FOTO ARTIKEL WEBSITE (25)

Halo, sobat Ilmugiziku! Adakah di antara teman-teman yang saat ini sedang menempuh pendidikan untuk menjadi ahli gizi? Atau para fresh graduate yang bercita-cita ingin berkarir di bidang gizi klinik? Ternyata, selain bekerja di rumah sakit atau di fasilitas pelayanan kesehatan, ahli gizi juga bisa membuka praktik mandiri, lho! Bagaimana caranya, ya? Yuk simak persyaratannya!

Telah Lulus Pendidikan Profesi (1)

Agar dapat membuka praktik mandiri, seorang ahli gizi harus menyelesaikan pendidikan profesi terlebih dahulu, lho! Hal tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi, dimana tenaga gizi digolongkan menjadi 4 (empat) kelompok berdasarkan tingkat pendidikannya. Tenaga gizi lulusan diploma tiga (D3) gizi disebut ahli madya gizi, lulusan diploma empat (D4) gizi disebut sarjana terapan gizi, lulusan sarjana disebut sarjana gizi, dan lulusan pendidikan profesi disebut sebagai registered dietisien. Di antara keempat kelompok tersebut, tenaga gizi yang dapat membuka praktik mandiri hanyalah registered dietisien yang telah lulus uji kompetensi dan teregisterasi sesuai peraturan perundang-undangan. Registered dietisien memiliki gelar RD di belakang namanya.
Registered Dietisien memiliki kewenangan yang tidak dimiliki tenaga gizi lain, yaitu dapat menerima klien/pasien secara langsung atau menerima preskripsi diet dari dokter, menangani kasus komplikasi dan non komplikasi, memberikan masukan kepada dokter yang merujuk bila preskripsi diet tidak sesuai dengan kondisi klien/pasien, dan merujuk pasien dengan kasus sulit/critical ill dalam hal preskripsi diet ke dokter spesialis yang berkompeten.

Memiliki Surat Izin Praktik Tenaga Gizi (1)

Apakah seseorang yang telah lulus pendidikan profesi dapat langsung membuka praktik mandiri? Jawabannya tidak. Untuk dapat membuka praktik mandiri, seorang registered dietisien harus memiliki SIPTGz. Surat Izin Praktik Tenaga Gizi (SIPTGz) merupakan bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik pelayanan gizi secara mandiri atau bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan bagi registered dietisien. SIPTGz baru bisa didapatkan apabila seorang lulusan pendidikan profesi gizi telah lulus uji kompetensi, memiliki sertifikat kompetensi, dan memperoleh Surat Tanda Registrasi Tenaga Gizi (STRTGz). SIPTGz dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota dan hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat praktik saja.
Berikut dokumen yang diperlukan untuk pengajuan SIPTGz kepada pemerintah daerah kabupaten/kota:

FOTO ARTIKEL WEBSITE (24)
  1. Fotokopi ijazah yang dilegalisir;
  2. Fotokopi STRTGz;
  3. Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik;
  4. Surat pernyataan memiliki tempat kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau tempat praktik Pelayanan Gizi secara mandiri;
  5. Pas foto terbaru ukuran 4X6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar berlatar belakang merah;
  6. Rekomendasi dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk (namun tidak diperlukan apabila Apabila SIPTGz dikeluarkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota); dan
  7. Rekomendasi dari Organisasi Profesi.

SIPTGz berlaku selama STRTGz masih berlaku dan dapat diperpanjang apabila memenuhi persyaratan.

