Hai, sobat ilmugiziku, gizi memiliki peran penting dalam mencegah penyakit dan mengurangi keparahan dan kematian pada HIV, tuberkulosis, malaria, dan penyakit menular lainnya. (1)

Kebutuhan Gizi Pada Penyakit Menular

FOTO ARTIKEL WEBSITE-38

Penyakit menular terjadi karena infeksi bakteri, virus, dan lainnya yang menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh secara terus menerus, serta dapat terjadi penurunan asupan makanan yang diakibatkan oleh mual, muntah, dan malabsorpsi. (2) Penderita penyakit yang disebabkan bakteri dan virus seperti tuberkulosis (TB) dan HIV dapat mengalami kekurangan gizi yang memperparah kondisi seseorang. Penyakit parasit seperti cacing Trichuris trichiura menyebabkan hilangnya nafsu makan dan diare sehingga menyebabkan malnutrisi. (3) Kebutuhan energi meningkat pada kondisi infeksi untuk mempertahankan fungsi tubuh yang disebabkan oleh peningkatan laju metabolisme basal (BMR) dan peningkatan suhu tubuh untuk respon imun terhadap infeksi. Namun, seringkali terjadi penurunan asupan makanan karena penurunan nafsu makan dan gangguan gastrointestinal. Pelepasan sitokin sebagai respon adanya infeksi meningkatkan produksi leptin yang bersifat anoreksigenik atau menekan nafsu makan. (4) Bila berkelanjutan, maka dapat terjadi kekurangan gizi yang menyebabkan gangguan fungsi kekebalan karena perubahan interaksi antara makrofag dan limfosit-T. Asupan protein dan energi yang tidak mencukupi dapat menghambat fungsi beberapa mekanisme pertahanan tubuh yang penting untuk pemulihan penyakit. (2) Penyakit menular dan penurunan status gizi selalu berkaitan erat dan membentuk lingkaran setan. Fungsi kekebalan tubuh makin melemah pada keadaan kekurangan gizi, sehingga risiko infeksi dan peningkatan keparahan cenderung lebih tinggi, dan masa pengobatan semakin lama. Infeksi yang terjadi juga menyebabkan kehilangan nafsu makan, perubahan metabolisme, hingga malabsorpsi yang memperburuk kondisi penyakit dan status gizi seseorang. (3) Kemampuan tubuh melawan infeksi akan optimal bila dibarengi dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. (2) Namun, pertahanan tubuh terhadap penyakit menular juga akan menurun karena kekurangan energi dan protein atau defisiensi mikronutrien. Contohnya seng d vitamin A yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kerentanan terhadap penyakit menular. (3)

Penerapan Pola Makan Saat Mengalami Penyakit Menular

Pola makan yang sehat dapat membantu penderita penyakit menular dalam memulihkan gejala dengan lebih baik, memaksimalkan manfaat pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup (1). Prinsip yang diterapkan dalam kondisi mengalami penyakit menular atau infeksi adalah diet tinggi kalori tinggi protein. Perhatian utama diet pada penyakit menular adalah menghindari adanya masalah gizi seperti defisiensi zat gizi dan penurunan berat badan yang disebabkan oleh berbagai faktor fisiologis terkait kondisi infeksi(5). Asupan oral berupa karbohidrat, protein, lemak seringkali tidak mencukupi karena penurunan nafsu makan dan metabolisme tubuh yang meningkat. Peningkatan proteolisis yang terjadi menyebabkan kebutuhan protein meningkat untuk pergantian sel-sel yang rusak atau mati, memperbaiki jaringan yang rusak akibat inflamasi, dan melawan infeksi. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani seperti ayam, telur, daging, dan susu, protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Pemenuhan asupan vitamin C juga sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegah penyakit infeksi. Sumber vitamin C dapat diperoleh melalui buah-buahan seperti pepaya, jeruk, mangga, jambu dan sayur-sayuran seperti kangkung dan bayam (5)

FOTO ARTIKEL WEBSITE-4

Beberapa strategi yang dapat diterapkan pada kondisi mual dan mengalami penurunan nafsu makan untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi seperti :

