Penyakit ginjal terjadi karena adanya penurunan fungsi ginjal yang memiliki gejala seperti tidak nafsu makan, lemas, mual, muntah, kurang konsentrasi, kadang disertai edema, kulit kering dan gatal, serta uremia. (1) Lalu, syarat diet seperti apa saja yang perlu diperhatikan agar dapat mengurangi gejala-gejala tersebut? Yuk mari kita simak artikel di bawah ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T181312.879
  1. Protein Hewani Pada penyakit gagal ginjal kronik (HD) dibutuhkan diet tinggi protein hewani yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam amino yang hilang selama proses hemodialisis.
  2. Lemak jenuh Pembatasan lemak jenuh pada penyakit gagal ginjal kronik sebesar <10%. Jika terdapat dislipidemia, anjuran kolesterol dalam makanan sebesar <300 mg/hari.
  3. Natrium Pada penyakit gagal ginjal kronik (HD) diberikan sesuai dengan jumlah urine yang keluar dalam 24 jam, yaitu 1 gram untuk tiap 1⁄2 liter urine. Apabila tidak ada urine yang keluar, natrium 2 gram.
  4. Kalium Pada penyakit gagal ginjal kronik (HD) diberikan sesuai dengan jumlah urine yang keluar dalam 24 jam, yaitu 1 gram untuk tiap 1 liter urine. Kebutuhan kalium dapat pula diperhitungkan 40 mg/kg BB.
  5. Cairan dibatasi, yaitu sejumlah urine selama 24 jam ditambah 500-750 ml. (1)

Apa Saja Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan?

  1. Kentang
  2. Havermut
  3. Singkong
  4. Ubi
  5. Kacang-kacangan
  6. Tahu
  7. Tempe
  8. Minyak kelapa
  9. Sayur tinggi kalium (bayam, daun singkong, asparagus, kembang kol, dan kangkung)
  10. Buah tinggi kalium (pisang, belimbing, bit, alpukat, manga, semangka, dan melon). (1)

Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatik cairan, elektrolit, dan bahan-bahan organik dalam tubuh. Hal ini terjadi melalui porses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Disamping itu, ginjal mempunyai fungsi endokrin penting, seperti sintesis hormon eritropoletin serta sekresi renin dan aldosteron, mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif, dan degradasi berbagai jenis hormon. Diet pada penyakit ginjal ditekankan pada pengontrolan asupan energi, protein, cairan, elektrolit natrium, kalium, kalsium, dan fosfor. (2)

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Persatuan Ahli Gizi Indonesia Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Suharyati, Hartati B, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2019.
  2. Almatsier, Sunita. Penuntun Diet. Almatsier S, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2010.

Masa pubertas merupakan masa yang terjadi pada usia remaja. Pubertas pada remaja putri ditandai dengan terjadinya menstruasi pertama kali (menarche). Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan menstruasi salah satunya yaitu nyeri haid (dismenore).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T184931.862

Kunyit asam sebagai obat nyeri dismenorea

Indonesia kaya akan rempah-rempah yang bisa dijadikan alternatif pengobatan. Sebuah tradisi masyarakat Indonesia yang biasa kita sebut jamu. Bahan-bahan yang biasa diolah menjadi obat herbal oleh masyarakat antara lain kunyit, jahe, temulawak, yang banyak mengandung bahan yang bisa diolah membuat jamu (6). Jamu bisa menjadi obat tradisional yang sangat bisa diandalkan masyarakat, khususnya jamu kunyit asam, yang sudah terkenal di masyarakat menjadi salah satu obat tradisional (Rosa, 2016) (6).

Kunyit asam merupakan salah satu jenis ramuan atau produk herbal yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk meredakan rasa tidak nyaman dan nyeri saat haid. Dismenore merupakan nyeri sebelum atau selama menstruasi, ini merupakan salah satu masalah ginekologik yang paling umum terjadi pada remaja putri (Gustina, 2022) (6).

Menurut WHO, sekitar 1 miliar manusia atau 1 di antara 6 populasi di dunia adalah remaja. Tingkat dismenore sangat tinggi di seluruh dunia, rata-rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami dismenore. Angka kejadian nyeri menstruasi di Indonesia mencapai 60-70%, kejadian dismenore tipe primer di Indonesia adalah sekitar 54,89%, sedangkan sisanya menderita tipe sekunder (2).

Banyak faktor yang menjadi pemicu dismenore tetapi faktor endokrin memainkan peran penting dalam kausalitas terjadinya dismenore dari waktu ke waktu sel endometrium menstruasi mengeluarkan prostaglandin (2). Ramuan atau produk jamu apotek herbal saat ini sedang dikembangkan pilihan utama bagi wanita muda yang ingin menghilangkan rasa sakit tanpa mendapatkan efek samping (2).

