air kelapa hijau

Sobat Ilmugiziku pernah denger nggak katanya air kelapa ditambah dua sendok makan madu, setengah sendok teh garam dan perasan jeruk nipis dapat menyembuhkan COVID-19 dalam satu kali konsumsi, lho. Ajaib banget kan! Tapi, apa iya? Eits, jangan percaya dulu, penulis akan membahas tentang mitos air kelapa hijau yang beredar beserta pembuktiannya berdasarkan penelitian yang sudah ada. Simak artikel di bawah ini, yuk!

Mitos Air Kelapa Hijau Bisa Menyembuhkan Penyakit Dalam Waktu Singkat

Pada 1 September 2021 kemarin akun Instagram resmi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) atau Turn Back Hoax Indonesia memposting berita hoax yang beredar di masyarakat via Whatsapp Group tentang air kelapa hijau..(lihat gambar)

Sumber : Instagram/turnbackhoaxid

Pesan itu mengatakan bahwa air kelapa hijau merupakan obat pemberian Tuhan yang sangat manjur untuk dikonsumsi, dengan cara dicampur dengan satu buah air perasan jeruk nipis, setengah sendok teh air garam dan dua sendok madu dapat menyembuhkan COVID-19 dalam waktu satu jam saja. Dilansir dari Instagram turnbackhoaxid, pesan dengan narasi yang serupa juga pernah beredar pada desember 2020 dan Juli 2021 lalu.

Mitos ini pun juga dipatahkan oleh para dokter dan ilmuwan. Dikutip dari Channel News Asia, Dr. Siti Namira Tarmidzi yang merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, “Orang-orang telah mendapatkan informasi yang salah tentang bahan makanan yang diklaim mampu menyembuhkan COVID-19 atau setidaknya mencegah orang-orang terinfeksi atau memperbaiki beberapa gejalanya.” Ia pun menambahkan, “Belum ada uji klinis yang menunjukkan bahwa air kelapa hijau efektif dalam mencegah apalagi menyembuhkan COVID-19,” ujarnya pada Channel News Asia, Kamis (15/7).(1)  Hal serupa juga dikatakan oleh Dr. Saptawati Bardosono selaku Dokter Spesialis Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). “Bukan obat karena belum ada penelitian tentang berapa dosis dan kapan harus diminumnya,” dikutip dari CNN Indonesia, Senin (05/07).(2) Jadi begitu sobat Ilmugiziku, jika ada berita yang sumbernya tidak jelas dan tidak diketahui, jangan langsung dipercaya dan tanyakan segera kepada ahli terkait kebenarannya, ya!

Apa Sih Kandungan Gizi Yang Ada di Dalam ‘Air Ajaib’ Ini?

Tidak lengkap rasanya jika sobat Ilmugiziku berbicara mengenai bahan makanan tanpa mengulik kandungan gizinya, apalagi bahan makanan yang disebut-sebut ‘air ajaib’ ini. Nah dalam 100 gram air kelapa hijau, terdapat zat gizi makronutrien berupa energi 17 kalori, karbohidrat (gula) 3,8 gram, zat gizi mikronutrien berupa mineral kalium 149 milligram, kalsium 15 milligram, fosfor 8 milligram, natrium 1 milligram. Air kelapa hijau juga mengandung vitamin C.(3)

Jika kita lihat berdasarkan nilai kandungan gizinya, air kelapa hijau masuk ke dalam kategori minuman isotonik alami, karena memiliki kandungan mineral dan gula sehingga memiliki keseimbangan elektrolit yang mirip dengan cairan tubuh (darah).(4) Mineral seperti kalium  dan natrium merupakan kandungan penting dalam air kelapa hijau untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh serta kesehatan saraf.(5) Nah, kandungan gizi yang terdapat pada suatu bahan makanan tentu saja berbanding lurus dengan manfaat kesehatan yang diberikan, termasuk air kelapa hijau ini.

Apa Sih Kandungan Gizi Yang Ada di Dalam ‘Air Ajaib’ Ini?

  1. Mencegah Tubuh Dehidrasi Air kelapa hijau kaya akan karbohidrat dan elektrolit seperti kalium, natrium dan kalsium. Sehingga dapat digunakan untuk mencegah dehidrasi, misalnya akibat diare ringan atau selepas olahraga.(6)(7) Sebuah penelitian dari Brazil menunjukkan pada delapan pria yang minum air kelapa hijau dapat bersepeda dalam kondisi cuaca panas lebih lama, memperlambat peningkatan denyut jantung serta lebih sedikit mengalami dehidrasi dibandingkan saat minum air putih atau sport drink.(8)
  2. Memelihara Kesehatan Jantung Konsumsi air kelapa hijau dapat membantu menurunkan gejala sindrom metabolik yang merupakan kondisi peningkatan risiko penyakit jantung. Sindrom metabolik ditandai  dengan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar volume trigliserida dan LDL (kolesterol jahat) tinggi serta HDL (kolesterol baik) yang rendah.(9)(10)
  3. Kaya Akan Antioksidan Air kelapa hijau mengandung senyawa fenolik sebagai senyawa antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas, mengurangi peradangan serta mencegah kerusakan oksidatif pada sel tubuh.(11) Mikronutrien pada air kelapa hijau juga membantu membentuk sistem pertahanan tubuh antioksidan secara alami.(12)

Baca juga : 8 Bahan Makanan Kaya Antioksidan untuk Tangkal Radikal Bebas

Memang Bagus Untuk Tubuh, Tapi Jangan Dikonsumsi Terlalu Banyak

Air kelapa hijau memang aman untuk dikonsumsi, tetapi perlu diperhatikan porsinya. Jika diminum terlalu banyak tentunya akan menimbulkan efek samping. Konsumsi air kelapa dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar kalium yang tinggi dalam darah sehingga menyebabkan detak jantung berdebar cepat dan tidak menentu serta menyebabkan masalah pada ginjal Selain itu, air kelapa hijau juga dapat menurunkan tekanan darah, jika diminum berlebihan dikhawatirkan akan terjadi hipotensi.(1)(10)

Nah, jadi itu ya sobat Ilmugiziku terkait penjelasan mitos air kelapa hijau yang beredar serta penjelasannya. Jangan mudah untuk percaya dengan berita hoax, serta tanyakan hal-hal terkait kepada ahlinya, ya!

