Posyandu dan tumbuh kembang anak merupakan dua hal yang beriringan. Keberhasilan pencapaian tumbuh kembang anak tidak luput dari peranan posyandu. Sayangnya, adanya pandemi tahun 2020 silam, terjadi penyesuaian berupa kegiatan mandiri kesehatan. Pada tahap penyesuaian ini, kegiatan posyandu tidak dilakukan secara langsung oleh kader tetapi masyarakat diharuskan melakukan janji temu dengan tenaga kesehatan dan melaporkan ke kader posyandu. Perubahan ini tentunya membutuhkan adaptasi dari masyarakat, khususnya pada daerah terpencil, hal ini masih sulit diterapkan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-16T112959.395

COVID-19 menimbulkan kepanikan psikologis, fisik, dan ekonomi. Bahkan, kegiatan posyandu juga terdampak. Buktinya, terjadi penurunan jumlah kunjungan balita, ibu hamil, dan ibu balita secara drastis (1). Seiring dengan berjalannya waktu, pandemi semakin mereda, masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 dan melakukan penyesuaian kebiasaan baru. Meski pandemi mereda, kegiatan posyandu perlu digaungkan kembali dengan menanamkan pentingnya peran posyandu dalam tumbuh kembang anak guna meningkatkan partisipasi masyarakat. Lalu, apa saja peranan posyandu dalam tumbuh kembang anak? Simak artikel berikut ini!

Kenal Lebih Dekat dengan Posyandu

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan upaya kesehatan yang pelaksanaanya oleh, dari, bersama, dan untuk masyarakat yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan bagi bayi, anak, dan ibu. (2)

Posyandu dan Tumbuh Kembang Anak

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-27T162333.915

Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang berada di tingkat desa/ kelurahan. Tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui kegiatan yang diselenggarakan di Posyandu. Kegiatan pendukung tumbuh kembang anak antara lain :

  1. Penimbangan Berat Badan Jika dilihat sekilas, memang hanya sekedar pengukuran antropometri rutin. Namun, jika ditelaah lebih lanjut, pengukuran antropometri rutin dapat digunakan sebagai pemantauan tumbuh kembang anak. Status gizi anak dapat dilihat melalui indikator tersebut. Bahkan deteksi stunting dapat dilihat melalui indeks TB/U. Berat badan anak perlu dipantau untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhan anak dan mendeteksi adanya hambatan pada tahap awal. Hal ini menandakan bahwa pemantauan BB dan TB penting dilakukan sebagai langkah awal skrining status gizi. (2)
  2. Penentuan Status Pertumbuhan Penentuan status pertumbuhan balita dapat dilihat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Data pada KMS tidak hanya digunakan untuk menentukan status gizi saat hari-H penimbangan, tetapi juga digunakan layaknya rekam medis yang dapat terintegrasi ke berbagai stakeholder. (2)
  3. Penyuluhan dan Konseling Keberhasilan peningkatan kesehatan masyarakat melibatkan peranan dari berbagai pihak, salah satunya masyarakat sendiri. Oleh karena itu, perlu diberikan penyuluhan dan konseling guna menanamkan kesadaran pola hidup sehat. (2)
  4. Pemeriksaan Kesehatan, Imunisasi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Pemeriksaan kesehatan merupakan screening awal, jika ditemukan kelainan maka akan segera diberikan penanganan di Puskesmas. Imunisasi sebagai upaya preventif dengan memperkuat imunitas anak. Kejadian polio, campak, dan penyakit lain dapat dicegah dengan melakukan imunisasi. (2)
  5. Penemuan DIni dan Pengamatan Penyakit Potensial Penyebab utama stunting adalah faktor asupan makanan yang tidak adekuat dan penyakit infeksi. Adanya kegiatan deteksi dan pengamatan penyakit potensial, memungkinkan petugas posyandu maupun kader posyandu untuk melakukan pengamatan kondisi terkini yang ada di daerah setempat, misalnya Kejadian Luar Biasa (KLB), Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), Gizi Buruk, Polio, Campak, Difteri, Pertussis, dan Tetanus Neonatorum. Dengan demikian, kejadian malnutrisi yang terjadi akibat penyakit dapat dicegah dan segera ditangani. (2)
  6. Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pada PAUD, diberikan rangsangan pendidikan secara bertahap sesuai dengan usia anak. PAUD yang terintegrasi dengan Posyandu dapat memantau status gizi anak, perkembangan motorik dan emosional yang dirangsang kegiatan bermain bersama dan berinteraksi antar anak. (2,3)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan Posyandu di Masa Pandemi [Internet]. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. 2021 [cited 2023 April 25]. p. 1. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/kegiatan-posyandu-di-masa-pandemi
  2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Umum Pelaksanaan Posyandu. Jakarta; 2011.
  3. Yunola S, Bachtiar H, Basyir V. Hubungan Kunjungan Posyandu Terintegrasi PAUD dengan Status Gizi dan Kemampuan Berbahasa pada Anak Balita Usia 4-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas PAUH Kota Padang Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Andalas. 2020 Jan 13;8(4).