Informasi dari IOT (Industri Obat Tradisional) dan IKOT (Industri Kecil Obat Tradisional) dari 4.187 terdapat 40% masyarakat menggunakan kunyit sebagai pengobatan dan 10% masyarakat mengonsumsi kunyit untuk mengurangi nyeri waktu haid. Secara alamiah, minuman kunyit asam mengandung bahan aktif kurkumin, yang bertindak sebagai pereda nyeri, antipiretik dan anti inflamasi. Dijelaskan dalam penelitian (Leli, 2011) kandungan kurkumin tersebut kunyit dan antosianin dalam asam Jawa menghambat rekasi Cyclooxygenase (COX-2) sehingga dapat dicegah atau mengurangi peradangan terjadi (2).

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kandungan curcumine dan anthocyanin pada kunyit asam dapat menghambat reaksi cyclooxygenase (COX), yang berarti dapat mengurangi terjadinya peradangan dengan cara mengurangi atau bahkan mencegah kontraksi rahim. Dalam hal ini, mekanisme kerja yang mencegah kontraksi rahim dengan bantuan curcumine adalah mengurangi aliran ion kalsium (Ca2+) ke saluran kalsium sel epitel rahim. Selain itu, kandungan beberapa zat seperti tannins, saponins, sesquiterpenes, zat alkaloid dan zat phlobotamins juga memengaruhi sistem saraf otonom, yang dapat memengaruhi otak untuk mengurangi kontraksi rahim (4). Curcomenol sebagai analgesik mencegah pelepasan PG yang berlebihan (Norton, 2008) (4).

Asam (asam Jawa) mengandung bahan aktif sebagai anti inflamasi, antipiretika, dan penenang. Selain kunyit dan asam, salah satu bahan herbal yang di gunakan untuk mengurangi nyeri adalah jahe (Zingibers Officinale Rosc.). Menurut Kinanti (2013) jahe bermanfaat sebagai analgesik, antipiretik, dan anti inflamasi (4). Selain ekstrak kunyit asam, nyeri bisa diredakan dengan jahe. Jahe mengandung minyak Atsiri zingiberene (zingirona), gingerol, flandren, zingiberol, bisabilene, curcumin, vitamin A dan resin pahit. Zat ini mampu menghambat serotonin, suatu neurotransmitter yang disintesis dalam neuron serotonergik sistem saraf pusat dan sel enterochromaffin saluran pencernaan. Jahe dipercaya mampu memberikan rasa nyaman dan meredakan beberapa penyakit perut serta memberikan rasa nyaman pada perut (Ahmad, 2013) (4). Selain itu, di dalam rimpang jahe mengandung aleoresoin yang memiliki efek antioksidan lebih kuat dari vitamin E, dan gingreol memiliki sifat antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah. Zat ini tentu sangat membantu dalam pengeluaran darah haid (4.)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T183800.800

Apa saja manfaat kunyit asam?

Masyarakat Indonesia masih sering menggunakan obat-obatan herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Wanita yang sedang menstruasi seringkali mengalami berbagai gejala yang mengganggu. Minuman ramuan kunyit asam Jawa yang secara tradisional dipercaya dapat meredakan gejala tersebut. Yuk simak lebih lanjut manfaat kunyit asam saat haid di bawah ini:

