Dalam perkembangan kesehatan, donor darah memiliki peran penting bagi kesehatan seseorang baik secara fisik atau mental. Donor darah dibutuhkan oleh beberapa orang dengan kondisi akut atau kronis seperti anemia, hemofilia, kanker, pendarahan, serta trauma internal atau external yang membutuhkan banyak darah (2). Pendonor sebelum melakukan donor darah akan melakukan pemeriksaan klinis yang disesuaikan dengan kriteria pendonor yang telah ada, serta sebelum melakukan donor darah ada baiknya pendonor memperhatikan perilaku gaya hidup seperti pemenuhan asupan zat besi, aktivitas fisik yang mempengaruhi tingkat hemoglobin dan zat besi (1). Maka, dalam artikel ini akan menjelaskan bagaimana anda memenuhi asupan konsumsi sebelum donor darah.

1. Pengertian

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T180230.494

Donor darah ialah proses pengambilan darah seseorang dengan sukarela  untuk disimpan ke bank darah atau PMI yang kemudian akan dipakai apabila ada  seseorang yang mengalami pendarahan, anemia, hemofilia, pendarahan, atau  trauma (3). Komponen darah yanng ditransfusikan yaitu sel darah merah,  tromboosit, plasma dan sel darah putih (4). Simpanan kantong darah dalam setiap  tahun harusnya memenuhi 70% dari kebutuhan darah penduduk indonesia yaitu  4,5 sampai 4,8 juta kantong darah, akan tetapi hanya terdapat 2 sampai 3 juta  kantong darah (5). Menurut data Pusdatin Kemenkes (2018) menyatakan sebanyak  258.704.986 juta jiwa penduduk indonesia di tahun 2016 memiliki kebutuhan  sebanyak 5.174.100 kantong darah, sedangkan yang tersedia 4.201.578 kantong  darah atau minus 18.8% (6).

2. Manfaat Donor Darah

Kesadaran masyarakat akan donor darah itu sangat penting dengan memperhatikan manfaatnya. Berikut merupakan beberapa manfaat dari donor darah secara fisik dan psikologi.

  1. Memperlancar peredaran darah
  2. Meningkatkan produksi sel darah merah baru
  3. Menurunkan resiko penyakit jantung, dan kanker
  4. Menurunkan kekentalan darah
  5. Mempunyai kadar profil lipid yang lebih baik
  6. Mendeteksi penyakit lebih dini
  7. Mengeluarkan zat besi yang berlebihan yang mengakibatkan penumpukan di pembuluh darah
  8. Dapat mengetahui kondisi kesehatan kita secara gratis; cek tensi, ukur berat badan, cek hemoglobin, dan pemeriksaan penyakit menular
  9. Memiliki emosi psikologi diantaranya senang, bahagia, bangga dan puas setelah mendonorkan darah
  10. Membantu menurunkan berat badan
  11. Mengetahui golongan darah tanpa dipungut biaya
  12. Menambah nafsu makan
  13. Menanamkan jiwa sosial
  14. Menyelamatkan jiwa seseorang secara langsung
  15. Menyehatkan sistem reproduksi

3. Pola Makan Seimbang

Dalam meningkatkan hemoglobin, seseorang yang akan melakukan donor darah perlu memperhatikan kesiapan fisik salah satunya yaitu asupan makanan untuk meningkatkan hemoglobin darah. Pemberian suplemen Fe tentunya menjadi alternatif dalam meningkatkan hemoglobin pendonor, akan tetapi konsumsi suplemen tersebut akan lebih maksimal dalam penyerapannya dengan asupan makanan (7). Berikut makanan yang kaya zat besi dan asam folat seperti.

  1. Daging
  2. Sereal
  3. Kacang-kacangan
  4. Sayuran berdaun hijau gelap
  5. Roti, dll
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T175812.480

Adapun makanan dengan banyak vitamin B12 seperti;

  1. Susu dan produk turunan
  2. Makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu

    Dengan didukung banyak mengkonsumsi buah-buahan kaya akan vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi serta konsumsi tinggi protein hewani juga mampu meningkatakan kadar hemoglobin seseorang (8).

    Konsumsi daging serta pangan protein hewani sebagai salah satu penyumbang tinggi protein dan kadar zat besi, dapat bekerja maksimal saat penyerapan didalam tubuh apabila disertai dengan konsumsi vitamin C yang terdapat pada suplemen atau buah-buahan (9). Hal tersebut membantu seseorang yang mengalami kekurangan zat besi. Asupan protein berbanding lurus dengan kadar hemoglobin sehingga semakin besar jumlah protein yang dikonsumsi maka akan memperbesar kemungkinan terjadi peningkatan kadar hemoglobin (10).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Timmer, T. C., De Groot, R., Rijnhart, J. J., Lakerveld, J., Brug, J., Perenboom, C. W., ... & Van Den Hurk, K. Dietary Intake Of Heme Iron Is Associated With Ferritin And Hemoglobin Levels In Dutch Blood Donors: Results From Donor Insight. Haematologica, 2020: 105(10), 2400.
  2. Santy, E., & Jaleha, J. (2019). Experiment Method of Dragon Fruit Intervention in Increasing Hemoglobin Level: Pemberian Buah Naga Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Dengan Metode Eksperiment. Jurnal Gizi KH, 2(1), 6-6.
  3. Mangara, A., Lissanora, S. M., & Pardede, S. Edukasi Kesehatan Tentang Manfaat Donor Darah Pada Prajurit TNI AD Dalam Rangka Hut Kodam I/Bukit Barisan. Center Of Knowledge: Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2022; 108-112.
  4. Artha, D., & Dwipayana, I. K. A. Gambaran Hasil Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Anemia Yang Ditransfusi Dengan Packed Red Cell Dan Whole Blood Di Rsud Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Media Laboran, 2020: 10(2), 22-27.
  5. Lutfi, M., Zuryati, Z., & Mayangsari, M. Donor Darah “Selamatkan Jiwa Dan Sehatkan Raga Di Masa Pandemi Covid 19”. Jurnal Paradigma (Pemberdayaan & Pengabdian Kepada Masyarakat), 2022: 4(1), 27-35.
  6. Pusdatin Kemenkes. Situasi Pelayanan Darah Di Indonesia. 2018: P. 7. Diakses pada 19 Juni 2023. File:///F:/Pelayanan-Darah-Diindonesia-2018-Final.Pdf
  7. Rimawati, E., Kusumawati, E., Gamelia, E., & Nugraheni, S. A. Intervensi Suplemen Makanan Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2018: 9(3), 161-170.
  8. Twistiandayani, R., Vauzyana, I., & Yazid, E. A. Perbedaan Kadar Hemoglobin Sebelum Dan Sesudah Donor Darah Dengan Pemeriksaan Metode Poct (Point of Care Testing): Hemoglobin, Blood Donation, POCT Method. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2022: 1(1), 56-60.
  9. Syahwal, S., & Dewi, Z. Pemberian snack bar meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2018: 3(1), 9-15
  10. Sumarmi, S., & Andarina, D. Hubungan Konsumsi Protein Hewani dan Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin pada Balita Usia 13 36 Bulan. Indonesian Journal of Public Health, 2006: 3(1), 3867.

