Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas (1). Seperti yang kita ketahui, seiring dengan bertambahnya usia, maka fungsi organ tubuh akan semakin menurun dan fisik menjadi lebih lemah serta lebih rentan terkena penyakit. Penuaan dan dampak negatifnya memang tidak bisa dihentikan, tetapi kita bisa memperlambat penurunan kebugaran fisik, kondisi kesehatan, dan fungsi organ tubuh pada lansia salah satunya dengan rajin beraktivitas fisik dan istirahat yang cukup (2).

Anjuran Aktivitas Fisik untuk Lansia Berdasarkan Anjuran WHO (3)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T143232.164
  1. Lansia dianjurkan melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang (contohnya jalan cepat atau bersepeda) minimal 150 menit per minggu atau melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas berat (contohnya jogging atau renang) minimal 75 menit per minggu, atau kombinasi antara keduanya.
  2. Aktivitas aerobik dilakukan dengan durasi minimal 10 menit.
  3. Jika memungkinkan, lansia dapat meningkatkan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang menjadi 300 menit per minggu, atau meningkatkan aktivitas fisik aerobik intensitas kuat menjadi 150 per minggu untuk mencapai manfaat kesehatan yang lebih optimal.
  4. Lansia dengan mobilitas yang rendah perlu melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan keseimbangan minimal 3 kali dalam seminggu.
  5. Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik untuk melatih kekuatan otot minimal 2 kali dalam seminggu.
  6. Apabila lansia tidak dapat melakukan aktivitas fisik sesuai anjuran dikarenakan kondisi kesehatan, lansia tetap harus aktif bergerak sesuai kemampuannya.

Yuk, simak rekomendasi aktivitas fisik yang cocok untuk lansia

  1. Senam Lansia Salah satu pilihan aktivitas fisik yang banyak digemari oleh lansia adalah senam lansia. Beberapa manfaat dari aktivitas senam lansia antara lain melatih koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh, menjaga kesehatan tulang, meningkatkan stamina, serta menurunkan gula darah. Senam lansia umumnya dilakukan secara berkelompok dan diiringi musik untuk membangkitkan semangat. Berbeda dengan senam aerobik, senam lansia memiliki kecepatan dan gerakan yang lebih lambat. Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, lakukanlah senam ini secara rutin selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu (4,5). Di masa pandemi seperti sekarang ini, Anda bisa melakukan senam lansia di rumah dengan memutar video senam di televisi atau gadget.
  2. Berjalan Kaki Berjalan kaki di sekitar tempat tinggal adalah salah satu aktivitas fisik yang cocok untuk lansia dan bermanfaat untuk melatih kekuatan otot dan tulang, melatih koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh sehingga tidak gampang jatuh, dan melatih kelenturan sendi (6). Anda dapat berjalan kaki secara rutin selama minimal 30 menit (15 menit pergi – 15 menit pulang) sebanyak 5 kali dalam seminggu untuk memenuhi anjuran WHO.
  3. Berkebun Menanam bibit, menyiram tanaman, membersihkan hama dari tanaman, membersihkan dedaunan kering, serta menggali tanah adalah beberapa aktivitas berkebun yang bisa dilakukan oleh lansia. Selain menjaga tubuh agar tetap aktif bergerak, berkebun juga memiliki manfaat karena saat berkebun tubuh akan terpapar oleh sinar matahari yang berguna untuk pembentukan vitamin D3 di tubuh (7).
  4. Bersepeda Bagi lansia yang fisiknya masih bugar dan aktif bergerak, olahraga bersepeda dapat menjadi pilihan yang tepat. Bersepeda secara teratur dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan jumlah lemak tubuh, hingga menjaga kesehatan mental. Bersepeda juga merupakan jenis olahraga yang termasuk minim resiko dibandingkan olahraga lainnya. Anda dapat menerapkan kebiasaan bersepeda dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan memilih bersepeda saat berbelanja atau berkunjung ke rumah saudara yang jaraknya tidak terlalu jauh (8).
  5. Yoga Yoga merupakan olahraga ringan yang cocok dilakukan oleh lansia yang kemampuan mobilitasnya sudah terbatas karena olahraga ini dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan alat apapun. Dilansir dari Hello Sehat, yoga bermanfaat untuk meredakan stres, meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, serta menurunkan risiko penyakit kronis pada lansia (9).