Memiliki Peralatan yang Diperlukan untuk Pelayanan Gizi (1)

Dalam memberikan konseling serta pelayanan gizi, tentunya dibutuhkan media dan peralatan yang memadai untuk mendukung proses konseling. Berikut daftar peralatan yang harus ada pada praktik ahli gizi mandiri:

  1. Food model;
  2. Tempat mencuci tangan;
  3. Timbangan berat badan;
  4. Pengukur tinggi badan (microtoise);
  5. Skinfold calipper;
  6. Poster Gizi seimbang;
  7. Buku Penuntun/Pedoman Konseling Gizi;
  8. Leaflet Gizi (Diet untuk semua kasus sesuai Penuntun Diet);
  9. Leaflet bahan makanan penukar;
  10. Lembar Diagnosa Gizi dan riwayat Makanan Klien;
  11. Poster ASI dan MP ASI; dan
  12. Lembar Balik Penyuluhan Gizi.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi. Jakarta; 2013

FOTO ARTIKEL WEBSITE (26)

Tidak sedikit orang yang menjalankan pola hidup sebagai seorang vegetarian dengan alasan – alasan tertentu. Vegetarian sendiri memiliki beberapa jenis yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Pada kali ini kita akan membahas bagaimana dampak yang terjadi pada kesehatan tubuh menjadi seorang vegetarian.

Dampak vegetarian bagi kesehatan tubuh

Seseorang yang menjalani hidup sebagai seorang vegetarian pada umumnya adalah seseorang yang mengkonsumsi diet yang sebagian besar terdiri dari makanan nabati, termasuk buah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian. Beberapa vegetarian juga mengkonsumsi telur dan produk susu. (2) Peningkatan kesehatan adalah salah satu dari sekian banyak alasan orang memilih untuk mengadopsi pola makan vegetarian, dan sekarang ada banyak bukti yang mendukung manfaat kesehatan dari pola makan vegetarian.
Beberapa dampak bagi kesehatan tubuh diantaranya:

1. Menjaga kesehatan jantung

Pola hidup vegetarian berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner dan kematian akibat penyakit koroner. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa yang menjalani vegetarian memiliki kadar kolesterol total dan LDL yang lebih rendah. (2)

2. Mengurangi risiko penyakit kanker

Pola makan vegetarian dikaitkan dengan pencegahan serta penghambat pertumbuhan sel kanker. Makanan yang menjadi inti diet vegetarian seperti biji-bijian, kacang polong, buah-buahan, dan sayuran kaya akan serat, asam folat, fitokimia yang memiliki aktivitas antikanker serta sebagai antioksidan. (2)

FOTO ARTIKEL WEBSITE (27)
3. Mencegah terjadinya diabetes melitus tipe 2

Diet vegetarian yang sehat dapat membantu mencegah dan mengobati diabetes tipe 2 dan komplikasi terkait. Umumnya makanan vegetarian adalah makanan rendah glikemik sehingga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. (1)

4. Tekanan darah normal

Penelitian telah menunjukkan bahwa vegetarian, terutama vegan, memiliki tekanan darah lebih rendah daripada  mereka yang makan daging. Makanan nabati cenderung lebih rendah lemak, natrium, dan kolesterol, yang dapat memiliki efek positif pada tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran juga memiliki konsentrasi potasium yang baik, yang membantu menurunkan tekanan darah. (1,4)

5. Memiliki berat badan normal serta mencegah obesitas

Vegetarian memiliki asupan lemak yang lebih rendah, asupan serat makanan yang lebih tinggi dan kepadatan energi yang lebih rendah dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas dan penambahan berat badan. Disisi lain asupan daging merah yang tinggi dikaitkan dengan adanya risiko kenaikan berat badan. (2,3)

6. Memiliki umur panjang

Sejumlah penelitian telah menunjukkan peningkatan umur panjang di antara vegetarian. Hal itu disebabkan karena pengurangan konsumsi komponen makanan yang berpotensi berbahaya, termasuk lemak jenuh, kolesterol, protein hewani, daging merah, dan zat besi heme, dan serta peningkatan konsumsi komponen makanan yang bermanfaat, termasuk buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan, yang kaya akan serat makanan, antioksidan, dan fitokimia. (2)

