Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu modal dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal bagi anak, sehingga dapat membentuk generasi yang berkualitas yang menjadikan negara dapat bersaing secara ekonomi, sosial maupun budaya.(1) Bayi yang tidak mendapatkan ASI dengan cukup akan memiliki asupan gizi yang kurang baik sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan malnutrisi.(2) (2)

.

Apa itu ASI?

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap untuk bayi, dengan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, serta sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan atau biasanya disebut ASI Eksklusif.(3) (4)

.
FOTO ARTIKEL WEBSITE

Kandungan Gizi apa saja yang terdapat pada ASI?

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna, serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Kandungan gizi ASI terdiri dari:

  1. Protein ASI mengandung protein lebih rendah dari air susu sapi tetapi protein ASI mempunyai gizi lebih tinggi (lebih mudah dicerna).
  2. Karbohidrat ASI mengandung karbohidrat lebih tinggi dari susu sapi (6,5-7 gram). Karbohidrat yang paling utama adalah laktosa. Kadar laktosa yang tinggi sangat menguntungkan karena saat fermentasi akan diubah menjadi asam laktat. Adanya asam laktat ini memberikan suasana asam dalam usus bayi. Asam laktat dalam usus bayi ini memberikan beberapa keuntungan:
    a. Penghambat pertumbuhan bakteri yang logis.
    b. Memacu pertumbuhan mikroorganisme yang memproduksi asam organik dan mensintesis vitamin.
    c. Memudahkan terjadinya pengendapan dari kalsium.
    d. Memudahkan absorpsi dari mineral, misalnya kalsium, fosfor dan magnesium.
  3. Lemak
    Lemak ASI adalah komponen ASI yang dapat berubah-ubah kadarnya. Kadar lemak dalam ASI 7-8 kali lebih besar dari air susu sapi. Asam lemak rantai panjang berperan dalam perkembangan otak.
  4. Mineral ASI mengandung mineral lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Total mineral selama masa laktasi adalah konstan tetapi beberapa mineral yang spesifik kadarnya tergantung dari diet ibu.
  5. Air Kira-kira 88% ASI terdiri dari air yang berguna melarutkan zat-zat yang terdapat didalamnya sekaligus juga dapat meredakan rangsangan haus pada bayi.
  6. Vitamin Kandungan vitamin dalam ASI tergolong cukup lengkap yaitu terdiri dari vitamin A, D, dan C. Sedangkan golongan vitamin B kecuali riboflavin dan asam penthothenik lebih kurang.(4)

Yuk! Ketahui Jenis-jenis ASI

ASI dibedakan dalam tiga stadium: kolostrum, ASI transisi dan ASI matur. Masing-masing komposisi ASI hari 1-4 (kolostrum) berbeda dengan komposisi ASI hari 5-10 (ASI transisi) dan ASI matur yang disekresi setelah hari kesepuluh dan seterusnya.(5)

  1. Kolostrum Kolostrum adalah cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke 1 sampai hari ke-4. Kolostrum mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus kelenjar mammae, sebelum dan segera sesudah melahirkan. Jumlah (volume) kolostrum berkisar 150-300 cc per hari. Kolostrum merupakan cairan yang keluar dari ASI dengan viskositas kental, lengket dan berwarna kekuningan. Pada cairan kekuningan ini banyak mengandung protein, antibodi (kekebalan tubuh) dan immunoglobulin. Selain itu, kolostrum juga mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi. Protein utama pada kolostrum adalah immunoglobulin (Ig G, Ig A, Ig M) yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. Dimana sangat bagus untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi terutama diare.(6)
  2. ASI Peralihan/ Transisi ASI peralihan merupakan ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum menjadi ASI yang matang. ASI ini diproduksi pada hari ke-5 sampai hari ke-10. Dalam ASI transisi ini kadar protein dan immunoglobulin semakin rendah sedangkan kadar lemak dan karbohidrat menjadi semakin tinggi dan volume ASI semakin meningkat.(6)
  3. ASI Matur ASI matur adalah ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya. ASI matur ini tampak berwarna putih kekuning-kuningan karena mengandung casineat, riboflaum, dan karotin. Kandungan ASI matur relatif konstan dan tidak menggumpal bila dipanaskan.(6) Kandungan susu matur dapat bervariasi diantara waktu menyusu. Pada awal menyusui, susu ini kaya akan protein, laktosa dan air yang disebut foremilk. Namun, ketika penyusun berlanjut, kadar lemak secara bertahap bertambah sementara volume susu berkurang yang disebut hindmilk.(7)
Mari Simak! Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif bagi Bayi
FOTO ARTIKEL WEBSITE-2
  1. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal.
  2. ASI menurunkan risiko kematian neonatal.
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
  4. Komposisi sesuai kebutuhan.
  5. Mudah dicerna, diserap dan mengandung enzim pencernaan.
  6. Tidak menyebabkan alergi.(4)
Berapa Kebutuhan ASI Bayi Usia 0-12 Bulan?

Semakin bertambahnya usia, setiap bayi memiliki kebutuhan ASI yang berbeda. Berikut informasi kebutuhan setiap usianya: (8)

Bagaimana Tanda-tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI?

