian masyarakat dan pengetahuan yang baik tentang pertolongan pertama pada serangan jantung (6). Terjadinya serangan jantung pada seseorang bukanlah suatu hal yang dapat diprediksi, oleh karena itu penting untuk mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung, guna mengurangi angka kematian akibat serangan jantung (6). Di bawah ini adalah tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika kerabat atau orang disekitar yang mengalami serangan jantung dan kehilangan kesadaran, antara lain:

  1. Bawa pasien ke tempat yang lebih aman
  2. Segera hubungi 119 atau rumah sakit terdekat untuk meminta tenaga medis dan ambulance untuk membantu merawat pasien serangan jantung
  3. Lakukan pertolongan bantuan hidup dasar atau resusi jantung paru oleh tenaga medis atau awam yang terlatih
  4. Segera bawa penderita ke IGD
  5. Lakukan bantuan hidup tingkat lanjut dan perawatan di rumah sakit

Dengan mengetahui langkah pertolongan pertama serangan jantung di atas, kita berharap dapat meningkatkan jumlah pasien yang selamat dari serangan jantung (6). Terus terapkan pola hidup sehat dan segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga segala jenis penyakit pada tubuh dapat segera diobati dan diprediksi (6).

TIPS PERILAKU HIDUP SEHAT (CERDIK) Mencegah serangan jantung

  1. Periksa kesehatan secara rutin (seperti tekanan darah, gula darah, dll)
  2. Menghindari rokok
  3. Berolahraga secara teratur
  4. Kelola stress
  5. Diet Seimbang
  6. Istrahat Cukup (3).

Makanan sehat untuk jantung sehat

  1. Sayuran Berdaun Hijau Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Selain itu, sayuran berdaun hijau juga merupakan sumber vitamin K yang sangat baik, yang membantu melindungi arteri (4).
  2. Biji-Bijian Utuh
    Biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, barley, dan soba merupakan makanan sehat yang baik untuk kesehatan jantung. Karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (4).
  3. Buah Beri
    Stroberi, blueberry, raspberry, dan raspberry merupakan buah beri yang kaya akan zat gizi penting dan baik untuk kesehatan jantung. Buah beri kaya akan antioksidan seperti antosianin, yang membantu melindungi dari stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung (4).
  4. Alpukat
    Sama seperti buah beri, alpukat juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung. Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang mampu menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung (4).
  5. Ikan Berlemak
    Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, sarden, dan tuna kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Asam lemak omega-3 dari ikan dapat mengurangi risiko aritmia (4).
  6. Tahu
    Mengonsumsi tahu sebagai produk protein nabati yang kaya akan mineral, serat, dan lemak tak jenuh ganda baik untuk jantung (4).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Astasari. Mengenal Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya. ayosehat.kemkes. 2022 [cited 2023 September 22]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-penyakit-tidak-menular-dan-pencegahannya
  2. Humas.fku. Penderita Penyakit Jantung di DIY Masih Tinggi. fkkmk.ugm. 2021 [cited 2023 September 22]. Available from: https://fkkmk.ugm.ac.id/penderita-penyakit-jantung-di-diy-masih-tinggi/#
  3. Kemenkes RI. Perilaku Hidup Sehat (CERDIK) Mencegah Serangan Jantung, Yuk, simak TIPS berikut ini. p2ptm. 2021 [cited 2023 September 22]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh darah/page/8/perilaku-hidup-sehat-cerdik-mencegah-serangan-jantung-yuk-simak-tips-be rikut-ini
  4. Makarim, F.R. 6 Makanan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Jantung. halodoc. 2022 [cited 2023 September 22]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/6-makanan-sehat-untuk-menjaga-kesehatan-jantung
  5. NIWJ NARYADI. Repository Poltekkes Denpasar. 2019 [cited 2023 September 22]. Available from: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/3142/3/BAB%20II.pdf
  6. Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes. 5 Langkah Pertolongan Pertama Bagi Pasien Serangan Jantung. upk.kemkes. 2021 [cited 2023 September 22]. Available from: https://upk.kemkes.go.id/new/5-langkah-pertolongan-pertama-bagi-pasien-serangan-jantu ng
  7. Rachman, A.F. Yuk, Kenali Cara Kerja Organ Jantung Kita!. yankes.kemkes. 2022 [cited 2023 September 22]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1619/yuk-kenali-cara-kerja-organ-jantung-kita