Zat gizi yang perlu diperhatikan

Tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi harian merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan sebagai vegetarian. Menghindari bahan makanan hewani bukan berarti tubuh tidak membutuhkan gizi dari bahan makanan tersebut. Berbagai produk hewani mengandung zat gizi yang diperlukan untuk daya tahan tubuh dan mengganti sel tubuh yang rusak setiap harinya.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (28)

Beberapa pemenuhan asupan gizi yang perlu diperhatikan yaitu protein, vitamin b12, vitamin d, asam lemak omega-3, kalsium, seng dan zat besi (5) Jika kalian seorang vegetarian, sebaiknya kalian tetap memenuhi berbagai kebutuhan beberapa zat gizi tersebut melalui konsumsi suplemen atau dapat melengkapinya dengan memvariasikan makanan yang tinggi akan zat gizi. Banyak jenis makanan yang bisa dipilih untuk diolah menjadi makanan sehari-hari diantaranya adalah buah dan sayur-sayuran hijau, polong-polongan, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Teruntuk ibu hamil yang juga seorang vegetarian sangat penting memperhatikan  konsumsi makanan kaya akan zat besi. Zat besi berperan penting sebagai zat gizi penting terutama pada ibu hamil dan janin. Asupan zat besi pada ibu hamil diperlukan untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, peningkatan volume darah ibu, serta mengurangi risiko ibu hamil anemia. (6)

Selain mencukupi kebutuhan gizi, pola makan vegetarian yang terencana dengan baik banyak memberikan manfaat kesehatan terutama pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit kronis. Jika kalian memilih pola hidup sebagai vegetarian sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi supaya diet vegetarian lebih efektif dan jangan lupa pastikan kebutuhan gizi tercukupi dengan baik ya.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Becoming a Vegetarian. (2020). Harvard Health Publishing. Retrieved 23 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/becoming-a-vegetarian
  2. Marsh K, Zeuschner C, Saunders A. Health Implications of a Vegetarian Diet: A Review. Am J Lifestyle Med. 2012;6(3):250–67.
  3. Craig WJ. Nutrition concerns and health effects of vegetarian diets. Nutr Clin Pract. 2010;25(6):613–20.
  4. Siahaan G, Nainggolan E, Lestrina D. Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Trigliserida dan Kadar Glukosa Darah pada Vegetarian. Indones J Hum Nutr. 2015;2(1):48–60.
  5. Diets V. News from the Association. J Neonatal Nurs. 2009;15(6):189–90
  6. Susiloningtyas Is. PEMBERIAN ZAT BESI (Fe) DALAM KEHAMILAN. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.2021

Imunisasi adalah proses pembuatan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh menjadi kebal terhadap penyakit tersebut (1).  Vaksinasi dilakukan untuk mencegah kita terkena penyakit menular, seperti campak, cacar, influenza, dan penyakit lainnya. Karenanya, vaksinasi memiliki banyak manfaat terutama bagi ibu yang sedang merencanakan kehamilan. Saat hamil, terjadi perubahan fisiologis di tubuh yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Dengan melakukan vaksinasi beberapa bulan sebelum kehamilan, kita dapat mencegah tubuh terkena penyakit infeksi serta menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Berikut beberapa vaksinasi yang sebaiknya diberikan sebelum kehamilan (2,3):

1. Vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR)

Jenis vaksin ini melindungi ibu dan janin dari risiko penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman (rubella). Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan keguguran, bahkan rubella bisa mengakibatkan cacat fisik atau gangguan mental pada anak. Vaksin MMR sebaiknya dilakukan 4 minggu atau lebih sebelum memulai program hamil, karena vaksinasi MMR tidak boleh dilakukan selama kehamilan.

