DB atau yang biasa kita kenal demam berdarah merupakan suatu penyakit yang bisa menimbulkan syok tubuh dan apabila tidak ditangani atau telat penanganan akan berujung pada kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti sipembawa virus dengue. (1) Penyakit DBD terjadi ketika manusia telah terinfeksi virus dengue kedua kalinya yang dimana diketahui tanda dan gejala penyakit akan muncul ketika manusia mendapat gigitan nyamuk aedes untuk kedualinya yang diperkirakan dalam jangka waktu 6 bulan sampai 5 tahun. (2)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T163534.429

Apa saja sih gejala yang timbul ?

  1. Demam tinggi, (37-40oC)
  2. Mual,
  3. Muntah
  4. Nyeri otot dan sendi
  5. Ruam atau bitnik- bintik merah pada permukaan kulit
  6. Pembesaran hati (hepatomegali)
  7. Penurunan trombosit ( <150-400x103uL),
  8. Kenaikan hematokrit dan darah putih. (3)

Nah Sobat Ilmugiziku perlu tahu nih bahwa DBD ini belum ada obat khususnya, Ketika pasien dibawa ke rumah sakit mereka hanya akan diberikan obat yang meringankan gejala penyakit tersebut. (4) Pada dasarnya tidak ada pantangan atau diit khusus untuk pasien demam berdarah. Umumnya, setiap penyakit yang disebabkan oleh virus hanya dapat disembuhkan melalui pertahanan tubuh yang baik. Maka dari itu, diperlukan asupan makan yang baik dengan kandungan gizi yang optimal serta cairan yang cukup untuk membantu mempercepat proses penyembuhan demam berdarah serta mengurangi derajat keparahan penyakit. (5)

Salah satu penanganan yang bisa dilakukan yakni menormalkan kadar trombosit. Nah, sudah menjadi rahasia umum, untuk mengobati demam berdarah beberapa informasi yang sering kita dengar adalah disarankan untuk mengkonsumsi jus jambu, seduhan fermentasi beras (angkak) dan juga pemberian jus kurma merupakan cara ampuh meningkatkan trombosit, (6) namun ada berita baik nih ternyata ada beberapa sumber makanan yang dapat menunjang peningkatan kadar trombosit. Sumber makanan apa sajakah itu ?

Dalam pemberian makan pasien DBD yang terpenting adalah tidak memberikan makanan yang memperberat kerja sistem pencernaan seperti makanan yang mengandung kasein (susu, keju, yoghurt) dan gluten (oat, pasta, roti, kue), makanan yang mengandung bumbu tajam (pedas, dan terlalu asam) dan makanan tinggi lemak.serta dianjurkan untuk meminum air mineral yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Yuwana, P. 2020. Asuhan Gizi Pada Pasien Anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di RSUD RAA Soewondo Pati. Semarang: Poltekkes Kemenkes Semarang
  2. Sukohar, A. 2014. Demam Berdarah Dengue (DBD). Fakultas Kedokteran: Universitas Lampung.
  3. Schaefer, T; Pnada, P; Wolford, W. 2022. Dengue Fever. Nationalcenter for Biotechnology Information
  4. Daruki, M. 2020. Dengue Hemorrhagic Fever In Children. Banjarangkan: Review of Primary Care Practice and Education.
  5. Nadesul, H. 2007. Cara Mudah Mengalahkan Demam Berdarah. Kompas Media Nusantara. Jakarta.
  6. Giyatmo, G. 2013. Efektifitas Pemberian Jus Kurma Dalam Meningkatakan Trombosit Pada PAsien Demam Berdarah Dengue Di RSU Bunda. Purwokerto: The Soedira=man Journal of Nursing.
  7. Rosandy, T. 2013. Pengembangan Buku Perencanaan M
  8. Kakade, v; Gaurav, S; Dinesh, D; Pande, V; Jinger, D; Bhatnagar,P. 2020. Have All Fruits in Diet with Curative Properties During Dengue Fever Treatment. Agriculture & Environtment.

Hemofilia merupakan suatu kelainan genetik yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia. Hemofilia adalah penyakit langka dimana darah dalam tubuh tidak dapat menggumpal atau membeku dengan baik. Sehingga penderitanya akan mengalami pendarahan yang sukar berhenti. Nah, setiap tahun tepatnya pada tanggal 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia sedunia. Peringatan ini cukup penting untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit genetik satu ini, sehingga diagnosis dini dapat terjadi. Karena penyakit ini merupakan penyakit genetik, maka penyakit ini akan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, penderita hemofilia wajib memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan cara menerapkan pola makan sehat untuk dapat membantu memelihara kondisi tubuh.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T161929.164

Bagaimana Hemofilia Terjadi ?

