Kanker ialah suatu penyakit tidak menular dengan ditandai sel/jaringan menyebar dan berkembang secara abnormal, dan tidak terkendali dari satu bagian ke bagian lainnya didalam tubuh penderita (1). Penyebab munculnya kanker ini yaitu disebabkan faktor genetik, faktor karsinoma (zat kimia, radiasi, virus, hormon, dan iritasi kronis), dan faktor perilaku atau gaya hidup (merokok, pola makan tidak sehat, alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik), akan tetapi kematian akibatkan kanker ini paling banyak disebabkan oleh perilaku dan pola makan yaitu sebesar lebih dari 30% (2). Terdapat beberapa jenis kanker yang diderita oleh wanita yaitu kanker payudara, serviks, paru, dan ovarium (3). Yuk simak artikel ini yang membahas terkait asupan makanan bergizi yang mempengaruhi penyakit kanker payudara.

1. Pengertian Kanker

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-19T074613.508

Kanker payudara merupakan kanker yang timbul pada sel-sel lapisan (epitel) duktus (85%) atau lobulus (15%) pada jaringan kelenjar payudara. Awalnya, pertumbuhan kanker terbatas pada saluran atau lobulus (“in situ”) di mana umumnya tidak menimbulkan gejala dan memiliki potensi penyebaran yang minimal (4). Menurut Data Globocan tahun 2020 angka penderita kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus (5). Jenis kelamin perempuan merupakan faktor resiko kanker payudara terkuat. Sekitar 0,5-1% kanker payudara terjadi pada pria. Perawatan kanker payudara pada pria mengikuti prinsip manajemen yang sama dengan wanita (4). Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker payudara ini tidak hanya diderita dan menghantui para wanita, tetapi juga dpaat terjadi pada pria..

2. Faktor Resiko Kanker Payudara

Ada beberapa risk factors terjadinya kanker payudara yang dapat diderita dan yang paling
mendominasi yaitu, antara lain (6):

a. Hormonal replacemennt therapy
b. Diethylstilbestrol
c. Physical activity
d. Overweight/obesity
e. Alcohol intake
f. Smoking
g. Insufficient vitamin supplementation
h. Excessive exposure to artificial light
i. Intake of processed food
j. Exposure to chemical
k. Other drugs

Dalam hal ini kita akan membahas terkait Intake of food atau peran makanan terhadap sumbangan terjadinya kanker payudara. Faktor resiko terbesar yang menyebabkan tumor payudara yaitu faktor lingkungan dan gaya hidup (90-95%) termasuk didalamnya pola makan (30- 35%), merokok (25-30 %) dan komsumsi alkohol (4-6%) (9).

3. Gaya Hidup dan Pola Makan penderita kanker

Modifikasi gaya hidup sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang dimasa depan, terutama pola makan sebagai salah satu kunci yang mempengaruhi proses pencegahan kanker. Mengatur gaya hidup menjadi lebih sehat, dengan salah satunya memantu berat badan, diet yang terarah dan berkualitas mampu mengurangi resiko terjadinya pengembangan kanker payudara setelah dilakukan diagnosis (8). Dalam penelitian cross sectional yang dilakukan Mauliza Nasyari dkk, menjelaskan bahwa terdapat 52 responden yang memiliki pola makan salah, dan hal tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya pola makan kebaratan yang tinggi energi seperti seringnya komsumsi daging merah, makanan asin, makanan manis meningkatkan resiko kejadian kanker payudara 68% pada perempuan yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara (9).

Dengan dilakukan pengawasan pola makan melalui konseling dapat meningkatkan nilai kesukaan seseorang terhadap makanan yang terpilih, dalam hal mencegah kanker payudara. Hal tersebut dapat berupa, mengurangi jumlah makanan olahan cepat saji, mengurangi makanan manis dan asin, mengggunakan banyak bumbu dapur, memakan lebih banyak bahan makanan yang direbus, dan mengurangi olahan dengan peralatan logam. Simak pembahasan berikut terkait beberapa diet yang dapat dilakukan untuk penderita kanker payudara.