2. Vaksin cacar air (varisela)

Vaksin cacar air melindungi ibu dari risiko terkena cacar air selama kehamilan.  Varisela pada ibu hamil dapat membahayakan bayi, karena bisa mengakibatkan bayi lahir cacat atau lumpuh. Sama seperti vaksin MMR, vaksin ini juga tidak boleh dilakukan selama kehamilan. Oleh karena itu, apabila Anda merencanakan program hamil, berkonsultasilah dengan dokter mengenai pemberian vaksin ini.

3. Vaksin hepatitis A dan B

Vaksin hepatitis A dan B bisa diberikan sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah virus ini menginfeksi ibu hamil. Infeksi hepatitis A dapat mengakibatkan bayi lahir prematur, sedangkan infeksi hepatitis B dapat menular kepada bayi saat proses persalinan yang bisa menyebabkan penyakit hati yang serius saat dewasa.

4. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV melindungi ibu dan calon bayi dari penyakit akibat infeksi bakteri pneumokokus, seperti pneumonia, meningitis, dan bakteremia. Vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum hamil, terutama bagi ibu yang menderita penyakit ginjal atau diabetes.

Selain vaksin-vaksin di atas, ada juga vaksin lain yang direkomendasikan untuk diberikan selama kehamilan, yaitu (4,5):

5. Vaksin influenza

Vaksin influenza terdiri dari vaksin yang mengandung virus yang sudah dimatikan (tidak aktif) dan vaksin yang mengandung virus yang aktif. Ibu hamil dapat menerima vaksin influenza dengan virus yang sudah tidak aktif. Biasanya vaksin ini diberikan apabila kehamilan terjadi saat musim flu melanda, seperti saat pergantian musim dan musim hujan.

6. Vaksin tetanus toksoid (TT)

Vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah infeksi tetanus pada ibu dan bayi yang dapat terjadi saat proses pemotongan tali pusar. Infeksi tetanus akan menyerang sistem saraf pusat (otak) dan dapat menyebabkan kematian. Karenanya, imunisasi TT sangat disarankan untuk ibu hamil dengan dosis 2 x 0,5 cc. Dosis pertama diberikan saat pertama kali diketahui positif hamil dan dosis kedua diberikan 4 minggu setelah dosis pertama.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Paramita, N. 6 Imunisasi untuk Ibu di Masa Kehamilan [Internet]. Nutriclub. 2021 [cited 2021 November 16]. Available from: https://www.nutriclub.co.id/article-kehamilan/kesehatan/imunisasi/imunisasi-untuk-ibu-di-masa-kehamilan
  2. Veratamala, A. Daftar Vaksinasi yang Diperlukan Sebelum Hamil [Internet]. Hello Sehat. 2021 [cited 2021 November 16]. Available from: https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/prenatal/vaksin-sebelum-hamil/
  3. Anonim. 7 Vaksin Sebelum Hamil yang Perlu Anda Dapatkan [Internet]. Alodokter. 2020 [cited 2021 November 16]. Available from: https://www.alodokter.com/7-vaksin-sebelum-hamil-yang-perlu-anda-dapatkan
  4. Anonim. Vaccines During Pregnancy FAQs [Internet]. CDC. 2020 [cited 2021 November 16]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/vaccines-during-pregnancy.html
  5. Yunica, J. A. Hubungan Antara Pengetahuan dan Umur dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Tahun 2014. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2015; 2(1): 93-98.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (34)

Kebutuhan bayi setelah 6 bulan sudah tidak bisa terpenuhi dari ASI saja, karena energi yang dibutuhkan lebih banyak. MP-ASI menjadi asupan yang diandalkan sebagai pendamping atau tambahan dari ASI sebagai pemenuhan gizi anak.(1) Harapan para ibu dalam pemberian MP-ASI bisa sesuai dengan kebutuhan anak dan kalau bisa sekaligus meningkatkan status gizi anak. Karena itu, diperlukannya untuk selalu mencari informasi yang benar dan mengikuti perkembangan yang ada terkait MP-ASI.