  1. Antioksidan Mengandung zat anti jamur, bakteri, dan parasit yang membantu mengatasi radang hingga mencegah kanker (5).
  2. Meredakan kram perut saat haid Manfaat kunyit asam dalam mengobati haid sudah banyak diketahui. Kunyit diyakini dapat meningkatkan efek obat antiinflamasi nonsteroid, atau NSAID. Hal ini membuat ramuan ini lebih efektif meredakan kram perut saat haid (4).
  3. Menurunkan berat badan Kunyit dan asam secara individual sama-sama efektif untuk menurunkan berat badan. Manfaat tersebut tentunya akan lebih maksimal dengan menggabungkan kedua bahan alami tersebut. Kurkumin dan berbagai senyawa fitonutrien yang terdapat pada asam Jawa merupakan senyawa antioksidan dan anti inflamasi. Jadi, keduanya bekerja menghambat respon peradangan pada sel- sel tubuh, termasuk sel pankreas, lemak, dan otot (1).
  4. Mencegah dan mengatasi jerawat di wajah Manfaat kunyit asam dalam mengobati jerawat sudah lama dikenal. Seringkali wanita menjelang menstruasi mengalami jerawat hormonal di wajahnya, namun semua itu bisa diatasi dengan kunyit asam Jawa. Kunyit asam dapat mengurangi peradangan dan mencegah jerawat karena vitamin A dan C yang terdapat pada kunyit (3).
  5. Mencerahkan kulit Kunyit asam mengandung vitamin C yang merangsang produksi kolagen yang menjadikan kulit lebih cerah dan awet muda (6).
  6. Mengelola suasana hati Salah satu gejala yang terjadi saat menstruasi adalah perubahan suasana hati. Kabar baiknya, kunyit telah terbukti memiliki kemampuan untuk mengobati gejala depresi yang tentunya dipengaruhi oleh perubahan suasana hati yang tidak normal (4).
  7. Mengatasi haid tidak teratur Kunyit telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi siklus haid yang tidak teratur. Namun, belum banyak penelitian yang mendukung manfaat ini. Kandungan antiradang pada kunyit disebut-sebut mampu mengurangi peradangan pada tubuh. Kebaikan ini mungkin terkait dengan kemampuannya untuk mengembalikan siklus menstruasi yang tidak teratur (4).
  8. Mengurangi darah haid yang keluar berlebihan Asam Jawa atau tamarind yang juga menjadi bahan utama dalam ramuan asam Jawa dan kunyit ini mengandung beberapa antioksidan. Kandungan ini dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengontrol pendarahan yang berlebihan (4).
  9. Meredakan nyeri haid Sebuah studi yang diterbitkan dalam Biomedical and Pharmacology Journal menemukan bahwa kunyit efektif mengurangi nyeri haid pada 32 wanita berusia 15-18 tahun. Efek pereda nyeri kunyit didasarkan pada kandungan kurkumin, minyak atsiri, antosianin, dan tanin. Saat dikonsumsi, kunyit menghambat produksi prostaglandin, hormon pemicu nyeri pada tubuh (4).
Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Adelia Marista Safitri. 7 Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan yang Menjanjikan. hellosehat.com. 2022 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/berbagai-manfaat-kunyit-asam/
  2. Asroyo, Teguh., Nugraheni, Tiyas Putri., et al (2019). Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam Sebagai Terapi Dismenore terhadap Penurunan Skala Nyeri. Indonesia Jurnal Farmasi, 4(1), 24-28.
  3. Claudia Angelista Jeheskiel & Amanda. 14 Manfaat Kunyit Asam: Jamu Daya Tahan hingga Atasi Haid. tokopedia.com. 2022 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/manfaat-kunyit-asam- hlt/
  4. Kusteja, Nadya Fauzia., Herliani, Yulia., & Khairiyah (2019). Kunyit Asam Efektif Mengurangi Nyeri Dismenorea. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 15(1), 62-67.
  5. Nina Hertiwi Putri. Manfaat Kunyit Asam untuk Haid Ternyata Bukan Mitos Belaka. sehatq.com. 2021 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-kunyit-asam-untuk-haid
  6. Purwati, Rati., Sari, Evin Noviana., et al (2022). Penyuluhan Tentang Manfaat Minuman Kunyit Asam terhadap Penurunan Skala Nyeri Disminorea Pada Siswa Madrasah Aliyah. Jurnal Abdi Mercusuar, 2(1), 38-45.

Kamu sering ngerasa nyeri perut saat menstruasi? Rasanya mules seperti diremas remas, duh ampun deh sakitnya. Tak kenal usia pula, dari yang baru pertama mens sampai usia 25 tahun keatas bisa loh mengalami itu. Sebenernya apa bisa kita cegah biar tiap mens bisa tetap happy dan tidak meringis kesakitan? Bisa dong dengan GGL tentunya, yuk mari kita cari tau lebih lanjut…

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T185722.864

Nyeri menstruasi atau bahasa medisnya dysmenorrhea sering menjadi gejala penyerta saat mens. Biasanya, nyeri dirasakan di perut bagian bawah, bahkan bisa sampai bagian punggung. (1) Rasa sakit ini akan berlangsung selama dinding rahim berkontraksi. Hormone prostaglandin yang tinggi menjadi pemicu terjadinya kontraksi loh. Kamu juga harus tau jika level prostaglandin ini dipengaruhi salah satunya konsumi gula, garam dan lemak (GGL). (2,3)

Gula, garam dan lemak biasanya banyak kita temukan dalam makanan cepat saji atau makanan kemasan. (4) Tidak hanya itu, makanan yang kita olah sendiri pun terkadang penggunaan GGLnya masih berlebihan. Lantas, berapa normalnya dong? Menurut KEMENKES sendiri dalam Permenkes No. 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi GGL bisa kita hafal dengan mudah yaitu G4 G1 L5. G4 yaitu anjuran konsumsi gula/orang/hari adalah 10% dari total energi (200Kkal) atau setara dengan 50gram/orang/hari atau 4 sendok makan/orang/hari. Selanjutnya, G1 yaitu anjuran konsumsi garam/orang/hari adalah 2000mg natrium atau setara 5gram/orang/hari atau 1 sendok teh/orang/hari. Terakhir, L5 yaitu anjuran konsumsi lemak/orang/hari adalah 20-25% dari total energi (702Kkal) atau setara dengan 67gram/orang/hari atau 5sdm/orang/hari. (5)

Tidak hanya pemakaian GGL dalam masakan saja ya, perlu kamu tau GGL dihitung dari seluruh asupan makan per hari. Gula bisa juga kita temukan dalam minuman dan makanan kemasan loh, jadi jangan lupa baca label nutrition fact ya.. Selain itu, untuk garam perhatikan juga penggunaan vetsin/micin, kecap dan makanan cepat saji/frozen food. (5)

