Tanggal 10 Oktober disebut sebagai hari kesehatan mental dunia. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengungkapkan bahwa selama lima bulan pandemic Covid-19 sebear 64,8% masyarakat Indonesia mengalami gangguan psikologis. Penelitian Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mencatat hingga akhir 2022, sebesar 34,9% remaja mengalami gangguan kesehatan jiwa (1). Gangguan mental atau gangguan jiwa merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku yang tidak normal. Para ahli di bidang kesehatan mental berpendapat bahwa gangguan kesehatan jiwa juga berhubungan dengan kondisi otak, yaitu ketidakteraturan fungsi sirkuit otak tertentu menimbulkan berbagai gangguan mental (2). Artikel ini akan membahas peran gizi untuk menjaga fungsi otak dan kesehatan jiwa. Simak selengkapnya!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-23

Gizi Optimal untuk Jaga Kesehatan Otak dan Jiwa

Pilihan makanan dan kandungan gizi yang bervariasi dapat mempengaruhi otak, usus, dan mikrobioma usus melalui saluran komunikasi yang berbeda. Usus halus berfungsi sebagai saluran komponen makanan untuk masuk ke aliran darah dan menuju otak. Beberapa bahan kimia yang dihasilkan oleh mikroba diserap dan dikirim ke otak melalui saraf vagus dan sistem peredaran darah (3). Peran gizi seimbang menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan jiwa. Beberapa zat gizi perlu dibatasi seperti konsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu fluktuasi glukosa darah dan mempengaruhi keadaan psikologis. Sedangkan, antioksidan perlu dikonsumsi untuk mengoptimalkan pelepasan faktor neurotropik yaitu zat yang mengatur diferensiasi sel dalam sistem saraf (4,5).

Kesehatan fisik dan mental yang optimal dapat dicapai melalui konsumsi makanan dengan kandungan gizi beragam. Vitamin, mineral, dan lemak tak jenuh ganda merupakan beberapa kandungan gizi dalam makanan yang berkontribusi mengoptimalkan kesehatan otak (6).

Ragam Makanan untuk Penderita Gangguan Jiwa

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907

Penelitian sebelumnya telah menemukan beberapa diet yang berkorelasi dengan kesehatan mental, diantaranya diet MIND, diet Mediterania, dan diet ketogenik. Rekomendasi diet tersebut telah terbukti memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif otak dan meningkatkan fungsi saraf. Ketiga diet tersebut menganjurkan diet kaya sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, sereal gandum utuh, minyak zaitun, ikan, dan kerang (5). Beberapa defisiensi zat gizi yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa diantaranya defisiensi asam lemak omega-3, vitamin D, folat dan zinc karena merupakan prekursor neurotransmitter (6).