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas menjadi hal yang diimpikan bagi setiap bangsa. Untuk menciptakan SDM yang diimpikan perlu adanya persiapan sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun yang sering disebut sebagai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) manusia. Pada sektor layanan kesehatan terdapat Posyandu yang berperan dalam tingkat masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kapasitas agar kader posyandu dapat terus mengasah pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-16T110947.497

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan produktif sudah menjadi komitmen global dan aset yang berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk membentuk SDM yang berkualitas memerlukan status gizi yang optimal dengan perbaikan gizi secara terus menerus. Hal ini telah tercantum pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Program perbaikan gizi ini disasarkan pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir, dan anak usia di bawah dua tahun (baduta). (6) Periode ini disebut sebagai periode emas (golden period) sehingga perlu asupan gizi yang cukup untuk membantu pertumbuhan manusia mulai dari kehamilan hingga usia 2 tahun secara optimal. Defisiensi zat gizi pada usia ini akan berdampak pada terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme, dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular. (7) Kondisi malnutrisi pada 1000 HPK akan mengakibatkan masalah jangka panjang yaitu stunting. Kondisi ini akan menyebabkan kualitas SDM yang diimpikan, daya saing bangsa, dan tingkat produktivitas akan menurun. Oleh karena itu, diperlukan tanggung jawab pemerintah dan peran serta masyarakat mengenai pentingnya gizi serta pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi.

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat yang berupaya untuk melakukan peningkatan kualitas SDM sejak dini melalui layanan sosial dasar masyarakat. Posyandu dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Posyandu digunakan sebagai tempat ibu hamil, menyusui, bayi dan balita mendapatkan pelayanan yang mencakup kesehatan ibu dan anak. Dalam melaksanakan berbagai kegiatan posyandu diperlukan kader posyandu yang merupakan anggota masyarakat, bersedia mampu, dan memiliki waktu. (5)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-16T112134.312

Kader berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi permasalahan terkait status gizi bayi dan balita pada periode 1000 HPK. Pengetahuan menjadi tonggak utama bagi kader posyandu dalam memberikan pelayanan agar mendapat simpati dari masyarakat sehingga akan menimbulkan respon positif terhadap kepedulian dan paritisipasi masyarakat. Wanita yang sedang hamil atau menyusui menjadi sasaran bagi kader dalam memberikan materi pemenuhan gizi seimbang sejak awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Peningkatan pengetahuan yang terjadi bagi ibu bayi atau balita berguna bagi percepatan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak masa kehamilan hingga berusia 2 tahun. Intervensi gizi spesifik diberikan selama 1000 HPK untuk mencegah stunting, meliputi pemberian pendidikan gizi mengenai makanan tambahan untuk mengurangi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, ASI Eksklusif, suplementasi zink, fortifikasi zat besi, pemberian obat cacing dan vitamin A, serta penanggulangan gizi buruk dan penyakit infeksi. (2)

Materi dan keterampilan yang akan diberikan merupakan suatu kompetensi yang perlu dikuasai oleh kader posyandu. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader posyandu perlu dilakukan terus-menerus. Tingkat pengetahuan kader yang semakin tinggi dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak di desa. Terdapat berbagai cara dalam upaya meningkatkan pengetahuan kader posyandu. Pemberian materi pelatihan berupa deteksi kasus stunting diharapkan dapat membuat kader posyandu mampu menemukan kasus stunting, melakukan pencatatatan, dan pelaporan yang sesuai dalam upaya pencegahan stunting . Untuk mengetahui adanya peningkatan selama pelatihan berlangsung dapat dilakukan pre dan post test dalam agenda pelatihan. (2) Metode lain berupa penyuluhan juga dapat diberikan kepada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Sebagai contoh, penyuluhan dapat diawali dengan metode ceramah mengenai pentingnya pengisian Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai alat bantu kader untuk mencatat perkembangan ibu dan anak. Kemudian diadakan sesi demonstrasi untuk mempraktikkan secara langsung pengisian SIP dan KMS. Sesi terakhir berupa pendampingan kepada kader dalam proses pengisian SIP dan KMS secara mandiri. (1) Tenaga kesehatan diperlukan untuk menjadi supervisi dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader gizi sehingga berdampak pada angka kunjungan balita di Posyandu dan peningkatan status gizi balita. (4)

Peningkatan kapasitas bagi kader perlu dilakukan secara rutin agar pengetahuan dan ketrampilan terus mengalami pembaharuan. Peningkatan kapasitas kader akan berdampak pada tercapainya program posyandu yang dilakukan kepada ibu dan bayi, terutama bagi sasaran 1000 HPK. Apabila informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK tersampaikan secara tepat dan tepat, bukan tidak mungkin kualitas SDM Indonesia yang diharap-harapkan akan tercapai dan dapat memiliki daya saing yang tiinggi terhadap bangsa lain. Selain itu, kader akan merasa dihargai dengan adanya pelatihan dan merasa bangga terhadap ilmu yang berguna bagi keluarga dan masyarakat luas.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Arundhana AI, Jaya AM, Rachmat M, Ulfa N, Turisno NT. Kader posyandu hari ini: Urgensi penyegaran kader di Desa Popo Kabupaten Takalar. Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP). 2018 Nov 20;4:148-54..
  2. Megawati G, Wiramihardja S. Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Mendeteksi Dan Mencegah Stunting di Desa Cipacing Jatinangor. Dharmakarya. 2019 Sep 6;8(3):154-9.
  3. Muna S, Aryani R. PEMBERDAYAAN KADER DAN MASYARAKAT TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023 Apr 5;4(2):1772-6
  4. Octavia PD, Laraeni Y. Pengaruh Penyegaran Kader Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Dalam Melaksanakan Tugas Kader Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule. Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal). 2019 Jul 17;2(2):161-7.
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pedoman Peintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu
  6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi
  7. Trisnawati Y, Purwanti S, Retnowati M. Studi Deskriptif Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jurnal Kebidanan. 2016 Dec 27.

