23 Des Porang Si Umbi Ajaib Sebagai Alternatif Pengganti Nasi
Bagi sebagian besar orang Indonesia, rasanya sulit membayangkan makan tanpa nasi. Nasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan identitas kuliner bangsa. Tapi tahukah Anda, ada sumber karbohidrat lain yang tidak kalah bergizi, dapat mengenyangkan, dan bahkan lebih menyehatkan daripada nasi putih? Porang adalah sejenis umbi dan merupakan tanaman lokal yang kini mulai populer karena potensinya sebagai alternatif pengganti nasi di masa depan.
Apa Itu Umbi Porang?
Umbi porang (Amorphophallus oncophyllus dan Amorphophallus muelleri) adalah
tanaman yang berasal dari famili Araceae. Porang termasuk dalam kelompok tanaman
umbi-umbian dengan ciri khas kulit umbi berwarna kuning cerah dan memiliki serat
halus di permukaannya. Pada usia sekitar dua bulan, bulbil atau umbi kecil akan
terbentuk di bagian daun dan pangkal batang yang bentuknya menyerupai katak.
Keunikan ini yang menjadi pembeda utama porang dibandingkan dengan jenis
tanaman umbi lainnya. (1)
Porang merupakan tanaman yang sering dijumpai di Indonesia, terutama di wilayah
Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Porang dapat
tumbuh di tanah yang subur, gembur, dan mengandung senyawa organik. Porang
mudah ditemukan di kawasan hutan di bawah naungan tanaman lain, seperti jati,
sonokeling, mahoni, kopi dan kawasan karet karena tanaman porang hanya membutuhkan intensitas cahaya matahari sebanyak 40%. (2,3)
Porang dahulu dianggap sebagai tanaman liar yang tumbuh di pekarangan, juga
dianggap sebagai makanan ular di beberapa daerah. Pada masa kini, porang semakin
dikenal karena mengandung glukomanan, yaitu serat yang sangat bermanfaat untuk
kesehatan. Orang Jepang pada masa penjajahan di Indonesia memanfaatkan porang sebagai bahan pangan cadangan karena bentuk dan kandungannya mirip dengan tanaman Amorphophallus konjac yang biasa dikonsumsi di Jepang. Sejak saat itu, orang Jepang menggunakan porang untuk membuat makanan sehat seperti shirataki
noodles. (4,5)
Keunggulan dan Manfaat Porang
- Salah satu sumber kalium Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia (AKG), kebutuhan kalium manusia sekitar 4.000 s.d. 5.000 mg tergantung umur dan jenis kelamin. (6) Porang mengandung 3.200 mg kalium sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan pangan dengan kandungan kalium tinggi. Porang sebagai sumber kalium yang bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah, serta mencegah stroke, penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan pengeroposan tulang. (7)
- Kadar glukomanan yang tinggi Salah satu kelebihan porang, yaitu memiliki kadar glukomanan sebesar 65%. (8) Glukomanan, yaitu serat yang dapat larut dalam air. Glukomanan mengikat garam empedu di usus, lalu tubuh memanfaatkan kolesterol dari darah untuk membentuk garam empedu baru. Kadar kolesterol akan menurun secara alami. (9) Glukomanan juga merupakan jenis karbohidrat kompleks yang dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu zat yang membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, terutama bakteri Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidum. Selain itu, glukomanan tidak hanya baik untuk pencernaan, tapi juga bisa membuat kita kenyang lebih lama. Serat ini mampu membentuk gel di perut yang memperlambat proses pencernaan dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah makan. (10)
- Indeks glikemik yang rendah Indeks glikemik (IG), yaitu angka yang menunjukkan seberapa cepat glukosa dari makanan diserap ke dalam darah. Angka ini penting karena dapat menggambarkan terkait makanan yang dikonsumsi memengaruhi kadar glukosa darah. Proses pengolahan porang dapat mengubah kadar glukosanya, sehingga nilai indeks glikemiknya pun bisa ikut berubah.
IG terbagi menjadi 3 kategori, yaitu rendah (<55), sedang (55-70), dan tinggi (>70). (11) IG umbi porang, yaitu sekitar 67-85. (1) Namun, setelah diolah menjadi tepung, IG menjadi sebesar 40.604-44.789 sehingga dikategorikan rendah. Makanan dengan IG rendah membutuhkan lebih banyak waktu untuk memecah karbohidrat sehingga pelepasan glukosa lebih lambat dan kadar gula darah terkontrol. (12)
Dari “Umbi” Menjadi “Beras”
Porang tidak bisa dikonsumsi dalam keadaan mentah karena jumlah kalsium oksalat dalam porang cukup tinggi yang dapat menyebabkan rasa gatal pada lidah dan mulut. (13) Oleh karena itu, proses pengolahan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum aman untuk dimakan. Tanaman ini tumbuh secara alami di alam liar dan dikenal memiliki produktivitas yang tinggi, nilai ekonomi yang menjanjikan, serta mudah dibudidayakan karena tidak memerlukan perawatan intensif. (1)
Porang dapat diolah menjadi tepung yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk makanan, seperti kue kering, tahu Jepang (konyaku), mi Jepang, dan beras. Beras porang memiliki kandungan energi 70 kkal dan karbohidrat 15 g. (14) Kalori dan karbohidrat beras porang cukup rendah jika dibandingkan dengan nasi putih yang memiliki kandungan energi sebesar 180 kkal dan karbohidrat sebesar 39,8 g. (15) Selain itu, beras porang juga mengandung tinggi serat, yaitu sebanyak 15 g dan rendah gula, yaitu sebanyak 0 g sehingga cocok untuk penderita diabetes melitus, individu yang berisiko diabetes mellitus, serta individu yang ingin menurunkan berat badan. (12)
Tekstur beras porang mirip dengan nasi putih biasa. Proses memasaknya tergolong
sederhana. Beras porang bisa direndam terlebih dahulu, lalu dikukus atau dicampur dengan sedikit nasi putih agar rasanya lebih akrab di lidah. Karena rasanya netral, makanan ini mudah dipadukan dengan berbagai lauk, mulai dari ayam bakar hingga sayur lodeh. (14)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Adriani, Hastuti, Saleh R. Glucose Content and Glycemic Index of Indonesian Local Foods as Alternative Carbohydrate Sources for Diabetic Patients: Article Review. Jambura Med Heal Sci J. 2025;4(2):114–34.
- Yasin I, Suwardji, Kusnarta, Bustan, Fahrudin. Exploring the Potential of Porang Plants as Cultivated Plants in the Community Forestry System (HkM) of North Lombok Regency. Pros SAINTEK. 2021;3(622):453–63.
- Sumartini, E.Y.,Rustamsyah, S., Perdana, F., dan Khairunisa A. Kajian Pemanfaatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri) dalam Bidang Pangan dan Kesehatan. J Teknol Pangan dan Ilmu Pertan. 2023;5(1):24–9.
- Sasongko A, Eni Y, Nurina. Bisnis Model Tanaman Liar (Porang) Komoditas Ekspor. Ikraith-Humaniora [Internet]. 2024;8(2):275–86. Tersedia pada: https://doi.org/10.37817/ikraith- humaniora.v8i2
- Sarifudin A, Indrianti N, Sholichah E, Afifah N, Ratnawati L, Desnilasari D, et al. Optimization of Shirataki Noodles Formula Prepared From Porang Flour Enriched With Moringa Leaves and Oyster Mushroom Powder. J Nutr Coll. 2025;14(2):156–64.
- Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019.
- Sahputra R. Analisis Kandungan Kalium (K) pada Tanaman Porang (Amorphophallus Oncophyllus). J Pembelajaran IPA dan Apl. 2024;4(1):1–5.
- Tarigan N, Tarigan FN, Sherlina S, Hasibuan YO, Saragih M. Sensory Test and Poximate Analysis Content Test of Porang Flour (Amorphophallus Muelleri) and Tempe Flour Flakes. Amerta Nutr. 2024;8(2):230–8.
- Alamsyah MABO. The Effect of Glucomannan on Reducing The Risk of Ischemic Stroke. J Ilm Kesehat Sandi Husada [Internet]. 2019;10(2):292–8. Tersedia pada: https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH
- Sari PM, Puspaningtyas DE, Setyaningrum SD, Sucipto A, Ananda DP, Sintia RD. Pengaruh Penambahan Glukomanan dari Umbi Porang Terhadap Kandungan Gizi Cookies Growol Sebagai Pangan Fungsional untuk Obesitas. J SAGO Gizi dan Kesehat. 2024;5(2):446–55.
- Rimbawan, Siagian A. Indeks Glikemik Pangan. Jakarta: Penebar Swadaya; 2004.
- Bernas CS, Kalahal SP, Patria DG, Lin J. Effect of Die Temperature and Porang (Amorphophallus mulleri B.) Flour on the Physicochemical Properties, Nutritional Value, Estimated Glycemic Index, and Sensory Evaluation of Brown Rice Snack by a Collet Extruder. Chiang Mai J Sci. 2025;52(1):1–19.
- Wardani RK, Handrianto P. Effect of Soaking Porang Tuber And Porang Flour in Averrhoa bilimbi Extract Against Physical Properties and Calcium Oxalate Levels. J Pharm Sci. 2019;4(2):105–9.
- Annisa AW, Aziz IWF, Suharno S. Analysis of Factors Influencing Interest in Purchasing Porang Rice Using The Extended Theory of Planned Behavior (E-TPB). Agroindustrial J. 2024;11(1):25–33.
- Kemenkes RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
No Comments