Tapi, kamu tipe orang yang suka jajan? Suka manis-manis? Bisa loh kamu coba mengganti kebiasaan minum-minuman manis dengan minum air putih. Menurut KEMENKES saja minum air putih minimal 8 gelas/hari. Hayoo kamu sudah belum? Menurut penelitian, minum air putih saja dapat menurunkan konsentrasi vasopressin. Vasopressin sendiri ikut berpengaruh pada kontraksi dinding rahim.(7) Tapi jika kamu tidak terbiasa memang awalnya sulit, coba deh kamu punya 1 botol 2 Liter, ada jam minumnya juga. Lalu kamu bisa hias selucu mungkin kemudian letakkan didekat kamu. Biasanya kamu akan termotivasi untuk menghabiskan air dalam botol tersebut. “Waaah, udah jam 9 ini tapi aku belum minum”.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-05T190221.829

Kebutuhan diatas tentu untuk kondisi orang normal tanpa komplikasi yaaa, jika terdapat komplikasi seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, gangguan ginjal atau sejenisnya tentu kebutuhannya berbeda dan bisa dikonsultasikan dengan ahli gizi ya

Pesan ini bisa kita temukan dalam tumpeng gizi, wah keren gak tuh sebenernya hidup sehat dengan mematuhi tumpeng gizi ala gizi seimbang udah cukup loh. Tidak hanya memerhatikan asupan saja, tapi juga pola hidup seperti aktivitas fisik, memantau berat badan dan juga peilaku hidup bersih dan sehat.(5)

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Irianto, K. (2014). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung: Alfabet.
  2. Barcikowska Z, Rajkowska-Labon E, Grzybowska ME, Hansdorfer-Korzon R, Zorena K. Inflammatory markers in dysmenorrhea and therapeutic options. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(4):1–14.
  3. Ozerdogan N, Sayiner D, Ayranci U, Unsal A, Giray S: Prevalence and predictors of dysmenorrhea among students at a university in Turkey. Int J Gynaecol Obstet 2009; 107: 39– 43.
  4. Anisa, M. V. (2015). Hubungan Status Gizi, Menarche Dini, Dan Perilaku Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMAN 13 Bandar Lampung. Fakultas Kedokteran.
  5. Permenkes No. 30 Tahun 2013
  6. Kazemi A, Bokaee M, Shirinkam F. Effect of water load on intensity of primary dysmenorrhea. J Babol Univ Med Sci. 2001;3(3):17–20.
  7. Fernández-Martínez E, Onieva-Zafra MD, Parra-Fernández ML. Lifestyle and prevalence of dysmenorrhea among Spanish female university students. PLoS ONE. 2018;13:e0201894.

Perilaku picky eater (pemilih makanan) mungkin sudah menjadi hal yang biasa terjadi pada balita, di Indonesia mencapai 60,3%.(1) Perilaku ini biasanya terjadi ketika anak menginjak usia 2 hingga 3 tahun.(2) Hal tersebut akan menjadikan anak susah menerima makanan jika tidak sesuai dengan yang dikehendakinya dan kurang menikmati makanannya.(3) Perilaku tersebut berkaitan dengan jarangnya orang tua dalam mengenalkan makanan pada anak. Anak yang picky eater cenderung terbatas variasi makanannya dan memiliki berat badan yang lebih rendah dibanding yang tidak picky eater.(4) Apabila asupan zat gizi tidak terpenuhi akan menyebabkan gangguan pertumbuhan.(5)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-27T234739.468

Tidak selalu anak yang menolak makanan berarti tidak suka dengan makanan tersebut, yang terpenting adalah berusaha agar anak terus bisa mencoba berbagai jenis makanan. Coba untuk memperkenalkan anak melalui sensori sentuhan terhadap makanan seperti membuat permainan menggunakan makanan atau bahan makanan.(6) Kuncinya yaitu membuat suasana makan yang menyenangkan dan nyaman, seperti permainan tebak makanan yang disentuh.(7) Jangan terlalu mempermasalahkan jika berantakan, karena mereka masih dalam tahap belajar.(6)

Salah satu cara yang bisa dicoba juga yaitu messy play menggunakan makanan. Messy Play merupakan jenis permainan yang merangsang sensor motorik halus dan kasar. Permainan ini dilakukan anak baik di alam terbuka maupun di dalam ruangan dan membuat tubuh anak menjadi kotor.(8) Membiasakan diri dengan makanan, barang dan minuman dengan mengkoordinasikan panca indera melalui sentuhan, bau, rasa, pendengaran dan penglihatan melalui bermain.(9)

Bahan makanan yang digunakan dalam kegiatan messy play disesuaikan dengan kemampuan menelan anak. Anak harus merasa nyaman dengan setiap tahap sebelum maju ke tahap berikutnya. Terdapat tahapan dalam messy play dengan makanan, sebagai berikut : (9)