Darah merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting. Setiap delapan detik sekali, ada 1 orang di Indonesia yang membutuhkan transfusi darah.(1) Transfusi darah biasanya dilakukan untuk mengatasi kehilangan darah atau kekurangan darah akut seperti perdarahan akibat kecelakaan, bedah mayor, transplantasi organ, maupun pada penyakit kronis seperti thalasemia, hemofilia, dan anemia kronis.(2) Untuk menjaga ketersediaan darah, penyedia layanan transfusi darah mengadakan kegiatan donor darah yang dapat diikuti masyarakat secara volunter. Selain dibutuhkan bagi pasien, donor darah ternyata juga bermanfaat bagi pendonornya. Berikut ini adalah beberapa keuntungan mendonorkan darah.

Manfaat donor darah bagi pendonor

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T175812.480
  1. Mendapat informasi golongan darah beserta rhesus Golongan darah dan rhesus pada calon pendonor akan diperiksa terlebih dulu untuk memastikan ketepatan data, sehingga pendonor yang belum pernah mengidentifikasikan golongan darahnya dapat mengetahui informasi tersebut.
  2. Mendapat skrining kesehatan gratis Sebelum pengambilan darah, calon pendonor akan diperiksa berat badan, tekanan darah, dan kadar hemoglobin, sehingga dapat diketahui apabila pendonor mengalami anemia dan hipotensi. Pendonor juga bisa mendeteksi dini adanya HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, sifilis, hingga malaria, karena darah yang disumbangkan akan diuji terlebih dahulu.(2)
  3. Melancarkan peredaran darah Penelitian menunjukkan bahwa donor darah secara signifikan dapat menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan LDL, sehingga dapat melancarkan peredaran darah serta mencegah sumbatan lemak di pembuluh darah.(3) Donor darah juga dilaporkan dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.(4)
  4. Mencegah penyakit degeneratif Karena manfaatnya dalam memperbaiki profil lipid, donor darah secara rutin dapat memberikan efek protektif terhadap penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler.(4) Terdapat studi kohort yang membuktikan bahwa orang yang mendonorkan darahnya secara rutin, lebih jarang membutuhkan perawatan inap di rumah sakit untuk pengobatan penyakit kronis, dibandingkan pasien yang bukan pendonor darah.(5) Penelitian lain juga menyebutkan bahwa donor darah secara rutin dapat menurunkan tingkat kematian atau mortalitas.(6)
  5. Menumbuhkan jiwa sosial, meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup Kegiatan donor darah dapat menjadi sarana untuk berbagi kepada sesama dan menumbuhkan kepekaan terhadap masalah sosial. Donor darah berasosiasi positif dengan kesehatan mental pendonor yang lebih baik.(7) Pendonor darah juga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik jika dibandingkan dengan individu yang bukan pendonor darah.(8)

Jika ingin mendonorkan darah, apa saja syaratnya?

Untuk memantau kualitas darah yang donorkan sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan pendonor, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi pendonor darah.(1)

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Berusia 17-60 tahun (bagi pendonor darah rutin, batas atas bisa ditingkatkan sampai 65 tahun atau sesuai pertimbangan dokter)
  3. Berat badan ≥45 Kg
  4. Tekanan darah normal (sistole 100-180; diastole 70-100) 5) Kadar Hb 12,5-17,0 g/dL
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T180230.494

