Pepaya merupakan buah tropis yang banyak di jumpai di Indonesia namun mengonsumsi buah yang masih muda dan daun masih banyak yang belum tertarik mengonsumsi karena rasa yang pahit dan bergetah. Namun dibalik rasa intoleran dilidah masyarakat daun dan pepaya muda efektif untuk meningkatkan ASI pada ibu menyusui (1).
Pekernalkan dulu nih rasa pahit dari daun pepaya itu berasal dari mana. Penyebab rasa pahit pada daun pepaya karena senyawa alkaloid karpainnya (C14H25NO2). Zat ini dapat digunakan sebagai penurun demam, mereduksi tekanan darah dan membunuh mikroba. Lalu apasih kandungan daun daun dan buah pepaya muda sehingga dapat memperlancar ASI? Yuk kita lihat bahasan di bawah ini menurut beberapa literatur jurnal yang telah di baca penulis

  1. Kandungan di dalam Daun pepaya yang dapat merangsang produksi ASI adalah Laktagogum. Laktogogum memiliki potensi dalam menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti alkaloid, polifenol, steroid, flavonoid dan substansi lainnya dalam meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (3)
  2. Daun pepaya mengandung Enzim Papain dan kalium, fungsi enzim berguna untuk memecah protein yang dimakan sedangkan kalium berguna untuk memenuhi kebutuhan kalium dimasa menyusui. Jika seorang ibu kekurangan kalium maka badan akan terasa lelah, dan menyebabkan perubahan suasana hati menjadi depresi, sementara saat menyusui ibu harus berfikir positif dan bahagia. (3)
  3. Daun pepaya juga diperkaya dengan hormon pengencang serta vitamin A yang merangsang pengeluaran hormon wanita dan merangsang indung telur mengeluarkan hormone dari hormon tersebut kelenjar susu akan lancar dan bentuk payudara semakin ideal. (3)
  4. Buah pepaya muda mengandung polifenol. Peningkatan produksi Asi dirangsang oleh hormon oksitosin yang terjadi karena mengonsumsi polifenol yang terdapat di dalam buah pepaya muda (2)
  5. Buah pepaya mengandung zat sapoin dan alkaloid yang jika di konsumsi dapat meningkatkan produksi hormon prolaktin sehingga berfungsi sebagai pelancar ASI. Saponin memiliki beberapa aktivitas biologis diantaranya antiinflamasi, antimikroba, stimulasi imun. Alkaloid berperan dalam ejeksi susu dengan menstimulasi otot polos disekeliling alveoli kelenjar mammae. (2)
FOTO ARTIKEL WEBSITE-14

Berdasarkan hasil dari telaah beberapa artikel dapat diketahui bahwa daun dan buah pepaya muda dapat meningkatkan produksi ASI, untuk itu alangkah baiknya jika ibu mengkonsumsi daun dan buah pepaya muda sebagai alternatif salah pangan lokal yang ada di Indonesia

Meskipun daun dan buah papaya muda di atas umumnya dianggap aman, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi jika masih kesulitan dalam memberi ASI untuk anak, kemudian jangan tergoda dengan suplemen daun atau buah pepaya yang tidak jelas produksi dan izin edaarnya. Setiap ibu menyusui memiliki kebutuhan dan kondisi kesehatan yang unik, dan penting untuk mendapatkan saran yang tepat berdasarkan situasi individu.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Putri Zulia, et., al. Efektivitas Pemberian Buah Pepaya Terhadap Peningkata Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Puskesmas Cikokol Kota Tangerang. Jurnal JKFT, Universitas Muhammadiyah Tangerang: 2021
  2. Aliyanto Warjidin & Rosmadewi. Efektifitas Sayur Pepaya Muda dan Sayur Daun Kelor terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum Primipara. Jurnal Kesehatan, Poltekkes Tanjung Karang: 2019
  3. Amalia Yuli & Rahmadyanti. Efektivitas Pemberian Daun Pepaya Terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Nifas di Klinik Bidan Syifa. Jurnal Ners, Stiker Abdi Nusantara Jakarta: 2023
  4. Dwi Istika K. Potensi Daun Pepaya (Carica papaya l) Sebagai Alternatif Memperlancar Produksi ASI: 2017

A. Pengertian sayuran sebagai melancarkan ASI

Sayuran merupakan bahan makanan yang tidak boleh dilewatkan jika kamu sedang makan lho. Selain tinggi air, sayur juga tinggi kandungan seratnya yang akan membantu dan melancarkan pencernaan kamu. Sayuran juga memiliki peran penting bagi ibu menyusui, pengobatan non farmakologis ini dapat menjadi solusi bagi ibu yang ingin meningkatkan kualitas dan produksi ASI untuk mencukupi kebutuhan gizi buah hatinya. Ayo kita baca baik-baik informasi selengkapnya!