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriah (5). Dalam suasana Idul Fitri, ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan, yaitu hidangan lezat yang sudah menjadi tradisi keluarga, seperti gulai ayam, rendang, semur daging, ketupat dan lain-lain. Bisa dikatakan menu-menu di atas merupakan hidangan “wajib” yang harus ada di meja saat Idul Fitri. Hal yang perlu diingat, meski terbilang lezat, makanan-makanan tersebut mengandung tinggi kolesterol dan lemak yang kurang baik untuk kesehatan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T161551.425

Konsumsi hidangan Idul Fitri, tetap perhatikan pedoman gizi seimbang

Saat acara halal bihalal dengan sanak keluarga, menu utama yang disajikan biasanya ketupat, rendang, opor ayam dan sambal goreng hati. Selain makanan utama, terdapat jajanan yang kaya akan karbohidrat, protein dan lemak seperti dodol, nastar, kastengel dan putri salju, meskipun setiap daerah memiliki jenis makanan dan minumannya masing-masing. Dalam pertemuan seperti ini, asupan makanan seringkali tidak terkontrol baik kualitas maupun kuantitasnya, sehingga yang terjadi adalah makan dan minum lebih banyak dari yang seharusnya dan hal tersebut berdampak pada kelebihan berat badan (overweight) atau bahkan kegemukan (obesitas) karena dalam waktu sekitar satu bulan puasa sudah terbentuk kebiasaan makan yang sehat, namun saat memasuki musim lebaran, pola makan minuman ini sering berantakan karena pilihan menu yang tersedia sangat bervariasi dan sayang untuk dilewatkan (2).

Hasil survei yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam rangka Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 diperoleh hasil proporsi (jumlah kasus) berat badan lebih dan obesitas berdasarkan pada perhitungan indeks massa tubuh (IMT), hasil bagi berat badan (kilogram) dikuadratkan dengan tinggi badan (meter), yaitu 13,6–21,8%. Sedangkan obesitas sentral, istilah umumnya adalah perut buncit, terhitung 31%. Persentase ini selalu meningkat pada dua survei sebelumnya, 2007 dan 2013 (18,8% berbanding 26,6%). Parameter obesitas sentral dihitung berdasarkan ukuran pinggang, untuk pria >90 cm dan wanita >80 cm. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan serangan jantung (2).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan peraturan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) no. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang (PGS), konsep komposisinya mengikuti model tumpeng, yaitu tumpeng semakin kecil/mengerucut. Bagian dasar tumpeng PGS meliputi pola hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga, serta pemantauan berat badan secara teratur dengan tujuan mempertahankan berat badan normal. Bagian badan tumpeng PGS memuat anjuran konsumsi makanan yang berbeda dan referensi konsumsi makanan sehari-hari berdasarkan gizi dan rata-rata asupan harian orang Indonesia sehat yang kuat (2).

Pangan yang dimaksud berupa makanan pokok sumber karbohidrat (antara lain nasi, lontong, mie, roti, sagu, terigu, talas, ubi, singkong, jagung, kentang) sebanyak 3-4 porsi, sayuran sumber vitamin dan mineral baik berbentuk daun (antara lain bayam, kangkung, sawi, slada, mangkokan, genjer), batang (rebung, asparagus), umbi (antara lain wortel, lobak, bit), bunga (antara lain kembang kol, tebu telor kembang waluh, kembang bawang, jantung pisang), dan buah (antara lain labu air, labu siam, oyong, pete, pare, tomat), ataupun lalapan sebanyak 3-4 porsi, buah sumber vitamin dan mineral (antara lain alpukat, apel, belimbing, durian, jambu, mangga, manggis, pepaya, pisang, pir, rambutan, semangka) sebanyak 2-3 porsi, lauk pauk sumber protein hewani (antara lain daging, unggas, ikan, telur, susu) dan nabati (antara lain tempe, tahu, oncom, kacang-kacangan dan hasil olahannya) sebanyak 2-4 porsi, serta gula, garam, dan lemak (GGL) dibatasi sebanyak 4 sendok makan, 1 sendok teh, dan 5 sendok makan. Bahkan konsumsi GGL sudah diatur sebelumnya melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 Tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji. Tujuan peraturan ini adalah upaya preventif dan edukasi untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit degeneratif terutama hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung, agar tetap sehat sekarang dan di masa mendatang (2).

Perlu diperhatikan!

Sobat Ilmugiziku perlu memperhatikan saat memasak hidangan yang sehat saat lebaran. Cobalah tujuh tips masakan sehat saat lebaran berikut ini:

1. Batasi penggunaan santan

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163124.975

Tips menyajikan hidangan sehat saat lebaran yang pertama adalah dengan membatasi penggunaan santan. Santan sendiri merupakan bahan utama pembuatan ketupat dan opor ayam. Namun, penggunaan santan yang terlalu banyak sebenarnya tidak baik untuk tubuh. Jangan khawatir, kamu sebenarnya bisa menggunakan bahan lain sehingga tidak perlu berlebihan dengan santan. Misalnya mengganti penggunaan santan dengan susu skim atau susu kedelai (4).