Apakah kamu tau ? bahwa penderita hemofilia paling banyak ternyata laki-laki. Penyakit ini diturunkan melalui kromosom ibu ke anak. Kromosom X dan Y membantu menentukan pola pewarisan hemofilia. Gen untuk hemofilia dibawa pada kromosom X. Seperti yang kita tahu, wanita memiliki 2 kromosom X (XX) dan laki-laki memiliki 1 kromosom X dan 1 Kromosom Y (XY). Berarti anak laki-laki akan mewarisi 1 kromosom X dari ibu dan 1 kromosom Y dari ayah. Jika kromosom X ibu membawa hemofilia, maka anak laki-laki akan terkena hemofilia. Kromosom Y didapat dari Ayah, oleh karena itu ayah tidak dapat menurunkan penyakit ini.

Anak perempuan akan mewarisi kromosom X dari ibu dan ayahnya. Meskipun mereka mewarisi kromosom X pembawa hemofilia dari sang Ibu, mereka juga mewarisi kromosom X sehat dari sang Ayah. Anak perempuan yang mewarisi kromosom X yang mengandung gen hemofilia disebut pembawa. Dia bisa mewariskan gen itu kepada anak-anaknya [1].

Diperkirakan ada 1 dari 10.000 anak yang lahir mengidap hemofilia dan jumlah orang di seluruh dunia yang hidup dengan hemofilia sekitar 400.000. Hemofilia A lebih umum terjadi, yaitu sekitar 80% hingga 85% dari total populasi pengidap hemofilia, artinya terjadi pada 1 dari 5000 kelahiran laki-laki hidup. Hemofilia B terjadi pada 1 dari 30.000 kelahiran laki-laki hidup. Hemofilia C umumnya terjadi pada 1 dari setiap 100.000 orang [2].

Gejala Hemofilia

Gejala utama hemofilia adalah darah sukar membeku sehingga menyebabkan perdarahan sulit berhenti atau berlangsung lebih lama. Beberapa gejala dan tanda yang akan muncul pada penderita hemofilia adalah [5] :

  1. Perdarahan pada hidung (mimisan) yang sulit berhenti
  2. Perdarahan pada luka yang sulit berhenti.
  3. Perdarahan pada gusi
  4. Perdarahan setelah sunat yang sulit berhenti
  5. Ditemukannya darah pada urin dan feses (tinja)
  6. Mudah mengalami memar
  7. Perdarahan pada sendi yang ditandai dengan nyeri dan bengkak pada sendi siku dan lutut

Kebutuhan Gizi

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T161915.063

Zat gizi merupakan komponen yang sangat penting bagi penderita hemofilia. Pola makan yang sehat akan tetap menjaga tubuh tetap sehat dan mengontrol berat badan normal. Makanan yang bergizi dapat berperan dalam meningkatkan pembekuan darah dan menghentikan pendarahan. Selain itu, pasien hemofilia juga harus berusaha makan makanan yang mengandung zat besi. Mempertahankan kadar zat besi sangat penting bagi penderita hemofilia, karena diperkirakan 0,75 mikrogram zat besi hilang setiap 15 ml darah [3].
Berikut merupakan makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk penderita hemofilia [3][4].

  1. Meningkatkan Asupan Sayur dan Buah Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sayur dan merupakan sumber dari beragam macam vitamin, mineral, serat, serta antioksidan. Sayur dan buah juga dapat mengontrol nafsu makan, menurunkan kolesterol, serta menjaga berat badan.
  2. Meningkatkan asupan biji-bijian dan kacang-kacangan Konsumsi biji-bijian dapat berasal dari gandum, jelai, gandum utuh, bekatul, beras merah, atau pasta dapat menjaga kadar glukosa darah atau kolesterol.
  3. Konsumsi protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak Daging merupakan sumber protein dan juga menjadi sumber zat besi. Pilihlah daging yang tidak mengandung banyak lemak atau tanpa lemak. Susu dan produk olahannya pun mengandung kalsium dan vitamin D yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Pilihlah susu dan produk olahan yang rendah lemak seperti, susu skim, keju rendah lemak, dan yoghurt.
  4. Meningkatkan asupan zat besi serta vitamin Makanan kaya zat besi termasuk hati, daging merah tanpa lemak, unggas, sayuran berdaun hijau, brokoli, kacang kering, biji-bijian, dan kismis. Menggabungkan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C yang baik (seperti jus jeruk) dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.
  5. Memilih “lemak baik” daripada “lemak jahat” Memilih minyak nabati seperti minyak zaitun atau kanola daripada lemak jenuh seperti mentega atau lemak hewani.
  6. Hindari makanan olahan, makanan yang tinggi gula, garam dan makanan dengan kadar lemak atau minyak yang tinggi
  7. Perhatikan juga cara pengolahan makanan, pilih cara memanggang, merebus, atau memanggang daripada menggoreng
  8. Hindari penggunaan beberapa suplemen seperti vitamin E atau minyak ikan karena vitamin E dan minyak ikan berisiko menghambat kerja trombosit dalam menggumpalkan darah