Baca juga : Menurunkan tekanan darah? Ngemeal kacang ini

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. R, Nivell. Indonesians turn to healthy drinks and food as COVID-19 rages, but authorities warn of overconsumption. Channel News Asia. 2021. [Diakses pada 11 September 2021]. Diambil dari : https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-green-coconut-sterilised-milk-prevent-covid-19-2035686
  2. CNN. Kata Dokter soal Air Kelapa Hijau untuk Sembuhkan Covid-19. CNN Indonesia. 2021. [Diakses pada 11 September 2021]. Diambil dari : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210705142459-255-663387/kata-dokter-soal-air-kelapa-hijau-untuk-sembuhkan-covid-19
  3. Kemenkes RI. Data Komposisi Pangan Indonesia. Kemenkes RI. 2018
  4. Mohd Lazim MI, Badruzaman NA. Quantification of  Cytokinins  in  Coconut  Water from Different Maturation Stages of Malaysia Coconut (Cocos nucifera L) Varieties. J Food Process Technol. 2015;6(11):1-6.
  5. Prasetiyo G, Lubis N, Junaedi EC. Kandungan Kalium dan Natrium dalam Air Kelapa dari Tiga Varietas Sebagai Minuman Isotonik Alami. Jurnal Sains dan Kesehatan. 2021 Aug 31;3(4):589-96.
  6. Halim HH, Williams Dee E, Pak Dek MS, Hamid AA, Ngalim A, Saari N, Jaafar AH. Ergogenic attributes of young and mature coconut (Cocos nucifera L.) water based on physical properties, sugars and electrolytes contents. International Journal Of Food Properties. 2018 Jan 1;21(1):2378-89.
  7. Danahy, A. All You Need To Know About Green Coconut. Healthline. 2019.  [Diakses pada 12 September 2021]. Diambil dari : https://www.healthline.com/nutrition/green-coconut#benefits
  8. Laitano O, Trangmar SJ, Marins DD, Menezes ES, Reis GD. Improved exercise capacity in the heat followed by coconut water consumption. Motriz: Revista de Educação Física. 2014 Jan;20:107-11.
  9. Bhagya D, Prema L, Rajamohan T. Therapeutic effects of tender coconut water on oxidative stress in fructose fed insulin resistant hypertensive rats. Asian Pacific journal of tropical medicine. 2012 Apr 1;5(4):270-6.
  10. Therapeutic Research Faculty.. Coconut Water. WebMD. 2020. [Diakses pada 12 September 2021]. Diambil dari:  https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1261/coconut-water
  11. Mahayothee B, Koomyart I, Khuwijitjaru P, Siriwongwilaichat P, Nagle M, Müller J. Phenolic compounds, antioxidant activity, and medium chain fatty acids profiles of coconut water and meat at different maturity stages. International Journal of Food Properties. 2016 Sep 1;19(9):2041-51.
  12. Santos JL, Bispo VS, BC A, Pinto IF, Dantas LS, Vasconcelos DF, Abreu FF, Melo DA, Matos IA, Freitas FP, Gomes OF. Evaluation of chemical constituents and antioxidant activity of coconut water (Cocus nucifera L.) and caffeic acid in cell culture. Anais da Academia Brasileira de Ciências. 2013 Sep 27;85:1235-47.

Dalam sehari-hari kita membutuhkan zat gizi yang menunjang kita untuk beraktivitas. Zat gizi yang berperan terdiri dari dua jenis yaitu zat gizi makro maupun zat gizi mikro. Kali ini kita akan membahas salah satu zat gizi mikro yang kaya akan manfaat yakni vitamin.

Vitamin merupakan senyawa organik yang penting untuk tubuh kita melakukan fungsi metabolisme dan juga dapat mencegah penyakit.tertentu yang terkait dengan defisiensi vitamin bersangkutan dan biasanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit karena ketidakmampuan tubuh mensintesisnya.  Vitamin tidak dapat diproduksi di dalam tubuh kita sendiri sehingga makanan berperan sebagai perantara asupan vitamin untuk tubuh kita. Secara umum vitamin terdiri dari dua jenis yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak.

Vitamin Larut Air

>Vitamin yang termasuk kedalam jenis ini ialah vitamin C dan vitamin B kompleks.  Vitamin ini mudah diserap dan jika jumlahnya berlebih dalam asupan maka akan terbuang melalui urine dan feses sehingga tidak disimpan dalam tubuh. (2)

  1. Vitamin C Vitamin C atau asam askorbat merupakan vitamin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel, melindungi tubuh dari infeksi, serta membantu penyerapan zat besi. Makanan yang menjadi sumber vitamin C diantaranya yaitu jambu biji, jeruk, strawberry, tomat, brokoli, semangka dan paprika merah. (2)
  2. Vitamin B Vitamin B kompleks terdiri dari delapan vitamin yang memiliki fungsinya masing-masing yaitu (5)
    • Vitamin B1 (Tiamin)
    Fungsi vitamin B1 yaitu sebagai koenzim yang mengontrol metabolisme energi tubuh. Beri-beri merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1. Sumber makanan kaya vitamin B1 yaitu gandum utuh, sereal, kacang-kacangan, dan daging
    • Vitamin B2 (Riboflavin)
    Sebagai koenzim yang membantu memproduksi energi dan memperbaiki jaringan tubuh. Kekurangan vitamin ini menyebabkan glossitis. Makanan kaya akan vitamin B12 yaitu susu, keju, daging, telur, gandum, sereal dan sayuran.
    • Vitamin B3 (Niacin)
    Vitamin B3 berperan sebagai koenzim metabolisme energi dan zat gizi dan mencegah terjadinya pellagra. Sumber makanan kaya akan vitamin B3 yaitu ikan, daging, cereal, roti, biji-bijian.
    • Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
    Vitamin B5 berperan penting untuk mengontrol reaksi metabolisme yang melibatkan karbohidrat, lemak dan protein. Sumber makanan yang mengandung vitamin B5 yaitu kuning telur, susu dan brokoli.
    • Vitamin B6 (Piridoksin)
    Vitamin B6 berperan penting sebagai koenzim dalam metabolisme protein dan lemak serta mengontrol fungsi otak. Penyakit akibat kekurangan vitamin B6 yaitu anemia, dan gangguan fungsi kognitif. Sumber makanan kaya akan vitamin B6 yaitu gandum, kacang-kacangan, daging, pisang, dan kentang.
    • Vitamin B7 (Biotin)
    Vitamin B7 merupakan koenzim yang membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Sumber makanan kaya vitamin B7 yaitu jagung, kacang kedelai, kuning telur, hati, dan tomat
    • Vitamin B9 (Folat)
    Vitamin B9 atau folat terlibat dengan sintesis DNA, pematangan sel darah merah, metabolisme asam amino dan mencegah terjadinya kecacatan pada janin. Makanan sumber folat diantaranya yaitu hati sapi, bayam, brokoli, papaya, alpukat, jeruk, pisang, kacang-kacangan, telur dan susu.
    • Vitamin B12 (Kobalamin)
    Vitamin B12 bermanfaat dalam pembentukan protein, sel darah dan jaringan.. Sumber vitamin B12 utamanya berasal dari hewani seperti daging, ikan, seafood, produk olahan susu serta sereal yang telah diperkaya dengan vitamin ini. Selain dari makanan kecukupan vitamin ini dapat terpenuhi dengan penambahan suplemen vitamin B12.

