Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman flora. Terdapat 30.000 jenis flora yang tumbuh di Indonesia dengan 6.000 lebih jenis diantaranya dapat dimanfaatkan untuk tumbuhan obat. (1) Dengan kekayaan flora dan rempah – rempah yang dimiliki Indonesia inilah yang menjadikan penjajah ingin menguasai Indonesia. Ramuan rempah – rempah ini yang biasa disebut dengan jamu. Bahan baku jamu bisa kita dapatkan dengan mudah dari tumbuhan – tumbuhan yang ada di Indonesia, bisa dari daunnya, batangnya, hingga akarnya. (2)

Apa Itu Jamu?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-05T093645.856

Jamu adalah obat herbal tradisional yang telah dipraktekkan berabad – abad lamanya oleh masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengobati dari penyakit. (3) Jamu biasa digunakan untuk pengobatan tradisional yang berbahan dasar tumbuhan yang berasal dari alam. Jamu tidak hanya berfungsi sebagai obat, namun juga berfungsi untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah dari penyakit. (4) Tumbuhan herbal ini dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dipanggang, diperas, ditumbuk, dijemur, serta dimakan/diminum langsung. Sejak zaman dahulu, masyarakat jawa sudah menggunakan tumbuhan herbal sebagai bahan dasar dari ramuan jamu yang juga ditambahkan dengan bahan pendukung lainnya yang berasal dari alam. (1) Meskipun sekarang sudah banyak obat – obatan modern, tetapi jamu masih sangat diminati oleh masyarakat lhoo dan juga kelestariannya dijaga hingga saat ini. (3)

Secara umum, terdapat 7 cara pengolahan bahan ramuan jamu, yaitu dengan dibakar, digigit, digoreng, dihaluskan, dijemur, dikukus, dan direndam. Bahan ramuan yang dibakar akan menghasilkan karbon aktif yang bermanfaat untuk menyerap berbagai zat beracun. Bahan ramuan yang digigit akan membuat kandungan didalamnya terasa langsung masuk ke dalam tubuh. Bahan ramuan yang digoreng dapat bermanfaat untuk mengobati suatu penyakit. Bahan ramuan yang dihaluskan membuat kandungan yang ada di ramuan akan dihasilkan dengan maksimal sehingga dapat dimanfaatkan secara utuh. Bahan ramuan yang dijemur dapat membunuh bakteri, virus, dan jamur yang ada pada bahan ramuan. Bahan ramuan yang dikukus dengan setengah matang dapat membuat aroma tajamnya hilang. Bahan ramuan yang direndam akan lebih lunak dan kandungan yang ada di dalamnya tetap utuh. (1)

Macam – Macam Jamu Beserta Manfaatnya

  1. Jahe. Jahe dimanfaatkan sebagai tanaman herbal karena mengandung minyak atsiri yang berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Senyawa kimia aktif dari jahe juga bersifat anti inflamasi dan antioksidan. (3) Manfaat lainnya yaitu menghangatkan tubuh, mengobati masuk angin, mengobati flu dan batuk, melancarkan peredaran darah, mencegah perut buncit & migrain, serta menurunkan tekanan darah. (2) Campuran jahe dan garam bisa bermanfaat untuk penangkal racun dari gigitan ular. (4)
  2. Temulawak. Kandungan pada pati temulawak mengandung kurkuminoid yang membantu metabolisme dan fisiologis organ tubuh. Selain itu dapat digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, sakit kuning, keputihan serta meningkatkan daya tahan tubuh. (3)
  3. Kunyit. Kunyit mengandung senyawa curcumin yang bermanfaat untuk antioksidan, antivirus, antibakteri, dan antiinflamasi. (3) Selain itu bermanfaat juga untuk memudahkan proses pencernaan, memperbaiki perjalanan usus, dan penyembuhan penyakit tifus. (2)
  4. Kencur. Kencur memiliki senyawa apigenin dan methanol yang bermanfaat untuk antiinflamasi, analgesik, mengobati pilek, demam, pusing, sakit gigi, dan rematik. (1) Ramuan jamu beras kencur yang terdiri dari kencur, beras, gula,dan jahe memiliki khasiat untuk mengobati masuk angin, nyeri, linu, dan juga menambah nafsu makan (4,2)
  5. Lengkuas. Lengkuas dapat berfungsi untuk menurunkan panas, menghilangkan rasa sakit, menetralkan racun, meluruhkan kentut dan air seni. (5) Lengkuas jika diolah sebagai ramuan jamu disebut laos, laos dapat bermanfaat untuk penyakit kulit seperti herpes, panu dan gatal – gatal (4,2)
  6. Biji pala. Biji pala dapat membantu meredakan gangguan pencernaan, masuk angin dan menghentikan diare. Biji pala mengandung senyawa myristicin yang dapat membantu memperbaiki daya ingat dan konsentrasi. Ramuan jamu yang terdiri dari biji pala dan minyak oregano memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi (4)
  7. Kayu manis. Minyak esensial dari kayu manis yaitu eugenol dapat memberikan rasa menenangkan. (6) Aroma harum pada kayu manis dapat meghilangkan bau badan dan mengangkat sel kulit mati. Kayu manis berkhasiat untuk antioksidan, antidiabet, antiseptik. (4) Manfaat lainnya yaitu menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, mencegah penggumpalan darah, pilek dan batuk. (6)
  8. Cengkeh. Manfaat cengkeh untuk kesehatan yaitu mengatasi sakit gigi, mual, muntah, meredakan diare dan sakit perut. Cengkeh juga bersifat antiinflamasi, antioksidan, antiseptik, antibakteri dan antijamur. (6,4) Ramuan yang terdiri dari cengkeh dan air lemon memiliki khasiat meredakan nyeri otot & rematik serta meredakan sakit gigi. (4) Cengkeh juga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan area luar seperti mengatasi jerawat, mengobati campak, menghilangkan noda di kulit, dan menjaga kesehatan wajah dan kulit (6)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Lavenia, C., Adam, A, R., Dyasti, J, A., & Febrianti, N. (2019). Tumbuhan Herbal dan Kandungan Senyawa pada Jamu sebagai Obat Tradisional di Desa Kayumas, Situbondo (Studi Ethnobotani). Jurnal KSM Eka Prasetya UI, 1(5).
  2. Biofarmaka IPB. (2014). Manfaat Jamu dan Kiat Melestarikan Jamu.
  3. Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). Jamu Tradisional Indonesia: Tingkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Selama Pandemi Traditional Indonesian Jamu: Natural Way To Boost Immune System During Pandemic. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service), 4(2).
  4. Army, R. (2018). Jamu ramuan tradisional kaya manfaat. Jakarta: Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Hariana, H. A. (2013). 262 tumbuhan obat dan khasiatnya. Penebar Swadaya Grup.
  6. Hakim, L. (2015). Rempah dan Herba Kebun-Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan Kebugaran. Yogyakarta: Diandra Creative.