  1. Asam Lemak Omega-3
    Beberapa makanan sumber omega-3 diantaranya ikan tuna, ikan kembung, sarden, dan kacang kedelai. Asam lemak tak jenuh omega-3 diketahui berdampak baik pada aktivitas faktor neurotropik otak, pelepasan neurotransmitter, serta memodulasi proses dalam sistem saraf pusat (5).
  2. Vitamin D
    Vitamin D dapat ditemukan dalam makanan, diantaranya ikan tuna, telur, daging merah, produk olahan susu. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa skizofrenia dan depresi terbukti lebih sering terjadi pada orang dengan kadar vitamin D rendah. Efek dari vitamin D terhadap kesehatan jiwa yaitu membantu mengoptimalkan proses dalam sistem saraf pusat, melindungi neuron dari kerusakan, mendorong pembentukan faktor neurotropik, dan mengontrol aktivitas hormon dopamin (5). Selain itu, vitamin D bersama dengan lemak omega-3 dapat memodulasi produksi dan pelepasan serotonin di otak secara optimal (6).
  3. Folat
    Beberapa makanan sumber folat (vitamin B9) yaitu sayuran hijau (bayam, brokoli, kale, kol), pisang, jeruk, telur, hati, dan kacang-kacangan. Defisiensi asam folat (vitamin B9) telah banyak ditemukan pada subjek yang menderita demensia dan depresi (5,6). Asam lemak omega-3 berkaitan dengan pencegahan untuk gangguan kecemasan, sedangkan konsumsi folat dan zinc untuk gangguan depresi (3).
  4. Zinc
    Makanan sumber zinc yaitu kerang/tiram, daging sapi, cokelat, susu dan produk olahannya, serta biji-bijian. Terdapat korelasi antara tingkat keparahan gejala depresi dan defisiensi zinc. Mineral zinc berperan penting sebagai kofaktor untuk fungsi antioksidan, produksi faktor neurotropik, serta sintesis katekolamin yang merupakan respon terhadap stres fisik dan emosional (5,6).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Nababan WMC. Cita-cita Indonesia 2045 Terhalang Masalah Kesehatan Mental Remaja [Internet]. Kompas.id. 2023. Available from: https://app.komp.as/PsmpeNbNdDjRRirF8
  2. Bhandari S. The Brain and Mental Illness [Internet]. WebMD. 2023. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/brain-mental-illness
  3. Horn J, Mayer DE, Chen S, Mayer EA. Role of Diet and Its Effects on The Gut Microbiome in The Pathophysiology of Mental Disorders. Transl Psychiatry [Internet]. 2022;12(1):164. Available from: https://doi.org/10.1038/s41398-022-01922-0
  4. Firth J, Gangwisch JE, Borisini A, Wootton RE, Mayer EA. Food and Mood: How Do Diet and Nutrition Affect Mental Wellbeing? BMJ. 2020 Jun;369(m2382).
  5. Grajek M, Krupa-Kotara K, Białek-Dratwa A, Sobczyk K, Grot M, Kowalski O, et al. Nutrition and Mental Health: A Review of Current Knowledge About the Impact of Diet on Mental Health. Front Nutr. 2022;9(943998):1–14.
  6. Zavitsanou A, Drigas A. Nutrition in Mental and Physical Health. Tech Soc Sci J. 2021;23(9):67–77.

Selama ini yang kita tahu susu merupakan sumber utama kalsium, benarkah begitu ? lalu bagaimana dengan beberapa orang yang tidak suka atau tidak bisa mengkonsumsi susu ? apakah kebutuhan kalsium mereka tidak bisa terpenuhi tanpa minum susu? Nah… mari kira cari tahu lebih dalam.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-22

Sebelum membahas mengenai sumber kalsium terbsebut, perlu diketahui bahwa 99% kalsium tubuh berada di tulang, kalsium merupakan salah satu gizi utama yang dibutuhkan oleh remaja, karena tulang akan tumbuh dengan cepat. (1)

Lalu apakah benar susu merupakan sumber kalsium terbaik untuk tulang ??

Nyatanya ada beberapa sumber kalsium selain susu yang juga penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium, berasal dari hewan atau tumbuhan.(2) Sumber kalsium pada hewan seperti ikan sarden, ikan yang dimakan tulangnya, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik. Sumber kalsium nabati seperti sereal, kacang-kacangan, dan kacang kacangan yang diolah seperti tempe dan tahu serta sayuran hijau juga merupakan sumber kalsium yang baik. (3) Namun perlu anda ketahui bahwa sumber kalsium nabati juga mengandung zat yang menghambat retensi kalsium seperti serat, fitat, dan oksalat.

Nah jika kita lihat dari teori diatas banyak sumber kalsium lain selain susu yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium kita, namun apakah susu merupakan sumber kalsium terbaik?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T152034.087

Mari kita lihat beberapa bahan makanan yang memiliki kandungan kalsium. (4)

