Jika kalian memperhatikan tidak semua penyakit paru-paru berhubungan dengan penyakit TBC, salah satunya penyakit paru-paru obstruktif kronik atau disebut PPOK merupakan penyakit yang menyerang organ paru-paru. Lalu apakah makanan yang dikonsumsi berperan penting terhadap percepatan kesembuhan? Dalam artikel ini kamu akan mendapatkan informasi terkait makanan yang perlu dihindari atau kamu kurangi untuk mencegah kambuh atau memperparah kondisi penderita PPOK dalam bernafas.

1. Pengertian, Prevalensi dan Faktor Penyebab

a. Pengertian

PPOK atau Paru-paru obstruktif kronis merupakan salah satu penyakit pada organ paru-paru yang disebabkan terbatasnya aliran udara saat bernafas, dengan gejala batuk dan disertai berdahak, kesulitan bernafas, sesak, dan kelelahan (2). Perubahan struktural paru-paru dapat diakibatkakn peradangan kronis dan penyempitan saluran nafas setelah terpapar partikel atau gas berbahaya dalam waktu lama dan sering seperti asap rokok (3). Lalu bagaimana agar seseorang mengatasi gejala PPOK? Salah satunya yaitu dengan merubah gaya hidup seperti berhenti merokok, menjauhi penyebab utama timbulnya gejala PPOK seperti menghirup asap atau gas berbahaya lainnya, serta lakukan perubahan pola makan sehat dan olahraga.

b. Prevalensi

Dalam jumlah kematian diseluruh dunia akibat dari PPOK ini berbeda-beda. Pada sejumlah hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi PPOK tertinggi ada pada usia >40 tahun dengan riwayat merokok atau perokok aktif. Peningkatan kasus PPOK dapat terjadi apabila seseorang bertambah usia. Menururt BOLD prevalensi pria sebesar 11,8% dan wanita 8,5% sisanya 3-11% yaitu seseorang yang tidak pernah merokok (1). Apakah hanya perokok saja yang akan menderita PPOK? Tentu saja ada beberapa faktor penyebab terjadinya PPOK pada seseorang lho.

c. Faktor Penyebab

Dalam beberapa kasus terjadinya PPOK ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  1. Paparan asap rokok (perokok atau perokok pasif)
  2. Penderita asma
  3. Paparan debu dan bahan kimia
  4. Paparan asap pembakaran bahan bakar
  5. Genetika

2. Makanan Yang Perlu Dihindari dan Dibatasi

FOTO ARTIKEL WEBSITE-15

Dalam pemberian gizi pada penderita PPOK tentunya sangat diperhatikan, mengingat obat untuk menyembuhkan penyakit PPOK masih belum ada secara pasti tetapi hanya mengurangi gejalanya. Lalu makanan apa saja yang perlu dihindari dan dibatasi? Berikut merupakan makanan yang perlu kamu usahakan untuk menguranginya atau hindari ya!

  1. Minum berkarbonasi, Kopi, Coklat, dan Alkohol Jika kamu menderita COPD atau PPOK, kamu harus mengurangi konsumsi minuman bersoda atau karbonasi dan alkohol karena minuman tersebut akan membuat gas diperut meningkat dan menyebabkan kembung sehingga akan menekan diafragma otot utama pernafasan serta menimbulkan rasa sesak (4). Dianjurkan untuk lebih baik mengkonsumsi minuman teh herbal, air atau jus non karbonasi agar penderita PPOK tetap terhidrasi dengan cukup (5). Minuman seperti kopi, coklat, soda, alkohol, mint atau minuman yang menimbulkan asam lambung naik tidak dianjurkan karena akan memicu GERD dan aspirasi sehingga akan menyebabkan batuk dan mengi bahkan infeksi paru-paru (pneumonia) (4).
  2. Makanan Asin atau Tinggi Natrium
    Makanan tinggi natrium atau asin akan menimbulkan komplikasi pada penderita PPOK seperti meningkatkan risiko terjadi hipertensi di arteri paru paru. Maka, direkomendasikan untuk membeli makanan dengan label rendah sodium atau konsumsi kurang dari 140 mg sodium per porsi. Berlaku pula untuk makanan beku seperti pizza, makanan kaleng, camilan keripik, kerupuk, atau kacang asin (4).
  3. Daging Olahan dan Tinggi Sulfat
    Daging olahan atau diawetkan biasanya tinggi natrium seperti sosis, bacon, ham, atau hot dog yang yang biasa dijual di supermarket. Menurut beberapa penelitian kandungan nitrit/nitrat sebagai pengawet pada daging olahan juga dapat merusak jaringan paru-paru lho (5). Kandungan garam nya juga dapat menyebabkan hipertensi pulmonal serta kandungan lemak jenuh yang tinggi, kadar kolesterol LDL dapat meningkatkan penyakit jantung (4). Makanan laut yang tinggi kandungan sulfit (seperti udang) juga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi lebih sering karena kandungan tersebut mampu mempersempit bagian bronkus pada penderita PPOK dna menyebabkan sulit bernafas (6). Maka dalam konsumsinya kamu oerlu mempertimbangkan reaksi serta apabila tidak bisa lepas sepenuhnya kamu dapat mengurangi porsinya.
  4. Gorengan
    Makanan apa pun yang digoreng menjadi sangat berminyak dan akan memerlukan upaya ekstra selama proses pencernaan dan menimbulkan sensasi kembung. Hal ini membuat sulit untuk mengambil napas penuh karena diafragma sakit akibat gas ekstra yang dihasilkan oleh cairan pencernaan (5). Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain kentang goreng, bawang bombay, ayam goreng, dan ikan goreng,
  5. Brokoli dan Sayuran Cruciferous
    Berikut beberapa jenis sayur yang dapat menimbulkan gas dan rasa kembung di lambung, hal tersebut akan menyebabkan paru-paru tertekan dan penderita PPOK akan mengalami kesulitan bernafas. Jenis sayuran tersebut seperti brokoli, kembang kol, kubis, sawi, kangkung, lobak, bok choy (5). Kamu bisa memulai mengurangi atau mengganti konsumsi sayuran tersebut dengan sayuran lain. Rasa kembung dapat dikurangi dengan mengunyah makanan lebih lama dan halus, hal tersebut mampu mengeluarkan udara tambahan pada lambung (4).
  6. Produk Susu dan turunannya
    Casomorphine adalah senyawa yang meningkatkan produksi lendir di usus, Cara utama tubuh membuang dahak dan lendir adalah dengan batuk. Hindari segelas susu hangat di malam hari sebelum tidur. Makanan lain yang mungkin menimbulkan masalah dan harus dihindari, antara lain es krim, yogurt, keju, mentega, dan buttermilk. Gunakan alternatif seperti susu kedelai atau susu almond (5).

