28 Mei One Meal A Day (OMAD): Tren Diet Ekstrem atau Strategi Efektif?
Dalam beberapa waktu terakhir, diet One Meal A Day (OMAD) mulai viral di media sosial dan banyak diminati, khususnya oleh para pejuang berat badan ideal. Banyak orang menyebutkan bahwa metode ini efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat karena hanya melibatkan satu kali makan dalam sehari. Tapi, apakah diet OMAD benar-benar aman dan efektif? Atau mungkin hanya sebatas tren ekstrem yang justru berisiko?
Apa Itu Diet OMAD?
One Meal A Day (OMAD) merupakan salah satu metode diet yang membatasi konsumsi makanan hanya dalam satu waktu setiap harinya. Biasanya, jendela makan berlangsung sekitar 1-2 jam, dan sisanya adalah puasa. Konsep ini mirip dengan intermittent fasting, tetapi lebih ekstrem. Di luar waktu makan tersebut, masih diperbolehkan mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air, kopi hitam, atau teh tawar. Fokus utama dari diet ini adalah menciptakan defisit kalori agar berat badan dapat mengalami penurunan. Karena hanya makan satu kali, asupan kalori harian pun otomatis berkurang. (1)
Manfaat Diet OMAD
- Penurunan Berat Badan dan Lemak Tubuh Sebuah studi dari Frontiers in Physiology, menemukan bahwa diet OMAD efektif menurunkan berat badan rata-rata 1,4 kg dan lemak tubuh 0,7 kg dalam 11 hari. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan kebiasaan makan tiga kali sehari. (2) Bagi sebagian orang, OMAD juga dapat membantunya mengatur pola makan yang lebih terkontrol. Tanpa camilan sepanjang hari, mereka merasa lebih fokus dan tidak mudah lapar. (3)
- Peningkatan Oksidasi Lemak Saat Berolahraga Diet OMAD dapat mendorong tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi selama olahraga, yang mencerminkan peningkatan fleksibilitas metabolik.Hal ini disebabkan karena tubuh berada dalam keadaan puasa yang memperpanjang durasi mobilisasi lemak. Saat kadar gula darah dan insulin berada dalam level rendah, tubuh secara otomatis memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar utama, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Ini berpotensi meningkatkan efisiensi metabolik dalam jangka panjang.
- Penurunan Glukosa Darah Harian Kadar glukosa darah cenderung lebih rendah di paruh kedua hari (siang hingga malam), yang bisa memberi keuntungan metabolik secara jangka panjang. Kondisi ini mencerminkan kontrol glukosa yang lebih stabil, yang penting dalam mencegah resistensi insulin dan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa pola makan terbatas waktu seperti OMAD dapat menurunkan variabilitas glukosa harian, sehingga mengurangi stres metabolik pada tubuh.
- Manajemen Dislipidemia Penelitian dari Journal of Indian System of Medicine, menyoroti bahwa OMAD dapat secara efektif menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta membantu dalam pengelolaan dislipidemia. (4) Penurunan asupan kalori harian dan peningkatan periode puasa turut mendukung perbaikan profil lipid darah. Hal ini menjadi penting karena kadar lipid yang tidak terkontrol juga bisa berlanjut pada risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dengan metode OMAD, tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk memproses dan menstabilkan kadar lemak dalam darah.
Risiko dan Efek Samping
Meskipun terlihat menjanjikan, pola makan OMAD belum tentu sesuai untuk setiap individu. Beberapa potensi risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Kelelahan karena kekurangan energi
- Kemampuan konsentrasi menurun
- Gangguan pencernaan saat makan dalam jumlah besar sekaligus
Selain itu, diet OMAD juga bisa menyebabkan defisiensi zat gizi jika tidak direncanakan dengan baik. Hal ini didukung oleh salah satu studi dalam Journal of Diabetes Research, bahwa mengonsumsi semua zat gizi hanya dalam satu kali waktu makan dapat berisiko menimbulkan asupan vitamin dan mineral yang tidak memadai. Hal ini utamanya terjadi jika perencanaan makan tidak dikelola dengan hati-hati. (5) Komposisi dalam satu kali waktu makan tetap dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Apakah OMAD Cocok untuk Kamu?
Diet OMAD bisa menjadi strategi penurunan berat badan yang efektif jika dilakukan dengan benar. Namun, pola ini tidak disarankan untuk beberapa kelompok rentan, seperti ibu hamil, orang dengan riwayat gangguan makan, atau yang memiliki penyakit kronis. Jika kamu tertarik mencoba diet OMAD, sebaiknya konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan, seperti ahli gizi. Setiap tubuh punya kebutuhan yang berbeda. Jangan sampai keinginan langsing instan justru merusak kesehatan kamu.
Bijak dalam Mengikuti Tren
Diet OMAD memang terdengar menarik, terutama bagi kamu yang ingin hasil cepat. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa pola makan yang seimbang dan bisa diterapkan dalam jangka panjang jauh lebih bernilai daripada hasil cepat yang tidak bertahan lama. Daripada fokus makan sekali sehari, yuk fokus pada asupan gizi seimbang, porsi yang tepat, dan gaya hidup aktif!
Referensi
- Zarabi S. One Meal a Day: Safety, Benefits, and Risks [Internet]. Healthline. 2023 [cited 2025 May 13]. Available from: https://www.healthline.com/health/one- meal-a-day
- Meessen, E. C., Andresen, H., van Barneveld, T., van Riel, A., Johansen, E. I., Kolnes, A. J., & Soeters, M. R. Differential effects of one meal per day in the evening on metabolic health and physical performance in lean individuals. Frontiers in physiology [Internet], 2022;12, 1-12. Available from: https://doi.org/10.3389/fphys.2021.771944
- Sebastian, S. A., Shah, Y., & Arsene, C. Intermittent fasting and cardiovascular disease: A scoping review of the evidence. Disease-a-Month [Internet], 2024; 101778. Available from: https://doi.org/10.1016/j.disamonth.2024.101778
- Choudhary, A., Chakole, B., Yadav, A. K., Vyas, M., & Bhojani, M. K. An effect of one meal a day among the patients with Medo Dushti (dyslipidemia): a case series. Journal of Indian System of Medicine [Internet], 2024;12(1), 25-31. Available from: https://doi.org/10.4103/jism.jism_70_23
- Liu, S., Zeng, M., Wan, W., Huang, M., Li, X., Xie, Z., & Cai, Y. The health‐promoting effects and the mechanism of intermittent fasting. Journal of diabetes research [Internet], 2023(1), 1-15. Available from: https://doi.org/10.1155/2023/4038546
No Comments