Orang tua tak cukup hanya mengetahui tanda bayi lapar dan ingin menyusu. Ketika sudah kenyang, bayi juga akan memberikan tanda. Dengan memahami tanda tersebut, Ibu bisa mencegah bayi muntah karena terlalu banyak menerima ASI Eksklusif. Yuk, simak tanda tandanya:

  1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau minimal 8 kali dalam 24 jam pada 2-3 minggu pertama kehidupannya.
  2. Feses bayi berwarna kuning dengan frekuensi sering dan warna menjadi lebih muda pada hari ke-5 setelah ia dilahirkan.
  3. Bayi akan Buang Air Kecil (BAK) paling tidak 6-8 kali dalam sehari.
  4. Ibu dapat mendengar suara bayi pada saat menelan ASI.
  5. Payudara terasa lebih lembek.
  6. Pertumbuhan berat badan dan panjang badan bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan.
  7. Bayi tidur dengan pulas dan cukup.
  8. Perkembangan motorik bayi (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya).
  9. Bayi menyusu dengan kuat kemudian melemah dan tertidur pulas.(4)

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI Eksklusif pada bayi sangat bermanfaat karena ASI mengandung banyak zat gizi dan antibodi yang sangat diperlukan untuk tumbuh dan kembang bayi. Begitu banyak manfaat ASI Eksklusif bagi bayi. Jadi, jangan ragu dan khawatir lagi untuk memberikan ASI pada bayi yang tepat setelah ia dilahirkan. Ibu sehat bayi pun kuat. ASI fondasi utama anak tumbuh sehat dan cerdas.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Saragih, R., Delarosa, S. P., & Tampubolon, I. L. (2022). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 8(1), 939–946.
  2. Falikhah, N. (2017). ASI dan Menyusui (Tinjauan Demografi Kependudukan. Alhadharah). Jurnal Ilmu Dakwah, 13(26), 31-36.
  3. Kadir, N. A. (2014). Keyword: ASI, ASI ekslusif, QS Al Baqarah: 233: Vol. XV (Issue 1, pp. 106–118).
  4. Mintaningtyas Sestu & Yuni Subhi. (2022). Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Eksklusif. Pekalongan: NEM.
  5. Maryunani A. (2012). Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta: TIM.
  6. Murray & McKinney. (2014). Foundations Of Maternal-Newborn and Women’s Health Nursing. Edisi 6, America: Elsevier.
  7. Pollard, M. (2015). ASI Asuhan Berbasis Bukti. Jakarta: EGC.
  8. Mufdillah. (2017). Buku Pedoman: Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif: Nuha Medika: Yogyakarta.

Kita semua pasti mengetahui bahwa setiap hal yang ada pada masa sekarang, tentunya tidak luput dari hasil perkembangan ilmu yang ada pada masa lampau. Oleh karena itu sejarah sering disebut dengan “ilmu tentang perubahan”. (1) Memahami sejarah gizi berarti memahami peta jalan perkembangan masa lalu dan pihak yang berjasa dalam perkembangan ilmu gizi ini. Maka tak heran, jika sejarah memiliki peran penting sebagai petunjuk sekaligus pengalaman berharga bagi kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik. (2) .

Jadi, apa yang dimaksud dengan istilah ‘Gizi”?

Pada era digital seperti sekarang ini, banyak masyarakat mulai mengenal istilah “Gizi”. Istilah gizi atau nutrition, berasal dari bahasa latin “nutr” yang berarti “to nurture”, yaitu memberi makan dengan baik. (2). Gizi merupakan bagian dari substansi pangan dan substansi tubuh manusia, sehingga gizi dapat menjadi penentu kualitas sumber daya manusia. (3) Gizi juga dapat berarti makanan dan minuman yang menyehatkan, dimana hal tersebut dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang dapat mengganggu kelangsungan hidup manusia. (4) .

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-11-09T173043.173

Perkembangan Ilmu Gizi

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan terkait gizi sebagai solusi permasalahan kesehatan pada manusia, maka terciptalah ilmu gizi. Ilmu gizi lahir dari proses kecerdasan berpikir yang mempelajari manusia dengan memanfaatkan alam sebagai makanan atau minuman yang menyehatkan, dan dibantu oleh dasar-dasar ilmu sebelumnya. (2) Sehingga sampai detik ini, penerapan dan perkembangan mengenai ilmu gizi dapat kita rasakan manfaatnya.

Fakta sejarah gizi di Indonesia

Perkembangan yang modern saat ini tak terlepas dari sejarah asal mula terbentuknya gizi di Indonesia. Hal ini terlihat dari adanya sejarah yang mendukung perkembangan ilmu gizi secara terus menerus dan semakin baik. Berikut merupakan ulasan singkat mengenai beberapa fakta seputar sejarah gizi yang ada di Indonesia:

1. Kegiatan survei makanan rakyat di Indonesia telah ada sebelum Perang Dunia II

Pada tahun 1934, kegiatan gizi di Indoensia ditangani oleh Instituut Voor Volksvoeding, suatu lembaga pemerintahan Hindia Belanda yang berada dalam Instituut Eijkman di Jakarta. Perhatian waktu itu banyak dicurahkan pada penelitian di laboratorium, klinik dan survei makanan rakyat di desa-desa yang dikenal antara lain : menee enderseek di Pacet, Rengasdengklok, Segalaherang, Cirebon, Pulosari, Kutowinangun, dan sebagainya. (5)

2. Ilmu gizi ternyata sangat erat hubungannya dengan ilmu kedokteran, pertanian, kimia, dan ekonomi

Terbukti pada masa lampau telah terjadi adanya kerjasama antara tokoh-tokoh seperti DeHaas, Prof. Blank Haart, Pestmus, Van Voen, Donath, Terra, Ockee dalam mempelajari masalah makanan rakyat. (5) Masalah busung lapar, defisiensi vitamin A, defisiensi protein dan kalori, beri-beri, gondok endemik telah dipelajari dan ditulis dengan terperinci.

3. Adanya Organisasi Gizi bernama “Lembaga Makanan Rakyat”

Pada tahun 1950 Prof. Dr. Poerwo Soedarmo mendapat amanah untuk memimpin Insituut voor Volksvoeding, yang selanjutnya dinamakan sebagai Lembaga Makanan Rakyat. Bertempat di Gedung Eijkman di jalan Diponegoro No. 69, Jakarta, yaitu salah satu gedung yang berada dalam lokasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Secara garis besar, Lembaga Makanan Rakyat bertugas mempelajari kesehatan penduduk dalam hubungannya dengan makanan, serta memperbaiki konsumsi makanan untuk meningkatkan taraf kesehatan penduduk. (5)

Screenshot 2023-11-09 175206
4. “25 Januari” ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional

Sejak tahun 1960 Lembaga Makanan Rakyat memperingati dimulainya pengkaderan sumber daya manusia di bidang gizi setiap tahunnya di tanggal 25 Januari, dan diteruskan oleh Direktorat Gizi Masyarakat hingga kini yang lebih dikenal dengan Hari Gizi Nasional dan menjadi salah satu agenda tahunan resmi Kementerian Kesehatan. (5) Tahun 1951 tepatnya pada tanggal 25 Januari, Lembaga Makanan Rakyat juga mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan di Pasar Minggu Jakarta. (5)

5. Slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” berganti menjadi “Gizi Seimbang”

Dalam usaha menyebarkan kesadaran gizi kepada masyarakat luas, sejak tahun 1951  dipopulerkan slogan “Empat Sehat Lima Sempurna”, suatu pedoman sederhana  menyusun menu sehat. (5) Menteri Kesehatan, Prof. Satrio meningkatkan kegiatan gizi  dengan membentuk Komando Operasi Gizi. Slogan “Empat Sehat Lima Sempurna”  dianggap tidak cocok lagi dengan keadaan dan kemudian ditinggalkan. (5) Selanjutnya  dipopulerkan “Menu Seimbang”, suatu revolusi menu untuk mengubah pola makanan  yang beras sentris menjadi pola makan beraneka ragam yang bermakna pokok plural.

Screenshot 2023-11-09 175234

Pada tahun 1995, Direktorat Gizi Departemen Kesehatan mengeluarkan Pedoman  Umum Gizi Seimbang (PUGS) dengan 13 pesan dasar didalamnya, sebagai tindak lanjut  rekomendari Konferensi Gizi Internasional di Roma tahun 1992 dengan tujuan mencapai  dan memelihara kesehatan dan kesejahteraan gizi seluruh penduduk sebagai prasyarat  membangun sumber daya manusia. (5) Perbedaan mendasar Pedoman gizi seimbang  dengan 4 sehat 5 sempurna adalah konsumsi makan sehari-hari harus mengandung zat  gizi dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang atau  kelompok umur. (6) Pedoman Gizi Seimbang menggunakan logo simbol Tumpeng Gizi  Seimbang, seperti gambar di bawah ini. 

Screenshot 2023-11-09 175311
6. Bapak Gizi Indonesia adalah Prof. Dr. Poerwo Soedarmo

Pada tahun 1957 dibentuk Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) sebagai wadah  organisasi profesi di bidang gizi. Pada tahun 1967 PERSAGI menyelenggarakan Kursus Penyegaran Ilmu Gizi, pada saat itu sekaligus mengangkat Prof. Dr. Poerwo Soedarmo  sebagai “Bapak” Gizi Indonesia. Nutrisionis- nutrisionis yang bekerja di daerah  menyambut baik kegiatan ini dan dapat hadir dalam kursus yang diselenggarakan setiap  lima tahun sekali. Pada tahun 1960-an juga dibentuk Perhimpunan Peminat Gizi dan  Pangan (PERGIZI PANGAN) dengan Ketua Umum pertama Prof. Dr. Ir. Sajogyo. (5)

7. Asal mula terbentuknya “POSYANDU”

Pada tahun 1984 dikeluarkan instruksi bersama antara Menteri Kesehatan, Kepala  BKKBN, dan Menteri Dalam Negeri yang mengintegrasikan kegiatan kesehatan ibu dan  anak, keluarga berencana, imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare ke dalam sebuah  wadah yang disebut dengan nama Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). (5) Posyandu  dicanangkan secara resmi oleh Bapak Pembangunan Soeharto sebagai Presiden  Republik Indonesia saat itu yaitu tahun 1986 di Yogyakarta bertepatan dengan  peringatan Hari Kesehatan Nasional. (5) Sejak saat itu Posyandu berkembang dengan  pesat dan memiliki kontribusi besar dalam penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka  Kematian Bayi, sehingga banyak negara lain yang belajar dari kesuksesan Indonesia. (5) 

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang  gizi, adalah solusi untuk pemasalahanan gizi masyarakat. Sehingga ilmu gizi diharapkan saat  ini, semakin pesat perkembangannya, dengan adanya pendidikan dalam bidang gizi klinis  dan dietetik. Karena ilmu gizi ini, sangat berpengaruh penting dalam segala aspek  kehidupan, sekaligus memiliki peran besar dalam peningkatan kualitas sumber daya  manusia untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Zed, Mestika. Tentang Konsep Berfikir Sejarah. Universitas Negeri Padang. Lensa Budaya. 2018. Vol. 13, No. 1.
  2. AIPGI. Ilmu Gizi : Teori dan Aplikasi. EGC. 2017.
  3. Hidayati, Rahmi Noerdiana., Sugeng Riyanto., Alfia Rahma. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Infeksi Kecacingan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar Tahun 2015. Jurkessia, Vol. 6. No. 1.
  4. Soekirman. Sejarah Ilmu Gizi Dalam Buku Ilmu Gizi dan Aplikasinya. 2001. Jakarta: Nuha Medika.
  5. Kemenkes RI. Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia (1951-2018). 2019.
  6. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Kemenkes RI

Pendidikan gizi mengenai kesadaran akan pentingnya makanan yang seimbang dalam mendukung kesehatan tubuh telah mengalami perkembangan yang signifikan di Indonesia sepanjang sejarahnya. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana pemahaman tentang gizi yang telah berkembang dari masa lalu hingga saat ini, dan bagaimana perubahan ini telah berdampak pada kesehatan masyarakat di Indonesia. .

