Kalian pasti sudah tahu bukan beberapa buku resep biasanya ditulis oleh koki atau seseorang dengan pengalaman memasak yang tidak sedikit. Banyak dari mereka memberikan resep rahasia dari skill memasaknya yang dirangkum dalam bentuk buku resep. Sebelum itu, seorang ahli gizi juga ada yang pandai memasak lho, dan banyak meluncurkan buku-buku resep makanan sehat. Yuk simak, siapa sih tokoh ahli gizi yang telah banyak menulis buku resep makanan sehat!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-6

Profil Ibu Tuti Soenardi

Ibu Tuti Soenardi merupakan salah satu tokoh ahli gizi yang lahir di Surabaya pada tanggal 18 oktober 1943. Ibu Tuti menyelesaikan pendidikannya di Akademi Gizi Jakarta dan lulus pada tahun 1959. Ibu Tuti dikenal sebagai penulis buku yang andal terutama buku yang berkaitan kesehatan dan gizi, serta menu sehat dari bahan pangan lokal. Ada begitu banyak prestasi dan hal-hal positif yang dilakukan oleh ibu Tuti dalam menyebarkan ilmu pengetahuannya terkait makanan sehat. Turut berduka cita, karena beliau telah berpulang pada tanggal 14 juni 2018 di RS Mayapada, Jakarta.

Ibu Tuti sebagai lulusan dari Akademi Gizi Jakarta pernah menjadi seorang asisten dosen di Akademi Pendidikan Nutritionist Bogor dan Ahli Diet Bogor dan menjadi dosen pada tahun 1988. Beliau juga aktif menjadi ahli gizi di RSCM dan dibeberapa rumah sakit pemerintah atau swasta yang berada di Jakarta serta di organisasi profesi ahli gizi (1). Beliau juga sangat aktif dalam mengikuti kegiatan lembaga salah satunya membuka konsultasi gizi umum dan membuka jasa catering untuk penderita gangguan kesehatan (1).

Beliau juga mendirikan Lembaga Kuliner Indonesia (LKI) bersama dengan Bapak Wiliam Wongso dan Hiang Marahimin. Setelah lembaga tersebut bubar hal tersebut tidak menghentikan ibu Tuti dalam mendirikan Yayasan Gizi Kuliner pada tahun 1996 bersama dengan 4 ahli gizi senior lainnya yaitu ibu Sri Wahyu Soekirman, Murni Indrarti Nuhilal, Susirah Soetardjo, dan Noerdjawati Akmal. Dalam yayasan tersebut diadakan berbagai kegiatan seperti pendidikan bagi pemula atau para catering untuk meningkatkan resep dan sanitasi, menyelenggarakan seminar dan demo masak di berbagai daerah di Indonesia, hingga mengadakan Festival Makanan Indonesia (2)

Karir Sebagai Penulis
FOTO ARTIKEL WEBSITE-7

Ibu Tuti Soenardi memiliki banyak karya terutama dalam pengembangan resep makanan sehat. Pada tahun 1990-an beliau sudah mulai terjun didunia kepenulisan buku resep dengan topik kesehatan dengan pola diet tertentu. Berikut beberapa buku resep yang pernah ditulisnya dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, yaitu:

  1. Menu Sehat dan Lezat Penurun Kadar Kolesterol
  2. 100 Resep Bekal Organik Anak Sekolah
  3. Menu Pencegah dan Atasi Stroke
  4. 250 Resep Makanan untuk Tumbuh Kembang Bayi
  5. 100 Resep Top Mixed Juice Peningkat Daya Tahan Tubuh, Dll

Karyanya tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak tetapi juga dapat kamu baca dimana saja melalui media-media online seperti Kompas.com dan Tribunnews (2).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. https://www.parapuan.co/read/533111776/profil-tuti-soenardi ahli-gizi-penulis-buku-resep-yang-pandai-memasak?page=2
  2. https://www.primarasa.co.id/artikel-tanya-jawab/selamat-jalan tuti-soenardi
  3. https://tokoh.id/tokoh/direktori/tuti-soenardi/

Siapa disini yang baru akan atau kepikiran buat mengganti pola makan menjadi vegetarian? Sebelumnya perlu diketahui kebanyakan masyarakat menyimpulkan bahwa orang dengan pola konsumsi vegetarian cenderung tidak mengkonsumsi daging, unggas, telur, susu, ikan atau bahan makanan produk hewani lainnya. Lalu, bagaimana dengan efek bagi kesehatan untuk seorang vegetarian, bukannya makanan hewani sebagai sumber kaya akan mineral makro di batasi? Yuk, simak artikel ini untuk informasi dan pembahasannya terkait pola makan vegetarian terhadap kesehatan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-5

Jenis Vegetarian dan Efeknya Terhadap Kesehatan

Perlu diketahui dalam pola konsumsi vegetarian, tidak hanya terdapat satu jenis pola makan yang dijadikan acuan dalam pemilihan diet atau perubahan gaya hidup. Terdapat 7 jenis vegetarian dengan jenis bahan makanan yang berbeda satu sama lain (1).