Memperkatikan tabel diatas, susu merupakan minuman berkalsium tinggi sedangkan makanan dengan kalsium tinggi ialah udang kering dan teri kering. Maka bukan hanya susu yang memiliki sumber kalsium tinggi. Jadi, bagi beberapa orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu maka dapat mengganti asupan kalsuimnya dengan mengkonsumsi makanan ataupun minuman lain yang tinggi kalsium seperti ikan kering/ikan yang dimakan dengan tulangnya, makanan yang mengandung keju, kacang-kacangan, serta beberapa sayuran yang terdapat pada table diatas. Susu nonfat merupakan sumber terbaik kalsium, karena ketersediaan biologiknya yang tinggi. Kebutuhan kalsium akan terpenuhi bila kita makan makanan yang seimbang setiap hari. (4) Selain perlu mengetahui sumbernya, kita juga perlu mengetahui kecukupan kalsium harian yang terdapat dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang di anjurkan. (5) :

  1. Bayi/anak
    − 0-5 bulan 200 mg
    − 6-11 bulan 270 mg
    − 1-3 tahun 650 mg
    − 4-6 tahun 1000 mg
    − 7-9 tahun 1000 mg
  2. Laki-laki dan perempuan
    − 10-12 tahun 1200 mg
    − 13-15 tahun 1200 mg
    − 16-18 tahun 1200 mg
    − 19-29 tahun 1000 mg
    − 30-49 tahun 1000 mg
    − 50-64 tahun 1200 mg
    − 65-80 tahun 1200 mg
    − 80+ tahun 1200 mg

Pastikan kecukupan kalsium anda terpenuhi dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium. Selain konsumsi sumber kalsium, jangan lupa untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat dan memperhatikan aktifitas fisik anda.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kemenkes RI. Konsumsi kalsium untuk mencapai kepadatan tulang yang optimal. p2ptm.kemkes.go.id [Internet]. 2018 Oct 24; Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit gangguan-metabolik/konsumsi-kalsium-untuk-mencapai-kepadatan-tulang-yang-optimal
  2. Ravn HB, Korsholm TL, Falk E. Oral magnesium supplementation induces favorable antiatherogenic changes in ApoE-deficient mice. Arterioscler Thromb Vasc Biol logo [Internet]. 2001; Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11348887/
  3. Wijayanti P, Sujuti H, Permaningtyas Tritisari K. Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Kalsium dan Magnesium dengan Kadar Kolesterol Total Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Dr. Saiful Anwar Malang Correlation of Consuming Food Rich in Calcium and Magnesium with Total Chole. Maj Kesehat FKUB. 2014;1(2):102–11.
  4. Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. 9th ed. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2016. 242–243 p.
  5. AKG 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. 2019; Available from: https://stunting.go.id/kemenkes-permenkes-no-28-tahun 2019-angka-kecukupan-gizi-yang-dianjurkan/

Menurut World Health Organization (WHO), kelainan pertumbuhan tulang belakang mempengaruhi sebagian besar penduduk di Indonesia, dengan tingkat prevalensi berkisar antara 3-5%. Kondisi ini ditandai dengan kelengkungan tulang belakang yang tidak normal (1). Kelainan tulang belakang sering menyerang individu berusia antara 10 dan 15 tahun. Hal ini dapat mengakibatkan berbagai gejala, termasuk sakit punggung, kesulitan bernapas, masalah pencernaan, dan bahkan masalah neurologis pada kasus yang parah (1). Artikel ini akan membahas etiologi kelainan tulang dan peran kalsium bagi kesehatan tulang anak. Simak selengkapnya!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-21

Kelainan Tulang pada Anak

Tulang merupakan jaringan yang sangat dinamis, mengalami remodeling dan adaptasi terus menerus sepanjang umur seseorang. Proses pembentukan tulang berlangsung dengan cepat pada masa kanak-kanak dan remaja, diikuti dengan keadaan yang cukup stabil pada masa dewasa awal, dan akhirnya mengalami resorpsi pada tahap dewasa akhir (2). Kelainan tulang yang dapat terjadi pada usia anak meliputi rakhitis, skoliosis, osteomielitis, osteogenesis imperfecta, osteoporosis, dan penyakit Blount. Kelainan tulang ini penting untuk dideteksi secara dini, yaitu pada usia 10-13 tahun (3). Asupan gizi yang tepat sangat penting untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang yang optimal. Zat gizi mikro, seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D, serta zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) memainkan peran penting dalam menjaga massa tulang dan mencegah pengeroposan tulang (4).