B. Macam-Macam Sayuran Untuk Ibu Menyusui

Berikut merupakan macam sayuran untuk ibu menyusui dalam meningkatkan kualitas atau kuantitas ASI dengan cara yang mudah didapatkan dan ekonomis.

1. Daun katuk

Sayuran katuk sering digunakan sebagai olahan sayuran dan sering kita jumpai jika berbelanja di pasar tradisional atau pedagang sayur keliling. Daun Katuk memiliki kandungan polifenol dan steroid yang ternyata bisa meningkatkan dan melancarkan produksi ASI lho (3). Dengan pengolahan yang benar kandungan gizi di dalamnya tidak rusak, seperti tidak terlalu lama dalam perebusan atau dimasak pada suhu tinggi. Hal tersebut agar tidak menurunkan kualitas katuk sebagai pelancar ASI ya!

2. Bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran yang sering dijumpai dan mudah ditemukan. Kandungannya yang tinggi zat besi sangat membantu ibu menyusui dalam pembentukan sel darah merah serta mencegah ibu mengalami anemia dan akan memengaruhi kualitas ASI saat diberikan kepada buah hati.

3. Kelor

Salah satu sayuran ajaib yaitu kelor, Sering digunakan menjadi masakan sayur tetapi juga sudah banyak penelitian yang membuat kelor menjadi bahan tambahan makanan seperti nugget, bakso, kue kering, es krim dan masih banyak lagi. Si Kelor ini ternyata memiliki kandungan protein lengkap (mengandung 9 asam amino esensial), kalsium, zat besi, kalium, magnesium, zink dan vitamin A, C, E serta B yang memiliki peran besar pada sistem imun. Jadi, sangat bisa lho dalam meningkatkan kualitas ASI ibu dan juga produksinya (4).

4. Brokoli

Siapa sih yang gak kenal dengan sayuran satu ini, brokoli! Brokoli memiliki kandungan kalium yang dapat memenuhi kebutuhan ibu menyusui. Gak hanya itu saja, kalium sendiri juga dapat mengurangi pegal otot dan mempengaruhi kegiatan sehari-hari ibu (1).

FOTO ARTIKEL WEBSITE-12
5. Kangkung

Kangkung menjadi sayuran yang mudah ditemukan apabila kamu berada di dataran dekat dengan perairan atau persawahan. Si kangkung ini paling sering dimasak berupa sayuran tumis, tapi enakkan! Selain itu kandungan gizinya cukup beragam seperti karbohidrat, protein, serat, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan vitamin C (1). Kangkung ini juga dapat meningkatkan kualitas dan produksi ASI ibu! Waw, amazing bukan? Rasanya yang unik ternyata sebanding dengan manfaat dan nilai gizinya.

6. Pare

Sayuran yang jarang di sukai karena rasanya yang lumayan pahit ini ternyata sangat bermanfaat untuk melancarkan dan meningkatkan produksi ASI ibu lho! Kandungan gizi pare yang sangat kaya fitronutrien, vitamin K, likopen, dan lutein yang mudah didapatkan pada sayuran pare ini dengan harga yang ekonomis (1).

7. Labu siam

Siapa sih yang gak tau jipang? Labu siam atau jipang ini kaya akan antioksidan, zat besi, fosfor, vitamin B dan Vitamin C. perlu ibu menyusui tau jika labu siam memiliki rasa yang tidak pait dan hambar, enak untuk dijadikan camilan apabila di rebus (5). Tidak hanya itu labu siam juga dapat meningkatkan produksi ASI sebanyak 71% lho. Waw, banyak banget ya, dengan rasa yang dapat diterima dan harganya yang ekonomis.