4. Diet untuk penderita kanker

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-19T081947.458
Perubahan pola makan penderita kanker payudara ini dapat di lakukan melalui terpai diet yang sebenarnya masih belum memiliki standar baku terkait bukti-bukti ilmiah yangn belum mendukung. Akan tetapi, berdasarkan hasil beberapa penelitian terdapat pola diet yang dapat digunakan pasien kanker payudara, sebagai berikut.
  1. Terapi Diet Rendah Lemak
    Terapi ini juga menekankan peningkatan asupan dari sayur dan buah-buahan. Di sisi lain, pola makan ini mendorong pasien untuk mengurangi asupan karbohidrat sederhana seperti produk yang mengandung gula yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak dapat mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu pola makan yang patut diperhatikan adalah pola makan barat dimana tingginya asupan lemak dan simple carbohydrates. Oleh karena itu terapi diet rendah lemak merupakan salah satu terapi yang dapat diberikan kepada pasien kanker payudara. Di sisi lain, Terapi diet ini masih mengikuti pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kemenkes (7).
  2. Terapi Diet Mediteranian
    Pada diet ini mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan menyediakan sejumlah besar polifenol dan serat, zat tersebut diperlukan untuk mencegah karsinogenesis. Diet Mediterania merupakan diet signifikan yang menjelaskan senyawa bioaktif memiliki manfaat pada kejadian kanker payudara. Di antara berbagai mekanisme yang diusulkan, terdapat pengurangan berat badan dan lingkar pinggang, perbaikan biokimia pasien dengan ditandai penurunan glukosa darah dan tingkat insulin serta peningkatan kapasitas antioksidan. Oleh karena itu, menurut European Society for Clinical Nutrition and Metabolism (ESPEN), merekomendasikan pola makan sehat yang ditandai dengan tinggi asupan sayur, buah, biji- bijian utuh, dan asupan produk susu yang rendah – sedang, serta membatasi asupan daging merah (tiga porsi per minggu), dan sedikit daging olahan, gula, permen serta alkohol (6).
  3. Terapi Intermittent Fasting (Puasa)
    Terapi Fasting yang digunakan oleh pasien kanker payudara memiliki variasi yang berbeda- beda. Dalam artikel penelitian ada dua jenis, yaitu Short Term Fasting dan Fasting Mimicking Diet. Pada short-term fasting, pasien kanker payudara diminta untuk puasa selama 60 jam sebelum dan sesudah mengikut kemoterapi, sedangkan pada fasting mimicking diet, pasien diminta untuk mengurangi kalori. Kedua penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup namun short term fasting dapat mengurangi rasa kelelahan setelah kemoterapi (6). Dalam penelitian yang dilakukan tidak ada efek samping serius yang diamati pada pasien yang berpuasa hingga 72 jam. Namun, masih dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efek lama puasa pada toleransi dan kemanjuran kemoterapi stadium II atau III (7).
  4. Terapi Suplementasi
    Pada artikel yang dipilih ada dua jenis terapi suplementasi diet yang digunakan yaitu ekstrak daun teh hijau dan juga sinbiotik. Salah satu kandungan dari daun teh hijau yang memiliki sifat anti kanker adalah Epigalocatechin-3-gallate (EGCG) dan zat ini memiliki efek terapeutik pada kanker. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan pengaruh ekstrak daun teh hijau terhadap kanker payudara. Hal tersebut didukung oleh penelitian Paola de Cicco dkk, teh hijau mengandung katekin, flavonoid, senyawa polifenol dengan sifat antioksidan. Teh hijau telah dikonsumsi dengan aman selama ribuan tahun tanpa batasan untuk toksisitas akhirnya. Bukti uji klinis tidak cukup untuk membuat rekomendasi penggunaan teh hijau sebagai pengobatan adjuvan kanker payudara (8).

Implikasi dari artikel menunjukkan bahwa terapi diet dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara dan juga meringankan efek dari kemoterapi dan radioterapi. Oleh karena itu para health professional/ ahli gizi dapat menggunakan terapi diet yang sesuai dengan pola makan yang seimbang. Disarankan dapat berkonsultasi kepada tenaga profesional terkait terapi diet yag dipilih untuk menghindari pengaruh yang buruk bagi kesehatan pasien kanker payudara itu sendiri.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. P2PTM Kemenkes RI 2019. Jakarta: 2019
  2. Rahayuwati, L., Rizal, I. A., Pahria, T., Lukman, M., & Juniarti, N. 2020. Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Kanker dan Menjaga Kualitas Kesehatan. Media Karya Kesehatan, 3(1).
  3. Ferlay, J., Soerjomataram, I., Ervik, M., Dikshit, R., Eser, S., Mathers, C., ... Bray, F. 2013) Globocan 2012 V1.0, Cancer Incidence And Mortality Worldwide: Iarc Cancerbase No. 11. Lyon, France.
  4. WHO. WHO Breast Cancer. 2021. [diakses pada 23 Januari 2023, Link: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer].
  5. Kemenkes RI. Kemenkes RI Terget pemerataan layanan kesehatan. 2022. [Diakses pada 23 Januari 2023, https://www.kemkes.go.id/article/view/22020400002/kanker-payudara- paling-banyak-di-indonesia-kemenkes-targetkan-pemerataan-layanan-kesehatan.html].
  6. Łukasiewicz, S., Czeczelewski, M., Forma, A., Baj, J., Sitarz, R., & Stanisławek, A. 2021. Breast Cancer—Epidemiology, Risk Factors, Classification, Prognostic Markers, and Current Treatment Strategies—An Updated Review. Cancers, 13(17), 4287.
  7. Sinaga, Y. L. D. Y. 2022. Pengaruh Terapi Diet Pada Pasien Kanker Payudara: Scoping Review. Moluccas Health Journal, 4(1), 57-67.
  8. De Cicco, P., Catani, M. V., Gasperi, V., Sibilano, M., Quaglietta, M., & Savini, I. (2019). Nutrition and breast cancer: a literature review on prevention, treatment and recurrence. Nutrients, 11(7), 1514.

