10 Agu Mengenal Makanan Tinggi Purin : Musuh Utama Penyakit Asam Urat
Hai sobat ilmugiziku! Apakah kalian pernah mendengar tentang purin? Atau mungkin mencari tahu tentang penyakit asam urat? Nah ternyata, mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin berkontribusi lho terhadap terjadinya penyakit asam urat. Apa itu purin? Makanan apa saja yang tinggi purin? Dan bagaimana cara mencegah asam urat? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa itu Purin?
Purin merupakan salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Purin dapat ditemukan pada bahan makanan hewani maupun nabati. (1)Selain dari makanan, purin juga dapat terbentuk akibat perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara alami maupun kondisi penyakit tertentu.
Pengertian, Penyebab, dan Prevalensi Penyakit Asam Urat di Indonesia
Asam urat adalah hasil akhir metabolisme purin. Dalam kondisi normal, kadar asam urat pada laki-laki mulai meningkat selama pubertas. Sementara itu pada perempuan, peningkatan asam urat baru terjadi setelah menopause. Hal tersebut disebabkan karena hormon estrogen pada perempuan membantu menurunkan kadar asam urat melalui meningkatkan ekskresinya melalui ginjal. (2)
Apabila metabolisme purin berlangsung secara tidak normal, maka akan mengakibatkan meningkatnya kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia. Individu dikatakan mengalami hiperurisemia jika kadar asam urat serum > 7,0 mg/dl pada laki-laki dan > 6,0 mg/dl pada perempuan. (3) Sekitar dua pertiga kasus hiperurisemia tidak menunjukkan gejala klinis. (4,5)
Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan hiperurisemia, salah satunya yakni peningkatan pembentukan asam urat dalam tubuh yang diakibatkan oleh produksi asam urat yang berlebihan serta penderita leukemia yang menjalani terapi menggunakan sitostatika. Faktor kedua yang menyebabkan hiperurisemia adalah penurunan ekskresi asam urat oleh ginjal melalui urin karena pemecahan asam nukleat yang berlebihan atau kerusakan ginjal, misalnya pada gagal ginjal kronis maupun glomerulonefritis kronis. Jika hiperurisemia tidak ditangani, tubuh tidak akan mampu mempertahankan homeostasis sehingga mempermudah terbentuknya kristal asam urat yang dapat mengendap di tulang rawan, tendon, ginjal, dan jaringan lainnya, yang pada akhirnya menimbulkan reaksi peradangan. (6) Selain itu, kristal asam urat juga dapat menumpuk di persendian yang kemudian menyebabkan gout artritis atau yang biasa disebut dengan penyakit asam urat.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penyakit sendi berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah sebesar 11,9%, dan berdasarkan gejala yaitu sebesar 24,7%. Prevalensi tertinggi terjadi pada usia 75 tahun. Sementara itu menurut Perhimpunan Reumatologi Indonesia tahun 2018, sekitar 1-2% orang dewasa mengalami gout dan merupakan jenis inflamasi artritis terbanyak pada laki-laki. (7)
Apa Saja Gejala Penyakit Asam Urat?
Gejala yang umumnya dialami oleh penderita penyakit asam urat antara lain (8) :
- Rasa nyeri yang hebat dan secara mendadak terutama pada ibu jari kaki serta jari kaki. Serangan nyeri juga dapat terjadi di pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan.
- Gangguan pada fungsi persendian yang biasanya terjadi di satu tempat, dan sekitar 70-80% pada pangkal ibu jari.
- Kulit persendian yang terkena mengalami kemerahan, pembengkakan, dan terasa panas yang disertai dengan peradangan serta demam dengan suhu tubuh di atas 38 oC.
- Nyeri hebat di pinggang jika terjadi batu ginjal akibat penumpukan asam urat di ginjal.
- Ketika gejala mereda dan bengkak mengempis, akan tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal.
Metabolisme Purin menjadi Asam Urat
Proses sintesis asam urat dimulai dari terbentuknya basa purin yang berasal dari gugus ribosa, yaitu 5-phosphoribosyl-1-pyrophosphate (PRPP). Senyawa PRPP ini terbentuk dari ribosa 5-fosfat yang disintesis dengan Adenosine Triphosphate (ATP). Pada tahap pertama, PRPP bereaksi dengan asam amino glutamin sehingga menghasilkan fosforibosilamin yang memiliki 9 cincin purin. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim PRPP glutamil amidotransferase. Aktivitas enzim tersebut dihambat oleh produk akhir sintesis purin, yaitu nukleotida Inosine Monophosphate (IMP), Adenosine Monophosphate (AMP), dan Guanosine Monophosphate (GMP). (9)
Pada tahap selanjutnya, AMP mengalami deaminasi menjadi inosin. Kemudian, IMP dan GMP mengalami defosforilasi yang membentuk inosin serta guanosin. Inosin yang dihasilkan dari IMP yang terdefosforilasi akan membentuk hypoxanthine, yang kemudian diubah oleh enzim xanthine oxidase menjadi xanthine. Sementara itu, guanosin dipecah menjadi guanin yang mengalami deaminasi sehingga juga membentuk xanthine. Pada tahap terakhir, xanthine akan diubah oleh enzim xanthine oxidase menjadi asam urat yang merupakan produk akhir dari metabolisme purin dalam tubuh.