Vitamin Larut Lemak

Vitamin yang termasuk kedalam jenis ini adalah vitamin A,D,E dan K. Vitamin ini akan tersimpan di jaringan hati dan lemak setelah diserap dari asupan makanan. (2)

  1. Vitamin A Selain dikenal sebagai vitamin yang berperan dalam fungsi penglihatan, vitamin A juga mengontrol diferensiasi sel, mempengaruhi pertumbuhan tulang, perkembangan janin serta mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Beberapa akibat defisiensi vitamin A seperti bercak bitot, dan gangguan pertumbuhan tulang. Oleh karena itu, untuk menghindari kekurangan vitamin A, konsumsilah makanan sumber vitamin A yaitu hati, bayam, wortel, produk olahan susu, telur, ikan. (2)
  2. Vitamin D Vitamin D dapat diperoleh dari makanan maupun dapat diproduksi oleh tubuh secara alami saat terpapar sinar matahari. Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor serta bermanfaat untuk mencegah gangguan pada tulang. Untuk menghindari kekurangan vitamin D, disarankan untuk mengkonsumsi makanan sumber vitamin D seperti  ikan, susu, dan telur (5)
  3. Vitamin E Vitamin E berperan penting sebagai antioksidan dan sebagai penangkal radikal bebas. Vitamin ini tidak dapat disintesa oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi melalui makanan atau dengan suplemen. Makanan yang mengandung banyak vitamin E yaitu minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, hati, telur, dan sayuran hijau. (1)
  4. Vitamin K Vitamin K diperlukan tubuh dalam proses pembekuan darah, menjaga kesehatan tulang dan juga mengontrol sintesis protein hati yang mengatur koagulasi. Beberapa makanan sumber vitamin K yaitu sayuran daun hijau, seperti bayam, brokoli, lettuce, dan kol, susu, daging dan keju. (5)

Vitamin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Namun, kita disarankan untuk mengonsumsi sesuai dengan kecukupan dan jangan berlebihan ya.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Lamid, A.Vitamin E sebagai Antioksidan. Puslibang Gizi. Bogor:.1995 
  2. Schlenker ED, Joyce G. Williams´Essentials of nutrition and Diet Therapy Eleventh Edition. 2015. 
  3. Edition E. Present Knowledge in Nutrition. Vol. 56, Nutrition Reviews. 2009. 94–94 p. 
  4. Gropper and Sareen S. Advance Nutrition and Human Metabolism Fifth edition. Canada: Wordworth Cengage Learning.2009
  5. Truswell, A. Stewart & Jim Mann.Essentials of Human Nutrition Fourth Edition. New York: Oxford University:2012

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T202851.793

Penanganan pandemi terus menunjukkan tren perbaikan, terlihat dari data statistik sebaran kasus positif pada 3 September 2021 menunjukkan angka 7.797 dan mengalami penurunan menjadi 6.731 pada 8 September 2021. Hal ini mendorong pemerintah untuk menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara bertahap untuk menurunkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan, seperti kualitas pendidikan, tumbuh kembang dan hak anak.[1] Orang tua akan sangat dibutuhkan oleh anak dalam menyongsong PTM terbatas, seperti halnya selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tidak hanya dalam proses belajar, menjaga imunitas tubuh anak juga tidak luput dari peran orang tua. Dua model pembelajaran ini, anak dituntut untuk memenuhi capaian belajar dengan banyaknya tugas saat PJJ dan akan melakukan interaksi dengan orang lain saat PTM terbatas. Kondisi tersebut mengharuskan anak untuk selalu dalam keadaan prima atau sehat.

Orang tua perlu untuk terlebih dahulu mengetahui faktor- faktor pencetus terjadinya penurunan sistem imun, sehingga bisa memodifikasi pola hidup berdasarkan faktor tersebut. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi sistem imun, diantaranya :

Stres

Salah satu penyebabnya yaitu stres akademik, dimana anak terbebani oleh tugas yang tidak sesuai dengan kapasitas maupun rasa bosan selama pembelajaran jarak jauh.[2] Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya produksi hormon adrenalin yaitu hormon yang berguna untuk menjaga fungsi tubuh, yang apabila diproduksi dalam jumlah banyak akan berbahaya bagi tubuh. Hormon ini akan masuk ke aliran darah dan akan mempengaruhi kerja jantung (berdebar- debar), emosi tak terkendali, meningkatkan tekanan darah dan asam lambung.[3] Jika hal tersebut terjadi secara terus- menerus maka akan menyebabkan kelainan pada organ tubuh tersebut atau sakit yang mana akan menurunkan sistem imun tubuh.[4]

Gizi

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T204109.999

Memiliki banyak peran dalam mendukung kekebalan tubuh. Berperan dalam metabolisme sel imun, anti bakteri atau anti-virus, dan sebagai bahan bakar agar sistem kekebalan berfungsi. Gizi yang buruk akan menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan sistem imun untuk berfungsi dengan baik. Hal ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. [4]

Obesitas/Berat Badan Lebih

Individu dengan berat badan lebih memiliki respon imun yang rendah sehingga mudah untuk terpapar infeksi. Hal tersebut karena adanya gangguan kerja dari sel T (kelompok darah putih yang berperan dalam fungsi kekebalan) dan sel B (antibodi yang melawan kuman/virus).[4]

Setelah mengetahui faktor- faktor pencetusnya, orang tua wajib mengetahui cara untuk menjaga imunitas tubuh anak. Berikut tips dalam menjaga imunitas tubuh anak:

  1. Menyiapkan Makanan Bergizi Seimbang Sebagai orang tua tentunya tidak ingin jika si buah hati jatuh sakit. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang pada masa pandemi covid-19 sangat penting untuk menjaga kesehatan, untuk itu alangkah lebih baiknya jika orang tua bisa menyediakan makanan yang bernilai gizi seimbang. WHO merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan bergizi lengkap, seperti karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah berwarna cerah (merah, kuning-orens, hijau, putih dan ungu) dapat meningkatkan imun tubuh karena mengandung banyak antioksidan. Selain itu, perlu untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.[5] Panduan konsumsi gizi seimbang bisa disesuaikan dengan tumpeng gizi dan isi piringku.
  2. Mengajak Anak Olahraga Aktivitas selama masa pandemi sangat terbatas, lebih banyak waktu untuk dirumah dan sering menimbulkan kebosanan pada anak bahkan berujung pada stres atau gangguan mental yang membuat sistem imun menjadi menurun. Mengajak anak olahraga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut, Olahraga dapat meningkatkan respon sistem imun dalam hitungan detik sampai menit setelah memulai olahraga. Sehingga disarankan untuk olahraga secara rutin sebagai upaya untuk memelihara imunitas dengan baik.[6] Menurut rekomendasi dari WHO pada tahun 2017 dalam Yuliana, 2019 anak usia 6-17 tahun disarankan untuk olahraga 60 menit sehari dengan intensitas sedang, seperti berlari dan melompat.[6] Manfaat lain dari olahraga dapat menjaga berat badan dan meningkatkan kesehatan mental sehingga tidak mudah untuk stres.
  3. Membiasakan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Di masa pandemi seperti ini, sangat penting untuk menjaga kebersihan diri. Orang tua perlu untuk selalu mengawasi dan mengingatkan anak dalam menjaga kebersihan, karena di usia anak sekolah masih sering lalai akan hal itu. Contoh perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan untuk melindungi dari covid, meliputi rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, membuang sampah pada tempatnya, menghindari menyentuh bagian wajah sebelum cuci tangan, segera mengganti baju atau mandi setelah bepergian, dan membersihkan benda-benda yang sering disentuh dengan desinfektan.[5]

Upaya- upaya tersebut akan lebih bermakna apabila orang tua juga memberikan contoh kepada anak, tidak hanya sekedar mengajak atau bahkan hanya memerintahkan. Ikut terlibat dalam setiap kegiatan akan membuat anak merasa bahwa semua hal yang dilakukan tersebut penting dan akan berdampak baik bagi kesehatan.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Putri, Inkana. 3 Alasan Pemerintah Percepat Sekolah Tatap Muka Terbatas (Internet). Detik.com. 2021. Diakses pada 9 September 2021. Tersedia pada; https://news.detik.com/berita/d-5710196/3-alasan-pemerintah-percepat-sekolah-tatap-muka-terbatas
  2. Palupi, T.N. Tingkat Stres Pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar Dalam Menjalankan Proses Belajar Di Rumah Selama Pandemi Covid-19. JP3SDM. 2020;9(2):18–29.
  3. Setiani, D.A, Anisa, dan Nia. Hubungan Tingkat Stres dengan Penurunan Sistem Imun Pada Mahasiswa Tingkat IIA Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta. KOSALA JIK. 2015;3(1):60–66.
  4. Calder, Philip. Nutrition and Immunity: Lessons for COVID-19. European Journal of Clinical Nutrition. 2021;75:1309–1318.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19. Jakarta; 2020.
  6. Yuliana. Olahraga yang Aman di Masa Pandemi COVID-19 untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh. Jurnal Bali Membangun Bali. 2020;1(2):103–110.

ilmugiziku 1

Hai, sobat Ilmugiziku! Keluarga kalian sudah ada yang masuk kategori lansia belum? Jika ada, semoga sehat selalu, ya! Kali ini penulis akan membahas tentang kebutuhan gizi perhari serta menu yang cocok untuk lansia, lho! Hal ini tentu perlu menjadi perhatian sobat Ilmugiziku nih, agar tidak sembarangan dalam memberikan asupan terhadap keluarga yang disayangi. Simak artikel dibawah ini, yuk!

Perhatikan Usia Masuk Kategori Lanjut Usia (Lansia)

Menurut WHO dan Kemenkes, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila sudah menginjak usia >60 tahun. (1.2) Di Indonesia sendiri, usia dibagi lagi menjadi beberapa kategori.  Badan Pusat Statistik (BPS) mengelompokkan usia menurut angka beban tanggungan, yaitu untuk penduduk usia produktif (antara 15 sampai 64 tahun) dengan penduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas). (3) Sehingga Kemenkes membuat batasan lanjut usia (lansia) untuk perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) baik laki-laki maupun perempuan pada usia 65-80 tahun. (4)

Penting Untuk Mengetahui Kebutuhan Gizi Perhari Lansia

Untuk mengetahui kebutuhan gizi perhari lansia, kita harus mengkaji Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang sudah diberikan Kemenkes dalam Permenkes No.28 tahun 2019. Perhatikan jenis kelaminnya juga, ya!

AKG Laki-Laki Lansia.(4) :

Zat Gizi Makronutrien

Energi
(kkal)

Protein
(gram)

Lemak Total
(gram)

Karbohidrat
(gram)

Serat
(gram)

Air
(ml)

1.800

64

50

275

25

1.800

Zat Gizi Mikronutrien (Vitamin)

Vit. A
(RE)

Vit. D
(mcg)

Vit. E
(mcg)

Vit. B1
(mg)

Vit. B2
(mg)

Vit. B3
(mg)

Vit. K
(mcg)

Vit. C
(mg)

Vit. B5
(mg)

Vit. B6
(mg)

Folat
(mcg)

Vit. B12
(mcg)

650

20

15

1,2

1,3

16

65

90

5

1,7

400

4

Zat Gizi Mikronutrien (Mineral)

Kalsium
(mcg)

Fosfor
(mg)

Magnesium
(mg)

Zat Besi
(mg)

Iodium
(mcg)

Seng
(mg)

Kalium
(mg)

Natrium
(mg)

Tembaga
(mcg)

1.200

700

350

9

150

11

4.700

1.100

900

AKG Perempuan Lansia.(4) :

Zat Gizi Makronutrien

Energi
(kkal)

Protein
(gram)

Lemak Total
(gram)

Karbohidrat
(gram)

Serat
(gram)

Air
(ml)

1.550

58

45

230

22

1.550

Zat Gizi Mikronutrien (Vitamin)

Vit. A
(RE)

Vit. D
(mcg)

Vit. E
(mcg)

Vit. B1
(mg)

Vit. B2
(mg)

Vit. B3
(mg)

Vit. K
(mcg)

Vit. C
(mg)

Vit. B5
(mg)

Vit. B6
(mg)

Folat
(mcg)

Vit. B12
(mcg)

600

20

20

1,1

1,1

14

55

75

5

1,5

400

4

Zat Gizi Mikronutrien (Mineral)

Kalsium
(mcg)

Fosfor
(mg)

Magnesium
(mg)

Zat Besi
(mg)

Iodium
(mcg)

Seng
(mg)

Kalium
(mg)

Natrium
(mg)

Tembaga
(mcg)

1.200

700

320

8

150

8

4.700

1.200

900

Angka Kecukupan Gizi (AKG) lansia mengalami penurunan jika dibandingkan usia dewasa atau remaja, terutama pada kebutuhan zat gizi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak dan protein). Hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan lansia dari jumlah asupan makanan, jadwal makan dan jenis makanan serta berkurangnya daya cerna, daya serap dan distribusi zat gizi dalam tubuh lansia.(5) Untuk kebutuhan vitamin dan mineral lansia cenderung tidak mengalami perubahan bahkan kebutuhannya bertambah, seperti vitamin K, vitamin D dan vitamin B6 dan kalsium. Hal ini berkaitan dengan menjaga fungsi otak dan kesehatan tulang pada lansia.(6)

Bahan Makanan Yang Dianjurkan Dan Dibatasi Untuk Lansia

Beragam adalah kata yang tepat dalam pemilihan bahan makanan untuk lansia. Menurunnya berbagai fungsi organ tubuh seperti melemahnya indera penciuman dan perasa, melemahnya sistem organ pencernaan yang kerap menjadi penyebab sembelit, gangguan pada gigi sehingga mengganggu fungsi mengunyah, rentan terhadap penyakit hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, osteoporosis, dan lain-lain. Inilah yang membuat nafsu makan lansia menurun.(7) Oleh karena itu kita harus kreatif dalam memilih bahan makanan yang beragam dan tidak sembarangan, agar gizi yang dibutuhkan lansia terpenuhi serta memahami kondisi yang dialami lansia dalam hal asupan makan.

Bahan Makanan Yang Dianjurkan Untuk Lansia.(5,8)

  1. Makanan pokok untuk sumber karbohidrat sebagai energi seperti nasi yang berasal dari beras merah tumbuk, beras putih dll, jagung, ubi, singkong, sagu, kentang tumbuk, talas, sukun, roti gandum dan havermut. Disarankan konsumsi karbohidrat kompleks.

  2. Lauk pauk untuk sumber protein, lemak dan mineral

  1. Sumber protein hewani : ikan (dianjurkan ikan teri, ikan kembung basah dan segar dll), daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, telur dan susu rendah lemak.

  2. Sumber protein nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan beserta olahannya

  1. Sayuran untuk sumber vitamin dan mineral serta serat baik bagi pencernaan seperti bayam, kangkung, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam dan sayuran segar lainnya. Sayur harus direbus singkat guna menjaga nutrisinya.

  2. Buah-buahan juga sebagai sumber vitamin dan mineral serta berguna untuk selingan waktu makan seperti papaya, pisang, jeruk, alpukat, apel dll.

  3. Minum air putih 6-8 gelas sehari untuk memperlancar proses metabolisme, mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan) serta menurunkan risiko menderita batu ginjal

Baca juga :  Aktivitas Fisik dan Durasi Tidur yang Tepat untuk Lansia

 

Bahan Makanan Yang Dibatasi Untuk Lansia.(5,8)

  1. Batasan mengonsumsi makanan yang tinggi gula, garam dan lemak. Ikuti anjuran G4G1L5, yaitu :

  1. Konsumsi gula maksimum 4 sendok makan (50 gram/hari)

  2. Konsumsi garam maksimum 1 sendok the (2 gram/hari)

  3. Konsumsi lemak maksimum 5 sendok makan minyak sayur (67 gram/hari)

  1. Batasi konsumsi makanan yang diawetkan seperti buah, ikan dan daging kalengan

  2. Hindari minuman berwarna, bersoda dan beralkohol

  3. Hindari konsumsi makanan ringan/snack ultra proses

Perhatikan Penyajian Makanan.(5,8)

  1. Cuci bersih seluruh bahan makanan sebelum dimasak
  2. Sayuran dipotong kecil kemudian direbus dengan air mendidih dengan singkat, agar tekstur bisa empuk tetapi zat gizinya tidak hilang.
  3. Untuk daging bisa dicincang atau disuwir
  4. Konsumsi buah bisa dalam potongan kecil atau diblender halus
  5. Batasi bumbu penyedap yang terlalu kuat, bisa menggunakan penyedap rasa alami seperti bawang putih, kunyit, jahe dan lain-lain.
  6. Agar mengurangi penggunaan minyak, makanan bisa ditim/ditumis. Cara ini juga bagus untuk lansia yang memiliki masalah gigi.
  7. Makanan disajikan dalam keadaan hangat, segar dan porsi kecil. Frekuensi 7-8 kali terdiri atas 3 kali makan utama (pagi, siang dan malam) serta 3 kali selingan.
  8. Makanan dihidangkan secara menarik agar meningkatkan selera makan
  9. Sajikan menu yang beragam agar tidak bosan

Contoh Menu Untuk Lansia.(9)

Waktu

Menu

Ukuran Rumah Tangga
(URT)

Berat
(gram)

Makan Pagi

Nasi tim ayam

Telur rebus

Sayur bayam

Pepaya

1 porsi

1 butir

1 porsi

1 potong sedang

240

60

100

150

Selingan Pagi

Bubur kacang hijau

1 porsi

100

Makan Siang

Nasi

Ayam suwir

Pepes jamur

Sayur sop

Pisang

2 centong sedang

1 potong paha atas

3 sendok makan

3 sendok sayur

2 buah sedang

100

40

75

100

150

Selingan Siang

Jus Melon

1 potong besar

120

Makan Malam

Nasi

Semur daging suwir

Semur Kentang

Tempe bacem

Sayur asem

2 centong sedang

1 potong sedang

1 potong sedang

1 potong sedang

3 sendok sayur

100

50

60

40

100

Selingan Malam

Jus Jambu

½ buah sedang

125

Nilai gizi (%AKG untuk laki-laki lansia) : energi 1618,7 kkal (90%) protein 64,1 gram (100%), lemak 50,7 gram (101,1%), karbohidrat 238,2 gram (86,6%), serat 24,9 gram (99%).(10)

Perlu diingat, karena proses metabolisme lansia menurun, harus diimbangi dengan peningkatan aktivitas fisik/olahraga agar terhindar dari obesitas akibat penumpukan lemak dalam tubuh.(11)

Baca juga : Ketahui dan Kenali Defisiensi Vitamin B12 pada Lansia

Peran Kasih Sayang Keluarga Juga Membantu Pemenuhan Gizi Lansia

Penelitian Indraswati, Thafa dan Jafar tahun 2012 menunjukkan perbedaan pola konsumsi lansia dengan status gizi baik dan status gizi kurang. Lansia dengan status gizi baik lebih memilih makan bersama anggota keluarga dengan makanan yang sudah disediakan di meja makan. Menunya beragam dan bervariasi, serta tekstur makanan yang sesuai dengan kemampuan mengunyah lansia. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penyediaan makanan dan psikososial juga berperan penting dalam menjaga status gizi lansia. Status gizi kurang pada lansia terjadi akibat konsumsi makanan yang kurang beragam lantaran lansia kesepian dan kurang perhatian dan kasih sayang keluarga mereka.(12) Jangan sampai hal ini terjadi di keluarga kita ya sobat!