Kegiatan donor darah bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik penerima maupun pendonor. Akan tetapi, kegiatan donor darah dalam interval pendek tanpa memperhatikan kesehatan pendonor juga dapat menimbukan masalah kesehatan tertentu seperti anemia.(9,10) Maka dari itu, pendonor darah harus menjaga kesehatan fisiknya secara rutin, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Untuk mencegah anemia, pendonor darah tidak dianjurkan mendonorkan darahnya dalam interval kurang dari 2 bulan.(11) Mari donorkan darah kita untuk membantu sesama, dan mengamini tagline kampanye donor darah dari Palang Merah Indonesia: kita sehat, mereka selamat.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. 1. Kita Sehat Mereka Selamat [Internet]. [cited 2023 Jun 7]. Available from: https://ayodonor.pmi.or.id/?page=faq
  2. 3 manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Tubuh [Internet]. [cited 2023 Jun 8]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/3-manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan-tubuh
  3. Kebalo AH, Gizaw ST, Gnanasekaran N, Areda B. Lipid and Haematologic Profiling of Regular Blood Donors Revealed Health Benefits. J Blood Med. 2022 Jul;Volume 13:385–94.
  4. Quee FA, Peffer K, Ter Braake AD, Van den Hurk K. Cardiovascular Benefits for Blood Donors? A Systematic Review. Transfus Med Rev. 2022 Jul;36(3):143–51.
  5. Zhang L, Li H, Su S, Wood EM, Ma T, Sun Y, et al. Cohort Profile: The Shaanxi Blood Donor Cohort in China. Front Cardiovasc Med. 2022 May 11;9.
  6. Ferguson E, Murray C, O’Carroll RE. Blood and organ donation: health impact, prevalence, correlates, and interventions. Psychol Health. 2019 Sep 2;34(9):1073–104.
  7. Rigas AS, Skytthe A, Erikstrup C, Rostgaard K, Petersen MS, Hjalgrim H, et al. The healthy donor effect impacts self‐reported physical and mental health – results from the Danish Blood Donor Study (DBDS). Transfusion Medicine. 2019 Apr 12;29(S1):65–9.
  8. Stock B, Möckel L. Characterization of blood donors and non-blood donors in Germany using an online survey. Health Technol (Berl). 2021 May 2;11(3):595–602.
  9. Van Remoortel H, De Buck E, Compernolle V, Deldicque L, Vandekerckhove P. The effect of a standard whole blood donation on oxygen uptake and exercise capacity: a systematic review and meta‐analysis. Transfusion (Paris). 2017 Feb 3;57(2):451–62.
  10. Kaptoge S, Di Angelantonio E, Moore C, Walker M, Armitage J, Ouwehand WH, et al. Longer-term efficiency and safety of increasing the frequency of whole blood donation (INTERVAL): extension study of a randomised trial of 20 757 blood donors. Lancet Haematol. 2019 Oct;6(10):e510–20.
  11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR PELAYANAN TRANSFUSI DARAH. Jakarta; 2015.

Tempe merupakan produk olahan kacang kedelai yang melalui proses fermentasi dengan bantuan Rhizopus oligosporus. Produk tradisional ini banyak mengandung zat gizi essensial dan non essensial, dimana dalam proses pembuatan tempe terjadi peningkatan kandungan isoflavon total sehingga dapat diartikan fungsi tempe sebagai makanan fungsional memiliki efek antioksidan dan hipokolesterolemia (1). Kedelai yang digunakan ini mengandung protein, lemak, dan vitamin yang tinggi sehingga mendapat julukan Gold From The Soil dan diketahui bahwa tempe ini sangat baik bagi berbagai masalah kesehatan salah satunya masalah kesehatan yang sering dialami oleh wanita (2). Dalam artikel ini, yuk simak bahasan terkait manfaat tempe sebagai alternatif bahan pangan untuk masalah kesehatan wanita!!

1. Pengertian

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T173929.816

Proses fermentasi kacang kedelai dapat berupa produk tempe atau tahu, dan biasanya kedelai yang dipakai yaitu kedelai putih kekuningan (1). Fermentasi dibantu dengan menumbuhkan kapang Rhizopus sp. hingga nanti dapat dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk tempe (3). Tempe dapat diolah menjadi berbagai makanan pangan fungsional lainnya, dalam bentuk nugget, burger, snackbar, dan cookies. Keberagaman tersebut juga diikuti dengan kandungan gizi tempe yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, dengan kandungan asam amino essensial dan non essensial yang lengkap, kadar lemak jenuh rendah, isoflavon yang tinggi, serat tinggi, dan indeks glikemik yang rendah (3). Salah satu isoflavon yang memiliki manfaat kesehatan pada permasalahan kesehatan wanita yaitu genistein. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan apa saja permasalan kesehatan pada wanita yang dapat dicegah, dan dapat ditangani secara gizi oleh tempe.

2. Permasalahan Kesehatan Wanita

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T205445.727

Kandungan isoflavon terutama genistein pada tempe memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Pada artikel ini akan membahas hubungan tempe dengan permasalahan kesehatan pada wanita. Berikut permasalahan kesehatan tersebut dan hubungannya dengan tempe.