1. Vegans

Jenis vegan ini paling sering digunakan seseorang yang mengikkuti diet untuk mengurangi risiko obesitas, diabetes tipe 2, kanker, penyakit jantug dan hipertensi dengan dilakukan pola makan tinggi serat. Pola makan vegan ini tidak mengkonsumsi makanan hewani apapun dan 100% nabati, dengan didasarkan alasan pada individu untuk menjaga kesehatan dan lingkungan. Pola makan ini perlu penambahan suplement makanan yang diperkaya zat gizi seperti zat besi, kalsium, omega-3, serta vitamin D dan B12 (2). Jenis vegetarian ini perlu diawasi oleh ahli gizi, dan dokter.

2. Raw Vegans/ Vegan Mentah

Vegan mentah mengonsumsi makanan mentah, mentah, atau setengah matang. Dengan tidak memasak makanan dengan suhu tinggi karena dapat mengubah sifat enzim dan merusak gizi makanan seperti vitamin C dan karotenoid (3). Oleh karena itu, vegan mentah tidak memasak makanannya di atas suhu 117° F (47° C) (1). Diet vegan mentah ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang dan dapat dilakukan selama 2 minggu sampai 1 bulan lalu kembali ke diet normal (3). Efek kesehatan setelah menerapkan diet vegan mentah ini dapat mengurangi risiko kanker spesifik lokasi seperti kanker lambung, payudara, dan kerongkongan serta membantu mengelola kolesterol, menurunkan konsentrasi trigliserida dalam darah, dan menurunkan risiko stroke jantung dan penyakit gusi (1).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907
3. Flexitarians atau semi vegetarian

Diet yang dibuat untuk orang-orang yang kesulitan menghilangkan daging dari pola makannya (1). Pada beberapa individu flexitarian masih mengkonsumsi telur dan makanan laut tetapi tidak mengkonsumsi susu dan daging. Tetapi ada juga yang tidak mengkonsumsi telur tapi masih mengkonsumsi keju atau yoghurt (4). Menurut Dr. Dawn Jackson Blatner dapat mengkonsumsi daging merah 3-24 ons, dan dapat mengkonsumsi ikan dengan porsi sesuai kecukupan diet (1). Peralihan pola ini pada pecinta daging tentunya dapat diganti dengan olahan serupa daging tetapi berasal dari nabati (5). Pola konsumsi ini bermanfaat terhadap kesehatan dengan menurunkan risiko diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, kolesterol, peradangan usus, penyakit Crohn, dan peradangan pembuluh darah (6).

4. Pescetarians

Pada jenis vegetarian ini kamu dapat mengkonsumsi makanan nabati dan ikan sebagai sumber protein dan tidak mengkonsumsi produk hewani lainnya. Ikan yang dikonsumsi kaya akan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung dan mengandung sejumlah zat gizi penting seperti vitamin B12 dan zat besi. Pada jenis ini kamu tidak akan merasa bersalah atas kekejaman terhadap hewan. Pescetarians ini dapat memberikan efek kesehatan yaitu menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi risiko serangan jantung, kanker esofagus, menyehatkan jantung, mencegah diabetes, depresi dan obesitas (1).

5. Lacto-ovo vegetarians

Lacto-ovo ini kamu dapat mengkonsumsi makanan nabati dan telur atau susu. Diet Lacto-ovo cukup kaya akan vitamin B, kalsium, vitamin A, dan zat gizi penting lainnya. Diet lacto ovo ini banyak diikuti dan palling banyak ditemui karena dapat dengan mudah bahan nya ditemukan dan aman di lakukan. Karena kamu tidak perlu mengatasi banyak kekurangan vitamin dan mineral; dan hanya memerlukan tambahan suplemen zat besi. Manfaatnya terhadap kesehatan yaitu mengurangi risiko diabetes mellitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker (terutama kanker pencernaan), dan menurunkan berat badan (1).

6. Lacto vegetarians

Lacto vegetarian merupakan pola makan vegetarian yang menambahkan susu dalam menunya. Susu merupakan salah satu turunan bahan makanan hewani yang masih dipervolehkan untuk dikonsumsi karena mengandung tinggi kalsium, riboflavin, vitamin A dan B12, fosfor, kalium, dan magnesium. Manfaatnya bagi kesehatan yaitu membantu mengatasi nyeri punggung bawah pada pasien fibromyalgia, meningkatkan massa otot dan mengurangi massa lemak, menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi risiko diabetes, dan gangguan kardiovaskular (1).