Walaupun penyakit ini tidak dapat diobati, dengan menjalankan pola makan yang seimbang dan memperhatikan kandungan gizi dapat membantu penderita hemofilia menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat. Penderita hemofilia harus menghindari makanan yang meningkatkan perdarahannya dan meningkatkan asupan makanan harian yang meningkatkan pembekuan darah dan menjaga berat badan normal. Gizi utama yang penting untuk meningkatkan produksi sel darah merah adalah nutrisi yang mengandung unsur-unsur seperti zat besi, protein, tembaga dan vitamin (C, B12, B6 & E) serta asam folat.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. National Hemophilia Foundation. What is Hemophilia A [Internet]. Available From:https://www.hemophilia.org/bleeding-disorders-a- /types/hemophilia-a
  2. Mehta P, Reddivari AKR. Hemophilia. [Updated 2022 Sep 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551607/
  3. Hemophilia News Today. Nutrition in Hemophilia [Internet]. Available From: https://hemophilianewstoday.com/living-with-hemophilia/nutrition-in-he mophilia/
  4. Ayyash, Hani & Mustafa, Abu & Alhabbibi, A. (2020). Evaluation of Nutritional Status among Adult Hemophilia Patients Enrolled In European Gaza Hospital in Gaza strip. Available From: https://www.researchgate.net/publication/338395638_Evaluation_of_Nutr itional_Status_among_Adult_Hemophilia_Patients_Enrolled_In_European_ Gaza_Hospital_in_Gaza_strip
  5. Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. 2022. Mengenal Haemofili. Kemkes, Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat [Internet]. Available From: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/719/mengenal-haemofili

Hemophilia adalah salah satu kelainan pendarahan pada kromosom X langka yang ditandai pembekuan darah lambat dan apabila terjadi pendarahan akan terjadi pendarahan berlebihan karena kekurangan faktor pembekuan F (VIII) dan (IX), dimana sering terjadi pada persendian (1). Hemophilia sering disebut sebagai penyakit kerajaan, karena penyakit ini diketahui bermula dari Ratu Victoria yaitu Ratu Inggris pada tahun 1837 hingga 1901 yang menderita penyakit ini (2). Pada tahun 2020 terdapat 50% populasi penderita hemophilia di India, sedangkan menurut Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tahun 2022, Amerika Serikat memiliki sekitar 33.000 orang yang menderita hemophilia (2,4).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T160231.436

Pengertian Hemophilia

Hemophilia merupakan penyakit langka yang ditandai darah tidak menggumpal dengan alami karena kurangnya protein dalam faktor pembekuan (3). Protein dalam darah bekerjasama dengan trombosit dalam membentuk gumpalan darah yang mengontrol pendarahan (4). Pendarahan yang berulang ini dapat menyebabkan kerusakan pada persendian serta kerusakan saraf di dalam otak (2). Adapun penyebab dari hemophilia paling banyak terjadi akibat genetik dan sebanyak 20% disebabkan oleh hemophilia spontan atau tidak adanya riwayat hemophilia dari riwayat keluarga.

Tanda dan Gejala Hemophilia

Tanda dan gejala dari penderita hemophilia ini bervariasi, jika tingkat faktor pembekuan hanya berkurang sedikit, pendarahan dapat terjadi karena operasi atau trauma. Apabila faktor pembekuan berkurang banyak maka pendarahan dapat terjadi hingga tanpa alasan (3). Berikut tanda dan gejala umum.
a. Banyak memar besar
b. Pendarahan tidak biasa setelah vaksinasi
c. Nyeri, bengkak, dan sesak pada persendian
d. Darah dalam urin dan feses
e. Mimisan tanpa adanya penyebab
Tanda dan gejala tersebut tidak bisa menjadi acuan diagnosa, maka apabila terjadi tanda berkepanjangan dapat dikonsultasikan ke dokter. Jangan Self diagnose ya kawan!!
Adapun pendarahan yang berulang dapat mengancam jiwa apabila kita salah dalam mengambil langkah tindakan. Pada beberapa artikel dijelaskan bahwa pasien dengan hemophilia dianjurkan untuk tidak beraktivitas secara berlebihan yang dapat menimbulkan cedera, atau penyebab pendarahan luar lainnya, maka banyak kasus pasien hemofiia dikaitkan dengan penyakit obesitas dan penyakit kardiovaskular lainnya. Pada artikel ini akan membahas pencegahan terjadinya penyakit penyerta lainnya dengan menjaga pola konsumsi bagi penderita hemophilia.