  1. Menopause
    Menopause ditandai dengan serangkaian perubahan fisiologis terkait dengan penurunan produksi estrogen dan progesteron tubuh, yang berpotensi memunculkan gejala seperti hot flashes sekunder akibat disfungsi vasomotor, berkeringat, penipisan selaput vagina, efek suasana hati, kurang tidur, dan banyak lagi (2). Penurunan kesehatan akibat dari menopause ini tentunya akan mempengaruhi kegiatan sehari-hari dengan adanya risiko terkena penyakit lainnya. Maka dengan konsumsi tempe yang memiliki kandungan antioksidan dan isoflavon yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh/imunitas seseorang serta mengecilkan risiko terjadinya penyakit metabolik atau kanker (4,5).
  2. Kanker payudara
    Kanker payudara ini menjadi hal umum pada wanita di Asia dan Amerika Serikat berdasarkan hasil studi literatur yang ditemukan. Hal tersebut dapat dicegah dengan rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung genistein seperti salah satunya tempe yang bekerja dalam mencegah potensi terjadi kanker payudara (2). genistein memberikan efek penghambatannya pada karsinogenesis, pertumbuhan sel kanker, dan perkembangan kanker tetapi masih belum menjadi agen dalam pengobatan kanker (6). Pada beberapa penelitian menyebutkan bahwa variasi dalam cara asupan, metabolisme, status menopause, pola ekspresi reseptor estrogen, dan mutasi gen di antara individu juga mempengaruhi kerja genistein dalam mencegah kanker payudara (2,6). Maka konsumsi tempe ini hanya mampu menjadi asupan tambahan dalam mencegah terjadinya kanker tersebut.
  3. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
    PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome ialah suatu gangguan hormon pada wanita usia subur usia 18-45 tahun. Salah satu makanan yang mampu mengurangi risiko dan mencegah terjadinya PCOS ini ialah bahan pangan tinggi serat seperti sayuran dan buah, kacang-kacangan dan polong-polongan, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan biji-bijian dalam jumlah sedang (8). Konsumsi tempe dengan kandungan genistein ini mampu memperbaiki profil hormonal dan lipid pada wanita PCOS secara signifikan, sehingga mengurangi risiko terjadinya gangguan kardiovaskular atau metabolisme komorbiditas. Studi lain menyebutkan dengan konsumsi protein dari kacang kedelai 35% ditemukan bahwa wanita PCOS yang mengikuti diet tersebut mengalami peningkatan BMI, kontrol glikemik, testosteron yang bersirkulasi, dan profil lipid, bersamaan dengan peningkatan signifikan dalam sirkulasi nitric oxide (NO) dan glutathione (GSH). Suplementasi isoflavon juga telah terbukti secara klinis meningkatkan kesehatan usus wanita dengan PCOS (2).
  4. Kanker Serviks
    Kanker serviks pernah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Amerika Serikat. Seperti halnya kanker payudara, ada bukti yang bertentangan dan kesimpulan kontroversial mengenai efek genistein, dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan genistein pada konsentrasi tinggi yang terkontrol dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk menghambat pertumbuhan kanker serviks dan radiosensitisasi sel kanker serviks tetap dilakukan untuk terapi (2). Maka, konsumsi tempe menjadi asupan yang baik bagi penderita kanker serviks.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Safitry, A., Pramadani, M., Febriani, W., Achyar, A., & Fevria, R. (2021). Uji Organoleptik Tempe dari Kacang Kedelai (Glycine max) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris). In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 1, No. 2, pp. 358-369)
  2. Yu, L., Rios, E., Castro, L., Liu, J., Yan, Y., & Dixon, D. (2021). Genistein: Dual role in women’s health. Nutrients, 13(9), 3048
  3. Rahadiyanti, A., & Mulyati, T. (2017). Efek Tempe Kedelai Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Prediabetes. Darussalam Nutrition Journal, 1(2), 19-30.
  4. Aryanta, I. W. R. (2020). Manfaat tempe untuk kesehatan. Widya Kesehatan, 2(1), 44-50
  5. Rizzo, G. (2020). The antioxidant role of soy and soy foods in human health. Antioxidants, 9(7), 635
  6. Triswara, R., Farishal, A., & Siregar, B. A. (2020). Potensi Isoflavon Genistein Sebagai Terapi Suportif Imunonutrisi Pada Pasien Kanker Payudara. Medical Profession Journal of Lampung, 9(4), 736-741
  7. Moore, K., & Brewer, M. A. (2017). Endometrial cancer: is this a new disease?. American Society of Clinical Oncology Educational Book, 37, 435-442.
  8. https://betterbiome.com/blogs/blog/conquering-pcos-with-diet-how-fiber-and-other key-nutrients-can-help

Tempe merupakan pangan fungsional khas Indonesia yang mengandungproteinnabati dengan harga yang terjangkau. Tempe biasanya berasal dari fermentasi kacang kedelai dengan menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus yangdapat meningkatkan dan mempertahankan nilai-nilai gizi yang terkandung di dalamnyadan melunakkan tekstur bahan bakunya sehingga lebih mudah dikonsumsi. Jamuryang tumbuh pada tempe menghasilkan enzim protease, lipase, amilaseyangberperan dalam proses penguraian protein, lemak, dan karbohidrat komplekmenjadi bentuk senyawa yang lebih sederhana. (4) Lalu, bagaimanakah kandungangizi pada tempe ? Yuk, simak penjelasan ini.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T172808.660

Tempe kaya akan kandungan zat gizi. Kandungan zat gizi yang terdapat di dalam100 g tempe yaitu zat gizi makro berupa air 59,65 g, protein 20,29 g, karbohidrat 7,64 g, lemak 10,80 g dan energi 199 kkal. Selain itu kandungan asamaminodalamtempe lebih tinggi 24 kali lipat dibandingkan susu kedelai. Proses fermentasi jugadapat meningkatkan asam folat dan membentuk vitamin B (12) dari bakteri yangtidak terdapat dalam produk nabati lainnya. (3)

Tempe saat ini banyak diteliti sebagai pangan fungsional karena kandungankomponen bioaktifnya yang tidak dapat ditemukan pada pangan lain, sertamemberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa komponen bioaktif yangterdapat pada tempe diantaranya isoflavon, serat pangan, ergosterol, enzimantioksidan superoksida dismutasi (SOD), dan sebagiannya. Senyawa bioaktif seperti isoflavon memiliki manfaat sebagai antikarsinogenik dan zat antioksidanyangmampu menangkal radikal bebas. (1)

Yuk cari tahu beberapa manfaat dari tempe. Beberapa manfaat tempebagi kesehatan diantaranya :