Hallo, sobat ilmugiziku, tahukah kalian jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia terus meningkat. Parahnya, penyakit jantung menjadi penyebab kematian paling banyak di Indonesia dan dunia. Satu dari tiga kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. (1) Setiap makanan yang dikonsumsi mengandung zat gizi yang memiliki dampak bagi tubuh. Terdapat berbagai zat gizi yang baik untuk mencegah penyakit jantung, tetapi ada juga zat gizi yang memicu penyakit jantung bila dikonsumsi berlebihan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-8

Apa itu Penyakit Jantung?

Penyakit jantung adalah sejumlah kondisi yang mempengaruhi fungsi dan struktur jantung normal yang mempengaruhi kemampuan jantung memompa darah dan mengganggu sirkulasi darah. Penyakit jantung sangat dipengaruhi oleh pola makan yang berhubungan dengan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. (2)

Apa itu Gizi?

Gizi adalah hubungan makanan dengan kesehatan dan proses saat organisme menggunakan makanan untuk pemeliharaan kehidupan, pertumbuhan, fungsi tubuh normal, dan menghasilkan energi. Sedangkan zat gizi adalah unsur kimia dalam bahan makanan yang diperlukan untuk proses metabolisme dalam tubuh secara normal. (3) Zat gizi dikelompokkan menjadi zat gizi makro dan mikro. Zat gizi makro terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, dan air. Sedangkan zat gizi mikro terdiri atas berbagai vitamin dan mineral. (4)

Bagaimana gizi meningkatkan risiko penyakit jantung?

Pola makan yang tinggi gula, garam, dan lemak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Konsumsi daging olahan seperti sosis dan ham 50 gram lebih banyak, akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 18%. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan lemak jenuh dan garam yang tinggi pada daging olahan. Tingginya kandungan lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat / kolesterol low density lipoprotein (LDL), sedangkan tingginya kandungan garam meningkatkan tekanan darah. Keduanya berkontribusi pada terjadinya penyakit jantung. (5)

Bagaimana gizi menurunkan risiko penyakit jantung?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T144039.780

Serat yang banyak terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan penting menurunkan kadar kolesterol LDL dan tekanan darah. Serat akan menurunkan penyerapan glukosa dan menurunkan pengeluaran sitokin terkait stres oksidatif dan respon inflamasi yang dipengaruhi oleh bakteri usus yang terpapar serat. (6) Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral juga berperan penting mencegah penyakit jantung. Vitamin A, C, E merupakan antioksidan yang mencegah kerusakan pada molekul low density lipoprotein (LDL) yang mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah. Mineral seperti seng, selenium, tembaga, dan mangan berperan dalam proses enzimatik yang menurunkan radikal bebas. (7)

Nah, ternyata gizi punya peran sangat penting pada penyakit jantung. Yuk, kita perhatikan asupan makanan kita karena berdampak besar bagi kesehatan kita.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Satu dari Tiga Kematian Disebabkan oleh Jantung, Ayo Cegah serangan jantung [Internet]> Kementerian Kesehatan RI. 2021. [cited 2023 Sep 12]. Available from : https://upk.kemkes.go.id/new/satu-dari-tiga-kematian-disebabkan-oleh-jantung-ayo-cegah serangan-jantung
  2. Kementerian Kesehatan RI. Penyakit Jantung RI. 2022. [cited 2023 Sep 12]. Available from : https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kardiovaskular/penyakit-jantung
  3. Judiono, Widiastuti, Y. Ilmu Pangan Aspek Gizi Pangan Indonesia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC: 2017. 4 p.
  4. Judiono, Widiastuti, Y. Ilmu Pangan Aspek Gizi Pangan Indonesia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC: 2017. 8 p.
  5. Keren, P et al. Meat consumption and risk of ischemic heart disease: A systematic review and meta analysis. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2023; 63(3):426-437
  6. Casas, R. et al. Nutrition and Cardiovascular Health. International journal of molecular sciences. 2018;19(12): 3988
  7. Sunkara, A., & Raizner, A. Supplemental Vitamins and Minerals for Cardiovascular Disease Prevention and Treatment. Methodist DeBakey cardiovascular journal. 2019; 15(3): 179–184.
  8. Kementerian Kesehatan RI. Infodatin 2020 Diabetes Melitus. Jakarta; 2020.
  9. World Health Organization. Physical Activity [Internet]. World Health Organization. 2022 [cited 2023 Apr 24]. Available from : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
  10. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Ayo Bergerak, Lawan Obesitas!. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI:2017. 2 p
  11. Ramadhani, N.F et al. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta (Analisis Data Posbindu PTM 2019). Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2022; 2(2):72-78
  12. Wake, A. D. Antidiabetic Effects of Physical Activity: How It Helps to Control Type 2 Diabetes. Diabetes Metab Syndr Obes. 2020; 13: 2909–2923.
  13. Listyandini, R et al. Asupan Makan, Stress, Dan Aktivitas Fisik Dengan Sindrom Metabolik Pada Pekerja Di Jakarta. AN-Nur: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat. 2020;1(1):19-32

