DB atau yang biasa kita kenal demam berdarah merupakan suatu penyakit
yang bisa menimbulkan syok tubuh dan apabila tidak ditangani atau telat
penanganan akan berujung pada kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan
nyamuk aedes aegypti sipembawa virus dengue. (1) Penyakit DBD terjadi ketika
manusia telah terinfeksi virus dengue kedua kalinya yang dimana diketahui tanda
dan gejala penyakit akan muncul ketika manusia mendapat gigitan nyamuk aedes
untuk kedualinya yang diperkirakan dalam jangka waktu 6 bulan sampai 5 tahun.
(2)
Apa saja sih gejala yang timbul ?
Demam tinggi, (37-40oC)
Mual,
Muntah
Nyeri otot dan sendi
Ruam atau bitnik- bintik merah pada permukaan kulit
Pembesaran hati (hepatomegali)
Penurunan trombosit ( <150-400x103uL),
Kenaikan hematokrit dan darah putih. (3)
Nah Sobat Ilmugiziku perlu tahu nih bahwa DBD ini belum ada obat khususnya, Ketika
pasien dibawa ke rumah sakit mereka hanya akan diberikan obat yang
meringankan gejala penyakit tersebut. (4) Pada dasarnya tidak ada pantangan atau
diit khusus untuk pasien demam berdarah. Umumnya, setiap penyakit yang
disebabkan oleh virus hanya dapat disembuhkan melalui pertahanan tubuh yang
baik. Maka dari itu, diperlukan asupan makan yang baik dengan kandungan gizi
yang optimal serta cairan yang cukup untuk membantu mempercepat proses
penyembuhan demam berdarah serta mengurangi derajat keparahan penyakit. (5)
Salah satu penanganan yang bisa dilakukan yakni menormalkan kadar
trombosit. Nah, sudah menjadi rahasia umum, untuk mengobati demam berdarah
beberapa informasi yang sering kita dengar adalah disarankan untuk
mengkonsumsi jus jambu, seduhan fermentasi beras (angkak) dan juga pemberian
jus kurma merupakan cara ampuh meningkatkan trombosit, (6) namun ada berita
baik nih ternyata ada beberapa sumber makanan yang dapat menunjang
peningkatan kadar trombosit. Sumber makanan apa sajakah itu ?
Dalam pemberian makan pasien DBD yang terpenting adalah tidak
memberikan makanan yang memperberat kerja sistem pencernaan seperti
makanan yang mengandung kasein (susu, keju, yoghurt) dan gluten (oat, pasta,
roti, kue), makanan yang mengandung bumbu tajam (pedas, dan terlalu asam) dan
makanan tinggi lemak.serta dianjurkan untuk meminum air mineral yang cukup
untuk menghindari dehidrasi.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Yuwana, P. 2020. Asuhan Gizi Pada Pasien Anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Di RSUD RAA Soewondo Pati. Semarang: Poltekkes Kemenkes Semarang
Sukohar, A. 2014. Demam Berdarah Dengue (DBD). Fakultas Kedokteran: Universitas
Lampung.
Schaefer, T; Pnada, P; Wolford, W. 2022. Dengue Fever. Nationalcenter for Biotechnology
Information
Daruki, M. 2020. Dengue Hemorrhagic Fever In Children. Banjarangkan: Review of Primary
Care Practice and Education.
Nadesul, H. 2007. Cara Mudah Mengalahkan Demam Berdarah. Kompas Media
Nusantara. Jakarta.
Giyatmo, G. 2013. Efektifitas Pemberian Jus Kurma Dalam Meningkatakan Trombosit Pada
PAsien Demam Berdarah Dengue Di RSU Bunda. Purwokerto: The Soedira=man Journal of
Nursing.
Rosandy, T. 2013. Pengembangan Buku Perencanaan M
Kakade, v; Gaurav, S; Dinesh, D; Pande, V; Jinger, D; Bhatnagar,P. 2020. Have All Fruits in
Diet with Curative Properties During Dengue Fever Treatment. Agriculture &
Environtment.
Hemofilia merupakan suatu kelainan genetik yang terjadi pada sistem peredaran
darah manusia. Hemofilia adalah penyakit langka dimana darah dalam tubuh
tidak dapat menggumpal atau membeku dengan baik. Sehingga penderitanya
akan mengalami pendarahan yang sukar berhenti. Nah, setiap tahun tepatnya
pada tanggal 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia sedunia. Peringatan ini
cukup penting untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit genetik satu ini,
sehingga diagnosis dini dapat terjadi. Karena penyakit ini merupakan penyakit
genetik, maka penyakit ini akan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu,
penderita hemofilia wajib memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan cara
menerapkan pola makan sehat untuk dapat membantu memelihara kondisi
tubuh.