Editor : Erni, S.Tr.Gz 

Refrensi

  1. WHO. Ageing. WHO International. 2021. [Diakses pada 8 September 2021]. Diambil dari: https://www.who.int/health-topics/ageing#tab=tab_1
  2. Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN). Analisis Lansia Di Indonesia. Jakarta; 2017.
  3. Badan Pusat Statistik. Istilah Angka Tanggungan Beban. 2021. Jakarta; 2021.
  4. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Permenkes 28 Tahun 2019. Jakarta; 2019.
  5. Maryam,  R.  S.,  Ekasari,  M.  F.,  Dawati,  R., Jubaedi,    A.,    &    Bara,    B., Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Angriani, R. Jakarta: Penerbit Salemba Medika; 2008.
  6. Fadila, I. Panduan Lengkap Memenuhi Kebutuhan Gizi Lansia. Hellosehat. 2021. {Diakses pada 9 September 2021}. Diambil dari : https://hellosehat.com/lansia/gizi-lansia/panduan-memenuhi-kebutuhan-gizi-lansia/
  7. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2014.
  8. Kementerian Kesehatan RI. Buku Kesehatan Lanjut Usia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2016.
  9. Kementerian Kesehatan RI. Buku Foto Makanan. Tim Survei Konsumsi Makanan Individu; 2014.
  10. Erhardt, J. Nutrisurvey for Windows; 2007.
  11. Adriani, M., & Wirjatmadi, B. Peran Gizi Dalam Status Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup; 2012.
  12. Indraswari, W,.Thaha, R. A,. & Jafar, N. Pola Pengasuh Gizi Dan Status Gizi Lanjut Usia   di   Puskesmas   Lau Kabupaten Maros Tahun 2012. Diperoleh  tanggal  13  November  2013 dari http://www.pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/58c4192eb29f12d853198579fb322.pdf

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T205445.727

Dengan kembali diberlakukannya sekolah tatap muka oleh pemerintah, kebijakan ini disambut baik oleh siswa maupun orang tua. Selain mempersiapkan keperluan sekolah seperti seragam, buku tulis tas maupun sepatu baru ada yang tidak kalah penting untuk mendukung prestasi anak yaitu memberikan bekal kepada anak  Apa saja ya yang diperlukan untuk membuat bekal anak sekolah  yang sehat, enak dan bergizi?

Kebutuhan Gizi pada Anak Sekolah

Usia anak sekolah masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dengan gizi seimbang. Pada usia ini, anak akan melakukan banyak aktivitas fisik maupun mental seperti bermain, belajar, berolahraga maupun kegiatan lainnya. Zat gizi yang diberikan akan membantu dalam meningkatkan kesehatan dan sistem pertahanan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. (3)

Pemenuhan zat gizi pada anak diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satu hari anak memerlukan energi sebesar 1650 – 2000 kkal yang dapat diterapkan pada menu sehari-hari.(6) Agar zat gizi anak terpenuhi, ibu perlu memperhatikan apa saja yang dimakan dengan mengkombinasikan makanan sumber karbohidrat, sumber protein, sayur, buah dan air yang cukup. Zat gizi yang diberikan harus cukup yang artinya tidak kurang ataupun tidak lebih untuk menghindari asupan gizi yang berlebih atau sebaliknya kekurangan.(2)

Beberapa Manfaat Membawa Bekal Ke Sekolah

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T211516.773

Pemenuhan gizi seimbang pada anak sekolah menjadi penting guna menciptakan generasi yang berkualitas (5) Umumnya perilaku makan anak sekolah dipengaruhi oleh orang tua maupun lingkungan sekolah.  Anak sekolah sudah dapat menentukan makanan yang disukai dan sangat menyukai jajan. Namun, tidak semua jajanan menyehatkan. (4) Salah satu upaya mencegah anak membeli jajanan tidak sehat yaitu dengan cara membawa bekal ke sekolah. Simak yuk beberapa manfaat membawa bekal ke sekolah! (1)

  1. Memenuhi kebutuhan zat gizi bagi anakSeiring masa tumbuh kembang anak, ibu perlu memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan anak seperti kalsium, vitamin C, protein, zat besi dan vitamin A.
  2. Membantu mengontrol makanan anak setiap harinya Bekal dapat dikreasikan ibu sekreatif mungkin, sehingga ibu dapat mengatur makanan apa saja yang dibawa dan dimakan anak. Dengan begitu, ibu dapat mengontrol asupan makan anak termasuk mengontrol penggunaan gula, garam dan lemak supaya tidak berlebih.
  3. Meningkatkan energi dan performa anak di kelas Dengan membawa bekal, anak dapat mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas dan dapat meminimalisir kemungkinan anak jajan yang tidak sehat di luar sekolah sehingga anak dapat berkonsentarsi dan memiliki performa lebih baik di sekolah.