Sumber Makanan dan Manfaat Kalsium untuk Tulang

Kalsium sangat penting untuk pembentukan dan remineralisasi tulang yang optimal selama masa anak-anak serta percepatan pertumbuhan tulang saat remaja. Asupan kalsium yang cukup untuk optimalisasi kesehatan tulang dapat membantu mencegah mineralisasi tulang yang buruk pada usia anak (5). Rekomendasi asupan kalsium optimal yaitu (4) :

  1. 400 mg/hari untuk 0-6 bulan,
  2. 600 mg/hari pada bayi (6-12 bulan),
  3. 800 mg/hari pada anak kecil (1–5 tahun) dan 800–1,200 mg/hari untuk anak yang lebih tua (6–10 tahun),
  4. 1.200–1.500 mg/hari untuk remaja dan dewasa muda (11–24 tahun)
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T152034.087

Sumber kalsium dalam makanan dapat ditemukan pada kelompok susu dan olahannya, sayuran hijau serta kacangan-kacangan (4)

  1. Sekitar 300 mg kalsium dapat ditemukan dalam susu dan produk susu. Jumlah tersebut dapat diperoleh dengan konsumsi 125 g yogurt atau 50 g keju.
  2. 250 g jus jeruk, serta 100 g sayuran seperti yang termasuk dalam keluarga kubis atau sayuran berdaun besar, dan bayam menyumbang sekitar 10% dari asupan kalsium harian.
  3. Sebagai alternatif pengganti susu sapi, minuman nabati seperti yang terbuat dari beras giling, almond, kacang kedelai, dan oat memiliki daya serap kalsium yang cukup tinggi.

Konsumsi kalsium dengan makanan tinggi oksalat dapat mengurangi penyerapannya dalam tubuh. Oleh karena itu, beberapa sayuran tinggi kalsium memiliki bioavailabilitas kalsium yang lebih rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengoptimalkan konsumsi kalsium melalui produk susu. Tercukupinya kalsium dalam jumlah harian yang disarankan dapat mencegah kelainan tulang (2).

Kalsium secara nyata berdampak positif dalam menjaga kesehatan tulang anak. Asupan  kalsium yang cukup serta rutin melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 20 menit,  3 hingga 5 hari per minggu berdampak pada pertumbuhan tulang yang optimal (4).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Rostanti Q. Kelainan Tulang Skoliosis Penting Dideteksi Dini pada Usia 10-13 Tahun [Internet]. Republika.co.id. 2023. Available from: https://ameera.republika.co.id/berita/rz2yb5425/kelainan-tulang skoliosis-penting-dideteksi-dini-pada-usia-1013-tahun
  2. Hodges JK, Cao S, Cladis DP, Weaver CM. Lactose Intolerance and Bone Health: The Challenge of Ensuring Adequate Calcium Intake. Vol. 11, Nutrients. 2019.
  3. Sendari AA. 6 Penyakit Tulang yang Bisa Diderita Anak, Waspadai Sedini Mungkin [Internet]. Liputan6.com. 2023. Available from: https://www.liputan6.com/hot/read/5308781/6-penyakit-tulang yang-bisa-diderita-anak-waspadai-sedini-mungkin?page=7
  4. Proia P, Amato A, Drid P, Korovljev D, Vasto S, Baldassano S. The Impact of Diet and Physical Activity on Bone Health in Children and Adolescents. Front Endocrinol (Lausanne). 2021;12:704647.
  5. Pan K, Zhang C, Yao X, Zhu Z. Association between Dietary Calcium Intake and BMD in Children and Adolescents. Endocr Connect. 2020 Jan;9(3):194–200.

