Menjamin kesetaraan gizi pekerja selama bekerja merupakan salah satu bentuk penerapan persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan pekerja. Gizi merupakan bidang kesehatan kerja yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Ini harus menjadi perhatian bagi semua yang terlibat, terutama manajer operasi, karena karyawan biasanya menghabiskan sekitar 8 jam sehari di tempat kerja. Produktivitas kerja yang rendah disebabkan kurangnya motivasi kerja tanpa memahami faktor lain seperti pola makan karyawan (5).

Apa itu produktivitas kerja?

Produktivitas tenaga kerja merupakan konsep yang menunjukkan hubungan antara produksi kerja dan satuan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan produk. Seorang pekerja dianggap produktif jika ia dapat menghasilkan lebih banyak pekerjaan daripada pekerja lainnya dalam satuan waktu yang sama. Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, status kesehatan/gizi, penyakit biologis pada tenaga kerja perempuan, pendidikan, masa kerja dan penyakit lingkungan kerja (4).

Apa itu gizi kerja?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-06-17T172730.132

Gizi kerja merupakan gizi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Pemenuhan gizi kerja tidak hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan, bertujuan lebih jauh lagi, yaitu untuk mencapai produktivitas kerja yang setinggi-tingginya. Penelitian yang dilakukan oleh Kantor Negara Urusan Peranan Wanita menunjukkan bahwa sebesar 15% pekerja wanita mengalami defisiensi energi dan protein (1).

Prevalensi status gizi dewasa menurut WHO (World Health Organization) (2018) terdiri dari 9,7% gizi kurang (underweight), 38,5% gizi lebih (overweight) pada laki-laki dan 39,2% pada perempuan, 11,1% obesitas pada laki-laki dan 15,1% perempuan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2018), prevalensi status gizi mengalami peningkatan meliputi gizi lebih (overweight) dari 8,6% menjadi 13,6%, obesitas dari 10,5% menjadi 21,8%, status gizi kurang (underweight) dari 18,4% menjadi 19,6%. Status gizi dewasa adalah keadaan gizi pada tubuh orang dewasa yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan ataupun pekerjaannya agar dapat berjalan lancar dan bagi pekerja dapat meraih tingkat produktivitas kerja yang setinggi-tingginya (7). Pilar utama dalam prinsip gizi seimbang

Gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi (6).

Dalam prinsipnya, gizi seimbang terdiri dari 4 pilar, yang pada dasarnya merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan mengontrol berat badan secara teratur. Adapun 4 pilar gizi seimbang tersebut, yaitu:

  1. Konsumsi makanan yang beraneka ragam
  2. Pola hidup aktif dan berolahraga
  3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat;
  4. Menjaga berat badan ideal.

    Pengkajian status gizi juga harus dilakukan, karena pengetahuan tentang status gizi dapat menentukan kebutuhan gizi yang tepat dan memulai intervensi terkait gizi sesuai kebutuhan. Penilaian status gizi dilakukan dengan berbagai cara, antara lain pemeriksaan biokimia, pemeriksaan klinis, pemeriksaan biofisik, dan antropometri. Antropometri adalah metode yang paling umum untuk menilai status gizi. Metode ini menggunakan parameter berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Dengan menggunakan kedua parameter ini, dimungkinkan untuk menghitung indeks massa tubuh (BMI) menggunakan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m)2. Umur, ukuran tubuh dan jenis kelamin mempengaruhi kebutuhan gizi, terutama kebutuhan energi. Faktor lain yang menentukan kebutuhan gizi adalah jenis pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, kondisi fisiologis, keadaan khusus; seperti pemulihan kesehatan dan anemia, dan keadaan lingkungan kerja (2).

Hubungan asupan energi dengan produktivitas kerja

Produktivitas kerja merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan tenaga kerja dalam  menghasilkan barang dan/atau jasa dalam waktu tertentu. Tenaga kerja dinilai  produktif apabila mampu menghasilkan barang dan /atau jasa lebih banyak  daripada tenaga kerja lainnya ataupun lebih banyak dari target yang ditetapkan  dalam waktu yang sama. Produktivitas dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satu hal  yang dapat memengaruhi produktivitas yaitu asupan energi dan aktivitas fisik.  Asupan energi bagi tenaga kerja mampu menentukan kondisi kesehatan dan  kemampuan fisik dalam melakukan pekerjaannya. Asupan energi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat mengganggu aktivitas kerja sehingga dapat menurunkan  produktivitas kerja. Selain asupan energi, tingkat aktivitas fisik juga mempengaruhi  produktivitas kerja. Aktivitas fisik mampu menentukan kondisi kesehatan tubuh  secara keseluruhan (3).

Zat gizi apa saja yang dibutuhkan bagi pekerja?

Sobat Gizi perlu memperhatikan zat gizi yang dibutuhkan bagi pekerja agar meningkatkan produktivitas. Berikut zat gizi yang diperlukan bagi pekerja:

  1. Karbohidrat Zat gizi terpenting bagi pekerja adalah karbohidrat, fungsi utamanya adalah untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Selain karbohidrat, pekerja tetap membutuhkan protein dan lemak sebagai sumber energi. Kurangnya karbohidrat dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi produktivitas kerja terhambat ketika karbohidrat tidak tersedia dapat memenuhi permintaan, itu digunakan untuk menghasilkan energi jumlah karbon dalam protein, sehingga hal itu terjadi untuk membakar (4).
  2. Karbohidrat, protein, dan lemak Tenaga kerja membutuhkan makanan sumber karbohidrat, protein, dan lemak untuk menyuplai kebutuhan otot, karena saat bekerja pengeluaran energi meningkat. Tubuh yang kekurangan protein, lemak, dan karbohidrat menyebabkan lebih sedikit energi yang dihasilkan saat membakar ketiga unsur ini, yang menyebabkan tubuh menjadi mengantuk, kurang tertarik pada tugas dan mengurangi produktivitas kerja turun. Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi ketika protein dan karbohidrat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan. Lemak adalah salah satu zat gizi terpenting untuk produksi energi. Jadi ketika lemak kurang, produksi energi berkurang (4).

