Anemia dan Pentingnya Ragam Mikronutrien

Anemia dan Pentingnya Ragam Mikronutrien

Bagikan

Hai, sobat ilmugiziku! Pada tahun 2024, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program nasional suplemen multivitamin atau Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) bagi ibu hamil. MMS ini diharapkan menjadi solusi untuk mencegah anemia hingga stunting.

Anemia di Indonesia

FOTO ARTIKEL WEBSITE-18

Anemia merupakan kondisi penurunan eritrosit di bawah batas normal. Anemia bukan suatu penyakit, tetapi gambaran atau tanda adanya kondisi lain dalam tubuh yang mendasari (1). Penyebab utama anemia di Indonesia adalah kekurangan zat gizi, terutama pangan kaya zat besi (2). Zat besi merupakan penyusun hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga konsumsi zat besi yang tidak cukup dapat menyebabkan anemia (3).

Pemerintah Indonesia telah lama berupaya menurunkan angka anemia. Salah satunya dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). TTD telah menjadi intervensi untuk meningkatkan status gizi melalui Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) pada tahun 1973. (4) Program pemberian TTD dilakukan secara blanket approach, yang mengharuskan remaja putri dan wanita usia subur minum TTD tanpa dilakukan skrining awal. Tujuannya adalah untuk mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh (2) Namun, upaya ini belum menyelesaikan masalah anemia di Indonesia. Hasil survei SKI tahun 2023 menunjukkan anemia pada ibu hamil sebesar 27,7% (5)

Suplementasi Mikronutrien dengan MMS

Berbeda dengan TTD yang hanya mengandung zat besi dan asam folat, MMS merupakan suplemen berisi berbagai zat gizi mikro. MMS diformulasikan menggunakan formula United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation (UNIMMAP) yang mengandung 15 vitamin dan mineral yaitu vitamin A, C, D, E, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6, B12, dan asam folat, besi (Fe), seng (Zn), tembaga (Cu), yodium (I), dan selenium (Se) (6) MMS merupakan cara yang aman dan efektif untuk meningkatkan pola makan dan status gizi. Konsumsi MMS setiap hari selama kehamilan 13% lebih efektif dalam menurunkan berat badan lahir rendah (BBLR) dibandingkan suplemen zat besi dan asam folat (TTD) saja. Pada perempuan dengan kondisi kekurangan berat badan dan anemia, dampak positif MMS bahkan lebih besar yaitu menurunkan prevalensi BBLR hingga sebesar 19%. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan penggunaan MMS untuk memberikan hasil yang lebih baik dalam upaya untuk menurunkan anemia, berat badan lahir rendah, wasting, dan stunting. Selain itu, studi menunjukkan bahwa MMS bermanfaat dalam mencegah kelahiran prematur, lahir mati, Small for Gestational Age (SGA), hingga kematian bayi pada usia 6 bulan (7)

Pentingnya Mikronutrien

Selain zat besi, berbagai vitamin dan mineral juga berperan penting dalam sintesis asam deoksiribonukleat (DNA), protein, dan pembelahan sel serta pembentukan sel darah merah. Tembaga dan seng juga memengaruhi penyerapan dan pemanfaatan zat besi secara signifikan. Seng berperan dalam sintesis berbagai protein pengangkut besi yaitu transferrin, serta membentuk enzim ALA yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Vitamin C berperan sebagai enhancer yang mempercepat penyerapan zat besi dengan mengubah bentuk feri menjadi fero yang mudah diserap. terhadap gangguan sintesis asam deoksiribonukleat, protein, dan pembelahan sel. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa status tembaga dan seng dalam tubuh dapat memengaruhi penyerapan dan pemanfaatan zat besi secara signifikan (3,8)

Oleh karena itu, pemenuhan mikronutrien melalui suplementasi gizi mikro atau MMS sangat penting dalam menanggulangi anemia di Indonesia.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Turner J, Parsi M, Badireddy M. Anemia. [Internet]. StatPearls Publishing. 2023 {cited 2025 Jul 11} Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499994/
  2. Kemenkes RI. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Kemenkes RI, 2018: Jakarta.
  3. Ayuningtyas, I.K., et al. Analisis Asupan Zat Besi Heme Dan Non Heme, Vitamin B12 Dan Folat Serta Asupan Enhancer Dan Inhibitor Zat Besi Berdasarkan Status Anemia Pada Santriwati. Journal of Nutrition College, 2022; 11(2):171-181
  4. Latief, D. Sejarah Kebijakan Program TTD di Indonesia: Implementasi & Kendala [Internet]. Tim Percepatan Penurunan Stunting. 2021 [cited 2025 Jul 10]. Available from: https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2021/07/Sejarah-Kebijakan-Program-TTD-Di-Indonesia-Implemantasi-Kendala-Dr.-Dini-Latief-M.Sc_.-SpGK.pdf
  5. Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Kemenkes RI, 2024: Jakarta.
  6. UNICEF. Multiple Micronutrient Supplementation An approach to improving the quality of nutrition care for mothers and preventing low birthweight. UNICEF. 2022: New York
  7. Vitamin Angels. FAQs for Service Providers Distributing Multiple Micronutrient Supplements (MMS) to Pregnant Women. [Internet]. Vitamin Angels. 2023 [cited 2025 Jul 11] Available from: .https://vitaminangels.org/wp-content/uploads/2023/01/ENG_MMS_FAQs_for_service_providers.pdf
  8. Chan, L.N. & Mike, L. A. The Science and Practice of Micronutrient Supplementations in Nutritional Anemia An Evidence-Based Review. Journal of Enteral dan Parenteral Nutrition, 2014; 38(6):656-672
No Comments

Post A Comment