Sudah pernah dengar belum terkait Dietary Approaches to Stop Hypertension diet alias Diet DASH? Diet sehat ini ditujukan bagi seseorang yang mengalami hipertensi. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa penerapannya mampu menurunkan tekanan darah seseorang, loh. Lalu, bagaimana pola makan pada diet ini? Yuk pelajari bersama dalam artikel ini, ya!

Sekilas Tentang Diet DASH

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-03T132920.067

Sebelum kita bahas lebih lanjut terkait pola makan pada diet DASH, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan diet ini. Salah satu tujuan diet DASH adalah untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, yaitu kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Dua penelitian systematic review dan meta-analysis membuktikan bahwa diet DASH mampu menurunkan tekanan darah, baik itu pada penderita hipertensi, pre hipertensi, dan orang sehat. (1,2). Namun seperti yang kita ketahui, terdapat perbedaan yang cukup besar dari segi budaya makan, pilihan bahan makanan, dan preferensi rasa antara negara-negara Amerika dengan Asia. Lalu, apakah diet ini tetap bisa dijalankan terutama pada orang Indonesia? Penerapan diet DASH yang dimodifikasi, yang mana telah disesuaikan dengan budaya makan orang Asia dengan komposisi zat gizi yang sama dengan diet DASH pada umumnya tetap terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah. (3). Jadi, diet DASH ini cukup solutif tidak hanya untuk orang Amerika, namun juga Asia asalkan disesuaikan ya.

Pola Makan Diet Dash

Diet DASH mengutamakan konsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, unggas, kacang-kacangan, polong polongan, serta mengurangi penggunakan lemak dan minyak. Maka dari itu, pola makan ini tinggi antioksidan, mikronutrien (kalium, kalsium, magnesium), dan serat, di sisi lain rendah lemak jenuh dan trans serta natrium. (4). Selain mampu membantu menurunkan tekanan darah, diet DASH juga bisa digunakan sebagai upaya penurunan berat badan. Panduan umum untuk diet DASH adalah sebagai berikut. (5,6,7).

  1. Biji-bijian (6-8 porsi/hari) Roti gandum, pasta gandum, beras merah, beras cokelat, beras hitam, oat, dan quinoa. Bertindak sebagai sumber energi dan serat.
  2. Daging, unggas, ikan (≤6 porsi/hari) Daging rendah lemak, ayam tanpa kulit, dan segala jenis ikan. Bertindak sebagai sumber protein dan magnesium.
  3. Sayur-sayuran (4-5 porsi/hari) Brokoli, selada, bayam, kangkung, wortel, kacang panjang, buncis, tomat, asparagus, ubi jalar, labu, dan paprika hijau. Bertindak sebagai sumber kalium, magnesium, dan serat.
  4. Buah-buahan (4-5 porsi/hari) Apel, pisang, jeruk, kiwi, nanas, mangga, pir, anggur, melon, semangka, stroberi, buah naga, dan belimbing. Bertindak sebagai sumber kalium, magnesium, dan serat.
  5. Susu rendah atau tanpa lemak (2-3 porsi/hari) Susu rendah lemak, susu skim, keju rendah lemak, dan yogurt rendah lemak. Bertindak sebagai sumber kalsium dan protein.
  6. Lemak dan minyak (2-3 porsi/hari). Minyak kanola, minyak jagung, minyak kedelai, minyak safflower, mayonnaise rendah lemak, dan olive olil.
  7. Kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian (4-5 porsi/minggu) Kacang tanah, kacang almond, kacang mede, kacang polong, kacang merah, kenari, biji bunga matahari, kacang pinto, selai kacang, dan lentil, Bertindak sebagai sumber energi, magnesium, protein, dan serat.
  8. Makanan manis, minuman manis, atau gula tambahan (≤5 porsi/minggu) Selai, permen, es krim, sorbet, kue, donat, minuman manis, minuman bersoda, gula, dan sirup maple.
  9. Natrium <2300 mg/hari atau bisa dibatasi hingga mencapai <1500mg/hari untuk menurunkan tekanan darah lebih jauh.

Contoh Menu

Tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan terkait contoh menu pada diet DASH. Berikut ini contoh meal plan selama 3 hari.

