Sarcoma adalah kanker yang ditemukan pada jaringan yang mendukung atau menghubungkan bagian tubuh. Jaringan yang dimaksud meliputi tulang, lemak, otot dan jaringan lunak. Kali ini kami berfokus pada osteosarcoma, atau kanker tulang dalam istilah awam.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T152034.087

Mengenal osteosarcoma

Osteosarcoma adalah kanker tulang yang dapat merusak jaringan tulang dan membuat tulang rapuh. Penyakit ini biasanya agresif dan cenderung menyebar (bermetastasis) ke organ yang jauh sejak dini. Sebagian besar penyakit terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, dengan orang muda menjadi kelompok usia yang paling sering terkena. Lebih dari 60% osteosarcoma ditemukan pada pasien di bawah usia 25 tahun. Insiden osteosarkoma dapat meningkat lagi setelah usia 60 tahun, oleh karena itu kita berbicara tentang distribusi bimodal dari penyakit ini. Osteosarcoma lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dengan rasio 3:2 (1).

Menurut WHO, kejadian osteosarcoma pada semua kelompok populasi adalah sekitar 4-5 kasus per 1.000.000 penduduk. Estimasi kejadian osteosarcoma meningkat menjadi 8-11 kasus per 1.000.000 penduduk per tahun antara usia 15 dan 19 tahun. Di Amerika, sekitar 800-900 orang dari segala usia mengembangkan osteosarcoma, sekitar setengahnya adalah anak-anak dan remaja. Di Indonesia, kejadian kanker tulang ditemukan sebesar 1,6% dari seluruh kanker manusia, dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Insidensi osteosarcoma sekitar 0,2% dari semua tumor ganas, dengan insidensi 3 orang per 1.000.000 penduduk. dr. Alexandra Windita Pangarso Sp.A mengatakan bahwa “Osteosarcoma terutama menyerang remaja dan risiko terjadinya lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita”. Osteosarcoma berkembang pada tulang besar yang tumbuh cepat, seperti tulang paha, tungkai bawah, dan lengan atas (2).

Penyebab osteosarcoma

Osteosarcoma terjadi ketika terjadi mutasi atau perubahan pada gen sel pembentuk tulang. Mutasi ini menyebabkan sel pembentuk tulang terus membuat tulang baru meski tidak dibutuhkan. Tulang baru tersebut berkembang menjadi tumor yang menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat dan kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain (6).

Faktor risiko terjadinya osteosarcoma

Usia: risikonya paling besar antara usia 10 dan 30 tahun, terutama pada masa pertumbuhan kaum muda. Risiko menurun pada usia paruh baya, tetapi meningkat lagi setelah usia 60 tahun. Tinggi badan: anak-anak dengan osteosarcoma biasanya lebih besar untuk usia mereka. Jenis kelamin: osteosarcoma lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Ras: osteosarcoma sedikit lebih umum pada orang Afrika-Amerika dan Hispanik/Latin daripada orang kulit putih. Radiasi pada tulang: seseorang yang telah diradiasi untuk jenis kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena osteosarcoma di area yang menerima radiasi. Radioterapi pada usia yang lebih muda dan dalam dosis tinggi meningkatkan risiko. Beberapa penyakit tulang: contohnya adalah penyakit Paget, suatu kondisi di mana jaringan tulang abnormal terbentuk pada satu atau lebih tulang (paling umum pada orang berusia di atas 50 tahun). Tulang yang rusak keras dan tebal, tetapi lebih rapuh dari tulang normal. Gangguan Keturunan: contohnya retinoblastoma (kanker mata yang sangat langka pada anak-anak), sindrom Li-Fraumen (penyakit yang disebabkan oleh mutasi pada gen supresor tumor), sindrom Werner (penyakit yang sangat jarang melibatkan gen WRN, um untuk memperbaiki materi genetik yang rusak), Rothmund-Thomson (ditandai dengan perawakan pendek, ruam, rambut rontok, dan kelainan tulang) (1).

Gejala osteosarcoma

Pada anak-anak dan dewasa muda, osteosarcoma biasanya dimulai di daerah di mana tulang tumbuh dengan cepat, seperti di dekat ujung tulang kaki atau lengan. Namun, sebagian besar tumor terbentuk di tulang sekitar lutut, baik di tulang paha distal (bagian bawah tulang paha) atau tibia proksimal (bagian atas tulang kering). Tulang humerus dekat lengan atas (humerus proksimal) adalah lokasi paling umum kedua. Namun, osteosarcoma dapat berkembang di semua tulang, termasuk panggul (panggul), bahu, dan rahang. Ini terutama berlaku untuk orang dewasa yang lebih tua. Tanda dan gejala yang harus diwaspadai termasuk pembengkakan di dekat tulang, nyeri berulang atau nyeri sendi, dan memar atau patah tulang tanpa alasan yang jelas (4).

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan pasien kanker

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T154334.752

Hingga saat ini, American Cancer Society merekomendasikan empat program kesehatan untuk pasien kanker, antara lain:

  1. Pertahankan berat badan normal
  2. Makan banyak serat dari buah-buahan, sayuran dan biji-bijian
  3. Batasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, tepung dan produk tepung olahan
  4. Menerapkan pola makan bergizi seimbang disertai dengan olahraga teratur (3).