8. Jantung pisang

Kandungan kimia yang terkandung pada jantung pisang seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan mineral penting seperti fosfor, kalsium dan Fe (zat besi) akan sangat membantu dalam proses pembuatan ASI. Jantung pisang ini memiliki sifat laktogagum yang merangsang hormon oksitosin dan sangat efektif meningnkatkan dan mempelancar produksi ASI (6).

9. Daun pepaya

Kita udah gak asing lagi dengan si daun pepaya ini bukan? Ternyata…… Daun pepaya yang memiliki sifat laktogogum dengan tinggi kandungan vitamin A 1850 SI, vitamin BI 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kalori, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, karbohidrat 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, 0,8 mg zat besi, 75,4 gram dan air (8). Nah, karena itu daun pepaya mampu meningkatkan kualitas dan produksi ASI ibu dengan kandungan gizinya yang kaya mineral, vitamin dan karbohidrat.

Jadi, mengkonsumsi sayuran hanya sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan ASI selain dipengaruhi pola makan baik sebelum dan setelah melahirkan. Terus semangat dan lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memberikan ASI terbaik bagi buah hati!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. https://www.halodoc.com/artikel/jenis-sayuran-dan-makanan-yang-efektif meningkatkan-produksi-asi
  2. Harismayanti, H., Febriyona, R., & Tuna, M. (2019, January). Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Masa Nifas. In Prosiding Seminar Nasional 2018 “Peran Dan Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Program Kesehatan Nasional” (Pp. 225-234).
  3. Rosa, E. F., Aisyah, A., Rustiati, N., & Zanzibar, Z. (2022). Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) dan Produksi Air Susu Ibu. Journal of Telenursing (JOTING), 4(1), 205-214
  4. Zakaria, Z., Hadju, V., As' ad, S., & Bahar, B. (2016). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Air Susu Ibu (Asi) Padaibu Menyusui Bayi 0- 6 Bulan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(3), 161-169
  5. Harahap, M. H., Sn, T. H., & Andina, R. (2021). Efektifitas Pemanfaatan Labu Siam (Sechium Edule) Dengan Metode Rebus, Kukus Dan Goreng Terhadap Peningkatan Produksi Asi. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(2), 168-176.
  6. Harismayanti, H., Febriyona, R., & Tuna, M. (2019, January). Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Masa Nifas. In Prosiding Seminar Nasional 2018 “Peran Dan Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Program Kesehatan Nasional” (Pp. 225-234).
  7. Yenni, Y. and Angka, A.T., 2022. Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Pepaya Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tinondo Kab. Kolaka Timur. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(1), pp.188-198.

Ibu hamil atau sering disingkat bumil rentan terhadap bahaya kesehatan yang berdampak pada nyawa ibu dan janin. Komplikasi selama kehamilan dapat muncul sejak proses fertilisasi hingga menjelang lahiran. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2019, diperkirakan setiap tahun di seluruh dunia terdapat 303.000 wanita meninggal selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Kemudian terdapat 2,7 juta bayi meninggal selama 28 hari pertama kehidupan serta 2,6 juta bayi terlahir tanpa nyawa. (4,7) Angka kematian tersebut dapat mencerminkan bagaimana pengetahuan bumil dan keluarga, status gizi, keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan, serta keadaan sosial ekonomi dan budaya masyarakat. (4)

Ada Apa dengan Zat Besi?

Defisiensi atau kekurangan zat besi (Fe) saat kehamilan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada bumil. Bumil dikatakan anemia apabila kadar Hb < 11 gr/dl. (3) Hal tersebut berhubungan erat dengan risiko perinatal, seperti retardasi pertumbuhan intrauterin (plasentasi dan konsepsi, pertumbuhan dan perkembangan organ, dan penyimpangan kromosom), persalinan prematur, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), anemia neonatal, peningkatan risiko pre-eklampsia, dan depresi passcapersalinan. (1,5) Meskipun tidak ada periode menstruasi, kebutuhan gizi termasuk mikronutrien mineral Fe pada masa kehamilan akan mengalami peningkatan. Kebutuhan tersebut meningkat sebagai kompensasi kehilangan Fe saat proses melahirkan, nifas, dan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan unit fetoplasenta. (5) Oleh karena itu, asupan zat besi yang cukup dapat menentukan status gizi jangka panjang ibu dan bayi.

Berapa Kebutuhan Zat Besi Saat Hamil?