7. Ovo vegetarians

Pada pola ovo vegetarian ini menambahkan bahan makanan telur pada pola makan nabati. Pola makan vegetarian ovo dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Diet ini juga baik untuk atlet dan orang yang terlibat dalam latihan intensif. Telur terbukti menjadi sumber protein. Efek pola makan ini terhadap kesehatan yaitu menurunkan risiko kardiovaskular (1). Pola makan vegetarian dengan jenisnya yang berbeda-beda ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan mampu mengurangi risiko terkena penyakit dengan tingkat kematian tertinggi seperti, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Tentunya sebelum kamu memilih untuk beralih ke pola makan vegetarian konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau ahli gizi terpercaya ya.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Different Types of Vegetarians (and What They Eat): Quick Guide for Newbies - Become Vegetarian
  2. https://www.healthline.com/nutrition/vegan-vs-vegetarian#bottom-line
  3. Pahlavani, N., & Azizi-Soleiman, F. (2023). The effects of a raw vegetarian diet from a clinical perspective; review of the available evidence. Clinical Nutrition Open Science.
  4. https://www.health.com/nutrition/semi-vegetarian
  5. Dagevos, H. (2021). Finding flexitarians: Current studies on meat eaters and meat reducers. Trends in Food Science & Technology, 114, 530-539.
  6. Derbyshire, E. J. (2017). Flexitarian diets and health: a review of the evidence-based literature. Frontiers in nutrition, 3, 55.

Tanggal 1 November diperingati sebagai Hari Vegan Sedunia. Istilah “vegan” diperkenalkan pertama kali pada tahun 1944 oleh Donald Watson, seorang aktivis hewan dan seorang vegetarian. Donald Watson juga mendirikan Vegan Society, yaitu kelompok vegan yang menentang eksploitasi binatang sebagai alternatif sumber makanan, pakaian, atau untuk kepentingan lain. Mereka memiliki prinsip untuk mencegah kekerasan, pembunuhan, serta eksploitasi terhadap hewan. (1) Kini vegan menjadi sebuah bentuk gaya hidup yang mendapat perhatian masyarakat dunia. Mereka beranggapan bahwa menjadi vegan dapat memberikan banyak manfaat agar tubuh menjadi lebih sehat. Tahukah kamu bahwa vegan dan vegetarian itu berbeda?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-4

Vegan adalah gaya hidup yang menghindari segala konsumsi makanan yang berasal dari hewan dan produk turunannya. Tidak hanya daging, seorang vegan juga tidak mengonsumsi semua produk hewani, seperti produk olahan susu, telur, dan bahan makanan yang berasal dari hewan seperti madu, whey, gelatin, serta beberapa jenis suplemen yang terbuat dari atau mengandung minyak ikan maupun hewan lain. Jadi, seorang vegan hanya mengonsumsi makanan dan produk yang berasal dari tumbuhan saja, seperti buah-buahan, kacang atau biji bijian, dan sayur-sayuran. Vegan termasuk dalam salah satu tipe vegetarian.

Sedangkan vegetarian sendiri adalah pola makan tanpa mengonsumsi makanan dari hewan, seperti daging, ikan, maupun kerang-kerangan karena mereka menentang pembunuhan hewan untuk dimakan. Namun semakin lama, vegetarian mengalami perkembangan sehingga melahirkan beragam tipe. Berikut adalah tipe-tipe dari vegetarian selain vegan:

  1. Lacto-ovo Vegetarian
    Pola makan yang mengharuskan seseorang tidak mengonsumsi daging merah, daging unggas, maupun ikan, tetapi masih mengonsumsi telur, susu, dan produk olahannya seperti mentega, keju, es krim, yogurt, dan produk susu lainnya.
  2. Lacto Vegetarian
    Pola makan yang mengharuskan seseorang tidak mengonsumsi daging merah, daging unggas, ikan, dan telur, tetapi masih mengonsumsi susu dan produk olahannya seperti mentega, keju, yogurt, dan produk susu lainnya.
  3. Ovo Vegetarian
    Pola makan yang mengharuskan seseorang tidak mengonsumsi daging, ikan, susu, beserta semua makanan yang berasal dari hewan dan produk turunannya, tetapi masih mengonsumsi telur.
  4. Flexitarian (fleksibel)
    Nama flexitarian merupakan kombinasi dari kata fleksibel dan vegetarian. Pola makan ini dirancang agar seseorang lebih fleksibel. Diet ini memprioritaskan lebih banyak mengonsumsi makanan nabati tetapi masih memperbolehkan konsumsi makanan hewani dalam jumlah kecil, seperti daging, telur, susu dan produk lainnya yang berasal dari hewan. Diet ini dapat menjadi alnernatif bagi pemula yang ingin memulai diet vegetarian.
  5. Pescatarian
    Pola makan yang mengharuskan seseorang tidak mengonsumsi daging, tetapi masih mengonsumsi ikan dan seafood. Diet ini memberikan manfaat seseorang mendapatkan asam lemak omega-3 yang sehat dari ikan dan makanan laut. (2)
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907