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Para ilmuwan memperkirakan jumlah kematian akibat rabies antara 30.000 hingga 70.000 kasus setiap tahunnya. Di Afrika dan Asia, 40% korban umumnya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun (1,2). Tercatat hingga April 2023, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan bahwa terdapat 31.113 kasus dan 11 kematian akibat rabies. Saat ini, virus rabies (Lyssavirus) dianggap sebagai endemik di 26 provinsi yang berbeda (3). Maraknya kasus rabies di beberapa daerah, sudah sepatutnya membuat kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan hewan peliharaan. Artikel ini akan membahas etiologi, pencegahan serta peran gizi terhadap paparan virus rabies. Simak selengkapnya!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-9

Bagaimana penularan rabies bisa terjadi?

Beberapa hewan yang dapat menularkan virus rabies diantaranya anjing, kucing, rubah, kelelawar, kera, rakun, tikus, dan sigung. Terdapat dua cara penyebaran virus rabies ini ke manusia. Pertama, virus menyebar melalui gigitan dan air liur dari hewan yang terinfeksi, Kedua, virus dapat menyebar melalui udara, seperti ketika seseorang menghirup, menelan, melewati plasenta, ataupun transplantasi organ (2,4).
Gejala awal seseorang terinfeksi virus rabies mirip dengan sindrom virus lainnya, yaitu :

  1. Demam,
  2. Sakit kepala,
  3. Merasa cemas,
  4. Gelisah,
  5. Nyeri dan kesemutan, serta
  6. Sensasi terbakar pada lokasi luka (1,2).

Setelah virus masuk ke sistem saraf pusat, ia mulai berkembang dan menyebabkan peradangan. Pada fase inkubasi ini biasanya terjadi mulai dari 1 minggu hingga 1 tahun setelah seseorang tertular virus (1). Fase ini menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti :

  1. Kebingungan,
  2. Hiperaktif,
  3. Hydrophobia, sebuah kondisi di mana seseorang dapat mengalami kejang parah di otot faring ketika terkena air,
  4. Aerophobia, takut angin atau udara segar,
  5. Paralisis,
  6. Afasia, dan
  7. Kematian (1,2).

Lalu, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan setelah mengalami gejala-gejala tersebut?

Sebaiknya segera dilakukan penanganan pada bekas gigitan atau luka dan tidak menunggu sampai gejala memburuk. Saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk rabies. Upaya yang utama adalah dengan tindakan preventif, mencakup vaksinasi, pemberian edukasi, dan pemantauan hewan peliharaan (2).

Terdapat 3 cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan, yaitu :

  1. Pencucian menyeluruh dengan air dan sabun setidaknya 15 menit dan pengobatan lokal pada luka segera setelah terpapar. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus memasuki sistem saraf pusat.
  2. Melakukan vaksinasi rabies untuk diri sendiri dan hewan peliharaan, serta pemberian Serum Anti Rabies (SAR) di fasilitas kesehatan terdekat.
  3. Mengetahui ciri-ciri hewan yang terinfeksi rabies dan selalu menjaga imun tubuh.


