18 Okt Menjaga Ketahanan Gizi Masyarakat di tengah Kondisi Politik Negara
Akhir-akhir ini, kondisi politik di Indonesia sedang memanas. Banyak perselisihan dan aksi yang meningkatkan ketegangan yang terjadi. Semua ini berawal dari kebijakan-kebijakan pemerintah dan sikap para pejabat dalam menghadapi warganet di dunia maya. Namun, apakah kebijakan-kebijakan dan suasana politik pemerintahan dapat memengaruhi kondisi gizi warga negara? Apakah mungkin status gizi warga dapat memburuk seiring keruhnya kondisi pemerintahan?
Situasi Politik di Indonesia
Kondisi politik di Indonesia beberapa waktu terakhir sangat dinamis dan penuh ketegangan. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota sebagai ekspresi kekecewaan dan tuntutan reformasi publik, terutama terkait tunjangan anggota DPR yang dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kesejahteraan rakyat serta tindakan represif aparat terhadap demonstran. Kerusuhan dan penahanan demonstran secara masif terjadi, dengan beberapa korban jiwa yang menimbulkan kecemasan nasional. Pemerintah dianggap lambat dan kurang efektif merespons tuntutan demonstran, sehingga memperpanjang krisis politik. Demonstrasi ini menimbulkan krisis legitimasi dan menimbulkan korban jiwa, serta gambaran adanya krisis sosial-politik mendalam yang memperlihatkan ketegangan antara rakyat dan pemerintahan. (1)
Hubungannya dengan Gizi Masyarakat
Kondisi yang sedang terjadi berdampak negatif pada gizi masyarakat, terutama kelompok yang rentan. Gangguan aktivitas ekonomi saat krisis membuat pekerja harian kehilangan penghasilan, harga bahan pangan melonjak, dan akses terhadap makanan bergizi menjadi
terganggu. Hal ini melemahkan ketahanan gizi masyarakat, terutama keluarga miskin yang berisiko malnutrisi. (2)
Selain itu, kerusuhan sosial menghambat distribusi pangan dan layanan kesehatan yang juga berdampak pada pemenuhan gizi di masyarakat. Ketidakstabilan sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh kondisi politik ini berpotensi memicu masalah kesehatan baru yang luas, termasuk kekurangan gizi pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Krisis juga
memperburuk situasi gizi dengan menurunkan daya beli masyarakat terhadap makanan bergizi dan menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan secara
keseluruhan. (2)
Penguatan Gizi Masyarakat
Di tengah kondisi negara yang dinamis dan bergejolak, langkah yang bisa dilakukan sebagai penguatan gizi masyarakat antara lain:
-
- Penguatan Kelembagaan dan Reformasi Kebijakan Reformasi kelembagaan dan kebijakan sangat penting dalam menghadapi tantangan gizi masyarakat selama krisis. Pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran serta fasilitas pelayan gizi di tingkat lapangan, seperti posyandu dan puskesmas, yang menjadi ujung tombak pemantauan dan intervensi gizi. Kebijakan yang jelas dan peraturan daerah sebagai payung hukum akan mempermudah sinergi antar lembaga pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program perbaikan gizi. Selain itu, penggerakan kelompok masyarakat dan organisasi lokal menjadi strategi penting agar program gizi berjalan efektif dan berkelanjutan. (3)
-
- Program Intervensi dan Edukasi Gizi Intervensi dan edukasi gizi juga perlu mendapat perhatian khusus. Melalui penyuluhan yang terus menerus dan edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, kesadaran pentingnya pola makan bergizi dan hidup sehat dapat ditingkatkan. Pemberian makanan tambahan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, menyusui, dan anak balita, sangat penting dilakukan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting dan wasting yang dapat meningkat di masa krisis. Layanan kesehatan dan pengawasan gizi harus tetap beroperasi dan berinovasi, agar kendala yang muncul akibat situasi sosial-politik tidak menghambat akses masyarakat terhadap pelayanan gizi. (3) Edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku konsumsi gizi seimbang, terutama jika disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan melibatkan kader kesehatan terlatih. (4)
-
- Penjaminan Ketahanan Pangan Penyediaan pangan yang cukup dan bergizi harus dijaga dengan kebijakan yang adaptif serta dukungan kepada petani agar produktivitas pangan tetap stabil. Perbaikan rantai pasok pangan penting agar distribusi tetap lancar dan harga pangan terjangkau. Bantuan sosial dan perlindungan pangan bagi kelompok miskin dan rentan harus diberikan secara terarah dan berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak ekonomi sosial. Diversifikasi konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal pun turut dianjurkan guna meningkatkan keberagaman dan kualitas gizi masyarakat. (5)
- Pendekatan Berkelanjutan Lainnya Pendekatan lain seperti koordinasi antar sektor dan perubahan perilaku masyarakat dapat menunjang ketahanan gizi masyarakat.. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk menangani isu gizi secara menyeluruh dan terintegrasi.(6) Program-program gizi harus didasarkan pada bukti ilmiah melalui pemantauan dan evaluasi yang reguler agar perbaikan yang dilakukan terukur dan tepat sasaran. Selain itu, perubahan perilaku dan pola hidup sehat juga harus digalakkan secara massif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan media komunikasi yang efektif dan relevan.
Ketahanan gizi adalah cerminan dari komitmen bangsa terhadap kesejahteraan rakyatnya. Di tengah tantangan politik, kita dituntut untuk tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga aktif dalam mendorong program gizi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi semua lapisan masyarakat.
Editor :Â Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Firyalfatin. Demokrasi Indonesia Diuji, Kebebasan Berpendapat Terancam Tindakan Represif Aparat [Internet]. hukumonline.com. 2025. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/a/demokrasi-indonesia-diuji--kebebasan-berpendapat-terancam-tindakan-represif-aparat-lt68b506ba4f648/
- Arlyan R. Hubungan Ketahanan Pangan dan Stabilitas Keamanan Negara (Krisis Pangan di Venezuela). Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional. 2018;3(01):108-31.
- Miza TI, Kolopaking LM, Hakim DB. Strategi Penguatan Kelembagaan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Di Kabupaten Bogor. Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah. 2023;11(2):45-53.
- Mallipu A. Improving childhood nutrition in Indonesia through an innovative behavioural change programme. EBioMedicine. 2021;66:103292.
- Arif S, Isdijoso W, Fatah AR, Tamyis AR. Tinjauan strategis ketahanan pangan dan gizi di Indonesia. Jakarta: SMERU Research Instituate. 2020.
- Yusnita M, Kurniawan I, Hakim A. Public Policy Analysis in Stunting Reduction: A Review of National Programs and Strategies. Jurnal Indonesia Sosial Sains. 2024;5(5):1182–8.
- Oddo VM, Roshita A, Khan MT, Ariawan I, Wiradnyani LAA, Chakrabarti S, et al. Evidence-Based Nutrition Interventions Improved Adolescents’ Knowledge and Behaviors in Indonesia. Nutrients [Internet]. 2022;14(9):1717.
No Comments