Mineral merupakan senyawa organik yang jumlahnya kecil tetapi sangat berperan dalam mengatur berbagai fungsi dalam tubuh. Biasanya kita sering menganggapnya sepele, sehingga tidak jarang terjadi defisiensi atau kekurangan mineral dan bisa berujung pada masalah kesehatan. Mineral akan bekerja dengan maksimal sebagaimana fungsinya dengan dukungan mineral atau vitamin lainnya.
Berikut beberapa mineral dan manfaatnya beserta interaksinya antar mineral dan vitamin lain :
Kalsium (Ca)
Memiliki peran penting dalam pembentukan tulang dan gigi, selain itu kalsium juga berperan untuk memperlancar fungsi otot, otak dan syaraf. Sumber kalsium dapat diperoleh dari hewani maupun nabati seperti ikan, udang, daging sapi, susu dan produk olahannya, tempe, tahu, kacang merah dan sebagainya.(1) Penyerapan maksimal dari kalsium dapat dibantu oleh vitamin D, seperti telur, hati sapi, ikan tuna, keju dan butter. Selain itu terdapat kelompok makanan mengandung magnesium yang dapat menghambat penyerapan kalsium, seperti bayam, produk gandum, kacang almond, biji bunga matahari.(2) Sehingga disarankan untuk tidak mengkonsumsi pangan yang mengandung kalsium bersamaan dengan yang mengandung magnesium karena akan mempengaruhi sediaan kalsium dalam tubuh atau dalam jangka lama akan terjadi defisiensi.
Tembaga (Cu)
Tembaga memiliki fungsi sebagai antioksidan, metabolisme hormon sel saraf, dan pembentukan jaringan ikat. Makanan yang mengandung tembaga antara lain hati, tiram, kacang polong, biji bunga matahari, kacang merah, ikan, ayam, daging sapi, dan keju. Adapun kelompok makanan sumber vitamin C dan zat besi yang dapat menghambat penyerapan dari tembaga. Sumber vitamin C meliputi pepaya, brokoli, kembang kol, jeruk, stroberi, dan jambu biji. Sedangkan sumber zat besi seperti hati, kacang-kacangan, oatmeal, daging, telur dan buah kering.(2) Lebih baik untuk menghindari dua kelompok bahan makanan tersebut jika dikonsumsi bersama dengan pangan mengandung tembaga, serta meningkatkan konsumsi vitamin B6 untuk mengoptimalkan penyerapan tembaga dalam tubuh. Kelompok sumber vitamin B6 meliputi bayam, kacang, pisang, kentang dan hati sapi.
Zink (Zn)
Zink berperan dalam pembentukan DNA, antioksidan, metabolisme hormon, dan meningkatkan kualitas sperma.(2) Sumber zink seperti jagung, kacang hijau, daging sapi, unggas, dan ikan. (4)
Mineral ini dapat diserap dengan maksimal oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya jika dibantu dengan vitamin A, seperti yang terdapat pada wortel, kentang, bayam, hati sapi, telur, mentega, dan susu full cream. Sedangkan tembaga akan mengurangi atau menghambat penyerapan zink ke dalam tubuh, maka sebaiknya hindari konsumsi secara bersamaan.(2)
Zat Besi (Fe)
Mineral ini identik dengan kasus anemia pada remaja dan ibu hamil. Zat besi memiliki peran dalam produksi sel darah merah untuk menyediakan oksigen bagi tubuh dan akan mempengaruhi perkembangan janin dalam rahim. Contoh makanan sumber zat besi meliputi kacang-kacangan, sayuran, daging, telur dan ikan. Sangat penting untuk memaksimalkan penyerapan dari zat besi didalam tubuh dengan cara meningkatkan konsumsi vitamin C. Hindari konsumsi kalsium dan zink bersamaan dengan zat besi karena dapat menghambat penyerapan.(2)
Selenium banyak terdapat pada daging, biji-bijian, dan produk olahan susu. Penyerapan selenium akan meningkatkan jika dikonsumsi bersamaan dengan sumber vitamin C
Magnesium (Mg)
Berperan dalam mengatur kontraksi jantung, menurunkan tekanan darah dan menjaga sensitivitas insulin sehingga bisa mengontrol kadar gula darah.(2) Kelompok pangan yang mengandung magnesium banyak terdapat pada sayuran hijau dan kacang-kacangan beserta olahannya.(6) Konsumsi pangan magnesium yang bersamaan dengan sumber fosfor akan menghambat penyerapannya sehingga mengurangi fungsi dari magnesium.(2) Pangan yang mengandung fosfor banyak dijumpai pada biji-bijian seperti biji labu kuning, keju, yogurt, dan ikan tuna.(7)
Asam Folat
Asam folat memiliki berbagai fungsi bagi tubuh seperti metabolisme protein, pertumbuhan dan perkembangan janin, mencegah infeksi dan mencegah risiko aterosklerosis atau penumpukan lemak.(2) Asam folat bersumber dari gandum, kacang merah, brokoli, telur ayam, daging sapi dan daging kambing.(8) Fungsi asam folat akan lebih optimal jika diimbangi dengan konsumsi sumber vitamin c dan B12.(2) Sumber B12 terdapat pada daging ayam, ikan mas, hati ayam dan tempe.(9)
Editor : Erni, S.Tr.Gz
Refrensi
Shita ADP, dan Sulistiyani. Pengaruh Kalsium Terhadap Tumbuh Kembang Gigi Geligi Anak. Stomatognatic (J.K.G Unej).2010;7(3):40-44.