    Selama berlangsungnya aktivitas fisik, otot memerlukan energi untuk bergerak. Banyaknya energi yang dibutuhkan tergantung berapa banyak otot yang bergerak, berapa lama dan beratnya pekerjaan yang dilakukan. Pekerjaan yang mengandalkan fisik memerlukan aktivitas fisik lebih berat dibanding pekerjaan yang mengandalkan keahlian. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor aktivitas fisik di luar pekerjaan dengan produktivitas kerja, karena tenaga kerja mengalami kelelahan akibat aktivitas di rumah tangga sebelum bekerja. Aktivitas fisik yang berlebihan dan tidak diimbangi istirahat cukup dapat menimbulkan rasa lelah. Kelelahan pada tenaga kerja dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Semakin tinggi kelelahan maka produktivitas kerjanya akan semakin rendah (4). Terapkan tips ini untuk menunjang produktivitas kerja!

Gizi seimbang kemenkes

Berikut adalah tips makan sehat untuk menunjang produktivitas kerja antara lain:

  1. Sarapan, selain untuk menjaga metabolisme tubuh, sarapan juga berperan penting untuk menjaga kadar gula dalam tubuh tetap stabil, otak bekerja lebih efektif dan membuat kita tidak merasakan lemas dalam melakukan aktivitas di pagi hari.
  2. Mengatur konsumsi teh dan kopi agar tidak berlebihan, sebagai alternatif agar tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan yang dapat menghambat kinerja otak, lebih baik diganti dengan teh hijau.
  3. Konsumsi buah tinggi serat dan air putih di sela waktu antara makan pagi dan makan siang.
  4. Makan siang dengan sumber protein seperti daging ayam atau ikan dan beberapa sayuran untuk memberikan sumber energi pada tubuh.
  5. Makan malam dengan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, tinggi serat, dan tinggi protein. Pastikan setelah makan malam, kita memberikan selang waktu 2 jam untuk memulai tidur (2),

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Anonymous. GIZI KERJA “PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA”. UNIDA GONTOR. 2020 [cited 2023 May 18]. Available from: https://k3.unida.gontor.ac.id/gizi-kerja peningkatan-produktivitas-kerja/
  2. Anonymous. “Kecukupan Gizi Dalam Menunjang Produktivitas Kerja. RSUP Dr. SARDJITO”. 2019 [cited 2023 May 18]. Available from: https://sardjito.co.id/2019/02/04/kecukupan-gizi-dalam-menunjang-produktivitas kerja/
  3. Maghfiroh, Alfa., L. “Hubungan Asupan Energi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Produktivitas Pada Tenaga Kerja Berstatus Gizi Lebih Bagian Packaging Di Pt Timur Megah Steel”. Departemen Gizi Kesehatan, FKM, Universitas Airlangga. 2019:315-321.
  4. Oktapianti, Yaniar., I. “Hubungan Antara Asupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat Dan Aktivitas Fisik Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Wanita Di Konveksi Rizkya Batik Ngemplak Boyolali”. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2014.
  5. Partuti, Tri. “HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA IKM GIPANG WILAYAH CILEGON”. Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 15(2), 2019.
  6. Ratnawati, Ika. “Pemenuhan Kecukupan Gizi Bagi Pekerja”. Kesmas.kemkes. 2011 [cited 2023 May 18]. Available from: https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/021411-pemenuhan-kecukupan-gizi bagi-pekerja
  7. Stitaprajna, Adam, & Mujahidil Aslam. (2020). “Hubungan Status Gizi dan Asupan Energi dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja PT. Propack Kreasi Mandiri Cikarang”. Jurnal Nutrisia. Vol.22, No.2 (September), pp. 86 - 93.
  8. Yuningsih, Dian., E. “Pilar Utama Dalam Prinsip Gizi Seimbang”. yankes.kemkes. 2022 [cited 2023 May 18]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/179/pilar-utama-dalam-prinsip-gizi seimbang

Sobat Ilmugiziku, tahu nggak? 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional loh! Setiap tahun, jumlah angkatan kerja di Indonesia terus meningkat dan produktivitas serta efisiensi kerja merupakan salah satu hal yang ingin dicapai pekerja supaya dapat bertahan di era kerja yang kompetitif. Satu hal penting untuk meningkatkan produktivitas kerja supaya efisiensi tercapai adalah gizi.

Mengapa gizi?

Karena gizi berdampak secara langsung pada kesehatan dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan. Pekerja yang pemenuhan gizinya buruk berisiko terkena penyakit kronis di kemudian hari dan dapat berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas di tempat kerja.(1) Kementerian Kesehatan memberikan pedoman Gizi Seimbang untuk diterapkan sehari-harinya. Gizi seimbang merupakan susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. (2) Pada prinsipnya, terdapat empat pilar gizi seimbang yaitu :

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-06-17T124845.433
  1. Konsumsi makanan yang beraneka ragam
  2. Pola hidup aktif dan berolahraga
  3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat;
  4. Menjaga berat badan ideal.

    Pekerja yang tidak memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik dapat mengalami penurunan energi, kehilangan kekuatan dan konsentrasi kerja, kesehatan mental memburuk dan level stres meningkat. (1,3) Selain itu, menurut studi Population Health Management pekerja dengan pola makan tidak sehat berisiko 66% lebih tinggi mengalami penurunan produktivitas dibandingkan pekerja yang teratur konsumsi sayur, buah dan biji-bijian.(4) Pekerja yang mengonsumsi buah dan sayur juga mendapatkan perasaan dan emosi positif dalam bekerja seperti keterlibatan, kreativitas, dan rasa ingin tahu.(5)

Penyakit atau gangguan kesehatan yang banyak terjadi di tempat kerja adalah anemia, hipoglikemia, dehidrasi, dan status gizi kurang/berlebih. 1. Anemia karena kekurangan zat besi ditandai dengan lemah, letih, lesu, lelah dan lalai (5L) yang tentunya berpengaruh terhadap produktivitas dan kapasitas kerja. Pekerja yang anemia juga menurun daya tahan tubuhnya sehingga rentan terkena penyakit infeksi.(6)

  1. Hipoglikemia atau (kadar gula darah rendah) banyak terjadi pada pekerja yang sering melewatkan waktu makan dan membiarkan perut terlalu lama kosong sehingga gula darah menurun. Akibatnya, pekerja akan lebih sulit berkonsentrasi, mood memburuk dan makan menjadi berlebih di waktu makan berikutnya. (7)
  2. Dehidrasi Untuk pekerja lapangan atau outdoor, kecukupan air minum sangat penting diperhatikan supaya tidak dehidrasi. Cuaca atau iklim kerja panas akan menyebabkan keluarnya banyak keringat serta cairan tubuh. Pekerja setidaknya perlu konsumsi 1,9 liter per hari (untuk lingkungan kerja tidak panas) dan 2,8 liter per hari (untuk lingkungan kerja panas).(8)
  3. Status gizi kurang atau berlebih Status gizi kurang atau berlebih juga dapat berdampak buruk terhadap produktivitas. Pekerja dengan status gizi tidak normal untuk pekerjaan terkait fisik dan tenaga motivasi kerja dan produktivitas kerja menurun. (9)

Tips : Terapkan Gizi Seimbang di tempat kerja!