Diet vegetarian diketahui dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola diet vegetarian dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke dan hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan kanker. Selain itu diet vegetarian juga dapat membantu menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas serta untuk menjaga berat badan tetap ideal. Diet vegetarian juga baik untuk mencegah kolesterol tinggi. (3) Diet vegetarian memiliki komposisi makanan yang cenderung tinggi serat, tinggi mineral, serta vitamin. Lalu bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan protein bagi seorang vegetarian? Tidak perlu bingung, karena seorang vegetarian masih bisa memenuhi kebutuhan protein dari sumber makanan nabati, seperti kacang kacangan, biji-bijian, dan sayuran. Berikut merupakan bahan makanan nabati yang dapat menjadi altenatif pemenuhan kebutuhan protein bagi para vegetarian: kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang hitam, kacang kedelai, tahu, tempe, susu kedelai, kacang tanah, selai kacang, edamame, kacang mete, kacang almond, susu almond, lentil, quinoa, oat, biji chia, biji wijen, biji bunga matahari, kentang, ubi, serta sayur-sayuran seperti brokoli, bayam, asparagus. (4)

Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro seperti kalsium yang biasanya didapat dari produk susu, seorang vegetarian dapat menggantinya dengan sayuran seperti kale, brokoli, atau jus buah dan susu nabati yang sudah difortifikasi sehingga menjadi sumber kalsium yang baik. Untuk pemenuhan asam lemak omega-3 yang biasanya didapat dari ikan dan telur, seorang vegetarian dapat memilih sumber makanan nabati seperti alpukat dan minyak kanola. (5,6) Jadi, sebagai seorang vegetarian tetap dapat memenuhi kebutuhan zat gizinya apabila dapat memilih sumber makanan nabati yang sekiranya tinggi akan kandungan zat gizi yang dibutuhkan tersebut.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. The Vegan Society. History [Internet]. The Vegan Society. [cited 2023 November 07]. Available from: https://www.vegansociety.com/about-us/history
  2. Anonim. 7 Types of Vegetarianism [Internet]. Vegetarian Nation. [cited 2023 November 07]. Available from: https://vegetarian-nation.com/resources/common-question/types-levels vegetarian/
  3. Bali, Atul., & Naik, Roopa. The Impact of a Vegan Diet on Many Aspects of Health: The Overlooked Side of Veganism. Cureus. 2023;15(2), e35148. 18 Feb. 2023, doi:10.7759/cureus.35148
  4. Petre, Alina., & Ajmera, Rachael. The 18 Best Protein Sources for Vegans and Vegetarians [Internet]. Healthline. 2023 [cited 2023 November 07]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/protein-for-vegans-vegetarians
  5. Weikert, Cornelia et al. Vitamin and Mineral Status in a Vegan Diet. Deutsches Arzteblatt international. 2020;117(35-36):575-582. doi:10.3238/arztebl.2020.0575
  6. Bakaloudi, Dimitra Rafailia et al. Intake and adequacy of the vegan diet. A systematic review of the evidence. Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland). 2021;40(5):3503-3521. doi:10.1016/j.clnu.2020.11.035

Banyak masyarakat yang berpikir bahwa stroke hanya menyerang orang tua saja dan selalu dikaitkan dengan usia tua. Namun, perlu diketahui bahwa di era sekarang ini stroke sudah mulai mengancam usia produktif. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stroke berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia adalah 10,9% dan prevalensi menurut karakteristik kelompok usia 15-34 tahun adalah 2%. (1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE-2

Stroke merupakan kerusakan pada bagian otak yang terjadi apabila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah. Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung iskemik baik di negara maju maupun berkembang. Stroke adalah penyebab kecacatan dan kematian nomor satu di Indonesia. Stroke dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Serangan stroke yang mendadak dapat menyebabkan kecacatan fisik dan mental bahkan kematian, baik pada usia produktif maupun lanjut usia. (2,3)

Pola makan menjadi salah satu penyebab terbesar seseorang menderita penyakit stroke. Berkat kemajuan dan kecanggihan teknologi sekarang ini, semakin banyak variasi makanan cepat saji yang dapat memikat selera masyarakat terutama para remaja. Siapa yang tidak mengenal makanan cepat saji, seperti pizza, hamburger, nugget, hot dog, kentang goreng, mie instan, donat, keripik kentang yang selalu menggoda untuk disantap? Pola konsumsi remaja saat ini mulai berganti dengan lebih sering mengonsumsi fast food maupun junk food. (4, 5) Mereka lebih memilih makanan cepat saji karena makanan tersebut lebih mudah ditemukan, pelayanan yang cepat, praktis, harga yang terjangkau, dan juga dianggap sebagai makanan kekinian yang dapat meningkatkan gengsi mereka. Makanan tersebut dianggap sebagai makanan modern serta berkelas, sehingga mejadi makanan yang gaul dan menjadi trend bagi kalangan remaja. Mereka akan mengabadikan momen melalui selfi atau berswafoto bersama makanan kekinian yang sedang viral dan merasa bangga memamerkan makanannya di sosial media.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-3

Makanan cepat saji biasanya mengandung tinggi garam, lemak, dan gula, namun rendah zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh serta jarang menyediakan buah, sayur, atau biji-bijian. Konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan asupan garam dan kalori sehingga dapat menyebabkan peningkatan berat badan, obesitas, hipertensi, serta dislipidemia yang akan meningkatkan risiko stroke. (5, 6, 7) Makanan cepat saji adalah makanan yang dapat dengan mudah dan cepat diolah sebagai pengganti makanan rumahan. Makanan ini banyak menggunakan zat aditif berupa bahan pengawet, penyedap, dan pemanis. (6)