Fajar S. Handbook CAGI AZURA:”Buku Catatan Ahli Gizi Indonesia”. 3rd.2019. 165-199 p.
Yuniati H dan Almasyhuri. Kandungan Vitamin B6, B9, B12 Dan E Beberapa Jenis Daging, Telur, Ikan Dan Udang Laut Di Bogor Dan Sekitarnya. Panel Gizi Makan. 2012:35(1);78-89.
King JC, Cousins RJ. Zinc. Dalam: Ross AC, Caballero B, Cousins RJ, Tucker KL, Ziegler TR, editor. Modern Nutrition in Health and Disease. Edisi ke-11. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2014. hal.189–205.
Yunita dan Sri Adi S. Selenium dan Manfaatnya untuk Kesehatan: Review Jurnal. Farmaka. 2018;16(2):412–418.
Maula, Athiyatul. Hubungan Asupan Kalsium, Magnesium Dan Zat Besi Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Di Smk Muhammadiyah Bumiayu. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2017
Paramitha S. Optimalisasi Pemanfaatan Mineral Fosfor Dalam Membentuk Kesehatan Fisik Anak Usia Dini Melalui Reedukasi Keluarga. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan. 2018;09(1): (24–35)
Astriningrum E P, Hardinsyah, dan Naufal. Asupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Pada Ibu Hamil Di Indonesia Berdasarkan Studi Diet Total. Jurnal Gizi Pangan. 2017;12(1):31-40
Sitoayu L dan Putri R. Hubungan Asupan Vitamin (B6, B12, Asam Folat), Olahraga, Dan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul. MGMI. 2019;11(1)73-82
Halo teman gizi! Sebagai bahan referensi kalian dalam mengerjakan tugas atau membantu dalam mempermudah pekerjaan kalian sebagai Ahli Gizi, berikut kami rekomendasikan beberapa Website seputar gizi yang dapat kalian akses.
Artikel ini akan di update secara berkala!
1. Jurnal Persagi
Website ini berisi jurnal – jurnal peneltin nasional ataupun internasional yang dapat kalian akses. KLIK DISINI untuk mengakses.
2. panganku.org
Dalam website ini terdapat TKPI (Tabel Komposisi Bahan Makanan) onlin. Website ini menyediakan fitur yang dapat kalian gunakan untuk mengetahui AKG (Angka Kecukupan Gizi) harian kalian, juga terdapat fitur untuk menghitung kebutuhan Gizi Individu dan Gizi untuk populasi. KLIK DISINI untuk mengakses.
Bisa mengetahui nilai gizi dari resep makanan, berbagai merk makanan kemasan, juga informasi gizi dari menu makanan restoran. KLIK DISINI untuk mengakses.
4. myfitnesspall
Dalam website ini kitab isa mengetahui Kandungan apa yang terdapat dalam makanan yang kamu konsumsi, juga dapat mengetahui kalori, informasi nutrisi, dan porsi makanan. Dilengkapi layanan pemantau berat badan, menurunkan berat badan, menjadi lebih sehat, dan menurunkan menurunkan BMI. KLIK DISINI untuk mengakses.
Hai sobat ilmugiziku! Sobat pasti sering nih mendengar yang namanya Label Gizi dan Label Makanan/Pangan. Kira-kira apa sih bedanya label gizi dan label pangan? Label pangan dan label gizi ternyata berbeda lho!Buat yang udah paham coba test kemampuan kalian dulu nih terkait Label Pangan.