Bagaimana Hemofilia Terjadi ?
Apakah kamu tau ? bahwa penderita hemofilia paling banyak ternyata laki-laki.
Penyakit ini diturunkan melalui kromosom ibu ke anak. Kromosom X dan Y
membantu menentukan pola pewarisan hemofilia. Gen untuk hemofilia dibawa
pada kromosom X. Seperti yang kita tahu, wanita memiliki 2 kromosom X (XX) dan
laki-laki memiliki 1 kromosom X dan 1 Kromosom Y (XY). Berarti anak laki-laki
akan mewarisi 1 kromosom X dari ibu dan 1 kromosom Y dari ayah. Jika
kromosom X ibu membawa hemofilia, maka anak laki-laki akan terkena hemofilia.
Kromosom Y didapat dari Ayah, oleh karena itu ayah tidak dapat menurunkan
penyakit ini.
Anak perempuan akan mewarisi kromosom X dari ibu dan ayahnya. Meskipun
mereka mewarisi kromosom X pembawa hemofilia dari sang Ibu, mereka juga
mewarisi kromosom X sehat dari sang Ayah. Anak perempuan yang mewarisi
kromosom X yang mengandung gen hemofilia disebut pembawa. Dia bisa
mewariskan gen itu kepada anak-anaknya [1].
Diperkirakan ada 1 dari 10.000 anak yang lahir mengidap hemofilia dan jumlah
orang di seluruh dunia yang hidup dengan hemofilia sekitar 400.000. Hemofilia A
lebih umum terjadi, yaitu sekitar 80% hingga 85% dari total populasi pengidap
hemofilia, artinya terjadi pada 1 dari 5000 kelahiran laki-laki hidup. Hemofilia B
terjadi pada 1 dari 30.000 kelahiran laki-laki hidup. Hemofilia C umumnya terjadi
pada 1 dari setiap 100.000 orang [2].
Gejala Hemofilia
Gejala utama hemofilia adalah darah sukar membeku sehingga menyebabkan
perdarahan sulit berhenti atau berlangsung lebih lama. Beberapa gejala dan
tanda yang akan muncul pada penderita hemofilia adalah [5] :
Perdarahan pada hidung (mimisan) yang sulit berhenti
Perdarahan pada luka yang sulit berhenti.
Perdarahan pada gusi
Perdarahan setelah sunat yang sulit berhenti
Ditemukannya darah pada urin dan feses (tinja)
Mudah mengalami memar
Perdarahan pada sendi yang ditandai dengan nyeri dan bengkak pada
sendi siku dan lutut
Kebutuhan Gizi
Zat gizi merupakan komponen yang sangat penting bagi penderita hemofilia.
Pola makan yang sehat akan tetap menjaga tubuh tetap sehat dan mengontrol
berat badan normal. Makanan yang bergizi dapat berperan dalam meningkatkan
pembekuan darah dan menghentikan pendarahan. Selain itu, pasien hemofilia
juga harus berusaha makan makanan yang mengandung zat besi.
Mempertahankan kadar zat besi sangat penting bagi penderita hemofilia, karena
diperkirakan 0,75 mikrogram zat besi hilang setiap 15 ml darah [3].
Berikut merupakan makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk
penderita hemofilia [3][4].
Meningkatkan Asupan Sayur dan Buah
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sayur dan merupakan sumber dari
beragam macam vitamin, mineral, serat, serta antioksidan. Sayur dan buah
juga dapat mengontrol nafsu makan, menurunkan kolesterol, serta
menjaga berat badan.
Meningkatkan asupan biji-bijian dan kacang-kacangan
Konsumsi biji-bijian dapat berasal dari gandum, jelai, gandum utuh,
bekatul, beras merah, atau pasta dapat menjaga kadar glukosa darah atau
kolesterol.
Konsumsi protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak
Daging merupakan sumber protein dan juga menjadi sumber zat besi.
Pilihlah daging yang tidak mengandung banyak lemak atau tanpa lemak.
Susu dan produk olahannya pun mengandung kalsium dan vitamin D yang
dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Pilihlah susu dan produk
olahan yang rendah lemak seperti, susu skim, keju rendah lemak, dan
yoghurt.
Meningkatkan asupan zat besi serta vitamin
Makanan kaya zat besi termasuk hati, daging merah tanpa lemak, unggas,
sayuran berdaun hijau, brokoli, kacang kering, biji-bijian, dan kismis.
Menggabungkan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C yang
baik (seperti jus jeruk) dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh
tubuh.