Tips Membuat Bekal Sehat, Enak dan Bergizi

  1. Mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang Agar kebutuhan gizi anak terpenuhi, sebaiknya ibu tidak hanya memberikan satu sumber makanan saja. Dalam bekal anak perlu berisi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan tak lupa sayur dan buah yang mudah dibawa dan dimakan untuk memenuhi asupan serat harian anak.
  2. Hindari makanan dengan porsi yang berlebih Sebaiknya memberikan porsi yang sesuai dengan seberapa banyak porsi yang dapat dihabiskan anak dan perlu dipertimbangkan pula aktivitas lain yang dilakukan anak di waktu istirahat yang singkat
  3. Memvariasikan menu bekal pada anak Seringkali anak tidak menghabiskan bekal yang dibawakan. Hal tersebut mungkin terjadi karena anak tersebut bosan dengan menu yang itu lagi itu lagi. Ibu dapat menyiasatinya dengan mengkreasikan bentuk makanan menjadi bentuk lucu. Selain itu, biasakan makan beragam jenis makanan sehingga anak tidak bosan dengan menu itu-itu saja.
Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Aztriani Y. Kontribusi Bekal Makanan Terhadap Kecukupan Gizi dan Dihubungkan dengan Status Gizi Anak di SD Negeri No. 060890 Kecamatan Medan Polonia. 2020;(060890).
  2. Indriati M. Perilaku Makan dan Status Gizi Anak Usia Sekolah Dasar di SD Cikancung 04 Desa Mandalasari. J Sehat Masada. 2020;14(1):81–9.
  3. Pritasari. Didit D., dan Nugraheni T L. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.Jakarta:2017
  4. Triwijayati A, Setiyati EA, Setianingsih Y, Luciana ML. Anak Dan Jajanan Sekolah : Program Pemberdayaan Kesehatan Anak Sekolah Dalam Perspektif Pemerintah Daerah Children and Snack Product : Empowerment Healthy Program in the Government Perspective. :170–80.
  5. BPOM. Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah untuk Pencapaian Gizi Seimbang Bagi Orang Tua, Guru dan Pengelola Kantin. Direktorat Stand Prod Pangan Deputi Bid Pengawas Keamanan Pangan Dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indones [Internet]. 2013;37.
  6. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.Permenkes 28 Tahun 2019.Jakarta:2019

Dengan kembali diberlakukannya sekolah tatap muka oleh pemerintah, kebijakan ini disambut baik oleh siswa maupun orang tua. Selain mempersiapkan keperluan sekolah seperti seragam, buku tulis tas maupun sepatu baru ada yang tidak kalah penting untuk mendukung prestasi anak yaitu memberikan bekal kepada anak  Apa saja ya yang diperlukan untuk membuat bekal anak sekolah  yang sehat, enak dan bergizi?

Baca juga : Manfaat Berenang bagi Anak-anak

Kebutuhan Gizi pada Anak Sekolah

Usia anak sekolah masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dengan gizi seimbang. Pada usia ini, anak akan melakukan banyak aktivitas fisik maupun mental seperti bermain, belajar, berolahraga maupun kegiatan lainnya. Zat gizi yang diberikan akan membantu dalam meningkatkan kesehatan dan sistem pertahanan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. (3)

Pemenuhan zat gizi pada anak diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satu hari anak memerlukan energi sebesar 1650 – 2000 kkal yang dapat diterapkan pada menu sehari-hari.(6) Agar zat gizi anak terpenuhi, ibu perlu memperhatikan apa saja yang dimakan dengan mengkombinasikan makanan sumber karbohidrat, sumber protein, sayur, buah dan air yang cukup. Zat gizi yang diberikan harus cukup yang artinya tidak kurang ataupun tidak lebih untuk menghindari asupan gizi yang berlebih atau sebaliknya kekurangan.(2)

Beberapa Manfaat Membawa Bekal Ke Sekolah

Pemenuhan gizi seimbang pada anak sekolah menjadi penting guna menciptakan generasi yang berkualitas (5) Umumnya perilaku makan anak sekolah dipengaruhi oleh orang tua maupun lingkungan sekolah.  Anak sekolah sudah dapat menentukan makanan yang disukai dan sangat menyukai jajan. Namun, tidak semua jajanan menyehatkan. (4) Salah satu upaya mencegah anak membeli jajanan tidak sehat yaitu dengan cara membawa bekal ke sekolah. Simak yuk beberapa manfaat membawa bekal ke sekolah! (1)

  1. Memenuhi kebutuhan zat gizi bagi anak Seiring masa tumbuh kembang anak, ibu perlu memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan anak seperti kalsium, vitamin C, protein, zat besi dan vitamin A.
  2. Membantu mengontrol makanan anak setiap harinya Bekal dapat dikreasikan ibu sekreatif mungkin, sehingga ibu dapat mengatur makanan apa saja yang dibawa dan dimakan anak. Dengan begitu, ibu dapat mengontrol asupan makan anak termasuk mengontrol penggunaan gula, garam dan lemak supaya tidak berlebih.
  3. Meningkatkan energi dan performa anak di kelas Dengan membawa bekal, anak dapat mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas dan dapat meminimalisir kemungkinan anak jajan yang tidak sehat di luar sekolah sehingga anak dapat berkonsentarsi dan memiliki performa lebih baik di sekolah.

Tips Membuat Bekal Sehat, Enak dan Bergizi

  1. Mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang Agar kebutuhan gizi anak terpenuhi, sebaiknya ibu tidak hanya memberikan satu sumber makanan saja. Dalam bekal anak perlu berisi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan tak lupa sayur dan buah yang mudah dibawa dan dimakan untuk memenuhi asupan serat harian anak.
  2. Hindari makanan dengan porsi yang berlebih Sebaiknya memberikan porsi yang sesuai dengan seberapa banyak porsi yang dapat dihabiskan anak dan perlu dipertimbangkan pula aktivitas lain yang dilakukan anak di waktu istirahat yang singkat
  3. Memvariasikan menu bekal pada anak Seringkali anak tidak menghabiskan bekal yang dibawakan. Hal tersebut mungkin terjadi karena anak tersebut bosan dengan menu yang itu lagi itu lagi. Ibu dapat menyiasatinya dengan mengkreasikan bentuk makanan menjadi bentuk lucu. Selain itu, biasakan makan beragam jenis makanan sehingga anak tidak bosan dengan menu itu-itu saja.
Editor : Erni, S.Tr.Gz

Baca juga :  Mempersiapkan Imunitas Tubuh Anak Sebelum Sekolah Tatap Muka

Referensi
  1. Aztriani Y. Kontribusi Bekal Makanan Terhadap Kecukupan Gizi dan Dihubungkan dengan Status Gizi Anak di SD Negeri No. 060890 Kecamatan Medan Polonia. 2020;(060890).
  2. Indriati M. Perilaku Makan dan Status Gizi Anak Usia Sekolah Dasar di SD Cikancung 04 Desa Mandalasari. J Sehat Masada. 2020;14(1):81–9.
  3. Pritasari. Didit D., dan Nugraheni T L. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.Jakarta:2017
  4. Triwijayati A, Setiyati EA, Setianingsih Y, Luciana ML. Anak Dan Jajanan Sekolah : Program Pemberdayaan Kesehatan Anak Sekolah Dalam Perspektif Pemerintah Daerah Children and Snack Product : Empowerment Healthy Program in the Government Perspective. :170–80.
  5. BPOM. Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah untuk Pencapaian Gizi Seimbang Bagi Orang Tua, Guru dan Pengelola Kantin. Direktorat Stand Prod Pangan Deputi Bid Pengawas Keamanan Pangan Dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indones [Internet]. 2013;37.
  6. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.Permenkes 28 Tahun 2019.Jakarta:2019

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-16T211744.986

Lansia merupakan kelompok usia berisiko mengalami gangguan kesehatan dan proses kemunduran yang diikuti dengan munculnya gangguan fisiologis, penurunan fungsi, gangguan kognitif, gangguan afektif dan gangguan psikososial. sejalan dengan bertambahnya usia. Lansia membutuhkan asupan zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kali ini ilmugiziku ingin membahas salah satu yang zat gizi dibutuhkan saat lansia nih yaitu vitamin B12.

