Penyebab Umum Foodborne Disease yang Perlu diwaspadai

Penyebab Umum Foodborne Disease yang Perlu diwaspadai

Bagikan

Salmonella adalah salah satu penyebab paling umum dari keracunan makanan (foodborne Disease) di seluruh dunia. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan yang akrab di keseharian kita: daging ayam, telur, susu, dan produk olahannya. Oleh karena itu, pemahaman dasar mengenai cara menjaga keamanan makanan sangat penting dimiliki. Artikel ini akan membahas langkah-langkah sederhana dan aplikatif untuk mencegah risiko keracunan makanan.

Apa Itu Salmonella spp.?

Salmonella adalah bakteri Gram-negatif yang menggunakan flagela untuk bergerak. Bakteri Salmonella hidup di saluran usus manusia dan hewan, termasuk burung, reptil, ternak, dan mamalia lainnya (1). Bakteri ini dikeluarkan melalui tinja dan dapat mencemari air dan sumber makanan, yang menyebabkan infeksi jika tertelan. Kisaran suhu optimal untuk pertumbuhan Salmonella secara umum antara 35 dan 37°C, dengan beberapa penelitian menunjukkan pertumbuhan antara 5 dan 45°C (2).

Sumber Kontaminasi: Dari Mana Salmonella Masuk ke Makanan?

FOTO ARTIKEL WEBSITE

Salmonella dapat mengontaminasi berbagai makanan, terutama yang berasal dari hewan (3):

  1. Daging ayam, sapi, babi
  2. Telur mentah atau setengah matang
  3. Susu segar yang belum dipasteurisasi
  4. Produk olahan susu seperti es krim, keju
  5. Sayuran atau buah yang terkontaminasi feses hewan
  6. Makanan siap saji yang terkena kontaminasi silang

Gejala Keracunan Salmonella (Salmonellosis)

Makanan yang terkontaminasi Salmonella dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal (pencernaan) yang disebut dengan istilah Salmonellosis. Gejala biasanya mulai 6 hingga 48 jam setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi (4). Gejala yang umum berupa mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Mialgia dan sakit kepala sering terjadi; namun, gejala utamanya adalah diare (5). Demam (38°C hingga 39°C) dan menggigil juga umum terjadi. Durasi demam dan diare bervariasi, tetapi biasanya 2 hingga 7 hari.

Cara Mencegah Kontaminasi Salmonella

FOTO ARTIKEL WEBSITE-2
  1. Saat Memasak
    Masak daging, terutama ayam, hingga suhu minimal 71,7°C dalam 15 menit (6). Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang.
  2. Saat Menyimpan
    Simpan makanan yang mudah basi dalam waktu 2 jam setelah matang. Gunakan suhu kulkas <4°C dan freezer < -18°C (7).
  3. Saat Menyiapkan Makanan
    Pisahkan talenan & pisau untuk bahan mentah dan matang. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan. Jangan gunakan wadah bekas bahan mentah tanpa dicuci.

Kesimpulan

Keamanan pangan bukan hanya urusan dapur restoran besar, kamu juga bertanggung jawab atas apa yang kamu konsumsi. Langkah-langkah kecil seperti mencuci tangan, memasak makanan hingga matang, menyimpan dengan benar, serta menjaga kebersihan dapur bisa mencegah banyak masalah kesehatan. Dengan pengetahuan ini, kamu tidak hanya bisa makan lebih aman, tapi juga lebih tenang menjalani hari-hari di perantauan

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Liu H, Whitehouse CA, Li B. Presence and Persistence of Salmonella in Water: The Impact on Microbial Quality of Water and Food Safety. Front Public Heal. 2018;6(May):1–13.
  2. Guillén S, Domínguez L, Mañas P, Álvarez I, Carrasco E, Cebrián G. Modelling the low temperature growth boundaries of Salmonella Enteritidis in raw and pasteurized egg yolk, egg white and liquid whole egg: Influence of the initial concentration. Int J Food Microbiol. 2024;414(December 2023).
  3. Ehuwa O, Jaiswal AK, Jaiswal S. Salmonella, food safety and food handling practices. Foods. 2021;10(5):1–16.
  4. Patel P, Bharadwaj HR, Al Ta’ani O, Khan S, Alsakarneh S, Malik S, et al. Updates and Current Knowledge on the Common Forms of Gastroenteritis: A Review. J Clin Med [Internet]. 2025;14(10):1–16. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/40429459%0Ahttp://www.pubmedcentral.ni h.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC12112049
  5. Popa GL, Popa MI. Salmonella spp. Infection – a continuous threat worldwide. Germs. 2021;11(1):88–96.
  6. Angelotti R, Foter Mj, Lewis Kh. Time-temperature effects on salmonellae and staphylococci in foods. I. Behavior in refrigerated foods. II. Behavior at warm holding temperatures. Am J Public Health. 1961;51:76–88.
  7. Silva JL da, Vieira BS, Carvalho FT, Carvalho RCT, Figueiredo EE de S. Salmonella Behavior in Meat during Cool Storage: A Systematic Review and Meta-Analysis. Animals. 2022;12(21).
No Comments

Post A Comment