Peran Antioksidan, Serat dan Whole Food dalam Mencegah Kerusakan Sel yang Memicu Timbulnya Penyakit Degeneratif

Peran Antioksidan, Serat dan Whole Food dalam Mencegah Kerusakan Sel yang Memicu Timbulnya Penyakit Degeneratif

Bagikan

Penyakit degeneratif adalah suatu kondisi dimana timbul akibat adanya penurunan fungsi sel tubuh. Awalnya penyakit ini menyerang kalangan usia lanjut tetapi dari tahun ke tahun ditemukan pada kalangan usia muda. Penyebab utamanya berupa stres oksidatif. Stres oksidatif ini terjadi apabila jumlah radikal bebas yang menjadi pemicu kerusakan sel lebih besar daripada kemampuan tubuh untuk menetralkan hal tersebut. Lalu, bagaimana cara untuk mencegah kerusakan sel dan bagaimana cara generasi penerus bangsa dapat mencapai masa depan hebat dengan kondisi kesehatan yang prima? Apakah antioksidan, serat dan whole food dapat mencegah kerusakan sel?

Antioksidan: Pahlawan Penangkal Radikal Bebas

Antioksidan adalah senyawa yang berperan menjaga tubuh dari serangan radikal bebas yang menyebabkan terjadinya kerusakan sel dalam tubuh dan menjadi pemicu penyakit degeneratif. Antioksidan bekerja dengan cara menangkap radikal bebas sehingga dapat menghambat reaksi oksidatif dalam tubuh. (1) Senyawa antioksidan mampu berperan sebagai akseptor radikal bebas sehingga bisa menghambat pembentukan radikal. (2) Tubuh secara alami memang menghasilkan antioksidan tetapi apabila gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan produksi radikal bebas dan menuntut untuk mendapatkan asupan tambahan dari makanan.

  1. Mekanisme Kerja Melawan Degenerasi
  2. Antioksidan memiliki peran dalam melawan degenerasi dengan menetralkan radikal bebas sebelum merusak DNA dan membran sel, selain itu juga memiliki peran dalam menghambat peradangan kronis yang mendasari penyakit tidak menular.
  3. Sumber Antioksidan Terbaik
  4. Sumber antioksidan terbaik seperti kayu manis, jahe, paprika, kismis, aprikot, selada air, kubis, brokoli, kacang polong.

Serat: Kunci Metabolik Pelindung Penyakit Degeneratif

Salah satu kunci melindungi diri dari penyakit degeneratif adalah dengan kecukupan asupan serat. Serat memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengontrol kadar glukosa darah, menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki fungsi pencernaan. Asupan serat yang tercukupi dapat berkontribusi terhadap status gizi yang optimal. (3) Contoh halnya dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan memperlambat proses pencernaan makanan dalam tubuh, apabila dalam proses pengosongan lambung berjalan lambat dan pencernaan juga lambat maka akan menciptakan rasa kenyang yang lebih lama dan membuat asupan makan menjadi menurun sehingga akan terjadi penurunan penyerapan glukosa dan akan membuat kadar glukosa darah lebih rendah. (4)

Kebutuhan serat harian menurut WHO sekitar 25-30 gram per hari untuk orang dewasa. (5) Menurut AKG 2019, kebutuhan serat untuk orang dewasa dengan jenis kelamin laki-laki sekitar 30-38 gram dan untuk perempuan sekitar 25 gram. (6) Contoh asupan serat seperti dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Rata-rata asupan serat masyarakat Indonesia masih dibawah anjuran per harinya. Generasi muda di zaman sekarang masih banyak mengonsumsi makanan yang minim serat.

Whole Food: Sinergi Nutrisi dan Panduan Praktis

Whole food adalah bentuk alami dari suatu makanan atau makanan tersebut minim diproses. Untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan memiliki masa depan yang hebat harus bisa mengganti makanan olahan dengan whole food, contoh makanannya seperti apabila sebelumnya sering mengonsumsi sereal manis maka diganti dengan oatmeal utuh dengan irisan buah dan juga tetap menerapkan prinsip isi piringku dengan setengah dari isi piring tersebut diisi oleh buah dan sayur whole food dan setengah piring dari isi piringnya lagi diisi dengan protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks. Berikut contoh menu harian dengan komponen whole food :

  1. Sarapan: Oatmeal dengan chia seed dan tambahan topping buah-buahan
  2. Camilan: Potongan buah-buahan
  3. Makan siang: Nasi merah, ikan dan lalapan
  4. Makan malam: Bubur kacang hijau/ sup kacang merah

Menjadi generasi sehat yang memiliki masa depan yang hebat harus sadar akan makanan yang akan dimakan karena makanan tersebut akan menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Penyakit degeneratif itu tidak datang tiba-tiba, penyakit tersebut itu hasil dari kerusakan sel selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, untuk mencegah kerusakan sel dan menimbulkan penyakit degeneratif maka kita sebagai generasi yang produktif harus memperkaya dalam satu piring tersebut dengan makanan yang mengandung antioksidan, serat dan whole food dengan tujuan memperpanjang lifespan dan memperluas healthspan yang bebas dari penyakit. Ingat, keputusan dalam memilih makanan hari ini adalah resep panjang umur di masa depan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Adawiyah., Sukandar, D & Muawanah, A. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Komponen Bioaktif Sari Buah Namnam. Jurnal Penelitian dan Pengembangan. 2015: 1(2), 130-136.
  2. Dungir, S.G., Katja, D.G & Kamu, V.S. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garnicia mangostana L.). Jurnal MIPA UNSRAT. 2012: 1(1), 11-15.
  3. Slavin, J.L. Fiber and Prebiotics: Mechanisms and Health Benefits. Nutrients. 2013: 5(4), 1417-1435.
  4. Osiana, N.P.W., Kusumayanti, G.A.D & Cintari, L. Gambaran Tingkat Konsumsi Serat dan Kadar Glukosa Darah Kasus DM Tipe 2 Poli Penyakit Dalam di RSUD Wangaya Denpasar. Jurnal Ilmu Gizi: 10(3).
  5. WHO. Healthy Diet. 2020
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kemenkes RI. 2019.
No Comments

Post A Comment