  1. Zat aditif
    Zat aditif pada umumnya digunakan untuk menjaga mutu dan kestabilan makanan. Zat aditif yang sering digunakan dalam makanan cepat saji adalah penyedap rasa (monosodium glutamate) dan pengawet. Zat aditif yang terkandung dalam pengawet bisa mengakibatkan kerusakan hati hingga kanker hati jika dikonsumsi secara berlebihan.
  2. Sodium
    Sodium merupakan bagian dari garam yang dapat meningkatkan aliran darah sehingga menimbulkan hipertensi dan akan berpengaruh pada munculnya gangguan ginjal hingga stroke. Makanan cepat saji cenderung mengandung garam tinggi yang dapat meningkatkan air liur dan sekresi enzim, sehingga meningkatkan keinginan untuk terus makan makanan tersebut.
  3. Lemak jenuh
    Tingginya kandungan lemak jenuh dan natrium dalam makanan cepat saji dapat menyebabkan hipertensi. Lemak jenuh juga merupakan zat yang merangsang hati dan memproduksi banyak kolestrol. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengakibatkan stroke.
  4. Gula
    Konsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan diabetes, obesitas dan kerusakan gigi. (7)

Selain pola makan, faktor lain yang dapat memicu terjadinya stroke pada usia muda adalah obesitas, hipertensi, dislipidemia, gaya hidup sedentari atau kurang aktif bergerak, kurang istirahat, stress, merokok, dan minum alkohol. (2)

  1. Gaya Hidup Sedentari/Sedentary Lifestyle Malas gerak (mager) dalam dunia medis disebut Sedentary Lifestyle, yaitu kondisi dimana seseorang tidak aktif secara fisik, sering rebahan, dan jarang bergerak. Seiring dengan canggihnya teknologi saat ini, membuat banyak hal terasa lebih mudah dan praktis melalui gadget, sehingga meningkatkan rasa “mager” pada anak muda. Kegiatan bekerja seperti duduk didepan komputer dalam waktu yang lama serta aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan risiko stroke yang lebih tinggi pada usia muda. (8)
  2. Kurang Istirahat Kebiasaan kerja hingga larut malam, begadang, stress, dan kurang tidur dapat mengurangi waktu ideal untuk istirahat. Bila semua itu dilakukan setiap hari, kerja jantung akan mulai terganggu, sehingga menimbulkan tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit stroke.
  3. Merokok Paparan asap rokok mengandung sejumlah zat kimia yang berbahaya terhadap pembuluh darah. Kebiasaan merokok dapat memicu terjadinya plak pada pembuluh darah, sehingga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.

Untuk mencegah kejadian stroke diusia muda, kita dapat melakukan aksi pencegahan sebagai berikut:

  1. Kurangi konsumsi makanan maupun minuman yang tinggi gula, garam, lemak/minyak. Batasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) dengan batas maksimal per hari gula 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak 5 sendok makan
  2. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan tinggi serat
  3. Melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 5x dalam seminggu
  4. Menjaga berat badan ideal
  5. Hindari konsumsi alkohol dan merokok
  6. Cek kesehatan secara rutin.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta; 2018.
  2. P2PTM Kemenkes RI. Stroke Dapat Dicegah, Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya [Internet]. Kemenkes RI. 2017 [cited 2023 November 10]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/post/stroke-dapat-dicegah-kenali-faktor-risiko-dan gejalanya#:~:text=Stroke%20dapat%20terjadi%20pada%20siapa,sayangi%20%E2%80%94%20tet api%20stroke%20dapat%20dicegah.
  3. Suhandini, Tin dkk. Gambaran Status Gizi pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Poliklinik Syaraf RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Stikes Cendekia Utama Kudus. 2022;11(2).
  4. Laksono, RA., Mukti, ND., & Nurhamidah, D. Dampak Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan pada Mahasiswa Program Studi “X” Perguruan Tinggi “Y”. JIKM. 2022;14(1):5.
  5. Morgenstern LB, dkk. Fast Food and Neighborhood Stroke Risk. Ann Neurol. 2010;66(2):165-70.
  6. Alfora, D., Saori, E., & Fajriah, LN. Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Gizi Remaja. Florona : Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2023;2(1).
  7. Tanjung, NU dkk. Junk Food dan Kaitannya dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 2022;14(3).
  8. Wuryani, SM. Efek Jangka Panjang “Malas Gerak” Bagi Kesehatan [Internet]. Kemenkes RI. 2022 [cited 2023 November 10]. Available from:https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/959/efek jangka-panjang-malas-gerak-bagi-kesehatan.
  9. Zavitsanou A, Drigas A. Nutrition in Mental and Physical Health. Tech Soc Sci J. 2021;23(9):67–77.

