Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 mengatur terkait kesehatan, dimana kesehatan merupakan hak setiap manusia dan merupakan unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Kesehatan adalah keadaan sehat secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Upaya untuk kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang pelaksanaannya secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Setiap kegiatan dan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan yang sangat penting artinya bagi pembentukan sumber daya manusia Indonesia, peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa, serta pembangunan nasional. Penyelengaraan upaya kesehatan dilaksanakan lewat kegiatan :

Penyelengaraan upaya kesehatan dilaksanakan lewat kegiatan :

  1. Pelayanan Kesehatan
  2. Pelayanan Kesehatan Tradisional;
  3. Eningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit;
  4. Penyembuhan Penyakit dan Pemulihan Kesehatan;
  5. Kesehatan Reproduksi;
  6. Keluarga Berencana;
  7. Kesehatan Sekolah;
  8. Kesehatan Olahraga;
  9. Pelayanan Kesehatan pada Bencana;
  10. Pelayanan Darah;
  11. Kesehatan Gigi dan Mulut;
  12. Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Gangguan Pendengaran;
  13. Kesehatan Matra;
  14. Pengamanan dan Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan;
  15. Pengamanan Makanan dan Minuman;
  16. Pengamanan Zat Adiktif; dan/atau
  17. Bedah Mayat.
 

Lebih lanjut terkait Kesehatan dapat dilihat di Undang-Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan [PDF]

Salah satu cara untuk memajukan kesejahteraan umum adalah pembangunan kesehatan yang ditunjukan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Kesehatan adalah hak asasi manusia yang berarti setiap orang berhak akan akses pelayanan kesehatan. Untuk dapat terselenggaranya pelayanan kesehatan yang merata kepada masyarakat, diperlukan ketersediaan tenaga kesehatan yang merata dalam arti pendayagunaan dan penyebarannya harus merata ke seluruh wilayah sampai ke daerah terpencil sehingga memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan. Tenaga kesehatan itu memiliki tugas untuk melakukan upaya kesehatan. Untuk menjadi tenaga kesehatan yang teregristrasi, selain menyelesaikan pendidikan sarjana, perlu kelengkapan sertifikat kompetensi, profesi, izin praktik, dan hal lainnya. Hal ini bisa dilihat didalam  Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Tenaga Kesehatan Nomor 36 Tahun 2014.

Tenaga kesehatan dikelompokkan ke dalam :

  1. Tenaga psikologi klinis;
  2. Tenaga keperawatan, yang meliputi berbagai jenis perawat;
  3. Tenaga kebidanan;
  4. Tenaga kefarmasian, yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian;
  5. Tenaga kesehatan masyarakat, yang terdiri atas epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga;
  6. Tenaga kesehatan lingkungan, yang terdiri atas tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, dan mikrobiolog kesehatan;
  7. Tenaga gizi. Terdiri atas nutrisionis dan dietisien;
  8. Tenaga keterapian fisik, yang terdiri atas fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunktur;
  9. Tenaga keteknisian medis, yang terdiri atas perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologi;
  10. Tenaga teknik biomedika, yang terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medik, fisikawan medik, radioterapis, dan ortotik prostetik;
  11. Tenaga kesehatan tradisional, yang terdiri atas tenaga kesehatan tradisional ramuan dan tenaga kesehatan tradisional keterampilan; dan
  12. Tenaga kesehatan lain.

Berdasarkan hasil penelitian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa perkembangan penyakit tidak menular (PTM) kian mengkhawatirkan. Pasalnya penyakit yang dianggap biasa dialami kelompok usia lanjut, kini mulai mengancam kelompok usia muda.(1) PTM meliputi hipertensi, stroke, jantung koroner, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sebagai generasi muda alangkah baiknya bisa mulai menyadari bahwa pola hidup sehat saat ini akan sangat berguna bagi kehidupan dimasa mendatang.

Menerapkan pola hidup sehat bisa melalui berbagai macam cara, salah satunya dari konsumsi pangan harian. Pangan fungsional atau makanan yang memiliki manfaat bagi kesehatan bisa menjadi salah satu alternatif. Bahan pangan yang mengandung antosianin terbukti dapat mencegah penyakit tidak menular.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T152616.460

Apa itu antosianin?

Antosianin merupakan senyawa kimia organik yang memberikan warna merah, oranye, ungu, biru dan hitam. Semakin pekat warnanya, maka kandungan antosianinnya semakin tinggi.(2)

Apa saja jenis bahan makanannya?