Memilih “lemak baik” daripada “lemak jahat”
Memilih minyak nabati seperti minyak zaitun atau kanola daripada
lemak jenuh seperti mentega atau lemak hewani.
Hindari makanan olahan, makanan yang tinggi gula, garam dan makanan
dengan kadar lemak atau minyak yang tinggi
Perhatikan juga cara pengolahan makanan, pilih cara memanggang,
merebus, atau memanggang daripada menggoreng
Hindari penggunaan beberapa suplemen seperti vitamin E atau minyak
ikan karena vitamin E dan minyak ikan berisiko menghambat kerja
trombosit dalam menggumpalkan darah
Walaupun penyakit ini tidak dapat diobati, dengan menjalankan pola makan yang seimbang dan memperhatikan kandungan gizi dapat membantu penderita
hemofilia menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat. Penderita hemofilia harus
menghindari makanan yang meningkatkan perdarahannya dan meningkatkan
asupan makanan harian yang meningkatkan pembekuan darah dan menjaga
berat badan normal. Gizi utama yang penting untuk meningkatkan produksi sel
darah merah adalah nutrisi yang mengandung unsur-unsur seperti zat besi,
protein, tembaga dan vitamin (C, B12, B6 & E) serta asam folat.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
National Hemophilia Foundation. What is Hemophilia A [Internet]. Available
From:https://www.hemophilia.org/bleeding-disorders-a- /types/hemophilia-a
Hemophilia News Today. Nutrition in Hemophilia [Internet]. Available From:
https://hemophilianewstoday.com/living-with-hemophilia/nutrition-in-he
mophilia/
Ayyash, Hani & Mustafa, Abu & Alhabbibi, A. (2020). Evaluation of Nutritional
Status among Adult Hemophilia Patients Enrolled In European Gaza
Hospital in Gaza strip. Available From:
https://www.researchgate.net/publication/338395638_Evaluation_of_Nutr
itional_Status_among_Adult_Hemophilia_Patients_Enrolled_In_European_
Gaza_Hospital_in_Gaza_strip
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. 2022. Mengenal
Haemofili. Kemkes, Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat [Internet].
Available From:
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/719/mengenal-haemofili
Hemophilia adalah salah satu kelainan pendarahan pada kromosom X
langka yang ditandai pembekuan darah lambat dan apabila terjadi pendarahan
akan terjadi pendarahan berlebihan karena kekurangan faktor pembekuan F (VIII)
dan (IX), dimana sering terjadi pada persendian (1). Hemophilia sering disebut
sebagai penyakit kerajaan, karena penyakit ini diketahui bermula dari Ratu Victoria
yaitu Ratu Inggris pada tahun 1837 hingga 1901 yang menderita penyakit ini (2).
Pada tahun 2020 terdapat 50% populasi penderita hemophilia di India, sedangkan
menurut Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tahun 2022, Amerika
Serikat memiliki sekitar 33.000 orang yang menderita hemophilia (2,4).
Pengertian Hemophilia
Hemophilia merupakan penyakit langka yang ditandai darah tidak
menggumpal dengan alami karena kurangnya protein dalam faktor pembekuan
(3). Protein dalam darah bekerjasama dengan trombosit dalam membentuk
gumpalan darah yang mengontrol pendarahan (4). Pendarahan yang berulang ini
dapat menyebabkan kerusakan pada persendian serta kerusakan saraf di dalam
otak (2). Adapun penyebab dari hemophilia paling banyak terjadi akibat genetik dan
sebanyak 20% disebabkan oleh hemophilia spontan atau tidak adanya riwayat
hemophilia dari riwayat keluarga.
Tanda dan Gejala Hemophilia
Tanda dan gejala dari penderita hemophilia ini bervariasi, jika tingkat faktor
pembekuan hanya berkurang sedikit, pendarahan dapat terjadi karena operasi
atau trauma. Apabila faktor pembekuan berkurang banyak maka pendarahan
dapat terjadi hingga tanpa alasan (3). Berikut tanda dan gejala umum.
a. Banyak memar besar
b. Pendarahan tidak biasa setelah vaksinasi
c. Nyeri, bengkak, dan sesak pada persendian
d. Darah dalam urin dan feses
e. Mimisan tanpa adanya penyebab
Tanda dan gejala tersebut tidak bisa menjadi acuan diagnosa, maka apabila
terjadi tanda berkepanjangan dapat dikonsultasikan ke dokter. Jangan Self
diagnose ya kawan!!