Label pangan dan label gizi merupakan label yang wajib ada dalam kemasan pangan. Kemasan Pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus Pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan Pangan maupun tidak. Label pangan adalah setiap keterangan mengenai Pangan Olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada Pangan Olahan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian Kemasan Pangan.
Label gizi atau nilai gizi adalah informasi nilai gizi suatu produk berdasarkan pada satu kali penyajian. Label gizi sendiri lebih berfokus dengan informasi nilai gizi dalam satu porsi produk tersebut. Berdasarkan informasi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, cara membaca informasi nilai gizi adalah :
Kira-kira sudah paham belum? Apakah kalian sudah sering membaca label pangan dan label gizi sebelum membeli makanan? Coba test kemampuan kalian dulu nih terkait Label Makanan. Label gizi inilah yang akan menentukan mutu makanan yang kita beli! Yuk mulai biasakan untuk membaca label pangan dan label gizi untuk memahami mutu makanan!
Refrensi
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012
Yuk, biasakan untuk membaca label pangan pada kemasan pangan olahan sebelum dikonsumsi. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/2/yuk-biasakan-untuk-membaca-label-pangan-pada-kemasan-pangan-olahan-sebelum-dikonsumsi
Yuk, simak cara membaca informasi nilai gizi berikut ini. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/8/yuk-simak-cara-membaca-informasi-nilai-gizi-berikut-ini#
Halo, Sobat Ilmugiziku! Ada yang berpikir ingin membangun sebuah institusi penyedia makanan yang sehat dan aman? Atau ada yang terpikir untuk bekerja di sebuah institusi penyelenggaraan makanan? Saat ini, jasa penyedia/penyelenggara makanan telah banyak berkembang di Indonesia. Pengelola maupun pebisnis makanan dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan tren maupun strategi baru di dunia kuliner. Untuk menarik pelanggan, seorang penyelenggara makanan harus mengetahui dasar atau elemen sistem penyelenggaraan makanan. Apa saja elemen penyelenggaraan makanan? Simak artikel dibawah ini!
Apa sih Penyelenggaraan Makanan?
Penyelenggaraan makanan merupakan rangkaian kegiatan dimulai dari perencanaan hingga pendistribusian makanan pada konsumen yang bertujuan untuk memberikan pilihan makanan yang sehat dan tepat agar tercapai status kesehatan yang optimal [1]. Klasifikasi penyelenggaraan makanan pun bermacam-macam. Berdasarkan kelompok institusi, penyelenggaraan makanan dibagi menjadi dua (2), yaitu penyelenggaraan makanan bersifat non atau semi komersial (service oriented) dan penyelenggaraan makanan bersifat komersial (profit oriented). Berdasarkan konsumen, penyelenggaraan makanan dibagi menjadi beberapa kelompok institusi, antara lain penyelenggaraan makanan pada pelayanan kesehatan, sekolah, asrama atau pondok pesantren, institusi sosial, industri tenaga kerja, dan penyelenggaraan makanan darurat.
Florence Nightingale merupakan administrator sekaligus ahli gizi rumah sakit modern pertama di Inggris tahun 1854. Beliau membuat sistem manajemen dan organisasi rumah sakit yang lebih baik dengan beberapa standar makanan rumah sakit untuk meningkatkan status gizi pasien yang optimal. Hingga saat ini, sistem penyelenggaraan makanan terus mengalami perubahan yang lebih baik disesuaikan dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi.
Perkembangan kegiatan pelayanan makanan semakin meningkat seiring sedikitnya waktu yang tersisa di rumah untuk memasak [2]. Sehingga untuk mempermudah stok ketersediaan makanan, beberapa orang memilih untuk membeli di restoran atau penjaja makanan tertentu. Untuk menyediakan pilihan makanan yang sehat dan tepat bagi konsumen, pihak penyelenggara harus menerapkan beberapa prinsip, yaitu:
Memenuhi syarat higiene dan sanitasi.
Makanan mampu memenuhi kebutuhan gizi konsumen.
Fasilitas dan peralatan yang memadai dan layak digunakan.
Harga yang terjangkau.
Mampu memenuhi selera dan kepuasan konsumen.