“Do”

Dalam menentukan asupan kalori harian dapat dilakukan dengan mempertahankan atau mengurangi berat badan untuk memulai pola hidup sehat. Selain itu, stres sehari-hari dan jadwal kerja yang padat dapat menjadi pemicu pemilihan nutrisi yang buruk. Maka, kesadaran dalam memilih jenis dan jumlah makanan yang akan dikonsumsi setiap hari ini dapat berkontribusi dalam pola hidup sehat kamu lho. Yuk perhatikan konsumsi kadar zat besi normal, konsumsi asupan kalsium dan vitamin yang cukup, dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam dunia kesehatan penderita hemophilia lho. Berikut merupakan anjuran konsumsi penderita hemophilia.

  1. Makanan Rich Zat Besi dan Vitamin C Sayuran hijau, biji-bijian, hati, daging tanpa lemak, dan unggas serta dengan kombinasi konsumsi vitamin C yang cukup seperti buah jenis jeruk dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh
  2. Biji-Bijian Utuh Oat, barley, gandum utuh, bekatul, buncis kering dan beras merah dapat menjaga kadar glukosa darah atau kolesterol
  3. Rendah Lemak dan Produk Susu Daging tanpa lemak dan susu skim, keju rendah lemak pada penderita obesitas dapat berkontirbusi pada mengurangi kerusakan tulang dan sendi
  4. Banyak Konsumsi Sayuran dan Buah Sumber vitamin dan serat makanan yang baik dapat membantu menyediakan dosis harian antioksidan untuk menjaga kesehatan darah dan tulang
  5. Produk Kaya Kalsium Susu skim, keju rendah lemak, tahu, yoghurt, almond, sereal yang diperkaya, sarden, kedelai, sayuran berdaun hijau, dan polong-polongan dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang.
  6. Suplemen Zat Besi, Vitamin dan Asam Folat Suplemen tambahan in dapat membantu produksi dan pemeliharaan sel darah merah dan hemoglobin. Namun, asupan suplemen harus didiskusikan dengan dokter untuk menghindari reaksi merugikan yang terkait dengan asupan berlebihan.
  7. Mindful Eating Mengurangi ukuran porsi, membawa makanan dalam wadah terukur, membaca label yang menyebutkan jumlah kalori, menghindari gula berlebih seperti soft drink, jus buah dengan pemanis buatan, saus salad dan bumbu yang mengandung lemak tinggi, makan dalam jumlah sedikit dan memakannya perlahan.

Don’t

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T160206.055

Berikut hal-hal yang harus dihindari pada pola konsumsi penderita hemophilia.

  1. Hindari Karbohidrat dan Makanan Lemak Trans Seperti permen, permen cokelat, biskuit, pizza, kue kering, minuman ringan, jus dengan pemanis buatan, produk susu tinggi lemak, lemak hewani dan mentega.
  2. Hindari makan langsung dari wadah atau bungkus karena ada kecenderungan untuk makan berlebihan serta hindari banyak gorengan. Dengan mengganti makanan yang dipanggang atau direbus
  3. Mengemil makanan manis di antara waktu makan dan menghindari susu sebelum tidur untuk anak-anak karena kebiasaan ini dapat menjadi predisposisi kerusakan gigi yang mungkin memerlukan prosedur gigi dan oleh karena itu membuat pasien berisiko mengalami pendarahan yang berlebihan.
  4. Menghindari kuah kental, saus, bumbu yang tinggi lemak atau tinggi gula seperti mayones atau saus tomat
  5. Hindari alkohol atau minum secukupnya karena alkohol hanya memberikan sedikit kalori
  6. Hindari diet ketat, memuntahkan atau minum obat pencahar untuk menurunkan berat badan karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan perubahan kimia dalam tubuh dan menyebabkan penyakit lainnya.
  7. Hindari suplemen seperti Ginkgo biloba, minyak ikan, vitamin E, bawang putih atau jahe

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Mahdavi, A., Mohammadi, H., Foshati, S., Shokri‐Mashhadi, N., Clark, C. C., Moafi, A., & Rouhani, M. H. (2021). Effects of the dietary approach to stop hypertension (DASH) diet on blood pressure, blood glucose, and lipid profile in adolescents with hemophilia: A randomized clinical trial. Food Science & Nutrition, 9(1), 145-153
  2. https://www.healthcareradius.in/uncategorized/26897-understanding- haemophilia-and-how-to-treat-with-it (diakses pada 21/03/2023)
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/symptoms- causes/syc-20373327 (diakses pada 21/03/2023)
  4. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14083-hemophilia (diakses pada 21/03/2023).