  1. Hari Pertama • Sarapan: oatmeal yang diolah dengan susu rendah lemak, ditambahkan dengan topping pisang, stroberi, kacang almond, dan selai kacang. • Makan siang: nasi merah/putih dan tumis dada ayam brokoli saus tiram. • Makan Malam: nasi merah/putih, telur dadar, dan tumis sawi toge. • Snack: yogurt bowl dengan buah naga, semangka, dan pir.
  2. Hari Kedua • Sarapan: sandwich roti gandum dengan isian telur, selada, timun, tomat, dan keju rendah lemak. • Makan siang: nasi merah/putih, pepes ikan nila, dan lalapan timun. • Makan Malam: nasi merah/putih, sapo tahu, dan cah kangkung. • Snack: jus timun
  3. Hari Ketiga • Sarapan: roti gandum, selai kacang, pisang, stroberi • Makan siang: nasi merah/putih, tumis daging tanpa lemak, dan sayur bening bayam wortel • Makan Malam: nasi merah/putih, ayam lada hitam, dan sayur sop isi wortel, brokoli, makaroni, jagung. • Snack: pizza roti dengan topping mayonnaise rendah lemak, saus tomat, frozen vegetables, dan keju mozarella.

Tips Buat Kamu yang Mau Mulai Menjalankan Diet DASH

Perencaan makan diet DASH itu tergolong mudah diadaptasi, meskipun pada seseorang yang biasanya tidak menjaga makan sekali pun. Yang perlu diingat adalah harus bisa konsisten dan semuanya pasti butuh proses karena tidak ada yang instan di dunia ini. Kamu sudah minder duluan karena belum yakin bisa menerapkannya? Coba dulu aja, perlahan-lahan ya, jika perlu ajak keluarga atau kerabat dekat biar semakin semangat menjalaninya. Coba ikuti tips ini, yuk!

  1. Jika biasanya jarang makan sayur atau hanya makan satu porsi sehari, cobalah untuk menambahkan sayur di waktu makan lainnya, misal saat sarapan pagi atau makan malam.
  2. Jika asupan buah hanya berasal dari jus yang dibeli di luar rumah, coba untuk beli buah untuk persediaan di rumah. Makan setiap selesai makan besar atau sebagai cemilan di pagi, sore, atau malam hari.
  3. Ganti kebiasaan minum minuman kemasan atau minuman bersoda dengan susu rendah lemak yang diblender dengan buah-buahan sperti buah naga, stroberi, mangga, atau lainnya biar rasa manisnya lebih alami dan tentunya enak.
  4. Biasakan untuk membaca informasi nilai gizi yang tertera dalam kemasan, misalnya ketika ingin membeli mayonnaise, yogurt, atau keju.
  5. Jika biasanya konsumsi nasi putih, coba ganti dengan nasi merah atau nasi cokelat. Jika belum terbiasa, boleh dicampur terlebih dahulu untuk membiasakan lidah terhadap rasa dan teksturnya.
  6. Ganti roti tawar putih dengan roti gandum atau pilih sereal yang terbuat dari gandum utuh.
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T213221.622

Nah, itulah penjelasan lebih jauh terkait diet DASH, yang tujuannya adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah. Jika dilihat dari pola makannya, siapapun bisa loh menerapkannya karena tidak membutuhkan makanan khusus. Yang penting ditingkatkan lagi asupan sayur, buah, dan biji-bijian serta kurangi makanan berlemak jenuh dan makanan atau minuman manis ya. Yuk jaga kesehatan diri sendiri mulai dari sekarang!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Filippou, C. D., Tsioufis, C. P., Thomopoulos, C. G., Mihas, C. C., Dimitriadis, K. S., Sotiropoulou, L. I., ... & Tousoulis, D. M. Dietary approaches to stop hypertension (DASH) diet and blood pressure reduction in adults with and without hypertension: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Advances in nutrition. 2020;11(5):1150-1160.
  2. Guo, R., Li, N., Yang, R., Liao, X. Y., Zhang, Y., Zhu, B. F., ... & Lei, Y. Effects of the modified DASH diet on adults with elevated blood pressure or hypertension: a systematic review and meta analysis. Frontiers in Nutrition. 2021;8:725020.
  3. Chang, H. C., Cheng, H. M., Chen, C. H., Wang, T. D., Soenarta, A. A., Turana, Y., ... & Kario, K. Dietary intervention for the management of hypertension in Asia. The Journal of Clinical Hypertension. 2021;23(3):538-544.
  4. Wickman, B. E., Enkhmaa, B., Ridberg, R., Romero, E., Cadeiras, M., Meyers, F., & Steinberg, F. Dietary management of heart failure: DASH diet and precision nutrition perspectives. Nutrients. 2021;13(12):4424.
  5. Challa HJ, Ameer MA, Uppaluri KR. DASH Diet to Stop Hypertension. [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2023 [cited 2023, May 25]. p.1-29. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482514/
  6. National Heart, Lung, and Blood Institute. DASH Eating Plan. [Internet]. United States Government. [cited 2023, May 25]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/education/dash eating plan#:~:text=The%20DASH%20eating%20plan%20requires,beans%2C%20nuts%2C%20and%20v egetable%20oils
  7. Vermont Department of Health. DASH Eating Plan. [Internet]. Vermont Department of Health. 2014 [cited 2023, May 25]. Available from: https://www.healthvermont.gov/sites/default/files/documents/pdf/HPDP Diabetes_dash%20eating%20plan.pdf
  8. US Department of Health and Human Services. Your Guide to Lowering Your Blood Pressure with DASH. Maryland: NIH Publication; 2006. 3-24 p.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. (1) Penyakit ini semakin sering kita dengar terjadi di sekitar kita. Adakah solusi untuk mengatasinya?