Prinsip ini dapat terpenuhi oleh penyelenggara maupun pengelola bisnis makanan dengan perencanaan dan perhitungan yang tepat berdasarkan budget dan kebutuhan konsumen agar sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Untuk dapat mencapai mutu makanan yang akan disajikan, diperlukan 6 dasar atau elemen yang penting untuk diperhatikan.
Penyelenggaraan Makanan yang Sehat dan Sukses dengan 6 Elemen
Setiap penyelenggaraan makanan memiliki sebuah sistem dan sub sistem yang saling tergantung dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan, baik di institusi maupun dalam bisnis yang telah ditetapkan. Sub sistem tersebut terdiri dari 6 elemen, yaitu input (resources), process, output (goal), control, feedback dan lingkungan. Misalnya, apabila dalam suatu restoran terdapat jumlah karyawan yang sedikit, akan mempengaruhi subsistem proses yang membutuhkan waktu lama dan sistem pengontrolan mutu makanan yang kurang berkualitas. Berikut ini penjelasan beberapa elemen yang perlu diperhatikan dalam sistem penyelenggaran makanan :
Elemen Input
Elemen yang berisi sumber daya yang digunakan untuk melakukan proses penyelenggaraan makanan, yang terdiri dari jumlah dan keterampilan tenaga kerja, biaya, material, peralatan, prosedur kerja dan standar kebijakan dari suatu institusi, dan konsumen. Pastikan bahwa tenaga kerja gizi sudah sesuai jumlah maupun kemampuannya agar mampu bekerja secara efektif.
Elemen proses
Elemen yang meliputi sistem pengadaan yang dimulai dari perencanaan menu, pembelian, hingga penyimpanan; sistem produksi makanan; sistem distribusi makanan; penerapan higiene dan sanitasi serta keselamatan kerja karyawan. Dalam elemen ini diperlukan pengorganisasian sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing unit kerja, serta hubungan antar unit kerja.
Elemen output (goals)
Elemen ini merupakan hasil dari elemen proses berupa produk atau pelayanan gizi dan merepresentasikan sejauh mana tujuan dari suatu penyelenggaraan makanan telah berhasil dicapai, antara lain kepuasan konsumen, jumlah dan kualitas menu/makanan yang dihasilkan, perhitungan biaya, dan kepuasan tenaga kerja. Pada penyelenggaraan makanan berbasis profit, lebih menekankan untuk outputnya berupa keuntungan (profit) yang dihasilkan.
Elemen pengontrolan
Elemen yang terdiri dari regulasi dan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah, rencana dan tujuan dari suatu institusi, dan standar operasional prosedur.
Elemen umpan balik (feedback)
Elemen untuk penyediaan informasi, kritik, dan saran untuk kelangsungan efektivitas dari suatu sistem dan evaluasi kedepannya.
Elemen memori
Elemen yang mengatur bagaimana sistem penyimpanan, pencatatan dan pelaporan (tenaga kerja dan keuangan) agar mampu memperbarui data-data yang dapat dan akan digunakan sebagai pengambilan keputusan [2].
Editor : Erni, S.Tr.Gz
Refrensi
Rohmalia, PA dan Djajalaksana, YM. Pengelolaan Bisnis Catering dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Berbasis Web (Studi Kasus pada Anggun Catering). Jurnal Sistem Informasi 2013;8(2): 181-201.
Bakri B, Intiyati A, Widartika. Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2018; 1-354.
Sobat Ilmugiziku, siapa nih yang masih ingat permainan congklak, lompat tali dan kelereng? Wah, bikin kita jadi nostalgia semasa kecil dulu ya. Apakah kalian masih melihat anak-anak bermain permainan tradisional ini di lingkungan sekitar? Atau sudah beralih ke permainan modern seperti smartphone, tablet dan console game? Kali ini penulis akan mengulik perbandingan permainan tradisional dan permainan modern serta manfaat yang dapat diberikan bagi anak-anak, lho. Simak artikel di bawah ini, ya!