Bahan Makanan yang Diperbolehkan, Dibatasi, dan Dihindari
Berikut merupakan pengelompokan makanan berdasarkan kandungan purinnya :
- Kandungan Purin Rendah : nasi, ubi, singkong, jagung, mie, bihun, tepung beras, keju, susu, telur, minyak, kue, roti, puding, margarin, gula, buah-buahan. Bahan makanan ini bebas dikonsumsi setiap hari sesuai dengan keperluan.
- Kandungan Purin Sedang : ikan, daging sapi, daging ayam, udang, kacang-kacangan kering dan olahannya seperti tahu serta tempe, bayam, asparagus, daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo. Konsumsi bahan makanan tersebut perlu dibatasi.
- Kandungan Purin Tinggi : hati, ginjal, otak, jantung, paru, ekstrak daging (kaldu kental), remis, kerang, bebek, ikan sarden, makarel. Bahan makanan ini sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah sedikit.
Bagaimana Langkah yang dapat Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Asam Urat?
- Membatasi Asupan Makanan Tinggi Purin Kadar asam urat dapat meningkat secara cepat karena asupan makanan yang tinggi purin. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan tinggi purin, terutama bagi individu dengan kadar asam urat yang tinggi.
- Menghindari Minuman Beralkohol
Alkohol mengandung purin dan kandungan etanol di dalamnya dapat menyebabkan peningkatan produksi asam urat dengan meningkatkan jumlah adenin. Penelitian yang dilakukan di Jepang menunjukkan bahwa
setelah injeksi etanol, terjadi peningkatan produksi asam urat akibat peningkatan degradasi ATP menjadi AMP, yang merupakan prekursor asam urat. Selain itu, alkohol yang dikonversi menjadi asam laktat akan menghambat ekskresi asam urat karena asam laktat berkompetisi dengan asam urat dalam ekskresi melalui tubulus proksimal ginjal. - Banyak Mengonsumsi Air Putih
Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup dapat membantu tubuh dalam mengekskresikan kelebihan asam urat sehingga mencegah penumpukan asam urat di persendian maupun ginjal. - Apabila memiliki berat badan berlebih, disarankan untuk menurunkannya hingga BMI normal agar dapat membantu menurunkan kadar purin.
- Menggunakan Metode Rebus Untuk Mengolah Makanan Pengolahan makanan dengan cara direbus dapat mengurangi kandungan purin karena purin akan larut ke dalam air rebusan.
- Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi minuman atau suplemen berenergi, terutama suplemen yang mengandung fruktosa karena fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat serum. (1)
Referensi
- Stevyna Barangmanise, Yani Karundeng, Latif Y. Kebiasaan Makan Makanan Tinggi Purin Pada Penderita Gout Arthritis Rawat Jalan Di Puskesmas Tuminting. PROSIDING Seminar Nasional Tahun 2018 ISBN : 2549-0931 [Internet]. 2018 [cited 2025 Jul 12];1(3):528–41.
Available from: https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/index.php/prosiding2018/article/view/469 - Kussoy VFM, Kundre R, Wowiling F. KEBIASAAN MAKAN MAKANAN TINGGI PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT DI PUSKESMAS. J-Kp [Internet]. 2019 Oct. 24 [cited 2025 Jul. 12];7(2). Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/view/27476
- Harris MD, Siegel LB, Alloway JA. Gout and hyperuricemia. American Family Physician [Internet]. 1999 Feb 15;59(4):925–34. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10068714/
- Siregar ML, Nurkhalis Nurkhalis. KORELASI ANTARA KADAR GULA DARAH DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2. Idea Nursing Journal. 2015 Jan 1;6(3):27–33.
- Rini. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan RSUP Dr.Kariadi Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR). Undipacid [Internet]. 2025 [cited 2025 Jul 12]; Available from: https://eprints.undip.ac.id/25234/
- PERHIMPUNAN REUMATOLOGI INDONESIA [Internet]. Available from: https://reumatologi.or.id/wp-content/uploads/2020/10/Rekomendasi_GOUT_final.pdf
- Ansyarullah A, Cahyady E, Zurriyani Z. HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN TINGGI PURIN TERHADAP KEKAMBUHAN GOUT ARTRITIS DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RS PERTAMEDIKA UMMI ROSNATI BANDA ACEH. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2020 Dec 31;7(4).
- Madyaningrum E, Kep S, Kes M, Kusumaningrum F, Ratri M, Wardani K, et al. TIM PENYUSUN [Internet]. Available from: https://hpu.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1261/2021/02/HDSS-Sleman-_Buku-Saku-Kader-Pengontrolan-Asam-Urat-di-Masyarakat-_cetakan-II.pdf
- Anggraini D. Aspek Klinis Hiperurisemia. Scientific [Internet]. 2022 Jul. 4 [cited 2025 Jul. 12];1(4):301-10. Available from: https://www.journal.scientic.id/index.php/sciena/article/view/59
No Comments