    Selain perlu aktif bergerak, lansia juga memerlukan istirahat yang cukup. Menurut guideline dari National Sleep Foundation, lansia berusia 65 tahun ke atas dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap harinya. Namun pada kenyataannya, banyak lansia yang tidak memenuhi durasi tidur tersebut disebabkan karena insomnia. Insomnia pada lansia memang lebih umum terjadi karena kondisi kesehatan, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kecemasan (10).

Simak beberapa tips untuk mendapatkan cukup tidur bagi lansia (10)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T214808.856
  1. Olahraga secara teratur terbukti mampu meningkatkan durasi dan kualitas tidur pada lansia.
  2. Kurangi Gangguan di Kamar Tidur Untuk mencegah insomnia, hindari barang-barang yang dapat mendistraksi Anda untuk tertidur, seperti televisi, ponsel, dan lampu yang terang. Sebaiknya tempatkan televisi di ruangan lain dan cobalah untuk tidak menyalakan televisi sebelum tidur.
  3. Hindari Konsumsi Zat-zat yang Membuat Sulit Tidur Alkohol, tembakau, dan kafein pada kopi mampu menstimulasi saraf sehingga mengganggu istirahat. Selain itu, makan berlebih juga dapat merangsang pencernaan sehingga menyebabkan sulit tidur. Cobalah untuk berhenti merokok, mengurangi minum kopi, dan makan malam maksimal empat jam sebelum tidur.
  4. Atur Jadwal Tidur Tetapkan jam yang sama untuk bangun di pagi hari dan tidur di malam hari, serta batasi waktu tidur siang agar tidak terlalu lama.
  5. Lakukan Rutinitas Sebelum Tidur Tubuh yang rileks dan perasaan yang tenang akan membantu untuk tidur lebih nyenyak. Temukan aktivitas yang membuat Anda rileks sebelum tidur, misalnya mandi, membaca, atau beribadah sebelum tidur.
Editor : Erni, S.Tr,Gz

Refrensi

  1. Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Jakarta; 1998.
  2. Cvecka, J., Tirpakova, V., Sedliak, M., Kern, H., Mayr, W., & Hamar, D. Physical Activity in Elderly. European journal of translational myology. 2015: 249-252.
  3. World Health Organization. Global Recommendations on Physical Activity for Health: 65 Years and Above. Jeneva; 2011.
  4. Fadila, I. Manfaat dan Gerakan Senam Lansia untuk Tingkatkan Kebugaran [Internet]. Hello Sehat. 2021 [cited 2021 Sep 8]. Available from: https://hellosehat.com/lansia/olahraga-lansia/senam-lansia-untuk-kebugaran/
  5. Anonim. Tetap Bugar di Usia Senja dengan Senam Lansia [Internet]. Anlene. 2021 [cited 2021 Sep 8]. Available from: https://www.anlene.com/id/ms/senam-lansia.html
  6. Anonim. Walking - the benefits for older people [Internet]. Better Health. 2018 [cited 2021 Sep 8]. Available from:

Oksidasi adalah proses yang terjadi secara alami di tubuh manusia saat menghasilkan energi. Proses oksidasi akan menghasilkan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dalam jumlah besar bisa menyebabkan kerusakan DNA. Tubuh kita memiliki antioksidan alami sehingga mampu mengatasi beberapa radikal bebas, tetapi senyawa radikal bebas yang terlalu banyak tidak dapat diatasi oleh tubuh dan berisiko mengakibatkan penyakit-penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, ataupun kanker (1). Namun jangan khawatir, karena kita dapat mencegah produksi radikal bebas yang berlebihan dengan menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari dan polusi (2). Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan juga dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan tubuh sehingga mengurangi risiko penyakit-penyakit kronis (1).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T220830.155
  1. Sayuran Hijau
    Sayuran yang termasuk ke dalam kelompok ini di antaranya adalah bayam, kangkung, sawi, selada, brokoli, serta sayuran berdaun hijau lainnya. Sayuran hijau kaya akan antioksidan yaitu vitamin C, vitamin E, dan flavonoid. Misalnya, daun bawang dan selada mengandung lutein dan quercetin yang merupakan antioksidan kuat. Begitu pula dengan daun katuk, sayuran lokal asal Indonesia ini memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, salah satunya kaempferol. Kaempferol disebut-sebut mampu memperlebar pembuluh darah serta menurunkan risiko kanker (3).
  2. Sayuran dan Buah-buahan Berwarna Oranye
    Wortel, labu, kentang, pepaya, mangga, dan buah-buahan berwarna oranye lainnya mengandung antioksidan beta-karoten, yaitu provitamin A yang tergolong sebagai antioksidan kuat dan peredam oksigen tunggal terbaik. Senyawa beta-karoten ini juga ditemukan pada bayam dan peterseli. Selain itu, sayuran dan buah-buahan berwarna orange juga kaya akan antioksidan vitamin C yang dapat mencegah kerusakan jaringan (4).
  3. Tomat
    Tomat merupakan bahan makanan dengan kandungan likopen terbanyak. Kandungan likopen pada tomat akan meningkat seiring dengan matangnya buah ini. Likopen sendiri termasuk antioksidan kuat yang telah banyak diteliti manfaat kesehatannya pada hewan, antara lain melindungi mata dari katarak, mengurangi kerusakan jaringan, dan mencegah alzheimer. Selain pada tomat, likopen juga terkandung pada buah-buahan berwarna merah dan pink, seperti jambu biji merah dan semangka (5).
  4. Terong Belanda
    Buah yang tumbuh dengan baik di daerah sejuk ini ternyata juga kaya akan antioksidan. Beberapa jenis antioksidan yang telah ditemukan pada terong belanda adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, flavonoid, antosianin, dan tanin. Antosianin adalah antioksidan berupa pigmen yang memberikan warna merah keunguan pada terong belanda, sedangkan tanin mengandung asam elagik (ellagic acid), antioksidan kuat yang mampu melawan radikal bebas jenis peroksida lipid (6).
  5. Ubi Jalar Ungu
    Sama seperti sayuran dan buah-buahan, ubi jalar ungu juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Bahkan, kandungan antioksidannya lebih banyak dibandingkan ubi jalar putih atau kuning. Kandungan antioksidan utama pada ubi jalar ungu adalah antosianin, yaitu pigmen warna yang sama seperti pada buah terong belanda, blueberry, dan anggur. Beberapa manfaat kesehatan dari antosianin di antaranya dapat mengurangi peradangan, menjaga kesehatan mata dan jantung, serta menurunkan risiko penyakit kronis. Selain antosianin, antioksidan lain yang ditemukan pada ubi jalar ungu adalah vitamin C, selenium, senyawa polifenol, karotenoid, dan tirosin (7).
  6. Cokelat hitam (kakao)
    Tak banyak yang tahu bahwa Indonesia adalah negara penghasil kakao terbesar ke-6 di dunia (8). Biji kakao merupakan pangan kaya antioksidan yang biasanya diolah menjadi makanan lezat favorit banyak orang, yaitu cokelat. Prosianidin adalah antioksidan yang paling banyak terkandung pada kakao, yang dianggap dapat menurunkan risiko penyakit kanker, jantung, dan stroke (9).Dilansir dari USDA, semakin banyak kandungan kakao pada produk cokelat maka semakin tinggi kandungan antioksidannya. Salah satu jenis cokelat dengan kandungan kakao terbanyak adalah dark chocolate atau cokelat hitam, sehingga kandungan mineral dan antioksidan pada cokelat hitam juga lebih banyak dibandingkan jenis cokelat lainnya. Cokelat hitam telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah, serta menaikkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL) (1).
  7. Kacang Kedelai
    Kacang kedelai adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam bentuk produk olahannya seperti tempe, tahu, atau kecap. Ternyata, kacang kedelai mengandung isoflavon genistein, salah satu antioksidan terkuat. Berdasarkan penelitian, senyawa antioksidan ini memiliki berbagai manfaat kesehatan di antaranya dapat membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker prostat dan kanker payudara, mencegah penyakit kardiovaskular, serta meredakan gejala menopause (10).
  8. Teh
    Apa menu minuman yang paling sering Anda temui di restoran atau rumah makan? Ya, jawabannya adalah teh. Selain sensasi menyegarkan, ternyata teh juga memiliki efek anti peradangan karena mengandung antioksidan jenis antosianin, pro antosianin, dan katekin yang efektif mencegah kerusakan sel. Terlebih lagi pada teh hijau. Teh ini mengandung katekin jenis epigalokatekin galat (epigallocatechin-3-gallate / EGCG), yang diketahui merupakan jenis katekin dengan kemampuan antioksidan terkuat (3,11). Tetapi, teh sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi (contohnya daging, hati, susu, dan bayam) karena adanya senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi di saluran pencernaan.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Raman, R. 12 Healthy Foods High in Antioxidants [Internet]. Healthline. 2018 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-antioxidants
  2. Anonim. Antioxidants. Better Heatlh. 2020 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/antioxidants
  3. Magee, E. 10 Nutrient-Rich Super Foods [Internet]. WebMD. 2010 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-super-foods
  4. Silvia, D., Katharina, K., Hartono, S. A., Anastasia, V., & Susanto, Y. Pengumpulan Data Base Sumber Antioksidan Alami Alternatif Berbasis Pangan Lokal di Indonesia. Surya Octagon Interdisciplinary Journal of Science & Technology. 2016: 181-198.
  5. Petre, A. Lycopene: Health Benefits and Top Food Sources [Internet]. Healthline. 2018 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/lycopene
  6. Wirenviona, R., I’tishom, R., & Khaerunnisa, S. Ethanolic extract of Dutch eggplants (Solanum betaceum) protects spermatozoa motility exposed to lead acetate. Journal of the Medical Sciences. 2020: 300-308.
  7. Danahy, A. Purple Power: 7 Benefits of Purple Potatoes [Internet]. Healthline. 2019 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/purple-potatoes
  8. Saptoyo, R. D. Bagaimana Produksi Kakao Indonesia? [Internet]. Kompas. 2021 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/16/063000165/bagaimana-produksi-kakao-indonesia-?page=all
  9. Core, J. In Chocolate, More Cocoa Means Higher Antioxidant Capacity [Internet]. Agricultural Research Service USDA. 2005 [cited 2021 Sep 9]. Available from: https://www.ars.usda.gov/news-events/news/research-news/2005/in-chocolate-more-cocoa-means-higher-antioxidant-capacity/
  10. Mujic, I., Šertovic, E., Jokic, S., Saric, Z., Alibabic, V., Vidovic, S., & Živkovic, J. Isoflavone content and antioxidant properties of soybean seeds. Croat. J. Food Sci. Technol. 2011: 16-20.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak merupakan acuan bagi tenaga kesehatan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar/primer, kelompok profesi, tenaga pendidik, petugas lapangan Keluarga Berencana, petugas sosialyang terkait dengan pembinaan tumbuh kembang anak, organisasi profesi dan pemangku kepentingan terkait pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak.

Pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak merupakan bagian dari kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan terhadap Bayi, Anak Balita, dan Anak Prasekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang Pendidikan formal. Pemantauan ini diarahkan untuk meningkatkan status kesehatan baik gizi, kongnitif, mental, dan psikososial

Pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan di taman kanak-kanak. Pemantauan diselenggarakan oleh guru taman kanak-kanak bekerjasama dengan orang tua anak didik dan tenaga kesehatan. Kegiatan ini harus diselenggarakan secara komprehensif dan berkualitas.

Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pertumbuhan perkembangan anak dapat dilihati di PMK No. 66 2014 ttg Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Baca juga : PMK No 2 2020 Standart Antropometri Anak [PDF]

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat perlu diwujudkan lewat seluruh kebijakan pada sektor kementrian melalui:

  1. Peningkatan aktivitas fisik;
  2. Peningkatan perilaku hidup sehat;
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;
  4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;
  5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

Lebih rinci terkait intruksi pada setiap kementrian dapat melihat di GERMAS Intruksi Presiden No 1 2017 [PDF]

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T221915.903

Sistem imun (immune system) atau sistem kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, meniadakan kerja toksin dan faktor virulen lainnya yang bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen sendiri adalah suatu bahan atau senyawa yang dapat merangsang pembentukan antibodi. Antigen dapat berupa protein, lemak, polisakarida, asam nukleat, lipopolisakarida, lipoprotein dan lain-lain. Sementara itu antigenik adalah sifat suatu senyawa yang mampu merangsang pembentukan antibodi spesifik terhadap senyawa tersebut.

Berbicara daya tahan tubuh, kita sering mendengar imunogen yaitu senyawa yang dapat merangsang pembentukan kekebalan/imunitas, dan imunogenik adalah sifat senyawa yang dapat merangsang pembentukan antibodi spesifik yang bersifat protektif dan peningkatan kekebalan seluler. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuan untuk melindungi tubuh juga berkurang, sehingga patogen, termasuk virus dapat tumbuh dan berkembang dalam tubuh. Sedangkan reaksi yang dikoordinasi sel-sel, molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respon imun. Beberapa zat gizi seperti vitamin dapat berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berikut ini adalah beberapa peranan vitamin dalam sistem imun .