Perlu diketahui bahwa menu MP-ASI kini sudah bukan lagi 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein, kacang-kacangan, dan sayur atau buah.(2) Melainkan sudah beralih pada menu 4 kuadran, memang tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya saja pada kacang-kacangan digantikan oleh lemak. Dalam hal ini bukan berarti kacang-kacangan tidak diperlukan, tetap dikonsumsi tetapi masuk dalam salah satu sumber lemak pada menu 4 kuadran. Dalam menu 4 kuadran digantikan oleh lemak karena memang lemak dibutuhkan anak untuk perkembangan kognitif dan motoriknya. Lemak yang diutamakan adalah lemak tidak jenuh yaitu omega 3. Lemak ini dapat didapatkan dari konsumsi ikan (sarden, kembung, tenggiri, salmon), kacang-kacangan, biji-bijian, minyak kanola, minyak kedelai, dan sebagainya. Hindari konsumsi lemak trans seperti yang ada pada snack kemasan atau makanan olahan yang bisa menyebabkan penyakit kronis pada masa dewasa nanti.(3)

Protein dalam MP-ASI diutamakan dari sumber protein hewani (telur, daging, unggas, dan ikan) karena merupakan sumber dari zink, zat besi, vitamin B12, dan kalsium yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan penelitian konsumsi minimal 5 kelompok protein hewani tersebut dapat mengurangi risiko anak terhadap stunting.(3) Tidak hanya zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) yang perlu diperhatikan, zat gizi mikro (vitamin dan mineral) juga perlu dilengkapi untuk menunjang kebutuhan anak. Anak bisa sesekali diberikan kombinasi dengan MP-ASI fortifikasi yang mana telah ditambahkan vitamin dan mineral sesuai kebutuhan bayi, seperti MP-ASI buatan pabrik. Jika terlalu sering akan mengurangi ketertarikan anak mengkonsumsi MP-ASI bahan lokal. Hindari pemberian makanan rendah gizi, seperti permen, keripik, makanan manis dan asin, karena dapat menyebabkan peningkatan berat badan berlebih yang berisiko pada obesitas, serta karies gigi akibat makanan manis.(1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE (36)

Berikan MP-ASI sesuai dengan jumlah yang dianjurkan oleh WHO yaitu 2-3 sdm sampai setengah mangkok 250 ml setiap makan dengan frekuensi 2x/hari untuk usia 6-9 bulan, 1/2 mangkok 250 ml tiap makan dengan frekuensi 3x/ hari untuk usia 9-11 bulan dan ¾ sampai satu mangkok 250 ml tiap makan dengan frekuensi 3x/hari untuk usia 12-24 bulan. Namun jika dalam satu kali makan anak tidak habis dengan porsi tersebut, bisa dibuat beberapa kali makan karena mengingat ukuran lambung anak juga masih kecil.(1)

Tidak hanya dari makanan, tetapi proses makan yang responsif juga menjadi hal penting untuk bisa meningkatkan pemenuhan gizi anak. Proses makan yang responsif ini seperti mengajak berbicara, mendorong anak untuk makan, bernyanyi, akan menstimulasi otak anak dan membantu perkembangan kognitifnya.(1) Terakhir jangan lupa untuk menjaga kebersihan alat  bahan dan tempat untuk membuat MP-ASI. Cuci dan bersihkan dengan baik untuk mencegah kontaminasi dan mengurangi risiko diare.(1)

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Srivastava, S and Neelam, C. Complementary Feeding Practices: A Critical Intervention For Survival And Well Being Of Children. International Journal of Recent Scientific Research. 2020; 11(8): 39557-39563
  2. Rahmuniyati, M dan Tri, M. Edukasi Penganekaragaman Menu 4 Bintang (4*) Mp-Asi Homemade Sebagai Upaya Meningkatkan Status Gizi Balita. Community Development Journal. 2020;1(3):410-415
  3. United Nations Children’s Fund (UNICEF). Improving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period. UNICEF Programming Guidance. New York: UNICEF; 2020. 12-17 p