1. Zaman Pra-Kemerdekaan dan Keterbatasan Pemahaman Gizi

Pada masa pra-kemerdekaan yang tercatat sejarah dimulai pada tahun 1950. Prof. Dr. Poerwo Soedarmo (dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia) merupakan pemimpin Lembaga Makanan Rakyat (Instituut Voor Volkvoeding) yang bertugas untuk mempelajari hubungan makanan dan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memperbaiki pola konsumsi makanan (5). Pengetahuan tentang gizi dan dampaknya terhadap kesehatan masih sangat terbatas di Indonesia. Pada masa itu, masalah gizi yang banyak dihadapi oleh masyarakat adalah busung lapar, kurang gizi, angka kematian yang tinggi, serta isu-isu krisis pangan (5). Masyarakat mengandalkan makanan pokok seperti nasi, tetapi sering menghadapi masalah kekurangan gizi karena kurangnya variasi dalam pola makan mereka. Tanaman-tanaman pangan lokal yang kaya akan zat gizi tidak selalu dimanfaatkan sepenuhnya (3). .

2. Era Kemerdekaan dan Langkah Pertama dalam Pendidikan Gizi

Setelah Indonesia merdeka, kesadaran akan pentingnya gizi mulai tumbuh. Pemerintah serta peneliti meluncurkan program-program pendidikan gizi dan promosi gizi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, seperti pemberian vitamin A kepada anak-anak. Program-program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang makanan sehat dan mempromosikan pola makan yang seimbang. Oleh karena itu, dapat memperkenalkan promosi gizi dengan slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” (2,5).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-11-09T170910.549

3. Diversifikasi Pangan dan Pendidikan Gizi yang Lebih Mendalam

Dalam beberapa dekade berikutnya, pemerintah Indonesia semakin fokus pada diversifikasi pangan dan pendidikan gizi yang lebih mendalam. Program pangan tambahan dan pendidikan makanan bayi (MP-ASI) diperkenalkan untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak-anak. Pemerintah juga mengarahkan perhatian pada pangan lokal yang kaya zat gizi, serta mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan berimbang dari sumber tanaman pangan (3).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163258.534

4. Abad 21: Gizi dalam Era Modern

Pada awal abad 21, masalah gizi seperti obesitas dan gizi kurang semakin mendapatkan perhatian. Obesitas disebabkan karena perubahan pola makan yang gaya hidup modern yang tidak sehat yang cenderung lebih mengandalkan makanan cepat saji dan makanan olahan yang sering kali mengandung tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, serta kurangnya aktivitas fisik (1). Oleh karena itu, pemerintah dan organisasi kesehatan berfokus pada edukasi mengenai pola makan seimbang, menghindari makanan cepat saji yang tidak sehat, dan mendorong aktivitas fisik. Gizi kurang merupakan isu gizi yang sangat serius meskipun sebagian besar dunia telah membuat kemajuan dalam mengurangi kelaparan. Persoalan penting yang menjadi kendala untuk menurunkan prevalensi gizi kurang di Indonesia yaitu faktor kesenjangan daerah antara perkotaan dan pedesaan sehingga terjadinya ketidakstabilan ekonomi dan memiliki pendidikan rendah. Gizi kurang juga dapat disebabkan oleh perubahan iklim di suatu daerah yang dapat mempengaruhi akses ketahanan pangan (4). Maka dari itu, pemerintah dan organisasi kesehatan memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya penekanan angka prevalensi gizi kurang di Indonesia demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan terkait gizi.

5. Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun ada peningkatan kesadaran tentang gizi dan kesehatan di Indonesia, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Pengenalan makanan cepat saji, perubahan gaya hidup, dan akses terbatas terhadap makanan sehat masih merupakan hambatan. Pendidikan gizi dan penyuluhan tentang kesadaran pola makan harus terus dilakukan untuk menciptakan perubahan positif dalam perilaku makan masyarakat. Pemahaman tentang gizi di Indonesia telah mengalami evolusi yang penting dari masa pra-kemerdekaan hingga saat ini. Pendidikan gizi, diversifikasi pangan, dan kesadaran akan dampak kesehatan telah memainkan peran kunci dalam mempengaruhi kebiasaan makan masyarakat. Upaya dilakukan terus-menerus untuk menghadapi tantangan gizi kontemporer dan memastikan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia di masa depan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Agustian, H, Kumala, M. Hubungan Sarapan dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Angkatan 2013. Tarumanagara Medical Journal. 2018;1(1):80–88.
  2. Estofany, F. Konsep Dasar dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi {Internet}. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan. 2022. {cited 2023, Aug 15}. Available from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/728/konsep-dasar-dan-sejarah-perkembangan-i lmu-gizi
  3. Gardjito, M, Djuwardi, A, Harmayani, E. Pangan Nusantara: Karakteristik dan Prospek Percepatan Diversifikasi Pangan Edisi Pertama. Jakarta: Kencana. 2013, 6-10 p.
  4. Saputra, W, Nurrizka, R. H. Faktor Demografi dan Risiko Gizi Buruk dan Gizi Kurang. Makara Kesehatan. 2012:16(2):95-101.
  5. Sitasari, A,et.al. Gizi Kesehatan Masyarakat. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi. 2022, 1-3 p.

Setiap orang membutuhkan makanan. Gizi memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Selain untuk pertumbuhan dan perkembangan, gizi juga bermanfaat untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit, termasuk asma (5).

Apa itu asma?

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis, yang ditandai dengan hiper-reaktivitas dan peradangan saluran napas sehingga menyebabkan saluran napas menyempit dan menimbulkan gejala napas berbunyi atau biasa dikenal di masyarakat dengan istilah mengi. Selain gejala tersebut seseorang yang dengan asma mengalami batuk, sesak, dan rasa berat di dada (5).

Faktor risiko asma

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menderita asma. Faktor lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan asma. Paparan infeksi memicu asma, terutama infeksi virus seperti rhinovirus. Padahal, alergen dan sensitisasi lingkungan dianggap sebagai penyebab utama asma (PDPI, 2011). Faktor genetik dikatakan berperan dalam perkembangan asma, karena melibatkan produksi imunoglobulin E, pelepasan obat-obatan seperti histamin, kontraksi otot polos, dan pembengkakan saluran napas di bronkus (2).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-06T150426.815

Mekanisme terjadinya asma

Patofisiologi asma diawali dengan paparan alergen seperti HDM (House Dust Mites), yang merangsang pelepasan mediator inflamasi, yang kemudian mengaktifkan sel imun pada sel target saluran napas, yang selanjutnya menghasilkan berbagai efek seperti bronkokonstriksi, hipersekresi mukus, dan stimulasi refleks saraf. Asma memiliki mekanisme hiperaktivitas dan peradangan bronkus, kerusakan sel epitel, kebocoran mikrovaskular, dan kerusakan saraf. Hiperaktivitas bronkus merupakan respon bronkus yang berlebihan berupa bronkokonstriksi terhadap suatu rangsangan (Setyawati, 2014) (1).

Asma menyerang saluran napas sehingga paru-paru menyempit dan terisi oleh cairan lengket yang dihasilkan oleh dinding bagian dalam, sehingga menyempitkan saluran napas dan mengurangi aliran udara yang keluar masuk paru-paru (Depkes, 2008). Beberapa perubahan terjadi pada saluran napas penderita asma: dinding saluran udara membengkak, lendir dan akumulasi sel yang rusak menutupi sebagian saluran udara, hidung menjadi iritasi dan mungkin tersumbat, dan kejang otot saluran napas (Bull & Price, 2007) (1).

Apa yang harus saya makan untuk mencegah asma?

Makan sehat, teratur dan dalam jumlah sedang. Salah satu pesan dari sepuluh anjuran diet seimbang adalah banyak makan buah dan sayur. Meskipun tidak diketahui buah dan sayuran mana yang dapat memengaruhi asma, yang terbaik adalah meningkatkan konsumsi buah dan sayuran yang berbeda karena merupakan sumber yang sangat baik untuk:

Vitamin C

Vitamin C berfungsi menghidrasi permukaan saluran napas, menangkal radikal bebas, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan hingga membantu saluran napas tidak menyempit. Vitamin C tingkat tinggi bisa didapatkan dari jambu biji, kiwi, paprika, stroberi, jeruk, pepaya, brokoli, dan tomat (5).

Beta karoten

Beta-karoten juga bertindak sebagai antioksidan. Beta-karoten tingkat tinggi dapat ditemukan dalam makanan berwarna oranye tua atau kuning seperti jeruk, wortel, tomat, mangga, dan labu. Makanan kaya beta-karoten dapat mencegah, menghambat, dan memperbaiki kerusakan saluran napas pada asma (5).

Vitamin D

Penderita asma biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam darahnya. Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan tingkat keparahan asma. Sekitar 80 persen vitamin D dapat dibuat di dalam tubuh di bawah kulit yang terpapar radiasi ultraviolet dari sinar matahari langsung. Sekitar 20 persen vitamin D juga bisa didapat dari mengonsumsi makanan sumber vitamin D seperti tuna, salmon, mackerel, udang, hati sapi, telur, mentega, serta susu dan yogurt yang diperkaya vitamin D (5).

Omega-3

Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari sumber makanan sehari-hari. Berdasarkan tulisan Miyata J. dan Arita M. (2015), “Role of omega-3 fatty acids and their metabolites in asthma and allergic diseases”, omega-3 berperan sebagai anti-peradangan sehingga dapat memperbaiki fungsi paru pada penderita asma. Kandungan tinggi omega-3 dapat diperoleh dari jenis ikan yang berlemak (fatty fish), seperti salmon, tuna, mackerel, patin, dan belut (5).

Magnesium

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163258.534

Makanan tinggi magnesium, seperti kacang tanah, kacang mete, almond, tahu, bayam, keju, ayam, dan daging sapi, juga bermanfaat bagi penderita asma. Menurut Zilaee M. dan Hosseini SA (2019) dalam artikel “Nutritional recommendations in asthmatic patients”, magnesium dapat menyebabkan relaksasi otot polos saluran napas. Selain itu, mengonsumsi magnesium juga dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan melebarkan saluran udara (bronkus) (5).

Makanan yang harus dihindari pengidap asma

Ada beberapa makanan yang diduga memperparah gejala asma. Namun, tidak semua orang merasakan reaksi yang sama saat mengonsumsi makanan tersebut. Beberapa makanan di bawah ini hanyalah gambaran umum, sering dilaporkan oleh penderita asma dan diduga memperburuk gejala (4).

  1. Buah Kering Buah kering dikatakan dapat memperpanjang umur buah. Namun, buah-buahan yang dikeringkan seringkali mengandung zat aditif atau sulfit, yang dapat menimbulkan masalah bagi banyak penderita asma. Zat-zat ini termasuk, misalnya, kalium bisulfit dan natrium sulfit. Untuk melakukan ini, periksa dulu apakah buah kering yang Anda beli mengandung zat tersebut (4).
  2. Udang Udang beku atau olahan memiliki risiko tinggi untuk memperburuk gejala asma. Udang dan makanan laut lainnya kebanyakan mengandung sulfit yang berfungsi sebagai aditif (4).
  3. Acar Makanan acar biasanya mengandung sulfit sebagai pengawet, seperti halnya makanan fermentasi seperti kimchi. Perhatian harus diberikan dengan hidangan yang disajikan dengan saus salad atau saus lobak. Ada baiknya untuk memantau reaksi terhadap makanan tertentu atau menghindarinya jika perlu (4).
  4. Makanan Olahan Sebagian besar makanan olahan mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan yang dapat memperparah pneumonia. Misalnya makanan cepat saji, gorengan, makanan kemasan dan makanan beku (4).
  5. Susu dan Produk Susu Susu dan turunannya, seperti keju atau es krim, dapat memperburuk gejala asma dengan meningkatkan produksi lendir di paru-paru. Itulah makanan yang harus dihindari penderita asma. Namun, perlu diingat bahwa setiap penderita asma dapat memiliki reaksi yang berbeda, meskipun mereka mengonsumsi makanan yang sama. Untuk melakukan ini, Anda perlu mengidentifikasi makanan mana yang mungkin menyebabkan masalah asma Anda (4).