2. Pilih daging yang rendah lemak

Cara lain untuk menyajikan makanan sehat saat lebaran adalah dengan menggunakan potongan daging rendah lemak. Jangan salah lho, jenis atau porsi daging yang berbeda memiliki tekstur dan kandungan lemak yang berbeda pula. Nah, agar menu Idul Fitri tidak terlalu banyak mengandung lemak, pilihlah daging yang rendah lemak. Misalnya untuk daging sapi pilihlah ham atau loin dan untuk ayam pilih brisket (bagian dada) (4).

3. Ganti jenis beras pada ketupat/lontong

Ketupat/lontong adalah hidangan khas Idul Fitri. Kebanyakan orang biasanya menggunakan nasi putih. Namun untuk ketupat/lontong yang lebih bergizi, kamu bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi hitam. Hal ini karena dalam pengolahan nasi putih kehilangan serat, zat besi dan sebagian besar vitamin B. Sedangkan beras jenis lain cenderung bergizi lengkap dan kaya serat. Kandungan gizinya itulah yang akan membuat Kamu kenyang lebih lama, sehingga menghindari makan berlebihan saat lebaran (4).

4. Jangan lupa konsumsi buah dan sayuran

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T163258.534

Biar suasana lebaran makin spesial, tidak ada salahnya lho, Sobat Gizi  menambahkan lauk buah dan sayuran ke dalam menunya. Selain rasanya yang  enak, sayuran juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang sangat baik untuk  kesehatan. Beberapa masakan yang bisa Kamu buat dengan bahan buah dan sayur  antara lain acar, salad, sup buah, es krim buah, puding buah, atau jus buah. Kamu  juga bisa menyajikan buah segar utuh atau cincang untuk pencuci mulut (4). 

5. Perbanyak protein

Salah satu cara untuk menghindari makanan manis dan tidak sehat dalam makanan lebaran adalah dengan menambahkan lebih banyak protein ke setiap makanan dan mengurangi karbohidrat dan lemak olahan. Kamu merasa lebih kenyang, jadi makan lebih sedikit dan makan lebih sedikit camilan tidak sehat. Protein penting karena membantu membangun dan mempertahankan massa otot tanpa lemak. Protein juga sangat penting untuk menerapkan pola hidup sehat karena protein merupakan salah satu komponen terpenting yang dibutuhkan tubuh. Makanan kaya protein seperti daging, unggas, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian juga menyediakan vitamin B, vitamin E, zat besi, seng, dan magnesium. Jadi dengan meningkatkan protein sambil mengurangi kalori, kamu akan mendapat manfaat dari gizi tambahan yang dibutuhkan tubuh kamu (1).

6. Kurangi konsumsi minuman manis dan bersoda

Sering disalahpahami bahwa minuman bergula dan bersoda memiliki nilai kalori yang sama dengan satu porsi hidangan. Agar tidak berlebihan, sesuaikan frekuensi konsumsinya, misalnya hanya sekali makan kue lebaran di sore hari, atau tidak sama sekali. minuman manis dengan makanan besar. Beberapa cara agar tetap terhidrasi saat lebaran adalah dengan minum air kemasan minimal 2 liter sehari (1).

7. Tetap konsisten berolahraga

Selain memperhatikan hidangan sehat saat lebaran, mulailah hari dengan bangun  lebih awal, kenakan piyama, lalu berolahraga. Gunakan video pendidikan jasmani  yang tersedia di media sosial untuk gerakan yang lebih terpandu. Jika ingin tetap  rutin berolahraga, kamu harus tetap memenuhi kebutuhan energi, protein, dan air   harian selama libur lebaran. Olahraga sebanyak mungkin setiap hari, dan kamu bisa  berolahraga bersama keluarga dan teman agar lebih semangat (1). 

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Eni Kartinah. Atur Pola Makan Saat Lebaran Jaga Tubuh Tetap Sehat. MediaIndonesia. 2022 [cited 2023 April 11]. Available from: https://mediaindonesia.com/humaniora/488881/atur pola-makan-saat-lebaran-jaga-tubuh-tetap-sehat
  2. Ony Linda. Konsumsi Hidangan Idul Fitri, Tetap Perhatikan Pedoman Gizi Seimbang. FIKES UHAMKA. 2022 [cited 2023 April 11]. Available from: https://pasca.uns.ac.id/s3ikm/2022/05/11/konsumsi-hidangan-idul-fitri-tetap-perhatikan pedoman-gizi-seimbang/
  3. P2PTM Kemenkes RI. Hati-hati Konsumsi Makanan Ini Saat Lebaran. Kemenkes RI. 2018 [cited 2023 April 11]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/hati-hati-konsumsi-makanan ini-saat-lebaran
  4. Raden Salma Widyadhana. Catat! Inilah 5 Tips Makan Sehat Saat Lebaran Idul Fitri yang Wajib Dicoba. JurnalSoreang. 2022 [cited 2023 April 16]. Available from: https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-1014402141/catat-inilah-5-tips makan-sehat-saat-lebaran-idul-fitri-yang-wajib-dicoba
  5. Sefrina, L. R., Habibi, H. W., Nazhif, G. UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI WEBINAR “SEHAT DAN BUGAR MENYAMBUT IDUL FITRI DI TENGAH PANDEMI COVID-19”. Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya. 2020:2(2):5-8.
  6. Winarni Trihastuti, S.Pd. Menu Sehat Saat Lebaran. Laboratorium Gizi Surabaya. 2022 [cited 2023 April 11]. Available from: https://laboratoriumgizi.jatimprov.go.id/menu-sehat-saat lebaran/