Dalam memulai pola makan sehat tidak perlu menghilangkan sepenuhnya makanan yang sudah biasa dikonsumsi karena kondisi setiap orang berbeda-beda maka perlu konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terpercaya kamu ya!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Liang, Z., Wang, F., Chen, Z., & Chen, R. (2023). Updated Key Points Interpretation of Global Strategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (2023 Report). Chinese General Practice, 26(11), 1287.
  2. WHO. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). [Web Internet: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary disease- (copd)#:~:text=It%20is%20sometimes%20called%20emphysema,most%20common%20cau ses%20of%20COPD]. WHO.Int. 2023 [Cited 2023 Des 20]
  3. Agarwal, A. K., Raja, A., & Maroon, B. D. (2023). Ongoing Education Activity. Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559281/.
  4. Shantal Riley. 7 Foods that can trigger COPD flares. [Web Internet: https://www.everydayhealth.com/copd-pictures/foods-that-worsen-copd.aspx] Everyday Health. 2023 [Cited 2023 Des 20]
  5. Cashmere Lashkari. Foods thant can irritate COPD. [Web Internet: https://www.news medical.net/health/Foods-that-can-irritate-COPD.aspx] News Medical Life Sciences. 2019. [Cited 2023 Des 20]
  6. Lika Aprilia Samiadi. Daftar Pantangan dan Anjuran Makanan Untuk Penderita PPOK. [Web Internet: https://hellosehat.com/pernapasan/emfisema/makanan-penderita-ppok/] Hello Sehat. 2021. [Cited 2023 Des 20]

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah salah satu penyakit yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam mengeluarkan udara atau yang disebut sesak ekskresi akibat dari perubahan dekstruksi alveolar. (1) Menurut WHO tahun 2019, PPOK menyebabkan kematian paling umum ketiga di dunia, yaitu sebesar 3,23 juta orang dengan faktor risiko utama adalah paparan asap rokok. Faktor lain yang memicu ialah karena infeksi saluran pernafasan, pekembangan paru abnormal, dan faktor genetik. (2) Beberapa gejala yang umum muncul pada penderita PPOK yaitu sesak nafas, batuk-batuk kronis lebih dari dua minggu, batuk berdahak, mengi, lesu, lemas, gangguan tidur, mudah lelah, dan depresi. (3)

Studi menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kandungan sulfat pada makanan dengan kondisi sesak nafas pada pasien PPOK dengan dua kondisi utama, yaitu bronkitis dengan hipersekresi mukus dan emfisema. (4) Mekanisme pengaruh sulfat dengan sesak nafas diantaranya;

  1. Iritasi dan Inflamasi Partikel terkecil sulfat dapat mencapai bagian saluran pernafasan terdalam. Kontak tersebut akan merangsang pelepasan mediator inflamasi seperti sitokin dan leukotrien, yang dapat memicu respons inflamasi pada dinding saluran udara. (1)
  2. Bronkokonstriksi
    Paparan sulfat dapat memicu kontraksi otot polos di saluran udara sehingga akan terjadi penyempitan bronkus. Kondisi ini akan meningkatkan obstruksi saluran udara. (1,4)
  3. Peningkatan Produksi Dahak
    Sulfat dapat merangsang sel goblet untuk meningkatkan produksi lendir. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran udara. (1,4)
  4. Destruksi Dinding Alveoli
    Paparam sulfat mengaktifkan makrofag di traktus respiratorius untuk mengeluarkan sel IL-8 dan LTB4. Sel tersebut mengeluarkan enzim protease yang dapat merusak jaringan parenkim paru. Destruksi parenkim mengakibatkan berkurangnya elastisitas recoil sehingga terjadi terjebaknya udara saat ekspirasi. (4)

Sekarang kalian perlu tahu nih, kandungan sulfat tinggi (>1 mg/g) terdapat di beberapa makanan seperti udang, kentang, beberapa roti, tepung kedelai, buah kering, dan sosis. Sedangkan minuman dengan kandungan sulfat tinggi (>0,25 mg/ml) termasuk bir, minuman anggur, dan sari buah apel. (5) Lalu, berapa kebutuhan sulfur orang dewasa normal dalam sehari? Menurut AKG 2019, anjuran asupan sulfur sekitar 800-900 mg/hari.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-14