  1. Berpura-pura bermain, menggunakan makanan mainan dengan tekstur berbeda – plastik, kayu dan sebagainya, dengan bermain imajinatif menggunakan mainan favorit
  2. Menggunakan makanan kering, berkembang dari tekstur kering kasar menjadi semakin halus, seperti sereal, pasta mentah, kacang kering dan kacang polong, permen keras, lentil, tepung
  3. Menggunakan makanan basah, tekstur basah hingga cairan dan tekstur campuran. Contoh:
    1. konsistensi basah (adonan roti)
    2. konsistensi basah dan lengket (pasta yang dimasak, lentil yang direndam semalaman, kentang tumbuk instan)
    3. konsistensi basah, semi-padat (jelly, mousse, yoghurt, selai)
    4. konsistensi cair dan basah (menuangkan custard, menuangkan krim, coklat leleh)
    5. tekstur campuran (pasta dan saus, pizza dengan topping, krim, saus tomat, spageti yang dimasak, biskuit)

Peralatan dapat digunakan untuk lebih mengembangkan messy play, misalnya: mainan binatang, kendaraan, cetakan, penggulung, pisau tumpul, saringan, pemotong kue, corong, bola untuk digulung, wadah berukuran berbeda, bentuk pencetakan buah dan sayuran. Food play semacam itu bisa diterapkan untuk mencegah atau menangani perilaku susah makan atau pilih- pilih makanan yang mungkin bisa juga dipengaruhi oleh masalah pertumbuhan, kekurangan gizi, kerusakan gigi, dehidrasi dan sembelit parah.(9)

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kusuma, H. S., Bintanah, S., & Handarsari, E. Tingkat Kecukupan Energi dan Protein pada Status Balita Pemilih Makan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Semarang. The 3rd University Research Colloquium. 2016: 557–564.
  2. Utami, F. B. Picky eater Pada Anak Kota : Studi Kasus Anak Usia 3-4 Tahun. Jurnal Sosioreligi. 2016;14(2):79–86.
  3. Cerdasari, C., Helmyati, S., & Julia, M. Tekanan untuk makan dengan kejadian Picky eater pada anak usia 2-3 tahun. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2017;13(4), 170–178.
  4. Chao, H. C., & Chang, H. L. Picky Eating Behaviors Linked to Inappropriate Caregiver– Child Interaction, Caregiver Intervention, and Impaired General Development in Children. Pediatrics and Neonatology. 2017;58(1):22–28.
  5. Antoniou, E.E., Roefs, A., Kremers, S.P.J., Jansen, A., Gubbels, J.S., Sleddens, E.F. C., & Thijs, C. Picky Eating And Child Weight Status Development: A Longitudinal Study. Journal of Human Nutrition and Dietetics. 2016;29(3):298–307.
  6. Department of Education and Early Childhood Development. Healthy Eating and Play for Toddlers (1-2 Years). The Royal Children’s Hospital Melbourne. 2013:1-2.
  7. Skills for Living Occupational Therapy Advice for: Picky Eaters (Internet). County Durham and Darlington NHS Foundation Trust. 2021 (Cited 2021 October 22). p 1-5. Available from:https://www.cddft.nhs.uk/media/659640/feeding%20resource%20pack.pdf
  8. Rochmah,L dan Vanda,R. Penerapan Bermain Messy Play Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Tk Kelompok A. EDUCHILD. 2017;6(1):35-41.
  9. Messy Play with Food (Internet). Wirral Health and Community NHS Foundation Trust. 2020 (Cited 2021 October 22). p 1-2. Available from: https://www.wchc.nhs.uk/content/uploads/2020/08/MessyPlay_V2.pdf.

Telinga merupakan salah satu organ yang berfungsi sebagai pendengaran dan keseimbangan (1). Masih banyak orang yang tidak mengetahui cara menjaga dan merawat telinga dengan benar, padahal hal tersebut berguna untuk menghindari terjadinya gangguan pendengaran dan keseimbangan. Gangguan pendengaran ini dapat terjadi karena beberapa faktor yang menyebabkan kehilangan kemampuan dalam mendengar frekuensi suara normal (2). Ternyata asupan gizi seseorang dapat mempengaruhi fungsi pendengaran itu sendiri loo, yuk simak artikel terkait sumber asupan bergizi mempengaruhi fungsi pendengaran.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-03T104803.080

Pengertian telinga dan pendengaran

Telinga merupakan salah satu organ yang berfungsi sebagai pendengaran dan keseimbangan (1). Proses dalam mendengar ini merupakan proses menangkap energi bunyi oleh daun telinga berupa gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea (3). Dalam menjaga dan merawat kesehatan telinga yang dapat mempengaruhi sistem pendengaran serta keseimbangan, berikut merupakan beberapa kebiasaan yang perlu dihindari dan diperhatikan untuk menjaga kesehatan telinga (4).
a. Hindari Mengorek Telinga Terlalu Sering
b. Hindari Mendengarkan Suara Terlalu Keras
c. Hindari Penggunaan ear candle
d. Jaga Kondisi Telinga Tetap Kering
e. Lakukan Pemeriksaan Telinga Secara Rutin