Aktivitas Fisik adalah setiap gerakan tubuh yang membutuhkan kerja otot rangka serta meningkatkan pengeluaran tenaga serta energi (1). Aktivitas fisik ini dapat dilakukan dimana saja dan biasanya untuk mengisi waktu senggang sehari- hari, akan tetapi seiring dengan bertambahnya pengetahuan seseorang terhadap manfaatnya aktivitas fisik bagi tubuh tidak jarang hal ini dapat dilakukan secara rutin dan terjadwal (2). Pada tahun 2018 WHO meluncurkan Rencana Aksi Global baru tentang Aktivitas Fisik dimana pada 2018-2030, dimana pada tahun 2018 Majelis Kesehatan Dunia menyepakati target global untuk mengurangi ketidakaktifan fisik sebesar 15% (3).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T120628.793

1. Aktivitas Fisik Ringan dan Olahraga

Aktivitas Fisik Ringan, aktivitas ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan tidak menyebabkan perubahan dalam pernafasan dengan masih dapat melakukan aktivitas lain seperti menyanyi atau berbicara. Energi yang dikeluarkan sebanyak <3,5 kcal/menit atau 50-200 kalori/kegiatan (4,5). Aktivitas yang biasanya dilakukan seperti mencuci baju, mengepel, jalan kaki santai, membersihkan jendela, bermain, berkebun, menyetrika, duduk bekerja didepan komputer dan sebagainya.

Olahraga termasuk kedalam aktivitas fisik yang terstruktur dan terencana dengan mengikuti aturan yang berlaku, dimana bertujuan untuk membuat tubuh lebih segar atau bisa digunakaan untuk mendapatkan prestasi (5). Pada kegiatan olahraga ini menurut WHO dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular, maka WHO mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik termasuk olahraga sebagai bentuk meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (6).

2. Aktivitas fisik dan Manfaatnya

Berikut merupakan manfaat dari melakukan aktivitas fisik sehari-hari (8).

  1. Meningkatkan fleksibilitas gerakan serta meningkatkan mobilitas sendi.
  2. Memperkuat tulang, otot, dan persendian serta menurunkan risiko osteoporosis/masalah sendi
  3. Membantu menstabilkan tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol
  4. Membantu menjaga berat badan dan mengurangi lemak tubuh.
  5. Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (CVD) dan beberapa jenis kanker.
  6. Mencegah dan mengelola kondisi kesehatan mental serta menurunkan stres ataupun kecemasan.
  7. Menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular (seperti penyakit jantung dan stroke).
  8. Meningkatkan kondisi pikiran bahkan meningkatkan suasana hati, tingkat energi, konsentrasi, dan kepercayaan diri.
  9. Membantu kita rileks dan tidur lebih baik serta teratur
  10. Membantu rehabilitasi setelah operasi, cedera, atau sakit, terutama bila sudah lama istirahat di tempat tidur.
  11. Dapat bertemu orang baru dan bersenang-senang.
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T122320.250

3. Olahraga Menurut Kategori Penyakit dan Manfaatnya

Menurut National Health Service (NHS), untuk orang dewasa di atas 65 tahun harus aktif secara fisik setiap hari. Dalam kutipannya menjelaskan: “Kegiatan apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali. Semakin banyak yang dilakukan semakin baik, meskipun itu hanya aktivitas ringan.” Berikut merupakan beberapa rekomendasi olahraga yang dapat dilakukan menurut American Heart Association berdasarkan manfaatnya.

    1. Rekomendasi Menurut American Heart Association Untuk Kesehatan Jantung Melakukan aerobik sedang selama 30 menit setidaknya 5 kali/minggu, aerobik sedang-berat selama 25 menit sebanyak 3 kali/minggu dan terakhir olahraga intesitas sedang-berat selama 3-4 kali/minggu.
    2. Rekomendasi Menurut American Heart Association Untuk Menurunkan Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol Melakukan olahraga intensitas sedang-berat selama 40 menit sebanyak 3-4 kali/minggu

NHS juga merekomendasikan aktivitas fisik dengan kombinasi untuk kesehatan dan kebugaran yangn optimal, dengan 2 kali/minggu lansia dapat melakukan aktivitas yang berfokus pada meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas. Selama seminggu dapat melakukan olahraga selama 150 menit dengan intensitas sedang. Apabila telah menjalani gaya hidup aktif intensitas dapat ditambah menjadi berat selama 75 menit/mingggu atau dapat dilakukan kombinasi olahraga intensitas sedang dan berat (7)

4. Olahraga Disela Aktivitas Sehari-Hari, Apakah Bisa?

Apabila tidak sempat melakukan olahraga disela-sela aktivitas sehari-hari, bagaimana solusinya? Sebenarnya aktivitas fisik dengan menggerakkan anggota tubuh akan membakar kalori seperti menaiki tangga atau melakukan pekerjaan rumah sekalipun, karena aktivitas tersebut sudah meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (6).