Perbedaaan Permainan Tradisional dan Permainan Modern
Permainan tradisional adalah permainan yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, biasanya terkandung nilai-nilai positif serta kebaikan.(1) Nah, permainan tradisional berbentuk aktivitas sosial yang dominan pada masa anak-anak, karena mereka menghabiskan waktunya di luar rumah dengan bermain bersama teman-temannya dibandingkan terlibat dalam aktivitas lain.(2) Sedangkan permainan modern biasanya menggunakan gadget seperti smartphone, tablet, console game atau komputer yang diciptakan oleh suatu perusahaan berbasis teknologi. Permainan modern ini bisa dimainkan oleh hanya satu anak, tidak memerlukan banyak ruang serta aktivitas fisik.(3)
Macam-Macam Permainan Tradisional Dan Permainan Modern
Berikut adalah contoh permainan tradisional yang beredar di masyarakat :
Congklak
Congklak merupakan permainan yang menggunakan biji/cangkang kerang dan papan berisi enam belas lubang berhadapan serta dua lubang besar di sisi kiri dan kanan. Congklak dimainkan hanya untuk dua orang saja. Permainan ini melatih banyak hal, seperti berhitung, sportifitas dengan lawan main, kesabaran dan menganalisa.(4)
Lompat Tali
Permainan lompat tali atau biasa disebut main karet popular di kalangan anak-anak 70-an hingga 80-an. Tali biasanya dipegang oleh dua orang pada sisi kiri dan kanan sejajar pinggang, kemudian seseorang bisa melakukan lompatan seiring dengan tali diputar. Kaki tidak boleh mengenai tali saat melakukan lompatan. Lompat tali melatih aspek motorik kasar, akurasi saat menghindari tali yang mendekati kaki, sosialisasi dengan kawan dan berhitung. Saat melompat otak dan tubuh akan berkoordinasi untuk menjaga keseimbangan tubuh, serta penting untuk kesehatan otot dan tulang pada anak.(4)
Kelereng
Permainan kelereng juga populer dikalangan anak-anak, permainan ini sederhana, yaitu mengeluarkan kelereng lawan dengan kelereng yang kita punya dengan cara mendorong menggunakan jari telunjuk atau jari tengah yang ditekan dengan ibu jari. Permainan ini melatih aspek akurasi saat membidik kelereng lawan, konsentrasi serta sportifitas.(4)
Nah, untuk jenis permainan modern sangat banyak sekali jenisnya yang bisa dimainkan. Tergantung dari aplikasi yang bisa ditemukan dan diunduh sesuai keinginan. Ada tema mewarnai, puzzle, balapan, menghafal, memasak dan masih banyak lagi dan tentunya sangat canggih, interaktif serta memanjakan mata anak-anak karena memiliki visual yang menarik. Biasanya aplikasi ini dapat diunduh di toko aplikasi daring berbasis Android yakni Play Store maupun berbasis iOS yaitu App Store. Kita sekarang tidak perlu khawatir jika ingin memberikan permainan modern kepada anak atau kerabat kita yang masih kategori anak-anak, karena di toko aplikasi daring sudah memilah aplikasi permainan sesuai kategori usia anak-anak. Meski begitu, tentu anak-anak perlu dipantau dalam pengawasan orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan kategori usia aplikasi permainan sehingga tidak cocok dimainkan pada anak-anak. Kita harus bijak memilih permainan modern yang terbaik serta mengedukasi bagi anak-anak.
Perbedaan Manfaat Dari Permainan Tradisional Dan Permainan Modern(3)(4)
Jika kita telaah dari penjelasan kedua permainan di atas, terdapat beberapa perbedaan manfaat yang bisa diambil dari permainan tradisional maupun permainan modern :
Permainan tradisional lebih banyak menggunakan aktivitas fisik yang hampir seperti olahraga dibandingkan permainan modern yang hanya dimainkan di tempat.
Permainan tradisional dapat mengasah kemampuan sosial lebih luas dibandingkan permainan modern karena berinteraksi langsung dengan teman-teman.
Permainan modern membuat anak-anak paham akan perkembangan teknologi
Permainan modern meningkatkan ingatan jangka pendek, daya nalar dan imajinasi anak
Editor : Erni, S.Tr.Gz
Refrensi
Bishop, J. C., & Curtis, M. Permainan Anak-anak Zaman Sekarangdi Sekolah Dasar. Editor: Yovita Hadiwati.. PT. Grasindo. Jakarta: 2005.
Desmita, Psikologi Perkembangan. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung: 2013.
Hadinata, D. KAMPANYE PERMAINAN TRADISIONAL KUDUS SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI ANAK (Doctoral dissertation, Unika Soegijapranata). 2017.
Hasanah U. Pengembangan kemampuan fisik motorik melalui permainan tradisional bagi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak. 2016 Jun 19;5(1).