Adapun pendarahan yang berulang dapat mengancam jiwa apabila kita
salah dalam mengambil langkah tindakan. Pada beberapa artikel dijelaskan bahwa
pasien dengan hemophilia dianjurkan untuk tidak beraktivitas secara berlebihan
yang dapat menimbulkan cedera, atau penyebab pendarahan luar lainnya, maka banyak kasus pasien hemofiia dikaitkan dengan penyakit obesitas dan penyakit
kardiovaskular lainnya. Pada artikel ini akan membahas pencegahan terjadinya
penyakit penyerta lainnya dengan menjaga pola konsumsi bagi penderita
hemophilia.
“Do”
Dalam menentukan asupan kalori harian dapat dilakukan dengan
mempertahankan atau mengurangi berat badan untuk memulai pola hidup sehat.
Selain itu, stres sehari-hari dan jadwal kerja yang padat dapat menjadi pemicu
pemilihan nutrisi yang buruk. Maka, kesadaran dalam memilih jenis dan jumlah
makanan yang akan dikonsumsi setiap hari ini dapat berkontribusi dalam pola
hidup sehat kamu lho. Yuk perhatikan konsumsi kadar zat besi normal, konsumsi
asupan kalsium dan vitamin yang cukup, dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan
dalam dunia kesehatan penderita hemophilia lho. Berikut merupakan anjuran
konsumsi penderita hemophilia.
Makanan Rich Zat Besi dan Vitamin C
Sayuran hijau, biji-bijian, hati, daging tanpa lemak, dan unggas serta dengan
kombinasi konsumsi vitamin C yang cukup seperti buah jenis jeruk dapat
meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh
Biji-Bijian Utuh
Oat, barley, gandum utuh, bekatul, buncis kering dan beras merah dapat
menjaga kadar glukosa darah atau kolesterol
Rendah Lemak dan Produk Susu
Daging tanpa lemak dan susu skim, keju rendah lemak pada penderita obesitas
dapat berkontirbusi pada mengurangi kerusakan tulang dan sendi
Banyak Konsumsi Sayuran dan Buah
Sumber vitamin dan serat makanan yang baik dapat membantu menyediakan
dosis harian antioksidan untuk menjaga kesehatan darah dan tulang
Produk Kaya Kalsium
Susu skim, keju rendah lemak, tahu, yoghurt, almond, sereal yang diperkaya,
sarden, kedelai, sayuran berdaun hijau, dan polong-polongan dapat
membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang.
Suplemen Zat Besi, Vitamin dan Asam Folat
Suplemen tambahan in dapat membantu produksi dan pemeliharaan sel darah
merah dan hemoglobin. Namun, asupan suplemen harus didiskusikan dengan
dokter untuk menghindari reaksi merugikan yang terkait dengan asupan
berlebihan.
Mindful Eating
Mengurangi ukuran porsi, membawa makanan dalam wadah terukur,
membaca label yang menyebutkan jumlah kalori, menghindari gula berlebih
seperti soft drink, jus buah dengan pemanis buatan, saus salad dan bumbu
yang mengandung lemak tinggi, makan dalam jumlah sedikit dan
memakannya perlahan.
Don’t
Berikut hal-hal yang harus dihindari pada pola konsumsi penderita hemophilia.
Hindari Karbohidrat dan Makanan Lemak Trans
Seperti permen, permen cokelat, biskuit, pizza, kue kering, minuman ringan,
jus dengan pemanis buatan, produk susu tinggi lemak, lemak hewani dan
mentega.
Hindari makan langsung dari wadah atau bungkus karena ada
kecenderungan untuk makan berlebihan serta hindari banyak gorengan.
Dengan mengganti makanan yang dipanggang atau direbus
Mengemil makanan manis di antara waktu makan dan menghindari susu
sebelum tidur untuk anak-anak karena kebiasaan ini dapat menjadi
predisposisi kerusakan gigi yang mungkin memerlukan prosedur gigi dan
oleh karena itu membuat pasien berisiko mengalami pendarahan yang
berlebihan.
Menghindari kuah kental, saus, bumbu yang tinggi lemak atau tinggi gula
seperti mayones atau saus tomat
Hindari alkohol atau minum secukupnya karena alkohol hanya memberikan
sedikit kalori
Hindari diet ketat, memuntahkan atau minum obat pencahar untuk
menurunkan berat badan karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan
perubahan kimia dalam tubuh dan menyebabkan penyakit lainnya.