Stroke menjadi salah satu jenis penyakit tidak menular yang dapat berujung pada kematian. Tidak hanya pada orang tua, stroke juga bisa menyerang pada usia muda. Mengapa hal ini dapat terjadi? Lalu, apakah ada langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke? Mari simak penjelasan berikut.

FOTO ARTIKEL WEBSITE

Apa itu stroke?

Stroke merupakan serangan klinis akut akibat penurunan fungsi syaraf pada otak, medulla spinalis, dan retina baik sebagian atau menyeluruh selama lebih dari 24 jam yang disebabkan karena gangguan pembuluh darah baik penyumbatan ataupun perdarahan. (1)

Faktor risiko stroke

Ada banyak faktor yang dapat mendukung terjadinya stroke, diantaranya faktor genetik, hipertensi, dislipidemia, diabetes mellitus, obesitas, penyakit jantung, dan merokok. (2) Asap rokok mengandung lebih dari 7000 bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan penggumpalan darah pada otak. (3) Selain itu, kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak (ggl) dan disertai kurangnya aktivitas fisik juga dapat berperan dalam terjadinya stroke. Hal ini dikarenakan konsumsi gula garam lemak berlebih dapat meningkatkan kadar glukosa maupun kolesterol dalam darah, sehingga dapat meningkatan tekanan darah yang akan memicu terjadinya stroke.

Bagaimana cara deteksi stroke?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-23

Terdapat tanda dan gejala stroke yang dapat dideteksi sedini mungkin, dengan slogan SeGeRa Ke RS. (4)

  1. Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, tiba-tiba sulit minum
  2. Gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba
  3. BicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara
  4. Kebas atau kesemutan separuh tubuh
  5. Rabun, tiba-tiba pandangan satu mata kabur
  6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Badan terasa berputar, gemetar, atau sempoyongan Gejala tambahan lain yang dapat terjadi adalah pingsan.

Makanan yang direkomendasikan untuk mencegah stroke

Makanan yang dikonsumsi memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya stroke. Diet DASH (Mediterranean and Dietary Approaches to Stop Hypertension) dapat dipilih untuk menurunkan risiko penyebab terjadinya stroke. (5) Diet ini lebih menganjurkan konsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur, kacang-kacangan, dan protein nabati atau hewani tanpa lemak.

  1. Buah-buahan dan Sayur-sayuran
    Konsumsi buah dan sayur yang beragam minimal 5 porsi setiap harinya. Buah-buahan dan sayur sayuran kaya akan serat, mikronutrien seperti vitamin C, asam folat, magnesium, dan kalium, karotenoid, dan senyawa fenol yang dapat bekerja sendiri maupun bersamaan untuk menurunkan risiko stroke melalui perbaikan tekanan darah. (5) Sebagai sumber vitamin C dan flavonoid, buah dan sayur bersifat berperan sebagai antioksidan dan anti-inflammatory yang dapat mengurangi proses oksidasi kolesterol dan bahkan memperlambat proses penyumbatan pembuluh darah. (5) Contoh buah-buahan dan sayur-sayuran yang dapat dipilih antara lain, apel, pir, jeruk, bayam, wortel, dan sebagainya.
  2. Biji-bijian dan kacang-kacangan
    Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti almond, kacang mete, kacang tanah, walnut, sorgum, gandum, kaya akan serat, asam lemak tidak jenuh, vitamin, mineral, dan fenolik yang baik untuk mempertahankan tekanan darah sehingga dapat mencegah stroke. Konsumsi kacang-kacangan juga dapat meningkatkan sistem imun dan mengurangi pembentukan plak dalam pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Dietary Guidelines for America merekomendasikan untuk setidaknya konsumsi 5 ons kacang-kacangan per minggu untuk keseimbangan asupan protein nabati, lemak baik, dan serat. (6)
  3. Minyak zaitun dan Lemak Tak Jenuh
    Minyak zaitun kaya akan senyawa fenolik dan mengandung lemak tak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated Fatty Acids) yang dapat beperan dalam menurunkan risiko stroke hemoragik. (5) Bahan makanan lain sumber lemak tidak jenuh antara lain ikan, alpukat, chiaseed, dan kacang-kacangan.
  4. Protein nabati dan hewani rendah lemak
    Salah satu sumber protein nabati adalah kacang kedelai beserta produk olahannya. Olahan kacang kedelai dapat menurunkan kolesterol total, LDL, trigliserida, dan serum lemak dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko stroke. (7) Sementara itu, protein hewani dipilih yang memiliki kandungan lemak rendah hingga sedang, seperti daging ayam tanpa kulit, ikan lele, putih telur ayam. Konsumsi ikan kaya omega 3 sebanyak 2 porsi per minggu dapat menurunkan risiko stroke. (5)

Makanan yang harus dibatasi

Penyakit stroke erat kaitannya dengan kebiasaan makan seseorang. Selain makanan yang bisa menurunkan risiko stroke, ada juga makanan yang harus dibatasi atau bahkan dihindari karena berkaitan dengan kejadian stroke. Berikut adalah jenis makanan yang meningkatkan risiko stroke:

  1. Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, makanan ringan, fast food
  2. Makanan tinggi natrium seperti daging olahan, makanan kaleng
  3. Minuman atau makanan tinggi gula seperti kue, soda, permen

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Boot E, Ekker MS, Putaala J, et al. Ischaemic stroke in youn adult perspective. Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry. 2020;91:411-417.
  2. Utama YA, Nainggolan SS. Faktor Resiko yang Mempengaruhi Kejadian Stroke: Sebuah Tinjauan Sistematis. J Ilm Univ Batanghari Jambi. 2022;22(1):549.
  3. Hasnah F, Lestari Y, Abdiana A. The risk of smoking with stroke in Asia : meta-analysis. J. prof. medika [Internet]. 2020 Apr. 22 [cited 2023 Nov. 10];14(1). Available from: https://ejournal.upnvj.ac.id/JPM/article/view/1597
  4. P2PTM Kemenkes RI. Kenali slogan 'SeGeRa Ke RS' untuk mengetahui gejala dan tanda-tanda Stroke [Internet] - Direktorat P2PTM (kemkes.go.id). 2019 [cited 2023 Nov 10]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/kenali-slogan-segera-ke-rs-untuk-mengetahui-gejala-dan tanda-tanda-stroke
  5. Larsson SC. Dietary Approaches for Stroke Prevention [Internet] 2017 Aug. [Cited 2023 Nov. 10];48(10). Available from: https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.117.017383
  6. Bearden, Caroline. Snacking on Peanuts Every Day Linked to Lower Risk of Stroke, Other Diseases Study Shows [Internet]. nama publikasinya (contoh alodokter). 2021 [cited 2021 Sep 5]. p. 1–3. Available from: https://www.linkweb.com/contoh-web
  7. PERDOSSI I. Guideline Stroke Tahun 2011. Jakarta: PERDOSSI; 2011. 17-19 p.
  8. Zavitsanou A, Drigas A. Nutrition in Mental and Physical Health. Tech Soc Sci J. 2021;23(9):67–77.

Dewasa ini, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mental bagi kualitas hidup yang lebih baik. Kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya aspek gizi. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara gizi dengan peningkatan mood, hingga penurunan gejala gangguan jiwa.(1) Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi gangguan jiwa skizofernia di Indonesia mencapai 6,7%, dan terdapat 6,1% masyarakat Indonesia di atas 15 tahun yang mengalami depresi.(2) Proporsi tersebut dimungkinkan meningkat sejak pandemi COVID-19. Bagaimana sesungguhnya peran gizi pada gangguan mental? Mari simak penjelasan berikut ini.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-24

Gangguan jiwa skizofernia (psikosis)

Skizofernia merupakan gangguan mental dengan beban sosioekonomi yang signifikan dan patofisiologi yang kompleks. Tanda khas dari spektrum skizofernia antara lain gejala delusi, halusinasi, dan paranoid.(3) Defisiensi beberapa zat gizi, terutama vitamin D, berhubungan erat dengan gejala skizofernia. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko berkembangnya skizofernia. Kadar vitamin C, E, B6, asam folat, dan B12 juga cenderung rendah pada penderita psikosis, sehingga konsumsinya perlu ditingkatkan.(4,5) Suplementasi Selenium dan probiotik terbukti mampu membantu menurunkan gejala umum skizofernia dan profil metabolik.(6)

Bipolar

Bipolar adalah salah satu spektrum gangguan mental yang terdiri dari episode-episode perubahan suasana hati dari fase manik (senang berlebihan) dan depresi.(3) Terdapat faktor genetik pada pada bipolar, tetapi faktor hormon, abnormalitas neurotransmiter, dan stres, juga mempengaruhi.(7) Salah satu terapi yang sering digunakan pada pasien bipolar adalah pemberian Litium untuk menstabilkan suasana hati. Terapi Litium seringkali menimbulkan efek samping mudah haus, mual, muntah, hingga diare, sehingga butuh perhatian gizi khusus. Asupan garam dan sodium yang cukup, diperlukan pada pasien dengan terapi Litium. Suplementasi Magnesium 300 mg hingga 600 mg per hari dapat menjadi pengganti terapi Litium. Pasien bipolar juga dianjurkan untuk mendapat suplementasi omega 3 hingga 9,3 gram per hari yang bermanfaat untuk perkembangan dan fungsi otak, termasuk pembentukkan dan maturasi neuron. Stres oksidatif dan disfungsi mitokondria turut berasosiasi dengan patogenesis bipolar, sehingga dianjurkan untuk mengonsumsi antioksidan seperti N-asetilsistein (NAC).(7,8)

