16 Des Malaria Masih Mengintai! Cegah dengan Gizi Seimbang dan Imunitas Kuat
Ketika nyamuk menjadi musuh kecil yang bisa membawa penyakit, maka tubuh kita pun harus siap bertahan. Terlebih di wilayah tropis seperti Indonesia, malaria masih menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan status gizi bisa menjadi benteng penting dalam melawan penyakit ini.
Apa Itu Malaria?
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, dan menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus malaria terbanyak di Asia, setelah India, dengan estimasi mencapai 811.636 kasus positif pada tahun 2021. Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia menyumbang sekitar 2% dari total beban kasus malaria secara global. (1)
Selain melalui gigitan nyamuk, menurut Kemenkes RI malaria juga dapat ditularkan
melalui cara lainnya. Misalnya jarum suntik, transfusi darah, transplantasi organ, ataupun dari seorang ibu yang menularkan kepada bayi dalam kandungannya. (2)
Menurut WHO, terdapat lima jenis parasit Plasmodium yang bisa berperan pada penyebaran malaria. Di antaranya adalah Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum,
Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, dan Plasmodium knowlesi. (3) Kelima jenis
parasit tersebut mempunyai tingkat keganasannya masing-masing dalam menginfeksi manusia, dan menyebabkan tingkat keparahan serta gejala yang
berbeda.
Akan tetapi, secara umum gejala malaria dapat meliputi beberapa hal, seperti
demam, menggigil, sakit kepala, hilang selera makan, diare, dan gejala lainnya yang menyertai. Malaria bisa menyerang siapa saja, namun terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan faktor risikonya. Hal ini terkait dengan usia, tempat tinggal, hingga ketersediaan fasilitas kesehatan. Balita, lansia, ibu hamil, masyarakat yang tinggal di wilayah tropis dan subtropis, serta kurang bisa mengakses fasilitas kesehatan tentu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi malaria.
Optimalkan Gizi dan Imunitas Sebagai Perisai Alami Tubuh
Asupan gizi yang baik tidak hanya membuat tubuh menjadi sehat, namun juga memperkuat sistem imun untuk melawan infeksi, termasuk malaria. Keseimbangan asupan makronutrien dan mikronutrien, termasuk vitamin dan mineral memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. (4) Upaya pengoptimalan zat gizi perlu dilakukan, termasuk pada kelompok-kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Beberapa strategi praktis di bawah ini dapat dilakukan untuk meningkatkan daya
tahan tubuh dalam melawan infeksi penyakit.
- Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Pastikan asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral tercukupi setiap harinya. Konsumsi sayur dan buah berwarna cerah seperti wortel, bayam, jeruk, dan pepaya juga sangat direkomendasikan karena kaya akan antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab infeksi.
- Perbanyak Asupan Protein Protein dapat diperoleh dari sumber hewani maupun nabati, seperti ikan, telur, tahu, dan tempe, yang bisa mendukung produksi antibodi dan pemulihan tubuh saat sakit.
- Mencukupi Cairan Tubuh Dehidrasi dapat memperburuk gejala demam, yang merupakan salah satu tanda dari malaria. Asupan cairan harian dapat dipenuhi dengan konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.
- Olahraga dan Tidur yang Teratur Olahraga atau aktivitas fisik penting dilakukan secara rutin untuk menjaga kebugaran dan tentunya meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, penting juga memastikan tidur yang cukup di malam hari.
- Konsumsi Suplemen Bila Perlu Di daerah endemik malaria, suplementasi zat besi dan vitamin A dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. (2)
Pencegahan anemia bukan hanya perlu difokuskan pada lingkungan yang bersih ataupun pemasangan kelambu saat tidur. Akan tetapi juga dari dalam diri kita, melalui sistem imun yang kuat dan asupan gizi yang cukup. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan membantu memutus rantai penyebaran malaria.
Editor :Â Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI. Cegah dan Kendalikan Malaria. 2024 [cited 2025 April 21]. Available from: https://kemkes.go.id/id/cegah-dan-kendalikan-malaria
- Kementerian Kesehatan RI. Kenali Apa itu Malaria: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan. 2024 [cited 2025 April 21]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-malaria
- World Health Organization. Malaria. 2024 [cited 2025 April 21]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malaria
- Onukogu, S. C., Ibrahim, J., Ogwuche, R. A., Jaiyeola, T. O., & Adiaha, M. S. Role of nutrition in the management and control of malaria infection: a review. An International Scientific Journal [Internet], 2018;107(1), 58-71. Available from: https://hal.science/hal-04604850/
No Comments