Tuberculosis atau TBC, adalah masalah utama kesehatan di Indonesia (1). Berdasarkan data WHO Global TBC laporan 2020, kasus TBC di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan sebanyak 845.000 kasus dengan insidensi 312 per 100.000 penduduk (1). Maka, perlunya peran suatu zat gizi penting, untuk dapat menekan laju perkembangan kasus TBC selain ditinjau dari peran farmakologis. Yuk simak artikel terkait si merah yang kaya manfaat bagi penderita TBC ini. !

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-11T203355.024

Prinsip Gizi Penderita Tuberculosis (TBC)

Tuberkulosis adalah penyakit pada pernafasan infeksi kronis pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, yang berkembang biak di beberapa bagian tubuh yaitu aliran darah dan oksigen (2). Faktor resiko TB Paru dapat juga menderita anemia karena proses infeksi dan kebutuhan metabolisme nya yang tidak mencukupi (3). Anemia penyakit kronis adalah kondisi yang paling terkait dengan TB paru, kekurangan zat besi dengan atau tanpa anemia dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit nya (4). Anemia pada pasien tuberkulosis terjadi akibat gangguan proses eritropoiesis oleh mediator inflamasi, memendeknya masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi dan kekurangan gizi yaitu kalori, protein dan vitamin (5). Selain itu, dalam proses pertumbuhannya Mycobacterium tuberculosis membutuhkan zat besi sehingga terjadi defisiensi zat besi dalam komponen pembuatan Hb (hemoglobin) yang membuat penderita membutuhkan banyak konsumsi zat besi agar dapat membantu proses pembuatan Hb agar tidak terjadi defisiensi.

Infeksi TB meningkatkan kebutuhan energy dan protein untuk dapat mempertahankan fungsi fisik normal tubuh yang ditandai dengan peningkatan pengeluaran energi istirahat (REE). Selain itu juga dapat menyebabkan atau memperparah malnutrisi karena penekanan nafsu makan dan peningkatan katabolisme tubuh (6). Peningkatan ini mencapai 10-30% dari konsumsi energi individu normal. Konsumsi energi penderita tuberkulosis berada pada kisaran 35-40 kkal per kg berat badan ideal. Selain itu, asupan protein pasien tuberkulosis adalah 1,2–1,5 gr per kg berat badan atau 15% dari total energi harian atau sekitar 70–100 per hari (3). Proses ini dapat menyebabkan malabsorpsi gizi dan perubahan metabolisme tubuh dan juga anoreksia pada pasien TB yang berakibat dapat meningkatan produksi leptin yang pada akhirnya menyebabkan penurunan asupan makanan. Jika asupan energi yang di konsumsi tidak memadai maka akan membuat tubuh menggunakan kelebihan cadangan energi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis paru-paru.

Kebutuhan kalori dan protein yang tidak terpenuhi ini juga yang nanti pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan berat badan yang dramatis dan gangguan biokimia (3). Akibatnya, kondisi ini akan berdampak pada penurunan daya tahan tubuh dan infeksi menjadi progresif dan memperlambat proses penyembuhan pada pasien TB paru jika tidak segera dipenuhi. Kekurangan kalori protein dan zat besi akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit termasuk tuberkulosis paru. Oleh karena itu, pemulihan dari malnutrisi dengan memberikan tubuh gizi yang cukup dan makanan berprotein tinggi akan menghentikan penipisan dari perbaikan sel, jaringan mukosa, dan integritas sel, sehingga kekebalan tubuh pasien akan meningkat (3). Untuk mengatasi masalah anemia dan malnutrisi pada pasien TB Paru juga diharuskan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat (6). Selain itu, pasien juga perlu memiliki pola makan yang kaya kalori dan protein, vitamin dan mineral. Prinsip diet pada pasien TB Paru adalah tinggi kalori, tinggi protein, cukup lemak, vitamin, dan mineral. Diet tinggi protein dan tinggi kalori dapat membantu pasien mendapatkan gizi yang cukup untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kalori dan protein.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-11T201125.684