Setiap hari Minggu terakhir di bulan Januari diperingati sebagai hari kusta sedunia. Apa itu kusta dan apa saja makanan yang dapat mempercepat penyembuhan kusta? Yuk simak penjelasannya!

Kusta

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T140551.539

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium leprae.(1) Gejala penyakit kusta berupa bercak berwarna terang disertai penurunan kemampuan merasa, mati rasa, serta lemas, pada tangan dan kaki. Penyakit kusta dapat ditularkan melalui sumber manusia, hewan (armadillo), dan lingkungan (tempat tinggal pasien kusta). Biasanya kusta ditularkan oleh penderita penyakit kusta tipe lepromatosa yang belum mendapatkan pengobatan. Cara penularannya dapat melalui inhalasi, kontak kulit, transplasenta, transfusi darah dan organ, serta melalui saluran pencernaan.(2) Kusta dapat sembuh melalui pengobatan. Penderita kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik yang wajib dikonsumsi selama 6 bulan hingga 2 tahun. Dosis dan waktu pengobatan bergantung pada jenis kusta yang diderita.(3) Selain dengan terapi obat, gizi juga berperan penting untuk mengoptimalkan pengobatan kusta, lho.

Status Gizi Meningkatkan Sistem Imun

Status gizi kurang mempengaruhi sistem imun adaptif yang menyebabkan gangguan pertahanan tubuh dalam melawan bakteri. Oleh sebab itu, perbaikan status gizi penting bagi pasien kusta untuk meningkatkan sistem imun dalam melawan infeksi.(4)

Diet Gizi Seimbang Mempercepat Kesembuhan Kusta

Mengonsumsi makanan sesuai dengan anjuran gizi seimbang dapat mempercepat penyembuhan penyakit kusta. Mengonsumsi aneka ragam makanan pokok, peningkatan konsumsi makanan sumber protein, memperbanyak sayur dan buah, serta mencuci tangan sebelum makan dapat mencegah penyakit dan mempercepat kesembuhan kusta. Mengonsumsi makanan sumber protein dalam jumlah cukup dapat mengoptimalkan fungsi imun tubuh dalam meproduksi antibodi dalam sistem kekebalan tubuh. Selain protein, konsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin A, C, D, dan E serta mineral magnesium, selenium, dan zinc dapat mengimbangi stress oksidatif saat tubuh mengalami infeksi. Sehingga dapat mempercepat pengobatan dan penyembuhan penyakit.(5)

Bahan Makanan yang Dianjurkan untuk Pasien Kusta

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T142432.121
  1. Kecambah Kacang Hijau
    Kecambah kacang hijau mengandung beragam zat gizi seperti protein, lemak (rendah), karbohidrat (rendah), vitamin B1,2,3,6, asam folat, magnesium, zat besi, fosfor, dan zat gizi lain yang baik untuk kesehatan.
  2. Produk Fermentasi
    Produk fermentasi seperti yoghurt, mengandung bakteri baik Lactobacilllus sp, yang membantu mengubah asam lemak omega-3 untuk memperkuat sistem imun.
  3. Biji Wijen
    Biji wijen mengandung magnesium dan kalsium yang tinggi sehingga dapat membantu memperkuat imunitas.
  4. Makanan Sumber Zinc
    Makanan sumber zinc seperti daging merah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian membantu penyembuhan luka pada pasien kusta dengan lebih cepat.
  5. Makanan Sumber Omega-3
    Makanan sumber omega-3 antara lain yaitu ikan laut, kacang kedelai, kacang tanah, serta kacang-kacangan lainnya. Asam lemak omega-3 jika dikonsumsi dalam jumlah yang dianjurkan AKG, dapat membantu pembekuan darah, pembentukan membran sel, serta mencegah peradangan. Selain itu, omega-3 sangat penting dikonsumsi oleh pasien kusta sebab mediator omega-3 dan omega-6 berperan dalam respon inflamasi dan imun spesifik bakteri penyebab kusta, Mycobacterium leprae.(5)