Tips yang dapat kalian lakukan untuk asupan rendah sulfat adalah mengurangi atau menghindari produk olahan pangan campuran karena biasanya mereka juga mengandung tinggi natrium. Jangan lupa juga konsumsi serat 20-30 gram per hari dan penuhi kebutuhan cairan 1,5-2 liter per hari. Bagaimana? Jadi, kalian sudah paham kan terkait diet pada pasien PPOK. Untuk rekomendasi dan penjelasan diet lanjutan terkait penyakit paru dapat kalian konsultasikan kepada ahli gizi.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Agustí, A., Melén, E., DeMeo, D.L., et al. 2022. The Lancet Respiratory Medicine. https://doi.org/10.1016/S2213- 2600(21)00555-5.
  2. Hasanah, D.A., Choirunnisa, H., & Mayasari, D. Penatalaksanaan Holistik pada wanita Dewasa dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronismdengan Riwayat Merokok dan Paparan Asap Rokok melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2023; 5(2): 431-448.
  3. Government, M., Bhardwaz, R., Madabhavi I., & Modi, M. Physical Sign in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Lung India. 2019 Jan-Feb; 36(1): 38-47. Doi: 10.4103/lungindia.lungindia_145_18. PMID: 30604704.
  4. Global Initiative For Chronic Obstructive Lung Disease. Global Strategy for The Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. 2013.
  5. Timothy F., Graeme N., Goretsky S., & John C. The Sulfate Content of Food and Beverages. Journal of Food Composition and Analysis. 1993 June; 6(2): 140-151. Doi: https://doi.org/10.1006/jfca.1993.1016.

Penyakit diabetes telah menjadi penyakit kronik paling umum ditemui di abad ke-21. Angka penyakit diabetes meningkat di dunia, di tahun 2017 sebanyak 451 juta orang dewasa dan diperkirakan masih akan meningkat sampai tahun 2045 sebanyak 629 juta kasus. Berbagai penelitian telah mengupas bahwa pola makan yang mengandung zat gizi sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit diabetes mellitus. (1) Lalu, bagaimana peran pola makan bergizi saat sarapan dapat berpengaruh ke penyakit Diabetes dan mengapa penderita diabetes tidak dianjurkan melewatkan sarapan? Simak di artikel ini!

Pola Makan dan Zat Gizi Penting untuk Diabetes Mellitus

Untuk membantu penderita diabetes dalam mengatur pola makannya, Kementerian Kesehatan telah memberikan pedoman 3J (Jumlah, Jenis, Jadwal).

  1. Jumlah dimaknai jumlah makanan yang dikonsumsi sesuai dengan berat badan penderita yang disesuaikan dengan hasil konsultasi bersama Ahli Gizi
  2. Jenis makanan utama yang dikonsumsi disesuaikan dengan konsep piring makan model T
  3. Jadwal makan terdiri dari 3 kali makan utama dan 2-3 kali makanan selingan mengikuti prinsip porsi kecil Terkait jenis makanan yang dikonsumsi sebagai penderita diabetes mellitus tentunya yang memiliki kandungan gizi yang sesuai seperti:
Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi yang mudah digunakan tubuh dan berpengaruh terhadap kadar gula darah setelah makan. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat tentu memiliki komposisi gula, pati, dan serat yang bervariasi, hal ini berefek terhadap respons glikemik (reaksi tubuh terhadap gula darah setelah makan). Beberapa bahan makanan menyebabkan peningkatan gula darah yang lama dan penurunannya perlahan, sementara sumber karbohidrat lainnya menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat dan penurunan yang cepat juga. (2) Maka dari itu, pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti ubi jalar, kentang, dan beras merah. Serat yang bersumber di sayuran juga merupakan sumber karbohidrat, serat di sayuran dapat memberikan rasa kenyang, penelitian menunjukkan penurunan kadar HbA1c terjadi setelah mengonsumsi sumber serat sebanyak 50 gram per hari. (3) Contoh sumber serat adalah sayuran hijau, buah-buahan, alpukat, kacang-kacangan. Minimalisir mengonsumsi jenis karbohidrat sederhana yang secara cepat meningkatkan kadar gula darah seperti minuman berpemanis, kue-kue, roti tawar putih, jus buah ditambah pemanis, soda.

Protein dan Lemak

Protein yang didapatkan dari hewani maupun nabati merupakan zat gizi esensial untuk menjaga massa otot. Terdapat penelitian yang menunjukkan mengonsumsi 30% protein dari kebutuhan memberikan efek baik pada kadar gula darah puasanya. (4) Kualitas lemak juga memengaruhi DM. Minimalisir konsumsi lemak trans dan mulai beralih ke konsumsi lemak tidak jenuh yang bersumber dari ikan laut, minyak zaitun.

