Tidak Selalu Terlihat, Tapi Menyakitkan: Fakta Kista Endometriosis yang Jarang Dibahas

Tidak Selalu Terlihat, Tapi Menyakitkan: Fakta Kista Endometriosis yang Jarang Dibahas

Bagikan

Nyeri haid sering dianggap wajar, padahal tidak selalu begitu. Rasa sakit yang terus menerus atau bahkan sampai mengganggu aktivitas biasa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius. Salah satunya adalah kista endometriosis. Kondisi yang kerap luput dari perhatian tetapi dampaknya bisa besar mulai dari nyeri kronis hingga gangguan kesuburan.

Apa itu Kista Endometriosis?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555523147647192381"}}

Kista endometriosis sering disebut dengan kista coklat. (1) Endometriosis merupakan penyakit organ reproduksi wanita yang mana terdapat jaringan mirip dinding rahim yang tumbuh di luar rahim seperti pada ovarium, tuba, bahkan bisa pada organ lain seperti usus besar. (1,2) Hal ini dipengaruhi oleh hormon estrogen, sehingga jaringan endometrium ikut menebal layaknya siklus menstruasi (berdarah). (3) Akan tetapi darah tersebut tidak bisa keluar sehingga mengumpul menjadi kista berwarna coklat. (1)

Gejala yang sering muncul antara lain (3):

  1. Perdarahan menstruasi hebat
  2. Nyeri haid hebat (dismenore)
  3. Nyeri panggul yang hebat saat haid
  4. Sulit memiliki keturunan/hamil

Seberapa Sering Terjadi Kasus Kista Endometriosis?

Endometriosis bukanlah kasus langka. Menurut WHO sekitar 10% atau diperkirakan 190 juta wanita di seluruh dunia hidup dengan kondisi ini. (4) Penelitian lain menunjukkan bahwa 2-4% wanita premonopause, dan hingga 50% wanita infertil. (4,5) Angka ini memperlihatkan betapa besar masalah kesehatan yang sering diremehkan hanya karena dianggap “nyeri haid biasa”.

Faktor Penyebab Munculnya Kista Endometriosis

Faktor penyebab endometriosis beragam dan tidak ditemukan faktor utama pencetusnya. Namun ada beberapa faktor yang berperan penting dalam kondisi ini, seperti (3):

  1. Adanya faktor genetik/keturunan
  2. Kadar hormon estrogen yang tinggi
  3. Gangguan kekebalan tubuh
  4. Lingkungan seperti tidak berolahraga dan pola makan yang kurang baik

Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Kista Endometriosis

Meskipun tidak ada pola makan khusus yang bisa benar-benar meyembuhkan kista endometriosis (2), penelitian menunjukkan bahwa pola makan dan gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup.

  1. Pola Makan

  2. 1) Batasi konsumsi daging merah dan makanan olahan (6) Daging merah dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan hormon estrogen dalam darah sehingga meningkatkan inflamasi/peradangan yang akan dirasakan seperti rasa nyeri terkait endometriosis. Dalam penelitian, wanita yang mengkonsumsi ›2 porsi/hari daging merah akan beresiko lebih tinggi sebesar 56% dibandingkan yang mengkonsumsi ≤1 porsi/minggu. (3,5)
    2) Perbanyak makanan anti-inflamasi (anti peradangan) Rekomendasi dari beberapa praktisi ahli gizi dalam penelitiannya, mengatakan bahwa pola makan yang kaya antioksidan, PUFA, serta vitamin D,C,E terbukti memiliki sifat anti-inflamasi pada pasien endometriosis. (6) Contoh makanan yang didapatkan adalah sayuran dan buah berwarna cerah sebagai sumber vitamin dan antioksidan, ikan, laktosa, kedelai (2), kacang-kacangan sebagai sumber vitamin E (7).
    3) Utamakan makanan kaya serat Meningkatkan makan makanan sumber serat dapat menurunkan kadar estrogen dalam darah serta berpotensi sebagai efek anti- inflamasi dari makan serat sumber nabati. Contoh sumber makanan serat yang mudah didapatkan yaitu dari sayuran, buah-buahan, dan produk susu. (8)
  3. Gaya Hidup Sehat
  4. Endometriosis dapat memiliki efek terhadap penderita yang signifikan seperti kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Tingkat kambuhnya endometriosis setelah pembedahan berkisar 6-67%. Prosedur terapi medis dan pembedahan yang berulang akan memiliki dampak psikologis bagi penderita kista endometriosis. (5,8)
    Gaya hidup yang sehat akan sangat berdampak baik bagi tubuh penderita endometriosis. Jika tidak membiasakan gaya hidup sehat, maka akan meningkatkan inflamasi sehingga akan merasakan nyeri pada area tumbuhnya endomestriosis. Oleh karena itu, dibutukan pengelolaan stres yang baik. (8) Contoh sederhana yaitu merutinkan olahraga aerobik secara teratur seperti berjalan kaki, bersepeda, ataupun berenang, senam, zumba. (9,10) Olahraga seperti ini dapat membantu menurunkan hormon estrogen bagi wanita terutama pada penderita kista endometriosis. (9)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Ferbriana, IF. Nyeri haid pada kista coklat: apakah mengganggu kesuburan?.RSUI. 2022. [cited 2025 Aug 19]. Available from: https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/nyeri-haid-pada-kista-coklat-apakah-mengganggu-kesuburan#:~:text=Kista%20coklat%20atau%20sering%20disebut,usus%20besar)%20dan%20dinding
    %20perut
  2. Mazza E, Triano E, Mazza S, Ferro Y, Abbinante A, Agneta MT, et al. The impact of endometriosis on dietary choices and activities of everyday life: a cross-sectional study. Front Nutr.2023;10:1273976.doi:10.3389/fnut.2023.1273976
  3. Arab A, Karim E, Vingrys K, Kelishadi MR, Mehrabai S, Askari G. Food group and nutrients consumption and risk of endometriosis: a systematic review and meta-analysis of observational studies. Nutr J. 2022;21:58.doi:10.1186/s12937-022-00812-x
  4. World Health Organization. Endometriosis [Internet]. Geneva: WHO; 2023.[cited 2025 Aug 13]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/endometriosis
  5. Abulughod N, Valaka S, Assaad FE. Dirtary and nutritional interventions for the management of endometriosis. Nutrients. 2024;16:3988. doi:10.3390/nul1623988
  6. Martire FG, Costantini E, d’Abate C, Capria G, Piccione E, Andreoli A. Endometriosis and nutrition: therapeutic perspectives. Clin Med.2025;14:3987. doi:10.3390/jcm14113987
  7. Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. 9th ed. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2013
  8. Neri LCL, Quintiero F, Fiorini S, Guglielmetti M, Ferraro, Tagliabue A, et al. Diet and endometriosis: an umbrella review. Foods. 2025;14:2087. doi:10.3390/foods14122087
  9. Kossman DA, Williams NI, Domchek SM, Kurzer MS, Stop-fer JE, Schmitz KH. Exercise lower estrogen and progesterone levels in premenopausal women at high risk of breast cancer. J Appl Physiol. 2011;111:1678-1693. doi:10.1152/japplphysiol.00319.2011
  10. Fauzan A. Olahraga aerobik yang bisa bantu turunkan berat badan. Haladoc. 2025. [cited 2025 Aug 20]. Available from:https://www.halodoc.com/artikel/ini-9-olahraga-aerobik-yang-bisa-bantu-turunkan-berat-badan?srsltid=AfmBOooSIzqvAaUnuamaGknmkaCKQRUDaBs3eGjDc9p8_EzSc1f2zvag
No Comments

Post A Comment