Itulah 5 bahan makanan untuk mempercepat penyembuhan penyakit kusta. Yuk bergerak bersama atasi kusta secepatnya! Act Now, End Leprosy.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. WHO. Leprosy. 2022 [cited 2023 January 24] Available from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/leprosy
  2. Darmawan H, Rusmawardiana. Sumber dan cara penularan Mycobacterium leprae. Vol. 2, Tarumanagara Medical Journal. 2020.
  3. Kemenkes RI. Mengenal Kusta. Yankes Kemenkes. 2022 [cited 2023 January 24] Avaliable from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/142/mengenal-kusta
  4. Farias MN, Calças NC, da Costa LP, Oliveira T de S da S, Hairrman RS, Trindade MM da S, et al. Nutritional status of a leprosy patient in a referral hospital: case report / Estado nutricional de um paciente com hanseníase em um hospital de referência: relato de caso. Brazilian Journal of Health Review. 2022 Feb 3;5(1):2192–202.
  5. Dwivedi VP, Banerjee A, Das I, Saha A, Dutta M, Bhardwaj B, et al. Diet and nutrition: An important risk factor in leprosy. Vol. 137, Microbial Pathogenesis. Academic Press; 2019.

Kusta atau lepra masih menjadi salah satu penyakit yang diderita masyarakat Indonesia, Hari Kusta Sedunia yang tahun ini jatuh pada 29 Januari 2023 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit kusta. Pemberian asupan zat gizi yang adekuat dapat mendukung terapi pengobatan kusta.

Apa yang dimaksud dengan penyakit kusta?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T140551.539

Penyakit kusta, dengan nama lain kusta atau Morbus Hansen, adalah penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh bakteri dari organisme intraseluler obligat Mycobacterium leprae (M. leprae), yang primer. Penyakit ini menyerang syaraf tepi, kulit, mukosa (mulut), saluran pernapasan bagian atas, sistem retikulo endotelia, mata, otot, tulang, dan testis. (1).

Faktor resiko yang diduga memengaruhi kejadian kusta di antaranya:

  1. Kekurangan gizi
    Salah satu faktor risiko yang diduga memengaruhi kejadian kusta adalah kekurangan gizi (3). Hal ini dikaitkan dengan rendahnya daya tahan tubuh, gizi yang kurang baik dan lingkungan serta hygiene yang tidak baik. Penelitian menunjukkan bahwa faktor gizi yang buruk berpengaruh terhadap kejadian kusta (4). Rendahnya pendapatan menjadi salah satu penyebab rendahnya keragaman pangan yang dikonsumsi. Semakin terbatas akses pangan, semakin terbatas pula zat gizi yang dikonsumsi. Keterbatasan akses terhadap zat gizi terlihat dengan status gizi di bawah normal. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun dalam jangka waktu panjang (5).
  2. Kondisi kebersihan perorangan yang buruk
    Kebersihan perorangan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai infeksi penyakit. Kebersihan perorangan digambarkan dari perilaku individu yang tidak mencerminkan perilaku sehat. (6)

Bagaimana peran gizi terhadap penyembuhan kusta?

Daya tahan tubuh penting untuk meningkatkan status kesehatan. Defisiensi protein dan vitamin dan mineral akibat asupan yang inadekuat dapat menyebabkan daya tahan tubuh penderita kusta menurun. Mengonsumsi berbagai bahan makanan yang bergizi dapat memenuhi kebutuhan zat gizi untuk mendukung terapi pengobatan kusta.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T140658.309