Gizi seimbang kemenkes

Untuk menghindari kemungkinan gangguan kesehatan pekerja, yuk,simak tips  penerapan gizi seimbang!

  1. Ketahui status gizi Kita dapat mengetahui status gizi melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT), yaitu berat badan (kg) / tinggi badan .Status gizi normal berada  pada kisaran 18,5-25 kg/m, kurus apabila kurang dari 18,25 kg/m. Dengan demikian, kita bisa mengetahui  kondisi tubuh dan mempersiapkan hal-hal yang harus dilakukan seperti  mulai menghitung kebutuhan kalori untuk memperbaiki status gizi atau  cukup melihat angka kecukupan gizi (AKG) untuk patokan kebutuhan kalori  setiap harinya.
  2. Terapkan isi piringku  Isi piringku merupakan bagian dari pedoman gizi seimbang untuk  mempermudah komposisi makanan sehari-hari yang kita pilih. Dalam satu  piring, kita disarankan konsumsi 1/6 piring berupa lauk-pauk,1/6 piring  buah, 1/3 piring makanan pokok dan 1/3 piring sisanya sayuran.(10)
  3. Makan teratur Makan dengan jadwal yang teratur membantu kita memiliki risiko yang lebih  rendah atas gangguan kesehatan.Ketidakteraturan waktu makan berkaitan  dengan melewatkan sarapan, ngemil atau makan malam hari lebih tinggi  dan konsumsi makanan tidak sehat (rendah sayur, asin dan tidak seimbang).  (11)
  4. Sarapan  Padahal sarapan akan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori  sepanjang hari dan menahan peningkatan hormon kortisol (hormon stres)  yang tinggi di pagi hari. Selain itu, sarapan juga dikaitkan dengan stress,  depresi dan kelelahan yang lebih tinggi. (12) Oleh karena itu, penting untuk  memenuhi kebutuhan protein pada sarapan sehingga menjaga perut  kenyang lebih lama dan mengurangi konsumsi makanan-minuman manis  sepanjang hari.
  5. Minum air cukup dan konsumsi camilan sehat Minum air lebih sering di sela pekerjaan akan membantu kita mencapai  kebutuhan cairan per harinya dan terhindar dari dehidrasi. Camilan sehat  secukupnya juga dapat dikonsumsi di antara makan berat seperti crackers  atau roti gandum utuh, energy bar, kacang atau biji-bijian seperti edamame,  kacang mete, almond serta yoghurt rendah lemak. Hindari terlalu banyak  makanan manis dan asin, ya!
  6. Makan Malam Pastikan memilih makanan tinggi serat dan protein serta rendah karbohidrat pada malam hari. Setelah makan, beri jeda minimal dua jam sebelum tidur.  Pekerja yang makan makanan tidak sehat pada malam sebelum bekerja  cenderung menghindari terlibat terkait pekerjaan- kurang produktif.(13)

    Menjaga asupan dan gizi dapat menjaga dan meningkatkan produktivitas, proteksi  terhadap penyakit akibat kerja, peningkatan imunitas, meningkatkan derajat  kesehatan dengan menurunkan absensi kerja.(14) Oleh karena itu, sangat penting  untuk pekerja menerapkan gizi seimbang. Yuk, mulai terapkan gizi seimbang!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. 1. Government of Canada CC for OH and S. CCOHS: Healthy Eating at Work [Internet]. 2023 [cited 2023 May 15]. Available from: https://www.ccohs.ca/oshanswers/psychosocial/healthyeating.html
  2. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan [Internet]. [cited 2023 May 18]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/179/pilar-utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang
  3. Bor H. Beslenme ve İşçi Verimliliği Arasındaki İlişki. Turkish Journal of Family Medicine and Primary Care. 2020 Jan 20;14(2):305–11.
  4. Merrill RM, Aldana SG, Pope JE, Anderson DR, Coberley CR, Whitmer RW, et al. Presenteeism according to healthy behaviors, physical health, and work environment. Popul Health Manag. 2012 Oct;15(5):293–301.
  5. Conner TS, Brookie KL, Richardson AC, Polak MA. On carrots and curiosity: eating fruit and vegetables is associated with greater flourishing in daily life. Br J Health Psychol. 2015 May;20(2):413– 27.
  6. Koerniawati RD. Dampak Kekurangan Zat Besi (Anemia) pada Pekerja Wanita. Tirtayasa Medical Journal. 2022 Nov 30;2(1):30–4.
  7. Ogata H, Hatamoto Y, Goto Y, Tajiri E, Yoshimura E, Kiyono K, et al. Association between breakfast skipping and postprandial hyperglycaemia after lunch in healthy young individuals. British Journal of Nutrition. 2019;122(4):431–40.
  8. Sari MP. Iklim Kerja Panas dan Konsumsi Air Minum Saat Kerja Terhadap Dehidrasi. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2017 May 9;1(2):108–18.
  9. Himaya H, Wirjatmadi RB. Hubungan antara Kecukupan Energi dan Status Gizi dengan Produktivitas Kerja (PT. Timur Megah Steel Gresik Tahun 2019). 2019;
  10. “Isi Piringku” perlu diperkenalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari - Direktorat P2PTM [Internet]. [cited 2023 May 18]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic p2ptm/obesitas/isi-piringku-perlu-diperkenalkan-dan-diterapkan-dalam-kehidupan-sehari-hari
  11. Tahara Y, Makino S, Suiko T, Nagamori Y, Iwai T, Aono M, et al. Association between Irregular Meal Timing and the Mental Health of Japanese Workers. Nutrients. 2021 Aug;13(8):2775.
  12. Kim D, Hanzawa F, Sun S, Laurent T, Ikeda S, Umeki M, et al. Delayed meal timing, a breakfast skipping model, increased hepatic lipid accumulation and adipose tissue weight by disintegrating circadian oscillation in rats fed a high-cholesterol diet. Frontiers in Nutrition. 2021;8:681436.
  13. Cho S, Kim S. Does a healthy lifestyle matter? A daily diary study of unhealthy eating at home and behavioral outcomes at work. Journal of Applied Psychology. 2022;107:23–39.
  14. Hartriyanti Y, Suyoto PST, Sabrini IA, Wigati M. Gizi Kerja. UGM PRESS; 2020. 182 p.