Hindari suplemen seperti Ginkgo biloba, minyak ikan, vitamin E, bawang
putih atau jahe
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Mahdavi, A., Mohammadi, H., Foshati, S., Shokri‐Mashhadi, N., Clark, C. C.,
Moafi, A., & Rouhani, M. H. (2021). Effects of the dietary approach to stop
hypertension (DASH) diet on blood pressure, blood glucose, and lipid profile
in adolescents with hemophilia: A randomized clinical trial. Food Science &
Nutrition, 9(1), 145-153
https://www.healthcareradius.in/uncategorized/26897-understanding-
haemophilia-and-how-to-treat-with-it (diakses pada 21/03/2023)
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/symptoms-
causes/syc-20373327 (diakses pada 21/03/2023)
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14083-hemophilia (diakses
pada 21/03/2023).
Tuberculosis atau TBC, adalah masalah utama kesehatan di Indonesia (1). Berdasarkan data WHO Global TBC laporan 2020, kasus TBC di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan sebanyak 845.000 kasus dengan insidensi 312 per 100.000 penduduk (1). Maka, perlunya peran suatu zat gizi penting, untuk dapat menekan laju perkembangan kasus TBC selain ditinjau dari peran farmakologis. Yuk simak artikel terkait si merah yang kaya manfaat bagi penderita TBC ini.
!
Prinsip Gizi Penderita Tuberculosis (TBC)
Tuberkulosis adalah penyakit pada pernafasan infeksi kronis pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, yang berkembang biak di beberapa bagian tubuh yaitu aliran darah dan oksigen (2). Faktor resiko TB Paru dapat juga menderita anemia karena proses infeksi dan kebutuhan metabolisme nya yang tidak mencukupi (3). Anemia penyakit kronis adalah kondisi yang paling terkait dengan TB paru, kekurangan zat besi dengan atau tanpa anemia dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit nya (4). Anemia pada pasien tuberkulosis terjadi akibat gangguan proses eritropoiesis oleh mediator inflamasi, memendeknya masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi dan kekurangan gizi yaitu kalori, protein dan vitamin (5). Selain itu, dalam proses pertumbuhannya Mycobacterium tuberculosis membutuhkan zat besi sehingga terjadi defisiensi zat besi dalam komponen pembuatan Hb (hemoglobin) yang membuat penderita membutuhkan banyak konsumsi zat besi agar dapat membantu proses pembuatan Hb agar tidak terjadi defisiensi.
Infeksi TB meningkatkan kebutuhan energy dan protein untuk dapat mempertahankan fungsi fisik normal tubuh yang ditandai dengan peningkatan pengeluaran energi istirahat (REE). Selain itu juga dapat menyebabkan atau memperparah malnutrisi karena penekanan nafsu makan dan peningkatan katabolisme tubuh (6). Peningkatan ini mencapai 10-30% dari konsumsi energi individu normal. Konsumsi energi penderita tuberkulosis berada pada kisaran 35-40 kkal per kg berat badan ideal. Selain itu, asupan protein pasien tuberkulosis adalah 1,2–1,5 gr per kg berat badan atau 15% dari total energi harian atau sekitar 70–100 per hari (3). Proses ini dapat menyebabkan malabsorpsi gizi dan perubahan metabolisme tubuh dan juga anoreksia pada pasien TB yang berakibat dapat meningkatan produksi leptin yang pada akhirnya menyebabkan penurunan asupan makanan. Jika asupan energi yang di konsumsi tidak memadai maka akan membuat tubuh menggunakan kelebihan cadangan energi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis paru-paru.
Kebutuhan kalori dan protein yang tidak terpenuhi ini juga yang nanti pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan berat badan yang dramatis dan gangguan biokimia (3). Akibatnya, kondisi ini akan berdampak pada penurunan daya tahan tubuh dan infeksi menjadi progresif dan memperlambat proses penyembuhan pada pasien TB paru jika tidak segera dipenuhi. Kekurangan kalori protein dan zat besi akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit termasuk tuberkulosis paru. Oleh karena itu, pemulihan dari malnutrisi dengan memberikan tubuh gizi yang cukup dan makanan berprotein tinggi akan menghentikan penipisan dari perbaikan sel, jaringan mukosa, dan integritas sel, sehingga kekebalan tubuh pasien akan meningkat (3). Untuk mengatasi masalah anemia dan malnutrisi pada pasien TB Paru juga diharuskan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat (6). Selain itu, pasien juga perlu memiliki pola makan yang kaya kalori dan protein, vitamin dan mineral. Prinsip diet pada pasien TB Paru adalah tinggi kalori, tinggi protein, cukup lemak, vitamin, dan mineral. Diet tinggi protein dan tinggi kalori dapat membantu pasien mendapatkan gizi yang cukup untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kalori dan protein.