Apa itu Diet DASH?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-03T105713.179

Pada tahun 1992 National Institutes of Health (NIH), salah satu pusat penelitian kesehatan di Amerika Serikat, mulai mendanai beberapa proyek penelitian untuk melihat apakah intervensi diet tertentu dapat mengobati hipertensi. Hasilnya adalah NIH menganjurkan diet DASH. (2) DASH merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Dalam Bahasa Indonesia artinya Pendekatan Diet/Pola Makan untuk Menghentikan Hipertensi. Sesuai dengan namanya, diet DASH bertujuan untuk menurunkan tekanan darah. Namun diet ini memiliki manfaat lain seperti menurunkan risiko gagal jantung, mengatasi gangguan tidur hingga asam urat. (3-5)

Tutorial diet DASH

Diet DASH tidak secara rinci menyebutkan jenis makanan maupun minuman yang dilarang maupun dibatasi. Namun, diet ini menekankan untuk memperhatikan zat gizi didalamnya. Berikut ini kami rangkum tutorial untuk diet DASH. (6)

  1. Konsumsi makanan tinggi kalium, magnesium, kalsium, serat dan protein Makanan-makanan ini seperti pisang, kacang-kacangan, sayuran hijau, alpukat, ikan, daging ayam tanpa kulit, gandum, beras coklat, apel, susu rendah lemak dan lain-lain.
  2. Kurangi makanan tinggi lemak total, lemak jenuh dan kolesterol Seperti daging olahan, mentega, daging merah dan lain-lain. Ingat makanan-makanan ini dikurangi, bukan berarti tidak boleh sama sekali. Jadi tetap boleh dikonsumsi namun tidak berlebihan.
  3. Kurangi makanan yang diawetkan Seperti daging yang diawetkan, makanan kaleng hingga sayur dan buah-buahan yang diawetkan. Tolong dikurangi ya….
  4. Kurangi makanan yang mengandung natrium tinggi Tahukah kamu kalau cemilan-cemilan hingga bahan masakan seperti kecap mengandung natrium? Iya, di dalam kue, biskuit ataupun bahan masakan biasanya mengandung natrium, sehingga sebelum mengonsumsi sebaiknya membaca label pada kemasan makanan.
  5. Selalu baca label pada kemasan makanan Apabila kandungan natrium/sodium diatas 20% pada label informasi nilai gizi sebaiknya hindari atau kurangi makanan/cemilan tersebut. Kamu juga bisa membandingkan informasi nilai gizi satu produk dengan produk lainnya, lalu pilihlah produk dengan kandungan natrium/sodium paling rendah.

Diet DASH dan Mengatur Pola Hidup

Diet DASH akan membantu menurunkan tekanan darah tinggi bagi penderita hipertensi. Namun kamu juga perlu ingat bahwa stress hingga kebiasaan merokok, minum kopi hingga aktivitas fisik yang rendah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Jadi selain mengikuti diet DASH, jangan lupa untuk mengatur pola hidup seperti mengelola stress hingga meningkatkan aktivitas fisik. (1)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Purba, M. 2017. Asuhan Gizi pada Hipertensi. Dalam: Hardinsyah, P., & Supariasa, I. D. N. Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC.
  2. Challa HJ, Ameer MA, Uppaluri KR. DASH Diet To Stop Hypertension. [Updated 2023 Jan 23]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482514/
  3. Ibsen DB, Levitan EB, Åkesson A, Gigante B, Wolk A. The DASH diet is associated with a lower risk of heart failure: a cohort study. Eur J Prev Cardiol. 2022 May 25;29(7):1114-1123. doi: 10.1093/eurjpc/zwac003. PMID: 34983068.
  4. Karbasi S, Azaryan E, Zangooie A, Zarban A, Bahrami A. Association between adherence to the dietary approaches to stop hypertension (DASH) diet and maternal and infant sleep disorders. BMC Nutr. 2022 Sep 19;8(1):103. doi: 10.1186/s40795-022-00600-0. PMID: 36123718; PMCID: PMC9484172.
  5. Alifah, Khusnun; Damayanti, Ynes Aulia Eka; Rahmani, Aulia. 22. The Effect of DASH Diet on Blood Pressure and Metabolic Profile in Hypertensive Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Hypertension 41(Suppl 2):p e6, April 2023. | DOI: 10.1097/01.hjh.0000935468.48116.98
  6. Your Guide to Lowering Your Blood Pressure with DASH. (2006). National Institutes of Health. Available from:: https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/new_dash.pdf

Kata “Lupus” berasal dari bahasa latin yang berarti “serigala”.(1) Apakah penyakit Lupus adalah penyakit akibat gigitan serigala? Tentunya bukan. Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau biasa disebut Lupus adalah penyakit autoimun kronis dengan gejala yang beragam, serta melibatkan berbagai organ tubuh. Penyakit lupus awalnya ditemukan pada tahun 855 Masehi dan merujuk pada penyakit kulit. Lesi pada penyakit ini seperti melahap daging penderitanya sehingga diibaratkan seperti serigala yang memakan mangsanya.(2) Jumlah kasus Lupus di Indonesia mencapai sekitar 1.250.000 orang pada tahun 2017 dan saat ini belum dilakukan studi terbaru.(3) Banyak kasus Lupus yang tidak terlaporkan karena gejala yang beragam dan baru terdeteksi saat kondisi pasien sudah parah. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyakit ini, tiap 10 Mei diperingati sebagai hari Lupus sedunia.

