Kasih dengan ASI Eksklusif: Makanan Bunda adalah Makanan Bayi

Kasih dengan ASI Eksklusif: Makanan Bunda adalah Makanan Bayi

Bagikan

Bunda, kenali bahwa ibu membutuhkan lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada saat fase menyusui bayi. Ibu menyusui membutuhkan tambahan 340 hingga 400 kkal per hari lebih banyak dibandingkan jumlah yang mereka konsumsi sebelum hamil. Oleh karena itu, nutrisi ibu berperan penting dalam membentuk profil nutrisi dan imunologi ASI melalui jalur metabolisme kompleks yang memberikan efek langsung maupun tidak langsung saat diberikan kepada bayi[1]

Bagaimana memenuhi kebutuhan harian untuk ASI yang “hebat”?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555506960863382845"}}
  1. Pola makan ibu memainkan peran penting dalam membentuk profil asam lemak ASI, terutama kadar DHA, ALA, dan AA. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan ibu yang baik, terutama konsumsi makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak, biji-bijian, minyak zaitun, dan kacang-kacangan, dapat menyebabkan peningkatan kadar asam lemak esensial dalam ASI.
  2. Selama menyusui, kebutuhan protein meningkat untuk mendukung pertumbuhan bayi yang lebih cepat. Protein dapat diperoleh melalui bahan makanan telur, susu dan produk susu, keju, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
  3. Zat besi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan ASI. Makanan kaya zat besi antara lain kacang-kacangan dan polong-polongan, biji selada air, sayuran berdaun hijau, telur, daging merah, dan daging ayam. Terutama sayuran daun hijau dapat memperlancar produksi ASI.
  4. Kalsium penting untuk perkembangan tulang bayi yang normal. Sumber kalsium terbaik adalah susu dan produk susu seperti yoghurt, keju, dan sayuran berdaun hijau.
  5. Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium melalui konsumsi ikan berlemak seperti tuna, salmon, makarel, mentega serta kuning telur.
  6. Vitamin B12 untuk perkembangan sistem saraf bayi, melalui konsumsi daging, ikan dan ayam, telur, produk susu, dan sereal.
  7. Penuhi kebutuhan cairan harian yaitu 8-10 gelas air. Cairan juga membantu menjaga produksi ASI.

Apa yang perlu dihindari saat memberikan ASI?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555507025803857213"}}
  1. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat berpengaruh pada kualitas ASI. Iritabilitas, pola tidur yang buruk, rewel, dan gelisah terjadi pada bayi dari ibu dengan asupan kafein yang sangat tinggi. Batas maksimal konsumsi adalah sekitar <300 miligram/hari, yaitu sekitar 2 hingga 3 cangkir kopi.
  2. Hindari alkohol dan paparan asap rokok
  3. Hindari konsumsi makanan tinggi gula dan lemak trans fat
  4. Hindari diet pada saat laktasi. Penurunan berat badan setelah melahirkan dapat diminimalisir dengan pembatasan makanan tinggi gula dan lemak serta olahraga rutin, seperti berenang, jalan kaki, atau bersepeda 3x/minggu.

Sebagai pedoman, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan bagaimana porsi dan komposisi makanan untuk ibu menyusui, sebagai berikut:

Selalu perhatikan apa makanan yang dikonsumsi. Makan lebih baik dan berkualitas, bukan makan lebih banyak

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. CDC. 2024. Maternal Diet and Breastfeeding. Diakses 22 Agustus 2025, dari https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-breastfeeding/maternal-diet.html.
  2. Favara, G., Maugeri, A., Barchitta, M., Lanza, E., Magnano San Lio, R., & Agodi, A. (2024). Maternal lifestyle factors affecting breast milk composition and infant health: A systematic review. Nutrients, 17(1), 62.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Poster isi piringku kaya protein hewani untuk ibu menyusui. Diakses 22 Agustus 2025, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/poster-isi-piringku-kaya-protein-hewani-untuk-ibu-menyusui.
No Comments

Post A Comment