1. Vitamin A

Vitamin A mempunyai peranan penting di dalam pemeliharaan sel epitel. Sel epitel merupakan salah satu jaringan tubuh yang terlibat di dalam fungsi imunitas non-spesifik. Imunitas non-spesifik melibatkan pertahanan fisik seperti kulit, selaput lendir, silia saluran nafas. Peranan vitamin A dalam sistem imunitas non spesifik terlihat pada integritas mukosa epitel yang telah banyak diuraikan oleh Sommer dan Tarwotjo dan Karyadi et al. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak kekurangan vitamin A berisiko menderita penyakit saluran pernafasan dan mengalami keparahan penyakit diare. Vitamin A juga mempunyai peranan dalam sel-sel mukosa saluran cerna. Selain itu kekurangan vitamin A berdampak pada penglihatan yaitu dimulai dengan terganggunya integritas mukosa epitel, yang disebabkan karena hilangnya sel goblet penghasil mukus.

2. Vitamin C

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T190708.786

Peran vitamin C di dalam sistem imun terkait erat dengan peran vitamin C sebagai antioksidan. Oleh karena vitamin C mudah mendonorkan elektronnya ke radikal bebas maka sel-sel termasuk sel imun terlindung dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin C meningkatkan fungsi imun dengan menstimulasi produksi interferon (protein yang melindungi sel dari serangan virus). Interferon adalah salah satu sitokin yang dihasilkan karena adanya komunikasi sel yang baik dan untuk menjaga komunikasi tersebut tetap baik maka diperlukan sel imun yang sehat dengan membran sel yang utuh.

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas. Vitamin C sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam mereduksi beberapa reaksi kimia, salah satunya vitamin C mampu mereduksi spesies oksigen reaktif (SOR). Vitamin C juga mempunyai peran sebagai donor elektron. Kemampuan vitamin C sebagai donor elektron membuat vitamin C menjadi sangat efektif sebagai antioksidan karena vitamin C dapat dengan cepat memutus rantai reaksi SOR (Spesies Oksigen Reaktif) dan SNR (Spesies Nitrogen Reaktif)

3. Vitamin E

Proses vitamin E sebagai antioksidan dalam menghentikan reaksi berantai melalui beberapa proses, seperti proses inisiasi dan pengembangan

  1. Proses inisiasi adalah reaksi antara senyawa lemak seperti PUFA dengan radikal hidroksil kemudian menghasilkan radikal lipid
  2. Jika radikal lipid sudah terbentuk maka akan bereaksi lagi dengan molekul oksigen dan terbentuk radikal peroksil Lipid
  3. Reaksi ini dapat terus berlangsung atau seringkali disebut dengan reaksi berantai jika tidak dihentikan
  4. Vitamin E adalah salah satu antioksidan yang kuat untuk menghentikan reaksi berantai ini, karena vitamin E banyak terdapat di membran sel maka vitamin E mampu melindungi radikal bebas yang akan merusak membran sel yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh
  5. Setelah vitamin E bereaksi dengan radikal bebas maka vitamin E menjadi radikal vitamin E atau vitamin E teroksidasi, dalam bentuk ini vitamin E memerlukan senyawa pereduksi seperti vitamin C dan NADPH
  6. Sifat vitamin E teroksidasi ini lebih stabil karena elektron yang tidak berpasangan pada atom oksigen mengalami delokalisasi ke dalam struktur cincin aromatik
  7. Suplementasi vitamin E meningkatkan proliferasi limfosit sebagai respons terhadap mitogen, meningkatkan produksi IL-2 , sitotoksisitas sel NK dan aktivitas makrofag alveoli dan peningkatan resistensi terhadap bahan infeksi
  8. Hal tersebut menunjukkan bahwa vitamin E memacu respons sitokin Th1 dan menekan respons Th2

4. Vitamin D

Vitamin D merupakan vitamin yang menarik untuk dipelajari karena bekerja sebagai zat gizi dan juga prohormon. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari makanan atau bentuk sendiri dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D dibentuk di kulit, lalu diaktivasi menjadi aktifnya oleh jaringan hati dan ginjal. Vitamin D yang berasal dari makanan terdapat dua jenis yaitu ergocalciferol berasal dari sumber nabati dan cholecalciferol yang berasal dari sumber bahan makanan hewani. Telur, mentega, susu murni (whole milk) dan ikan adalah contoh bahan makanan yang secara alamiah mengandung vitamin D. bagaimana vitamin D dapat mempengauhi sistem imun tubuh manusia