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak awal untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan. Kecukupan gizi anak menjadi salah satu faktor terpenting dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia, sebagai indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Hal ini memberi pengaruh terhadap kesehatan, kecerdasan dan produktivitas kerja. Saat ini Indonesia tengah menghadapi salah satu permasalahan gizi utama pada anak yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu masalah stunting.

Menurut Menteri Kesehatan tahun 2022 stunting didefinisikan sebagai perawakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang disebabkan kekurangan gizi kronis yang berhubungan dengan berbagai faktor penyebab. (1) Penyebab langsung masalah gizi pada anak termasuk stunting adalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan. (2) Berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan angka stunting nasional turun dari 27,7% tahun 2019 menjadi 24,4% di tahun 2021 dan di tahun 2022 turun menjadi 21,6%. (3) Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024. Dalam rangka mendukung program pemerintah tersebut dapat dilakukan dengan menangani penyebab langsung masalah gizi pada anak yaitu salah satunya dengan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T154203.864

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah serangkaian proses pemberian makanan dan cairan lainnya selain ASI yang diberikan kepada bayi dimulai sejak usia 6 bulan. (4) Pada usia 0-6 bulan ASI mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi bayi, namun setelah memasuki usia 6 bulan bayi memerlukan kebutuhan energi yang lebih mengikuti pertambahan usianya, sehingga ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan merupakan usia yang tepat untuk memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Menurut WHO Global Strategy for Feeding Infant and Young Children ada 4 prinsip yang direkomendasikan dalam praktik pemberian MPASI yaitu: (5)

  1. Tepat waktu artinya pemberian MPASI harus diberikan saat ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi yaitu menginjak usia 6 bulan
  2. Adekuat artinya dalam menyiapkan MPASI harus memiliki kandungan energi, protein, dan mikronutrien yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi harian bayi sesuai usianya
  3. Aman artinya proses yang dimulai dari persiapan, proses pembuatan dan pemberian MPASI pada bayi menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman serta higienis
  4. Diberikan dengan cara yang benar artinya pemberian MPASI dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak Pemberian MPASI memberikan manfaat yaitu untuk memenuhi kebutuhan


    zat gizi makro dan mikro (terutama vitamin A, zat besi, dan zinc) yang meningkat seiring bertambahnya usia yang sudah tidak tercukupi melalui pemberian ASI saja. Selain itu, usia 6-9 bulan merupakan periode kritis untuk mengenalkan makanan padat yang berguna melatih keterampilan gerakan otot rongga mulut untuk fungsi bicara pada anak, sehingga apabila pada usia ini keterampilan tersebut tidak dilatih maka akan berisiko gangguan sulit makan dan berbicara pada anak.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T160354.228

Pada usia 6 sampai 8 bulan bayi memiliki ukuran lambung yang masih kecil, yaitu sekitar 25-30 ml/kgBB. Kebutuhan energi per hari anak 6-11 bulan adalah 800 kkal. (6) ASI saja masih mencukupi 60-70% dari total kebutuhan energi per hari sehingga untuk memenuhi kebutuhan bayi maka perlu diberikan MPASI dengan kandungan gizi sekitar 200 kkal. Dalam sehari diberikan 2-3 kali makanan utama yang diperkenalkan dengan bentuk awal berupa bubur kental meningkat hingga ke bentuk makanan lumat. Setiap kali makan diberikan mulai dari 2-3 sendok makan, meningkat secara bertahap sesuai kemampuan bayi sampai 1⁄2 mangkok ukuran 250 ml (125 ml). Selain makanan utama bisa juga diberikan makanan selingan 1-2 kali yang bergizi seperti puding susu, puding santan kacang hijau. Makanan yang diberikan disesuaikan dengan keinginan bayi dan tekstur menyesuaikan dari keterampilan oromotor/mengunyah dan menelan.

Ketika anak sudah memasuki usia 9 bulan, kebutuhan energi juga bertambah seiring bertambahnya usia. ASI masih mencukupi 50-70% dari total kebutuhan energi harian, sehingga diperlukan pemberian MPASI yang berkisar 300 kkal untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizinya. Setiap kali makan, MPASI diberikan dengan jumlah 1⁄2 mangkok (125 ml) meningkat bertahap sampai 3⁄4 mangkok ukuran 250 ml (200 ml). Pada usia 9 sampai 11 bulan, dalam sehari MPASI diberikan sebanyak 3-4 kali makanan utama dengan tekstur makanan yang dicincang halus dan makanan yang dapat dipegang oleh bayi. Selain itu juga dapat diberikan makanan selingan berupa puding buah, perkedel kentang, kroket, dan lain-lain.

Memasuki usia 12 sampai 23 bulan makanan yang diberikan pada anak sudah dalam bentuk makanan keluarga. Kebutuhan energi per hari anak usia 1-2 tahun sekitar 1350 kkal. ASI masih memberikan 30-40% dari total kebutuhan energi per hari, sehingga jumlah energi dari MPASI yang dibutuhlah dalam sehari sekitar 550 kkal. Tiap kali makan anak diberikan MPASI sekitar 3⁄4 mangkok (200 ml) meningkat bertahap sampai mangkok ukuran 250 ml. Berikan juga makanan selingan paling kurang 1 sampai 2 kali seperti bakpao, pastel, perkedel, dan lain-lain yang padat gizi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat. Pemberian ASI pada usia ini hanya sebagai minuman dengan frekuensi hanya 3-4 kali sehari.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kemenkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta; 2022.
  2. Bappenas. Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Jakarta; 2018.
  3. Kemenkes RI. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Jakarta; 2022.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. Jakarta; 2019.
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.
  6. Kemenkes RI. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019. Jakarta; 2019.

