20 Jan Gizi Emas Ibu: Fase Pra-Kehamilan hingga Menyusui sebagai Investasi Jangka Panjang demi Kesehatan Sang Buah Hati
Perjalanan seorang ibu sangatlah panjang sehingga penting sekali menjaga gizi dan kesehatan seorang ibu. Gizi yang tepat bukan hanya dengan memberi makan sehari 2 kali atau 3 kali tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang demi kesejahteraan ibu dan kesehatan anak yang akan dilahirkan. Fase seorang ibu meliputi pra-kehamilan, masa kehamilan, masa menyusui adalah sebuah periode emas untuk dapat menentukan tumbuh kembang janin, keberhasilan persalinan dan kualitas ASI. Lalu, zat gizi apa saja yang berperan penting dalam periode emas ini? Makanan apa saja yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada periode emas ini? Apakah ada mitos yang berkaitan dengan kehamilan? Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Fase Pra-Kehamilan: Tahap Mempersiapkan Segudang Nutrisi
Fase kehamilan merupakan fase yang penting untuk mempersiapkan segudang nutrisi karena kualitas sel telur dan rahim sangat dipengaruhi oleh gizi seorang ibu pada fase ini. Jadi, apa saja sih zat gizi yang penting mulai dari fase ini?
- Asam Folat atau Vitamin B9 Asam folat memiliki fungsi pada masa pra kehamilan untuk mencegah terjadinya kelainan kongenital pada awal kehamilan , salah satu contoh kelainannya seperti Neural Tube Defect (NTD). (1) Neural Tube Defect adalah kecacatan pada janin yang menyerang struktur otak, tulang belakang atau ruas tulang belakang. WHO menganjurkan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400-600 mcg per hari. Asam folat ini didapatkan baik dari suplemen maupun dari sumber pangan alami seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan untuk memenuhi kecukupan harian yang dianjurkan. (2)
- Zat Besi Zat besi memiliki fungsi pada masa pra kehamilan dalam mencegah anemia pada ibu yang dapat meningkatkan risiko kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan prematur. Anjuran kecukupan zat besi sebelum kehamilan dalam rentang usia 19-29 tahun sebesar 18 mg/hari. (3) AKG Zat besi dapat diperoleh baik dari suplemen maupun sumber pangan alami seperti protein hewani, sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan. (4)
- Mencukupi anjuran zat gizi per hari lainnya seperti sumber kalsium untuk kekuatan tulang persiapan kehamilan, serat untuk mencegah sembelit, protein untuk pembentukan sel dan jaringan yang dimana gunanya sebagai zat pembangun, zinc untuk perkembangan sel telur, vitamin D untuk membantu kesehatan pada tulang.
- Mencegah Berat Badan Berlebih dengan Mencapai Berat Badan yang Ideal Mencapai berat badan ideal adalah sebuah bentuk usaha dalam mempertahankan kesehatan diri sendiri sebelum kehamilan karena apabila seorang ibu yang memiliki berat badan berlebih sebelum kehamilan dapat berisiko terjadinya preeklampsia, diabetes gestasional, bahkan kesulitan dalam persalinan.
A. Zat Gizi Pra-Kehamilan
Fase Kehamilan : Nutrisi untuk Pertumbuhan yang Optimal
A. Zat Gizi Masa Kehamilan
- Energi Ibu hamil memiliki penambahan kalori pada tiap trimesternya, pada trimester 1 memiliki penambahan 180 kalori/hari dan untuk trimester 2-3 memiliki penambahan 300 kalori/hari. (3) Penambahan kalori ini memiliki kaitannya dengan kualitas gizi yang mendukung pertumbuhan janin, plasenta dan rahim si ibu. (5)
- Protein Protein juga berperan penting dalam masa kehamilan untuk perkembangan sel dan jaringan ibu dalam menopang bayi, mendukung pertumbuhan plasenta. (5) Sumber protein dapat diperoleh dari daging ayam, daging sapi, telur, tempe, tahu, ikan, kacang-kacangan.