Sekarang, bumil perlu tahu nih, kebutuhan Fe selama masa kehamilan. Berdasarkan AKG (2019), pada wanita usia subur (19-49 tahun) kebutuhan Fe adalah 18 mg/hari. Dalam kondisi hamil, kebutuhan Fe akan meningkat sesuai dengan kelompok trimester. Pada trimester pertama, bumil belum mendapatkan tambahan asupan Fe, tetapi saat memasuki trimester kedua dan ketiga kebutuhan Fe ditambah 9 mg/hari. (2) Untuk mengantisipasi defisiensi Fe dari asupan makan, bumil juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambah darah yang mengandung Fe minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Cara yang paling tepat setelah mengonsumsi sumber Fe adalah mengonsumsi bahan makanan tinggi vitamin C untuk membantu proses penyerapan, seperti jambu, jeruk, markisa, dan lainnya. Sedangkan bahan berkafein dan mengandung tanin seperti kopi, teh, dan cokelat harus dihindari maksimal 2 jam sebelum dan sesudah makan. (3)

Bahan Makanan Apa yang Tinggi Kandungan Zat Besi?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-10

Nah, sekarang dapat dari bahan apa sih, zat besinya? Berikut bahan makanan yang sering dijumpai dan mengandung Fe. (6)

  1. Hati ayam
    Hati ayam segar mengandung Fe sebesar 15,8 mg/100 gram Berat Dapat Dimakan (BDD)
  2. Daging itik
    Daging iik alabio segar mengandung Fe sebesar 12,5 mg/100 gram BDD
  3. Rendang daging sapi
    Olahan daging sapi menjadi rendang memiliki kandungan Fe sebesar 14,9 mg/100 gram BDD
  4. Abon daging sapi
    Kembali dengan olahan daging sapi, abon memiliki kandungan Fe sebesar 12,3 mg/100 gram BDD
  5. Hati sapi
    Hati sapi segar mengandung Fe sebesar 6,6 mg/100 gram BDD
  6. Paru sapi
    Paru sapi goreng mengandung Fe sebesar 8,8 mg/100 gram BDD
  7. Ikan teri
    Ikan teri kering tawar mengandung Fe sebesar 23,4 mg/100 gram BDD
  8. Kerang
    Kerang segar mengandung Fe sebesar 15,6 mg/100 gram BDD
  9. Udang
    Udang segar mengandung Fe sebesar 8 mg/100 gram BDD
  10. Kacang hijau
    Kacang hijau kering mengandung Fe sebesar 7,5 mg/100 gram BDD
  11. Kacang dan daun kecipir
    Kacang dan daun kecipir kering mengandung Fe sebesar 6,5 mg/100 gram BDD
  12. Kacang kedelai
    Kacang kedelai kering mengandung Fe sebesar 10 mg/100 gram BDD
  13. Kacang merah
    Kacang merah kering mengandung Fe sebesar 10,3 mg/100 gram BDD
  14. Bayam merah
    Bayam merah segar mengandung Fe sebesar 7 mg/100 gram BDD
  15. Daun kelor
    Daun kelor segar mengandung Fe sebesar 6 mg/100 gram BDD

Jadi, tolong perhatikan dengan baik asupan gizinya, ya bund. Jangan lupa untuk tetap konsultasi selama masa kehamilan bersama tenaga kesehatan yang berwewenang. Ibu dan bayi selamat, keluarga bahagia.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Abu-Ouf, N.M., & Jan, M.M. The impact of maternal iron deficiency and iron deficiency anemia on child’s health. Saudi Med. J. 2015;36:146.
  2. Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.28 Tahun 2019. Jakarta; 2019.
  3. Direktorat Gizi Masyarakat. Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Ibu Hamil pada Masa Pandemi Covid-19 bagi Tenaga Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2020. Jakarta; 2020.
  4. Nabila, H., Kesumadewi, T., & Immawati. Penerapan Pendidikan Kesehatan Tentang Tanda Bahaya Kehamilan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Purwosari Kec. Metro Utara Tahun 2021. Jurnal Cendikia Muda. 2022;2(2):202-209.
  5. Skolmowska, D., Kolata, A., & Guzek, D. Effectiveness of Dietary Interventions in Prevention and Treatment of Iron Deficiency Anemia in Pregnant Women: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials. Journal Nutrients. 2022;14(15):3023.
  6. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2019. Data Kemenkes 2019. Jakarta; 2019.
  7. World Health Organization (WHO). WHO launches new tools to help countries address stillbirths, maternal and neonatal deaths. 2019.

