Hati-Hati! Makanan Sehat Bisa Jadi Berbahaya Tanpa Keamanan Pangan

Hati-Hati! Makanan Sehat Bisa Jadi Berbahaya Tanpa Keamanan Pangan

Bagikan

Kalau dengar kata “makanan sehat”, pasti langsung terbayang buah segar, sayur hijau, ikan, atau susu, kan? Semua terlihat menyehatkan dan pastinya baik untuk tubuh. Tapi, pernah nggak sih kepikiran kalau makanan yang kita anggap sehat itu bisa berubah jadi sumber penyakit kalau tidak dijaga keamanannya? Nah, di sinilah pentingnya keamanan pangan. Mari kita bahas lebih dalam, biar nggak salah langkah!

Apa Itu Keamanan Pangan?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7584457637891427592"}}

Keamanan pangan adalah upaya memastikan makanan yang kita konsumsi bebas dari bahaya fisik, kimia, maupun biologis. Artinya, makanan bukan hanya harus bergizi, tetapi juga harus aman dari kontaminasi yang bisa merugikan kesehatan. Misalnya, sayur penuh vitamin bisa jadi berbahaya kalau masih terkontaminasi pestisida, atau ikan segar bisa memicu keracunan kalau disimpan tidak sesuai suhu. Jadi, keamanan pangan adalah jembatan agar makanan sehat benar-benar memberi manfaat, bukan penyakit (1).

Bahaya Tersembunyi pada Makanan Sehat

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7584458439083035922"}}
  1. Buah dan Sayur Segar
  2. Buah dan sayur memang kaya vitamin dan serat. Tapi kalau tidak dicuci bersih, bisa membawa pestisida, bakteri E. coli, atau parasit yang membahayakan kesehatan. Misalnya, kasus diare akut seringkali terjadi karena konsumsi lalapan mentah yang tidak dicuci dengan benar (2).

  3. Produk Susu dan Olahannya
  4. Susu dikenal sebagai sumber kalsium dan protein. Namun, susu segar yang tidak dipasteurisasi bisa mengandung bakteri Salmonella atau Listeria. Bakteri ini berbahaya terutama untuk anak kecil, ibu hamil, dan lansia. Jadi, penting memastikan susu yang dikonsumsi sudah melalui proses pengolahan yang aman (3).

  5. Ikan dan Produk Laut
  6. Ikan kaya omega-3 yang bagus untuk otak. Tapi kalau tidak disimpan dalam suhu tepat, ikan bisa cepat busuk dan menghasilkan racun histamin yang memicu keracunan. Belum lagi ancaman merkuri pada beberapa jenis ikan laut dalam yang bisa mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan (4).

  7. Makanan Olahan “Sehat”
  8. Banyak makanan olahan yang diberi label “sehat” seperti sereal atau minuman kemasan dengan tambahan vitamin. Namun, seringkali makanan ini mengandung gula, garam, atau bahan tambahan lain yang jika berlebihan malah berbahaya bagi tubuh. Label sehat tidak selalu menjamin aman (5).

Cara Terjadinya Kontaminasi Silang

Kontaminasi silang adalah salah satu penyebab utama masalah keamanan pangan yang sering tidak disadari. Kontaminasi ini terjadi ketika mikroba berbahaya berpindah dari satu bahan ke bahan lain melalui perantara seperti tangan, peralatan dapur, atau permukaan kerja (6).

Beberapa cara terjadinya kontaminasi silang antara lain:

  1. Melalui peralatan dapur yang sama. Pisau yang digunakan untuk memotong daging mentah lalu dipakai untuk memotong sayuran tanpa dicuci dapat memindahkan bakteri patogen.
  2. Melalui tangan yang tidak bersih. Menyentuh makanan setelah memegang bahan mentah atau benda kotor dapat menyebabkan perpindahan mikroorganisme.
  3. Melalui penyimpanan makanan yang tidak terpisah. Menaruh daging mentah di rak atas kulkas dapat meneteskan cairan ke makanan matang di bawahnya. Oleh karena itu, penting menerapkan kebiasaan mencuci tangan, memisahkan bahan mentah dan matang, serta membersihkan alat masak secara rutin.