Namun yang paling penting, harus mengenali kondisi tubuh sendiri terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Pengenalan tersebut untuk menghindari risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti pingsan, dehidrasi, atau cedera fisik lainnya. Sebelum melakukan aktivitas fisik pastikan sudah beristirahat cukup, tidak sakit, dan telah mengonsumsi asupan bergizi serta yang paling penting sebelum melakukan aktivitas lebih baik sudah terhidrasi/minum air mineral dan sarapan cukup ya! (2).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. P2PTM Kemenkes RI. Definisi Aktivitas Fisik. p2ptm.kemkes.go.id. 2019. (accessed 25.04.23) Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographicp2ptm/obesitas/apa-definisi- aktivitas-fisik-
  2. Ensure Gold. Aktivitas Fisik Ringan, Sedang, & Berat: Berikut Perbedaannya! Family. Abbot. 2021. (accessed 25.04.23) Available From: https://www.family.abbott/id-id/ensure/tools- and-resources/tips-on-how-to-live-strong/fitness/light-moderate-and-vigorous- physical-activities.html
  3. WHO. Physical activity. Who.int. 2022. (accessed 25.04.23) Available From: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
  4. P2PTM Kemenkes RI. Aktivitas Fisik Ringan. P2ptm.kemkes.go.id. 2018. (accessed 20.04.23) Available From: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/aktivitas-fisik- ringan
  5. Kementerian Kesehatan Promosi Kesehatan. Mengenal Jenis Aktivitas Fisik. Promkes.kemkes.go.id. 2018. (accessed 25.04.23) Available From: https://promkes.kemkes.go.id/content/?p=8807
  6. Astri Mulyantini. Aktivitas Fisik. Prodiaohi.co.id. 2022. (accessed 25.04.23) Available From: https://prodiaohi.co.id/aktivitas-fisik
  7. Katie. 7 Sport and Fitness Activities for Older People. Lifeconnect24.co.uk. 2023. (accessed 25.04.23) Available From: https://www.lifeconnect24.co.uk/blog/sport-and-fitness- activities/
  8. Better Health Channel. Sport, physical activity and our health. Betterhealth.vic.gov.au. 2020. (accessed 25.04.23) Available From: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/sports-and-physical-activity

Hai, sobat ilmugiziku, tahukah kalian jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia terus meningkat, tetapi kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu pencegahan masih kurang diupayakan, salah satu contohnya Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat berjalan kaki yang rendah, sehingga pemahaman pentingnya aktivitas fisik akan kesehatan termasuk mencegah diabetes melitus perlu ditingkatkan.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T114640.828

Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia, dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk daftar itu. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan bahwa kasus diabetes melitus di Indonesia pada usia di atas 15 tahun (berdasarkan diagnosis dokter) sebesar 2% yang meningkat bila dibanding pada tahun 2013 yaitu 1,5 %. Walau tidak semua dapat dicegah, tetapi diabetes melitus tipe 2 yang paling banyak diderita sesungguhnya dapat dicegah, salah satunya dengan meningkatkan aktivitas fisik. (1)

Apa itu Aktivitas Fisik?

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan yang dilakukan otot rangka yang meningkatkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik meliputi bagian dari kehidupan sehari-hari termasuk semua gerakan selama waktu luang, transportasi untuk pergi ke dan dari suatu tempat, atau sebagai bagian dari pekerjaan. (2) Seseorang yang berusia di atas 18 tahun direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit dalam seminggu atau aktivitas fisik aerobik intensitas berat 75-150 menit dalam seminggu atau kombinasi yang setara antara aktivitas fisik aerobik intensitas sedang dan berat. Aktivitas fisik intensitas sedang contohnya menyapu, mengepel, mencuci pakaian (2,3). Selain itu, harus melakukan kegiatan penguatan otot sebanyak minimal 2 kali dalam seminggu dan membatasi gaya hidup sedenter yang banyak duduk dan bermalas-malasan (2,3)

Apa itu Diabetes Melitus Tipe 2?

Diabetes melitus tipe 2 adalah diabetes yang terjadi karena kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas. Berbagai faktor risiko seperti obesitas dan lainnya menyebabkan otot tidak mampu menggunakan glukosa karena terjadi resistensi insulin sehingga pankreas terus melakukan sekresi insulin hingga akhirnya aus dan produksi insulin menurun. Kriteria diagnosis diabetes adalah bila :

  1. HbA1C lebih dari sama dengan 6,5%,
  2. Gula darah puasa lebih dari sama dengan 126 mg/dl,
  3. Gula darah plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) lebih dari sama dengan 200 mg/dl.(1).
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-05-15T115702.188

Bagaimana hubungan keduanya?

Aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular termasuk diabetes melitus. Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko mengalami diabetes melitus melalui hubungan dengan berat badan dan sensitivitas insulin. (4) Aktivitas fisik disebut mempunyai efek “antidiabetik” dengan meningkatkan kontrol terhadap kadar gula darah melalui penurunan resistensi insulin, meningkatkan produksi glucose transporter type 4 (GLUT-4), menurunkan jaringan adiposa viseral, meningkatkan fungsi sel beta pankreas, penggunaan glukosa sebagai energi, dan lainnya. (5)

Orang yang rutin melakukan aktivitas fisik mempunyai peningkatan sensitivitas dan kemampuan pengaturan insulin. Namun, bila berhenti beraktivitas fisik sensitivitas insulin dapat menurun. Otot yang dilatih mempunyai persediaan darah yang lebih baik, karena glukosa dari darah diperoleh dengan efektif. Hati menjadi lebih efisien dalam memproduksi glikogen dari glukosa yang terdapat dalam darah.(6)