Peran Buah Bit (Beta Vulgaris) bagi Penderita Tuberculosis (TBC)

Bit (Beta vulgaris) memberikan banyak manfaat bagi penderita TBC. Kandungan zat besi (Fe) dan asam folat yang tinggi pada sayuran ini dapat dijadikan alternatif dalam pengobatan anemia pada pasien tuberculosis (3). Bit kaya akan vitamin (A, C, B1, B2, B3, dan B6), zat besi, asam folat, kalium, magnesium, fosfor, natrium, kalsium, dan zat gizi lainnya. Ratarata, 100 gram (3,5 oz.) bit mengandung 0,80 mg (6%) zat besi dan 109 µg folat (vitamin B9) (3). Ubi bit merah memiliki banyak potensi manfaat kesehatan, seperti mencegah anemia (membantu produksi sel darah merah), menurunkan tekanan darah, berfungsi sebagai antioksidan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (3). Selain itu, mineral Besi (Fe) yang terkandung dalam umbi bit merupakan mineral mikro yang banyak terdapat dalam tubuh manusia. Anemia penyakit kronis merupakan kondisi yang paling banyak diderita oleh pasien TB paru, dikarenakan kekurangan zat besi dalam jumlah banyak dan anemia tersebut juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit yang semakin memeburuk jika tidak segera diperbaiki (3). Anemia pada pasien tuberkulosis terjadi akibat adanya gangguan proses eritropoiesis oleh mediator inflamasi, memendeknya masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi dan kekurangan gizi yaitu kalori, protein dan vitamin (3). Selain itu, bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ada pasien TBC membutuhkan zat besi untuk proses pertumbuhannya sehingga jika zat besi yang dikonsumsi tidak dapat mencukupi kebutuhan maka akan berdampak defisiensi zat besi pada proses pembentukan komponen hemoglobin.

Beberapa contoh alternatif pemanfaatan buah bit bagi penderita Tuberculosis (TBC)

Bit dapat dikonsumsi direbus, dikukus, difermentasi, dipanggang, maupun mentah. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan alami karena mengandung senyawa betalain yang memberikan warna merah pada tumbuhan (7). Buah bit juga dapat dikonsumsi sebagai jus, namun bisa jadi tidak enak karena baunya yang tidak enak dan rasa pahit dan bersahaja (7). Metode alternatif yang dapat dilakukan adalah mengolah Buah bit sebagai biskuit untuk untuk dapat meningkatkan kadar hemoglobin penderita tuberkulosis paru (7). Biskuit bit mudah disajikan sebagai camilan, dapat dibawa-bawa, dan memiliki warna yang menarik. Fenomena dalam kehidupan nyata ditemukan bahwa umumnya pasien TB Paru cenderung fokus pada terapi farmakologis, sedangkan pemberian suplemen darah dianggap kurang ekonomis dan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan (7). Biskuit adalah produk panggang yang banyak dikonsumsi yang dapat disajikan sebagai sarapan hingga camilan sebelum tidur. Biskuit dihargai karena rasa, aroma, kenyamanan, dan stabilitas rak yang lama karena kadar air yang rendah.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 tentang Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia. Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2021. p. 3–5.
  2. Ulandari, S. Syamsu, F, R. Bahas, B. 2022. New Case of Tuberculosis Disease Management through Family Medicine Approach. Green Medical Journal. Vol 4(1). 52.
  3. Amila, Syafitri, H. Sembiring, E. 2021. Anemia Management Model in Pulmonary Tuberculosis Using Beetroot and Tomato Combined With A High-Calorie and High-Protein Diet. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol 6 (1). 109-112.
  4. Bashir, B., Abdallah, S., & Mohamedani, A. (2015). Anemia di antara pasien dengan tuberkulosis paru di pelabuhan Sudan, Sudan timur. 4128–4131.
  5. Oliveira, MG. 2014. Anemia Pasien Rawat Inap Dengan Tuberculosis Paru. Journal Bra Pneumol. Vol 40(4). 403-410. http://dx.doi.org/10.1590/51806.3713201400040000
  6. Ren, Z., Zhao, F., Chen, H., Hu, D., Yu, W., Xu, X., Lin, D., Luo, F., Fan, Y., Wang, H., Cheng, J., & Zhao, L. (2019). Asupan nutrisi dan faktor terkait di antara pasien tuberkulosis: Sebuah studi cross-sectional cross-sectional di Cina. https://doi.org/BMCPenyakitMenular10.1186/s12879-019-4481-6
  7. Sembiring, E. Amila. 2021. Pengaruh Biskuit Beetroot (Beta Vulgaris) Terhadap Hemoglobin Tingkat Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vol 16(1). 43-45. http://doi.org/10.20473/ijph.vl16il