Ketika hendak makan, kalian lebih memilih untuk mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan hand sanitizer? Semenjak wabah COVID-19, hand sanitizer menjadi populer di kalangan masyarakat. Kebiasaan membawanya di dalam tas menjadikan seseorang lebih memilih untuk membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer daripada harus repot-repot beranjak mencari air dan sabun ketika hendak makan di luar rumah. Lantas, apakah hand sanitizer memang mampu menggantikan cuci tangan?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-20

Bagaimana Sabun Cuci Tangan Dapat Menghilangkan Kotoran?

Sabun tersusun atas molekul berbentuk pin yang bersifat hidrofilik di bagian kepala dan hidrofobik dibagian ekor. Ketika minyak dan air tersuspensi dalam air maka molekul tersebut secara bergantian akan mengapung menjadi unit soliter dan terhubung dengan lainnya membentuk gelembung kecil (misel). Intinya, molekul sabun akan bersaing dengan lipid di dalam membran virus atau bakteri sehingga akan menghilangkan kotoran normal dari kulit. (1)

Apa itu Hand Sanitizer?

Hand sanitizer adalah suatu produk yang penggunaannya tidak perlu dibilas dengan air, berbentuk gel, dan mengandung antiseptik sehingga dapat membersihkan tangan dari kuman bakteri. Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), hand-sanitizer dapat membunuh kuman dalam waktu kurang dari 30 detik. (1) Center for Disease Control (CDC) membagi dua jenis hand sanitizer, yaitu mengandung alkohol dan tidak mengandung alkohol. Hand-sanitizer dengan kandungan alkohol antara 60-90% memiliki efek anti mikroba dibandingkan tanpa kandungan alkohol. Pada umumnya, komposisi lain dari produk tersebut antara lain triklosan, benzalikonium chloride, benzethonium chloride, chlorhexidine, gluconatee, chloroxylenolf, clofucarbang, hexachlorophene, hexylresocarcinol, iodine dan iodophors. (1) Meskipun demikian, CDC lebih merekomendasikan seseorang untuk mencuci tangan dengan air dan sabun. (2)

Mengapa Cuci Tangan dengan Air dan Sabun Lebih Direkomendasikan?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-18

Cuci tangan menggunakan air dan sabun terbukti lebih efektif menghilangkan kuman bakteri dan bahan kimia di tangan. Beberapa hal yang memperkuat pernyataan tersebut diantaranya:

  1. Hand sanitizer tidak dapat menghilangkan kotoran atau zat organik, seperti lemak, darah, atau cairan tubuh sehingga harus dibersihkan dengan air dan sabun. (1,2)
  2. Cuci tangan menggunakan air dan sabun dapat menghilangkan semua jenis kuman, termasuk Cryptosporidium, Norovirus, dan Colostridium difficile. (2)
  3. Alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer dapat melunakan dan membunuh bakteri dan virus, kenyataannya tujuan mencuci tangan adalah menghilangkan seluruh kuman.

Jadi, Apakah Perlu Mencuci Tangan Setelah Menggunakan Hand Sanitizer?

Setelah menggunakan hand sanitizer tidak perlu mencuci tangan dengan air dan sabun. Namun, cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun lebih disarankan, khususnya ketika kondisi tangan berkeringat, berdarah, dan lengket. Penggunaan sabun cair ketika mencuci tangan lebih baik daripada sabun batang karena kemasan sabun cair lebih tertutup dan penggunaan bersama sabun batangan dapat memudahkan penyebaran kuman. (3)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Nakoe, M.R., Ayini, N., & Mohamad, Y.A. Perbedaan Efektivitas Hand Sanitizer dengan Cuci Tangan Menggunakan Sabun Sebagai Bentuk Pencegahan COVID-19. Jambura Journal of Health Science and Research. 2020; 2(2):65-70.
  2. Show Me the Science-When and How to Use Hand sanitizer in Community Setting. 2023. Centers for Disease and Prevention.
  3. Octavia, N. Sabun Batangan vs Sabun Cair, Mana Lebih Baik? [Internet]. KlikDokter. 2019 [cited 2023 Oct 23]. Available from: https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/sabun-batangan-vs-sabun-cair-mana-lebih baik