  1. Buah Naga Merah Penyakit jantung yang menyebabkan kematian mendadak sudah tidak asing lagi. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menjadi salah satu penyebabnya, bisa terjadi karena penumpukan lemak akibat tingginya konsumsi makanan sumber lemak jenuh, seperti daging merah, daging unggas, minyak kelapa, santan dan olahan susu (es krim, mentega, keju, dll). Buah naga merah kaya dengan zat antosianin,  kadar antosianinnya berkisar 8,8 mg per 100 gram atau per ¼ bagian buah naga merah.(2) Konsumsi buah naga merah dalam bentuk buah segar dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.(3) Berdasarkan penelitian sebelumnya pada manusia, pemberian jus buah naga merah 2,86 gram/kgBB atau 2,86 ml/kgBB selama 21 hari dapat menurunkan kadar kolesterol sebesar 5,8%.(4) Jadi misalkan berat badannya 50 kg maka jumlah konsumsinya 2,86 ml x 50 kg didapatkan total konsumsi 143 ml atau kurang lebih 150 ml yaitu setara dengan 1 gelas belimbing jus buah naga merah. Antosianin buah naga merah mampu meningkatkan kadar HDL (high-density lipoprotein) atau lemak baik dan menurunkan kadar LDL (low-density lipoprotein) atau lemak jahat dalam tubuh.(5) 
  2. Ubi Jalar Ungu Antosianin juga dimiliki oleh ubi ungu, mampu meningkatkan produksi insulin yang bisa mengendalikan kadar gula darah, maka ubi ungu ini baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus. Proses pengolahan akan menurunkan kandungan antosianin pada ubi ungu, tetapi konsumsi ubi ungu kukus bisa menjadi salah satu alternatif yang masih memiliki kandungan antosianin yang cukup banyak dibandingkan dengan pengolahan lain.(6) Selain dikukus juga terdapat penelitian pada manusia yang menyatakan bahwa konsumsi ubi ungu dalam bentuk es krim sebanyak 60 gram atau setara dengan 1 cup perhari selama 28 hari juga terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah yang dapat mencegah penyakit jantung dan juga hipertensi maupun stroke.(7)
  3. Daun Ubi Jalar Ungu Selain umbinya ternyata daun ubi jalar ini juga memiliki antosianin yang cukup tinggi, dan lebih mudah untuk didapatkan karena bisa dipanen secara terus menerus. Antosianin yang terkandung didalamnya terbukti dapat memperbaiki profil lemak dalam tubuh, menurunkan kadar kolesterol total dan LDL serta meningkatkan HDL. Konsumsinya bisa dalam bentuk diseduh atau direbus saja. (8)
  4. Tape Ketan Hitam Beras ketan hitam merupakan salah satu serealia yang juga mengandung antosianin. Konsumsi tape ketan lebih dari 11,5 gram atau setara dengan 1 sendok makan munjung perhari dapat mencegah kejadian penyakit sindroma metabolik seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, kadar lemak tinggi dan obesitas.(9)
  5. Stroberi Konsumsi stroberi 500 gram atau setara dengan + 30 buah per hari selama 30 hari telah terbukti dapat menurunkan profil lemak pada orang yang sehat. Hal ini karena kandungan antosianin yang tinggi dari buah stroberi. Selain itu, antosianin pada stroberi juga berperan sebagai antioksidan yang mana bisa menjadi penangkal radikal bebas sehingga bisa mencegah penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, jantung, dan kanker.(10)

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Kemenkes RI. Penyakit Tidak Menular Kini Ancam Usia Muda (Internet). Kemkes. go. id. 2020. Diakses pada 14 September 2021. Tersedia pada: https://www.kemkes.go.id/article/view/20070400003/penyakit-tidak-menular-kini-ancam-usia-muda.html
  2. Priska, Melani, dkk. Review : Antosianin dan Pemanfaatannya. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry).2018;6(2):79-97.
  3. Sigarlaki, E.D dan Agustyas,T. Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Kadar Kolesterol Total. Majority. 2016:5(5);14-17.
  4. Budiatmaja. Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylrocereus polyrhizus) terhadap Kadar Kolesterol Total Pria Hiperkolesterolemia. 2014;1–52.
  5. Faadillah, N dan Martha, A. Efek Pemberian Seduhan Kulit Buah Naga Merah (Hylrocereus polyrhizus) terhadap Kadar HDL Tikus Sprague Dawley Dislipidemia. Journal of Nutrition College. 2016:5(4);280-288.
  6. Husna, N. El, Novita, M. & Rohaya, S. Kandungan Antosianin dan Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu Segar dan Produk Olahannya. Agritech. 2013; 33(296–302)
  7. Arisetia D, Emy Y, dan Kusdalinah. Pemberian Es Krim Ubi Jalar Ungu Berpengaruh Terhadap Kadar Kolesterol Total dan Tekanan darah Pasien Hiperkolesterolemia. Jurnal Media Kesehatan. 2019;12(1):001-110
  8. Heriwijaya, I Made J, Bagus KS. Uji Efektivitas Air Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) Terhadap Profil Lipid Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Pakan Dislipidemia. Intisari Sains Media. 2020;11(2)452-456
  9. Fauziyah Nur. Makanan Fungsional Tape Ketan Hitam Mencegah Sindroma Metabolik. Gurit Pramintarto EM. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung; 2018. 42 p.
  10. Basu A, Angel N, Nancy M, and Timothy J. Strawberry As a Functional Food: An Evidance–Based Review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition.2011;54(6):790-806

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T154145.649

Kondisi PPKM saat ini membuat masyarakat sigap menerapkan protokol kesehatan. Namun, masih sedikit masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Cara menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan olahraga rutin dan mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan. Nah, Teman Giziku, dalam artikel kali ini akan dibahas alasan mengapa buah menjadi salah satu jenis pangan yang mampu menjaga sistem kekebalan tubuh kamu. Simak dibawah ini, yuk!

Pangan Fungsional : Buah?

Rekomendasi cara menjaga kekebalan tubuh adalah dengan konsumsi pangan fungsional. Pangan fungsional merupakan pangan yang memberikan manfaat bagi kesehatan dikarenakan kandungan komponen aktifnya yang berpotensi untuk pencegahan atau pengobatan suatu penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan tubuh kita [1], lho! Jenis pangan fungsional pun beragam, salah satunya adalah buah-buahan. Buah secara alami kaya akan zat gizi yang optimal dalam meningkatkan daya tahan tubuh, seperti vitamin A dan C.

Fungsi Vitamin A dan Kekebalan Tubuh

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T190613.959

Selama ini Teman Giziku mengenal fungsi vitamin A yang baik pada sistem penglihatan kita, kan? Ternyata, vitamin A juga punya fungsi penting lainnya!

Vitamin A berperan secara esensial dalam perkembangan sistem limfoid, aspek dan fungsi imunitas, termasuk komponen sistem kekebalan tubuh non spesifik seperti fagositosis dan spesifik seperti respon antibodi.

Hubungan vitamin A dalam fungsi sistem imunitas tubuh terlihat dari korelasi antara vitamin A dengan penyakit infeksi. Sebuah studi menunjukkan, bahwa kekurangan vitamin A pada manusia menyebabkan produksi dan maturasi limfosit menurun. Selain itu, anak penderita xerophtalmia memiliki rasio sel T dengan antigen CD4+ dan CD8+ cukup rendah dalam limfosit darah perifer. Setelah diberikan suplementasi vitamin A, tingkat konsentrasi CD4+ dan CD8+ meningkat. Peranan CD4+ dan CD8+ ini sebagai antibodi yang memerangi benda asing yang masuk dalam tubuh kita, Teman Giziku!

Beta karoten bekerja secara langsung dalam melindungi sel dari oksidasi dan meningkatkan proliferasi limfosit, perbaikan fungsi sel T, produksi sitokin dan sel termediasi seperti sel Natural Killer (NK). Bentuk lain dari vitamin A, yaitu pro-vitamin A, Karotenoid, berperan sebagai antioksidan [3] yang mampu menangkal radikal bebas yang mampu merusak sel dalam tubuh kita, lho!

Nah, beberapa fungsi yang telah dipaparkan di atas mengenai vitamin A, sudah terbukti bahwa peranan vitamin A begitu signifikan dalam peningkatan imunitas tubuh kita. Korelasi vitamin A dan penyakit infeksi memang belum jelas mekanismenya, tetapi konsumsi secara optimal dari buah-buahan mampu membantu sistem pertahanan tubuh kita. Salah satu sumber alami vitamin A adalah buah blewah. Buah dengan genus Cucumis ini banyak dikenal di masyarakat akan rasanya yang segar.

Dibalik itu, ada kandungan vitamin A yang sangat tinggi, yaitu 3.382 IU/100 gram hingga dapat mencukupi kebutuhan harian vitamin A seseorang sebanyak 68%. Selain itu, kandungan vitamin C dalam buah blewah juga cukup tinggi, yaitu 36,7 mg/100 gram buah. Buah blewah memiliki kandungan gula yang lebih rendah sekitar 10-16% [6] sehingga baik untuk penderita diabetes untuk meningkatkan imunitas. Tidak diragukan lagi kan bagaimana khasiatnya untuk daya tahan tubuh?

Si Cerdas, Vitamin C, Bantu Usir Radikal Bebas

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T190708.786

Siapa yang tidak mengenal jambu biji merah? Buah ini mengandung vitamin C dalam jumlah paling tinggi dibanding buah lain, yaitu sebesar 87 mg/100 gram. Jika ingin mendapatkan kandungan vitamin C dalam buah jambu biji yang tinggi ini, Teman Giziku dapat memakannya saat kondisi menjelang matang. Hal ini disebutkan dalam penelitian oleh staf peneliti Badan Peneliti Pasar Minggu tahun 1991 mengenai analisis mutu kimia diperoleh data bahwa kandungan vitamin C dalam jambu biji menjelang matang adalah 150,50 mg dibandingkan dengan buah jambu biji lewat matang sebanyak 132,24 mg [5].

Sudah tidak asing bagi kita ketika mendengar vitamin C sebagai sumber antioksidan yang memerangi radikal bebas untuk mencegah stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan terjadinya beberapa penyakit seperti diabetes melitus, kanker, aterosklerosis, maupun jantung koroner [2]. Defisiensi vitamin C melemahkan pertahanan tubuh terhadap serangan infeksi. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C mampu menurunkan kejadian penyakit infeksi maupun penyakit degeneratif lho, Teman Giziku! Asupan harian vitamin C yang direkomendasikan untuk wanita adalah 75 miligram dan pria adalah 90 miligram [8]. Jika ditargetkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin C dapat ditingkatkan sekitar 200-500 miligram/hari yang diperoleh dari buah dan sayur [9].

Vitamin C air memiliki mekanisme meningkatkan level interferon dan aktivitas sel imun dalam tubuh, kemampuan aktivitas limfosit dan makrofag, dan memperbaiki migrasi dan mobilitas leukosit dari serangan infeksi virus, seperti COVID-19 [4]. Selain itu, vitamin C berperan penting dalam memelihara integritas dan melindungi sel dari ROS (reactive oxygen species) saat tubuh kita mengalami inflamasi. Berikut merupakan mekanisme vitamin C dalam fungsi fagositosis:

Berdasarkan gambar diatas, vitamin C meningkatkan migrasi neutrofil, kemudian mengaktifkan fagositosis pada mikroba. Vitamin C menstimulasi kematian ROS dan mikroba serta memicu apoptosis sehingga menekan kerusakan sel akibat ROS [7]. Sehingga, stres oksidatif ditekan dan mengakibatkan sistem imunitas kita semakin meningkat.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Hardinsyah, dkk. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. 2014. Jakarta: EGC.
  2. Berawi, K. N., & Agverianti, T. (2017). Efek Aktivitas Fisik pada Proses Pembentukan Radikal Bebas sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis. Jurnal Majority, 6(2), 86–91. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1019
  3. Azrimaidaliza. Vitamin A, Imunitas dan Kaitannya dengan Penyakit Infeksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2007;1(2): 90-96.
  4. Angraini, DI. 2014. Immunonutritions (Vitamin A, C, dan E) Associated with Lymphocyte Numbers. JUKE 2014;4(7): 39-44.
  5. Padang, SA dan Maliku, RM. Penetapan Kadar Vitamin C pada Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) dengan Metode Titrasi Na-2,6 Dicholorphenol Indophenol (DCIP). Media Farmasi 2017;13(2): 1-6.
  6. Zawani K, Suheri H, Kusmarwiyah R, dan Parwata I. G. M. A. Perbaikan Mutu Kompos Bio-Slurry dengan Pupuk Hijau dan Suplemen Silikat dan Pengaruhnya terhadap Hasil Buah Tanaman Blewah (Cucumis melo var cantaloupensis). Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian 2016;26(1): 144-209.
  7. Carr, AC dan Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients 2017;9(1211): 1-25.
  8. Yimcharoen, M., Kittikunnathum, S., Suknikorn, C., Nak-On, W., Yeethong, P., Anthony, T. G., & Bunpo, P. (2019). Effects of ascorbic acid supplementation on oxidative stress markers in healthy women following a single bout of exercise. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 16(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12970-019-0269-8
  9. Sumarmi, S. 2020. Kerja Harmoni Zat Gizi dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh terhadap COVID-19: Mini Review. Amerta Nutr 2020: 250-256.

Anak merupakan seseorang yang berusia dibawah 18 tahun. Anak yang merupakan masa depan bagi negara tentu perlu dijamin pertumbuhan dan perkembangannya. Maka diperlukan penyelengaraan untuk penangulangan masalah gizi bagi anak secara terpadu dan berkesinambungan. Penanggulangan masalah gizi yang diprioritaskan adalah penyakit yang memerlukan upaya khusus penyelamatan hidup dan berdampak besar pada kejadian stunting.

Penyakit yang dimaksud adalah:

  1. Berisiko gagal tumbuh
  2. Gizi kurang atau gizi buruk
  3. Bayi sangat premature
  4. Bayi berat lahir sangat rendah
  5. Alergi protein susu sapi
  6. Kelainan metabolism bawaan

Maka untuk menanggulangi masalah gizi bagi anak diatas, perlu dilakukan pengembangan koordinasi, jejaring, dan kemitraan antara instasi pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan. Selain itu pelayanan kesehatan wajib melakukan pencatatan pada setiap kejadian masalah gizi bagi anak akibat penyakit selama 1 bulan sekali secara berkala. Pembinaan dan pengawasan dilakukan pada setiap bagian sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Lebih lanjut terkait penanggulangan-masalah-gizi-bagi-anak-akibat-penyakit dapat di unduh di PP No 29 Tahun 2019 Penanggulangan Masalah Gizi Anak Akibat Penyakit [PDF]

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T191935.773

Renang adalah salah satu aktivitas fisik yang digemari dan bisa dilakukan oleh hampir semua kalangan. Olahraga ini memiliki berbagai dampak positif untuk kesehatan tubuh dan mental. Saat kontak dengan air, tubuh akan terasa lebih rileks sehingga membantu menghilangkan rasa penat di tubuh dan pikiran (1). Tak hanya itu, renang juga menjaga tubuh tetap bugar karena gerakan renang membuat hampir seluruh otot-otot di tubuh bekerja.

Anak usia sekolah adalah anak-anak dalam rentang usia 6-12 tahun. Pada usia ini, anak mengalami pertumbuhan yang dipengaruhi oleh gen, asupan zat gizi, maupun aktivitas fisik. Karenanya, anak usia sekolah disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat selama 60 menit setiap hari (2). Renang dapat menjadi pilihan aktivitas fisik yang cocok untuk anak, karena merupakan aktivitas yang menyenangkan dan tidak terasa seperti olahraga formal.

Manfaat Berenang Bagi Anak-anak

  1. Menjaga Kesehatan Jasmani Berenang termasuk olahraga aerobik intensitas berat bagi anak. Tak heran, telah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat berenang bagi kesehatan jasmani anak, di antaranya meningkatkan stamina, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, serta melatih kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas karena keterampilan motorik kasar masih berkembang pada usia ini (3).
  2. Mengurangi Risiko Obesitas Anak usia sekolah membutuhkan zat gizi yang cukup untuk mendukung aktivitasnya yang padat serta pertumbuhannya, sehingga sangat wajar apabila pada usia ini anak memiliki nafsu makan yang tinggi. Namun, jika porsi makan anak tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, maka anak berisiko mengalami obesitas. Berenang secara rutin dapat mengurangi risiko obesitas pada anak usia sekolah karena olahraga ini akan membakar lemak berlebih. Renang juga memiliki keunggulan dibandingkan olahraga lainnya, yaitu lebih banyak mengeluarkan energi karena sebagian energi digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh yang stabil saat berenang (4).
  3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Dalam pelajaran renang anak, biasanya anak dituntut untuk menyelesaikan berbagai tantangan, misalnya permainan menyelam untuk mengambil barang di dasar kolam. Aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetisi seperti ini akan menaikkan rasa percaya diri anak karena adanya reward yang diberikan setelah menyelesaikan tantangan (3).
  4. Sarana Bersosialisasi Pelajaran renang di sekolah atau di tempat kursus umumnya diikuti oleh sekelompok kecil anak-anak. Dengan begitu, renang dapat menjadi sarana bagi anak untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman seumurannya. Sama halnya dengan berenang di kolam renang umum, anak-anak dapat berkenalan dengan teman baru yang membuat aktivitas berenangnya menjadi lebih menyenangkan. Namun, di masa pandemi seperti saat ini, orang tua sebaiknya menghindari membawa anak ke kolam renang umum untuk menghindari risiko tertular COVID-19 (3,5).
  5. Mengurangi Stres Anak usia 10-12 tahun tengah berada dalam masa transisi dari masa anak-anak menuju remaja, dimana mereka rentan mengalami stres karena menghadapi berbagai perubahan pada fase ini. Latihan renang secara teratur telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan mental, juga mengurangi stres, kecemasan, dan rasa kesepian pada anak-anak (1).

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengajak Anak Berenang

  1. Jangan Berenang dengan Perut Kosong Berolahraga dengan perut kosong dapat menyebabkan tubuh kehabisan energi, pusing, mual, dan bahkan pingsan. Hal ini terjadi karena kondisi hipoglikemia, yaitu kadar gula darah yang rendah. Pastikan anak Anda sudah makan setidaknya 1 jam sebelum berenang, dengan makanan yang disarankan berupa karbohidrat dalam porsi kecil, buah-buahan yang tinggi kalium, serta makanan sumber protein.
  2. Gunakan Sunbloc Jika anak Anda akan berenang di lingkungan outdoors, pastikan ia telah menggunakan sunblock tahan air dengan minimal SPF 15. Sebaiknya, hindari juga berenang di luar ruangan antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore karena paparan sinar UV dapat merusak kulit.
  3. Pastikan Anak Berenang di Tempat yang Aman Pilihlah kolam renang atau pantai yang dipantau oleh petugas keselamatan (lifeguard). Orang tua juga perlu untuk selalu mengawasi anak ketika berenang, terutama di pantai. Jangan biarkan anak berenang tanpa pengawasan meskipun ia sudah mahir, karena adanya risiko tenggelam karena cedera atau kelelahan.
  4. Ajak Anak Melakukan Pemanasan Jika Anda mengajak anak Anda untuk berenang, pastikan ia sudah melakukan pemanasan sebelum mulai berenang. Pemanasan penting untuk dilakukan karena membantu meminimalkan risiko terjadinya kram saat berenang. Ajak anak melakukan pemanasan di darat dengan gerakan peregangan otot serta pemanasan di air dengan latihan menahan napas, menggerakkan kaki dan tangan, serta latihan mengapung. 
  5. Sediakan Air Minum Berenang merupakan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, karenanya anak dapat mengalami dehidrasi tanpa ia sadari. Sediakan air minum dan ingatkan selalu anak untuk minum air putih walaupun ia tidak merasa haus.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Köroğlu, M., & Yiğiter, K. Effects of Swimming Training on Stress Levels of the Students Aged 11-13. Universal Journal of Educational Research. 2016;4(8):1881-1884.
  2. Anonim. School-age children development [Internet]. Mount Sinai. 2020 [cited 2021 Sep 14]. Available from: https://www.mountsinai.org/health-library/special-topic/school-age-children-development
  3. Howells, K., & Jarman, D. Benefits of swimming for young children. Physical Education Matters. 2016:20-21.
  4. Ganciu, O.-M. The effectiveness of swimming in treating and preventing obesity. Palestrica of the third millennium – Civilization and Sport. 2015:247-252.
  5. Anonim. Why your child should learn to swim [Internet]. Swim England. 2021 [cited 2021 Sep 14]. Available from: https://www.swimming.org/learntoswim/why-your-child-should-learn-to-swim/
  6. Marcin, A. What Are the Top 12 Benefits of Swimming? [Internet]. Healthline. 2017 [cited 2021 Sep 14]. Available from: https://www.healthline.com/health/benefits-of-swimming
  7. McCarthy, C. Swimming lessons: 10 things parents should know [Internet]. Harvard Health Publishing. 2018 [cited 2021 Sep 14]. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/swimming-lessons-10-things-parents-should-know-2018061514064
  8. Roberts, L. Swimming Warm Ups for Children [Internet]. SportsRec. 2013 [cited 2021 Sep 14]. Available from: https://www.sportsrec.com/swimming-warm-ups-children-6333.html
  9. Handayani, V. V. 4 Jenis Makanan yang Baik untuk Berenang [Internet]. Halodoc. 2020 [cited 2021 Sep 15]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/4-jenis-makanan-yang-baik-untuk-berenang