Suka Pilates Karena Estetik? Ini Alasan Ilmiah yang Bikin Kamu Makin Yakin

Suka Pilates Karena Estetik? Ini Alasan Ilmiah yang Bikin Kamu Makin Yakin

Bagikan

Olahraga Pilates kini digandrungi banyak anak muda. Banyak yang tertarik mencoba karena tampilannya yang estetik dan dinilai cocok untuk rutinitas kebugaran masa kini. Tapi, benarkah olahraga ini hanya sekadar tren? Atau justru menyimpan manfaat besar yang didukung secara ilmiah?

Olahraga Estetik yang Punya Esensi

Pilates bukan cuma tampak estetis dan menenangkan di linimasa media sosial, tapi memiliki nilai fungsional yang lebih dalam. Di balik studio berwarna netral dan gerakan-gerakan lembutnya, latihan ini adalah metode yang sudah ada sejak lama dan didesain untuk memperkuat tubuh secara menyeluruh.

Pilates dikembangkan oleh Joseph Pilates di awal abad ke-20. Metode ini berfokus pada penguatan otot inti (core), peningkatan fleksibilitas, serta kontrol gerak tubuh. (1, 2, 3)

Selain membantu membangun kekuatan dan memperbaiki postur, aktivitas ini juga berperan dalam mendukung kualitas tidur yang lebih baik, serta meningkatkan koordinasi gerak. (4,5)

Berkat pendekatan yang lembut dan fleksibel, aktivitas ini tergolong aman dan dapat disesuaikan dengan kemampuan individu, sehingga sangat ideal diterapkan bahkan pada kelompok lansia. (6) Di sisi lain, banyak atlet dan penari profesional yang juga mengandalkan metode ini untuk menjaga performa dan mencegah cedera.

Saat ini, Pilates semakin populer karena:

    1. Gerakannya terlihat ringan, tapi efektif.
    2. Studio Pilates menawarkan suasana yang tenang dan modern.
    3. Banyak influencer dan figur publik yang mempraktikkannya.

Tren Pilates memang sedang naik, tapi sebenarnya ini adalah metode latihan dengan dasar ilmiah yang kuat

Di Balik Popularitas Pilates: Apa Kata Sains?

Banyak yang bertanya-tanya, apakah Pilates hanya hype semata, atau benar-benar memberikan manfaat kesehatan?

Menurut studi Fizyoterapi rehabilitasyon (2023), latihan ini terbukti meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot inti, stabilitas postural, keseimbangan statis dan dinamis, kelincahan, serta daya tahan otot. (7)

Temuan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research (2024) juga menunjukkan bahwa Pilates efektif meningkatkan keseimbangan pada anak-anak dengan Spastic Cerebral Palsy, yaitu kondisi dengan otot yang kaku atau tegang secara berlebihan. (8)

Dengan pendekatan yang bersifat low-impact, Pilates menjadi alternatif aman dan ideal bagi pemula, orang lanjut usia, maupun mereka yang sedang menjalani pemulihan fisik. Jadi, bisa dibilang: ya, tren ini beralasan.

Dari Matras ke Mindfulness: Pilates untuk Kesehatan Mental

Metode ini tidak hanya menggerakkan tubuh, tapi juga menenangkan pikiran. Perpaduan antara gerakan yang terkontrol dan teknik pernapasan mendalam, Pilates membantu menciptakan efek mindfulness yang relevan dengan kebutuhan hidup modern yang serba cepat.

Menurut studi dalam Bulletin of Faculty of Physical Therapy (2023), latihan Pilates secara rutin terbukti membantu meningkatkan suasana hati dan pengurangan kecemasan, serta depresi. Aktivasi sistem saraf parasimpatis melalui latihan ini juga membantu tubuh memasuki kondisi tenang dan pulih. (9)

Dengan kata lain, Pilates bukan hanya tentang otot, tapi juga tentang berdamai dengan diri sendiri.

Ikut-Ikutan Tren? Tak Masalah, Asal Tetap Bijak

Tak perlu merasa bersalah jika kamu tertarik Pilates karena sedang viral. Justru, tren sering kali jadi pintu masuk menuju kebiasaan sehat. Tapi penting untuk memastikan bahwa latihan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tubuh dan dijalani dengan cara yang tepat.

Mulailah dengan kelas pemula, pilih instruktur tersertifikasi, dan jangan terburu-buru mencoba gerakan rumit yang sering muncul di media sosial. Setiap orang punya titik awal yang berbeda, dan tidak ada salahnya memulai dari dasar.