- Kalsium Kalsium memiliki peran dalam masa kehamilan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin serta mencegah osteoporosis si ibu. Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, yoghurt, sayuran hijau yang tua.
- Asam Folat Asam folat juga berperan dalam mencegah terjadinya cacat lahir pada bayi yang disebut dengan Neural Tube Defect (NTD). (1) Asam folat ini dapat diperoleh baik dari suplemen maupun dari sumber pangan alami seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan untuk memenuhi kecukupan harian yang dianjurkan. (2)
- Zat Besi Zat besi memiliki peran juga dalam kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil, mengurangi risiko kelahiran prematur dan BBLR, mencegah perdarahan pada saat persalinan. Zat besi dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, unggas, ikan,telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan dan juga dapat diperoleh dari suplemen zat besi.
- Omega-3 Omega-3 memiliki peran dalam perkembangan otak dan mata bagi si janin. Omega-3 dapat diperoleh dari minyak ikan, ikan berlemak.
- Iodium Yodium memiliki peran dalam perkembangan fungsi tiroid si janin dan mencegah gangguan mental. Yodium ini dapat diperoleh dari garam beryodium, seafood.
- Vitamin D Vitamin D ini memiliki fungsi dalam membantu penyerapan kalsium dalam pertumbuhan tulang dan gigi pada janin, membantu menjaga imunitas ibu hamil. Vitamin D didapatkan dari sinar matahari, suplemen, ikan salmon, sarden, kuning telur, yoghurt.
B. Keluhan Umum yang Sering Melanda Masa Kehamilan
Beberapa keluhan yang biasa terjadi pada ibu hamil
- Mual dan muntah yang terjadi pada pagi hari
- Varises yang dipengaruhi oleh faktor keturunan, berdiri lama, usia, faktor hormonal dan bendungan dalam panggul
- Sakit Kepala
- Sesak nafas yang disebabkan karena rahim membesar yang mengakibatkan diafragma ke atas
- Edema yaitu pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah
- Sembelit
- Insomnia
- Sering buang air kecil
- Nyeri punggung bawah
- Kram Otot (6)
C. Cara Mengatasi Keluhan Umum Pada Masa Kehamilan
- Nyeri punggung bawah dapat diatasin dengan kompres air hangat, senam hamil, yoga. (7)(8)(9)
- Edema dapat diatasi dengan merendam kaki dengan air kencur karena kandungan flavonoid dapat mengurangi edema (10), yoga (11), senam hamil karena dapat memperbaiki sirkulasi darah yang tidak lancar pada ibu hamil karena edema bisa terjadi akibat sirkulasi darah yang tidak lancar tersebut (12) atau bisa juga dilakukan dengan melakukan peregangan pada bagian kaki, mengompres kaki yang mengalami edema menggunakan air dingin, membatasi mengonsumsi makanan tinggi natrium, penuhi kebutuhan cairan selama kehamilan (13) dan bisa juga membalut kaki dengan menggunakan kain. (14)
- Sering buang air kecil dapat diatasi dengan pemberian edukasi terkait nutrisi dan personal hygiene serta menganjurkan ibu untuk melakukan senam ibu hamil. (15)(16)
- Sesak nafas dapat diatasi dengan teknik Breathing Exercise&Progressive Muscle Relaxation . (17)
- Varises dapat diatasi dengan olahraga ringan secara teratur, posisikan kaki lebih tinggi, konsumsi banyak serat dan cairan. (18)
- Insomnia dapat diatasi dengan tidur miring ke kiri, beraktivitas sebelum tidur seperti membaca buku, meditasi, mendengarkan musik, lalu dengan menggunakan teknik relaksasi (19), olahraga secara rutin selama 30 menit (19), aromaterapi (20)
- Kram otot dapat diatasi dengan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari, olahraga ringan secara rutin, melakukan peregangan di sekitar kaki, melakukan pilates. (21)
- Mual dan muntah dapat diatasi dengan porsi makan kecil tapi sering, hindari makanan yang memiliki khas bau yang kuat, memilih makanan kering
- Sembelit dapat diatasi dengan minum air putih 8 gelas per hari, meningkatkan asupan serat.