Hai, calon ibu yang berbahagia! Siapa nih yang sudah tahu tentang makanan yang sehat untuk mendukung kehamilan ? Jika belum, jangan khawatir! Pada artikel berikut ini, kita akan membahas makanan sehat yang cocok untuk ibu hamil.
Kehamilan adalah masa yang Istimewa dalam kehidupan seorang wanita dan memberikan perhatian yang tepat terhadap pola makan sangat penting untuk kesehatan ibu. Makanan yang dikonsumsi selama kehamilan memiliki dampak besar tidak hanya pada kesehatan ibu, tetapi juga perkembangan bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan asupan makanan mereka dan memilih makanan yang memberikan gizi yang optimal. Berikut adalah 5 makanan sehat yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan manfaatnya dalam mendukung kesehatan ibu dan perkembangan bayi.

1. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau merupakan pilihan makanan bergizi yang sangat baik bagi ibu hamil. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan kale mengandung sumber zat gizi yang kaya akan asam folat, zat besi, dan serat. Asam folat sangat dibutuhkan oleh calon ibu selama masa kehamilan karena dapat membantu mencegah kecacatan tabung saraf pada bayi yang sedang mengalami perkembangan. Zat besi membantu mencegah anemia pada ibu hamil dan meningkatkan pasokan oksigen ke bayi dalam kandungan. Sementara, serat membantu mencegah sembelit yang umum terjadi selama kehamilan. Selain kaya akan manfaat, ada hal yang membuatnya semakin menarik yaitu betapa fleksibelnya sayuran hijau dalam masakan sehari-hari. Kalian bisa menambahkannya ke dalam sup, smoothie, dan sajian tumis untuk variasi yang menyegarkan. Tidak hanya itu, sayuran hijau juga membantu menjaga berat badan yang sehat selama kehamilan (4).

2. Ikan

ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi serta mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Asam omega-3 juga membantu mengurangi risiko preeklampsia dan kelahiran bayi prematur. Tetapi manfaatnya tidak berhenti di situ para calon ibu! Konsumsi ikan selama kehamilan 1-3 porsi juga berkaitan dengan peningkatan kemampuan kognitif anak di masa depan (3). Namun, bukan berarti semua jenis ikan cocok untuk ibu hamil. Hindarilah ikan yang tinggi kandungan merkuri seperti hiu dan marlin untuk menghindari dampak negatif pada perkembangan janin. Sebagai gantinya, pilih ikan yang rendah kandungan merkuri seperti salmon dan sarden.

3. Buah-Buahan Beri

Buah-buahan beri seperti blueberry, raspberry, dan strawberry mengandung tinggi antioksidan dan vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara vitamin C membantu dalam penyerapan zat besi. Buah-buahan beri juga rendah kalori dan mengandung serat yang baik untuk saluran pencernaan (2).

FOTO ARTIKEL WEBSITE-8

4. Produk susu dan olahan

Kalsium adalah gizi yang penting selama kehamilan karena membantu dalam pembentukan tulang dan gigi bayi yang sedang berkembang. Salah satu jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan kalsium selama kehamilan yaitu produk susu dan olahannya. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi susu dan produk susu rendah lemak sebagai sumber kalsium. Selain itu, produk susu seperti yoghurt juga mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan dan dapat membantu mengurangi risiko alergi makanan pada bayi yang baru lahir (1).

5. Daging tanpa Lemak

Daging tanpa lemak seperti daging sapi dan daging ayam adalah sumber protein utama yang sangat baik. Daging sapi kaya akan zat besi, kolin, dan vitamin B yang akan dibutuhkan dalam jumlah yang lebih tinggi selama kehamilan. Mungkin akan sulit untuk memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan saja terutama jika ibu tidak menyukai daging atau vegetarian. Bagi ibu hamil yang bisa, makan daging merah tanpa lemak yang dimasak dengan matang secara teratur dapat membantu meningkatkan jumlah zat besi dari makanan (5).