Pentingnya Sarapan

Sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting. Faktanya, sarapan dengan makanan yang bergizi lengkap dari karbohidrat, protein, dan lemak dapat memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas, meningkatkan rasa kenyang sehingga menurunkan kemungkinan terlalu banyak makan di saat siang hari. (5) Namun, kenyataan yang terjadi berdasarkan penelitian pada penderita diabetes di Malaysia, masih ada yang tidak mengikuti jadwal makan yaitu melewatkan sarapan pagi langsung melanjutkan aktivitasnya. (5) Hal ini ternyata tidak direkomendasikan dan cenderung membahayakan, lho! Mengapa?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-11
Resistensi Insulin

Tidak sarapan di pagi hari ternyata akan memperburuk kondisi resistensi insulin, resistensi insulin adalah kondisi sel-sel dalam tubuh tidak lagi dapat menyerap glukosa yang diedarkan di dalam darah, dikarenakan tubuh tidak ‘peka’ dengan adanya hormon insulin yang membantu proses penyerapan glukosa di dalam darah masuk ke sel-sel tubuh yang membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi. Melihat banyaknya glukosa yang beredar di dalam darah, tubuh menangkap itu sebagai sinyal untuk mengeluarkan lebih banyak insulin.(5,6) Sederhananya, anggap kita membawa banyak makanan dari luar untuk diberikan kepada keluarga kita di rumah, karena keluarga kita sedang lapar. Sesampainya di pintu gerbang, kita mencari-cari kunci untuk membuka gerbang, setelah kuncinya ketemu, kunci tersebut sudah tidak bisa membuka gerbang, ternyata gerbangnya sudah mulai rusak dan tidak bisa terbuka. Alhasil, kita tidak dapat masuk dan keluarga di dalam rumah masih dalam kondisi kelaparan. Makanan yang kita bawa adalah karbohidrat yang akan diolah menjadi glukosa, kunci yang kita bawa adalah hormon insulin, pintu gerbang adalah reseptor dalam tubuh kita.

Lonjakan Kadar Gula Darah

Sarapan pagi selalu dihubungkan sebagai jam makan yang paling penting dalam sehari. Penelitian menyebutkan sarapan berhubungan dengan peningkatan rasa kenyang dalam tubuh dan mengatur nafsu makan selama sepanjang hari saat beraktivitas. Apabila seorang penderita diabetes melewatkan sarapannya, hal ini berpengaruh pada kadar gula dalam darah, tidak sarapan di pagi hari akan menimbulkan rasa lapar dan memberikan stress ke tubuh. Akhirnya makan berlebihan pada saat makan siang maupun makan malam. (7) Dampaknya, kadar gula darah yang awalnya rendah karena tidak sarapan, melonjak tinggi tiba-tiba saat makan siang. Lonjakan kadar gula darah ini memberikan tanda-tanda seperti :

  1. Sering buang air kecil
  2. Merasa kelelahan, letih
  3. Sering haus
  4. Penglihatan kabur
  5. Sakit kepala

Kondisi lonjakan gula darah yang terlalu lama terjadi akan menyebabkan gejala penyakit baru yaitu ketoasidosis, apabila tidak segera diperiksakan ke dokter akan menyebabkan koma atau bahkan kematian. Beragam bahaya yang bisa terjadi apabila seorang penderita diabetes melewatkan sarapan. Maka dari itu, sangat disarankan sarapan dengan makanan kandungan gizi seimbang, rendah lemak, rendah gula sehingga kadar gula dalam darah bisa terjaga. Contoh sarapan bergizi untuk penderita diabetes adalah

  1. Nasi ½ centong, telur dadar sedikit minyak, sup sayuran (oyong/labu siam, wortel, tomat)
  2. Nasi merah, pepes ikan kembung, tempe balado, sayur asem
  3. Ubi kuning kukus, suwiran ayam dalam kuah kuning, telur rebus, kacang tanah sangrai atau goreng

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Gray, D.Type 2 diabetes risk and breakfast, Healthline. Available at: https://www.healthline.com/health-news/skipping-breakfast-can-increase-your-risk-for-type-2- diabetes#How-breakfast-helps. 2019 (Accessed: 18 September 2023).
  2. Vega-López, S, Bernard J., and Joanne L. Slavin. Relevance of the glycemic index and glycemic load for body weight, diabetes, and cardiovascular disease. Nutrients. 2018. 10.10: 1361.
  3. Post, Robert E., et al. Dietary fiber for the treatment of type 2 diabetes mellitus: a meta-analysis. The Journal of the American Board of Family Medicine. 2012. 25.1: 16-23
  4. Luger M, Holstein B, Schindler K, Kruschitz R, Ludvik B. Feasibility and efficacy of an isocaloric high protein vs. standard diet on insulin requirement, body weight and metabolic parameters in patients with type 2 diabetes on insulin therapy. Experimental and Clinical Endocrinology & Diabetes. 2013 May;121(05):286-94.
  5. Tong W, Vethakkan SR, Ng CJ. Why do some people with type 2 diabetes who are using insulin have poor glycaemic control? A qualitative study BMJ Open. 2015.5:e006407. doi: 10.1136/bmjopen-2014- 006407
  6. Bi, H., Gan, Y., Yang, C., Chen, Y., Tong, X. and Lu, Z. Breakfast skipping and the risk of type 2 diabetes: a meta-analysis of observational studies. Public health nutrition. 2015 18(16): 3013-3019.
  7. Li, Z. H., Xu, L., Dai, R., Li, L. J., & Wang, H. J. Effects of regular breakfast habits on metabolic and cardiovascular diseases: A protocol for systematic review and meta-analysis. Medicine. 2021. 100(44), e27629. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000027629

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit dengan penyebab kematian terbanyak dan tertinggi didunia. Kalau kamu mengamati informasi kesehatan, dapat diketahui bahwa angka Diabetes Mellitus Tipe 2 didunia semakin bertambah setiap tahunnya. Banyak orang tahu bahwa diabetes disebabkan kelebihan konsumsi gula pada seseorang, dan menormalisasikan makanan asin sebagai pengganti makanan manis. Apakah makanan asin tidak menyebabkan Diabetes Mellitus Tipe 2? Yuk simak informasi tersebut dibawah ini!