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-03-06T082611.754
  1. Mencegah Anemia Anemia disebabkan karena kurangnya hemoglobin (protein kaya zat besi) sehingga memengaruhi produksi sel darah merah. Tempe mengandungprotein, zat besi, vitamin B12, asam folat, tembaga dan seng yang sangat dibutuhkanuntuk sintesis haemoglobin untuk mencegah anemia. (5) Hal ini karenaper 100gram tempe mengandung sekitar 1,7 mikrogram vitamin B12 yang menjadikanpangan nabati ini satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari tumbuh tumbuhan.
  2. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat (low density lipoprotein/LDL) Tempe mengandung isoflavon dan niacin yang sangat efektif untuk menurukankadar kolesterol jahat dan dapat membantu menurunkan risikoserangan jantung dan stroke karena memiliki kadar kolesterol LDL dan trigliseridayangtinggi serta kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. (2)
  3. Mencegah Berbagai Penyakit Saluran Pencernaan Tempe mengandung serat pangan yang cukup tinggi sehingga mampumencegah penyakit saluran pencernaan, seperti diverticulosis (borok padaususbesar), kanker, dan hernia. Selain itu, enzim lipase, protease, dan amilaseyangdiproduksi oleh Rhizopus sp (kapang tempe) yang masing-masingbergunauntuk pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat sangat membantuprosespencernaan makanan di dalam tubuh. (1) Selain itu tempe dapat mencegah penyakit diare karena tempe mengandungkomponen antimikroba yang berperan mencegah dan menyembuhkandiare(6) Hal ini terjadi karena antimikroba pada tempe mampu melepaskanbakteri penyebab diare pada sel epitel usus.
  4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Tempe mengandung berbagai jenis bakteri baik (probiotik) dan antioksidanisoflavon. Oleh karena itu, mengonsumsi tempe akan membantu meningkatkanimunitas atau sistem kekebalan tubuh. (2)
  5. Menurunkan Berat Badan Tempe mengandung prebiotik dan serat yang baik untuk melancarkanpencernaan dan berbagai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selainitumengandung protein yang juga memberikan efek kenyang lebih lama sehinggabaik dikonsumsi dalam program diet untuk menurunkan berat badan. (2) .


    Itulah beberapa manfaat dari Tempe. Dibalik harganya yang terjangkau dan merupakan makanan yang sederhana, terkandung nilai gizi yang luar biasadansangat baik untuk kesehatan. Namun, walaupun memiliki manfaat yangbaik, harustetap diimbangi dengan mengkonsumsi gizi seimbang.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Astawan, M. 2013. Jangan Takut Makan Enak: Sehat Dengan Makanan Tradisional. Jilid2. PTKompas Media Nusantara. Jakarta.
  2. Azizah, K. 2020. 12 Manfaat Tempe Bagi Kesehatan, Makanan Murah Dengan Khasiat Mahal.https://w.w.w.merdeka.com/trending.
  3. Novianti, Asmariyah, Suriyati. Pengaruh Pemberian Susu Tempe Terhadap kadar Hemoglobinpada Ibu Hamil TM III di Kota Bengkulu. Journal of Midwifery. 2019;7(1): 23-29.
  4. Radiati A, Sumarto. Analisis Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Dan Kandungan Gizi Pada Produk TempeDari Kacang Non-Kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2016;5(1):16-22.
  5. Sudarmadji, S., Suparmo, and S. Raharjo (eds). 1997. Reinventing The Hidden Miracle of Tempe. Indonesian Tempe Foundation. Jakarta.

Tahukah kamu?, bahwa plant-based milk seperti oat milk, susu kedelai, susu almond dan berbagai olahan nabati yang dibuat untuk menggantikan susu ternyata hanya sebagai produk pengganti atau alternatif loh!. Yuk sobat Ilmugiziku simak artikel ini secara lengkap ya.

Lantas, susu sebenarnya itu apa sih ?

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T163800.968

Sejatinya susu adalah cairan yang berasal dari ambing atau kelenjar mamae hewan mamalia betina seperti sapi, kambing, kerbau, domba dan unta yang tidak diubah dengan penambahan atau pengurangan zat apapun (1). Susu sebagaian besar komponennya adalah air, mengandung karbohidrat, lipid, berbagai protein, dan berbagai macam senyawa bioaktif (2). Susu adalah sebuah zat yang kompleks mengandung emulsi dan suspensi berjumlah hingga lebih dari 100 substansi. Bahkan faktor genetik, fase tahapan laktasi, kesehatan hewan, pakan, umur, dan lingkungan itu sendiri dapat mempengaruhi komposisi susu(3).

Komposisi Susu

Secara umum susu mengandung lemak sebagai sumber energi dan vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E, dan K), protein utama berjenis kasein, dan beberapa garam mineral dalam fase koloid, laktosa, dan whey protein. pH susu yang normal berada di angka 6.5-6.7. Berikut dibawah ini adalah tabel komposisi susu dari berbagai sumber : (3)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T171808.637

Ragam Jenis Susu dan Manfaatnya

Selain dibedakan berdasarkan sumbernya, susu juga dibedakan atas susu olahan seperti susu formula dan lain-lain (4). Berikut dibawah ini berbagai jenis susu dan manfaatnya:

  1. Susu Formula
    Susu formula adalah susu yang berbahan dasar susu sapi yang dimodifikasi untuk dapat menirukan kandungan-kandungan yang terdapat dalam ASI. Susu formula dibuat sedemikian rupa dengan adanya penambahan-penambahan zat yang dapat mendukung ASI dan pertumbuhan anak. Zat-zat tambahan tersebut seperti zat besi, nukleotida, asam lemak arachidonic (AA), asam docosahexaenoic (DHA), dan probiotik.Kegunaan susu formula berperan sebagai pendamping asi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan secara praktikal dapat membantu Ibu dalam efisiensi pemberian susu ketika sedang beraktivitas diluar rumah (5).
  2. Susu Formula Hidrolisat Ekstensif (eHF)
    Susu sapi formula hidrolisat ini ditujukan untuk anak yang mengalami alergi terhadap susu ASI dan susu sapi karena adanya alergen tertentu. secara umum susu formula hidrolisat ini memiliki alergenisitas yang lebih rendah sehingga resiko munculnya alergi pada anak seperti eksema dan dermatitis atopik dapat dihindari. Susu formula hidrolisat ini dibuat dengan menurunkan berat molekul dan derajat hidrolisis yang lebih rendah sehingga alergen tidak akan mempengaruhi anak. eHF memiliki berat peptida molekul 1500 Da namun dengan jumlah yang sangat sedikit <1%. Susu eHF juga memiliki protein whey yang lebih mudah didenaturasi dan memiliki kandungan utama dari kasein (4,7).
  3. Susu Formula Hidrolisat Parsial (pHF)
    Sama dengan pengertian susu formula hidrolisat sebelumnya dengan kandungan utama dari whey, meskipun proteinnya sudah mengalami hidrolisis lebih kecil tetapi jumlahnya masih diatas 15% sehingga tidak dianjurkan untuk anak yang memiliki alergi, namun ditujukan untuk anak yang memiliki risiko saja dan mengurangi gejala alergi yang terdapat pada dirinya (4,7).
  4. Susu UHT
    Susu UHT atau ultra high temperatured milk adalah susu yang melewati proses pencampuran (bubuk skim, vitamin, dan penstabil nabati dengan susu segar), homogenisasi (pengecilan ukuran globula lemak), sterilisasi, dan pengemasan. Seperti namanya “UHT” susu yang diproses dengan sterilisasi suhu sangat tinggi ini berperan untuk menghilangkan bakteri dan menginaktivasi mikroba (misalnya seperti bakteri Bacillus yang mampu hidup di suhu tinggi) tertentu sehingga umur simpan susu UHT lebih lama. Kegunaan dari susu UHT adalah meningkatkan umur simpan susu dan lebih praktis untuk dikonsumsi (8,9).
  5. Susu Pasteurisasi
    Susu pasteurisasi adalah susu yang mengalami pemanasan dengan suhu yang lebih rendah dari susu UHT yaitu 72 C, hal ini dilakukan untuk mempertahankan kandungan gizi susu agar tidak hilang dan membunuh patogen. Akibatnya umur simpan dari susu pasteurisasi ini menjadi pendek. Menurut sebuah studi menyatakan bahwa susu pasteurisasi lebih dapat mengurangi malabsorbsi laktosa atau lebih dapat ditolerir oleh orang yang intoleran laktosa (10)
  6. Susu Rendah Lemak
    Susu rendah lemak adalah susu yang mengandung sebanyak 0,5 %, 1%, atau 2% lemak. Susu rendah lemak sangat baik untuk digunakan pada orang yang sedang menjalani DASH (Dietary Approach to Hypertension) karena dengan mengkonsumsi susu rendah lemak ini akan lebih baik dan bermanfaat untuk sistem kardiovaskular tubuh karena tidak adanya lemak jenuh (11).
  7. ASI (Air Susu Ibu)
    ASI adalah susu yang diproduksi oleh ibu untuk kebutuhan bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun. ASI sesuai dengan komponennya pada 3-4 hari pertama setelah melahirkan menghasilkan zat yang bernama kolostrum. Kolostrum yang kaya akan protein dengan imunoglobulin yang lebih tinggi dan kandungan gula yang lebih rendah dari ASI. Secara umum kandungan ASI terdiri atas air 87%, lemak 3,8%, protein 1%, dan laktosa 7%. ASI memiliki semua kandungan vitamin untuk bayi kecuali vitamin D dan K oleh karena itulah dibutuhkannya susu pendukung ASI. Kandungan-kandungan dalam ASI berperan sebagai menginisiasi dan mengembangkan sistem imun anak, membantu hingga 90% pembuatan ekosistem mikrobiota dan mikrobiome, dan perkembangan kognitif motorik anak, dan hormon (5,6).
  8. Plant-based milk
    Plant-based milk atau susu berbahan dasar dari nabati seperti almond, kacang kedelai, oat tidak termasuk golongan susu. Hal ini disebabkan dari pengertian susu itu sendiri yang merupakan hasil dari sekret kelenjar mamae hewan betina pada mamalia dan manusia. Plant-based milk ini digunakan sebagai alternatif bagi orang orang yang tidak ingin mengkonsumsi produk dairy dan sering kali dianggap lebih sehat. Namun, apabila benar-benar mengganti susu dengan plant-based milk sepenuhnya dapat menyebabkan asupan kalsium, protein, beberapa vitamin, dan malah akan meningkatkan konsumsi garam. (12). Hal ini terjadi karena plant-based milk juga dilakukan adanya fortifikasi seperti tambahan gula, garam, dan zat-zat lainnya. Selain itu banyaknya kandungan bioaktif yang dimiliki oleh susu tetapi tidak dimiliki oleh susu berbahan dasar tumbuhan ini (13).
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T171110.519

Bagaimana sobat Ilmugiziku sekarang sudah paham ya mengapa plant-based milk yang kita anggap sebagai susu juga ternyata bukan susu, karena adanya kandungan-kandungan pada susu yang tidak dapat digantikan dengan plant-based milk. Oleh karena itulah, sebagai individu kita harus lebih menerapkan mindful eating ya terhadap makanan yang kita konsumsi, jangan sampai menjadi antipati terhadap suatu produk. 