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi selama kehamilan sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan. Lima makanan di atas merupakan pilihan yang sangat cocok untuk ibu hamil karena mereka mengandung berbagai zat gizi penting seperti asam folat, zat besi, asam lemak omega-3, kalsium, protein, dan antioksidan. Namun, perlu diingat untuk tetap memperhatikan variasi makanan serta menjaga pola makan yang seimbang dan teratur selama kehamilan. Dengan memastikan 5 jenis makanan ini ke dalam diet sehari-hari, ibu hamil dapat memastikan bahwa mereka dan bayi mereka mendapatkan gizi yang diperlukan untuk kesehatan dan perkembangan yang optimal.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Achón M, Úbeda N, García-González Á, Partearroyo T, Varela-Moreiras G. 2019. Effects of Milk and Dairy Product Consumption on Pregnancy and Lactation Outcomes: A Systematic Review. Adv Nutr. 10(7):S74–S87. doi:10.1093/advances/nmz009.
  2. Basu A, Crew J, Ebersole JL, Kinney JW, Salazar AM, Planinic P, Alexander JM. 2021. Dietary blueberry and soluble fiber improve serum antioxidant and adipokine biomarkers and lipid peroxidation in pregnant women with obesity and at risk for gestational diabetes. Antioxidants. 10(8). doi:10.3390/antiox10081318.
  3. Bramante CT, Spiller P, Landa M. 2018. Fish Consumption During Pregnancy An Opportunity, Not a Risk. JAMA Pediatr. 172(9):801–802. doi:10.1001/jamapediatrics.2018.1619.
  4. Maksum TS, Hulinggi P. 2022. Penilaian Asupan Zat Besi Dan Asam Folat Pada Ibu Hamil. Pros Semin Nas Mini Ris Mhs. 1(2):67–71.
  5. Marshall NE, Abrams B, Barbour LA, Christian P, Friedman JE, Jr WWH, Purnell Q, Roberts JM, Soltani H. 2022. The importance of nutrition in pregnancy and lactation: lifelong consequences. 226(5):607–632. doi:10.1016/j.ajog.2021.12.035.

Hai, sobat ilmugiziku, apakah kalian pernah membaca tentang 1000 HPK? Atau istilah stunting? Atau mungkin istilah IQ / kecerdasan intelektual? Ketiga istilah ini ternyata memiliki hubungan satu sama lain dan 1000 HPK menjadi bagian utama yang harus diperhatikan. 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan masa yang dimulai dari pembuahan pada saat kehamilan (270 hari) sampai usia 2 tahun (730 hari) yang merupakan periode emas penentu masa depan anak (1)

Apa yang terjadi selama 1000 HPK?

Pada masa 1000 HPK, terjadi pertumbuhan yang sangat pesat mulai dari masa kehamilan, dimana terjadi perkembangan seluruh organ tubuh mulai dari otak, otot, tulang, dan lainnya. Perkembangan struktur otak dan kemampuan kognitif terjadi dengan sangat signifikan pada masa 1000 HPK sehingga menjadi menjadi periode yang kritis. Kondisi yang dialami janin selama 1ooo HPK akan memengaruhi proses tumbuh kembangnya. Janin dan bayi usia dini akan melakukan perubahan pada organ tubuhnya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi dan tantangan lingkungan yang terjadi yang bersifat permanen. Kondisi tidak menguntungkan seperti kurang gizi menyebabkan pembelahan sel melambat sehingga jumlah sel lebih sedikit atau ukurannya lebih kecil. Kumpulan sel yang membentuk organ tersebut akan memiliki ukuran yang lebih kecil serta fungsi yang tidak optimal (2)