1 (2)

Dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia dan untuk mewujudkan visi dari ilmugiziku yaitu “Menjadi rujukan belajar gizi dan Kesehatan”, ilmugiziku mengadakan webinar ilmugiziku dengan tema penanganan obesitas pada anak dan dewasa. Obesitas merupakan suatu keadaan dimana total lemak abnormal atau berlebihan, yang dapat mengganggu Kesehatan. Obesitas dapat diklasifikasikan menurut indeks masa tubuh (IMT). Seorang dikatakan overweight jika Indeks masa tubuh (IMT) lebih dari atau sama dengan 25, sedangkan dikatakan obesitas jika IMT menunjukan lebih besar atau sama dengan.

Prevalensi obesitas juga mengalami peningkatan yang diketahui melalui Riset Kesehatan Dasar atau RISKESDAS yaitu menunjukkan kenaikan pada tahun 2018 sebesar 21,8% sedangkan tahun 2013 sebesar 14,8%. di DKI Jakarta sendiri prevalensi obesitas mencapai 29,18% dan merupakan prevalensi kedua tertinggi setelah provinsi Sulawesi Utara.

Tujuan

  1. Sebagai meningkatkan pengetahuan mahasiswa gizi mengenai obesitas
  2. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat umum mengenai obesitas dan penanganannya baik pada dewasa maupun anak-anak.

Nama Kegiatan

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia dan memenuhi visi ilmugiziku yaitu Menjadi rujukan belajar gizi dan kesehatan. Adapun kegiatannya yaitu: Webinar Ilmugiziku

Tema Kegiatan

Webinar “Penanganan obesitas pada anak dan dewasa”

Sponsor dan Media Patner

Thanks to SPONSOR :

@yakult_indonesia
@soyjoyid
@inezcosmetics
@creanutri
@crystalofthesea
@omohealthysnack

Thanks to Media Partner :

@proudfoodism
@dietisien.id
@linisehat.media
@dietpartner.id
@eatducate.id
@career.pedia
@gizianakku
@ngomongingizi
@himagiziunnes
@ormagikafkub

Kalian dapat mendownload Serifikat Webinar Ilmugiziku 2, Materi Webinar, dan Try Out UKOM Ilmugiziku disini

Webinar Zoom

FOTO ARTIKEL WEBSITE (39)

Sobat Ilmugiziku, apa yang biasanya kalian lakukan saat akan membeli produk makanan kemasan? Yap, tentu saja membaca informasi yang tertera pada kemasan atau bungkus makanan. Namun, kebanyakan orang hanya membaca label nama dan varian produknya, padahal ada banyak informasi penting lainnya yang dicantumkan pada kemasan makanan. Yuk, simak penjelasan berikut untuk mengetahui informasi apa saja yang terdapat pada kemasan makanan!

1. Nama Produk (1)

Nama produk terdiri dari nama jenis pangan olahan dan nama dagang. Nama jenis pangan olahan menjelaskan mengenai produk makanan dan menunjukkan karakteristik dari produk tersebut. Nama jenis penting untuk dibaca, terutama pada produk makanan yang kita masih belum familiar dengan merknya. Sedangkan nama dagang adalah merk dari makanan kemasan tersebut.

2. Komposisi/Daftar Bahan (1)

Label komposisi memuat informasi tentang bahan baku dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan. Pada beberapa produk, bahan-bahan yang berpotensi sebagai alergen akan dicetak tebal dan di bawah komposisi akan diberi keterangan bahwa bahan tersebut merupakan alergen.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (37)

3. Keterangan Halal (1,2)

Keterangan halal berupa logo halal resmi dari MUI dicantumkan pada bagian yang mudah dilihat oleh pembeli, misalnya pada bagian depan kemasan makanan.