Berikut adalah zat gizi yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Protein
    Protein berperan penting sebagai zat pembangun tubuh. Protein memiliki peran utama untuk membangun imunitas. Protein juga berperan penting dalam regenerasi sel untuk mempercepat penyembuhan kusta. Protein terdapat pada bahan makanan hewani (daging ayam, sapi, ikan, dan kerang) serta kacang-kacangan dan olahannya.
  2. Vitamin A
    Penurunan daya tahan tubuh menyebabkan stres oksidatif meningkat. Vitamin A berperan untuk mengatur respon imunitas bawaan (seluler) dan didapat (humoral). Kekurangan vitamin A menyebabkan penurunan fagositosis, ledakan oksidatif makrofag, dan regulasi sel natural killer (NK). (7). Bahan makanan yang kaya vitamin A antara lain hati sapi, kuning telur, wortel, bayam, dan kangkung.
  3. Vitamin C
    Vitamin C berperan penting untuk menekan stres oksidatif akibat infeksi. Vitamin C juga berperan dalam reabsorpsi zat besi. Suplementasi Vitamin C 20 mg/kgBB (sekitar 1-3 g per hari) dalam makanan dapat meningkatkan aktifitas neutrofil dan makrofag untuk membunuh mikroba. (7). Bahan makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, jambu biji, pepaya, brokoli, dan daun pepaya.
  4. Vitamin D
    Vitamin D dapat membantu meningkatkan imunitas daya tahan tubuh. Vitamin D dapat menginduksi produksi peptida antimikroba di makrofag terinfeksi yang membunuh Mycobacterium leprae sebagai penyebab kusta. (7). Bahan makanan yang mengandung vitamin D antara lain ikan, kacang-kacangan, dan susu. Sinar matahari dapat mengaktifkan prekursor vitamin D (Vitamin D3) yang terdapat di bawah kulit.
  5. Vitamin E
    Vitamin E sebagai pelindung membran berperan melawan peroksidasi. Stres oksidatif akibat peroksidasi dapat menurunkan daya tahan tubuh. Bersama dengan Vitamin C, stres oksidatif ditekan sehingga memiliki efek pro-oksidan. (7). Vitamin E biasanya ada pada sumber lemak. Bahan makanan yang mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan, telur, dan alpukat.
  6. Seng dan selenium
    Seng dan selenium merupakan mineral mikro yang berperan dalam imunitas tubuh. Seng dapat meningkatkan aktifitas sitokin sehingga patogen intraseluler dapat terkendali. Selenium bila diberikan dalam dosis optimal dapat membantu fagositosis dan aktivitas limfositik. (7) Sumber seng dan selenium terdapat pada daging, telur, susu, kacang- kacangan, dan sayuran hijau,
Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Yusuf ZK, Paramata NR, Dulahu WY, Mursyidah A, Soeli YM, dan Pomalango ZB. Kupas Kuntas Penyakit Kusta. 1st ed. Mirnawati M, editor. Gorontalo: Ideas Publishing; 2018. 1 p.
  2. Luthfia R, Pramuningtyas R, Dasuki MS, Ramona F, dan Prakoeswa S. Status gizi dan personal hygiene berpengaruh terhadap kusta wanita di Kabupaten Gresik. Proceeding Book National Symposium and Workshop Continuing Medical Education XIV. 2021:(35):1053-1071
  3. Moreira S, Batos CJ de C, dan Tawil L. Epidemiological situation of leprosy in Salvador from 2001 to 2009. Anais Brasileiros de Dermatologia, 2014: 89 (1), 107-117 p.
  4. Zuhdan E, Kabulrachman K, dan Hadisaputro S. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kusta pasca kemoprofilaksis (Studi pada kontak penderita kusta di Kabupaten Sampang), Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 2017: 2 (2) pp. 89- 98 p.
  5. Wagenaar I, van Muiden L, Alam K, Bowers R, Hossain MAm Kispotta K, dan Richardus JH. Diet-related risk factors for leprosy: a case-control study. Melby PC, editor. PLoS Negl Trop Dis. 2015.
  6. Hidayatun A, Nurhaidah, Nerawati ATD. Hubungan karakteristik individu dengan kejadian penyakit kusta. Gema Kesehatan Lingkungan, 2018:16(3): 238- 247 p.
  7. Jyothi P, Riyaz N, Nandakumar G, Binitha M. A study of oxidative stress in paucibacillary and multibacillary leprosy. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 2008.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (92)

Dalam Rangka Hari Gizi nasional ke 63. pada tanggal 25 Januari 2023 Ilmugiziku mengadakan perlombaan-perlombaan terkait gizi.  Tema dari Hari Gizi Nasional (HGN) tahun ini yaitu Protein Hewani Cegah Stunting Ilmugiziku sendiri mengadakan 2 perlombaan yaitu  :

Lomba REEL GIZI

Lomba ini mempunyai penilaian sebagai berikut:

  1. keselarasan & kedalaman visualisasi video terhadap unsur tema
  2. Deskripsi pada caption
  3. Komposisi dan kreatifitas dalam video
  4. Pengambilan angle, momen, pencahayaan

Pemenang Lomba :

JUARA 1
JUARA 2
JUARA 3

Avilla Arsa, A.Md.Gz dari RSI Siti Hajar Sidoarjo

Hema Anggini dari Poltekkes Kemenkes Bandung

Yasmin Putri Prasanti dari  Universitas Pendidikan Indonesia

Lomba Cerdas Gizi

Lomba ini terdiri dari beberapa mata kuliah gizi yaitu babak penyisihan terdiri dari mata kuliah gizi dasar, gizi daur, dan Penilaian Status Gizi, babak perempat final dengan tema soal yaitu MSPM. Babak semi final dengan tema soal dietetik. Babak final dengan tema soal yaitu Etika Profesi dengan juara yaitu :