Apa yang menyebabkan Lupus?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-06-27T130627.734

Meski belum jelas, saat ini diketahui bahwa Lupus terjadi karena pengaruh multifaktor seperti genetik, epigenetik, lingkungan, hormonal, dan psikoneurologis. Saat sel mengalami apoptosis (kematian sel secara alami), makrofag (sel imun) bertugas membersihkan sisa-sisa sel tersebut. Akan tetapi, pada penderita lupus terjadi penurunan kemampuan fagositosis makrofag sehingga badan sisa sel terakumulasi. Pasien Lupus juga memiliki kelainan pada sel imun lain seperti sel limfosit yaitu salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai zat asing. Kesalahan ini menyebabkan terbentuknya antibodi saat sel limfosit berhadapan dengan sisa-sisa sel tubuh tadi, atau disebut autoantibodi. Autoantibodi dan sisa-sisa sel membentuk ikatan kompleks yang mengendap di tubuh dan dapat merusak organ organ.(4–6)

Ciri-ciri penyakit Lupus

Beberapa tanda dan gejala klinis Lupus antara lain:

  1. Discoid rash : Lesi pada kulit yang warnanya berbeda dari kulit sekitarnya.
  2. Ulkus mulut : Lesi pada rongga mulut.
  3. Fotosensitivitas : Sensitif terhadap sumber cahaya seperti cahaya matahari dan flourescent dan dapat timbul duam, demam, hingga nyeri persendian jika mendapat paparan.
  4. Arthtitis Nyeri sendi.
  5. Malar rash Tanda khas berupa perubahan warna kulit disertai bintik-bintik (makula) di bagian pipi dan berbentuk seperti kupu-kupu.
  6. Gagal ginjal berupa nefritik atau sindrom nefrotik.
  7. Serositis Peradangan dari lapisan sekeliling paru atau jantung.
  8. Tes Antinuclear Antibody (ANA) positif.
  9. Perubahan nilai hematologis seperti anemia hemolitik, trombositopenia, dan leukopenia.(6)

Peranan gizi pada Lupus Eritematosus Sistemik

Beberapa anjuran gizi yang perlu diperhatikan pada orang dengan Lupus (Odapus) antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Konsumsi energi harus memenuhi kebutuhan tetapi perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Salah satu obat yang biasa diresepkan pada pasien Lupus adalah kortikosteroid yaitu sejenis antiinflamasi (anti peradangan). Obat ini memiliki efek lain berupa peningkatan nafsu makan sehingga pasien Lupus rentan mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan hingga obesitas akan menyebabkan inflamasi kronis yang dapat memperparah kondisi Lupus. Serat yang cukup dari sayur dan buah dianjurkan bagi penderita Lupus karena dapat mencegah kenaikan berat badan serta menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Dysbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota saluran cerna, dapat meningkatkan risiko inflamasi dan disregulasi sistem imun.
  2. Membatasi asupan lemak jenuh dan meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh ganda seperti omega 3. Studi menunjukkan bahwa pemberian suplemen omega 3 dapat menurunkan tanda-tanda peradangan dan meningkatkan kualitas hidup. Selain suplemen, makanan sumber omega 3 tinggi antara lain ikan laut dan ikan tawar, telur, minyak zaitun, dan buah seperti alpukat.
  3. Asupan protein dianjurkan cukup tetapi dibatasi pada jenis tertentu, terutama jenis asam amino fenilanin dan tirosin (terkandung dalam daging sapi), serta kasein (dalam susu). Odapus yang mengalami komplikasi ginjal perlu anjuran khusus terkait protein dari ahli gizi dan dokter.
  4. Meningkatkan asupan vitamin A yang berperan penting dalam regulasi sistem imun. Vitamin A banyak terdapat pada sayur dan buah berwarna cerah seperti wortel dan jambu biji, serta hati ayam dan minyak ikan
  5. Vitamin B kompleks yang terkandung dalam produk biji-bijian dan olahannya dapat menurunkan risiko atherosklerosis (penyumbatan pembuluh darah oleh lemak) pada pasien Lupus.
  6. Vitamin D sangat penting bagi pasien Lupus karena perannya sebagai antiinflamasi dan mencegah osteoporosis. Metabolisme vitamin D membutuhkan cahaya matahari, sedangkan penderita Lupus sering mengalami sensitivitas terhadap cahaya. Oleh karena itu, konsumsi makanan dan suplemen vitamin D sangat dianjurkan. Suplemen vitamin D dengan dosis 20µg (800 IU) per hari direkomendasikan bagi Odapus dalam pengawasan tenaga medis.
  7. Vitamin E memiliki sifat antioksidan dan mampu mencegah pembentukan autoantibodi pada penyakit lupus.
  8. Memenuhi kebutuhan kalsium dengan mengonsumsi ikan, susu dan produk olahannya. Selain berpengaruh pada nafsu makan, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang juga meningkatkan risiko osteoporosis sehingga kalsium penting bagi Odapus
  9. Asupan makanan sumber zat besi yang cukup dapat membantu mencegah berubahan profil darah menjadi abnormal.
  10. Zink dan Selenium berperan dalam regulasi sistem imun. Sumber Zink dan Selenium dalam makanan antara lain daging, ikan, dan biji-bijian.