Tahukah Kamu? Kedua tangan kita berperan penting dalam penularan penyakit. Berbagai patogen penyebab penyakit menular bisa menyebar dari orang ke orang lainnya hanya melalui tangan. Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang tampak sepele, namun sangat penting dilakukan karena telah terbukti efektif dalam mencegah penyebaran penyakit dan juga pengendalian infeksi. Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk rutin menjaga kebersihan diri, salah satunya dengan mencuci tangan yang benar.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-18

Yuk! Simak Pentingnya Cuci Tangan

Tak semua orang menyadari bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan benar sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Lantas, apa pentingnya cuci tangan?

  1. Mencegah berbagai macam penyakit Berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan mencuci tangan dengan benar adalah penyakit pencernaan (diare, keracunan makanan dan hepatitis A), gangguan pernafasan (pneumonia dan flu), infeksi lainnya (infeksi saluran kencing, meningitis dan MRSA).
  2. Membunuh kuman dan mikroorganisme berbahaya lainnya Sifat bakteri, kuman dan virus memang mikroskopik.Itu artinya, mikroorganisme tersebut tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Perlu alat tersendiri untuk memastikannya. Meski tak tertangkap mata, bukan berarti mikroorganisme tidak ada di permukaan tangan dan berbagai benda. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mencuci tangan supaya terhindar dari kuman dan mikroorganisme berbahaya.
  3. Memutus rantai penyebaran penyakit Mencuci tangan tak hanya mencegah diri sendiri dari penyebaran penyakit, namun juga bisa membawa manfaat berupa perlindungan bagi orang-orang di sekitar.
  4. Menghemat pengeluaran Penyakit yang ditularkan dari tangan yang tidak bersih memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari yang bersifat ringan hingga berat. Semakin berat penyakit yang diderit, tentu semakin besar pula biaya yang dikeluarkan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
  5. Mencegah resistensi antibiotik Penggunaan antibiotik berlebihan berisiko meningkatkan resitensi antibiotik. Ini menyebabkan antibiotik tidak lagi bekerja secara maksimal dalam membunuh kuman. Dengan mencegah penularan penyakit yang membutuhkan antibiotik, maka bisa turut serta mengurangi risiko resistensi antibiotik. Hal ini bisa dimulai dengan menerapkan kebiasaan cuci tangan. (3)

Ada berapa Prosedur Cuci Tangan?

Kuman penyakit sangat mudah ditularkan melalui tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit. Tangan kadang terlihat bersih secara kasat mata namun tetap mengandung kuman. Prosedur kebersihan tangan dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut:

  1. Bila tangan jelas tampak kotor atau terkena cairan tubuh (darah, ingus, dahak, air seni, tinja, dll), maka lakukanlah cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun selama 40 – 60 detik.
  2. Bila tangan tampak bersih, prosedur kebersihan tangan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berbasis alkohol (handrub) selama 20 – 30 detik. (2)

Bagaimana Langkah Cuci Tangan yang Benar?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-19

Untuk mengoptimalkan kebersihan tangan yang harus dilakukan secara berurutan. Berikut ini adalah langkah-langkah cuci tangan yang benar:

  1. Tuang cairan pencuci tangan (sabun/ handrub) pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan. (2)

Kapan Harus Cuci Tangan?

Cuci tangan umumnya dilakukan saat sebelum dan sesudah menyentuh apa saja. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kementerian Kesehatan menyarankan momen penting untuk mencuci tangan sebagai berikut:

  1. Sebelum, saat dan sesudah menyiapkan makanan
  2. Sebelum dan setelah makan.
  3. Sebelum menyusui bayi dan mengganti popok.
  4. Sebelum dan setelah mengasuh seseorang yang sakit di rumah.
  5. Sebelum dan sesudah merawat luka.
  6. Setelah buang air.
  7. Setelah batuk dan bersin.
  8. Setelah menyentuh sampah.
  9. Setelah beraktivitas seperti mengetik, menyentuh uang, hewan atau binatang, berkebun. (1)