  1. Makan dalam porsi kecil dengan frekuensi lebih sering
  2. Mengonsumsi makanan yang lebih hambar, lembut, dan mudah dicerna
  3. Mengonsumsi ayam atau kacang-kacangan dibanding daging merah
  4. Menghindari makanan dengan aroma yang terlalu kuat, terlalu manis, terlalu berlemak, atau digoreng
  5. Makan dalam ruangan yang sejuk dan tidak terlalu hangat
  6. Berkumur sebelum dan setelah makan untuk mengurangi rasa tidak enak di mulut
  7. Duduk atau berbaring dengan kepala terangkat minimal satu jam setelah makan pada kondisi perlu istirahat total (6)

Pemenuhan gizi menjadi kunci penanganan penyakit menular untuk meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi yang dialami.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Food and Nutrition Technical Assistance. Nutrition and Infectious Diseases. USAID. 2018. [cited 2024 Des 8]. Available from: https://www.fantaproject.org/focus-areas/infectious-diseases
  2. Dhanny, D.R., Sefriantina, S. Hubungan Asupan Energi, Asupan Protein dan Status Gizi terhadap Kejadian Tuberkulosis pada Anak. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science, 2021; 2(2)
  3. Japan International Cooperation Agency (JICA). Infectious Diseases and Nutrition. JICA. 2019. [cited 2024 Des 8]. Available from: https://www.jica.go.jp/Resource/english/our_work/thematic_issues/health/c8h0vm000 0f7k4bf-att/infection_and_nutrition_e.pdf
  4. Krapić, Mia, et al. Immunological Mechanisms of Sickness Behavior in Viral Infection. Viruses, 2021; 13(11): 2245.
  5. Abigail, J.J.C., Sari, D.P. Pemberian Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Pada Pasien Anak Dengan Bronkopneumonia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2024; 5(3)
  6. Loyola University Chicago. Low Appetite/Nausea. Loyola University Chicago. No date [cited 2024 Des 8]. Available from: https://luc.edu/media/lucedu/wellness/nutrition/Low%20Appetite,%20Nausea.pdf

Halo sobat ilmugiziku! Apakah kalian pernah mendengar atau mengetahui salah satu program pemerintah berupa “AKSI BERGIZI”? Lalu, bagaimana program tersebut bisa dikolaborasikan dengan “MAKAN BERGIZI GRATIS”? Yuks temukan jawabannya dalam artikel berikut!

APA ITU AKSI BERGIZI?

Program gizi remaja yang terpadu dan responsif gender untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengatasi tiga beban gizi pada remaja perempuan dan laki-laki yaitu gizi kurang, gizi lebih, dan kekurangan zat gizi mikro.(1) Gerakan Aksi Bergizi telah dicanangkan oleh pemerintah sejak Juli 2022 di jenjang SMP/SMA/sederajat oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan UNICEF, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.(2) Pelaksanaan program Aksi Bergizi tentunya terintegrasi dengan TRIAS UKS, yaitu edukasi kesehatan, layanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu:(3)

  1. Sarapan dan Minum Zat Besi bersama di sekolah/madrasah setiap minggu
  2. Edukasi gizi multisektorial untuk mempromosikan pola makan sehat dan aktivitas fisik
  3. Komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif .

BISAKAH BERKOLABORASI DENGAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)?

Tentu saja BISA! dan untuk langkah-langkah kolaborasinya adalah sebagai berikut:

FOTO ARTIKEL WEBSITE-37
  1. Melakukan Sinkronisasi
    Tujuan Aksi Bergizi berperan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat melalui edukasi gizi (konsep gizi seimbang, isi piringku, asupan dan aktivitas fisik, serta anemia dan zat besi).(3) Makan Bergizi Gratis berfokus pada penyediaan makanan sehat secara gratis untuk kelompok tertentu (khususnya remaja berbahan pangan lokal dengan menggait petani sebagai penyedia bahan pangan serta jasa UMKM sebagai pengolah bahan pangan menjadi makanan jadi).(4) Bisa dilihat bahwa kedua program tersebut memiliki visi bersama yaitu “Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia” salah satunya Daur Remaja atau Masa SMP dan SMA/sederajat.
  2. Integrasi Program di Lapangan
    Kombinasikan edukasi dari Aksi Bergizi dengan penyediaan makanan sehat dari Makan Bergizi Gratis. Contohnya, mengadakan seminar gizi untuk siswa melalui program Aksi Bergizi, dilanjutkan dengan pemberian makanan bergizi dari program Makan Bergizi Gratis yang tentunya diharapkan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja, aman, sehat, bervariasi, dan kaya akan zat gizi. Makanan sumber zat besi juga perlu diperhatikan baik dalam edukasi maupun menu makan bergizi untuk membantu mengatasi masalah anemia pada remaja putri selain pemberian tablet tambah darah (TTD).
  3. Melibatkan stakeholder
    Libatkan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan organisasi non- pemerintah untuk mendukung pelaksanaan program secara luas.
  4. Pemantauan dan Evaluasi Bersama
    Lakukan survey atau penilaian dampak, seperti perubahan perilaku gizi siswa dan peningkatan status kesehatan mereka.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Fauzan. Aksi Bergizi Indonesia: UNICEF; 2019 [Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/aksi-bergizi.
  2. Kemenkes. Aksi Bergizi: Gerakan Sehat untuk Remaja Masa Kini Indonesia2022 [Available from: https://promkes.kemkes.go.id/aksi-bergizi-gerakan-sehat-untuk-remaja-masa-kini.
  3. Kemenkes. Buku Panduan untuk Siswa: Aksi Bergizi, Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian. Jakarta: Kemenkes; 2019.
  4. Kemenko. Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia Indonesia2024 [Available from: https://www.kemenkopmk.go.id/program-makan-bergizi-gratis-untuk- tingkatkan-kualitas-sdm-indonesia.