4. Informasi Nilai Gizi/Nutrition Facts (3)

Sebagai konsumen yang bijak, sebaiknya kita memahami kandungan gizi makanan/minuman yang akan kita konsumsi. Label nutrition facts pada kemasan produk pangan olahan menyajikan informasi mengenai jumlah kandungan energi total serta jumlah kandungan zat gizi dan persentase pemenuhannya sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jumlah kandungan gizi yang dituliskan di nutrition facts adalah untuk 1 takaran saji (serving size), sehingga teman-teman juga perlu memperhatikan berapa takaran saji yang tertera untuk 1 bungkus produk pangan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (38)

5. Tanggal Kadaluarsa (1)

Tanggal kadaluarsa menunjukkan batas akhir suatu produk pangan terjamin mutunya, selama penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Oleh karena itu, tanggal kadaluarsa termasuk komponen utama yang harus kita perhatikan sebelum membeli suatu produk, agar kita tidak mengkonsumsi produk pangan yang telah melewati tanggal kadaluarsanya karena berisiko menyebabkan sakit. Biasanya, tanggal kadaluarsa terletak pada bagian yang mudah dibaca dan didahului dengan kata “baik digunakan sebelum” atau “best before (BB)”.

6. Berat Bersih (1)

Label pangan ini memuat informasi mengenai berat bersih suatu produk pangan, baik dalam satuan gram (g) atau milligram (mg), dan liter (L) atau mililiter (mL).

7. Izin Edar (1)

Saat membeli suatu produk pangan, pastikan produk tersebut telah memiliki nomor izin edar, agar kita tidak salah membeli makanan/minuman yang belum terjamin keamanannya. Nomor izin edar produk pangan olahan dalam negeri diawali dengan tulisan “BPOM RI MD”, sedangkan nomor izin edar produk pangan impor diawali dengan tulisan “BPOM RI ML” Selain itu, untuk produk pangan olahan rumah tangga, nomor izin edarnya diawali dengan tulisan “P-IRT”.

8. Keterangan tentang Peringatan (1)

Pada produk makanan/minuman kemasan yang mengandung bahan-bahan tertentu, biasanya terdapat label peringatan pada kemasannya. Misalnya, apabila sebuah produk pangan mengandung pemanis buatan, maka terdapat peringatan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Keterangan tentang peringatan juga bisa ditemukan pada produk yang mengandung alergen dan produk susu.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Badan POM. (2020). Pedoman Label Pangan Olahan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Yuk, biasakan untuk membaca label pangan pada kemasan pangan olahan sebelum dikonsumsi [Internet]. P2TM Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 2021 Oct 8]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/2/yuk-biasakan-untuk-membaca-label-pangan-pada-kemasan-pangan-olahan-sebelum-dikonsumsi
  3. Kementerian Kesehatan RI. Bagaimana cara membaca Informasi Nilai Gizi ? [Internet]. P2TM Kementerian Kesehatan RI. 2018 [cited 2021 Oct 8]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/3/bagaimana-cara-membaca-informasi-nilai-gizi

Food value infographic set. Labels with nutrition facts, calories, fats, sugar, saturates percentage content. Flat vector illustration for product package templates, diet, eating concepts

Sobat Ilmugiziku, apa yang biasanya kalian lakukan saat akan membeli produk makanan kemasan? Yap, tentu saja membaca informasi yang tertera pada kemasan atau bungkus makanan. Namun, kebanyakan orang hanya membaca label nama dan varian produknya, padahal ada banyak informasi penting lainnya yang dicantumkan pada kemasan makanan. Yuk, simak penjelasan berikut untuk mengetahui informasi apa saja yang terdapat pada kemasan makanan!

Baca juga : Label makanan dan label gizi; apa perbedaanya?