Tangan adalah bagian dari tubuh kita yang mudah terkontaminasi dan mengandung banyak bibit penyakit. Maka dari itu, setiap orang harus mencuci tangan dengan benar sebelum dan setelah melakukan aktivitas. Menjaga kebersihan tangan bukan hanya perlu dilakukan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak perlu diajarkan sejak dini. Budaya cuci tangan dengan benar sangat didukung oleh World Health Organization (WHO) oleh karena itu pada tanggal 15 Oktober diperingati sebagai hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Show Me the Science - How to Wash Your Hands. https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-handwashing.html
  2. Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Pentingnya Cuci Tangan untuk Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan 3. Puskesmas Kuta Selatan. (2023). 4 Alasan Kenapa Cuci Tangan Adalah Kunci Penting untuk Kesehatan. Badung: Puskesmas Kuta Selatan

Tahukah Kamu?, mata menjadi organ kedua paling kompleks setelah otak. (1) Mata yang sehat adalah kunci untuk berinteraksi dengan dunia. Namun, proses penuaan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menurunkan fungsi penglihatan. Salah satu cara memelihara kesehatan mata adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, terutama makanan yang kaya antioksidan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-17

Peran Antioksidan Bagi Kesehatan Mata

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang bersifat sangat reaktif. Ketidakseimbangan jumlah radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh disebut sebagai stres oksidatif. (2) Stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau kematian sel (penuaan) sehingga memicu penurunan fungsi penglihatan serta perkembangan penyakit mata. (3)

Zat Gizi yang Berperan Sebagai Antioksidan

Beberapa zat gizi memiliki peran sebagai antioksidan bagi tubuh. Berikut ini adalah beberapa zat gizi dan sumber makanan yang mengandung antioksidan.

  1. Vitamin A
    Vitamin A merupakan salah satu zat gizi mikro yang berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas. (4) Kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan kerusakan sel batang pada retina yang memicu terjadinya gangguan penglihatan termasuk rabun senja dan penurunan ketajaman penglihatan. Vitamin A dapat ditemui dalam bentuk retinol dan retinil ester pada sumber makanan hewani, seperti telur, ikan. daging, dan produk susu. (5) Selain itu, Vitamin A juga hadir dalam bentuk karotenoid provitamin A yaitu beta-karoten, alfa-karoten, dan beta-cryptoxanthin. Karotenoid merupakan pigmen alami yang memberikan warna merah, oranye, dan kuning pada buah dan sayur. Oleh karena itu, provitamin A banyak ditemukan pada makanan nabati, seperti wortel, pepaya, tomat, mangga, jagung, labu, dan ubi jalar. (5)
  2. Vitamin C
    Vitamin C berfungsi melindungi lensa mata dari sinar UV (Ultraviolet) yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada jaringan mata. Makanan yang mengandung Vitamin C antara lain jeruk, stroberi, brokoli, jambu biji, pepaya, kembang kol dan tomat. (6,7)
  3. Vitamin E
    Penelitian menyebutkan bahwa retina pada mata merupakan jaringan yang rentan mengalami stres oksidatif, sehingga antioksidan berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. (8) Vitamin E atau dikombinasikan dengan Vitamin C dan Vitamin A dapat membantu menjaga fungsi retina dan mengurangi risiko gangguan penglihatan. Pada makanan, Vitamin E banyak ditemukan pada minyak dari sayuran seperti jagung, kacang kedelai, margarin, dan sayuran hijau. (7,8)
  4. Lutein dan Zeaxanthin
    Lutein dan Zeaxanthin merupakan turunan karotenoid yang banyak ditemukan di area makula, bagian tengah retina mata yang mengubah cahaya menjadi objek yang jelas. (9) Keduanya berperan sebagai antioksidan yang melindungi mata dari dampak sinar biru (Blue Light). Paparan Blue Light jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan sel retina. (9,10) Kadar Lutein dan Zeaxanthin pada mata dapat diukur melalui jumlah Macular Pigment Optical Density (MPOD). Penelitian meta-analisis tahun 2020 menunjukkan bahwa peningkatan nilai MPOD berbanding lurus dengan peningkatan fungsi visual termasuk ketajaman penglihatan, adaptasi dalam kondisi gelap hingga pemulihan stres mata. (11) Asupan Lutein dan Zeaxanthin dapat dipenuhi melalui konsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, selada, labu, labu kuning, wortel, dan kacang hijau. (12)