Skema makan bergizi gratis diusung oleh pemerintah sebagai komitmen untuk mengatasi serta memperbaiki masalah gizi nasional dengan target prioritas ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia sekolah. Strategi komprehensif dan terintegrasi diperlukan untuk memastikan seluruh kebijakan program tersebut memang berjalan sebagaimana mestinya, terutama penyediaan akses pangan bergizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi gizi ke masyarakat [1]

Selalu Perhatikan Hal “Ini” dalam Program Makan Bergizi Gratis!
FOTO ARTIKEL WEBSITE-35

1. Anak-anak mudah bosan terhadap sesuatu

Variasikan olahan makanan yang diberikan ke anak sehingga anak menghabiskan seluruh komponen makanan yang diberikan. Misalnya, anak cenderung bosan ketika diberikan olahan telur rebus. Maka cobalah dalam bentuk lain, seperti telur rawis atau telur mata sapi [2]

2. Kesesuaian asupan makanan dengan AKG target sasaran

Perhatikan komposisi, jenis, dan kandungan zat gizi di dalam bahan makanan yang akan diberikan, baik kandungan energi, karbohidrat, protein, lemak, gula, natrium, vitamin, dan mineral lain. Akan percuma jika memberikan makanan tetapi tidak disesuaikan dengan AKG individu tersebut [2] .

3. Proses pengolahan hingga distribusi

Proses pembelian, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi menjadi titik kritis makanan mengalami kontaminasi bakteri. Bahaya bakteri mampu menjadikan suatu hal diluar dugaan, seperti kejadian keracunan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan kontrol kualitas makanan hingga sampai di tangan target sasaran untuk menjamin keamanan makanan tersebut [2] .

FOTO ARTIKEL WEBSITE-34

4. Diversifikasi pangan lokal

Pemberian makan pada target sasaran dapat disesuaikan dengan karakteristik makanan daerah setempat melalui penggunaan bahan pangan lokal sebagai olahan menu makanan. Hal ini menjadi nilai tambah karena mereka telah mengenal bahan makanan tersebut sehingga makanan dikonsumsi seluruhnya dan tidak ada sisa [2, 3].

Namun, dalam penerapan hal penting tersebut, sangat diperlukan peran ahli gizi utamanya dalam menganalisis kandungan zat gizi sesuai kebutuhan dan AKG, menjamin mutu makanan, membuat standar resep dan standar porsi, serta modifikasi resep seti siklus menu Makan Bergizi Gratis.

Bagaimana Keterlibatan Ahli Gizi?