JUARA 1
JUARA 2
JUARA 3

Nisrina Ahlam, A.Md.Gz dari Prime Nutrition Consulting

Amirah Syahidah dari Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Muh Fauzan Sadhillah dari Universitas Hasanuddin 

Untuk sertifikat lomba pemenang dan juga peserta sudah disediakan bisa klik link disini

Salah satu aspek yang selalu menjadi kekhawatiran orang tua adalah perkembangan kemampuan anak baik dari segi kognitif maupun motorik yang maksimal. Selain terus diusahakan melalui proses belajar dan berlatih, perkembangan kemampuan kognitif dan motorik anak dapat didukung oleh makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari. Melalui konsumsi makanan yang cukup dan sesuai, kinerja organ-organ tubuh akan menjadi lebih maksimal. Seiring berjalannya waktu, pertanyaan mengenai makanan yang baik bagi anak sering kali menjadi perdebatan menarik di kalangan masyarakat.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T133007.649

Asupan makanan bagi anak sangat perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan, pada usia anak-anak terjadi berbagai perubahan signifikan dari segi kemampuan maupun kebiasaan anak. Sehingga beberapa penyesuaian harus dilakukan untuk menunjang tumbuh kembang anak agar sesuai dengan usianya, salah satunya dari segi asupan gizi. Proses pertumbuhan yang cepat serta tingkat aktivitas fisik yang meningkat memerlukan perhatian khusus terkait pemenuhan gizi pada anak. Selain itu banyaknya pengaruh dari lingkungan sekitar tidak jarang membawa dampak tersendiri bagi pola dan preferensi makan anak. Tak jarang anak bisa mendapatkan makanannya sendiri, baik dari yang tersedia di rumah atau membeli di luar rumah. Sehingga, perlu adanya perhatian tersendiri untuk memastikan asupan anak tercukupi dan seimbang.

Sama halnya seperti orang dewasa, pada dasarnya asupan makanan anak sehari-hari harus mengandung komposisi zat gizi yang lengkap. Zat gizi tersebut adalah yaitu sebagai berikut:

  1. Karbohidrat
    Karbohidrat memiliki peranan penting yaitu sebagai sumber energi utama bagi tubuh. (1) Apabila kebutuhan karbohidrat tidak terpenuhi, dapat berdampak pada produktivitas anak yang tidak maksimal. Karbohidrat dapat diperoleh dari beberapa bahan makanan seperti nasi, mie, kentang, roti, dan singkong.
  2. Protein
    Protein berperan sebagai zat pembangun bagi tubuh. Proses pertumbuhan dan regenerasi sel maupun jaringan tubuh memerlukan keberadaan protein yang cukup. (1) Perlu diperhatikan bahwa kebutuhan protein harus dipenuhi baik dari sumber hewani dan nabati. Protein hewani dapat diperoleh dari bahan makanan seperti ikan, ayam, daging sapi, telur, susu, dan seafood. Sedangkan protein nabati dapat diperoleh dari bahan makanan seperti tempe, tahu, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah. (2)
  3. Lemak
    Lemak memiliki beberapa peranan penting bagi tubuh seperti sebagai cadangan energi, pengatur suhu tubuh, pelindung organ, serta membantu penyerapan vitamin. (1) Beberapa bahan makanan sumber lemak adalah hati ayam, kuning telur, kulit ayam, minyak, dan margarin. (2)
  4. Serat, Vitamin, dan Mineral
    Ketiga jenis zat gizi ini sering kali terlupakan. Meskipun dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cenderung lebih sedikit, ketiga zat gizi tersebut tetap diperlukan untuk mendukung berjalannya metabolisme dalam tubuh. Maka dari itu, ketiganya tetap harus dipenuhi dengan baik. Konsumsi buah dan sayur yang bervariasi menjadi alternatif untuk dapat memenuhi ketiga zat gizi tersebut. (2)
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T131816.173

Namun, pada kenyataannya proses makan anak sering kali bukan hal yang mudah secara praktik. Tidak jarang anak belum memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik tentang pentingnya makan. Dalam hal ini, strategi orang tua atau pengasuh dalam memberi makan anak sering kali diuji. Bagaimana kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik apabila sulit untuk mengajaknya makan? Berikut beberapa tips & tricks yang dapat diterapkan: (1)

  1. Membiasakan makan 3x sehari bersama-sama dengan keluarga agar anak termotivasi untuk makan makanan yang tersedia dengan senang hati, karena melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan hal yang serupa
  2. Membiasakan sarapan sebelum anak berangkat sekolah atau beraktivitas di pagi hari agar kinerja otak dan fisik lebih optimal untuk menunjang kegiatan dalam sehari
  3. Membawa bekal dengan komposisi lengkap ke sekolah. Anak-anak sering kali lebih mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Dengan membawa bekal ke sekolah akan memotivasi anak untuk makan, karena melakukannya bersamaan dengan temannya
  4. Meningkatkan konsumsi protein hewani, sayur, dan buah. Protein hewani memiliki peranan yang sangat besar untuk mendukung masa pertumbuhan anak yang sedang pesat. Di samping itu sayur dan buah juga penting untuk membantu proses metabolisme dalam tubuh
  5. Membatasi konsumsi gula, garam, dan minyak. Berbagai penyakit di usia dewasa seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol sering kali terjadi akibat akumulasi kebiasaan buruk di masa kecil. Sehingga, anak sebisa mungkin dibiasakan untuk membatasi konsumsi ketiganya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan di kemudian hari
  6. Konsumsi camilan tidak lebih banyak dibanding makanan utama. Kandungan zat gizi pada camilan sering kali tidak seimbang. Sehingga, makanan utama harus tetap menjadi prioritas agar kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik
  7. Minum air putih dengan cukup, agar kebutuhan cairan terpenuhi dan tubuh tidak mengalami dehidrasi
  8. Membiasakan aktivitas fisik setiap hari untuk mendukung proses tumbuh kembang yang optimal

Pada dasarnya, status gizi anak perlu diimbangi dengan aspek selain konsumsi makanan. Prinsip gizi yang baik adalah gizi seimbang. Makanan bergizi seimbang merupakan makanan dengan jenis dan jumlah zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan dan memperhatikan keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur untuk mencegah masalah gizi. Sehingga selain memperhatikan jenis dan jumlah zat gizi pada makanan juga harus diperhatikan variasi bahan makanan maupun metode pengolahan yang digunakan, tingkat aktivitas fisik yang rutin dilakukan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta senantiasa memantau berat badan agar tetap berada pada rentang yang ideal. (2) Maka dari itu, mari memaksimalkan gizi seimbang anak sejak dini demi masa mendatang yang gemilang!

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Pritasari, Damayanti, D., dan Lestari, N. T. Tim P2M2. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017. 89–116 p.
  2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014. Jakarta; 2014.

Saat ini tren makanan dan minuman kekinian tengah diminati oleh para generasi millenial. Contohnya saja, demi mencicipi manisnya es krim kekinian asal Tiongkok yang saat ini tengah viral, para pembeli yang didominasi oleh kaum millenial rela untuk mengantri panjang di kedai es krim berlogo “malaikat berjubah merah” tersebut. Fenomena itu harus menjadi perhatian yang serius mengingat munculnya makanan dan minuman kekinian dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi, dll. Apalagi produsen makanan tsb menyasar para generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Lantas seberapa penting pemenuhan gizi generasi millenial ? Bagaimana dampak akibat konsumsi makanan tidak sehat? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T124541.524

Bagaimana pola makan generasi millenial saat ini ?

Pola makan generasi millenial saat ini cenderung mengalami pergeseran karena pengaruh perkembangan teknologi, sehingga mereka lebih banyak membuat pilihan mandiri. Pilihan yang dibuat seringkali kurang tepat sehingga secara tidak langsung menyebabkan masalah gizi. Karekter generasi millenial saat ini cenderung konsumtif dan sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan disekelilingnya. Apalagi munculnya aplikasi order makanan daring semakin membuat para generasi millenial berlomba-lomba untuk mencicipi segala makanan yang sedang viral. Selain itu, kebiasaan mengunjungi tempat makan /cafe instagramable untuk sekedar mencicipi makanan yang sedang nge-tren sudah menjadi kebiasaan atau hobi para millenial saat ini.

Seberapa penting pemenuhan gizi generasi millenial?

Pemenuhan gizi millenial sangatlah penting karena dapat menentukan kesehatan mereka dimasa depan. Kebutuhan energi dan protein yang dibutuhkan remaja lebih banyak dari pada orang dewasa, begitu juga vitamin dan mineral.. Generasi millenial berada dalam usia produktif sehingga kebutuhan nutrisi di tubuh akan mengalami peningkatan untuk bisa menjalankan fungsinya dengan sempurna. Selama usia remaja, sekitar 15-20% dari total tinggi badan dewasa dan 20-25% dari total berat badan dewasa, akan tercapai. (1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-18T124617.094

Apa saja resiko penyakit akibat asupan gizi yang kurang seimbang?

  1. Obesitas Makanan dan minuman kekinian, cenderung mengandung kalori yang tinggi, namun rasa kenyang yang ditimbulkan tidak begitu besar. Sehinggamembuat orang mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup banyak. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal ini bisa meningkatkan risiko obesitas pada seseorang. Terlebih jika tidak diimbangi dengan rutin berolahraga.
  2. Diabetes Produk makanan yang berbahan dasar tepung memiliki indeks glikemik tinggi, terutama bila disertai zat pemanis tambahan. Kandungan tersebut akan membanjiri aliran darahmu dengan glukosa. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang memicu terjadinya penyakit diabetes dan segala komplikasinya.
  3. Penyakit Jantung Koroner Konsumsi makanan olahan berbahaya bagi kesehatan, karena memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Mirisnya, jika terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, bisa terjadi hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung koroner di kemudian hari.
  4. Hipertensi Makanan olahan sangat identik dengan kadar garam serta penyedap rasa yang berlebihan dengan alasan menambah cita rasa. Jika kadar garam atau natrium menumpuk, lemak akan terikat dan menyebabkan naiknya berat badan. Selain itu, bisa juga terjadi kenaikan kadar kolesterol atau penumpukan plak pada pembuluh darah.

Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan gizi generasi millenial?

  1. Memperbaiki Pola Makan yang sesuai Pedoman Gizi Seimbang
    Pola makan yang seimbang adalah kunci agar terhindar dari risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) ditengah tren makanan dan minuman kekinian. Pola makan millenial yang terdiri atas sumber energi seperti roti, tepung- tepungan, sumber protein seperti ikan, telur, ayam, daging, susu, kacang- kacangan, tahu, tempe,dan sumber zat pengatur seperti sayur-sayuran, buah-buahan (2,3). Diet yang seimbang menghasilkan kecukupan asupan zat gizi sehingga dapat mengurangi kejadian defisiensi zat gizi spesifik. Apalagi generasi muda saat ini cenderung memperhatikan body image yang berdampak pada kebiasaan makan yang tidak teratur dan dapat menyebabkan anemia. Sehingga penting sekali berkonsultasi kepada ahli gizi atau dietisien terkait pengaturan makan untuk mencapai status gizi optimal mengingat generasi muda adalah generasi penerus bangsa.
  2. Baca label informasi nilai gizi
    Membaca label informasi nilai gizi sangatlah penting untuk dilakukan, karena kebanyakan makanan atau minuman kekinian seperti es krim, boba, kopi, dll, memiliki kandungan gula yang tinggi. Contonya,Sebelum minuman boba bisa dilakukan dengan memesan minuman dengan takaran gula yang lebih sedikit atau memilih topping dengan kadar kalori yang tidak terlalu tinggi dengan ukuran gelas sedang atau kecil. Jika ada pilihan minuman kekinian yang mencantumkan nilai gizi, lebih direkomendasikan, sehingga lebih mudah mengontrol kalori yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu frekuensi mengonsumsi minuman tersebut juga perlu diperhatikan, misalkan tidak lebih dari 3 kali dalam satu bulan.
  3. Berolahraga Secara Teratur
    Berolahraga secara teratur juga menjadi solusi penting untuk meningkatkan gizi generasi millenial. Olahraga yang baik harus memenuhi kriteria FITT (frequency, intensity, time, type). Frequency, olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu. Intensity, lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang atau 65 persen-75persen dari denyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur). Time, atau lamanya berolahraga. Lakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam. Type atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik. Olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas yang berat, melainkan dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing individu. Lakukan olahraga dengan suasana hati gembira agar dapat mengoptimalkan produksi hormon kebahagiaan atau endorphin dan meningkatkan imunitas (4)

Mengonsumsi makanan dan minuman kekinian tentunya tidak sepenuhnya dilarang, melainkan para generasi millenial harus bijak dalam memilijh makanan yang dikonsumsi agar tetap memenuhi kebuuthan gizi yang seimbang, sebab Pada dasarnya pola makan sehat dimulai dari diri sendiri. Yuk bersama-sama kita optimalkan gizi dengan asupan yang seimbang agar tubuh sehat dan bugar sepanjang hari!

Editor : Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Kemkes.go.Id.https://www.kemkes.go.id/article/view/18051600001/menkes-remaja-indonesia-harus-sehat.html
  2. IDAI | Nutrisi Pada Remaja. 2013. Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar- kesehatan-anak/nutrisi-pada-remaja.
  3. Apa Saja 4 Pilar Utama Dalam Prinsip Gizi Seimbang? - Direktorat P2PTM. 2019. Direktorat P2PTM. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic p2ptm/obesitas/apa-saja-4-pilar- utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang.
  4. Olahraga Meningkatkan Kebugaran dan Kekebalan tubuh di Masa-New-Normal-life.2021. https://fkkmk.ugm.ac.id/olahraga-meningkatkan-kebugaran-dan-kekebalan-tubuh-di-masa
    new-normal-life/