Peran Buah Bit (Beta Vulgaris) bagi Penderita Tuberculosis (TBC)
Bit (Beta vulgaris) memberikan banyak manfaat bagi penderita TBC. Kandungan zat besi (Fe) dan asam folat yang tinggi pada sayuran ini dapat dijadikan alternatif dalam pengobatan anemia pada pasien tuberculosis (3). Bit kaya akan vitamin (A, C, B1, B2, B3, dan B6), zat besi, asam folat, kalium, magnesium, fosfor, natrium, kalsium, dan zat gizi lainnya. Ratarata, 100 gram (3,5 oz.) bit mengandung 0,80 mg (6%) zat besi dan 109 µg folat (vitamin B9) (3). Ubi bit merah memiliki banyak potensi manfaat kesehatan, seperti mencegah anemia (membantu produksi sel darah merah), menurunkan tekanan darah, berfungsi sebagai antioksidan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (3). Selain itu, mineral Besi (Fe) yang terkandung dalam umbi bit merupakan mineral mikro yang banyak terdapat dalam tubuh manusia. Anemia penyakit kronis merupakan kondisi yang paling banyak diderita oleh pasien TB paru, dikarenakan kekurangan zat besi dalam jumlah banyak dan anemia tersebut juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit yang semakin memeburuk jika tidak segera diperbaiki (3). Anemia pada pasien tuberkulosis terjadi akibat adanya gangguan proses eritropoiesis oleh mediator inflamasi, memendeknya masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi dan kekurangan gizi yaitu kalori, protein dan vitamin (3). Selain itu, bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ada pasien TBC membutuhkan zat besi untuk proses pertumbuhannya sehingga jika zat besi yang dikonsumsi tidak dapat mencukupi kebutuhan maka akan berdampak defisiensi zat besi pada proses pembentukan komponen hemoglobin.
Beberapa contoh alternatif pemanfaatan buah bit bagi penderita Tuberculosis (TBC)
Bit dapat dikonsumsi direbus, dikukus, difermentasi, dipanggang, maupun mentah. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan alami karena mengandung senyawa betalain yang memberikan warna merah pada tumbuhan (7). Buah bit juga dapat dikonsumsi sebagai jus, namun bisa jadi tidak enak karena baunya yang tidak enak dan rasa pahit dan bersahaja (7). Metode alternatif yang dapat dilakukan adalah mengolah Buah bit sebagai biskuit untuk untuk dapat meningkatkan kadar hemoglobin penderita tuberkulosis paru (7). Biskuit bit mudah disajikan sebagai camilan, dapat dibawa-bawa, dan memiliki warna yang menarik. Fenomena dalam kehidupan nyata ditemukan bahwa umumnya pasien TB Paru cenderung fokus pada terapi farmakologis, sedangkan pemberian suplemen darah dianggap kurang ekonomis dan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan (7). Biskuit adalah produk panggang yang banyak dikonsumsi yang dapat disajikan sebagai sarapan hingga camilan sebelum tidur. Biskuit dihargai karena rasa, aroma, kenyamanan, dan stabilitas rak yang lama karena kadar air yang rendah.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 tentang Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia. Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2021. p. 3–5.
Ulandari, S. Syamsu, F, R. Bahas, B. 2022. New Case of Tuberculosis Disease Management through Family Medicine Approach. Green Medical Journal. Vol 4(1). 52.
Amila, Syafitri, H. Sembiring, E. 2021. Anemia Management Model in Pulmonary Tuberculosis Using Beetroot and Tomato Combined With A High-Calorie and High-Protein Diet. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol 6 (1). 109-112.
Bashir, B., Abdallah, S., & Mohamedani, A. (2015). Anemia di antara pasien dengan tuberkulosis paru di pelabuhan Sudan, Sudan timur. 4128–4131.
Oliveira, MG. 2014. Anemia Pasien Rawat Inap Dengan Tuberculosis Paru. Journal Bra Pneumol. Vol 40(4). 403-410. http://dx.doi.org/10.1590/51806.3713201400040000
Ren, Z., Zhao, F., Chen, H., Hu, D., Yu, W., Xu, X., Lin, D., Luo, F., Fan, Y., Wang, H., Cheng, J., & Zhao, L. (2019). Asupan nutrisi dan faktor terkait di antara pasien tuberkulosis: Sebuah studi cross-sectional cross-sectional di Cina. https://doi.org/BMCPenyakitMenular10.1186/s12879-019-4481-6
Sembiring, E. Amila. 2021. Pengaruh Biskuit Beetroot (Beta Vulgaris) Terhadap Hemoglobin Tingkat Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vol 16(1). 43-45. http://doi.org/10.20473/ijph.vl16il
Halo sobat ilmugiziku! Sudah tahu belum hari TBC sedunia itu jatuh pada tanggal berapa?