  1. Pembuatan menu makanan seimbang sesuai dengan AKG target sasaran Lebih dari merencanakan dan membuat menu dengan komposisi zat gizi yang sesuai kebutuhan individu dan AKG target sasaran, ahli gizi memiliki peran penting dalam memodifikasi resep ataupun menemukan formulasi masakan da pangan lokal yang dapat diterima sesuai dengan karakteristik wilayah setempat. Memiliki rasa yang enak di lidah dengan terjaganya nilai dan komposisi zat gizi menjadi perhatian besar untuk meningkatkan asupan makan anak sesuai kebutuhannya [4] .
  2. Penjaminan mutu kualitas makanan melalui Quality Control dan Quality Assurance Quality Control (Kontrol Kualitas) berfokus pada penjaminan kualitas suatu produk sedangkan Quality Assurance (Jaminan Kualitas) berfokus pada penjaminan kualitas dari prosedur pembuatan produk. Hal ini berperan penting dalam pengolahan makanan karena membantu menyajikan makanan dalam keadaan aman, sehat, serta tanpa kontaminasi bakteri mulai dari proses persiapan, pengolahan, produksi, distribusi, hingga konsumsi. Adanya kasus keracunan saat uji coba MBG menjadi poin penting untuk menilik tahapan QC dan QA yang dibantu oleh ahli gizi [5] .
  3. Edukator gizi kepada orang tua siswa, guru, masyarakat, dan pemerintah Ahli gizi melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program gizi masyarakat, serta merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan usaha berbasis gizi. Pelaksanaan program gizi bukan hanya milik pemerintah atau ahli gizi, namun menjadi perhatian seluruh partisipan yang dekat dengan target individu. Hal ini ditujukan untuk menilai peningkatan asupan target sasaran terhadap status gizinya. Pemberian edukasi terkait gizi dalam daur kehidupan kepada seluruh lapisan terkait untuk memberikan pengertian dan masukan terhadap program menjadi salah satu langkah di dalamnya [6].

Ketersediaan, keterlibatan, dan dukungan ahli gizi sangat diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menerapkan undang-undang dan peraturan yang mendorong kebiasaan makan dan gaya hidup sehat hingga akhirnya mampu meningkatkan kualitas dari program Makan Bergizi Gratis pemerintah [6]

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kristantyo. 2024. Ini Tiga Skema Penyaluran Makan Bergizi Gratis. [online] Portal Informasi Indonesia. Diakses pada 15 November dari https://indonesia.go.id/kategori/editorial/8750/ini-tiga-skema-penyaluran-makan-bergizi-gratis?lan g=1.
  2. Sahal. 2024. Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 2 Januari, Pakar Kesehatan UMSurabaya Tekankan 5 Hal Ini. [online] UM Surabaya. Diakses pada 15 November dari https://www.um-surabaya.ac.id/article/program-makan-bergizi-gratis-dimulai-2-januari-pakar-keseh atan-umsurabaya-tekankan-5-hal-ini.
  3. Khomsan. 2024. Ahli Gizi sebut Program Makan Bergizi Gratis dapat Turunkan Stunting. [online] Antara News. Diakses pada 15 November dari https://www.antaranews.com/berita/4445465/ahli-gizi-sebut-program-makan-bergizi-gratis-dapat-t urunkan-stunting.
  4. Sultani. 2024. Program Makan Bergizi Gratis Akan Dikawal Langsung Badan Gizi Nasional. [online] Newscom. Diakses pada 17 November 2024 dari https://newscom.id/2024/10/18/program-makan-bergizi-gratis-akan-dikawal-langsung-badan-gizi- nasional/#:~:text=Tugas%20ahli%20gizi%20di%20sini,masing%20anak%20di%20daerah%20tersebut.
  5. Michael, U. 2018. The Need for Quality Control and Assurance in Local Food Processing. Food Science and Nutrition Technology.
  6. Zulfiani. 2024. PERAN GIZI DAN AHLI GIZI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN NASIONAL DI INDONESI JUSINDO, 6(1).

Hallo, Sobat Ilmugiziku!!
Tahukah sobat, bahwa 20 Maret 2024 pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ditetapkan KPU sebagai presidan dan wakil presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029. Salah satu visi misi pasangan nomor urut 02 yaitu membuat program makan bergizi dan susu gratis. (1) Program ini ditujukan untuk anak pra-sekolah, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan pesantren. Namun program ini sampai sekarang masih terus mendapatkan saran dan kritik masyarakat. Hal ini karena program makan bergizi dan susu gratis baru pertama kali diterapkan di Indonesia.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-33

Pemerintah merencanakan program makan bergizi gratis terealisasi pada 2 Januari 2025. Dimana sasaran makan bergizi gratis ini akan dilakukan secara bertahap selama 5 tahun. Pada tahun 2025 akan menyasar 40% dari 82,9 juta jiwa, tahun 2026 sebesar 80%, dan pada tahun 2029 sebesar 100%. (2) Tapi tahukah sobat, bahwa anggaran yang akan dipakai dalam menerapkan program ini sangat fantastis. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan anggaran yang akan dipakai dalam merealisasikan program makan bergizi gratis ini sebesar Rp 71 triliun pada tahun 2025. (3) Sangat fantastis bukan?