Gizi mungkin tidak dapat menyembuhkan Lupus, tetapi asupan zat gizi yang seimbang dapat mendukung terapi dan mencegah keparahan penyakit Lupus. Meningkatkan zat gizi yang berperan sebagai anti peradangan disertai pembatasan makanan yang memicu inflamasi diharapkan mampu menurunkan gejala-gejala Lupus dan meningkatkan kualitas hidup Odipus.(6–12)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Lupus Definition & Meaning - Merriam-Webster [Internet]. [cited 2023 May 23]. Available from: https://www.merriam-webster.com/dictionary/lupus
  2. Felten R, Lipsker D, Sibilia J, Chasset F, Arnaud L. The history of lupus throughout the ages. J Am Acad Dermatol. 2022 Dec;87(6):1361–9.
  3. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi Lupus Di Indonesia. Jakarta; 2017.
  4. Accapezzato D, Caccavale R, Paroli MP, Gioia C, Nguyen BL, Spadea L, et al. Advances in the Pathogenesis and Treatment of Systemic Lupus Erythematosus. Int J Mol Sci. 2023 Mar 31;24(7):6578.
  5. Montoya T, Castejón ML, Muñoz-García R, Alarcón-de-la-Lastra C. Epigenetic linkage of systemic lupus erythematosus and nutrition. Nutr Res Rev. 2023 Jun 16;36(1):39–59.
  6. Olivia Anggraeny. Asuhan Gizi Penyakit Autoimun (Lupus). Supairasa IDN, Handayani D, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2020. 469–494 p.
  7. Goessler KF, Gualano B, Nonino CB, Bonfá E, Nicoletti CF. Lifestyle Interventions and Weight Management in Systemic Lupus Erythematosus Patients: A Systematic Literature Review and Metanalysis. J Lifestyle Med. 2022 Jan 31;12(1):37–46.
  8. Islam MA, Khandker SS, Kotyla PJ, Hassan R. Immunomodulatory Effects of Diet and Nutrients in Systemic Lupus Erythematosus (SLE): A Systematic Review. Front Immunol. 2020 Jul 22;11.
  9. Jiao H, Acar G, Robinson GA, Ciurtin C, Jury EC, Kalea AZ. Diet and Systemic Lupus Erythematosus (SLE): From Supplementation to Intervention. Int J Environ Res Public Health. 2022 Sep 20;19(19):11895.
  10. de Medeiros MCS, Medeiros JCA, de Medeiros HJ, Leitão JCG de C, Knackfuss MI. Dietary intervention and health in patients with systemic lupus erythematosus: A systematic review of the evidence. Crit Rev Food Sci Nutr. 2019 Sep 8;59(16):2666–73.
  11. Putri PZ, Hamijoyo L, Sahiratmadja E. The Role of Diet in Influencing the Diversity of Gut Microbiome Related to Lupus Disease Activities: A Systematic Review. Int J Microbiol. 2022 Dec 31;2022:1–13. 12. Wang X, Shu Q, Song L, Liu Q, Qu X, Li M. Gut Microbiota in Systemic Lupus Erythematosus and Correlation With Diet and Clinical Manifestations. Front Med (Lausanne). 2022 Jun 30;9.

Belum banyak orang yang mengenal penyakit lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE), karena merupakan kondisi langka (6). Penyakit Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus merupakan salah satu penyakit autoimun reumatik, yang bersifat sistemik. Penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh seseorang tidak bekerja secara normal, menyerang sel tubuh sendiri dan merusak organ tubuh. Berikut ini penjelasan mengenai penyakit autoimun reumatik (5).

Apa itu lupus?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-06-18T100252.501

Sistemik Lupus Eritematosus atau SLE merupakan suatu penyakit autoimun sistemik kronik yang ditandai dengan produksi berbagai macam antibodi yang membentuk kompleks imun yang menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan (2).

Secara umum, penyakit autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh, di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara “diri sendiri” dan “bukan diri sendiri”. Penyakit autoimun ditandai dengan produksi antibodi yang berlebihan terhadap jaringan tubuh sendiri (autoantibodi), yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan (5).

Insiden dan prevalensi lupus telah berubah dan meningkat secara dramatis sejak tahun 1970-an. Hal ini dikarenakan tersedianya alat diagnostik yang lebih baik yaitu kriteria ACR (1997) untuk mendiagnosis lupus dan pemeriksaan penunjang laboratorium yang lebih komprehensif.

Lupus dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi baru lahir (neonatal lupus) hingga wanita berusia 89 tahun.

Sebaran usia dan jenis kelamin dengan insidensi penyakit Lupus ini diantaranya:

  1. 80% mengenai usia 15- 45 tahun
  2. 80 – 92% berupa SLE : terutama mengenai wanita
  3. 70 – 80% berupa Lupus Diskoid : terutama mengenai wanita
  4. 50 – 50% berupa Lupus terinduksi Obat/Drug induced lupus : pria = wanita:

    Merupakan jenis penyakit Lupus yang dicetuskan oleh beberapa jenis obat tertentu (5).

Daftar makanan bagi pengidap lupus

Makan makanan yang sehat dapat membuat perbedaan besar pada gejala lupus dan kesehatan secara keseluruhan. Ini juga dapat membantu mencegah atau mengendalikan potensi masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Tidak ada “diet lupus” khusus yang harus diikuti, cobalah untuk membuat diet seimbang yang mencakup makanan sehat yang disukai (3). Makan berbagai makanan sehat dapat memberi tubuh gizi yang dibutuhkan untuk meredakan gejala. Ikuti tips berikut:

  1. Makan banyak buah dan sayuran — cobalah untuk membuat setengah dari  piring berupa buah dan sayuran
  2. Pilih biji-bijian utuh — seperti roti gandum dan pasta, oatmeal, dan beras  merah 
  3. Dapatkan campuran protein sehat – seperti daging tanpa lemak, unggas,  makanan laut, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan telur 
  4. Pilih makanan dengan lemak sehat — seperti minyak zaitun, alpukat, kacang kacangan, dan ikan

Perlu diperhatikan! Makanan yang harus dihindari pengidap lupus

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T154932.523

Untuk menyembuhkan lupus, kamu bisa menerapkan pola makan khusus dengan selalu memperhatikan makanan yang kamu konsumsi. Faktanya, mengonsumsi makanan tertentu tidak membuat lupus bisa disembuhkan. Namun, penting untuk menghindari makanan yang dapat memicu penyakit. Berikut beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita lupus:

  1. Makanan berlemak Salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita lupus adalah makanan yang tinggi lemak. Contoh yang paling banyak digunakan orang adalah daging merah. Makanan ini dapat menyebabkan masalah jantung. Maka dari itu, usahakan untuk mengganti konsumsi kamu dengan ikan, karena kandungan lemaknya minim. Selain itu, kandungan asam lemak tak jenuhnya dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung dan stroke (1).
  2. Bawang putih Jika kamu menderita lupus, hindari makan bawang putih. Kandungan bawang putih berupa thiosulfinate dan allicin dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan lupus kambuh. Selain itu, alfalfa juga bisa menyebabkan hal ini karena L-cananain yang dikandungnya. Zat tersebut merupakan asam amino yang dapat menyebabkan peradangan (1).
  3. Sayuran nightshades Lupus juga bisa kambuh jika seseorang makan nightshades. Contoh sayuran tersebut adalah terong, kentang dan tomat. Sayuran ini bisa meningkatkan kepekaan tubuh, yang bisa memicu kekambuhan penyakit lupus. Oleh karena itu, hindari sayuran tersebut agar tubuh tetap sehat (1).
  4. Makanan olahan dan lemak trans Padahal, setiap orang harus membatasi konsumsi makanan olahan dan lemak trans. Ini bahkan lebih benar jika kamu menderita lupus, yang dapat menyebabkan kambuh dan penyakit yang lebih serius. Pasalnya, makanan tersebut dapat meningkatkan kadar steroid sehingga membuat tubuh lebih lapar dan menyebabkan jumlah makanan menjadi lebih banyak dan berbahaya bagi tubuh (1).
  5. Hindari garam Kamu juga harus menghindari garam dengan segala cara, karena dapat meningkatkan tekanan darah dan dengan demikian meningkatkan risiko penyakit jantung. Kamu bisa mengganti garam dengan bumbu lain yang tetap membuat makanan enak dan lezat. Coba gunakan lebih banyak rempah-rempah untuk menjaga kesehatan tubuh (1).

SALURI (Periksa Lupus Sendiri)

  1. Apakah Persendian Kamu  sering terasa sakit, nyeri atau bengkak lebih dari 3  bulan ?
  2. Apakah jari tangan dan/ jari kaki pucat, kaku atau tidak nyaman di saat dingin  ? 
  3. Apakah Kamu pernah menderita sariawan lebih dari 2 minggu ? 4. Apakah Kamu mengalami kelainan darah seperti : anemia, leukositopenia, atau  trombositopenia ? 
  4. Pernahkah pada wajah Kamu terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu  yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi ? 
  5. Apakah Kamu sering demam di atas 38º C dengan sebab yang tidak jelas ? 7. Apakah Kamu pernah mengalami nyeri dada selama beberapa hari saat  menarik nafas ? 
  6. Apakah Kamu sering merasa sangat lelah dan sangat lemas, bahkah setelah  cukup beristirahat?
  7. Apakah kulit Kamu hipersensitif terhadap sinar matahari ? 
  8. Apakah terdapat protein pada pemeriksaan urin Kamu ? 
  9. Pernahkah Kamu mengalami serangan kejang ? 

Bila Kamu menjawab “Ya” untuk minimal 4 pertanyaan, ada kemungkinan Kamu  terkena Lupus. Segera konsultasikan dengan Dokter puskesmas atau rumah sakit  setempat (4). 

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Handayani, V.. V. “5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Lupus Kambuh”. halodoc. 2021 [cited 2023 May 19]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/5-makanan-yang sebaiknya-dihindari-saat-lupus-kambuh
  2. Harsaya, I & Innawati Jusup.. (2020). “SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI”. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 2(1): 9 - 12.
  3. Lupus Foundation of America. “Diet and Nutrition with Lupus”. lupus.org. 2022 [cited 2023 May 19]. Available from: https://www.lupus.org/resources/diet-and-nutrition-with-lupus
  4. P2PTM Kemenkes RI. “SALURI (Periksa Lupus Sendiri)”. P2PTM Kemkes. 2018 [cited 2023 May 19]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan imunologi/page/3/saluri-periksa-lupus-sendiri#
  5. Rahmadi, A., R. “Mengenal Penyakit Lupus/SLE”. yankes.kemkes. 2022 [cited 2023 May 19]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1423/mengenal-penyakit-lupussle 6. Roviati, Evi. (2021). “SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE): KELAINAN AUTOIMUN BAWAAN YANG LANGKA DAN MEKANISME BIOKIMIAWINYA”. JURNAL SCIENTIAE EDUCATIA, 1(2): 1 - 16.

Thalasemia merupakan penyakit keturunan (genetik) berupa kelainan darah merah yang disebakan kurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin sehingga kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh (1). .

Apa saja gejala dari penyakit thalassemia?

Berdasarkan gejalanya, thalassemia dibagi menjadi 3 jenis yaitu: (2,3)

  1. Thalassemia minor/pembawa sifat. Biasanya tidak memiliki gejala, terlihat normal, tidak mengalami perubahan fisik, namun kadar Hb sedikit dibawah normal. Pada thalassemia ini penderita mempunyai risiko anak dengan thalasemia jika menikah dengan sesame thalassemia minor
  2. Thalassemia intermedia. Umumnya baru terdeteksi pada anak yang lebih besar, pasien memiliki kadar Hb yang lebih rendah (8 – 10 g/dl) sehingga memerlukan transfusi darah namun tidak rutin
  3. Thalassemia mayor. Biasanya sudah diketahui sejak bayi, dengan gejala sering sakit, tampak pucat, letih, lesu kadang perut membuncit. Pasien harus rutin transfusi darah (2 – 4 minggu sekali), konsumsi obat kelasi besi dengan pemantauan ketat oleh dokter.