Yang terpenting adalah konsistensi. Pilates bukan sekadar soal penampilan, tapi tentang menciptakan tubuh yang kuat dan selaras dari dalam.

Tips Realistis Memulai Pilates Tanpa Drama

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7544013303941516605"}}

Bagi kamu yang ingin memulai kebiasaan sehat lewat Pilates, berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan:

        • Pilih studio atau kelas online dengan instruktur berpengalaman.
        • Gunakan pakaian yang nyaman agar gerakan tidak terganggu.
        • Jadwalkan latihan 2–3 kali seminggu untuk hasil yang konsisten.
        • Dengarkan sinyal dari tubuh, karena tidak ada gerakan yang layak dipaksakan.
        • Jangan bandingkan progresmu dengan orang lain.

Jika dilakukan secara rutin meski perlahan, latihan ini akan memberi manfaat jangka  panjang melebihi sekadar tren sementara. 

Bergerak Bukan karena Tren, tapi karena Sayang pada Diri Sendiri

Popularitas Pilates memang sedang tinggi. Tapi di balik estetikanya, olahraga ini  punya banyak manfaat yang terbukti secara ilmiah. Jika tren ini bisa membuka jalan untuk mulai peduli pada tubuh dan pikiran, mengapa tidak?

Mari anggap olahraga sebagai wujud kepedulian dan kasih pada diri kita sendiri. Dengarkan tubuhmu, rawat pikiranmu, dan temukan versi terbaik dirimu. Semua bisa  dimulai dari satu latihan sederhana di atas matras.

Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Indriyani N, Fitri NL, Sari SA, Keperawatan A, Wacana D, Kunci K, et al.  Penerapan Senam Pilates terhadap Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil  Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Tahun 2022.  Jurnal Cendikia Muda [Internet]. 2023;3(4):503–512. Available from: https://www.jurnal.akperdharmawacana.ac.id/index.php/JWC/article/view/498
  2. Ayu Vitalistyawati LP, Weta IW, Munawaroh M, Ngurah IB, Griadhi IPA, Imron MA.  Pilates Exercise lebih efektif meningkatkan fleksibilitas lumbal dibandingkan  senam yoga pada wanita dewasa. Sport and Fitness Journal [Internet].  2018;6(2):23–30. Available from: https://ojs.unud.ac.id/index.php/sport/article/download/39381/23857
  3. Gisto L, Ribeiro D, Avelino P, Costa H, Kiefer K. Effects of the Pilates method on  the pelvic floor muscles: a systematic review. Manual Therapy, Posturology &  Rehabilitation Journal [Internet]. 2023;21(March 2020):1–9. Available from: https://doi.org/10.17784/mtprehabjournal.2023.21.729
  4. Argaheni, N. B. Sistematik Review: Pengaruh Pilates Terhadap Kualitas Tidur  Pada Ibu Nifas. Midwiferia Jurnal Kebidanan [Internet]. 2021;7(1):16–26. Available  from: https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia/article/download/908 /1584/
  5. Sukmawati S, Mamuroh L, Nurhakim F. Efektivitas Pilates Exercise untuk  Mengurangi Nyeri pada Ibu Hamil. Malahayati Nursing Journal [Internet].  2023;5(8):2351–2369. Available from: https://doi.org/10.33024/mnj.v5i8.10309
  6. Das T, Bandyopadhyay N. Pilates exercises, types, and its importance: an  overview. In: World Congress on Multi Disciplinary Cohesion for Positive Health  and Well Being [Internet]. Hyderabad: BS Publications; 2023 Dec. p. 514–520.  Available from: https://www.researchgate.net/publication/378658655_PILATES_EXERCISES_TYPES_AND_ITS_IMPORTANCE_AN_OVERVIEW
  7. Yılmaz O, Soylu Y, Kaplan T, Taşkın M. How Pilates exercises affect sports  performance? A systematic review. Türk Fizyoterapi ve Rehabilitasyon Dergisi  [Internet]. 2023;34(3):367–373. Available from: https://doi.org/10.21653/tjpr.1211347
  8. Sharma S, Gupta N, Mittal A. Efficacy of Pilates training on balance in spastic  cerebral palsy children: a pilot study. Journal of Clinical & Diagnostic Research  [Internet]. 2024 Mar;18(3):133–136. Available from: https://doi.org/10.7860/jcdr/2024/75546.20053
  9. Parveen A, Kalra S, Jain S. Effects of Pilates on health and well-being of women:  a systematic review. Bulletin of Faculty of Physical Therapy [Internet].  2023;28(1):17. Available from: https://doi.org/10.1186/s43161-023-00128-9
Tags:
,
No Comments

Post A Comment