D. Mitos dan Fakta Seputar Makanan untuk Ibu Hamil
-
    Â
- Mitos: hindari mengonsumsi protein hewani karena bisa menyebabkan anak lahir tanpa tulang atau plasenta sulit keluar, hindari mengonsumsi buah jeruk karena dapat membuat ketuban merembes, hindari mengonsumsi tomat karena dapat membuat kepala janin melembek. Faktanya, belum ada penelitian mengenai hal tersebut. (24)
- Mitos: apabila mengonsumsi buah nanas dan durian akan membuat keguguran, faktanya belum ada bukti medis untuk membenarkan hal tersebut dan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dapat dikatakan aman. (23)
Fase Menyusui: Bahan Bakar Terbaik Untuk Bayi
Masa menyusui adalah periode yang paling krusial bagi kesehatan ibu dan bayi. ASI
memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan untuk bayi secara optimal. Gizi ibu menyusui ada kaitan erat dengan produksi ASI, dan ibu menyusui disarankan mendapat tambahan kalori sebesar 700kkal untuk produksi ASI dan aktivitas ibu itu sendiri. (22) Nutrisi yang baik untuk ibu menyusui akan membutuhkan lebih banyak kalori, protein,
kalsium, zat besi, omega-3, vitamin b kompleks dan vitamin c serta cairan. Semua nutrisi tersebut memiliki kegunaan untuk produksi asi, sumber energi ibu, pemulihan pasca persalinan, perkembangan kognitif bayi.
Mitos dan Fakta Seputar Makanan untuk Ibu Menyusui
Mitos: Hindari memakan ikan karena akan membuat ASI menjadi amis , faktanya ikan
merupakan nutrisi yang sangat diperlukan untuk membantu perkembangan otak si bayi karena ikan mengandung omega-3 selain itu juga ikan membantu penyembuhan luka pasca persalinan. (25)
Perjalanan selama periode ini mulai dari pra-kehamilan hingga menyusui sangatlah panjang dan jalannya tidak mulus, jadi diharapkan kepada calon ibu hingga sudah menjadi ibu untuk tetap memenuhi asupan nutrisi dengan makanan yang utuh, segar dan hindari makanan olahan agar kesehatan ibu dan anak tetap optimal, selain itu juga memantau peningkatan berat badan
dan usahakan memiliki berat badan yang stabil pada masa kehamilan dan konsumsi cairan yang cukup serta konsultasi kepada dokter kandungan atau ahli gizi yang teregistrasi apabila memiliki berat badan yang tidak stabil dan kekhawatiran gizi.
Editor :Â Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Bailey, L.B. Folate in Health and Disease: an Update on its Role in Maternal Health. CRC Press. 2022
- Johnson, M & Brown, R. The Role of Folate in Maternal Nutrition: Dietary Sources and Supplementation. Nutrition Reviews. 2023: 81(5), 515-527.
- Permenkes RI. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2019
- Susiloningtyas, I. Pemberian Zat Besi (Fe) dalam Kehamilan. Majalah Ilmiah Sultan Agung. 2022: 50(128), 73-99.
- Rimbawan. Kecukupan Nutrisi untuk Persiapan Kehamilan. Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB. 2008
- Veri, N., Faisal, I & Khaira, N. Literatur Review: Penatalaksanaan Ketidaknyamanan Umum Kehamilan Trimester III. FJK. 2023: 3(2).
- Nurhayati., Beti., Simanjuntak, F & Br Karo, M. Reduksi Ketidaknyamanan Kehamilan Trimester III Melalui Senam Yoga. Binawan Student Journal. 2019: 1(3): 167-71.
- Rani & Fatonah H.S, S. Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N dengan Senam Hamil untuk Mengurangi Ketidaknyamanan pada Trimester III. Bidan Tangguh Bidan Maju. 2019: 73- 99.
- Rismaya., Yosi & Rahayuningsih, T. Penatalaksanaan Endorphin Massage dan Kompres Air Hangat dengan Masalah Ketidaknyamanan: Nyeri Punggung pada Kehamilan Trimester III di Desa Gupit. Stethoscope. 2022: 3(1), 41-55.