    Salah satu cara untuk menjaga imunitas tubuh adalah dengan konsumsi makanan bergizi ataupun suplemen. Disinilah gizi berperan, sebab banyak ulasan dan studi telah menekankan kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas vaksin melalui intervensi diet dengan probiotik, vitamin, dan nutraceuticals lainnya (1,5).

Mikronutrien dan probiotik untuk efektivitas vaksin optimal

FOTO ARTIKEL WEBSITE-10

Makanan bergizi memainkan peran penting dalam meningkatkan imunitas tubuh. Jenis mikronutrien seperti vitamin A, vitamin C, serta suplemen probiotik dianggap mampu meningkatkan keefektifan vaksin rabies pada inangnya (5,6). Beberapa makanan seperti tomat, nasi, pisang, kedelai, selada dan kentang direkomendasikan sebagai “edible vaccine” dan menggabungkannya dengan program imunisasi lainnya untuk mengoptimalkan pelepasan antigen (7).

  1. Vitamin A
    Sumber vitamin A pada makanan dapat diperoleh dari tomat, wortel, hati, kuning telur, pepaya, mangga dan jagung kuning. Beberapa makanan tersebut juga mengandung asam askorbat dan karotenoid yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan fungsi imun tubuh. Vitamin A juga dapat diperoleh melalui suplementasi vitamin A (5,8).
  2. Vitamin C
    Sumber makanan yang kaya akan vitamin C diantaranya jeruk, papaya, mangga, pisang, melon, alpukat, sawi, brokoli, kubis, stroberi, dan jambu biji (8). Pada dosis tertentu, vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan efektivitas vaksinasi karena fungsinya sebagai imunomodulator. Sifat antioksidan yang diberikan juga dapat melindungi tubuh dari efek stres oksidatif (6).
  3. Probiotik
    Probiotik yang paling umum digunakan diantaranya Bifidobacterium, Saccharomyces boulardii dan Bacillus coagulans. Serta kelompok bakteri gram positif meliputi Lactobacilli, Streptococci, dan Enterococci (2). Probiotik dapat dikonsumsi melalui suplemen ataupun ditemukan dalam makanan seperti yogurt, buah leci, manggis, sereal jagung, tempe, dan sayuran fermentasi (kimchi) (9).

Dalam kasus ini, peningkatan fungsi imun tubuh diperlukan sebagai upaya preventif maupun upaya pemeliharaan. Jadi, selalu jaga imunitas tubuh kamu dengan makanan bergizi ya.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. World Health Organization. Rabies [Internet]. 2023. Available from: https://www.who.int/news room/fact-sheets/detail/rabies
  2. Koury R, Warrington SJ. Rabies. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022.
  3. Rokom. Hingga April 2023 ada 11 Kasus Kematian Karena Rabies, Segera ke Faskes jika Digigit Anjing! [Internet]. Redaksi Sehat Negeriku. 2023 [cited 2023 Sep 8]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230602/3343156/hingga-april-2023-ada-11- kasus-kematian-karena-rabies-segera-ke-faskes-jika-digigit-anjing/
  4. Promkes RSST RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Mengenal Penyakit Rabies [Internet]. Kementrian Kesehatan Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2023. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2531/mengenal-penyakit-rabies
  5. Najam A, Ahmad S, Abid R, Ali H, Husnain M, Aziz T, et al. Immune-adjuvant Effect of Vitamin A and Probiotics Supplementation on Humoral Response to Cell Culture Rabies Vaccine in Rabbits. 3 Biotech [Internet]. 2023;13(7):1–11.
  6. Sindi N. Evaluation of The Efficacy of Vitamin C on The Immune Response After Rabies Virus Vaccine in BALB/c Mice. Eur Rev Med Pharmacol Sci. 2023;27(5):1808–15.
  7. Patel P, Patel R, Patel S, Patel Y, Patel M, Trivedi R. Edible Vaccines: A Nutritional Substitute for Traditional Immunization. Pharmacogn Rev. 2022;16(32):62–9.
  8. Mardalena I. Dasar-Dasar Ilmu Gizi dalam Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2017. 250 p.
  9. National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. Probiotics [Internet]. U.S. Department of Health and Human Services. 2022. Available from: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Probiotics HealthProfessional/