Hari TBC sedunia (HTBS) jatuh pada tanggal 24 maret 2023. Dengan bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit TBC. Kira-kira teman-teman
sudah tahu belum TBC itu pengertiannya apa sih? Gejalanya apa saja ya? Buah yang cocok
dijadikan jus bagi penderita TBC apa saja ya? Yuk simak!
TBC dan Gejalanya
TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman
Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Penyakit TBC
merupakan penyakit menular dan dapat menyerang organ tubuh terutama paru-paru. (1).
Selain menyerang paru-paru dan menular ke orang lain, penyakit TBC juga dapat
menyerang kelenjar limfe, kulit, tulang dan selaput otak. (2)
Gejala umum yang dirasakan oleh penderita TBC (3) :
Batuk lama lebih dari 30 hari yang disertai/tanpa dahak, bisa juga disertai batuk
darah.
Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas serta terkadang disertai dengan
badan yang berkeringat di malam hari.
Nafsu makan menurun
Berat badan menurun drastis
Jenis Buah yang cocok untuk dijadikan jus bagi penderita TBC
Pada penderita TBC, diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan apa saja. Tidak ada
makanan khusus yang dianjurkan bagi penderitanya, namun pasien dengan penderita TBC
perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti karbohidrat,
protein, lemak, serta vitamin dan mineral.
Meningkatkan asupan buah dan sayur juga penting loh sobat ilmugiziku, karena
mengandung mikronutrien yang dibutuhkan tubuh seperti yang banyak mengandung
vitamin A, vitamin C dan Zinc (4).
Nanas Buah juga dapat meningkatkan sistem imun bagi penderita TBC. Salah satunya
adalah buah nanas. Selain bisa dikonsumsi secara langsung, nanas juga dapat diolah
menjadi jus untuk membantu penyembuhan pada tuberculosis. Jus nanas diketahui
dapat membantu meredakan batuk yang merupakan gejala utama TBC. Ini
dikarenakan kandungan yang ada pada nanas yaitu bromelain berperan sebagai
antiperadangan dan bersifat mukolitik untuk mengencerkan dahak (5).
Jeruk Buah yang kaya akan vitamin C ini mengandung flavonoid dan limonin yang mampu
membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat membantu untuk
penyembuhan penyakit TBC.
Apel Selain bisa dikonsumsi secara langsung, buah apel juga bisa dijadikan jus untuk
penderita tuberculosis loh! Apel mengandung flavonoid, berbagai vitamin,
antioksidan, terutama vitamin C yang membantu menjaga system kekebalan tubuh
dan sistem pernafasan yang sehat.
Manggis Buah yang terakhir ini banyak dikenal oleh kalangan masyarakat karena kulitnya
yang sangat berkhasiat. Selain kulit, buahnya juga sangat berkhasiat loh sobat!
Manggis memiliki kandungan fitonutrien, Quinones dan Xanthone yang bersifat
antibakteri sehingga berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri tuberculosis.
Nah gimana sobat ilmugiziku, sudah tahu kan buah apa saja yang cocok untuk dijadikan jus
bagi penderita TBC? Eits, perlu di ingat minum jusnya jangan pakai gula ya!
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Kemenkes RI. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020 [cited 2023 Mar 21]. p. 1–3. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/pasien-tbc-
harus-lebih-waspadai-corona
R.A. Johnson and D.W. Wichern, Applied Multivariate Statistical Analysis, 5th ed. New Jersey: Prentice
Hall International Inc.Gabriel, (2002).
Maduratna & Noor Anisa Dewi Shuerni. Analisis Pengelompokan Kecamatan di Kota Surabaya
Berdasarkan Faktor Penyebab Terjadinya Penyakit Tuberkulosis. Jurnal Sains dan Seni Pomits.
2013;2(1):13-18
Asrini Safitri. Nutrisi Pada Pasien Tuberculosis Dengan Geriatri Disertai Gizi Buruk. Umi Medical
Journal. 2018:3(2).
Rena Widyawinata. Anjuran Makanan untuk Pemulihan Penderita TBC, Beserta yang Tidak Boleh
Dimakan [Internet]. Sehatq. 2023 [cited 2023 Mar 20]. p. 1–3. Available from:
https://www.sehatq.com/artikel/makanan-untuk-mempercepat-penyembuhan-tbc-apa-saja
Kanker merupakan penyakit kronik yang terjadi karena adanya perubahan pertumbuhan sel
yang tidak terkendali, menyerang jaringan biologis terdekat, dan bermigrasi ke jaringan
tubuh yang lain melalui sirkulasi darah yang dapat disebabkan dari dalam tubuh (faktor
mutasi genetik, hormonal atau metabolisme) dan luar tubuh (faktor lingkungan). (1) Lalu,
bagaimana penerapan diet TKTP pada penyakit kanker tulang? Yuk mari kita simak artikel di
bawah ini!