Hubungan makanan dan pendengaran

Perlu diketahui bahwa asupan makanan bergizi dapat mempengaruhi kesehatan pendengaran lho, seperti halnya asupan gizi pada bahan pangan wortel, atau tomat mampu menjaga kesehatan penglihatan. Dalam mengurangi beban terjadinya gangguan pendengaran faktor gizi dianggap mampu menjadi langkah pertama untuk pencegahan dan potensi perbaikan kerusakan pendengaran sebelum mencapai keadaan irreversibel (permanen) (5). Tidak ada diet khusus dalam mengatasi masalah pendengaran akan tetapi pola makan yang baik mampu menjaga kesehatan pendengaran dan mengurangi berkembangnya masalah pendengaran, sementara pola makan yang buruk dapat meningkatkan risikonya (7).

Penelitian terkait gizi untuk pendengaran telah dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui zat gizi yang berperan penting dalam sistem pendengaran serta menentukan mekanisme yang mempengaruhi gangguan pendengaran (5). Kejadian gangguan pendengaran ini dapat meningkat apabila kita kekurangan mikronutrien tunggal seperti vitamin A, B, C, D, dan E, seng, magnesium, selenium, besi serta yodium. Adapun asupan karbohidrat, lemak, kolesterol yang terlalu tinggi dan protein yang rendah ini mampu memperburuk status pendengaran (6).

Zat Gizi Dalam Menjaga Kesehatan Pendengaran

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-03T110233.438

Dalam beberapa makanan terdapat kandungan gizi yang mampu bekerja dalam menjaga dan melindungi pendengaran dari gangguan pendengaran serta mengurangi risikonya, Menurut penelitian, mengonsumsi makanan kaya sayur dan buah dapat menurunkan risiko gangguan pendengaran hingga 30%. Kalium, seng, asam folat, dan magnesium adalah empat mineral penting yang terkait dengan peningkatan kesehatan pendengaran (8). Berikut merupakan zat gizi yang terdapat dalam bahan pangan:

  1. Magnesium
    Magnesium dapat membantu menjaga fungsi saraf dan membantu melindungi sel-sel rambut di telinga bagian dalam saat terkena suara keras. Magnesium juga dapat membantu meningkatkan aliran darah, sementara kekurangan magnesium dapat menyebabkan kekurangan oksigen. Jadi, makanlah lebih banyak makanan kaya magnesium, dengan beberapa bahan pangan berikut. Cokelat hitam, biji labu, biji rami, kacang-kacangan (terutama kacang Brazil, kacang mete, dan almond), biji-bijian, alpukat, salmon, polong- polongan, kangkung, bayam, dan pisang.
  2. Potasium/ Kalium
    Penurunan kadar cairan di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gangguan pendengaran, tetapi mendapatkan cukup potasium dapat membantu mengatur cairan di dalam tubuh. Bertambahnya usia menyebabkan kadar potasium menurun, jadi pastikan mendapatkan cukup makanan kaya potasium dalam asupan harian, dengan beberapa bahan pangan berikut. Mentimun, jamur, ubi jalar, kentang, telur, pisang, aprikot, blewah, jeruk, kacang polong, alpukat, bayam, kelapa, semangka, dan edamame.
  3. Asam Folat
    Sirkulasi yang tepat membantu menjaga sel-sel rambut telinga bagian dalam tetap sehat, sehingga dapat dimengerti bahwa mendapatkan cukup folat dalam asupan makanan dapat membantu mencegah gangguan pendengaran. Berikut merupakan bahan pangan dalam menjaga dan melindungi kesehatan pendengaran. Kubis Brussel, kangkung, bayam, brokoli, kacang polong, kacang merah, buncis, hati, sereal sarapan yang diperkaya, biji-bijian, lemon, melon, pisang, telur, kacang tanah, dan biji bunga matahari.
  4. Seng
    Seng/Zinc dapat membantu pertumbuhan sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu menangkal infeksi telinga. Asupan seng ini dapat menurunkan berkembangnya tinitus dan presbikusis. Dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan dan meningkatkan tingkat kesembuhan dengan menambahkan lebih banyak makanan kaya seng, Berikut merupakan bahan pangan dalam menjaga dan melindungi kesehatan pendengaran. Cokelat hitam, oatmeal, yogurt, kacang-kacangan, lentil, kacang tanah, kacang mete, tiram, lobster, kepiting, babi, daging sapi, ayam daging hitam, jamur, kangkung, bayam, bawang putih, dan biji labu.
  5. Omega -3
    Omega-3 ini sering diabaikan, tetapi mendapatkan cukup asam lemak dalam makanan dapat membantu menjaga telinga berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia. Asam lemak omega-3 dapat membantu menunda atau mencegah gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia. Jadi, pastikan menambahkan lebih banyak makanan berikut ke piring kamu: Kenari, biji rami, biji chia, telur fortifikasi, susu fortifikasi, biji rami, krokot, kubis Brussel, bayam, sarden, tuna, mackerel, herring, tiram, dan salmon (9).