Mari kurangi rebahan dan tingkatkan aktivitas fisik. Cukup 30 menit dalam sehari sebanyak 5 hari dalam seminggu maka kita akan terhindar dari diabetes melitus tipe 2. Satu kebiasaan bermanfaat ini akan berdampak jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Infodatin 2020 Diabetes Melitus. Jakarta; 2020.
  2. World Health Organization. Physical Activity [Internet]. World Health Organization. 2022 [cited 2023 Apr 24]. Available from : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
  3. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Ayo Bergerak, Lawan Obesitas!. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI:2017. 2 p
  4. Ramadhani, N.F et al. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta (Analisis Data Posbindu PTM 2019). Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2022; 2(2):72-78
  5. Wake, A. D. Antidiabetic Effects of Physical Activity: How It Helps to Control Type 2 Diabetes. Diabetes Metab Syndr Obes. 2020; 13: 2909–2923.
  6. Listyandini, R et al. Asupan Makan, Stress, Dan Aktivitas Fisik Dengan Sindrom Metabolik Pada Pekerja Di Jakarta. AN-Nur: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat. 2020;1(1):19-32

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Demam berdarah dapat mengancam apabila jumlah trombosit dibawah normal. Salah satu terapi non farmakologis yaitu pemberian jus jambu biji mengandung senyawa quercetin yang tergolong flavonoid, sitokin yang berfungsi dalam pembekuan darah serta vitamin C, vitamin B1, B2 dan B6 yang berperan sebagai antioksidan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus dengue (4).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T164743.634

Awal mula kemunculan DBD

Wabah ini pertama kali muncul di dunia pada tahun 1780-an, tepatnya di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Pada awal kemunculannya, penyakit ini disebut DBD. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1950-an, DBD muncul dan menjadi epidemi besar di kawasan Asia Tenggara, khususnya Filipina. Kemudian wabah ini semakin menyebar secara geografis ke beberapa negara lain termasuk Indonesia.

Pada tahun 1968, kasus DBD pertama di Indonesia dilaporkan di Jakarta dan Surabaya. Tercatat sebanyak 96 kasus, dimana sebanyak 56 kasus terkonfirmasi DBD dan 16 diantaranya meninggal dunia. Sementara itu, jumlah kasus DBD dan kematian terkait DBD meningkat pada tahun 2016. Jumlah kasus yang terjadi saat itu adalah 204.171 kasus dan terdapat 1.598 kematian (2).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia akan terus meningkat pada tahun 2022. Jumlah kasus konfirmasi DBD periode Januari-September 2022 sebanyak 87.501 kasus dan 816 kematian (3).

Proses penularan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Siklus penularannya dimulai dengan proses penularan virus ke tubuh manusia melalui air liur nyamuk. Virus kemudian berkembang biak di bagian tubuh tertentu. Selain itu, virus menginfeksi sel darah putih dan jaringan limfoid. Kemudian, virus dilepaskan untuk beredar di dalam darah. Proses transfer ini memakan waktu lama, tahun demi tahun. Oleh karena itu, dalam sejarah penyebaran DBD di Indonesia, terjadi lonjakan jumlah kasus yang berlipat ganda (2).

Tanda dan gejala klinis DBD

  1. Demam tinggi
    Demam tinggi ini terjadi terus-menerus selama 2-7 hari. Suhu tubuh saat demam bisa mencapai 40°C sehingga dapat menyebabkan kejang.
  2. Trombositopenia
    Jumlah trombosit ≤ 100×109/L biasanya ditemukan antara hari ketiga dan kedelapan.
  3. Manifestasi hemoragik Manifestasi hemoragik seperti uji torniket positif. Biasanya manifestasi hemoragik ringan itu seperti perdarahan pada kulit (petekie, hematoma), epistaksis (pendarahan hidung), pendarahan gusi, dan hematuria mikroskopis. Manifestasi hemoragik yang lebih serius yaitu perdarahan vagina, hematemesis, melena, dan pendarahan intrakranial.
  4. Permeabilitas pembuluh darah
    Permeabilitas pembuluh darah akut mengarah ke kebocoran plasma ke kompartemen ekstravaskular, hal ini akan menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit (6).

Apakah jambu biji memang dapat meningkatkan kadar trombosit darah?

Sebelum mencari jawabannya, kita bahas mengenai thrombopoietin dulu yuk! Thrombopoietin adalah hormon yang diproduksi oleh hati dan ginjal, yang mengatur proses produksi trombosit di sumsum tulang. Trombopoietin merangsang produksi dan diferensiasi megakariosit, sel sumsum tulang yang membelah menjadi trombosit dalam jumlah besar. Kurangnya trombopoietin menyebabkan penurunan jumlah trombosit yang signifikan, yang menyebabkan kondisi trombositopenia. Baru-baru ini, stimulasi aktivitas trombopoietin telah menjadi salah satu perawatan medis yang paling menjanjikan untuk penyakit terkait trombositopenia, termasuk DBD.

Daun jambu biji mengandung senyawa yang disebut thrombinol. Secara molekuler, trombinol dapat meningkatkan ekspresi gen trombopoietin melalui mekanisme GA-binding protein (GABP) dan interleukin 6 (IL-6). GABP merupakan faktor yang terlibat dalam proses transkripsi gen trombopoietin. GAPB meningkatkan aktivitas periklanan. Promotor meningkatkan ekspresi trombopoietin. GABP juga mengatur gen thrombopoietin, yang terlibat dalam diferensiasi dan pematangan megakariosit menjadi trombosit. IL-6 meningkatkan aktivitas pengikatan DNA yang terlibat dalam produksi thrombopoietin. Dengan meningkatnya jumlah thrombopoietin dalam tubuh, produksi trombosit juga meningkat (1).