Definisi Diabetes Mellitus

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa darah. Pada kondisi tersebut terjadi peningkatan glukosa darah dan seiring berjalannya waktu menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah (1). Diperkirakan 578,4 juta penduduk dengan diabetes pada tahun 2030 dibandingkan 463 juta di tahun 2019 dan tahun 2045 jumlahnya akan meningkat menjadi 700,2 juta (2). Menurut International Diabetes Federation (2019) diprediksi adanya peningkatan kasus Diabetes Mellitus tipe 2 di Indonesia dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 13,7 juta pada tahun 2030.

Makanan Asin Terhadap Penyebab Diabetes Mellitus Tipe 2

Pola makan yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Diabetes Mellitus Tipe 2 (1). Asupan garam, gula dan lemak yang tidak sesuai kebutuhan akan menjadi boomerang terhadap kesehatan kamu lho. Seringkali, terdapat beberapa individu yang menganggap bahwa Diabetes Mellitus Tipe 2 hanya perlu mengurangi konsumsi gula nya saja. Menurut beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan berlemak dan manis mempunyai hubungan yang erat dengan diabetes melitus, tetapi konsumsi makanan asin bersiko 2,62 kali lebih besar untuk terkena Diabetes Mellitus tipe 2 (5).

Menurut WHO sendiri juga telah merekomendasikan penggunaan garam secara maksimum yaitu 5 gram/hari untuk orang dewasa sehat. Tetapi, sering diketahui beberapa penelitian menyatakan dilakukan penambahan garam pada makanan terutama fast food tanpa terlebih dahulu mencicipinya (4). Penambahan garam tersebut jika tidak sesuai dengan takaran dalam satu porsi makanan terutama makanan cepat saji memiliki risiko terkena Diabetes Melitus Tipe 2 sebanyak 2 kali lipat.

Lalu bagaimana garam yang menyebabkan hipertensi dapat menyebabkan Diabetes Mellitus Tipe 2?

Asupan garam yang tinggi diduga sebagai penyebab tidak langsung obesitas dan risiko menderita diabetes melitus tipe 2. Kelebihan konsumsi natrium dapat menyebabkan hipertensi dan peradangan sehingga risiko trjadinya diabetes mellitus tipe 2 semakin tinggi, akan tetapi belum ada penelitian secara fisiologis tetapi kerusakan lapisan pembuluh darah, dan kemungkinan adanya hubungan antara garam, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin. Salah satu faktor hubungan garam/natrium terhadap risiko terjadinya diabetes melitus yaitu banyaknya makanan kaya natrium/garam yang juga mengandung lemak jenuh, hal tersebut dapat meningkatkan resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2 (6).

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T215754.069

Kebiasaan ini bisa diubah dengan pemberian informasi atau konsultasi dengan ahli gizi atau dokter terkait dan kemauan keras dari individu sendiri. Jika masyarakat mengetahui bahwa asupan garam yang berlebihan tidak hanya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan munculnya penyakit ginjal, tetapi juga peningkatan risiko diabetes mellitus (4).

Jadi dapat disimpulkan bahwa konsumsi terlalu banyak makanan asin, akan meninggikan risiko terjadi Diabetes Mellitus Tipe2 atau memperparah penderita Diabetes Mellitus Tipe 2, hubungan garam dengan terjadinya penyakit hipertensi akan menjadi berkepanjangan dan menyebakan risiko penyakit lain, maka pahami dan patuhi lah penggunaan garam, gula, dan lemak berdasarkan rekomendasi World Health Organization atau WHO serta kebutuhan dalam sehari.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. World Health Organization. Diabetes. 2023 [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
  2. Milita, F., Handayani, S., G Setiaji, B. (2021). Kejadian Diabetes Mellitus tipe II pada lanjut usia di Indonesia (analisis riskesdas 2018). Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17(1), 9-20.
  3. Diabetes Federation International. IDF Diabetes Atlas Ninth Edition 2019 [Internet]. International Diabetes Federation. 2019. 1 p. Available from: Http://Www.Idf.Org/Aboutdiabetes/Facts-Figures
  4. Radzeviciene, L., G Ostrauskas, R. (2017). Adding Salt To Meals As A Risk Factor Of Type 2 Diabetes Mellitus : A Case–Control Study. Nutrients, 9(1), 67.
  5. Yuantari, M. G. C. (2022). Kajian Literatur: Hubungan Antara Pola Makan Dengan Kejadian Diabetes Melitus. Jkm (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 9(2), 255-266.
  6. https://www.medicalnewstoday.com/articles/high-salt-intake-may-increase type-2-diabetes-risk#How-much-salt-is-too-much?