- Dey., Novayanti, T., Lubis, B & Bintang, S.S. Pengaruh Perendaman Kaki menggunakan Air Hangat Campur Kencur terhadap Edema pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan Kestra. 2022: 5(1), 84-89.
- Wulandari., Sri & Wantini, N.A. Efektivitas Happy Prenatal Yoga dalam Menurunkan Ketidaknyamanan Fisik pada Kehamilan Trimester III. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021: 12(2), 18-27.
- Anggraeni., Suci & Sari, Y.F. Efektivitas Senam Hamil terhadap Penurunan Derajat Edema Kaki pada Ibu Gravida Trimester II dan III. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2016: 5(2), 32-37.
- Kirani., Mutia, D & Maita, L. Oedema pada Kaki Ibu Hamil Trimester III dengan Rendam Air Hangat Campur Kencur di BPM Hj. Murtinawita, SST Kota Pekanbaru Tahun 2021. Jurnal Kebidanan Terkini. 2022: 1(2), 75-80.
- Ochalek., Katarzyna., Frydrych-Szymonik, A &Szygula, Z. Lower Limb Oedema during Pregnancy. Rehabilitacja Medyczna. 2016: 20(4), 17-21.
- Damayanti, I.P. Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Ketidaknyamanan Sering BAK. Ensiklopedia of Journal. 2019: 1(4), 185-90.
- Megasari, K. Asuhan Kebidanan Trimester III dengan Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil. Jurnal Komunikasi Kesehatan. 2019. 10(2), 36-43.
- Rahmawati., Aini, N., Marufa, S.A., Rahmanto, S., Handiny, D.L.M., Lestari, M.A.A. Pengaruh Kombinasi Breathing Exercise dan Progressive Muscle Relaxation dalam Menurunkan Nyeri Punggung dan Sesak Nafas Ibu Hamil Trimester III. Physiotherapy Health Science. 2021: 3(2), 95-100.
- Susanti., Nur., Wahyuningsih., Prihanani, N., Istikomah, M. Pendampingan Kelas Ibu Hamil Cerdas Mandiri melalui Pelatihan Senam Varises, KIE Gizi Seimbang dan Strategi Pengelolaan Emosi. Surya Abdimas. 2023: 7(4), 651-59.
- Anasari., Ansari., Triatmi, A., Yanuarini., Lumastari, A., Kundarti, F.I. Terapi Non-Farmakologi yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2022: 10(2), 139-48.
- Kartika., Jenny., Setiawati. Pengaruh Pemberian Aromatherapy Citrus Lemon terhadap Insomnia pada Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2022: 13(1),294-304.
- Oktaviani., Ika., Martini. Senam Hamil Metode Pilates Menurunkan Nyeri Muskulosketal dalam Kehamilan. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 2016: 9(2), 33-39.
- Taqiyah, R., Alam, R.I & Jama, F. Edukasi Kebutuhan Gizi Seimbang pada Ibu Menyusui di Ruang Nifas RSU Ibnu Sina Makassar. Prosding Seminar Nasional Pengabdian ke Masyarakat: Peduli Masyarakat. 2022: 2(1),5-8.
- Yulandari, O. Kesehatan Ibu Hamil dari Perspektif Sosial Culture/Budaya. Angewandte Chemie International. 2021: 6(11), 951-952.
- Aulia, D.L.N., Anjani, A.D., Ananda, A.D & Lestari, A. Dampak Mitos Kehamilan Terhadap Kesehatan Ibu dan Janin: Perspektif Medis dan Budaya. Southeast Asian Journal of Technology and Science. 2025: 6(1), 1-7.
- Yulianti, I., Maulydia, A.M., Rahayu, E.T., Aprilia, B., Prilisnia, N.Y. Kehamilan dalam Lensa Budaya Menyikapi Mitos dan Fakta Menurut Kepercayaan Masyarakat Suku Jawa di Kota Tarakan. Jurnal Peduli Masyarakat. 2024: 6(2).
No Comments