Dana sebesar 71 triliun itu, akan dipakai untuk memberikan makan utama berupa (makanan pokok, lauk pauk, buah, dan sayur) serta susu. Namun penambahan susu dalam program makan bergizi gratis ini masih menjadi dilema. Ada beberapa alasan mengapa penambahan susu pada program makan bergizi gratis ini perlu dipertimbangkan. Berikut beberapa alasannya yang sobat ilmugiziku perlu tahu:

1. Susu Bukan Satu-Satunya Sumber Protein

Slogan yang dipopulerkan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo pada tahun 1952 yaitu 4 sehat 5 sempurna. Slogan ini masih sering dipakai masyarakat sampai sekarang. Slogan ini terdiri dari 4 sehat seperti makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan sedangkan 5 sempurna berupa susu sebagai gizi tambahan. Pada slogan ini, susu digadang-gadang sebagai penyempurna gizi yang sangat esensial. Namun, sobat ilmugiziku perlu tahu bahwa sejak tahun 2014 pemerintah sudah mulai memperkenalkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS), dimana PGS ini jauh lebih kompleks mencakup berbagai aspek yang diperhatikan. (4) Untuk mempermudah masyarakat memahami PGS, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengganti slogan 4 sehat 5 sempurna menjadi isi piringku pada tahun 2017. Pada visi misi pasangan Prabowo dan Gibran, program makan bergizi gratis ini diperuntukkan untuk mencegah stunting. Oleh karena itu, salah satu menu tambahannya adalah susu (sebagai pangan sumber protein). (5) Tapi tahukah sobat, bahwa sebenarnya susu bukan satu-satunya sumber protein. Bahkan sumber protein seperti daging-dagingan (daging sapi, daging ayam, bebek), telur (telur ayam, bebek), hati, berbagai jenis ikan (ikan bader, gabus, lele, pindang, emas, belut) mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan susu. Susu sapi misalnya dengan berat 100 ml hanya menghasilkan energi 61 kalori, 3 gram protein, 4 gram lemak, 4 gram karbohidrat, 143 mg kalsium, 60 mg fosfor, 2 mg besi, 45 RE vitamin A, dan 1 mg vitamin C. Sedangkan ikan bader per 100 gram mengandung 198 kalori, 19 gram protein, 13 gram lemak, 48 gram kalsium, 150 mg fosfor, 47 RE vitamin A yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu, (6).

2. Ketersediaan Susu Nasional yang Masih Rendah

FOTO ARTIKEL WEBSITE-34

Susu adalah cairan berwarna putih dan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Sapi merupakan hewan yang paling banyak menghasilkan susu di dunia. Indonesia ternyata masih mengimpor susu dari 5 negara seperti Selandia Baru yang menghabiskan dana sebesar 286 juta, Amerika Serikat (80,09 juta), Australia (72,24 juta), dan Belgia (30,34 juta). Berdasarkan data pada Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, produksi susu segar di Indonesia baru mencapai 837.223 ton. Produksi tersebut hanya setara 19% dari kebutuhan nasional yang sebesar 4,4 juta ton. (7) Sehingga jika terus dipaksakan menggunakan susu dalam program makan bergizi gratis kemungkinan besar 81% susu harus dipenuhi dengan impor.

Ada banyak dampak buruk dari ketergantungan impor yang terus-terusan. Ketika terjadi krisis pangan global atau ketika terjadi pembatasan ekspor dari negara produsen. Maka Indonesia akan mengalami kelangkaan pangan yang sangat kritis. Apalagi jika masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi bahan pangan tertentu. Hal ini bisa menjadikan ketergantungan terhadap bahan pangan dan menjadi masalah baru. Selain ketergantungan dengan negara produsen, kebijakan impor seperti susu akan melemahkan sektor peternakan lokal. Peternak akan kesulitan bersaing dengan susu hasil impor yang memiliki harga relatif lebih murah. Akibatnya peternak lokal akan merugi dan penurunan pendapatan yang pada akhirnya berdampak pada penurunan kapasitas produksi susu dalam negeri. Kebijakan impor pangan di Indonesia memiliki berbagai dampak yang kompleks terhadap ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan sektor peternakan. Sehingga penambahan susu dalam program makan bergizi gratis perlu dikaji ulang.