Apa itu Vitamin B12?

Vitamin B12 merupakan vitamin larut air dan merupakan kofaktor dua jenis enzim pada manusia yaitu metionin sintase dan metilmalonil-KoA mutase yang diperlukan tubuh untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif dan dalam fungsi normal metabolisme sel terutama sel-sel saluran cerna, sumsum tulang dan jaringan saraf. (7) Vitamin B12 sangat penting untuk perkembangan otak, mielinisasi saraf, dan fungsi kognitif. (3) Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019, lansia memerlukan sebanyak 4 mcg vitamin B12 dalam satu hari.(5)

Bagaimanakah Hubungan Antara Vitamin B12 dengan Lansia?

Kekurangan konsumsi vitamin B12 baru menunjukkan tanda-tanda setelah empat hingga sepuluh tahun. Kekurangan vitamin B12 lebih banyak pada orang tua karena pola makan yang tidak teratur, sebagian besar disebabkan penyakit saluran cerna atau gangguan absorpsi transportasi dan kurangnya asupan vitamin B12 dari makanan sehari-hari.

Sindrom utama defisiensi vitamin B12 adalah anemia pernisiosa, yang ditandai dengan dua gejala utama yaitu anemia megaloblastik dan/atau neuropati.(6)

  1. Anemia megaloblastik
    Defisiensi vitamin B12 dapat disertai dengan anemia, sel darah merah membesar, leukosit neutrofil hipersegmentasi, jumlah sel darah putih rendah, jumlah trombosit rendah, lidah sakit, dan infertilitas. Megabloblastosis menyebabkan anemia megaloblastic, glositis serta gangguan saluran cerna berupa gangguan absorbs dan rasa lemah.(7)
  2. Neuropati Defisiensi vitamin B12 dapat ditandai dengan degenerasi sumsum tulang belakang, hilangnya sensasi proprioseptif, kejang, kelemahan pada tungkai bawah, dan, dalam beberapa kasus, depresi atau kehilangan ingatan.

Pilihlah makanan sumber vitamin B12

Vitamin B12 disintesis hanya pada bakteri tertentu dan tidak dapat disintesis oleh manusia. Makanan yang berasal dari hewani dianggap sebagai sumber makanan utama vitamin B12. Beberapa bahan makanan yang merupakan sumber vitamin B12 diantaranya:

  1. Daging
    Daging merah merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Kandungan vitamin B12 yang terdapat dalam 100 gram daging adalah 0.7-5.2 microgram
  2. Susu dan Produk Olahannya Kandungan vitamin B12 yang terdapat pada susu maupun produk olahannya diantaranya pada 100 gram susu sapi terdapat vitamin B12 0,08 – 0,49 microgram kemudian pada 100 gram keju terdapat vitamin B12 sebanyak 0,34 – 3,34 microgram
  3. Telur Vitamin B12 yang terkandung pada telur utuh yaitu antara 0,9 – 1,4 microgram per 100 gram, dan vitamin B12 banyak terkandung pada kuning telurnya. Asupan vitamin B12 dari telur umumnya besar, karena telur merupakan makanan yang popular dan mudah ditemukan disekitar kita. (2)
  4. Ikan Ikan juga mengandung vitamin B12 yang berperan didalamnya. Vitamin B12 yang terkandung pada beberapa jenis ikan seperti salmon, sardine, tuna dan ikan lainnya mengandung sebanyak 3,0 – 8,9 microgram per 100 gram. (2)
  5. Kerang Kerang dikonsumsi masyarakat luas juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik lho. Kerang mensintesis vitamin B12 dari mikroorganisme dilaut dikenal sebagai sumber vitamin B12 yang baik yaitu sebanyak 10 gram per 100 gram. (2)
  6. Tempe Umumnya kandungan vitamin B12 pada kedelai rendah. Namun makanan fermentasi kedelai yaitu tempe ternyata mengandung vitamin B12 dalam jumlah besar yakni 0,7 – 8 microgram per 100 gram. Kontaminasi bakteri tertentu selama produksi tempe dapat berperan pada peningkatan vitamin B12 pada tempe. (2)
  7. Sereal Makanan siap saji ini diperkaya dengan vitamin B12. Beberapa peneliti menyarankan bahwa mengonsumsi sereal yang diperkaya dengan folat, vitamin B12 dan vitamin B6 dapat meningkatkan konsentrasi vitamin dalam darah dan menurunkan konsentrasi total homosistein pada populasi lansia. (2) Lansia memiliki risiko yang cukup besar untuk mengalami defisiensi vitamin B12. Defisiensi Vitamin B12 dapat menyebabkan masalah kesehatan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup di masa tua. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 dan dengan tambahan suplemen vitamin B12 diharapkan dapat mencegah terjadinya defisiensi vitamin B12 pada lansia.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Krisdyana B, Hanim D, Sugiarto S. Vitamin B6, B12, Asam Folat, Tekanan Darah dan Demensia pada Lanjut Usia. Amerta Nutr. 2020;4(2):123.
  2. Watanabe F. Vitamin B12 sources and bioavailability. Exp Biol Med. 2007;232(10):1266–74.
  3. Salsabila DM. Defisiensi Vitamin B12 Dan Gangguan Neurologis. J Med Hutama. 2020;2(1):48–59.
  4. Setyowati E, Santosa NI, Kridawati A. Hubungan Asupan Vitamin B12 dan Asam Folat dengan Fungsi Kognitif Lansia. 2019;4(1):194–201.
  5. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.Permenkes 28 Tahun 2019.Jakarta:2019
  6. Gille D, Schmid A. Vitamin B 12 in meat and dairy products. 2015;73(2):106–15.
  7. Almatsier S. Prinsip Ilmu Gizi Dasar. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2016.