Siapa yang tidak kenal Empat Sehat Lima Sempurna? Prinsip Empat Sehat Lima Sempurna (ESLS) pertama kali dipromosikan pada tahun 1952. Slogan ini terinspirasi dari pesan gizi di Amerika Serikat, yaitu Basic Seven and Basic Four. ESLS menekankan pada pentingnya konsumsi makanan pokok (sumber karbohodrat), lauk (sumber protein dan lemak), sayur dan buah (sumber vitamin dan mineral), serta susu sebagai pelengkap.(1,2) Setelah berjalan sekitar 25 tahun, pedoman ESLS mulai dianggap tidak relevan bagi Indonesia sehingga dirumuskan pedoman baru, yaitu Gizi Seimbang. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang Pedoman Gizi Seimbang, dan tetap menggunakan slogan Empat Sehat Lima Sempurna. Mengapa ESLS perlu diperbaharui dan apa bedanya dengan Pedoman Gizi Seimbang? Simak penjelasan berikut.

Alasan diberhentikannya penggunaan ESLS

  1. Tidak adanya anjuran porsi makan yang jelas dalam pedoman ESLS, mengonsumsi makanan yang berlebihan maupun terlalu sedikit dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
  2. Dalam pedoman ELSL, susu dianggap seperti makanan super. Seakan-akan jika tidak mengonsumsi susu, maka kualitas makanan yang dikonsumsi kurang sempurna. Sedangkan harga susu di Indonesia tergolong cukup mahal, sehingga sulit diakses masyarakat ekonomi bawah.
  3. Tidak disertakannya anjuran konsumsi cairan, yang penting bagi keseimbangan tubuh.(3)

Pedoman Gizi Seimbang sebagai pembaharu ESLS

Sejak 1990-an, telah diluncurkan Pedoman Umum Gizi seimbang (PUGS) sebagai pengganti ESLS. PUGS kemudian disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS), yang berisi 10 butir pesan dan 4 pilar utama. PGS menyertakan keberagaman pangan, PHBS dan aktivitas fisik yang sebelumnya tidak muncul di pedoman ESLS.(2) Sepuluh pesan Gizi Seimbang, yaitu:

1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

Tiap makanan mengandung jumlah zat gizi yang berbeda-beda. Tidak ada makanan tunggal yang sempurna dan mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia, kecuali ASI bagi bayi usia 0-6 bulan. Pesan PGS yang pertama ini menekankan pentingnya mengonsumsi beragam jenis makanan agar asupan zat gizi dapat lengkap. Masyarakat juga diharapkan mensyukuri dan menikmati tiap gigitan makanan yang masuk ke tubuh sehingga tidak makan tergesa-gesa. Konsep ini dapat dikaitkan dengan prinsip mindful eating yang baik untuk kesehatan.

2. Banyak bakan sayur dan cukup buah-buahan

Sayur dan buah adalah sumber karbohidrat sederhana (glukosa dan fruktosa), vitamin, mineral, serat, hingga antioksidan yang penting bagi tubuh. Masyarakat Indonesia kelompok usia remaja dan dewasa sebaiknya makan 400-600 g per hari. Sekitar dua pertiga dari jumlah anjuran konsumsi sayu dan buah tersebut adalah porsi sayur.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

Terdapat dua jenis protein, yaitu hewani (bersumber dari hewan) dan nabati (bersumbar dari tumbuhan). Susu kini masuk ke dalam kelompok protein hewani, bukan lagi pangan yang berdiri sendiri seperti dalam pedoman ESLS. Protein hewani memiliki banyak asam amino dan mutu zat gizi tinggi yang mudah diserap tubuh, tetapi cenderung mengandung kolesterol tinggi. Sebaliknya, pangan nabati tinggi lemak tak jenuh, tetapi penyerapan proteinnya tidak seefektif pangan hewani. Maka, PGS menganjurkan konsumsi kedua jenis protein tersebut bersamaan agar saling melengkapi. Lauk hewani dan nabati masing-masing disarankan dikonsumsi sebanyak 2-4 porsi per hari (lauk hewani setara dengan 70-140 g (2-4 potong) daging sapi; atau 80-160 g (2-4 potong) daging ayam; atau 80-160 g (2-4 potong) ikan, sedangkan lauk nabati setara dengan 100-200 g (4-8 potong) tempe; atau 200-400 g (4-8 potong sedang) tahu).

4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok

Makanan pokok adalah sumber karbohidrat yang menjadi penyedia energi utama dalam beraktivitas. Indonesia memiliki jenis makanan pokok yang sangat bervariasi seperti beras, jagung, tapas, sorgum, dan sagu. Tiap jenis makanan pokok memiliki karakteristik yang berbeda pula, sehingga akan lebih baik untuk mengonsumsi makanan pokok secara beragam. Porsi makanan pokok yang dianjurkan yaitu sekitar sepertiga piring dalam sekali makan.

5. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak

Konsumsi harian gula dianjurkan tidak lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium maksimal 2000 mg (1 sendok teh garam), dan lemak/minyak sebaiknya kurang dari 67 g (5 sendok makan). Asupan gula, garam, dan minyak yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

6. Biasakan sarapan

Sarapan diharapkan menyediakan fondasi energi dalam beraktivitas sehari-hari. Melewatkan sarapan dapat meningkatkan kebiasaan jajan tidak sehat yang berdampak buruk bagi tubuh.

7. Minum air putih yang cukup dan aman.

Air diperlukan untuk membantu metabolisme tubuh dan berbagai fungsi lainnya. Kebutuhan cairan tiap individu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tahap pertumbuhan, aktivitas fisik, suhu tubuh, dan lingkungan. Pada kondisi normal, orang dewasa dianjurkan meminum sekitar 2 liter atau setara 8 gelas per hari.

8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.