    Adapun beberapa gejala dari thalassemia yang lain yaitu kulit kekuningan, denyut jantung meningkat, lemah, cepat lelah, urin gelap, tulang wajah abnormal, pertumbuhan terhambat, perut membuncit dengan pembesaran hati dan limpa (4)

Lalu Apakah Thalassemia dapat Disembuhkan?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-06-17T181046.474

Thalassemia adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan sampai saat ini, dimana pada pasien thalassemia mayor agar dapat hidup dan menjalai aktivitas normal harus rutin melakukan transfusi darah dan mengkonsumsi obat khusus seumur hidupnya. Sedangkan cangkok sumsum tulang, terapi sel puncak serta terapi lainnya masih sangat mahal. Oleh karena itu dukungan penuh dari keluarga atau orang terdekat sangat penting untuk penderita (2)

Asupan Gizi untuk Penderita Thalasemia

Gizi yang baik sangat penting untuk penderita thalassemia sebagai pengobatan jangka panjang untuk mencegah gangguan gizi, gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta defisiensi imun. Gejala – gejala yang timbul dari thalassemia sering kali membuat nafsu makan penderita terutama pada anak menjadi menurun yang menyebabkan terjadinya gangguan gizi. (5) Oleh karena itu thalassemia dapat dikendalikan dengan terapi, gaya hidup sehat serta pengaturan makan yang baik. (6) Untuk itu yuk simak asupan gizii yang harus diperhatikan untuk penderita thalassemia!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163258.534
  1. Energi. Pada anak dengan kasus thalassemia memerlukan kalori yang tinggi terutama yang berasal dari karbohidrat. Pemberian kalori ini dianjurkan 20% lebih tinggi dari angka kecukupan gizi harian.(7)
  2. Lemak. Konsumsi lemak yang dianjurkan oleh WHO sebesar 15 – 30% dari total energi. Jumlah ini untuk membantu penyerapan vitamin larut lemak dan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak esensial. (7)
  3. Protein. Pada anak yang dalam masa pertumbuhan memerlukan asupan protein tinggi. Namun sebagian besar sumber protein yang bernilai biologis tinggi juga mengandung zat besi yang tinggi. Bahan pangan tersebut dapat diganti dengan bahan yang kandungan zat besinya rendah seperti ikan, ayam atau susu. (7)
  4. Karbohidrat Pada penderita thalassemia yang dewasa, sebaiknya membatasi karbohidrat untuk mencegah dan mengatasi intoleransi glukosa (8)
  5. Zat besi. Pada penderita kasus thalassemia terutama anak-anak harus menghindari makanan dengan kadar zat besi yang tinggi seperti hati, daging merah dan olahannya. (7) Bahan pangan tersebut dapat diganti dengan ikan, ayam, tahu, produk berbahan dasar gandum, kacang merah, bayam, labu dan lain sebagainya. (6) Pemberian besi dalam bentuk elemen pada penderita usia di bawah 10 tahun maksimal sebesar 10 mg/hari, sedangkan di atas 10 tahun maksimal 18 mg/hari. (8)
  6. Seng (zink). Bahan pangan yang mengandung seng yaitu telur, susu, keju, kacang-kacangan, sereal. (6) Suplementasi seng pada thalassemia sebaiknya dengan dosis tinggi yaitu 45 mg/hari. (7)
  7. Vitamin D. Pada penderita thalassemia yang melakukan transfusi darah berulang biasanya kadar vitamin D nya rendah akibat disfungsi hati. (7) Makanan sumber vitamin D yaitu susu, hati, minyak ikan, telur, yogurt, tuna, salmon. (6) Untuk pasien bayi sebaiknya dilakukan fortifikasi makanan terutama pada susu dan mentega agar kebutuhan vitamin D nya terpenuhi. (7)
  8. Vitamin C. Pemberian vitamin C pada thalassemia dianjurkan dosis rendah yaitu 100-250 mg/hari atau 3 mg/kg berat badan/hari, diberikan setelah infus desferoksamin dimulai. (7) Makanan sumber vitamin C yaitu sayur, pepaya, jeruk, stroberi, dan lain-lain. (6)
  9. Vitamin E. Untuk penyakit thalassemia sumber vitamin E yang baik adalah yang mengandung lemak sehat seperti minyak jagung, minyak sayur, alpukat, kacang almond, biji-bijian, sereal, dan juga buah dan sayur. (6) Dosis vitamin E yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 200 – 400 IU/hari dan untuk anak adalah 1 IU/kgBB/hari.(8)
  10. Asam folat. Asam folat digunakan untuk sintesis DNA, maka pada thalassemia jumlah asam folat yang diperlukan cukup besar untuk mempercepat regenerasi sel. Dosis yang dianjurkan yaitu 1 mg/hari. Sumber bahan makanan asam folat yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, susu. (7)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementrian Kesehatan RI. (2018). Apa itu Thalassemia?. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
  2. Kementrian Kesehatan RI. (2018). FactSheet Thalassemia. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  3. Kementrian Kesehatan RI. (2019). Apakah Pasien Talasemia Dapat Hidup Normal?. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
  4. Kementrian Kesehatan RI. (2017). Manifestasi Klinik Thalassemia Mayor. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
  5. RSUP dr. Soeradji. (2019). Pengaturan Nutrisi Pada Penderita Thalassemia. Available at: https://rsupsoeradji.id/pengaturan-nutrisi-pada-penderita thalassemia/
  6. RS Mitra Plumbon Indramayu. (2021). Panduan Makanan Untuk Penderita Thalasemia.Available at: https://rsmpindramayu.com/2021/05/08/panduan makanan-untuk-penderita-thalasemia/
  7. Mentari, A. N. (2020). Asuhan Keperawatan Anak dengan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Thalasemia Usia Sekolah di PMI Kota Semarang. Skripsi. Poltekkes Semarang.
  8. Arijanty, L., & Nasar, S. S. (2016). Masalah Nutrisi pada Thalassemia. Sari Pediatri, 5(1).