Halo sobat ilmugiziku! Sudah tahu belum hari TBC sedunia itu jatuh pada tanggal berapa? Hari TBC sedunia (HTBS) jatuh pada tanggal 24 maret 2023. Dengan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit TBC. Kira-kira teman-teman sudah tahu belum TBC itu pengertiannya apa sih? Gejalanya apa saja ya? Buah yang cocok dijadikan jus bagi penderita TBC apa saja ya? Yuk simak!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-11T194303.147

TBC dan Gejalanya

TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Penyakit TBC merupakan penyakit menular dan dapat menyerang organ tubuh terutama paru-paru. (1). Selain menyerang paru-paru dan menular ke orang lain, penyakit TBC juga dapat menyerang kelenjar limfe, kulit, tulang dan selaput otak. (2)

Gejala umum yang dirasakan oleh penderita TBC (3) :

  1. Batuk lama lebih dari 30 hari yang disertai/tanpa dahak, bisa juga disertai batuk darah.
  2. Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas serta terkadang disertai dengan badan yang berkeringat di malam hari.
  3. Nafsu makan menurun
  4. Berat badan menurun drastis
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-11T200639.289

Jenis Buah yang cocok untuk dijadikan jus bagi penderita TBC

Pada penderita TBC, diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan apa saja. Tidak ada makanan khusus yang dianjurkan bagi penderitanya, namun pasien dengan penderita TBC perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Meningkatkan asupan buah dan sayur juga penting loh sobat ilmugiziku, karena mengandung mikronutrien yang dibutuhkan tubuh seperti yang banyak mengandung vitamin A, vitamin C dan Zinc (4).

  1. Nanas
    Buah juga dapat meningkatkan sistem imun bagi penderita TBC. Salah satunya adalah buah nanas. Selain bisa dikonsumsi secara langsung, nanas juga dapat diolah menjadi jus untuk membantu penyembuhan pada tuberculosis. Jus nanas diketahui dapat membantu meredakan batuk yang merupakan gejala utama TBC. Ini dikarenakan kandungan yang ada pada nanas yaitu bromelain berperan sebagai antiperadangan dan bersifat mukolitik untuk mengencerkan dahak (5).
  2. Jeruk
    Buah yang kaya akan vitamin C ini mengandung flavonoid dan limonin yang mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat membantu untuk penyembuhan penyakit TBC.
  3. Apel
    Selain bisa dikonsumsi secara langsung, buah apel juga bisa dijadikan jus untuk penderita tuberculosis loh! Apel mengandung flavonoid, berbagai vitamin, antioksidan, terutama vitamin C yang membantu menjaga system kekebalan tubuh dan sistem pernafasan yang sehat.
  4. Manggis
    Buah yang terakhir ini banyak dikenal oleh kalangan masyarakat karena kulitnya yang sangat berkhasiat. Selain kulit, buahnya juga sangat berkhasiat loh sobat! Manggis memiliki kandungan fitonutrien, Quinones dan Xanthone yang bersifat antibakteri sehingga berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri tuberculosis.

Nah gimana sobat ilmugiziku, sudah tahu kan buah apa saja yang cocok untuk dijadikan jus bagi penderita TBC? Eits, perlu di ingat minum jusnya jangan pakai gula ya!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Kemenkes RI. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020 [cited 2023 Mar 21]. p. 1–3. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/pasien-tbc- harus-lebih-waspadai-corona
  2. R.A. Johnson and D.W. Wichern, Applied Multivariate Statistical Analysis, 5th ed. New Jersey: Prentice Hall International Inc.Gabriel, (2002).
  3. Maduratna & Noor Anisa Dewi Shuerni. Analisis Pengelompokan Kecamatan di Kota Surabaya Berdasarkan Faktor Penyebab Terjadinya Penyakit Tuberkulosis. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2013;2(1):13-18
  4. Asrini Safitri. Nutrisi Pada Pasien Tuberculosis Dengan Geriatri Disertai Gizi Buruk. Umi Medical Journal. 2018:3(2).
  5. Rena Widyawinata. Anjuran Makanan untuk Pemulihan Penderita TBC, Beserta yang Tidak Boleh Dimakan [Internet]. Sehatq. 2023 [cited 2023 Mar 20]. p. 1–3. Available from: https://www.sehatq.com/artikel/makanan-untuk-mempercepat-penyembuhan-tbc-apa-saja