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Glarynda Widyatama.2018.TINJAUAN HIGIENE SANITASI MAKANAN (HSM) PADA RUMAH MAKAN “P” SUSU DI KOMPLEKS ALUN – ALUN UTARA YOGYAKARTA. skripsi :Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  2. Loïc Dayon;Charlotte Macron;Sabine Lahrichi;Antonio Núñez Galindo;Michael Affolter; (2021). Proteomics of Human Milk: Definition of a Discovery Workflow for Clinical Research Studies . Journal of Proteome Research, (), –. doi:10.1021/acs.jproteome.0c00816
  3. Mehta, B. M. (2015). Chemical Composition of Milk and Milk Products. Handbook of Food Chemistry, 511–553. doi:10.1007/978-3-642-36605-5_31
  4. Fitriati, D., & Fahrudin, M. (2019). Perangkingan Jenis Susu Untuk Balita Non-Asi Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Jurnal Teknologi Terpadu (JTT). 5(1), 6-12. .
  5. Martin, C. R., Ling, P. R., & Blackburn, G. L. (2016). Review of infant feeding: key features of breast milk and infant formula. Nutrients, 8(5), 279.
  6. Heffner L.J., Schust D.J., 2008, At a Glance, Sistem Reproduksi Edisi Kedua, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  7. Imani, F.H.N., Sareharto, T.P. dan NUGRAHENI, A., 2017. PENGARUH PEMBERIAN FORMULA HIDROLISA EKSTENSIF DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI TERHADAP STATUS PERKEMBANGAN ANAK DENGAN ALERGI SUSU SAPI DI KOTA SEMARANG (Doctoral dissertation, Faculty of Medicine).
  8. Hou, Q., Xu, H., Zheng, Y., Xi, X., Kwok, L. Y., Sun, Z., ... & Zhang, W. (2015). Evaluation of bacterial contamination in raw milk, ultra-high temperature milk and infant formula using single molecule, real-time sequencing technology. Journal of Dairy Science, 98(12), 8464-8472.
  9. Purnasari, N., Rusdan, I. H., & Taufik, M. 2021. Teknologi Pengolahan Susu. GUEPEDIA: online publishing. p 7-16.
  10. Lucey, J. A. (2015). Raw milk consumption: risks and benefits. Nutrition Today, 50(4), 189.
  11. Rachmawati, D., Sintowati, R., Lestari, N., & Agustina, T. (2021, May). Pengaruh Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur. In Prosiding University Research Colloquium (pp. 150-157).
  12. Haas, R., Schnepps, A., Pichler, A., & Meixner, O. (2019). Cow milk versus plant-based milk substitutes: A comparison of product image and motivational structure of consumption. Sustainability, 11(18), 5046.
  13. Park, Y. W. (2021). The impact of plant-based non-dairy alternative milk on the dairy industry. Food science of animal resources, 41(1), 8.

Susu merupakan salah satu minuman yang sering dikonsumsi disegala jeniskalangan usia. Karena susu terkenal akan kandungan zat gizi yangtinggi seperti protein, kalsium, fosfor,vitamin A, dan tiamin (vitamin B1). Dalam100gr susu sapi terkandung energi 61 kkal, protein 3,2 gr, lemak, 3,5gr, karbohidrat 4,3 gr, kalsium 143 mg, fosfor 60 mg, dan vitamin A39 µg. (3) Manfaat susu dapat dirasakan dengan meminumnya minimal 2 gelas perhari (setara dengan 480 ml) terutama untuk kesehatan tulang. (1) Selain itusususangat bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan gangguanpembuluh darah, mencegah osteoporosis, dan menjaga kesehatan gigi (5)

Berbicara mengenai susu, terdapat banyak jenis susu yang beredar di pasaran yang tentunya memiliki manfaat yang berbeda. Sehingga ketikahendak mengkonsumsinya, kita harus memperhatikan kandungannya agar dapat diserap secara. Berikut beberapa jenis-jenis susu yangseringdikonsumsi serta manfaatnya. :

1. Jenis Susu Bedasarkan Kandunga Lemak

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T163800.968
  1. Whole Milk (Susu Full Cream) Susu full cream adalah susu murni yang sudah melewati proses pasteurisasi atau pemanasan sehingga akan dapat lebih awet.. Susu full creammemiliki rasa yang legit dan gurih dengan tekstur yang kental. Ini dikarenakanper satu gelas susu full cream mengandung 5 gr lemak jenuh yangsudahmencukupi 20% kebutuhan lemak harian. Sedangkan kalori yang terkandungsekitar 150 kkal per porsi atau nyaris dua kali lipat lebih banyak dari susurendah lemak. Sehingga susu full cream sebaiknya dihindari untuk orangyang sedang dalam proses penurunan berat badan. (6) Dibalik kandungan kalori yang cukup tinggi, susu Full creammengandungkalsium yang baik untuk kesehatan tulang, vitamin B untuk meningkatkanfungsi dan kecerdasan otak, protein untuk menambah massa otot, sertalemak baik untuk meningkatkan berat badan (2). Namun tetap disarankanagar tidak mengkonsumsinya dengan berlebihan.
  2. Susu Rendah Lemak (Low fat) Susu low fat merupakan susu yang sebagian lemaknya telah dihilangkan. Susu jenis ini kadar lemak susunya tidak kurang dari 1,25% dan tidak lebihdari 3% serta kadar proteinnya tidak kurang dari 2,7%. Perbedaan lemak di antara susu full cream dan susu low fat cukup jauh sehingga dapat menjadi pilihanuntuk menurunkan berat badan dan ingin minum susu dengan kalori yanglebih sedikit. (6)
  3. Susu Skim (Skim Milk) Susu skim atau biasa dikenal susu bebas lemak memiliki kadar lemakdankalori lebih sedikit dari jenis susu lainnya. Kandungan lemaknya berkisar 0,5%atau bahkan tidak ada sama sekali, kalorinya sekitar 80 – 90%, dankadar proteinnya tidak kurang dari 2,7%. Dengan kandungan lemak dan kalorinya, maka jenis susu skim ini dapat dijadikan alternatif bagi yang sedang programpenurunan berat badan. Selain itu dengan konsumsi rutin, susu skimdapat mengurangi kolesterol dan berbagai masalah pada jantung dan penyakit stroke. Meski begitu, susu skim tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak berusiadi bawah 5 tahun karena pada usia tersebut anak masih membutuhkanasupan energi tinggi untuk menunjang masa pertumbuhannya. (2)