Pentingnya Gizi bagi Pasien Osteosarcoma

  1. Kalsium ini adalah zat gizi yang terkenal untuk kesehatan kulit. Kalsium ditemukan dalam produk susu, biji bunga matahari, brokoli, dan berbagai sayuran hijau. Ketika Anda menderita kanker tulang atau osteosarkoma, tubuh Anda hanya dapat menyerap 400-500 miligram kalsium per hari. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, dokter juga memberikan suplemen kalsium penderita kanker tulang osteosarcoma. Biasanya suplemen ini digunakan 2-3 kali sehari atau disesuaikan dengan anjuran dokter.
  2. Vitamin D untuk mendukung penyerapan kalsium, tubuh membutuhkan vitamin D yang terdapat pada tuna, salmon, mackerel, jus jeruk, susu kedelai, dan keju. Melansir dari Sperling Medical Group, mengonsumsi vitamin D3 dikatakan lebih efektif daripada vitamin D2 dalam menyerap kalsium dalam tubuh.
  3. Protein, makanan berprotein dapat membantu mempertahankan fungsi otot. Hal ini penting bagi pasien osteosarcoma dengan gangguan makan untuk menjaga keseimbangan berat badan dan otot mereka bekerja dengan baik. Makanan berprotein tinggi ditemukan dalam produk susu, telur, daging, unggas, ikan, dan kacang-kacangan.
  4. Kalori tinggi Kalori tinggi baik untuk memberi tubuh Anda energi yang cukup untuk melawan kanker tulang. Makanan berkalori tinggi ditemukan dalam mentega, margarin, saus salad, dan permen (5).

Mengatasi efek samping pengobatan osteosarcoma

  1. Makan porsi kecil
    Selama perawatan, tubuh mencerna makanan dengan baik jika Anda makan dalam porsi kecil. Anda bisa makan 2-3 jenis makanan berbeda setiap 3-5 jam sekali untuk memenuhi kebutuhan energi dan stamina Anda. Dr. Sepriani Timurtini Limbong mengungkapkan bahwa penderita osteosarcoma disarankan makan dengan porsi kecil atau sering dalam porsi kecil. “Tujuan dari pemberian makan dalam jumlah kecil dan sering adalah untuk mengurangi risiko kembung dan pembentukan gas serta untuk mencegah peningkatan asam lambung secara tiba-tiba. Ini mengurangi gangguan pencernaan,” katanya.
  2. Tentukan dietnya
    Jika nafsu makan tidak seperti itu, maka makanlah saat Anda lapar. Jadikan waktu makan menyenangkan. Bisa juga dibantu dengan makan snack hangat atau minum milkshake sebelum tidur.
  3. Tingkatkan asupan makanan
    Tambahkan ekstra kalori dan protein pada makanan dan minuman seperti keju parut, daging giling, susu bubuk murni, saus salad, krim asam, atau bubuk protein untuk taburan.
  4. Tangani masalah pencernaan dan mual
    Perawatan kanker seringkali dapat menyebabkan diare atau sembelit. Masalah pencernaan ini dapat memengaruhi nafsu makan dan kesehatan Anda. Konstipasi dapat diatasi dengan menjaga kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi jus, buah-buahan, snack berserat tinggi dan obat-obatan pencernaan yang telah dianjurkan (5).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Anonymous. Osteosarkoma. iccc.id. 2018 [cited 2023 March 21]. Available from: https://iccc.id/osteosarkoma?lang=en_
  2. Cahyaningrum, D. N. Mengenal Osteosarkoma (Kanker Tulang) pada Anak. sardjito.co.id. 2022 [cited 2023 March 21]. Available from: https://sardjito.co.id/2022/08/31/mengenal- osteosarkoma-kanker-tulang-pada-anak/
  3. Djuanda, R. E.. Panduan Nutrisi yang Mesti Dipenuhi Sebelum dan Setelah Pengobatan Kanker. hellosehat.com. 2022 [cited 2023 March 21]. Available from: https://hellosehat.com/nutrisi/nutrisi-orang-sakit-kanker/
  4. Makarim, F. R. Osteosarkoma. halodoc.com. 2022 [cited 2023 March 21]. Available from: https://www.halodoc.com/kesehatan/osteosarkoma
  5. Murniaseh, E. Nutrisi yang Baik untuk Pasien Osteosarkoma. klikdokter.com. 2021 [cited 2023 March 21]. Available from: https://www.klikdokter.com/info-sehat/kanker/nutrisi-yang-baik- untuk-pasien-osteosarkoma
  6. Pittara. Osteosarcoma. alodoktercom. 2022 [cited 2023 March 21]. Available from: https://www.alodokter.com/osteosarcoma#

Dalam beberapa tahun belakangan ini gaya hidup sehat mulai digemari oleh berbagai kalangan. Banyak orang mulai sadar akan pentingnya pola hidup sehat sebagai “investasi” kesehatan jangka panjang. Beberapa cara dilakukan dalam menjalani gaya hidup sehat seperti berolah raga dan memenuhi gizi dengan makan makanan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Salah satu gizi yang penting untuk kesehatan tubuh kita ialah air putih. Dengan maraknya gaya hidup sehat banyak orang mulai menyadari pentingnya minum air putih yang cukup bagi kesehatan tubuh. Nah, seberapa penting air putih bagi tubuh kita?.