Apa yang pertama kali muncul di benak kalian ketika mendengar kalimat “makanan yang bergizi” ? Apakah kalian langsung memikirkan slogan 4 sehat 5 sempurna? Kalau iya, artikel ini cocok untuk kalian!

Ada apa dengan slogan 4 sehat 5 sempurna?

Slogan tersebut mungkin sering kita dengar ketika masih anak-anak. 4 sehat 5 sempurna diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Sudarmo pada tahun 1952. (1). Namun, slogan tersebut sudah tidak digunakan lagi dan telah dikembangkan oleh hasil Konferensi Pangan Sedunia menjadi “Nutrition Guide for Balanced Diet” atau “Gizi Seimbang”. (1). Slogan tersebut memiliki 4 prinsip dasar, yaitu (2) :

  1. Mengkonsumsi anekaragam pangan
  2. Melakukan aktifitas fisik dan olahraga yang teratur
  3. Menerapkan pola hidup bersih
  4. Memantau dan mempertahankan berat badan ideal
    Jika sulit dipahami, Departemen Kesehatan RI mengeluarkan pedoman umum gizi seimbang dengan visualisasi dalam bentuk Tumpeng Gizi Seimbang untuk memudahkan kita dalam mengingat Gizi Seimbang nih! (1).
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T143033.861

Lalu, mengapa kita harus selalu mengingat serta menerapkan slogan Gizi Seimbang? Apa sih peran dari Tumpeng Gizi Seimbang?

1) Sebagai panduan untuk menerapkan pola hidup sehat

Panduan untuk menerapkan pola hidup sehat sudah diringkas dan divisualisasi dalam Tumpeng Gizi Seimbang. Mulai dari konsumsi beranekaragam makanan beserta anjuran porsinya, menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, rutin memantau berat badan, hingga anjuran aktivitas fisik agar terhindar dari sedentary lifestyle (gaya hidup tidak aktif). Poin-poin tersebut telah diringkas sedemikian rupa dan ditambah dengan visualisasi berbentuk tumpeng yang mana memudahkan kita untuk mengingat.

2. Sebagai panduan dalam porsi-porsi makanan

“Aku sudah sering kok makan sayur dan buah!”. Pernyataan ini agak tricky untuk dimengerti. ‘Sering’ yang dimaksud apakah sudah sesuai dengan anjuran? Atau hanya ‘sering’ versi kamu saja? Hal ini menimbulkan keambiguan dan mispersepsi, sebenarnya harusnya seberapa banyak sih kita mengkonsumsi buah dan sayur? Berapa porsi yang dianjurkan untuk mengkonsumsi lauk hewani agar tidak berlebihan?
Inilah peran dari Tumpeng Gizi Seimbang, yaitu memudahkan kita untuk memahami porsi yang sesuai dengan anjuran Kementrian Kesehatan.
“Masa sih? Yang sebelah mana memangnya?” yuk amati gambar dibawah ini

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T144039.780

Perhatikan bagian yang telah ditandai dengan warna merah. 3 piramid tersebut merupakan panduan dalam mengkonsumsi makanan. Piramida paling bawah menunjukkan anjuran dalam mengkonsumsi sumber karbohidrat dalam sehari, yaitu 3-4 porsi dalam sehari. Kemudian dibagian atasnya adalah anjuran dalam mengkonsumsi sayur dan buah dalam sehari, yaitu 3-4 porsi sayuran/hari, dan 2-3 porsi buah/hari. Dan yang paling atas adalah anjuran dalam mengkonsumsi lauk hewani dan nabati, yaitu 2-4 porsi dalam sehari. Dengan adanya visualisasi tumpeng ini, menghafalkan anjuran jumlah porsi makan jadi tidak sulit kan? Atau.. masih sulit? Oke, kita gunakan visualisasi dalam sekali makan. Yuk simak gambar dibawah!

Gizi seimbang kemenkes

Gambar diatas dinamakan “Isi Piringku”, dimana panduan gizi seimbang tadi diterjemahkan kembali dalam sekali makan dengan visualisasi bentuk piring makan. Nah, sudah tidak sulit lagi kan untuk menghafal jumlah porsinya?

3. Mempermudah dalam pencegahan penyakit tidak menular

Kenapa mempermudah? Karena dalam tumpeng gizi seimbang diberikan visualisasi berapa anjuran dari batasan konsumsi gula, garam, dan lemak dalam sehari. Gula, garam, dan lemak (GGL) sangat penting untuk diperhatikan tiap harinya. Jika mengkonsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak dalam jangka yang panjang, maka resiko untuk terkena penyakit tidak menular (kolesterol, dislipidemia, diabetes, hipertensi, stroke, dll) akan semakin tinggi. Visualisasi dari tumpeng gizi seimbang tersebut membantu kita dalam mengingat dan menghitung kembali terkait gula, garam, dan lemak yang telah kita konsumsi tiap harinya. Jadi, kita bisa lebih bijak dan hati-hati dalam memilih makanan nih!

Nah sobat Ilmugiziku, gimana nih sekarang sudah kenalan sama gizi seimbang, mudah untuk diingat bukan? Banyak visualisasi yang membantu kalian untuk mengingat, jadi, jangan lupa untuk menerapkan gizi seimbang di aktivitas kalian ya!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Laswati, Dyah. (2017). Masalah Gizi dan Peran Gizi Seimbang. Jurnal AGROTECH, 2 (1), 69-73 2. P2PTM Kemenkes RI. (2022). URL https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/179/pilar-utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang. [Diakses pada 21 April 2023].

Pola makan merupakan perilaku yang sangat penting dalam memengaruhi status gizi seseorang. Pola makan dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas makanan dan minuman yang dikonsumsi dengan cara memengaruhi jumlah zat gizi yang akan memengaruhi kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal dan perkembangan fisik dan intelektual bayi, anak kecil dan segala usia. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat kurang rentan terhadap penyakit menular, produktivitas tenaga kerja meningkatkan dan melindungi terhadap penyakit kronis dan kematian dini (2).(3).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T134650.721

Pedoman gizi seimbang

Gizi seimbang adalah pola makan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keragaman makan, aktivitas fisik, hidup bersih dan menjaga kesehatan, berat badan sehat, normal untuk mencegah masalah gizi (6).