Apakah hanya daun jambu biji yang memiliki manfaat untuk pasien DBD?

Ternyata tidak, buah jambu juga bermanfaat bagi penderita DBD. Buahnya mengandung banyak vitamin C, yang melebihi kandungan vitamin C jeruk. Vitamin C berperan dalam proses hidroksilasi asam amino prolin dan lisin. Kedua senyawa hasil proses hidroksilasi tersebut merupakan komponen pembentuk kolagen yang penting untuk penyembuhan luka dan memberikan kekebalan terhadap infeksi, termasuk demam berdarah.

Buah jambu biji juga mengandung flavonoid quercetin. Quercetin dapat menghambat sintesis DNA. Virus dengue menginfeksi manusia dengan cara memperbanyak diri, yaitu dengan menjadikan DNA komplementer sebagai cetakan pembentukan RNA baru. Quercetin berperan dalam mencegah replikasi virus dengue sehingga mengurangi jumlah serangan virus. Pendarahan karena trombosit rendah juga bisa dicegah dengan quercetin. Pemberian jus jambu biji juga berpengaruh terhadap peningkatan trombosit pada pasien DBD. Dalam sebuah penelitian, pasien DBD yang diberi jus jambu biji mengalami peningkatan jumlah trombosit rata-rata 76.100 trombosit per mikroliter darah, sementara pasien yang tidak diberi jus jambu biji mengalami peningkatan jumlah trombosit rata-rata hanya 14.300 trombosit per mikroliter.

Berdasarkan penjelasan di atas, senyawa trombinol pada daun jambu biji dapat meningkatkan produksi thrombopoietin yang selanjutnya meningkatkan produksi trombosit. Buah jambu biji juga berperan dalam meningkatkan trombosit dan memberikan kekebalan terhadap infeksi virus dengue. Oleh karena itu, meminum jus buah jambu biji dan air rebusan daun jambu biji dapat membantu meningkatkan trombosit darah pada penderita DBD seiring dengan pengobatan (1).

Gizi memadai, lawan DBD!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T170346.790

Untuk mencegahnya, gizi yang tepat adalah salah satu kuncinya. gizi tersebut adalah:

  1. Makronutrien
    Makronutrien adalah zat gizi makro atau besar yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Karbohidrat, lemak, dan protein termasuk dalam kategori zat gizi ini. Ketika sakit, bahkan jika demam, semua sel dalam tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan penyakit dan merevitalisasi tubuh Anda. Penderita DBD harus mencoba makan, meskipun mual, mulut asam, kehilangan nafsu makan, atau bahkan muntah. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya sembuh sendiri atau berkat sistem kekebalan yang baik, dapat disembuhkan tanpa pengobatan. Jadi jika menderita DBD, pastikan mendapatkan cukup karbohidrat, lemak, dan protein.
  2. Mikronutrien
    Mikronutrien adalah mikronutrien yang juga penting untuk meningkatkan metabolisme dan memperkuat sistem imun tubuh. Mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Sebagian besar sumber mikronutrien berasal dari sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
  3. Air kelapa
    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, DBD membawa risiko dehidrasi akibat demam dan kebocoran plasma. Air kelapa sangat dianjurkan karena mirip dengan cairan tubuh sehingga lebih mudah diserap. Selain itu, kandungan air, elektrolit, dan gula dalam air kelapa penting untuk menggantikan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi pada penderita DBD (5).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Alifia, N. Manfaat Buah dan Jambu Biji untuk Meningkatkan Kadar Trombosit pada Pasien DBD. akg.fkm.ui. 2019 [cited 2023 March 21]. Available from: https://akg.fkm.ui.ac.id/manfaat-buah-dan- daun-jambu-biji-bagi-kadar-trombosit-pasien-dbd/
  2. Anonymous. Sejarah Penyebaran Demam Berdarah di Indonesia. enesis.com. 2017 [cited 2023 March 21]. Available from: https://enesis.com/id/artikel/sejarah-penyebaran-demam-berdarah-di- indonesia/
  3. Anonymous. Kasus DBD Meningkat, 816 Kematian Sepanjang 2022. cnnindonesia.com. 2022 [cited 2023 March 21]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220926132638-20- 852731/kasus-dbd-meningkat-816-kematian-sepanjang-2022#
  4. Az-Zahra, A. J. Peningkatan Kadar Trombosit pada Pasien Anak Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Mengonsumsi Jus Jambu Biji Merah. Ners Muda. 2022;3(2):187-192.
  5. Rasnaya, M. D. Cukupi Kebutuhan Nutrisi untuk Lawan DBD. klikdokter.com. 2019 [cited 2023 March 21]. Available from: https://www.klikdokter.com/info-sehat/demam-berdarah/cukupi-kebutuhan-nutrisi- untuk-lawan-dbd
  6. Sholikhah, V. H. Kenali Lebih Dini, Tanda dan Gejala DBD. fkm.unair. 2020 [cited 2023 March 21]. Available from: https://fkm.unair.ac.id/kenali-lebih-dini-tanda-dan-gejala-dbd/