Depresi

FOTO ARTIKEL WEBSITE-23

Depresi ditandai dengan perubahan suasana hati atau hilang minat pada aktivitas sehari-hari hingga lebih dari 2 minggu. Pemberian minyak ikan, kurkumin, vitamin B12, asam folat, Magnesium, dan Kromium dapat membantu menurunkan gejala depresi.(7) Selain karena adanya peristiwa traumatik, faktor yang terlibat dalam berkembangnya Major Depressive Disorder (MDD) antara lain faktor genetik, gizi, tekanan dari lingkungan, gangguan hormonal, hingga perubahan neurotransmiter.(3) Untuk memperbaiki perubahan neurotransmiter, penderita depresi perlu mengonsumsi makanan tinggi triptofan seperti susu, ikan laut, daging ayam, oatmeal, dan keju. Triptofan adalah prekursor serotonin yang meningkatkan kemampuan mengatasi stres. Akan tetapi, asupan triptofan justru perlu dibatasi pada pasien depresi yang mendapat obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) seperti Fluoxetin, Paroxetin dan Sertralin. Konsumsi makanan tinggi triptofan bersamaan dengan SSRI dapat menyebabkan sindrom serotonin yang merugikan tubuh.(5,7,9) Sebagian pasien depresi juga diresepkan obat golongan Monoamine Axidase Inhibitors (MAOI) seperti Fenelzin. Obat jenis ini bekerja dengan menghambat aksi enzim monoamine axidase untuk meningkatkan jumlah neurotransmiter, sehingga dapat memperbaiki suasana hati. Di sisi lain, prekursor neurotransmiter juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung tiramin. Konsumsi makanan yang mengandung tiramin bersamaan dengan obat golongan MAOI dapat menyebabkan krisis hipertensi. Pasien yang diberi MAOI dianjurkan untuk menghindari makanan sumber tiramin seperti keju, ikan asap, daging (terutama yang disimpan lama dan tidak segar), anggur, dan hati. Alpukat, saus kedelai, coklat, kacang, dan yogurt juga mengandung tiramin dalam jumlah sedang sehingga perlu dibatasi pada pasien psikiatri yang mengonsumsi obat MAOI.(10)

Gangguan kecemasan (anxiety)

Penderita gangguan kecemasan sering mengalami defisiensi zat gizi, terutama vitamin D, vitamin B kompleks, dan magnesium. Kekurangan magnesium dalam tubuh diketahui dapat menyebabkan kecemasan, dan sebaliknya, kecemasan dapat meningkatkan pelepasan magnesium dalam tubuh. Konsumsi vitamin B, C, D, E dan kolin yang cukup dapat menurunkan gejala kecemasan. Karena adanya keterlibatan hormon kortisol dan komponen sistemsaraf simpatik pada patofisiologi gangguan kecemasan, pasien dianjurkan untuk mengurangi asupan kafein dan gula (sukrosa).(7,11) Selain zat-zat gizi spesifik, menjaga kualitas diet secara umum (jumlah asupan makan, pola makan yang baik, keberagaman jenis makanan), serta mencapai status gizi normal, juga penting bagi pasien psikiatri. Meskipun tidak dapat mengobati secara independen, gizi dapat mendampingi kesuksesan terapi perilaku dan farmakologi pada penderita gangguan mental.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Adan RAH, van der Beek EM, Buitelaar JK, Cryan JF, Hebebrand J, Higgs S, et al. Nutritional psychiatry: Towards improving mental health by what you eat. European Neuropsychopharmacology. 2019 Dec;29(12):1321–32.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta; 2018.
  3. American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. 5th ed. Arlington, VA: American Psychiatric Association; 2013.
  4. Onaolapo OJ, Onaolapo AY. Nutrition, nutritional deficiencies, and schizophrenia: An association worthy of constant reassessment. World J Clin Cases. 2021 Oct 6;9(28):8295–311.
  5. Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Suharyati, Hartati B, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F, editors. Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2020.
  6. Jamilian H, Ghaderi A. The Effects of Probiotic and Selenium Co-supplementation on Clinical and Metabolic Scales in Chronic Schizophrenia: a Randomized, Double-blind, Placebo-Controlled Trial. Biol Trace Elem Res. 2021 Dec 6;199(12):4430–8.
  7. Mahan LK, Raymond JL. Krause’s, Food & The Nutrition Care Process, 14th Edition. Philadelphia: Elsevier; 2017.
  8. Łojko D, Stelmach-Mardas M, Suwalska A. Is diet important in bipolar disorder? Psychiatr Pol. 2018 Oct 27;52(5):783–95.
  9. Marx W, Lane M, Hockey M, Aslam H, Berk M, Walder K, et al. Diet and depression: exploring the biological mechanisms of action. Mol Psychiatry. 2021 Jan 3;26(1):134–50.
  10. Helmyati S, Rahmawati NF, Purwanto, Yuliati E. Interaksi Obat dan Makanan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press; 2016.
  11. Kris-Etherton PM, Petersen KS, Hibbeln JR, Hurley D, Kolick V, Peoples S, et al. Nutrition and behavioral health disorders: depression and anxiety. Nutr Rev. 2021 Feb 11;79(3):247–60. 2022;9(943998):1–14.
  12. Zavitsanou A, Drigas A. Nutrition in Mental and Physical Health. Tech Soc Sci J. 2021;23(9):67–77.