Air merupakan kebutuhan terpenting dalam tubuh manusia dan hampir semua reaksi dalam tubuh memerlukan cairan. Namun, terkadang kita tidak menganggapnya penting karena keberadaannya dianggap sederhana dan masih banyak orang yang belum paham tentang pentingnya kecukupan asupan air putih bagi tubuh.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T191357.814

Pada dasarnya air tidak mengandung energy, tetapi air merupakan salah satu zat gizi esensial yang diperlukan oleh tubuh. Air sangat penting bagi tubuh manusia karena air yang masuk ke dalam tubuh sama dengan banyaknya air yang keluar dari tubuh manusia. Sehingga cairan yang dikeluarkan tanpa mengimbangi mengkonsumsi cairan akan mengakibatkan dehidrasi. Air diperlukan agar organ- organ yang ada di dalam tubuh dapat bekerja secara normal. Air dalam tubuh manusia berperan sebagai media untuk proses metabolisme sel, sebagai alat transportasi makanan, mencegah meningkatan suhu tubuh, dan untuk mempertahankan bentuk dan fungsi sel.

Pada keadaan tubuh yang normal seseorang memerlukan air sebanyak 1500- 2000ml atau 8 gelas sehari. waktu yang tepat untuk mengkonsumsi air putih yaitu pada saat bangun tidur, sarapan, sebelum memulai aktivitas, makan siang, menjelang sore hari, makan malam, dan sebelum tidur.

Berikut ini adalah beberapa fungsi air bagi tubuh :

  1. Memperlancar sistem pencernaan
    Pasti kita pernah mengalami gangguan pencernaan seperti salah satunya ialah sembelit. Gangguan pencernaan seperti sembelit yang yang kita alami terjadi akibat usus besar kekurangan air sehingga mengambil air dari sisa metabolisme tubuh. Jadi, Mengkonsumsi air putih dengan jumlah yang cukup dapat membantu memperlancar sistem pencernaan karena ketika kebutuhan air dalam tubuh tercukupi organ dalam tubuh akan terlumasi dengan baik dan sembelit pun tidak akan terjadi.
  2. Menyehatkan jantung
    Minum banyak air putih dapat menyembuhkan penyakit jantung loh. Penyakit jantung yang dialami seseorang terjadi akibat jantung yang tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh akibat darah yang terlalu kental akibat kekurangan air. Karena itu orang yang mengidap penyakit jantung dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih sehingga kandungan air dalam darah tercukupi dan jantung dapat bekerja memompa darah dengan baik.
  3. Membantu kerja ginjal
    Seperti yang kita ketahui fungsi ginjal dalam tubuh yaitu untuk menetralkan dan mengeluarkan semua zat yang bersifat racun dalam tubuh. Mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup dapat menjaga kesehatan ginjal, air putih dapat membantu menguraikan zat beracun dalam ginjal sehingga ginjal dapat bekerja dengan baik.
  4. Mengendalikan Kadar Gula Darah
    Pengendalian kadar gula darah pada tubuh bagi penderita diabetes dapat dilakukan dengan terapi air putih. Menurut penelitian yang dilakukanoleh Ahid Jahidin dosen STIKES Bina Generasi Polewai dkk Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup dapat menyebabkan pemecahan gula dalam tubuh dan juga mengkonsumsi air putih berguna untuk membuang racun dalam tubuh salah satunya ialah membuang gula berlebih yang ada di dalam tubuh. Dan pada penelitian lainnya mengkonsumsi air putih hangat oleh penderitaan diabetes tipe ll dapat mempercepat pengeluaran gula keluar dari dalam tubuh melalui keringat dan urin, ini dikarenakan air hangat mudah dicerna oleh lambung dan menjadi sumber tenaga dan energi.
  5. kesehatan kulit
    Kandungan air yang terdapat pada kulit berguna untuk menjaga melembabkan dan menyehatkan kulit. Jika tubuh kita kekurangan air maka simpanan air didalam kulit akan diambil untuk menutupi kekurangan air yg ada di dalam tubuh, hal ini lah yg menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput. Menurut penelitian Nadya Ulfa Tanjung dkk dari Universitas Negeri sumatra Utara pada tahun 2022. Mengkonsumsi air putih efektif dapat memelihara kesehatan kulit karena pada air putih mengandung silica yg dapat menjaga kesehatan jaringan serta meremajakan kulit.
  6. Menurunkan berat badan
    Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan ialah mencukupi kebutuhan air didalam tubuh. Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat melamcarkan metabolisme tubuh dan kotoran yang ada di dalam tubuh akan lebih cepat keluar melalui urin. Mengkonsumsi air putih sebelum makan akan membuat tubuh kita terasa lebih kenyang sehingga mengurangi porsi makanan yang akan masuk ke dalam tubuh kita.
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T080014.483

Air putih memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh, mengkonsumsi air putih yang cukup setiap harinya dapat membantu menjaga tubuh tetap dalam keadaan yang sehat.

Berikut ini tips agar kebutuhan air putih selalu terpenuhi :

  1. Menyiapkan dan membawa botol minum saat beraktivitas di luar. Dengan maraknya gaya hidup sehat terutama dengan mengkonsumsi air putih banyak ditemui wadah air atau botol air dengan bentuk yang menarik agar dapat membuat orang lebih semangat untuk mengkonsumsi air putih setiap harinya.
  2. Membuat jadwal penginggat dalam sehari untuk minum air putih
  3. Selalu menyediakan air dalam kamar.
  4. Ketika makan selalu juga menyiapkan air di atas meja.

Editor : Marlastiany Takoy dan Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kristanti Handriani. 2010. “Penyakit akibat kelebihan & kekurangan vitamin, mineral & elektrolit. Yogyakarta”: Citra Pustaka.
  2. Oktaviani Noni. 2013 . “khasiat selangit air putih, air kelapa manggis dan sirsak”. Yogyakarta: IN AzNa Books
  3. Agustina Julisawaty, E., & Munich Heindari Ekasari, dan. (2020). Aplikasi Augmented Reality Tentang Fungsi Organ Ginjal Manusia Dan Cara Menjaga Kesehatannya. Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya, 4(1), 16424.
  4. Salim, R., & Taslim, T. (2021). Edukasi Manfaat Air Mineral Pada Tubuh Bagi Anak Sekolah Dasar Secara Online. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 27(2), 126–135.
  5. Wahyuni, D. (2013). Identifikasi Fungsi Ginjal Dan Upaya Peningkatan Kesadaran Untuk Pemenuhan Kebutuhan Cairan Tubuh Pada Sopir- Kondektur Bus Mahasiswa Uns. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 1(2), 36–42. https://doi.org/10.37061/jps.v1i2.1548
  6. Tanjung, N. U., Nurkhalilah, A., Hafizah, A., & Hevanda, S. (2022). Efektivitas Konsumsi Air Putih dalam Pencegahan Penuaan Dini pada Wanita: Literature Review Effectiveness of Water Consumption in Prevention of Premature Aging in Women: Literature Review. Public Health Journal, 9(1), 78–82.

Siapa yang sudah tahu, kalau manusia hanya bisa bertahan tanpa air minum selama beberapa hari? Kementerian Kesehatan RI menganjurkan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi air putih minimal 8 gelas atau setara dengan 2 Liter per hari. Minum air putih menjadi begitu penting karena ada banyak manfaat yang ditawarkannya. Simak penjelasan selanjutnyanya dalam artikel ini, ya!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T080712.832

1. Dehidrasi

Sudah pasti hal pertama yang terjadi ketika kamu tidak konsumsi air putih yang cukup adalah mengalami dehidrasi. Dehidrasi yang terjadi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penurunan kesadaran. Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan kamu kebingungan dan menjadi tidak fokus. Hal ini menjadi penting karena tentu saja dapat mengganggu aktivitas sehari- hari. (1).

Minum air putih juga penting bagi lansia karena rasa haus semakin menurun seiring bertambahnya usia. Hal tersebut juga diperparah dengan faktor penyakit yang diderita. (1) Ingat, jangan minum air putih lebih banyak hanya ketika suhu udara lebih panas atau setelah berolahraga, ya. Konsumsi air putih yang cukup dalam kehidupan sehari-harimu!

2. Kerja Kognitif

Tidak terpenuhinya kebutuhan air dalam sehari bisa menyebabkan kemampuan kognisi terganggu, loh! Contohnya seperti perubahan suasana hati dan fungsi kognitif, terutama pada kelompok usia sangat muda, lansia, orang-orang yang tinggal di iklim panas, dan mereka yang sering melakukan olahraga berat. (1)

Selain itu, konsumsi air dapat memengaruhi kemampuan pemrosesan informasi visual cepat (visual sustained attention), memori jangka pendek, waktu yang dibutuhkan untuk merespon stimulus (simple reaction time), menganggu aktivitas di dunia nyata yang memerlukan fungsi kognitif seperti mengerjakan ujian, dan perubahan suasana hati (mood). (2)

3. Performa Fisik

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T080014.483

Umumnya, ketika seseorang melakukan aktivitas fisik, tubuh tidak terhidrasi dengan baik setelah periode tersebut. Kebutuhan cairan juga tidak memadai untuk mengimbangi cairan yang keluar melalui keringat. Oleh karena itu, tidak jarang banyak yang mengalami kelelahan. (1) Jadi, penting sekali untuk menjaga tubuh agar terhidrasi saat berolahraga, ya.

Penelitian yang dilakukan pada atlet menunjukkan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan penurunan ketahanan (endurance), semakin cepat lelah, berubahnya kemampuan termoregulasi, dan penurunan motivasi. Selain atlet, anak-anak juga kerap kali mengalami dehidrasi tanpa mereka sadari. Hal ini karena mereka belum terlalu mengerti bahwa dibutuhkan cairan pengganti yang cukup setelah beraktivitas atau bermain. (1)

4. Fungsi Jantung dan Respon Hemodinamik

Volume darah, tekanan darah, dan detak jantung saling memengaruhi satu sama lain. Volume darah akan diatur secara ketat dengan menjaga keseimbangan cairan (yang masuk dan keluar). Turunnya volume darah tersebut dapat terjadi ketika kehilangan air melalui keringat atau setelah donor darah. Makanya kita disarankan untuk minum setelah donor. (1)

Selanjutnya, volume darah akan berubah tergantung posisi jantung (terlentang atau tegak) dan dari satu posisi ke posisi lainnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan jantung, penurunan tekanan darah, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pingsan akibat kurangnya aliran darah ke otak. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan minum air 300-500 ml, di mana jumlah tersebut akan mengkompensasi kondisi yang terjadi dengan cara mengurangi detak jantung dan meningkatkan tekanan darah. (3,4)

5. Sakit Kepala

Kekurangan air juga dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala atau migrain. Disebutkan bahwa sakit kepala yang disebabkan karena kekurangan air ini adalah karena terjadinya dehidrasi intrakanial dan total volume plasma. (5) Terdapat dua penelitian yang mendukung pernyataan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan sakit kepala.

Pertama oleh Blau et al. (2004) yang menunjukkan bahwa konsumsi air dapat melegakan sakit kepala pada orang yang mengalami migrain dalam waktu 30 hingga 2 jam. (5) Kedua oleh Spigt et al. (2005), pada pasien dengan riwayat berbagai jenis sakit kepala, di mana mereka diwajibkan untuk mengonsumsi air tambahan sebanyak 1,5L/hari, ditemukan bahwa asupan air secara sederhana dapat mengurangi intensitas dan durasi sakit kepala. (6)

6. Kulit

Selama ini, sering kali disebut-sebut bahwa konsumsi air yang cukup dapat melembabkan kulit, meminimalkan tumbuhnya jerawat, dan membuat kulit lebih bercahaya. Kulit berperan penting dalam menjaga kadar air tubuh dan mencegah hilangnya air, di mana 30% nya mengandung air yang berkontribusi untuk menjaga kekenyalan, elastisitas, dan ketahanan. (1)

Kulit yang kering berhubungan dengan paparan dengan udara kering, lamanya kulit kontak langsung dengan air pans, dan scrubbing menggunakan sabun, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka turgor kulit akan menurun. (7,8) Bagaimana cara mengetahuinya? Caranya adalah dengan mencubit sedikit kulit ke arah atas dan dilepaskan. Tekanan turgor kulit yang berkurang ditunjukkan dengan kulit yang lambat kembali ke bentuk semula.

Nah, itulah beberapa manfaat minum air putih bagi kesehatan tubuh. Mulai dari mencegah dehidrasi dan sakit kepala, membantu meningkatkan performa fisik dan kognitif, serta kesehatan jantung dan kulit. Jangan lupa ikuti anjuran minum air putih minimal 8 gelas per hari, ya. Lebih banyak akan lebih bagus juga!

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Popkin, B. M., D'Anci, K. E., & Rosenberg, I. H. Water, hydration, and health. Nutrition reviews, 2010:68(8), 439-458.
  2. Masento, N., Golightly, M., Field, D., Butler, L., & Van Reekum, C. Effects of hydration status on cognitive performance and mood.BritishJournal ofNutrition.2014:111(10): 1841-1852.
  3. Schroeder C, Bush VE, NorcliffeLJ, et al. Water drinking acutely improves orthostatic tolerance in healthy subjects. Circulation. 2002; 106(2):2806–2811.
  4. Lu CC, Diedrich A, Tung CS, et al. Water ingestion as prophylaxis against syncope. Circulation. 2003; 108(21):2660–2665.
  5. Blau, J. N., Kell, C. A., & Sperling, J. M. Water‐deprivation headache: A new headache with two variants.Headache: The Journal of Head and Face Pain, 2004:44(1):79-83.
  6. Spigt, M. G., Kuijper, E. C., Van Schayck, C. P., Troost, J., Knipschild, P. G., Linssen, V. M., & Knottnerus, J. A. Increasing the daily water intake for the prophylactic treatment of headache: a pilot trial.European journal of neurology, 2005:12(9):715-718.
  7. Vivanti, A., Harvey, K., Ash, S., & Battistutta, D. Clinical assessment of dehydration in older people admitted to hospital: what are the strongest indicators? Archives of Gerontology and Geriatrics, 2008:47(3):340-355.
  8. Colletti, J. E., Brown, K. M., Sharieff, G. Q., Barata, I. A., Ishimine, P., & ACEP Pediatric Emergency Medicine Committee. The management of children with gastroenteritis and dehydration in the emergency department.The Journal of emergency medicine, 2010:38(5):686-698.

Tanggal 15 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia sekaligus menjadi momentum pengingat bahwa semua individu tak terkecuali anak-anak juga berpotensi untuk terserang kanker. Pada hakikatnya setiap anak berhak atas kelangsungan hidup dan proses tumbuh kembang yang baik, begitu pula dengan anak penderita kanker. Akan tetapi karena kondisi penyakitnya, pertumbuhan pada anak penderita kanker dapat terganggu dan menjadi tidak maksimal. Namun dengan dukungan asupan nutrisi yang optimal, dampak buruk dari kanker dapat diminimalisir bahkan kualitas hidup para penderita kanker dapat meningkat. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai peran zat gizi pada kanker anak, yuk mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T083715.136

Fenomena Kanker Anak

Kanker adalah kondisi yang disebabkan karena pertumbuhan tidak normal pada sel jaringan tubuh dan dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan fungsi tubuh. Umumnya jenis kanker pada anak dikelompokkan menjadi 3 yaitu leukimia, getah bening, dan tumor padat. (1) Sementara, jenis kanker yang paling umum diderita oleh anak di Indonesia adalah leukemia, kanker bola mata (Retinoblastoma), dan kanker tulang (Osteosarkoma). (2) Hingga saat ini kanker anak masih menjadi isu serius dalam bidang kesehatan. Menurut hasil Riskesdas 2018 prevalensi kanker pada usia 0-14 tahun di Indonesia sebesar 4,2%. (3)

Apa Hubungan antara Kanker dan Zat Gizi?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T213221.622

Dampak yang ditimbulkan dari penyakit kanker antara lain gangguan metabolisme, peningkatan kebutuhan zat gizi, asupan makan tidak adekuat, gangguan indra perasa dan penciuman, serta kesulitan mengunyah. (4,6) Selain itu, diperparah pula oleh pengaruh terapi anti kanker yang menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, kembung, sariawan, dan inflamasi pada mukosa membran saluran cerna, sehingga mengakibatkan penurunan asupan makan dan berdampak pada kondisi malnutrisi atau kanker kaheksia. (5) Malnutrisi pada pasien kanker selanjutnya akan memberikan efek domino pada munculnya keadaan klinis lain seperti komplikasi, infeksi, gangguan biokimia, bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf dan gagal tumbuh pada anak. (6) Berdasarkan hasil riset, status gizi pada anak sangat mempengaruhi prognosis kanker, dimana anak dengan status gizi baik akan menunjukkan respon yang lebih baik terhadap efek samping pengobatan dan mampu terhindar dari risiko infeksi. (7)

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa asupan gizi yang optimal merupakan salah satu faktor krusial untuk mencegah perburukan klinis, mempertahankan pertumbuhan normal, dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Lalu pola makan seperti apa yang dianjurkan untuk anak penderita kanker?

Anjuran Diet untuk Anak Penderita Kanker

  1. Berikan asupan karbohidrat adekuat Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi selama proses pengobatan. Sumber karbohidrat yang dianjurkan yaitu roti, tepung-tepungan, beras, dan jagung. (8)
  2. Berikan asupan protein adekuat Protein berfungsi dalam proses perbaikan jaringan rusak, peningkatan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah wasting otot. Asupan protein yang tidak memadai akan berdampak pada pemecahan otot sebagai sumber energi sehingga menghambat proses penyembuhan. Berikut beberapa sumber protein yang dianjurkan antara lain ikan, produk susu rendah lemak, daging merah tanpa lemak, telur, dan kacang-kacangan. (9)
  3. Berikan asupan lemak khususnya jenis MCT Asupan Medium Chain Triglycerides (MCT) atau lemak rantai sedang dapat mencegah kejadian diare dan mempercepat proses penyerapan. MCT secara alami dapat ditemukan pada minyak nabati seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kelapa sawit (palm oil), minyak zaitun, minyak kedelai, dan minyak jagung. (10)
  4. Lengkapi dengan asupan vitamin dan mineral Suplemen yang dianjurkan khususnya yaitu vitamin C, vitamin A, vitamin D, mineral seng, dan selenium. Pemberian vitamin dan mineral ini secara spesifik penting untuk menunjang sistem imun. (1,6)
  5. Batasi asupan natrium Dianjurkan untuk membatasi asupan natrium sebesar 4-6 gram/hari terlebih jika terdapat edema. (1)
  6. Hindari bahan makanan yang mentah, diawetkan, atau beragi Bagi pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi dianjurkan untuk membatasi asupan makanan yang beragi dan diawetkan seperti tape, brem, tempe, dan sebagainya. Selain itu, hindari pula konsumsi bahan makanan mentah seperti sushi, seafood mentah, kerang mentah, sayuran mentah, dan susu yang tidak dipasteurisasi (1)
  7. Pengaturan makan bila terdapat gejala mual muntah Mual muntah yang berlebihan akan berdampak pada hilangnya sejumlah zat gizi sehingga untuk meminimalisir hal tersebut perlu menerapkan pengaturan makan dengan tepat. Berikut beberapa anjuran makan bila terdapat gejala mual muntah yaitu berikan makanan dengan porsi kecil, hindari makanan berkuah, hindari makanan terlalu manis, berlemak, dan berbau tajam, serta berikan makanan kering seperti krakers, roti bakar, dan biskuit. (1)
  8. Berikan bahan makanan yang mengandung fitokimia dan antioksidan Bahan makanan tersebut dapat ditemukan pada buah dan sayur berwarna seperti sayuran hijau, brokoli, wortel, pisang, jeruk, anggur, dan nanas. Asupan antioksidan penting bagi penderita kanker karena berperan sebagai agen anti inflamasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. (11)

Berdasarkan pemaparan diatas, selain mendapatkan terapi pengobatan rutin, anak penderita kanker juga perlu mendapatkan tata laksana gizi yang tepat dan optimal untuk meningkatkan angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk selalu memastikan bahwa asupan gizi anak penderita kanker telah memadai serta berkonsultasi dengan para tenaga profesional terkait pemberian diet yang sesuai.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Hendarto A, dkk. Penuntun Diet Anak. Jakarta: Badan Penerbit FKUI: 2014.
  2. Kemenkes RI. Kendalikan Kanker pada Anak [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016 [cited 2023 Feb 22]. P. 1. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16021600001/kendalikan-kanker-pada-anak.html.
  3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Jakarta: 2018.
  4. Nasution HN. Kaheksia Kanker dan Tatalaksana Nutrisi pada Penderita Kanker. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 2021;21(2):189-196.
  5. Suharyati, Hartati BSA, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Jakarta: Buku Kedokteran EGC: 2019.
  6. Kurniasari FN, Harti LB, Ariestiningsih AD, Wardhani SO, Nugroho S. Buku Ajar Gizi dan Kanker. Malang: Universitas Brawijaya Press: 2017.
  7. Hakim N, Allenidekania HH. Efektivitas Asuhan Keperawatan pada Anak Kanker yang Mengalami Gangguan Nutrisi dengan Menggunakan Teori Levine: Kanker. Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik. 2018:1(1):1-14.
  8. Ririn H. Kanker : Nutrisi pada Pasien Kanker [Internet]. Rumah Sakit Kanker Dharmais. 2020 [cited 2023 Feb 20]. P. 1 . Available from: https://dharmais.co.id/news/285/Kanker-:-Nutrisi-pada-Pasien-Kanker.
  9. American Cancer Society. Nutrition for People With Cancer Benefits of Good Nutrition during Cancer Treatment [Internet]. American Cancer Society. 2018. [cited 2023 Feb 23], P. 3. Available from: https://www.cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/6711.00.pdf.
  10. Fitriani EW, Imelda E, Kornelis C, Avanti C. Karakterisasi dan Stabilitas Fisik Mikroemulsi Tipe A/M dengan Berbagai Fase Minyak. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 2016:3(1):31-44.
  11. Kinanti AP. Uji Sitotoksisitas Minuman Fungsional Berbasis Jahe (Zingiber Officinale) dan Kacang-Kacangan terhadap Sel Kanker Serviks (Sel Hela). Universitas Brawijaya: 2019.

Hallo, Sobat Ilmugiziku! Tahukah kalian bahwa tanggal 15 Februari kemarin diperingati Hari Kanker Anak Sedunia loh! Fakta yang menyedihkan, tetapi nyatanya kanker memang bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Berbicara mengenai kanker, tentunya sudah tidak asing bahwa pasien kanker diberikan intervensi berupa kemoterapi, farmakoterapi, hingga intervensi gizi. Tapi, pernahkah kalian bertanya-tanya mengenai esensi pengaturan diet yang diberikan kepada pasien dengan penyakit tertentu, khususnya penyakit kanker? Padahal, penyakit kanker tidak bisa disembuhkan dengan pemberian intervensi gizi, kenapa harus diatur pola makannya? Yuk, kita ulas mengenai peranan gizi pada penyakit kanker anak!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T082611.754

Kejadian Kanker pada Anak

Leukemia, tumor otak dan susunan saraf pusat, serta neuroblastoma merupakan jenis kanker pada anak yang paling sering ditemukan di Indonesia. Kanker merupakan penyebab kematian anak kedua terbanyak di dunia setelah trauma tidak disengaja. (1)

Penyebab kematian pasien kanker yaitu keganasan dan komplikasi infeksi. Pasien kanker berisiko mengalami malnutrisi karena adanya peningkatan kebutuhan zat gizi yang tidak diimbangi dengan peningkatan asupan makan, terlebih ketika sakit, terjadi penurunan nafsu makan. Malnutrisi juga disebabkan oleh sitokin yang dilepaskan tumor sehingga terjadi gangguan metabolisme zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat. (2)

Insidensi malnutrisi pada pasien kanker hingga 70%. (2) Prevalensi malnutrisi pada anak dengan penyakit kanker diperkirakan 6-50%. (1) Kejadian malnutrisi ini berdampak pada kualitas hidup penderita yang semakin buruk (7). Dapat kita simpulkan bahwa zat gizi memegang peranan kunci dalam penanganan kanker.

Lalu, Apa Peranan Gizi pada Treatment Kanker pada Anak?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-27T162839.855

Pasien dengan penyakit kanker, memiliki resiko mengalami malnutrisi bahkan kematian. Oleh karena itu, zat gizi menjadi komponen penting dalam penurunan risiko tersebut. Berikut ini merupakan peranan zat gizi pada treatment kanker anak :

  1. Peran zat gizi dalam farmakokinetik
    Diet yang sesuai dapat meningkatkan efektivitas terapi. Diet yang buruk berkaitan dengan peningkatan toksisitas dari treatment yang dilakukan. (3) Peningkatan toksisitas berhubungan dengan peningkatan infeksi, kekambuhan, dan penurunan survival rate (4) Malnutrisi berimplikasi pada farmakokinetik yang berpengaruh pada volume distribusi, absorpsi, metabolisme, dan clearance kemoterapi. Dampaknya, toleransi treatment pada tubuh akan berkurang. (5,6)
  2. Menurunkan morbiditas dan mortalitas
    Loeffen, dkk., dalam blbl (2019) menyatakan bahwa pada 269 pasien kanker yang mengalami kekurangan gizi memiliki survival yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien dengan gizi yang baik. (2)
  3. Mencegah Infeksi
    Kekurangan gizi dapat menurunkan pertahanan sistem imunitas dan meningkatkan infeksi yang disebabkan oleh perubahan hormonal dan respon sitokin. (2)
  4. Memaksimalkan tumbuh kembang anak Usia anak-anak merupakan masa emas dimana terjadi pertumbuhan yang pesat, dengan pemberian zat gizi dapat memenuhi kebutuhan gizi yang dapat menunjang tumbuh kembang anak. (2)
  5. Peningkatan kualitas hidup
    Malnutrisi berdampak negatif pada psikologis dan kualitas hidup pada pasien kanker. Malnutrisi dapat mempengaruhi emosi dan kognitif, interaksi sosial dan fisik. Guna meningkatkan kualitas hidup, diperlukan pendekatan non-farmakologis yang dapat menurunkan kelelahan. (2)
  6. Pencegahan munculnya komplikasi
    Dampak jangka panjang yang muncul akibat treatment pada pasien kanker anak yaitu dislipidemia, berat badan berlebih, obesitas, dan sindrom metabolik. Sehingga, pada pasien kanker diperlukan pembatasan konsumsi lemak jenuh dan meningkatkan konsumsi PUFA yang dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL
Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Ardi L. Tatalaksana Nutrisi pada Kanker Anak. Cermin Dunia Kedokteran. 2019 Sep 1;46(9):616-20..
  2. Pedretti L, Massa S, Leardini D, Muratore E, Rahman S, Pession A, Esposito S, Masetti R. Role of Nutrition in Pediatric Patients with Cancer. Nutrients. 2023 Jan;15(3):710.
  3. Joffe, L.; Ladas, E.J. Nutrition during childhood cancer treatment: Current understanding and a path for future research. Lancet Child Adolesc. Health 2020, 4, 465–475. [Google Scholar] [CrossRef] [PubMed]
  4. Sala, A.; Pencharz, P.; Barr, R.D. Children, cancer, and nutrition—A dynamic triangle in review. Cancer 2004, 100, 677–687. [Google Scholar] [CrossRef]
  5. Barr, R.D.; Stevens, M.C. The influence of nutrition on clinical outcomes in children with cancer. Pediatr. Blood Cancer 2020, 67, e28117. [Google Scholar] [CrossRef]
  6. Tripodi, S.I.; Bergami, E.; Panigari, A.; Caissutti, V.; Brovia, C.; De Cicco, M.; Cereda, E.; Caccialanza, R.; Zecca, M. The role of nutrition in children with cancer. Tumori J. 2022, 03008916221084740. [Google Scholar] [CrossRef] [PubMed]
  7. Ravasco P. Nutrition in cancer patients. Journal of clinical medicine. 2019 Aug 14;8(8):1211.

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kerusakan ginjal yang ditandai dengan hasil GFR <60mL/min/1.73 m2 selama 3 bulan atau lebih. (1) Ginjal sendiri bertanggung jawab dalam serangkaian mekanisme untuk menunjang kehidupan, seperti mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, asam basa serta pembuangan sisa metabolit tubuh. (2) beberapa gejala yang umum muncul pada penderita GGK yaitu gatal-gatal/pruritis, hal ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari loh. Fosfor menjadi salah satu zat gizi yang harus diperhatikan nih, just check it out. (3)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T175619.031

Studi menunjukkan pruritis pada pasien GGK juga ditunjukkan dengan tingginya kadar fosfor dan kalsium dalam darah. (4) Bahkan, setelah melakukan hemodialisa (HD) dengan turunnya kadar fosfor dan kalsium, pruritis pada pasien GGK juga ikut mengalami penurunan. (5) Tidak hanya itu, kadar fosfor yang tinggi juga dapat menimbulkan nyeri tulang dan sendi loh. (7) Untuk mengontrolnya, kita juga perlu mengatur asupan fosfor. (3)

Kamu perlu tahu nih, fosfor terdapat didalam semua makanan kaya protein, seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan hasil olahannya, serta serealia. Oleh karena itu, diet rendah protein pada pasien GGK juga sudah turut serta mengurangi asupan fosfor loh. (6) lalu berapa kebutuhan fosfor pada pasien GGK? Yuk kita intip tabel berikut.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T180148.830

Bisa kita simpulkan nih, pasien GGK dengan HD atau tanpa HD memiliki kebutuhan protein berbeda tetapi untuk kebutuhan fosfor relatif sama nih. Lalu apa saja bahan makanan yang mengandung fosfor tinggi? Ada susu dan produk olahannya, seperti keju, yoghurt, ice cream, milkshake, cokelat dan sejenisnya, sereal seperti havermouth, kacang polong/olahan kacang awetan, jenis kacang- kacangan lainnya. (7)
Beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk asupan enak tetapi lebih rendah fosfor yaitu :

  1. Gunakan krimer tidak berbahan dasar susu (krimer nabati), bisa banyak kamu temukan di supermarket dengan berbagai merk. Krimer nabati atau nondairy creamer bisa kamu gunakan untuk campuran sup atau minuman loh (tapi tetap perhatikan pembatasan cairan yaaa)
  2. Coba beralih pada rice milk/soy milk sebagai pengganti susu karena mereka juga mengandung rendah kalium. Bisa digunakan sebagai bahan campuran snack seperti puding atua ice cream. (7)

Gimana? Penting banget kan pengaturan diet pada pasien GGK, untuk diet lanjutan seperti bagaimana dengan diet kalium, natrium dan protein pada pasien GGK. Bisa kamu konsultasikan pada Ahli Gizi yaaa☺

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. CHEN MLW, HSU C: Controversies in nephrology: Should the K/DOQI definition of chronic kidney disease be changed? Am J Kidney Dis 42:623–625, 2003
  2. Regan, M.C.; Young, L.S.; Geraghty, J.; Fitzpatrick, J.M. Regional Renal Blood Flow in Normal and Disease States. Urol. Res. 1995,
  3. Tinôco JDS, Paiva MDGMN, Macedo BM, Cossi MS, Delgado MF, Lira ALBC. Pruritus in hemodialysis patients: association with phosphorus intake and serum calcium level. Rev Gaucha Enferm. 2018 Jul 23;39:e20170081. Portuguese, English. doi: 10.1590/1983- 1447.2018.2017-0081. PMID: 30043941.
  4. Kimata N, Fuller DS, Saito A, Akizawa T, Fukuhara S, Pisoni RL, et al. Pruritus in hemodialysis patients: results from the Japanese Dialysis Outcomes and Practice Patterns Study (JDOPPS). Hemodial. Int. 2014;18(3):657-67.
  5. Makhlough A, Emadi N, Sedighi O, Khademloo M, Bicmohamadi AR. Relationship between serum intact parathyroid hormone and pruritus in hemodialysis patients. Iran J Kidney Dis.2013;7(1):42-6.
  6. Almatsier, Sunita. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT SUN
  7. Mahan, L. Kathleen dan Janice L. Raymond. 2017. Krause’s : Food & The Nutrition Care Process. Canada: Elsevier