3. Menambah Anggaran

Selain ketersediaan susu yang masih minim, penambahan susu dalam program makan bergizi gratis juga akan menambah anggaran. Yang sebenarnya anggaran ini dapat dipakai untuk mengoptimalkan program

lain. Harga susu seperti UHT, full cream, skim per 14 November 2024 rata- rata sebesar Rp. 7.000,00 (250 ml). Apalagi berdasarkan visi misi pasangan Prabowo Gibran, program makan bergizi gratis ini akan menyasar siswa pra sekolah, SD, SMP, SMA, dan pesantren. Meskipun ditargetkan akan dilaksanakan secara bertahap namun melihat harga rata-rata susu per 1 pcs yang cukup tinggi akan menelan dana yang sangat fantastis. Berdasarkan data program makan bergizi gratis ini akan menyasar sebanyak 82,9 juta jiwa selama 5 tahun. Dimana pada tahun 2025 akan menyasar 40% dari total 82,9 juta. Itu artinya di tahun 2025 program ini akan menyasar sebanyak 33.160.000 jiwa. Jika setiap individu mendapatkan susu, maka badget yang akan dihabiskan untuk menyediakan susu kira- kira sebesar 23T. Menteri Keuangan mengungkapkan badget yang akan dipakai dalam merealisasikan program ini sebesar 71T pada tahun 2025. Itu artinya, hampir sepertiga dari badget makan bergizi gratis akan dihabiskan hanya untuk menambahkan susu. Yang mana susu ini sebenarnya bukan satu-satunya sumber protein, dan ketersediaan nasional yang masih minim. Lantas, apakah masih akan merealisasikan penambahan susu untuk program makan bergizi gratis?

Sobat Ilmugiziku, yuk cegah stunting dengan konsumsi berbagai macam protein hewani bukan hanya susu!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Prabowo & Gibran. Visi, Misi, dan Program Calon Presiden 2024-2029 H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Jakarta: 2024. Available from: https://va.medcom.id/2023/pemilu/others/PRABOWOGIBRAN_VISI_MISI.pdf.
  2. Ramdhani, Gilar. Program Makan Bergizi Gratis Disambut Penuh Sukacita, Mulai Januari 2025 Menyasar hingga 20 Juta Pelajar. 2024 [cited 2024 November 16]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/5782615/program-makan- bergizi-gratis-disambut-penuh-sukacita-mulai-januari-2025-menyasar-hingga-20- juta-pelajar.
  3. Wisnubroto, Kristantyo. Tiga Skema Penyaluran Makan Bergizi Gratis. Portal Informasi Indonesia. 2024 [cited 2024 November 15]. Available from: https://indonesia.go.id/kategori/editorial/8750/ini-tiga-skema-penyaluran- makan-bergizi-gratis?lang=1.
  4. Kementerian Kesehatan. Pedoman Gizi Seimbang. 2014. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/119080/permenkes-no-41-tahun-2014.
  5. Verawati, et al. Hubungan Asupan Protein dan Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021, 5(1), 415-423.
  6. Kementerian Kesehatan. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. 2020. Available from: https://www.scribd.com/document/524164641/TKPI-2020.
  7. Badan Pusat Statistik. Produksi Susu Segar menurut Provinsi (Ton), 2021-2023. 2024. Available from: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDkzIzI=/produksi- susu-segar-menurut-provinsi.html.

Pada awalnya kita mengenal susu sebagai bagian dari 4 sehat 5 sempurna. Tentu saja, harapannya mengkonsumsi susu sekaligus makanan bergizi lainnya dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun, kini istilah 4 sehat 5 sempurna sudah tidak lagi digunakan. “Isi piringku” menjadi pengganti yang dianggap lebih ideal. Tidak ada jenis makanan yang memiliki nilai gizi sempurna, sehingga penerapan isi piringku dengan beraneka jenis makanan dan porsinya, dapat memberikan gambaran pemilihan makanan yang beragam dan seimbang. Lantas, apakah susu harus selalu menjadi “gong’” dalam menu anak sekolah?