1000 HPK dan Masa Depan Anak

Kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi selama 1000 HPK, bahkan jika sampai mengalami stunting, akan berdampak pada perkembangan yang terhambat dan kemampuan kecerdasan yang rendah yang menurunkan prestasi di sekolah dan durasi pendidikan lebih singkat (1). Kurang gizi yang dialami dapat berdampak pada penurunan IQ hingga 10 poin (3). Hal ini tentu memiliki dampak pada produktivitas kerja serta kualitas hidup rendah yang berkontribusi terhadap kemiskinan dan ketimpangan sosial di masa mendatang (1).
Gangguan perkembangan organ, metabolisme, dan hormon karena kekurangan gizi selama 1000 HPK membuat seseorang menjadi rentan mengalami penyakit tidak menular ketika dewasa, mulai dari penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, hingga stroke (4). Anak stunting cenderung mengalami kelebihan gizi di masa mendatang karena metabolisme lemak lebih lambat. Kelebihan gizi menyebabkan kejadian obesitas hingga sindrom metabolik, serta risiko diabetes melitus dan penyakit jantung ketika dewasa (1). Bayi yang lahir dengan kondisi berat badan yang kurang memiliki otot yang lebih sedikit dan lemak yang lebih banyak yang memicu resistensi insulin dan diabetes mellitus tipe 2 (4).
Masalah yang dialami selama 1000 HPK memiliki dampak yang panjang, bukan hanya pada seorang anak, tetapi bahkan hingga lintas tiga generasi. Masalah seperti penyakit tidak menular yang kronis dipengaruhi oleh status gizi dua generasi sebelumnya yaitu dari nenek ke cucu perempuannya. Ketika seorang ibu mengandung anak perempuannya, sel telur yang kelak akan menjadi cucunya telah dibentuk (5)

Tips Optimalkan 1000 HPK

Masa 1000 HPK dapat dibagi menjadi 4 tahapan yang dapat diupayakan secara maksimal yaitu gizi ibu selama 9 bulan kehamilan, menyusui selama 6 bulan setelah kelahiran, pengenalan makanan padat pada usia bayi 6-12 bulan, transisi ke pola makan keluarga pada usia lebih dari 12 bulan. Berbagai upaya agar 1000 HPK berjalan secara optimal meliputi :

FOTO ARTIKEL WEBSITE-23
  1. Suplementasi zat besi dan asam folat bagi ibu hamil
  2. Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang
  3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  4. Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal selama 6 bulan
  5. Pengenalan makanan pendamping ASI (MP-ASI) meliputi sumber energi, protein, lemak, vitamin, mineral dari serealia, daging, buah, sayur, dan lainnya
  6. Berikan kasih sayang dan stimulasi pada anak untuk perkembangan emosi dan kognitif yang optimal
  7. Imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular
  8. Pemantauan tumbuh kembang secara teratur dan berkala (1,6,7)

Yuk, kita optimalkan masa 1000 HPK untuk masa depan Indonesia yang lebih baik !

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Gunardi, H. Optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan: Nutrisi, Kasih Sayang, Stimulasi, dan Imunisasi Merupakan Langkah Awal Mewujudkan Generasi Penerus yang Unggul. eJKI. 2021; 9(1):1-6
  2. Achadi, E. L., Achadi, A., Aninditha, T. Pencegahan Stunting Pentingnya Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan. Depok : Rajagrafindo Persada: 2021. 56-58 pp.
  3. UNICEF. The first 1,000 days of life: The brain’s window of opportunity [Internet] UNICEF. 2013 [cited 2024 Mar 18]. Available from: https://www.unicef-irc.org/article/958-the-first-1000-days-of-life-the brains-window-of-opportunity.html
  4. Achadi, E. L., Achadi, A., Aninditha, T. Pencegahan Stunting Pentingnya Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan. Depok : Rajagrafindo Persada: 2021. 63 pp.
  5. Achadi, E. L., Achadi, A., Aninditha, T. Pencegahan Stunting Pentingnya Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan. Depok : Rajagrafindo Persada: 2021. 120 pp.
  6. Rahayu, A. et al. Buku Ajar Gizi 1000 HPK. Bantul : CV Mine: 2018. 91-92 pp.
  7. Likhar, A., & Patil, M. S. Importance of Maternal Nutrition in the First 1,000 Days of Life and Its Effects on Child Development: A Narrative Review. Cureus. 2022;14(10)

Stunting menjadi fokus utama dalam kesehatan. Program 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) bertujuan untuk mengurangi prevalensi stunting di masa depan, dan program ini melibatkan wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Bagi ibu hamil penurunan nafsu makan saat trimester pertama hingga kedua dapat terjadi, dan masih banyak ibu yang khawatir akan gizi bayi didalam kandungannya. Lalu apakah ibu hamil yang nafsu makannya menurun akan menyebabkan anak stunting di masa mendatang? Yuk simak informasi lebih jelasnya di bawah ini!