1. Nama Produk (1)

Nama produk terdiri dari nama jenis pangan olahan dan nama dagang. Nama jenis pangan olahan menjelaskan mengenai produk makanan dan menunjukkan karakteristik dari produk tersebut. Nama jenis penting untuk dibaca, terutama pada produk makanan yang kita masih belum familiar dengan merknya. Sedangkan nama dagang adalah merk dari makanan kemasan tersebut. Berikut contoh label nama jenis pada kemasan produk:

2. Komposisi/Daftar Bahan (1)

Label komposisi memuat informasi tentang bahan baku dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan. Pada beberapa produk, bahan-bahan yang berpotensi sebagai alergen akan dicetak tebal dan di bawah komposisi akan diberi keterangan bahwa bahan tersebut merupakan alergen.

3. Keterangan Halal (1,2)

Keterangan halal berupa logo halal resmi dari MUI dicantumkan pada bagian yang mudah dilihat oleh pembeli, misalnya pada bagian depan kemasan makanan.

4. Informasi Nilai Gizi/Nutrition Facts (3)

Sebagai konsumen yang bijak, sebaiknya kita memahami kandungan gizi makanan/minuman yang akan kita konsumsi. Label nutrition facts pada kemasan produk pangan olahan menyajikan informasi mengenai jumlah kandungan energi total serta jumlah kandungan zat gizi dan persentase pemenuhannya sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jumlah kandungan gizi yang dituliskan di nutrition facts adalah untuk 1 takaran saji (serving size), sehingga teman-teman juga perlu memperhatikan berapa takaran saji yang tertera untuk 1 bungkus produk pangan.

5. Tanggal Kadaluarsa (1)

Tanggal kadaluarsa menunjukkan batas akhir suatu produk pangan terjamin mutunya, selama penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Oleh karena itu, tanggal kadaluarsa termasuk komponen utama yang harus kita perhatikan sebelum membeli suatu produk, agar kita tidak mengkonsumsi produk pangan yang telah melewati tanggal kadaluarsanya karena berisiko menyebabkan sakit. Biasanya, tanggal kadaluarsa terletak pada bagian yang mudah dibaca dan didahului dengan kata “baik digunakan sebelum” atau “best before (BB)”.

6. Berat Bersih (1)

Label pangan ini memuat informasi mengenai berat bersih suatu produk pangan, baik dalam satuan gram (g) atau milligram (mg), dan liter (L) atau mililiter (mL).

7. Izin Edar (1)

Saat membeli suatu produk pangan, pastikan produk tersebut telah memiliki nomor izin edar, agar kita tidak salah membeli makanan/minuman yang belum terjamin keamanannya. Nomor izin edar produk pangan olahan dalam negeri diawali dengan tulisan “BPOM RI MD”, sedangkan nomor izin edar produk pangan impor diawali dengan tulisan “BPOM RI ML” Selain itu, untuk produk pangan olahan rumah tangga, nomor izin edarnya diawali dengan tulisan “P-IRT”.

8. Keterangan tentang Peringatan (1)

Pada produk makanan/minuman kemasan yang mengandung bahan-bahan tertentu, biasanya terdapat label peringatan pada kemasannya. Misalnya, apabila sebuah produk pangan mengandung pemanis buatan, maka terdapat peringatan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Keterangan tentang peringatan juga bisa ditemukan pada produk yang mengandung alergen dan produk susu.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Badan POM. (2020). Pedoman Label Pangan Olahan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Yuk, biasakan untuk membaca label pangan pada kemasan pangan olahan sebelum dikonsumsi [Internet]. P2TM Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 2021 Oct 8]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/2/yuk-biasakan-untuk-membaca-label-pangan-pada-kemasan-pangan-olahan-sebelum-dikonsumsi
  3. Kementerian Kesehatan RI. Bagaimana cara membaca Informasi Nilai Gizi ? [Internet]. P2TM Kementerian Kesehatan RI. 2018 [cited 2021 Oct 8]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/3/bagaimana-cara-membaca-informasi-nilai-gizi