Apakah susu efektif diberikan pada program makan anak sekolah?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-31

Faktanya, susu memiliki kandungan protein, kalsium, vitamin D dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan susu di Indonesia masih didapatkan dari hasil impor, karena jumlah produksi susu dalam negri belum mampu memenuhi kebutuhan. (2) Selain itu >80% orang Asia mengalami intoleransi laktosa dan keadaan ini umumnya bersifat genetik. Intoleransi laktosa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan anak seperti diare, mual, dan kembung karena pada dasarnya tidak semua orang dapat menerima keberadaan laktosa dalam susu sapi. (5)

Dampak konsumsi susu bersamaan dengan makanan

Mengkonsumsi susu bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat besi. Hal itu terjadi karena kandungan kalsium dalam susu dapat mengikat zat besi sehingga sulit untuk diserap tubuh. (3,4) Bayangkan ketika kita memberikan makanan lengkap berisi karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein yang sudah baik justru sulit terserap karena waktu penyajiannya kurang tepat, sayang sekali bukan? Selain itu, pemberian susu pada waktu yang tidak tepat justru dapat memicu rasa kenyang pada anak. Anak memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi susu saja sedangkan makanan lain tidak jadi dikonsumsi karena sudah merasa kenyang. Hal itu dapat menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak. Walaupun demikian bukan berarti susu tidak boleh dikonsumsi, tetapi perlu ditempatkan sesuai dengan jenisnya. Susu merupakan protein hewani maka sesuai dengan pedoman isi piringku susu menjadi salah satu jenis protein hewani yang diberikan sesuai dengan porsi dan jeda waktu agar tidak menimbulkan interaksi dengan zat gizi lain.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-29

Susu bukan “Si Paling Penting” sehingga dapat digantikan dengan makanan yang sejenis

Pemanfaatan pangan hewani lokal dapat dijadikan pengganti susu sebagai protein hewani bagi anak. Kandungan protein tidak hanya ditemukan pada susu saja tapi dalam bahan makanan lain seperti aneka jenis ikan, telur, unggas, daging, hingga seafood (1). Sehingga dapat dikatakan bahwa susu dan jenis protein hewani yang lain memiliki posisi yang sama namun perlu dikombinasikan dengan zat gizi lain agar menjadi menu yang seimbang.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Apriyanto M. Pengetahuan Dasar Bahan Pangan. Banten : CV AA Rizky 2022
  2. Badan Pusat Statistik.Produksi Susu Segar (Ton) 2021-2023. Jakarta:2024
  3. Graczykowska, K.; Kaczmarek, J.; Wilczyńska, D.; Łoś-Rycharska, E.; Krogulska, A. The Consequence of Excessive Consumption of Cow’s Milk: Protein-Losing Enteropathy with Anasarca in the Course of Iron Deficiency Anemia—Case Reports and a Literature Review. Nutrients 2021, 13, 828.
  4. Rieny E.G., Sri A., Apoina K. Peran Kalsium dan Vitamin C dalam Absorpsi Zat Besi dan Kaitannya dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil:Sebuah Tinjauan Sistematis. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 2021; 20(6)
  5. Wicaksono Y., Muhammad Z,, & Aji J. Kajian Potensi Pengembangan Produk Susu Bebas Laktosa Bagi Penderita Lactose Intolerance. Jurnal Pangan Halal 2022; 4(1)

Siapa sih yang tidak tahu makan gratis yang sedang hangat diperbincangkan? Makan gratis atau lebih tepatnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dicanangkan oleh presiden dan wakil presiden terpilih yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting. Lalu bagaimana menu makan bergizi ini bisa tepat sasaran dan tepat tujuannya? Adakah poin penting untuk mencapai keberhasilan program ini? Mari kita simak penjelasan selanjutnya!

Kenapa Program Ini Difokuskan Untuk Stunting?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-30

Anak sekolah rentan mengalami masalah gizi akibat pemenuhan asupan gizi yang tidak optimal. Permasalahan beban gizi ganda yang terdiri dari gizi kurang, gizi lebih, dan stunting masih dihadapi oleh Indonesia sampai saat ini. Masalah gizi yang akhir-akhir ini menarik perhatian berbagai lapisan masyarakat adalah stunting. Stunting merupakan kondisi tumbuh kembang yang kurang pada bayi dibawah usia lima tahun yang dipengaruhi oleh kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama sehingga menimbulkan panjang badan atau tinggi badan tubuh anak tampak terlalu pendek dari anak seusianya (1). Tingginya angka stunting di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 yaitu 21,6%, meskipun prevalensi stunting menurun dibanding tahun 2021 yang sebesar 24,4%, angka tersebut masih jauh dari target penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14% (2). Maka dari itu, adanya pemberian menu makan sesuai kecukupan gizinya dan diberikan secara gratis dapat membantu sasaran program yang tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi karena faktor ekonomi rendah dapat menjadi langkah strategis menurunkan angka stunting di Indonesia.

Lalu Seperti Apa Sih Menu Makan Yang Diberikan?