Pola hidup bagi penderita asma

Selain mengonsumsi makanan bergizi, penderita asma harus menjalani pola hidup sehat. Gaya hidup sehat yang harus dijalani penderita asma tidak jauh berbeda dengan gaya hidup orang sehat lainnya. Aspek-aspek berikut harus diperhatikan untuk mengikuti gaya hidup sehat (6).

  1. Mengatur pola makan Pola makan merupakan hal yang paling penting untuk diatur jika ingin hidup sehat. Diketahui juga bahwa asma bisa lebih mudah kembali ketika ada masalah dengan asam lambung. Anda perlu mengatur pola makan untuk menghindari asam lambung. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh (6).
  2. Rajin berolahraga Olahraga juga merupakan bagian penting dari gaya hidup penderita asma. Karena olahraga adalah salah satu kunci tubuh sehat dan tetap bugar. Tetapi pastikan Anda memilih latihan yang benar dan cocok untuk penderita asma. Hindari olahraga intens seperti sepak bola, bola basket, dan lari jarak jauh untuk mencegah asma kambuh kembali (6).
  3. Hindari rokok Rokok adalah salah satu hal yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Ini dapat menyebabkan peradangan saluran napas, yang dapat menyebabkan gejala asma. Bagi Anda yang pernah merokok, berhenti merokok pasti sulit. Namun, hal ini wajib dilakukan jika ingin hidup sehat dan mencegah asma kambuh kembali (6).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. A, Widad (2020). (Poltekkesdepkes Surabaya). Diakses dari http://repo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/3206/3/bab%202.pdf.
  2. Bachtiar, P. Y & Tjok Istri Anom Saturti (2016). “ASMA”. (FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR). Diakses dari http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/10751/1/6de1ec68f6366004a7ab380151445b0e.pdf
  3. Gobel, S, Rian Adi Pamungkas, dkk (2020). “BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA”. Jurnal Abdimas, 7(1): 33 - 36.
  4. Makarim, F. R. “5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asma”. halodoc. 2022 [cited 2023 July 18]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/5-makanan-yang-harus-dihindari-pengidap-asma
  5. Nurhayati. “Gizi untuk Asma”. yankes.kemkes. 2022 [cited 2023 July 18]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1875/gizi-untuk-asma
  6. Rivana, E. “Pola Hidup Bagi Penderita Asma agar Asma Tidak Mudah Kambuh”. siloamhospitals. 2023 [cited 2023 July 18]. Available from: https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/pola-hidup-bagi-penderita-as ma-agar-gejala-asma-tidak-kambuh

Sistem pernafasan (respirasi) manusia terdiri dari paru-paru, saluran udara pernapasan bagian atas seperti hidung, laring, faring dan trakea, saluran udara pernapasan bagian bawah seperti bronkus dan bronkiolus serta saluran udara pernapasan akhir seperti kantung alveolar dan alveoli. Salah satu gangguan pada sistem ini yaitu penyakit asma dengan gejala batuk, sesak, dan mengi yang disebabkan terjadinya reaksi inflamasi oleh zat alergen atau virus. Ketika daya tahan tubuh melemah, benda-benda asing masuk ke dalam tubuh dengan mudah sehingga kita seringkali dianjurkan untuk menjaga pola hidup dengan mencukupi istirahat, memperbanyak aktivitas fisik, menghindari rokok dan minuman beralkohol. Tak hanya itu, pola makan yang baik melalui asupan makanan yang beraneka ragam jenisnya, rutin mengonsumsi sayur dan buah dilengkapi minum vitamin penting untuk dilakukan.

Vitamin termasuk dalam kelompok zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikro) tetapi memiliki pengaruh bagi tubuh. Vitamin lebih banyak ditemukan pada kelompok buah-buahan dan sayuran. Berdasarkan anjuran dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk hidup sehat konsumsi buah dan sayur sebanyak 400 gr/hari (250 gr sayur dan 150 gr buah). Mengonsumsi kelompok makanan tersebut tekanan darah, gula darah, dan kolestrol dapat terjaga dengan baik serta menurunkan risiko penyakit tidak menular. (1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-06T145310.815

Rekor Si Amin, singkatan dari Retinol (Vitamin A), Asam Askorbat (Vitamin C), Piridoksin (Vitamin B6), dan Kobalamin (Vitamin B12) menjadi beberapa pilihan zat gizi mikro untuk menunjang kesehatan tubuh. Vitamin A mampu menurunkan tingkat keparahan penyakit asma terlebih pada perokok aktif. Tingkat histamin dalam darah meningkat dan memperburuk kondisi penderita alergi, asma, sakit maag bila tubuh kekurangan vitamin C. Hampir sama dengan vitamin A, vitamin B6 pada kasus asma bronkial juga dapat mengurangi keparahan sekaligus frekuensi kekambuhan asma anak-anak hingga orang dewasa sedangkan vitamin B12 dijadikan pilihan untuk mengobati asma alergik. (2) Lalu, makanan apa saja yang mengandung vitamin tersebut? Yuk, Simak penjelasan berikut.