PGS menganjurkan masyarakat untuk membaca label makanan kemasan agar mengetahui informasi kandungan zat gizi, tanggal kadaluarsa makanan, hingga informasi khusus seperti kandungan zat yang memicu alergi.

9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir.

Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih penting untuk mencegah penyebaran mikroorganisme dan meminimalisir penyakit menular.

10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan.

Masyarakat dianjurkan berolahraga sekitar 30 menit/hari atau 150 menit/minggu untuk menjaga kebugaran tubuh dan pencegahan penyakit tidak menular.(2,4,5)

Menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang untuk hidup berkualitas. Konsisten melakukan gaya hidup sehat memang tidak mudah, tapi bisa dimulai dengan menerapkan butir-butir Pedoman Gizi Seimbang. Di antara banyaknya anjuran diet yang beredar di masyarakat, Pedoman Gizi Seimbang memiliki anjuran yang komprehensif dan universal sehingga sangat layak untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Soekirman. Taking the Indonesian nutrition history to leap into betterment of the future generation: development of the Indonesian Nutrition Guidelines. Asia Pac J Clin Nutr. 2011;20(3):447–51.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta; 2014.
  3. Inilah Perbedaan “4 Sehat 5 Sempurna” Dengan “Gizi Seimbang” – Sehat Negeriku [Internet]. [cited 2023 Nov 22]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis media/20160505/5214922/inilah-perbedaan-4-sehat-5-sempurna-dengan-gizi-seimbang/
  4. Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Suharyati, Hartati B, Kresnawan T, Sunarti, Hudayani F, Darmarini F, editors. Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2020.
  5. Tapper K. Mindful eating: what we know so far. Nutr Bull. 2022 Jun 10;47(2):168–85.

Pepatah bilang, “Tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Gizi seimbang adalah susunan makanan setiap hari dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Gizi seimbang merupakan cara yang tepat untuk mengatasi peningkatan zat gizi serta mencapai status gizi dan kesehatan yang optimal. (4) Oleh karena itu, kesehatan perlu diperhatikan dimulai dengan pola makan seimbang.

Kamu harus tahu

Jika ditanya pedoman gizi orang Indonesia apa? Kebanyakan masyarakat Indonesia masih menjawab “Empat Sehat Lima Sempurna”. Pedoman tersebut sudah lama tidak berlaku. Apa alasan pemerintah mengubah pedoman ini? Pedoman “Empat Sehat Lima Sempurna” yang sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 1992. Pedoman tersebut dirasa belum memadai sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini, selain dari mengonsumsi makanan, diperlukan konsumsi air yang cukup, menjaga kebersihan diri dan melakukan aktivitas fisik untuk menyeimbangkan antara asupan dan keluaran. Oleh karena itu, dikembangkanlah Pedoman Gizi untuk masyarakat Indonesia yaitu Pedoman Gizi Seimbang yang berlaku sejak tahun 2014. Hal yang mendasar juga berkaitan dengan tidak berlakunya empat sehat lima sempurna adalah karbohidrat tidak selalu nasi dan susu adalah salah satu sumber protein hewani. (1)

Sudah tahu belum pedoman baru gizi seimbang, yuk simak!

Pedoman gizi seimbang dituangkan dalam bentuk tumpeng atau biasa dikenal dengan Tumpeng Gizi Seimbang. Prinsip pedoman gizi seimbang didasarkan pada 4 pilar, yaitu konsumsi makanan yang bervariasi, aktivitas fisik, kebersihan diri dan lingkungan, serta pemantauan berat badan. Selain itu, panduan keseimbangan gizi dilengkapi dengan gambar visual berupa Piringku: Porsi per makan yang dapat digunakan sebagai panduan makanan. Visualisasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran pangan yang realistis, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pola makan seimbang adalah yang mengandung zat gizi atau zat gizi seimbang, antara lain protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya, tanpa kelebihan atau kekurangan, berdasarkan kebutuhan pola makan sehari-hari. Aktivitas fisik dan kebersihan makanannya juga harus kamu perhatikan. Tubuh membutuhkan pola makan yang seimbang dan bergizi untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. (3)

Tidak hanya Indonesia yang memiliki pedoman gizi seimbang, lho!

Setiap negara memiliki pedoman untuk konsumsi makanan sehari-hari. Pedoman tersebut diperlukan agar masyarakat memiliki perilaku pola makan dengan baik. Pola makan merupakan perilaku penting yang berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2022). (3) Saat ini Indonesia telah memiliki panduan gizi yang disebut Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Salah satu tujuan Pedoman Gizi Seimbang adalah untuk mencegah berbagai masalah gizi. Gizi seimbang tidak hanya mencakup pedoman yang berhubungan dengan makanan saja. Menurut (Kemenkes RI, 2014) dalam peraturan Perundang-undangan No. 41 Tahun 2014, gizi seimbang adalah (Kemenkes RI, 2014) susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip untuk mencegah masalah gizi. Prinsip pola makan seimbang yang disebutkan dalam panduan tersebut didasarkan pada 4 pilar yaitu variasi pola makan, aktivitas fisik, pola hidup sehat dan pemantauan berat badan secara berkala untuk menjaga berat badan normal. (3)

Empat Pilar Utama Gizi Seimbang

Pedoman pola makan seimbang meliputi 4 (empat) pilar yang intinya merupakan rangkaian upaya keseimbangan gizi yang masuk dan keluar dengan cara memantau berat badan secara berkala. Keempat pilar tersebut adalah:

1. Mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-09-05T151142.907

Dalam satu sumber zat gizi kita harus mengonsumsi beraneka ragam makanan. Seperti sumber karbohidrat dapat kita penuhi dari nasi, mie, umbi-umbian, tepung-tepungan sekitar 3-4 porsi sehari. Sumber protein kita dapat penuhi dari ikan, daging ayam, daging sapi, telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan sekitar 2-4 porsi sehari. Sumber vitamin dapat kita penuhi dari sayur dan buah-buahan yang beraneka ragam warna masing-masing sekitar 2-3 porsi buah per hari dan 3-4 porsi sayur per hari. Buah dan sayur ini hendaknya dikonsumsi keduanya dan bukanlah dipilih salah satu berdasarkan kesukaan karena vitamin dan mineral yang dikandungnya berbeda fungsi dalam tubuh kita. Batasi konsumsi gula garam dan minyak, pilihlah makanan jadi dengan melihat komposisi bahan makanan tambahan yang dikandungnya. (5)

2. Pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga

Aktivitas fisik yang mencakup semua jenis aktivitas tubuh, termasuk olahraga, merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan pengeluaran dan penyerapan gizi, sumber energi utama tubuh. Aktivitas fisik membutuhkan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme dalam tubuh, termasuk metabolisme zat gizi. Oleh karena itu, aktivitas fisik berperan dalam menyeimbangkan gizi yang masuk dan keluar dari tubuh. (5,6)

3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat

Pada penderita diare, ini berarti hilangnya zat gizi dan cairan akan segera memperburuk keadaan. Begitu pula sebaliknya, orang yang kekurangan gizi berisiko terkena penyakit menular karena ketika kekurangan gizi, sistem kekebalan tubuh orang tersebut melemah, sehingga patogen lebih mudah masuk dan berkembang. Kedua faktor ini menunjukkan bahwa hubungan antara malnutrisi dan penyakit menular bersifat timbal balik. Mengadopsi gaya hidup bersih akan mencegah seseorang bersentuhan dengan sumber infeksi. (5,6)

4. Menjaga berat badan ideal

Bagi orang dewasa, salah satu indikator tubuh memiliki gizi seimbang adalah tercapainya berat badan normal, yaitu berat badan yang sesuai dengan tinggi badannya. Angka ini disebut Indeks Massa Tubuh (IMT). (5,6)

Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang

Berdasarkan 4 pilar gizi seimbang tersebut terdapat pengembangan terkait 10 pesan gizi seimbang yang terdiri atas:

  1. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok
  2. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak
  3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
  4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  6. Biasakan sarapan pagi
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Banyak makan buah dan sayur
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

Rincian mengenai Pedoman Gizi Seimbang yang ada di Indonesia dirangkum dalam Tumpeng Gizi Seimbang sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. (2)

Kualitas dan kuantitas makanan mempengaruhi kesehatan

Saat ini telah dikembangkan alat untuk mengukur kuantitas dan kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat. Alat ini awalnya digunakan oleh Amerika Serikat untuk menilai kualitas makanan dan kepadatan penduduk terhadap rekomendasi yang diuraikan dalam Pedoman Diet Krebs-Smith untuk Amerika. Alat ini sering disebut dengan Healthy Eating Index (HEI). Selain Amerika Serikat, negara lain juga mulai mengembangkan alat pengkajian gizi, termasuk Indonesia. Indonesia telah merevisi Indeks Makan Sehat (HEI) agar selaras dengan pedoman gizi seimbang. Revisi alat Indeks Makan Sehat (HEI) di Indonesia disebut dengan Indeks Gizi Seimbang (IGS). Indeks Gizi Seimbang yang dikembangkan di Indonesia dapat digunakan untuk menilai sejauh mana konsumsi masyarakat sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Indeks Gizi Seimbang merupakan alat yang tervalidasi dan dapat digunakan pada sejumlah kelompok seperti remaja perempuan, pria dewasa, dan wanita dewasa. Konsep IGS adalah memberi skor, jika skornya lebih tinggi atau mendekati angka 100, maka dapat dipahami bahwa konsumsi masyarakat baik dan memenuhi prinsip gizi seimbang (3)

Yuk, Mulai Sekarang! Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Admin. “Pedoman Gizi untuk Masyarakat Indonesia, Apa Ya?”. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. 2017 [cited 2023 November 12]. Available from: https://gizi.unisayogya.ac.id/pedoman-gizi-indonesia-apa-ya/
  2. Kemenkes RI. “Apa saja sepuluh pedoman gizi seimbang?”. p2ptm.kemkes.go.id. 2019 [cited 2023 November 12]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-sepuluh-pedoman-giz i-seimbang
  3. Pangestuti, D. R, dkk. (2023). “EDUKASI INDEKS GIZI SEIMBANG PADA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG”. JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), 6(3): 962-975.
  4. Panjaitan, N. W, dkk. (2022). “Analisis Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Bagi Remaja di MTS Ex PGA Proyek UNIVA Medan”. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1): 57-62.
  5. Wiranti, R. “Gizi Seimbang Sehatkan Tubuhku”. ilmugiziku.com. 2023 [cited 2023 November 12]. Available from: https://ilmugiziku.com/2023/05/22/gizi-seimbang-sehatkan-tubuhku/
  6. Yuningsih, D. E. “Pilar Utama Dalam Prinsip Gizi Seimbang”. yankes.kemkes.go.id. 2022 [cited 2023 November 12]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/179/pilar-utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang