20 Jul Peran Vitamin B6 dalam Mengurangi Kecemasan
Kecemasan semakin umum terjadi, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak faktor penyebab kecemasan, salah satunya adalah ketidakseimbangan zat gizi, khusunya vitamin yang berperan dalam sistem saraf. Vitamin B6 adalah vitamin yang berperan dalam metabolisme asam amino, neurotransmitter, dan fungsi otak. Vitamin B6 dapat membantu untuk mengurangi kecemasan melalui mekanisme dalam tubuh. (1)
Apa Itu Vitamin B6?
Vitamin adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Vitamin berperan sebagai zat pengatur. (2) Vitamin B6 merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, yang beredar dalam bentuk piridoksin, piridoksal, dan piridoksamin. Vitamin ini larut dalam air dan memiliki berbagai peran penting dalam tubuh, termasuk meningkatkan kualitas tidur, mengurangi gejala kecemasan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. (3) Meskipun kekurangan vitamin ini tidak sering terjadi, orang yang mengalami kekurangan vitamin ini dapat mengalami cemas, depresi, kebingungan, mudah tersinggung, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, serta peradangan. (4)
Apa Itu Kecemasan?
Kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental bersifat umum dan ditandai dengan rasa takut, cemas, atau rasa untuk menghindar dari ancaman yang dirasakan secara berlebihan. (3) Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi gangguan kesehatan mental pada penduduk usia 15 tahun ke atas, yaitu sebesar 2% atau 1 dari 50 penduduk Indonesia. (5) Menurut WHO, hampir 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami gangguan kesehatan mental dengan depresi dan kecemasan menjadi yang paling umum. (6) Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami kecemasan. Beberapa penyebabnya, yaitu riwayat penyakit kronis, kualitas tidur, keharmonisan keluarga (7). Kecemasan dapat dirasakan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, pekerjaan, bisnis, masyarakat dan agama. Orang dengan gangguan ini merasakan bahwa sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi dan tidak bisa berhenti cemas. Kondisi ini akan mengganggu kegiatan-kegiatan, seperti pada saat bekerja, sekolah, pergaulan, dan lainnya. (8,9)
Hubungan Antara Vitamin B6 dan Kecemasan
Ketika seseorang merasa cemas, rangsangan masuk ke otak dan diproses terlebih dahulu ke bagian yang disebut thalamus. Kemudian, otak akan menafsirkan dan menilai rasa takut tersebut di bagian yang disebut sistem limbik dan korteks prefrontal medial. Jika otak menilai situasi itu menakutkan, maka bagian otak lain, yaitu hipothalamus dan batang otak, akan membuat tubuh menunjukkan reaksi cemas, seperti jantung berdebar atau berkeringat. Kecemasan bisa lebih parah jika ada ketidakseimbangan antara sel-sel otak yang membuat otak menjadi aktif (disebut saraf perangsang) dan sel-sel yang membuat otak menjadi tenang (saraf penghambat). (10,11) Vitamin B6 berperan penting dalam mengatasi gangguan kecemasan karena memengaruhi zat kimia otak yang disebut serotonin dan GABA. (10,12) Serotonin merupakan zat kimia di otak yang membantu untuk menenangkan tubuh dan pikiran saat cemas. Ia berfungsi di bagian otak yang mengatur emosi, seperti amigdala dan hipokampus. (10,11) GABA adalah zat lain yang bekerja sebagai “rem” bagi otak, yaitu menghentikan sinyal kecemasan agar tidak sampai ke bagian otak yang membuat kita merasa takut. Semua ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan kerja otak, antara yang membuat aktif dan yang menenangkan, sangat penting agar kita tidak mudah merasa cemas. Vitamin B6 membantu mendukung keseimbangan ini. (13)
Apa yang Dapat Dilakukan Ketika Merasakan Cemas?
Seseorang yang mengalami cemas dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin B6. Hal yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Mengatur pola makan agar bervariasi
Seseorang yang mengonsumsi biji-bijian utuh, seperti oat, gandum, beras merah; umbi-umbian; daging; ikan; kacang- kacangan; dan kuning telur dapat mencukupi kebutuhan vitamin B6 dari sumber makanan. (14) Angka kecukupan vitamin B6 untuk masyarakat Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2019 antara lain:
2. Mengonsumsi suplemen
Suatu studi menunjukkan bahwa orang dewasa muda mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan dosis tinggi, yaitu 100 mg setiap hari selama satu bulan dan memiliki hasil, yaitu rasa cemas berkurang dan tingkat kecenderungan depresi menurun. (16) Namun, konsumsi harus di bawah pengawasan medis karena kelebihan dosis juga dapat menimbulkan efek samping, yaitu alergi dan gangguan saraf tepi (neuropati). (17)
Referensi
- Stach K, Stach W, Augoff K. Vitamin B6 in Health and Disease. Nutrients. 2021;13:1–11.
- Sholikhah AAM, Zulaekah S, Firmansyah. Hubungan Asupan Vitamin (B6) dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa di Sukoharjo. J Ners Univ Pahlawan. 2025;9(2):1829–39.
- Pertiwi LM, Fanani M, Hikmayani NH. Vitamin B6 in anxiety: sleep and immune function. BKM Public Heal Community Med. 2023;39(11):e9728.
- Mikkelsen K, Hallam K, Stojanovska L, Apostolopoulos V. Yeast Based Spreads Improve Anxiety and Stress. J Funct Foods [Internet]. 2018;40:471–6. Tersedia pada: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1756464617307077
- Kemenkes. Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes. 2023;235.
- WHO. World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All. Geneva; 2022.
- Batiari NMP, Budiharto B, Suratmi T. Kecemasan Remaja: Faktor-faktor Risiko Berdasarkan Model Ekologi Sosial. Insa J Psikol dan Kesehat Ment. 2022;7(1):36–53.
- Roberge P, Normand-Lauzière F, Raymond I, Luc M, Tanguay-Bernard MM, Duhoux A, et al. Generalized anxiety disorder in primary care: Mental health services use and treatment adequacy. BMC Fam Pract [Internet]. 2015;16(146):1–11. Tersedia pada: http://dx.doi.org/10.1186/s12875-015-0358-y
- Rahmawati R. Menurunkan gejala kecemasan pada gangguan kecemasan umum dengan Cognitive Therapy. Procedia Stud Kasus dan Interv Psikol. 2022;10(4):103–7.
- Sadock BJ, Sadock VA, Ruiz P. Synopsis of Psychiatry. 11 ed. Wolters Kluwer; 2014.
- Fagan HA, Impey B, Baldwin DS. Anxiety disorders, post-traumatic stress disorder and obsessive–compulsive disorder. Medicine (Baltimore). 2024;52(8):490–6.
- Milne R, Munro M. Symptoms and causes of anxiety, and its diagnosis and management. Nurs Times [Internet]. 2020;116(10):18–22. Tersedia pada: https://www.nursingtimes.net/mental- health/symptoms-and-causes-of-anxiety-and-its-diagnosis-and-management-08-09-2020/
- Nuss P. Anxiety disorders and GABA neurotransmission: a disturbance of modulation. Neuropsychiatr Dis Treat. 2015;11:165–75.
- Brown MJ, Ameer MA, Daley SF, Beier K. Vitamin B6 Deficiency [Internet]. StatPearls Publishing; 2023. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470579/
- Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019.
- Field DT, Cracknell RO, Eastwood JR, Scarfe P, Williams CM, Zheng Y, et al. High-dose Vitamin B6 supplementation reduces anxiety and strengthens visual surround suppression. Hum Psychopharmacol. 2022;37(6):1–16.
- Dewi DP, Yelda F, Jayatmi I. Efektifitas Pemberian Vitamin B6 dan Jahe pada Ibu Hamil dengan Hyperemesis Gravidarum. SIMFISIS J Kebidanan Indones. 2024;4(1):774–85.
No Comments