4 pilar utama dalam prinsip gizi seimbang

Pedoman pola makan seimbang meliputi 4 (empat) pilar yang intinya merupakan rangkaian upaya keseimbangan gizi yang masuk dan keluar dengan cara memantau berat badan secara berkala. Keempat pilar tersebut adalah:

  1. Pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga. Aktivitas fisik yang mencakup semua jenis aktivitas tubuh, termasuk olahraga, merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan pengeluaran dan penyerapan nutrisi, sumber energi utama tubuh. Aktivitas fisik membutuhkan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme dalam tubuh, termasuk metabolisme nutrisi. Oleh karena itu, aktivitas fisik berperan dalam menyeimbangkan gizi yang masuk dan keluar dari tubuh (1,3).
  2. Menjaga berat badan ideal. Bagi orang dewasa, salah satu indikator tubuh memiliki gizi seimbang adalah tercapainya berat badan normal, yaitu berat badan yang sesuai dengan tinggi badannya. Angka ini disebut Indeks Massa Tubuh (IMT) (1,3).
  3. Mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam. Tidak ada satu makanan pun yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharaannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi sampai usia 6 bulan. Makna keanekaragaman dalam prinsip ini adalah selain variasi makanan juga mencakup proporsi makanan yang seimbang, jumlah yang cukup, tidak berlebih dan dibuat secara teratur (1,3).
  4. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pada penderita diare, ini berarti hilangnya zat gizi dan cairan akan segera memperburuk keadaan. Begitu pula sebaliknya, orang yang kekurangan gizi berisiko terkena penyakit menular karena ketika kekurangan gizi, sistem kekebalan tubuh orang tersebut melemah, sehingga patogen lebih mudah masuk dan berkembang. Kedua faktor ini menunjukkan bahwa hubungan antara malnutrisi dan penyakit menular bersifat timbal balik. Mengadopsi gaya hidup bersih akan mencegah seseorang bersentuhan dengan sumber infeksi (1,3).

Dalam Pedoman Gizi Seimbang, terdapat 10 pesan khusus, yaitu:

  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
  3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
  6. Biasakan sarapan
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal (3).

Permenkes Pedoman Gizi Seimbang

Gizi seimbang kemenkes

Pemerintah Indonesia atau Kementerian Kesehatan mengeluarkan Permenkes RI No. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang; untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan upaya perbaikan gizi masyarakat melalui penerapan pola makan seimbang; dan penerapan gizi seimbang di masyarakat belum optimal, masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan perilaku makan, perilaku hidup bersih dan sehat serta penyakit yang berhubungan dengan gizi (6).

Panduan Gizi Seimbang bertujuan untuk memberikan panduan tentang asupan makanan sehari-hari dan perilaku sehat berdasarkan prinsip variasi makanan, kebiasaan hidup sehat, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal (6).

Gizi seimbang untuk berbagai kelompok juga dijelaskan; untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak 0-6 bulan, anak 6-24 bulan, anak 2-5 tahun, anak 6-9 tahun, remaja 10-19 tahun (pra pubertas dan pubertas), dewasa, dan lansia (6).

Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil

  1. Memenuhi kebutuhan zat gizi ibu dan janin
  2. Mencapai status gizi ibu hamil dalam keadaan normal, sehingga dapat menjalani kehamilan dengan baik dan aman
  3. Membentuk jaringan untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu
  4. Mengatasi permasalahan selama kehamilan
  5. Ibu memperoleh energi yang cukup yang berfungsi untuk menyusui setelah kelahiran bayi (9).

Gizi seimbang anak usia dini

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi usia 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif tanpa perlu tambahan cairan atau makanan lain merupakan makanan pertama dalam hidup seseorang yang bergizi seimbang. Namun setelah 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat dan harus ditambah dengan bahan makanan lain, membuat ASI tidak lagi bergizi seimbang karena Bayi sudah membutuhkan MP ASI. Usia 2 tahun adalah masa yang penting dan merupakan masa kesempatan. Pada masa kehidupan ini, sel-sel otak berkembang dengan sangat cepat, sehingga pada usia 2 tahun, perkembangan otak sudah mencapai lebih dari 80 tahun, masa yang penting untuk pembentukan kecerdasan. Oleh karena itu, jika pada usia tersebut kekurangan gizi maka perkembangan otak dan kecerdasan akan terhambat dan tidak dapat diatasi. Pola makan dengan gizi seimbang sangat penting dalam bentuk laktasi dan MP-ASI yang tepat (7).

Gizi seimbang bagi anak remaja

  1. Protein Pada masa remaja awal, anak perempuan membutuhkan lebih banyak protein daripada anak laki-laki karena mereka sedang memasuki masa pertumbuhan yang pesat.
  2. Kalsium Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena perkembangan otot, tulang, dan endokrin meningkat lebih cepat dibandingkan masa kanak-kanak dan dewasa.
  3. Zat besi Kebutuhan zat besi pada remaja meningkat karena pertumbuhan yang cepat. Kebutuhan zat besi pada remaja laki-laki meningkat karena peningkatan volume darah dan peningkatan konsentrasi hemoglobin (Hb). Di masa dewasa, kebutuhan zat besi menurun. Pada wanita, kebutuhan zat besi yang tinggi terutama karena kehilangan zat besi selama menstruasi. Akibatnya, wanita lebih rentan terhadap anemia defisiensi besi dibandingkan pria.
  4. Seng (zinc) Seng sangat penting untuk pertumbuhan dan kematangan seksual remaja, terutama laki-laki.
  5. Vitamin Karena kebutuhan energi meningkat, kebutuhan akan vitamin tertentu juga meningkat, termasuk yang berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi energi seperti vitamin B1, B2, dan niacin (8).