1. Ibu Hamil dan Program 1000 HPK

Stunting dapat disebabkan oleh salah satu faktor yaitu status gizi ibu hamil. Program 1000 HPK sendiri memiliki dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan penerus bangsa. Apabila stunting sendiri tidak dapat diatasi, hal tersebut akan mengganggu tumbuh kembang anak yang kurang optimal, memengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak serta anak dengan stunting akan mudah terserang penyakit/ mudah sakit (1). Ibu hamil menjadi salah satu sasaran program 1000 HPK ini dikarenakan ibu hamil harus terpenuhi gizinya untuk mencegah stunting (2). Tetapi, banyak ibu hamil yang mengalami penurunan nafsu makan khawatir bayi di kandungan tidak mendapatkan gizi yang cukup dan akan menjadi anak stunting di masa mendatang.

2. Penyebab Nafsu Makan Ibu Menurun

Penyebab dari pada ibu hamil mengalami penurunan nafsu makan ini apa ajasih? Yaitu seperti (2,4,5):

  1. Ibu hamil yang anemia
  2. Ibu hamil yang mengalami mual muntah
  3. Perubahan sistem hormon
  4. Stress dan waktu tidur yang kurang optimal

Program 1000 HPK memiliki beberapa intervensi yang ditujukan untuk menunjang keberhasilan program, seperti pemberian suplemen Fe, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan balita (3). Tidak hanya dengan adanya program tersebut, dukungan dari keluarga, lingkungan dan juga menjaga pikiran agar tidak stress merupakan salah satu pencegahan agar tidak terjadinya penurunan nafsu makan berkepanjangan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin (5).

3. Gizi Ibu Hamil

FOTO ARTIKEL WEBSITE-18

Ibu selama masa kehamilannya akan membutuhkan tambahan energi dan zat gizi lain agar kesehatan tetap terjaga dan janin dapat berkembang serta menghindari risiko stunting (5). Bagaimana dengan ibu hamil yang mengalami mual muntah dan terjadi penurunan asupan makanan? Sebenarnya gizi ibu hamil yang mengalami penurunan nafsu makan dapat terpenuhi dengan melakukan pemilihan menu makanan. Caranya? Yaitu dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran 3-4 porsi atau dalam frekuensi lebih sering, tetapi tidak hanya mengkonsumsi satu jenis buah/sayuran saja (6). Cara lain mengatasinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan seimbang yang tidak menyebabkan mual, cukup bergerak, berisitirahat, dan mengkonsumsi suplement yang telah diresepkan dokter/bidan (3,5). Beberapa saran lainnya yaitu ibu hamil harus meningkatkan konsumsi protein hewani (tidak hanya satu jenis), dan mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil agar tetap mengalami penambahan berat badan optimal (3).

Jadi, apakah ibu hamil yang mengalami penurunan nafsu makan, meningkatkan risiko stunting? Tentu saja tidak apabila hal tersebut hanya terjadi pada trimester awal saja. Apabila masih sering terjadi di trimester ke 2 bahkan 3 lebih dianjurkan untuk memeriksakan kandungan ke dokter kandungan dan berkonsultasi dengan ahli gizi terpercaya. Hal tersebut, untuk mencegah terjadinya gangguan perkembangan janin, risiko stunting dan ibu dapat terus memperoleh gizi cukup serta kesehatan yang terjaga.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Hastuty, M. (2020). Hubungan Anemia Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Uptd Puskesmas Kampar Tahun 2018. Jurnal Doppler, 4(2), 112-116.
  2. Purwanti, R., Margawati, A., Afifah, D. N., Noer, E. R., Wijayanti, H. S., Ayustaningwarno, F., ... & Fitranti, D. Y. (2022). Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Untuk Penurunan Angka Stunting Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Semarang. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 81-88.
  3. Purwanti, A. D. (2021). Hambatan Dalam Implementasi Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan: A Review. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(6), 622-632.
  4. Kurniawati, Y., Widowati, R., & Dahlan, F. M. (2023). Efektivitas Jahe Dan Madu Akasia Terhadap Mual Dan Muntah Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Puskesmas Ciawi. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang, 11(1), 19-26.
  5. Prasiwi, N. W., Ristanti, I. K., & Rokhmawati, E. (2021). Hubungan Pemilihan Bahan Makanan Dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil Emesis Trimester. Jurnal Maternitas Aisyah (Jaman Aisyah), 2(1), 75-80.
  6. Yuliana, W., Romdhani, R. H. R., & Nulhakim, B. (2023). Perubahan Pola Makan Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Desa Klenang Kidul. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan, 2(3), 176-182.