Tips Memenuhi Kebutuhan Antioksidan

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907

Salah satu peran antioksidan adalah melindungi jaringan mata. Kombinasi sumber antioksidan dapat mengoptimalkan perannya dalam melawan radikal bebas dan melindungi jaringan dari stres oksidatif. Mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang adalah salah satu cara untuk dapat memenuhi kebutuhan antioksidan. Selain dari makanan, pemenuhan kebutuhan antioksidan juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen. Namun, untuk konsumsi suplemen sebaiknya perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Indonesia CNN. 5 Fakta Menakjubkan tentang Mata yang Jarang DiketahuiBaca artikel CNN Indonesia. CNN Indonesia [Internet]. 2022 Jan 22 [cited 2023 Oct 19]; Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220121154520-260-749634/5-fakta-menakju bkan-tentang-mata-yang-jarang-diketahui
  2. Radikal Bebas, Antioksidan, dan Puasa - Loka Litbangkes Pangandaran [Internet]. [cited 2023 Oct 21]. Available from: https://litbangkespangandaran.litbang.kemkes.go.id/radikal-bebas-antioksidan-dan-puasa /
  3. Álvarez-Barrios A, Álvarez L, García M, Artime E, Pereiro R, González-Iglesias H. Antioxidant defenses in the human eye: A focus on metallothioneins. Antioxidants (Basel). 2021 Jan 11;10(1).
  4. Retina Berfungsi untuk Menangkap Cahaya: Bagaimana Cara Kerjanya? [Internet]. [cited 2023 Oct 23]. Available from: https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-k mn-eyecare/artikel/retina-berfungsi-untuk-menangkap-cahaya-bagaimana-cara-kerjanya /
  5. Sajovic J, Meglič A, Glavač D, Markelj Š, Hawlina M, Fakin A. The role of vitamin A in retinal diseases. Int J Mol Sci. 2022 Jan 18;23(3).
  6. Lim JC, Caballero Arredondo M, Braakhuis AJ, Donaldson PJ. Vitamin C and the Lens: New Insights into Delaying the Onset of Cataract. Nutrients. 2020 Oct 14;12(10).
  7. Helmyati S, Rahmawati NF, Purwanto, Yuliati E. BUKU SAKU INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN: Pegangan dalam Penyusunan Terapi Diet. Gadjah Mada University Press; 2016.
  8. Edwards G, Olson CG, Euritt CP, Koulen P. Molecular Mechanisms Underlying the Therapeutic Role of Vitamin E in Age-Related Macular Degeneration. Front Neurosci. 2022 May 4;16:890021.
  9. Wilson LM, Tharmarajah S, Jia Y, Semba RD, Schaumberg DA, Robinson KA. The Effect of Lutein/Zeaxanthin Intake on Human Macular Pigment Optical Density: A Systematic Review and Meta-Analysis. Adv Nutr. 2021 Dec 1;12(6):2244–54.
  10. Blue Light and Your Eyes - Prevent Blindness [Internet]. [cited 2023 Oct 23]. Available from: https://preventblindness.org/blue-light-and-your-eyes/
  11. Johnson EJ, Avendano EE, Mohn ES, Raman G. The association between macular pigment optical density and visual function outcomes: a systematic review and meta-analysis. Eye. 2021 Jun;35(6):1620–8.
  12. Top 10 Foods Highest in Lutein and Zeaxanthin [Internet]. [cited 2023 Oct 23]. Available from: https://www.myfooddata.com/articles/high-lutein-and-zeaxanthin-foods.php#lutein-zeaxa nthin-foods