Rekomendasi gizi seimbang untuk lansia

  1. Jaga keseimbangan energi untuk mencapai dan menjaga berat badan normal.
  2. Batasi konsumsi gula (Karbohidrat sederhana termasuk tepung-tepungan), garam dan lemak jenuh.
  3. Biasakan mengonsumsi sumber kalsium dan vitamin D, seperti ikan, susu untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi.
  4. Biasakan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk whole grain sebagai sumber serat makanan dan kalium, terutama sayuran yang berwarna hijau, merah atau orange.
  5. Minum air putih sesuai kebutuhan.
  6. Kebutuhan gizi sebaiknya terpenuhi dari asupan makan sehari-hari.
  7. Pola makan yang sehat harus mencegah penyakit terkait makanan (foodborne disease).
  8. Tetap melakukan aktivitas fisik dan kurangi waktu untuk aktivitas sedenter (10).

Isi Piringku Sekali Makan

Isi Piringku merupakan program untuk membantu masyarakat memahami cara makan dengan porsi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Isi Piringku menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Konsep lama sudah tidak relevan lagi untuk mencapai pola makan seimbang. Isi Piringku berisi bahan pokok, khususnya sumber karbohidrat dengan porsi 2/3 porsi 1/2 piring. Kemudian dilengkapi dengan lauk pauk dengan 1/3 porsi 1/2 piring. Separuh piring lainnya diisi dengan 2/3 sayuran dan 1/3 buah.

Berikut contoh Isi Piringku Sekali Makan: Contoh: makan siang ±700 kalori

  1. Makanan Pokok – Nasi dan penukarnya150 gr Nasi = 3 centong nasi = 3 buah sedang kentang (300 gr) = 1 1/2 gelas mie kering (75gr)
  2. Lauk Pauk. Lauk Hewani, 75 gr Ikan Kembung = 2 potong sedang ayam tanpa kulit (80gr) = 1 butir telur ayam ukuran besar (55 gr) = 2 potong daging sapi sedang (70 gr)b. Lauk Nabati, 100 gr Tahu = 2 potong sedang tempe (50 gr)
  3. Sayuran = 150 gr = 1 mangkok sedang
  4. Buah 150 gr pepaya = 2 potong sedang = 2 buah jeruk sedang (110gr) = 1 buah kecil pisang ambon (50 gr) (4).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Admin Peserta Disdik SMP. KENALI GIZI SEIMBANG DAN EMPAT PILARNYA. ditsmp.kemdikbud. 2022 [cited 2023 April 16]. Available from: https://ditsmp.kemdikbud.go.id/peserta-didik/portal/read/kenali-gizi-seimbang-dan- empat-pilarnya
  2. Anonymous. Peran Gizi Seimbang dalam Tubuh. fkes.unusa. 2022 [cited 2023 April 16]. Available from: https://fkes.unusa.ac.id/2022/01/27/peran-gizi-seimbang-dalam-tubuh/
  3. Anonymous. Apa saja 4 pilar utama dalam prinsip gizi seimbang?. p2ptm.kemkes. 2019 [cited 2023 April 16]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa- saja-4-pilar-utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang
  4. Anonymous. Isi Piringku Sekali Makan. p2ptm.kemkes. 2018 [cited 2023 April 16]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/isi-piringku-sekali-makan
  5. Anonymous. Kominfo Kampanyekan "Isi Piringku" Cegah Stunting. kominfo. 2019 [cited 2023 April 16]. Available from: https://www.kominfo.go.id/content/detail/21537/kominfo- kampanyekan-isi-piringku-cegah-stunting/0/sorotan_media#
  6. Anonymous. Pentingnya Gizi Seimbang bagi Kesehatan. krakataumedika. 2013 [cited 2023 April 16]. Available from: https://krakataumedika.com/info-media/artikel/pentingnya-gizi- seimbang-bagi-kesehatan
  7. Auliana, R. GIZI SEIMBANG DAN MAKANAN SEHAT UNTUK ANAK USIA DINI. spada.uns. [cited 2023 April 16]. Available from: https://spada.uns.ac.id/pluginfile.php/258761/mod_resource/content/1/Gizi%20Seimbang %20AUD.pdf
  8. Cica Yulia. GIZI SEIMBANG BAGI ANAK REMAJA. upi.edu. FPTK. [cited 2023 April 16]. Available from: http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/1980070120 05012-CICA_YULIA/GIZI_SEIMBANG_BAGI_ANAK_REMAJA.pdf
  9. Diah Ayu Fitriana. Gizi Seimbang Ibu Hamil. gizi.fk.ub. 2016 [cited 2023 April 16]. Available from: http://gizi.fk.ub.ac.id/gizi-seimbang-ibu-hamil/
  10. Eka Sriati Yalasviva. Masalah Gizi pada Lansia dan Cara Mengatasinya. yankes.kemkes. 2022 [cited 2023 April 16]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1226/masalah-gizi-pada-lansia-dan-cara- mengatasinya

Selama bulan Ramadhan tentunya masih ada beberapa atau sebagian penderita diabetes yang belum menata pola konsumsi baik berbuka puasa dan sahur. Pada bulan Ramadhan tersebut selain menjadi pengalaman spiritual tetapi saat dalam keadaan puasa dapat menimbulkan efek risiko hipoglikemia, hyperglikemia, dehidrasi dan pembekuan darah apabila tidak adanya pengaturan dalam pola konsumsi (1,2). Pada saat berbuka tentunya banyak orang yang mengkonsumsi makanan dengan ekstra kalori seperti makan dalam porsi besar dan lebih banyak kandungan gula atau serta karbohidrat didalamnya (3). Nah, pada artikel ini membahas bagaimana sih pola konsumsi yang benar bagi penderita diabetes saat merayakan Idul Fitri nanti.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-16T100435.633

1. Pola Konsumsi Penderita Diabetes Selama Ramadhan

Pada guidline IDF-DAR tahun 2021 terdapat 10 prinsip rencana gizi yang dijelaskan selama Ramadhan (1,2). Prinsip ini digunakan untuk mengontrol konsumsi penderita diabetes agar lebih sehat dan tidak menimbulkan komplikasi selama ramadhan. Dengan prinsip ini digunakan dapat memperbaiki, memantau kadar glukosa darah puasa dan trigliserida pada dini hari sebelum tidur atau sahur sesuai dengan perawatan standar penderita diabetes (3). Berikut merupakan prinsip rencana gizi penderita diabetes tipe 2 selama ramadhan dengan membagi kalori berbuka puasa dan sahur.