Pengertian Diet TKTP
Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) atau bisa juga disebut Diet Energi Tinggi Protein
Tinggi (ETPT) adalah diet yang memiliki kandungan energi dan protein lebih tinggi
dibandingkan kebutuhan normal. Diet ini diberikan untuk mengatasi masalah dan risiko
malnutrisi pada pasien akibat kekurangan energi dan protein karena kebutuhan yang
meningkat sebagai dampak dari peningkatan stres metabolik, penurunan daya tahan tubuh,
faktor penyakit, inflamasi, dan sebagainya.
Diet ini dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik oral maupun enteral. Diet ini umumnya
diberikan dengan penambahan makanan atau suplemen yang mengandung energi tinggi
dan protein tinggi tanpa meningkatkan volume makanan menjadi terlalu besar, seperti susu,
daging, margarin, makanan enteral, dan sebagainya. (1)
Pengertian Kanker Tulang
Kanker tulang (osteosarcoma) adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada
tulang. (2) Kanker tulang ini dapat terjadi di dalam tulang dan di permukaan tulang. (3)
Osteosarcoma biasanya ditandai dengan adanya massa tulang yang abnormal di lengan,
bahu, lutut, di dalam tulang panggul, rahang, dan tulang rusuk. (2)
Peran Diet TKTP pada Penyakit Kanker
Diet TKTP mencegah dan mengatasi terjadinya malnutrisi pada pasien dengan penyakit
kanker. Malnutrisi merupakan suatu kondisi yang dihasilkan dari kekurangan intake atau
uptake zat gizi yang mengarah pada perubahan komposisi tubuh (penurunan massa bebas
lemak) dan massa sel tubuh sehingga terjadi kurangnya fungsi fisik dan mental serta
gangguan hasil klinis penyakit. Malnutrisi pada pasien kanker dapat berdampak pada
peningkatan lama rawat, biaya rawat, dan memperparah keadaan klinis misalnya terdapat
komplikasi (infeksi dan imunitas menurun), respons terhadap terapi kurang signifikan,
menghambat kelancaran terapi, dan masuk rawat inap tanpa direncanakan.(1)
Syarat Diet TKTP pada Penyakit Kanker
Kebutuhan Energi
Disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien, tingkat aktivitas, stres metabolik
pasien, dan status gizi pasien.
a. Kanker, BB kurang = 30-40 kkal/kg/hari
b. Kanker, inactive, normometabolik = 25-30 kkal/kg/hari
c. Kanker, hipermetabolik, stres = 35 kkal/kg/hari
Kebutuhan Protein
Target asupan yang dianjurkan adalah 1,2-1,5 g/kg BB/hari termasuk pada usia lanjut.
Tetapi jika terdapat penyakit ginjal akut maksimal diberikan 1,2 g/kg BB/hari.
Kebutuhan Lemak dan Karbohidrat
Dianjurkan kandungan lemak 60%-80% berasal dari asam lemak esensial, khususnya
minyak zaitun yang mengandung omega-3 karena dapat mengurangi proses
inflamasi. Pada pasien yang kehilangan BB dan mengalami resistensi insulin
disarankan untuk meningkatkan asupan lemak dibandingkan dengan karbohidrat,
sebab kondisi patologis resistensi insulin menyebabkan kegagalan uptake dan
oksidasi glukosa pada otot. (1)
Gaya hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik 150 menit dalam seminggu dan
pengaturan makan atau diet berperan penting sebagai upaya pencegahan faktor risiko
terjadinya kanker, menghambat prognosis penyakit kanker itu sendiri serta terhadap efek
samping yang ditimbulkan dari terapi kanker, mencegah timbulnya kembali/kambuhnya
penyakit kanker dan meningkatkan kualitas hidup survivor kanker. (1)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Persatuan Ahli Gizi Indonesia Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed.
Suharyati, Hartati B, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F, editors. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC; 2019.
C Morgan G. Osteosarcoma Diet: Eating And Healing Yourself With Osteosarcoma Diet And
Cook Plan. C Morgan G, editor. London: Independently published; 2021.
Klein MJ, Siegal GP. Osteosarcoma: Anatomic and Histologic Variants. Am J Clin Pathol. 2006
Jan 4;125(4).