Kenapa Keamanan Pangan Penting? (7) (8)

Keamanan pangan atau food safety adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam setiap tahap pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, penyiapan, hingga konsumsi. Tanpa praktik keamanan pangan yang tepat, makanan—termasuk yang tergolong sehat—berpotensi terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan parasit, serta kontaminan kimia berbahaya seperti pestisida dan logam berat.

Konsumsi makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran cerna seperti diare, keracunan makanan, bahkan infeksi serius lainnya. Selain itu, beberapa kontaminan kimia dalam makanan memiliki efek kronis yang dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan perkembangan, dan keracunan sistemik

Bayangkan kita makan salad segar yang penuh vitamin, tapi ternyata sayurnya tidak dicuci dengan benar dan masih ada sisa pestisida. Bukannya sehat, malah bisa sakit perut, diare, atau keracunan. Kasus keracunan makanan juga sering muncul dari daging atau ikan yang terlihat segar, tapi ternyata sudah terkontaminasi bakteri. Keamanan pangan memastikan tubuh benar- benar mendapat manfaat gizi dari makanan tanpa risiko penyakit tersembunyi. Dengan kata lain, makanan bergizi + aman = sehat yang sesungguhnya.

Tips Praktis Menjaga Keamanan Pangan di Rumah (9)

Biar makanan tetap sehat sekaligus aman, yuk perhatikan hal berikut:

  1. Cuci bersih buah dan sayur di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi.
  2. Pisahkan makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang.
  3. Simpan makanan pada suhu yang sesuai, misalnya daging di freezer dan sayur di kulkas.
  4. Masak sampai matang terutama daging, ayam, dan ikan untuk membunuh bakteri berbahaya.
  5. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli produk pangan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Njatrijani R. Pengawasan Keamanan Pangan. Law, Development and Justice Review [Internet]. 2021 May 24 [cited 2025 Oct 10];4(1):12–28. Available from: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/lj/article/view/11076
  2. Awanis A, Qomariyah R, Lesmayati S. Peran Teknologi Pascapanen dalam Menjamin Keamanan Produk Hortikultura [Internet] [PhD Thesis]. Sebelas Maret University; 2021 [cited 2025 Oct 10]. Available from: https://www.academia.edu/download/94747376/478838471.pdf
  3. Chotiah S. Beberapa bakteri patogen yang mungkin dapat ditemukan pada susu sapi dan pencegahannya. Semiloka Nasional Prospek Industri Sapi Perah Menuju Perdagangan Bebas [Internet]. 2020 [cited 2025 Oct 10];259–71. Available from: https://www.academia.edu/download/35178990/loksp08-37.pdf
  4. Hidayah N. Penerapan GMP dan SSOP pada Pengolahan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Loin Masak Beku. Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam [Internet]. 2023 [cited 2025 Oct 10];5(2):125–37. Available from: https://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/JSJ/article/view/11998
  5. Waspada Makanan Healthy yang Tidak Sehat: Kenali Bahaya Tersembunyi - Catatan Arin | Moms & Lifestyle Blogger [Internet]. [cited 2025 Oct 10]. Available from: https://catatan- arin.com/waspada-makanan-healthy-yang-tidak-sehat-kenali-bahaya-tersembunyi/
  6. Kontaminasi Silang pada Makanan, Apa Bahayanya? [Internet]. Hello Sehat. 2022 [cited 2025 Oct 10]. Available from: https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/kontaminasi- silang/
  7. Muliani L, Suwarta F. Edukasi Masyarakat Kampung Lengkong, Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor, tentang Keamanan Pangan. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [Internet]. 2023 [cited 2025 Oct 10];5(2):244–9. Available from: https://ojs.stiami.ac.id/index.php/jks/article/view/2939
  8. Lestari TRP. Keamanan pangan sebagai salah satu upaya perlindungan hak masyarakat sebagai konsumen. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial [Internet]. 2020 [cited 2025 Oct 10];11(1):57–72. Available from: https://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/view/1523
  9. developer mediaindonesia com. Ini 5 Tips Praktis Keamanan Pangan Keluarga [Internet]. [cited 2025 Oct 10]. Available from: https://mediaindonesia.com/humaniora/789375/ini-5-tips-praktis-keamanan-pangan-keluarga
No Comments

Post A Comment