  1. Pastikan makanan yang dikonsumsi seimbang yaitu karbohidrat sebanyak 45-50%, Protein 20-30% dan lemak mono atau tak jenuh ganda < 35%
  2. Makanan dengan Indeks glikemik rendah dan tinggi serat untuk memperpanjang rasa kenyang
  3. Banyak konsumsi sayuran dan buah-buahan
  4. Meminimalkan makanan tinggi lemak jenuh
  5. Hindari makanan manis dan gunakan sedikit minyak saat memasak
  6. Tetap terhidrasi dengan frekuensi minum 8 gelas/ 1,5 liter sehari
  7. Hindari minuman berkafein dan manis-manis

2. Hal -Hal Yang Perlu Diperhatikan Terkait Konsumsi Selama Idul Fitri

Setelah menjalani ibadah Ramadhan ini, umat muslim akan merayakan Idul Fitri (1 Syawal) sebagai tanda bahwa bulan Ramadhan telah usai. Pada saat idul fitri tentunya terdapat beranekaragam makanan lebaran ataupun kue lebaran. Adanya menu-menu tersebut, penderita diabetes harus dapat meminimalkan atau menghindari makanan olahan gorengan, bersantan dan camilan kaya akan gula (3). Tetapi, jangan khawatir! Kamu bisa dapat menyantap menu makanan saat lebaran dengan memperhatikan beberapa tips berikut.

  1. Tetap perhatikan porsi makan mu ya! Usahakan jangan makan dalam porsi besar dengan komposisi ¼ porsi nasi/kentang/pasta (sumber karbohidrat), ½ porsi sayuran, ¼ porsi protein hewani/nabati
  2. Pada saat lebaran tentunya perlu diperhatikan untuk atur waktu/ jam makan mu ya! Dengan tidak terlalu banyak makan berat pada siang dan malam hari, serta tidak skip sarapan dengan porsi ringan sebelum menuju masjid
  3. Jangan lupa tetap seleksi makanan! Dengan karbohidrat sehat/ kompleks yang memiliki kandungan serat lebih tinggi dan konsumsi makanan rendah lemak jenuh
  4. Perlu diperhatikan penggunaan dan pembatasan makanan yang tinggi garam, minyak serta pemanis. Cara pengolahan makanan juga perlu diperhatikan lho, seperti makanan yang dipanggang, ditumis dan direbus lebih baik daripada makanan yang bersantan dan digoreng
  5. Perbanyak konsumsi sayuran, kacang-kacangan, buah dan batasi konsumsi makanan bersantan. Pada saat lebaran jangan lupa untuk tetap stok sayuran dan buah ya!
  6. Hindari banyak makanan dan minuman manis, nah biasanya dalam bentuk kue kering atau minuman kemasan yang disajikan saat lebaran. Pilihlah makanan dan minuman sehat dan tanpa pemanis buatan
  7. Nah ini dia yang paling penting, minumlah cukup air mineral, tentunya tips ini tidak boleh dilupakan untuk membantu menetralkan makanan lebaran yang dikonsumsi

Tips di atas tentunya sangat berguna bagi penderita diabetes dengan memperhatikan asupan, porsi makanan lebaran tetapi tetap bisa menikmati hidangannya.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-19T085809.783

3. Kiat Menjaga Glukosa Darah Penderita Diabetes Selama Ramadhan

Ramadhan memiliki dampak besar pada pengelolaan glukosa darah muslim yang menderita diabetes. Selama bulan suci, tidak ada yang bisa masuk ke dalam tubuh (makanan-minuman-obat-obatan) dari fajar hingga matahari terbenam. Terdapat dampak puasa ramadhan terhadap penderita diabetes, maka memerlukan kedisiplinan, persiapan dan kemauan jika diperlukan (4). Pertanyaan yang ingin diketahui semua orang adalah: bisakah berpuasa dengan diabetes selama ramadhan? Tentu saja bisa, tetapi dengan mempertimbangkan beberapa hal. Berikut merupakan kiat berpuasa yang aman untuk penderita diabetes.

  1. Menyiapkan atau membawa perawatan glukosa darah
  2. Uji kadar glukosa darah, apabila merasa badan sudah tidak nyaman atau tidak enak selama berpuasa
  3. Tes glukosa darah secara teratur, hal tersebut tidak membatalkan puasa lho.
  4. Jika glukosa darah rendah atau kurang dari 3,9 mmol/L segera hentikan atau batalkan puasa anda dan obati gula darah yang rendah
  5. Jika glukosa darah tinggi atau lebih dari 16,6 mmol/L segera hentikan atau batalkan puasa anda dan obati gula darah yang tinggi
  6. Apabila mengalami dehidrasi segera akhiri puasa dan minumlah air putih
  7. Jika badan merasa tidak enak badan, merasa bingung atau pingsan segera batalkan puasa dan minum air putiih atau cairan lain serta periksa glukosa darah
  8. Bagi penderita yang menggunakan suntik insulin, berkonsultasilah dengan dokter terkait perlu tidaknya mengubah dosis atau waktu suntikan insulin
  9. Perlu diperhatikan untuk menjaga makanan tetap seimbang dan minum banyak cairan selama jam tidak puasa (1)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Mohammmed M. and Granderson I.F. Healthy Eating during Ramadhan and Eid-ul Fitrfor People with Diabetes. Sta.uwi.edu. 2022. (accessed 20.04.23) Available From: https://sta.uwi.edu/ffa/sites/default/files/ffa/Healthy%20Eating%20for%20Ramadha n%20and%20Eid%20with%20Diabetes%20Apr%202022.pdf
  2. Jabbar A, Malek R, and Hussein Z. 2021. Epidemiology of diabetes and fasting during Ramadhan. In: IDF-DAR 2021 Diabetes and Ramadhan Practical Guidelines. Available from: https://bit.ly/2QRuo3O (accessed 20.04.23)
  3. Mehar, S. 2021. Fasting and feasting safely with type 2 diabetes in the month of Ramadhan. Journal of Diabetes Nursing, 25(2). (accessed 20.04.23)
  4. Elizabeth Snouffer. Can I fast with diabetes during Ramadhan?. Diabetes voice.org. 2019. (accessed 20.04.23). Available from: https://diabetesvoice.org/en/caring-for diabetes/can-i-fast-with-diabetes-during-Ramadhan/