Makanan Yang Harus Dihindari dan Dikurangi

Berikut merupakan beberapa makanan dan bahan oangan yang harud dihindari dan dikurangi dalam menjaga kesehatan pendengaran ataupun mengurangi risiko timbulnya gangguan pendengaran serta pada penderita gangguan pendengaran (10).

  1. Minyak nabati, karena mengandung terlalu banyak asam lemak Omega 6. Sebaliknya, gunakan minyak EVOO atau Canola, yang kaya akan Omega 3.
  2. Minyak Margarin, sebagian banyak ditemukan pada makanan olahan.
  3. Daging berlemak tinggi, terutama yang diolah dengan nitrat/nitrit (pengawet)
  4. Susu murni 2%, gunakan pengganti susu seperti almon, nasi, atau santan
  5. Keju krim, ganti dengan keju kambing atau sebagian ricotta organik skim
  6. Keju olahan, seperti keju Amerika – pilihlah keju keras organik/makan rumput
  7. Gula dan pemanis buatan, batasi atau ganti dengan Stevia, madu, atau sirup maple asli
  8. Karbohidrat olahan, ini termasuk roti putih, pasta, dan makanan apa pun yang mengandung tepung “diperkaya”, yang berarti zat gizi telah dihilangkan dari biji-bijian
  9. Natrium, hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi harus mempertahankan rasio kalium terhadap natrium yang lebih tinggi. Makanan kemasan dan olahan memiliki terlalu banyak natrium.
  10. Bahan kimia/pestisida, mencuci bahan pangan yang dibeli, atau beli prooduk organik.

Hubungan antara pendengaran dan nutrisi sangat signifikan, tetapi ini adalah sesuatu yang tidak disadari banyak orang. Jika ingin melindungi kesehatan telinga, penting untuk menyadari apa dimakan dan memberi tubuh semua nutrisi yang tepat. Namun, orang dengan pola makan sehat pun bisa mengalami gangguan pendengaran. Maka, ayo perhatikan kembali asupan makanan, dan sayangi kesehatan pendengaran.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Syaiffudin. 2004. Anatomi Fisiologi Telinga. Jakarta: EGC
  2. Pangemanan, G. E., Runtuwene, J., & Pelealu, O. C. 2021. Hubungan Obesitas Dengan Gangguan Pendengaran. Jurnal Biomedik: JBM, 13(3), 274-281.
  3. WHO. 2015. A review: Hearing loss due to recreational exposure to loud sounds.
  4. Kementerian Kesehatan Pelayanan Kesehatan. 2022. Cara Menjaga Kesehatan Telinga. Diakses [13 Januari 2023] link: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/836/cara-menjaga-kesehatan- telinga
  5. Jung, S. Y., Kim, S. H., & Yeo, S. G. 2019. Association of nutritional factors with hearing loss. Nutrients, 11(2), 307.
  6. Lee, J., Lee, J. H., Yoon, C., Kwak, C., Ahn, J. J., Kong, T. H., & Seo, Y. J. 2022. Relationship between Nutrient Intake and Hearing Loss According to the Income Level of Working-Aged Adults: A Korean National Health and Nutrition Survey. Nutrients, 14(8), 1655.
  7. https://audiologyandhearingaids.net/feed-your-ears-nutrition-and-hearing/ [diakses 20/02/2023]
  8. https://hoffmannaudiology.com/blog/7-foods-for-better-hearing [diakses 20/02/2023]
  9. https://thenewyorkhearingcenter.com/2020/11/foods-that-improve- hearing/ [diakses 20/02/2023]
  10. https://www.hearinghealthassoc.com/hearing-health-associates-va- blog/nutrition-and-hearing-top-foods-to-consume-and-avoid [diakses 20/02/2023]

Gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan yang telah umum terjadi. Angka insidensi kasus gangguan pendengaran di berbagai kalangan usia sangat bervariasi, setidaknya 10% anak-anak di dunia mengalami gangguan pendengaran dan meningkat jumlahnya sebesar 30% pada populasi berusia > 65 tahun. (1) Namun faktanya masalah tersebut belum mendapatkan perhatian serius dari masyarakat. Tak sedikit pula yang masih awam dan belum mengetahui peranan zat gizi terhadap pendengaran. Lalu apa peran zat gizi terhadap kualitas pendengaran? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan pada artikel ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-03T102118.660

Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor genetik dan paparan lingkungan. Tak hanya itu, faktor dari segi gizi memiliki peran penting terhadap kejadian gangguan pendengaran. (2) Gangguan pendengaran yang berkepanjangan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang serta komunikasi dan hubungan dengan sesama. (3) Bahkan, mengakibatkan kerugian di bidang pendidikan dan ekonomi. (4) Tentu saja, setiap orang tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, bila menginginkan kualitas pendengaran yang baik, yuk konsumsi zat gizi berikut ini!