Menu makan yang diberikan tidak bisa asal-asalan karena berdampak secara langsung terhadap daya terima makanan pada anak sekolah sebagai sasaran. Penyusunan menu makan memerlukan banyak pertimbangan agar sesuai dengan tujuan dari target pelaksanaan program. Maka dari itu, apa saja sih kunci penting susunan menu program MBG?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-29

1. Perhatikan Kandungan Gizi

Optimalisasikan gizi dengan cara pemenuhan kebutuhan zat gizi yang tepat menjadi faktor krusial untuk pertumbuhan normal, proses tumbuh kembang,

tingkat kecerdasan, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan pada bayi, anak- anak, serta seluruh kelompok umur. Ketidakseimbangan kandungan gizi dari menu makan bergizi dapat mempengaruhi kecukupan gizi yang seharusnya diterima. Komposisi kandungan gizi menu makanan yang seimbang mencakup makronutrien seperti karbohidrat, lemak, protein, lemak, serta mikronutrien yaitu vitamin dan mineral (3). Apakah sulit untuk menyusun menu makan bersamaan dengan memperhatikan kandungan gizinya? Tentu cukup sulit apalagi sasarannya anak sekolah yang memiliki preferensi makan yang berbeda-beda. Namun tenang saja, salah satu cara mudahnya bisa kita lihat pada “Isi Piringku” yang dirancang dengan porsi dan kandungan gizi yang seimbang yaitu berupa 30% makanan pokok, 30% sayuran, 20% lauk, dan 20% buah-buahan atau setara dengan 50% sayur dan buah, 20% protein, dan 30% karbohidrat (3).

2. Penggunaan Bahan Pangan Lokal Dan Bervariasi

Bahan pangan yang digunakan dalam menu makan bergizi gratis tidak hanya mempertimbangkan kandungan gizi tetapi juga bahan pangan lokal dan bervariasi. Seberapa pentingkah variasi dalam menu makanan? Dan kenapa harus pangan lokal?

1) Variasi Menu Makanan

Dalam memenuhi kandungan gizi yang seimbang dalam penyusunan menu erat kaitannya dengan variasi dalam menu makanan. Hal ini dikarenakan setiap bahan makanan mengandung zat gizi yang berbeda-beda. Gizi seimbang bagi anak sekolah mencakup makanan bervariasi dimana memebuhi kebutuhan gizi tiap harinya berdasarkan gender, umur, dan status kesehatan (3). Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan gizinya perlu konsumsi makanan yang bervariasi baik dari jenis dan jumlahnya sesuai dengan salah satu empat pilar gizi seimbang yaitu beragam pangan. Selain itu dalam pedoman gizi seimbang terdapat 10 pesan gizi seimbang yang terdiri dari 1) syukuri dan nikmati anekaragam jenis makanan, 2) banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan, 3) konsumsi lauk pauk berprotein tinggi, 4) konsumsi aneka ragam makanan pokok, 5) batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak, 6) biasakan sarapan pagi sebelum beraktivitas, 7) minum air putih yang cukup dan aman, 8) biasakan baca label pada kemasan makanan, 9) biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, 10) berolahragalah secara teratur dan jaga berat badan normal (4).

2) Pangan Lokal

Program makan bergizi gratis ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga membutuhkan bahan pangan dalam jumlah yang banyak dan bervariasi. Penggunaan pangan lokal dapat menjadi stategi yang optimal karena akses lebih mudah dan lebih terjangkau dari makanan impor, sesuai dengan budaya setempat, dan tentunya bergizi tinggi (5). Dengan cara pengolahan yang baik dan benar dalam mempertahankan atau meningkatkan kandungan gizinya, inovasi menu makanan dengan pangan lokal dapat mudah diterima oleh sasaran program dan tentunya dapat memenuhi kebutuhan gizinya.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Priyono. Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang). Jurnal Good Governance.2020;16(2):150-173.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta;2022
  3. Ikhsanti, L., Candiani, M. A., & Puspita, M. N. I. Sosialisasi Pentingnya Gizi Seimbang Dan Pengenalan Isi Piringku Bersama Bunda Teman Paud. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI). 2024;1(6):149-153.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta; 2014
  5. Solehudin, S., Herliana, I., Koto, Y., Lestari, N. E., & Lannasari, L. Nutrisi Seimbang dan Pengolahan Pangan Lokal Untuk Anak. Fundamentum: Jurnal Pengabdian Multidisiplin. 2024;2(3):01-08.