Sobat Ilmugiziku, saat ini sudah banyak informasi tentang pentingnya sarapan dan kaitannya dengan peningkatan produktivitas. Namun, yang tak kalah penting dari sarapan adalah makan siang (bekal). Asupan makan siang akan mensuplai energi yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja, serta membantu pikiran untuk kembali fokus sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan makan siang yang berkualitas adalah dengan mempersiapkan bekal makan siang dari rumah, karena Anda bisa mengatur sendiri menu, porsi, serta budget yang dibutuhkan untuk makan siang. Berikut adalah beberapa tips untuk mempersiapkan bekal makan siang untuk pekerja yang sibuk (1):
Pada akhir pekan, buatlah perencanaan menu masakan untuk satu minggu, kemudian beli bahan makanan sesuai menu yang telah direncanakan. Hal ini akan membantu Anda menghemat biaya karena seluruh bahan makanan yang dibeli akan digunakan secara efisien serta menghemat waktu untuk memikirkan menu masakan setiap hari.
Hangatkan Sisa Makan Malam
Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk memasak di pagi hari, Anda bisa memanaskan sisa makan malam untuk dibawa sebagai bekal makan siang. Namun, pastikan makanan sudah dipanaskan hingga mendidih dan panas seluruhnya. Opsi lainnya, Anda bisa melakukan meal prep (meal preparation/persiapan makanan) di malam hari, misalnya dengan mengupas dan memotong-motong sayuran atau membumbui ayam kemudian disimpan di kulkas agar keesokan harinya Anda dapat langsung memasaknya. Dengan cara ini, Anda dapat menghemat waktu untuk mempersiapkan bekal makan siang.
Pisahkan wadah
Saat mempersiapkan bekal untuk dibawa ke tempat kerja, gunakan wadah yang berbeda untuk mengemas setiap jenis makanan agar makanan terjaga kesegarannya.
Makanan yang sehat perlu memperhatikan prinsip-prinsip gizi seimbang dan aspek kebersihannya. Berikut adalah langkah-langkah mempersiapkan bekal makan siang yang sehat dan bergizi (2):
Cucilah tangan sebelum menyiapkan dan memakan bekal untuk mencegah kontaminasi kuman penyebab penyakit.
Dalam 1 porsi bekal Anda, 50% kotak bekal diisi oleh bahan makanan sumber karbohidrat dan protein dengan perbandingan karbohidrat dan protein sebanyak 2:1. Jadi, 2/3 bagian merupakan karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, mie, pasta, atau ubi; dan 1/3 bagian sisanya merupakan lauk pauk. Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi lauk hewani (seperti telur atau daging) dan nabati (seperti tempe) dalam 1 kali makan, tetapi jika tidak memungkinkan, maka cukup memilih salah satu saja.
50% porsi kotak bekal lainnya diisi oleh sayuran dan buah-buahan dengan perbandingan sayuran dan buah-buahan sebanyak 2:1. Pilihlah beraneka ragam sayuran dan buah-buahan berwarna karena setiap sayur dan buah memiliki kandungan dan manfaat yang berbeda-beda.
Jangan lupa menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air putih sebelum dan setelah makan.
Nah, setelah mengetahui tips serta langkah-langkah mempersiapkan bekal makan siang untuk pekerja kantoran yang sibuk, yuk, simak beberapa ide menu bekal makan siang yang sehat dan bergizi!
Nasi putih 1,5 centong, orak arik sayur sawi putih, buncis, wortel, dan telur, serta 1 buah jeruk manis (setara dengan ±400 kkal).
Nasi merah 1,5 centong, ayam saus tiram, cah brokoli, dan irisan buah pir (setara dengan ±370 kkal).
2 potong sandwichisi sayuran dan omelet telur, 5 keping keripik tempe, serta jus mangga tanpa gula (setara dengan ±370 kkal).
Nasi putih 1,5 centong, tumis labu siam, 1 potong ikan bandeng goreng, dan 1 buah pisang (setara dengan ±350 kkal).
Mie goreng dengan sayur sawi, irisan tomat dan timun, sosis goreng, serta irisan buah pepaya (setara dengan ±390 kkal).
Itulah beberapa ide menu bekal makan siang bergizi seimbang untuk para pekerja kantoran yang sibuk. Menu-menu tersebut bisa Anda kombinasikan sumber karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, serta buah-buahannya sesuai dengan bahan yang tersedia di rumah.
Editor : Erni, S.Tr.Gz
Refrensi
Anonim. Lunch at work [Internet]. Better Health. 2017 [cited 2021 September 26]. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Lunch-at-work
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: 2014.