  1. Vitamin A (Retinol) Kekurangan vitamin A menjadi faktor penyebab daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terkena infeksi. Sumber makanan seperti kangkung, bayam, dan daun singkong (kelompok sayuran hijau) serta pepaya dan nangka kaya akan vitamin A. Buah nangka sendiri dapat mencegah penyakit jantung, kanker, anemia, dan penyakit asma lho!. (3)
  2. Vitamin C (Asam Askorbat) Meski termasuk ke dalam zat gizi mikro, vitamin C memegang peranan penting sebagai antioksidan yang memproduksi kolagen dan karnitin untuk kekebalan tubuh. Selain itu, sebagai agen anti mikroba yang mampu membasmi mikroba patogen sehingga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C infeksi pernapasan sekalipun dapat diatasi. (4) Sumber makanan seperti brokoli, kembang kol, paprika hijau, kentang, jeruk dan strawberry kaya akan vitamin C. (2)
  3. Vitamin B6 (Piridoksin) Asma bronkial biasanya ditandai dengan kondisi tubuh yang lemas, kepala pusing, sering mual dan muntah, dan lain sebagainya termasuk sesak nafas. (5) Sumber makanan seperti kentang, hati sapi, dan pisang kaya akan vitamin B6. Vitamin ini bersifat tidak tahan panas dan cahaya. (2)
  4. Vitamin B12 (Kobalamin) Umumnya, vitamin B12 hanya ditemukan pada pangan hewani dan olahannya sedangkan pangan nabati hanya mengandung senyawa yang mirip vitamin B12. (2) Misalnya tempe, dikonsumsi oleh para vegetarian agar tidak kekurangan vitamin B12 untuk pembentukan sel-sel darah merah. Tempe dapat mencegah penyakit asma melalui serat pangan dan asam lemak tidak jenuh esensial seperti asam oleat, linoleat, linolenat yang dapat menurunkan tingkat peradangan di pernapasan dan meningkatkan kekebalan sel di paru-paru. (6)
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163258.534

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Emilia, E., Juliarti, J., & Akmal, N. 2021. Analisis konsumsi makanan jajanan terhadap pemenuhan gizi remaja. Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary), 1(1), 23-30.
  2. Fajar, S. A., Efendi, H, Y., & Saptanuddin, J. 2019. Handbook Mikronutrien (Zat Gizi Mikro dalam Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit).
  3. Yuniarti, E., & Ramadhani, S. 2023. Vitamin. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  4. Widiyanto, A., Peristiowati, Y., Ellina, A. D., Duarsa, A. B. S., Fajria, A. S., & Atmojo, J. T. 2022. Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Konsumsi Vitamin dalam Menghadapi Covid-19: Systematic Review. Jurnal Keperawatan, 14(S1), 95-104.
  5. Mukaddas, A., Faustine, I., & Ulti, P. H. 2019. Profil Penggunaan Obat Antidotum Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2016-2018. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy)(e-Journal), 5(2), 132-139.
  6. Aryanta, I. W. R. 2020. Manfaat tempe untuk kesehatan. Widya Kesehatan, 2(1), 44-50.

Hepatitis adalah penyakit yang seringkali diabaikan oleh masyarakat. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang Anda makan dan zat gizi yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi risiko terkena hepatitis?

Berdasarkan Riskesdas, 2013 Prevalensi Virus Hepatitis B di Indonesia berkisar 7,1% (sekitar 18 juta) dan Virus Hepatitis C berkisar 1,01% (sekitar 2,5 juta). Virus ini sangat infeksius, terutama Hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan sirosis Hati, dan kanker hati dan bahkan kematian. (1)

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Dan bagaimana cara penanganannya? Pengertian HEPATITIS, Macam Dan Factor Penyebab.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T161032.243

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat menyebabkan nekrosis liver. Hepatitis dapat disebabkan karena infeksius (yaitu: virus hepatitis, bakteri, jamur atau parasite) maupun karena non-infeksius (yaitu: alcohol, penyakit autoimun atau masalah metabolisme, obat/racun/bahan kimia). Hepatitis dapat diklasifikasikan menjadi akut dan kronik serta dapat berkembang menjadi masalah hati yag lebih serius seperti: gagal hati fulminan, sirosis, bahkan karsinoma hepatoseluler (kanker hati).

Berdasarkan factor penyebabnya, Hepatitis terbagi menjadi 5 yaitu:

  1. HEPATITIS A = disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A dan ditularkan melalui makanan, minuman dan jamban (kontaminasi air minum atau undercooked seafood);
  2. HEPATITIS B = disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B dan ditularkan melalui transfusi darah/cairan yang berasal dari darah, jarum tato atau terkena darah yang terkontaminasi;
  3. HEPATITIS C = disebabkan oleh infeksi virus hepatitis c dan ditularkan melalui paparan darah/cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, hemodialisis dan lahir dari ibu yang terinfeksi;
  4. HEPATITIS D = disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B kronis atau dengan komplikasi dan ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi;
  5. HEPATITIS E = biasanya berupa infeksi akut dan cara penularan sama dengan hepatitis A. (2) /li>

Gejala hampir Mirip pada semua jenis hepatitis, gejala umumnya diantara lain: penyakit kuning, urin berwarna gelap, anoreksia, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, dan demam. hepatomegali dan splenomegali. Bilirubin, alkaline phosphatase, AST dan ALT biasanya mengalami peningkatan.

Lalu, Bagaimana cara Kita dapat terhindar dari HEPATITIS?

Setelah mengetahui pengertian dan berbagai macam hepatitis serta factor penyebabnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa terjadinya hepatitis berkaitan dengan hygiene sanitasi serta kebiasaan makan, dimana infeksi virus hepatitis dapat terjadi karena adanya kontaminasi virus baik dari darah maupun dari makanan yang kita konsumsi. Berikut cara pencegahan yang dapat kita terapkan

  1. Pencegahan Hepatitis melalui Vaksinasi Vaksin ini adalah salah satu cara Pemerintah dalam mencegah adanya penularan penyakit hepatitis. Sebab, penyakit ini ditularkan melaui orang ke orang, melalui percikan darah, ludah, atau keringat. Sehingga, Vaksin ini diharapkan dapat menurunkan angka penderita hepatitis di Indonesia terutama pada balita sebagai kelompok umur paling rentan. Vaksin hepatitis A maupun B diberikan pada usia 0 hingga 18 bulan. Namun, apabila belum menerima vaksin hepatitis A maupun B saat bayi, anak wajib mendapatkan imunisasi tersebut di usia 2-18 tahun. (3)
  2. Pencegahan Hepatitis melalui Kebersihan (a) Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. (b) Hindari menggunakan perlengkapan makan yang sama dengan penderita hepatitis. (c) Pastikan makanan yang dikonsumsi sudah matang sempurna dan hindari makanan mentah atau setengah matang.
  3. Pencegahan Hepatitis dengan Gizi Seimbang Gizi yang seimbang sangat penting dalam menjaga kesehatan hati kita. Zat Gizi yang tepat dapat membantu melindungi hati dari kerusakan dan mengoptimalkan fungsi hati. Beberapa zat gizi yang penting untuk hati adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, dan zinc. Vitamin A dapat ditemukan dalam wortel, bayam, dan hati sapi. Vitamin C terdapat dalam buah-buahan seperti jeruk dan stroberi. Vitamin E banyak terdapat dalam kacang-kacangan dan minyak zaitun. Sementara itu, selenium dan zinc dapat ditemukan dalam makanan laut, daging, dan biji-bijian.

    Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian. Serat membantu mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol dalam tubuh, yang dapat membantu menjaga kesehatan hati. Juga, mengonsumsi protein yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan hati. Pilihlah sumber protein sehat seperti daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T161010.570

Pentingnya Zat gizi bagi Penderita Hepatitis

Pencegahan hepatitis perlu dilakukan guna menghindari terkena infeksi hepatitis yang dapat mengakibatkan kerusakan hati lebih parah hingga kematian. Jika sudah terinfeksi hepatitis, penting untuk segera ditangani dan memperoleh Pengobatan. Terapi Pengobatan hepatitis tergantung pada jenis hepatitis yang Anda alami. Misalnya, hepatitis A biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Namun, hepatitis B dan C memerlukan pengobatan yang lebih intensif dan mungkin memerlukan obat antiviral. Disamping terapi obat, penerapan terapi gizi (Nutrition care) perlu dilakukan untuk menunjang penyembuhan penyakit hepatitis. Asupan gizi yang seimbang sangat diperlukan dalam proses pengobatan guna menghindari adanya komplikasi penyakit lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita hepatitis adalah :

  1. Diet rendah lemak dan rendah kolesterol dapat diterapkan pada infeksi kronik  hepatitis C; (4)(5)(6) 
  2. Hygiene sanitasi perlu diperhatikan, memastikan makanan dan minuman matang  dapat membantu treatmen Hepatitis A; (4) 
  3. Menghindari shellfish (kerang-kerangan) serta daging hasil buruan yang rawan terkontaminasi; (4)(7)(8) 
  4. Konsumsi Suplemntasi gizi serta Vitamin D jika diperlukan, karena penderita hepatitis  rawan mengalami malnutrisi dan defisiensi vitamin D; (9)(10) 
  5. Menghindari pemberian suplementasi Vitamin B12 berlebihan. karena meskipun  vitamin B12 dapat membantu treatment pada pasien Hepatitis C. Namun, jika  berlebihan dapat mendorong replikasi virusnya; (11) 
  6. Menghindari makanan tinggi Fe serta suplemen Fe pada penderita Hepatitis C, yang  mana dapat Fe berlebih dapat menngakibatkan stress oksidatif dan menurunkan  resiko kanker hati (dari hepatitis C); (12) 
  7. Menghindari konsumsi alcohol yang berlebihan yang dapat memperparah kondisi  hepatitis pasien.(13)

Terapi penyembuhan hepatitis tak ayal memerlukan dukungan gizi yang cukup yang mana dapat mensuport penyembuhan lebih cepat dan menghindari adanya infeksi lebih serius maupun komplikasi penyakit lainya. Penerapan Gizi yang baik dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari dapat juga sebagai ajang pencegahan terjadinya penyakit hepatitis. Jaid teman-teman mari kita “Jaga Hati dengan Zat Gizi”.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. P2p.kemkes.go.id. Hepatitis Can’t Wait [Internet]. http://p2p.kemkes.go.id/. 2022. p. Available from: http://p2p.kemkes.go.id/hepatitis-cant-wait/
  2. nutritionguide.pcrm.org. Viral Hepatitis [Internet]. https://nutritionguide.pcrm.org/. 2021. Available from: https://nutritionguide.pcrm.org/nutritionguide/view/Nutrition_Guide_for_Clinicians /1342052/all/Viral_Hepatitis#ref26109044
  3. Kemala F. Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya [Internet]. https://hellosehat.com/. 2022. p. Available from: https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/imunisasi/vaksin-hepatitis-a/
  4. D W, CY. G. Epidemiology and prevention of hepatitis A in travelers. J Travel Med. 2013;20((6)):394–9.
  5. R M, C V, P A, Al. E. Normocaloric low cholesterol diet modulates Th17/Treg balance in patients with chronic hepatitis C virus infection. PLoS One. 2014;9(12):e112346.
  6. LP O, RP de J, RS B, Al E. Effect of soy protein supplementation in patients with chronic hepatitis C: a randomized clinical trial. World J Gastroenterol. 2018;18:2203- 2211.
  7. DM Y, XJ. M. Hepatitis E virus: foodborne, waterborne and zoonotic transmission. Int J Env Res Public Heal. 2013;10(10):4507–33.
  8. D L, E P, MJ G. Hepatitis E virus load in swine organs and tissues at slaughterhouse determined by real-time RT-PCR. Int J Food Microbiol. 2010;139(3):206–9.
  9. LM V, JA DC, I R, Al. E. No Title. World J Gastroenterol. 2013;19(35):5917–24.
  10. Refaat B, AG E-S, A A. Vitamin D and chronic hepatitis C: effects on success rate and prevention of side effects associated with pegylated interferon-α and ribavirin. Int J Clin Exp Med. 2015;8(7):10284-303.
  11. NC M, AD G, L R, Al. E. Association of serum vitamin B12 levels with stage of liver fibrosis and treatment outcome in patients with chronic hepatitis C virus genotype 1 infection: a retrospective study. BMC Res Notes. 2015;8:260.
  12. K Y, M K, M N, Al. E. Nutrition therapy for liver diseases based on the status of nutritional intake. Gastroenterol Res Pr. 2012;20(12).
  13. Neuman MG, Seitz HK, French SW, Malnick S, Tsukamoto H, Cohen LB, et al. Mechanisms , Clinical and Experimental Research. Biomedicines. 2020;8(3):63.