Bahan Makanan yang Baik Untuk Menjaga Kesehatan Pendengaran

Tak perlu khawatir ataupun bingung dalam memilih bahan makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan pendengaran karena umumnya bahan-bahan tersebut cukup beragam dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh bahan makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan kualitas pendengaran:

  1. Pisang
    Kandungan magnesium dan kalium pada pisang berperan penting dalam menjaga kesehatan pendengaran. (3)
  2. Mangga
    Mangga merupakan salah satu buah sumber antioksidan berupa vitamin A, C, dan E. Beberapa studi menunjukkan bahwa bising dapat memicu produksi radikal bebas pada koklea sehingga menyebabkan kerusakan pada sel di koklea, sementara antioksidan berperan penting dalam menekan produksi radikal bebas. (1)
  3. Sayuran hijau
    Sayuran hijau seperti bayam, asparagus, dan brokoli merupakan sumber zat besi dan asam folat. Kekurangan asupan zat besi akan menyebabkan kerusakan iskemik, sehingga suplai darah ke koklea berkurang. Sedangkan asam folat berperan penting dalam memperlambat progresivitas kerusakan sistem pendengaran. (1)
  4. Ikan
    Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi ikan terutama yang tinggi kandungan Omega-3 berkaitan dengan peningkatan kualitas pendengaran. (5) Asupan asam lemak tak jenuh seperti Omega-3 dapat meningkatkan suplai darah ke koklea sehingga meningkatkan kepekaan pendengaran. (3) Jenis ikan yang banyak mengandung Omega-3 antara lain ikan kembung, patin, tuna, salmon, hering, dan makarel. (6)
  5. Kacang-kacangan
    Kacang-kacangan mengandung zinc yang dapat meningkatkan sistem imun sehingga sistem pendengaran tidak mudah mengalami infeksi. (3)

Bahan Makanan yang Dapat Mengganggu Kesehatan Pendengaran

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-03T103545.818

Berikut adalah beberapa bahan makanan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan pendengaran antara lain:

  1. Minuman manis dan bersoda
    Asupan minuman manis dan bersoda yang berlebih berkorelasi dengan kualitas pendengaran yang buruk. (5) Minuman manis dan bersoda merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, dimana penyakit kardiovaskular akan menyebabkan berkurangnya kualitas pendengaran. (7)
  2. Junk food
    Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi junk food berhubungan dengan penurunan kualitas pendengaran baik pada perempuan maupun laki-laki. Semakin meningkatnya BMI dan massa lemak tubuh sebagai akibat konsumsi junk food maka kesehatan sistem pendengaran akan semakin buruk. (5)
  3. Minuman beralkohol
    Konsumsi alkohol berlebih akan menyebabkan gangguan suplai darah ke koklea, sehingga berakibat pada hipoksia, kerusakan iskemik, stress oksidatif, serta berkurangnya kepekaan saraf pendengaran. (7)

Berdasarkan ulasan diatas dapat diketahui bahwa begitu penting peran zat gizi dalam menjaga kualitas pendengaran. Kesehatan pendengaran sangat dipengaruhi oleh bahan makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih asupan zat gizi yang baik untuk menjaga kesehatan pendengaran.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Puga AM, Pajares MA, Varela-Moreiras G, Partearroyo T. Interplay between nutrition and hearing loss: state of art. Nutrients, 2018:11(1):35.
  2. Rodrigo L. Campos-Asensio C, Rodríguez MÁ, Crespo I, Olmedillas H. Role of nutrition in the development and prevention of age-related hearing loss: A scoping review. Journal of the Formosan Medical Association, 2021:120(1):107-120.
  3. Jung SY, Kim SH, Yeo SG. Association of nutritional factors with hearing loss. Nutrients, 2019:11(2):307.
  4. Aditomo R, Wijayanti RS, Yanuarista GS. Penyuluhan Deteksi Gangguan Pendengaran pada Usia Lanjut di Wisma Lansia “Harapan Asri”. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 2022:4(6):9083-9086.
  5. Spankovich C, Le Prell CG. The role of diet in vulnerability to noise-induced cochlear injury and hearing loss. The Journal of the Acoustical Society of America, 2019:146(5):4033-4043.
  6. Handayani SS, Gunawan ER, Kurniawati L, Murniati M, Budiarto LH. Analisis asam lemak omega-3 dari minyak kepala ikan sunglir (Elagatis bipinnulata) melalui esterifikasi enzimatik. Jurnal Natur Indonesia, 2013:15(2):75-83.
  7. Sardone R, Lampignano L, Guerra V, Zupo R, Donghia R, Castellana F, Quaranta N. Relationship between inflammatory food consumption and age-related hearing loss in a prospective observational cohort: Results from the salus in apulia study. Nutrients, 2020:12(2):426.