Kanker merupakan penyakit kronik yang terjadi karena adanya perubahan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, menyerang jaringan biologis terdekat, dan bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah yang dapat disebabkan dari dalam tubuh (faktor mutasi genetik, hormonal atau metabolisme) dan luar tubuh (faktor lingkungan). (1) Lalu, bagaimana penerapan diet TKTP pada penyakit kanker tulang? Yuk mari kita simak artikel di bawah ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T154853.864

Pengertian Diet TKTP

Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) atau bisa juga disebut Diet Energi Tinggi Protein Tinggi (ETPT) adalah diet yang memiliki kandungan energi dan protein lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal. Diet ini diberikan untuk mengatasi masalah dan risiko malnutrisi pada pasien akibat kekurangan energi dan protein karena kebutuhan yang meningkat sebagai dampak dari peningkatan stres metabolik, penurunan daya tahan tubuh, faktor penyakit, inflamasi, dan sebagainya.

Diet ini dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik oral maupun enteral. Diet ini umumnya diberikan dengan penambahan makanan atau suplemen yang mengandung energi tinggi dan protein tinggi tanpa meningkatkan volume makanan menjadi terlalu besar, seperti susu, daging, margarin, makanan enteral, dan sebagainya. (1)

Pengertian Kanker Tulang

Kanker tulang (osteosarcoma) adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada tulang. (2) Kanker tulang ini dapat terjadi di dalam tulang dan di permukaan tulang. (3) Osteosarcoma biasanya ditandai dengan adanya massa tulang yang abnormal di lengan, bahu, lutut, di dalam tulang panggul, rahang, dan tulang rusuk. (2)

Peran Diet TKTP pada Penyakit Kanker

Diet TKTP mencegah dan mengatasi terjadinya malnutrisi pada pasien dengan penyakit kanker. Malnutrisi merupakan suatu kondisi yang dihasilkan dari kekurangan intake atau uptake zat gizi yang mengarah pada perubahan komposisi tubuh (penurunan massa bebas lemak) dan massa sel tubuh sehingga terjadi kurangnya fungsi fisik dan mental serta gangguan hasil klinis penyakit. Malnutrisi pada pasien kanker dapat berdampak pada peningkatan lama rawat, biaya rawat, dan memperparah keadaan klinis misalnya terdapat komplikasi (infeksi dan imunitas menurun), respons terhadap terapi kurang signifikan, menghambat kelancaran terapi, dan masuk rawat inap tanpa direncanakan.(1)

Syarat Diet TKTP pada Penyakit Kanker

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-04-18T154932.523
  1. Kebutuhan Energi
    Disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien, tingkat aktivitas, stres metabolik pasien, dan status gizi pasien.
    a. Kanker, BB kurang = 30-40 kkal/kg/hari
    b. Kanker, inactive, normometabolik = 25-30 kkal/kg/hari c. Kanker, hipermetabolik, stres = 35 kkal/kg/hari
  2. Kebutuhan Protein
    Target asupan yang dianjurkan adalah 1,2-1,5 g/kg BB/hari termasuk pada usia lanjut. Tetapi jika terdapat penyakit ginjal akut maksimal diberikan 1,2 g/kg BB/hari.
  3. Kebutuhan Lemak dan Karbohidrat
    Dianjurkan kandungan lemak 60%-80% berasal dari asam lemak esensial, khususnya minyak zaitun yang mengandung omega-3 karena dapat mengurangi proses inflamasi. Pada pasien yang kehilangan BB dan mengalami resistensi insulin disarankan untuk meningkatkan asupan lemak dibandingkan dengan karbohidrat, sebab kondisi patologis resistensi insulin menyebabkan kegagalan uptake dan oksidasi glukosa pada otot. (1)

Gaya hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik 150 menit dalam seminggu dan pengaturan makan atau diet berperan penting sebagai upaya pencegahan faktor risiko terjadinya kanker, menghambat prognosis penyakit kanker itu sendiri serta terhadap efek samping yang ditimbulkan dari terapi kanker, mencegah timbulnya kembali/kambuhnya penyakit kanker dan meningkatkan kualitas hidup survivor kanker. (1)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Persatuan Ahli Gizi Indonesia Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Suharyati, Hartati B, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2019.
  2. C Morgan G. Osteosarcoma Diet: Eating And Healing Yourself With Osteosarcoma Diet And Cook Plan. C Morgan G, editor. London: Independently published; 2021.
  3. Klein MJ, Siegal GP. Osteosarcoma: Anatomic and Histologic Variants. Am J Clin Pathol. 2006 Jan 4;125(4).