  1. Mempengaruhi produksi dari modulator atau pengatur sistem imun
  2. Mencegah ekspresi berlebihan dari sitokin inflamasi
  3. Meningkatkan “ledakan oksidatif” potensi makrofag
  4. Merangsang ekspresi ampuh peptida antimikroba, yang ada di neutrofil, monosit, sel NK, dan sel-sel epitel yang melapisi saluran pernapasan

5. Vitamin B

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T211744.986

Peran dari folat terhadap regulasi system imun memang belum banyak diketahui. Namun dari beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam system imun vitamin B9 berperan mempertahankan imunitas nonspesifik (Aktivitas sel NK) dan memproteksi terhadap infeksi pada usia lanjut. Defisiensi vitamin B9 dapat menyebabkan terganggunya CMI dan respon T cell dependant.

Vitamin B12 berperan dalam system imun sebagai imunomodulator pada imunitas selular terutama sel NK dan sel CD8+. Defisiensi vitamin B12 dapat menimbulkan perbandingan abnormal tinggi dari CD4+/CD8+.

Refrensi

  1. Baratawidjaja. Immunologi Dasar. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2014
  2. Siswanto, dkk. Peran Beberapa Zat Gizi Mikro Dalam Sistem Imunitas. Gizi Indonesia. 2013
  3. Siagian, albiner. Gizi, Imunitas dan Penyakit Infeksi. Medan : Universitas Sumatera Utara
  4. https://foodtech.binus.ac.id/2015/10/09/fungsi-zat-gizi-terhadap-imunitas-tubuh-2/
  5. https://ejournal.persagi.org/index.php/Gizi_Indon/article/download/116/113

(COVID-19) yang memberikan dampak dalam berbagai segi kehidupan masyarakat seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menetapkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana non-alam. Sejak diumumkannya kasus konfirmasi pertama pada Maret 2020, dalam rentang waktu satu bulan, seluruh provinsi telah melaporkan kasus konfirmasi.

sumber : pexels.com
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T224423.352

Penyebaran COVID-19 tidak hanya terjadi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan kota padat penduduk lainnya, namun telah menyebar hingga ke pedesaan di daerah terpencil. Sampai dengan tanggal 19 April 2021, sebanyak 1.609.300 kasus konfirmasi COVID-19 telah dilaporkan di Indonesia dan tercatat sejumlah 43.567 orang meninggal. Dalam upaya meningkatkan sistem imun terutama pada saat pandemik COVID 19, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan selama Pandemi yaitu :

  1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) Hal ini dapat kita lakukan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun saat sebelum dan sesudah Makan, saat masuk rumah maupun melakukan aktivitas di luar rumah. Selain selalu mencuci tangan kita juga di himbau untuk menjaga jarak dan juga memakai masker
  2. Konsumsi gizi seimbang
  3. Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari
  4. Istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional Imunitas adalah cara tubuh manusia dalam melawan dan membunuh benda asing seperti bakteri dan virus.

    Virus COVID 19 juga seperti virus pada umumnya yang hanya menyerang jika imunitas tubuh lemah. Sebagian besar orang (sekitar 80%) jika memiliki imunitas tubuh yang kuat akan pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus karena sifat virus bersifat self medication

Reference
  1. Amalia, L. &. H. F., 2020. Analisis Gejala Klinis Dan Peningkatan Kekebalan Tubuh Untuk. Jambura Journal of Health Sciences and Research, pp. 71-76.
  2. DinkesRI, 2018. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017, Jakarta: Badan Kependuduka dan Keluarga Berencana Nasional.
  3. Kemenkes RI & Germas , 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID 19 . In: Germas. Jakarta: Kemenkes RI, p. 110.
  4. Kemenkes RI, 2021. PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN VAKSINASI DALAM RANGKA, Jakarta: 2021.
  5. KemenkesRI, 2021. Situasi COVID 19. [Online]
    Available at: https://kemkes.go.id/
  6. Li, D. C. Y. L. H. J. Y. L. F. W. W. e. a., 2020. Immune dysfunction leads to mortality. Signal Transduction and Targeted Therapy, p. 1.
  7. Tracy L. D. Apituley, d., 2021. Pengaruh Olahraga Terhadap Coronavirus Disease 2019. Jurnal Biomedik (JBM), p. 116.