2. Jenis Susu Berdasarkan Proses Pengolahannya

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-07-31T165229.469
  1. Susu UHT (Ultra High Temperature)
    Susu UHT diproses dalam suhu tinggi hingga 135º celsius selama 2 detikdandikemas segera dalam kemasan yang steril secara aseptis. (7) Pemanasansuhu tinggi ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme berbahaya yangmungkin ada dalam hasil perahan sapi tersebut dan membuat hasil produkmenjadi tahan lama. Susu UHT memiliki kadar lemak tidak kurang dari 3% dan total padatanbukanlemak tidak kurang dari 8%. Susu UHT merupakan produk susu cair favorit karena tahan lama dengan kerusakan gizi yang minimal serta dapat disimpandi suhu kamar selama kemasannya masih tersegel rapat. Jika sudah dibuka, harus disimpan dalam lemari es dan dihabiskan dalam waktu maksimal 4hari.
  2. Susu Pasteurisasi
    Susu Pasteurisasi adalah susu cair yang diperoleh dari susu segar ataususurekonstitusi atau susu rekombinasi yang dipanaskan dengan metodeHighTemperature Short Time (HTST) atau metode Holding, dan dikemas segeradalam kemasan yang steril secara aseptis. Susu jenis ini kadar lemak susunyatidak kurang dari 3% dan total padatan bukan lemak tidak kurang dari 8%. (7) Pasteurisasi merupakan proses pemanasan minimal yang menghilangkanbakteri patogen, sehingga kerusakan zat gizinya pun minimal dibandingkanproses lainnya dan citarasanya juga masih segar dan lezat. Namunkelemahan susu pasteurisasi tidak tahan lama, umur simpannya dalamkemasan yang masih tersegel hanya sekitar 2 minggu hingga 1 bulandanharus disimpan dalam lemari es untuk menghindari berkembangnya bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan susu menjadi rusak.
  3. Susu Segar (Fresh Milk)
    Susu segar adalah susu yang didapatkan secara langsung dari perahansapi. Komposisi didalamnya tidak ditambahkan bahan apapun. Namun, setelahdiperah biasanya akan disaring secara manual untuk menghilangkan kotoran. Manfaat susu segar sangat baik untuk tubuh, karena terdapat kandunganasam amino, mineral, asam lemak, dan vitamin yang lebih tinggi dibandingkan jenis susu lain yang melewati proses pengolahan seperti dipasteurisasi (dipanaskan). Namun karena belumdiproses, besar kemungkinan terjadinya kontaminasi mikroba, seperti: Coliforms, Coxiellaburnetti, Listeria monocytogenes, Salmonella spp, Mycobacteriumparatuberculosis, dan sebagainya (7), sehingga tidak cocok untuk dikonsumsi langsung terlebih untuk anak-anak. Selain itu susu segar tidak dapat bertahan lama. Dianjurkan untuk langsung meminumnya segera setelah diperahdandisaring.
  4. SKM (Susu Kental Manis)
    SKM diperoleh dengan cara mengurangi (menguapkan) kandungan air sususampai kandungan airnya tinggal sekitar 40% atau disebut proses evaporasi.(4) Sehingga SKM memiliki tekstur yang sangat kental. SKMjuga ditambahkangula sehingga memiliki rasa yang sangat manis dan warna yangsedikit kekuningan. Proses pemanasan menurunkan kandungan protein, sementarapenambahan gula dalam jumlah banyak akan meningkatkan kalori. Karenatinggi gula, SKM tidak disarankan dikonsumsi berlebihan. Pernyataanresmi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menyebutkan bahwa SKMjugasangat tidak disarankan dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak. (6)
  5. Susu Evaporasi
    Susu evaporasi merupakan susu yang diproses dengan pemasakan hinggaair di dalamnya menguap kurang lebih 60%, sehingga susu evaporasi bertekstur kental. Namun, kadar nutrisi di dalamnya tidak berubah. Ini membuat susu evaporasi dapat disimpan dalam waktu lama. Berbedadengan SKM, susu evaporasi tidak diberikan tambahan gula. Sehinggarasanya tetap hambar. Salah satu manfaat dari susu evaporasi adalahpeningkatan berat badan yang sehat, sebab asupan yang diperolehtubuhsudah padat gizi namun tetap bisa rendah kandungan gulanya. (2)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Almatsier, S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama: jakarta
  2. Ayun, Qurrota. Jenis-Jenis Susu yang Sering Dikonsumsi Serta Manfaatnya. 2022. https://lottemart.co.id/smartalog/inspirasi/jenis-jenis-susu.
  3. Depkes RI. 2005. DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan). Departemen KesehatanRI. Jakarta.
  4. Dinas Pertanian Kota Semarang. Mengenal Susu (Definisi, Komposisi dan Jenis. 2021. https://dispertan.semarangkota.go.id/mengenal-definisi-komposisi/.
  5. Hariono, Budi; Erawantini, Feby; Azamataufiq, Budiprasojo; Puspitasari, Trismayanti Dwi. 2021. Perbedaan Nilai Gizi Susu Sapi Setelah Pasteurisasi Non Termal Dengan HPEF(High Pulsed Electric Field). Aceh Nutrition Journal. 6(2).
  6. Swari, Risky Candra. 2021. Ragam Jenis Susu dan Perbedaan Kandungan Nutrisinya. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/mengenal-jenis-susu/.
  7. Zulkarnain, Mirza Rizqi. 2016. Love Milk Food For Kids Indonesia. Edisi 6, Vol.4.