20 Agu Boost Gizi, Boost Prestasi: Menu Harian Penunjang Tumbuh Kembang Optimal Anak
Pernah nggak sih para moms merasa bingung kenapa anak suka lesu di pagi hari, gampang sakit, atau susah konsentrasi waktu belajar? Padahal tidurnya cukup, aktivitasnya juga normal. Nah, bisa jadi penyebabnya ada pada pola makan dan kecukupan gizinya.
Di masa pertumbuhan, anak-anak bukan cuma butuh makanan yang mengenyangkan, tapi juga asupan gizi yang seimbang dan berkualitas untuk mendukung aktivitas fisik, fungsi otak, dan perkembangan tubuhnya. Jadi kalau kamu ingin anak tetap aktif, sehat, dan punya prestasi cemerlang di sekolah, yuk mulai perhatikan menu hariannya!
Makanan Merupakan Bahan Bakar Otak dan Tubuh Anak
Bayangkan tubuh anak seperti mobil balap. Supaya bisa melaju kencang, dia butuh bahan bakar terbaik. Sama halnya dengan anak—semakin aktif mereka, semakin banyak energi dan zat gizi yang dibutuhkan.
Gizi memiliki peranan yang krusial dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Dengan mengonsumsi makanan yang diolah menjadi energi, individu dapat memenuhi kebutuhan untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini juga terlaksana di lingkungan sekolah, di mana siswa memerlukan makanan bergizi agar dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan baik. Secara umum, kelompok usia anak-anak berada dalam fase yang rentan terhadap gizi sebab pertumbuhan fisik serta perkembangan yang cepat. Di samping itu, selama masa pertumbuhan, anak memerlukan energi yang mencukupi untuk melakukan berbagai macam aktivitas fisik.
Pola makan yang tidak baik dapat berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit-penyakit kronis. Asupan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak akan mendukung mereka dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kondisi gizi yang kurang atau berlebih pastinya akan mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan jika ini terjadi, akan berpengaruh juga pada konsentrasi selama proses belajar di sekolah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan prestasi siswa. (1) (2)
Berikut ini beberapa jenis zat gizi yang sangat penting untuk anak usia sekolah (3) (4):
- Karbohidrat kompleks: seperti nasi merah, kentang, oatmeal, atau roti gandum. Ini sumber energi utama yang tidak cepat habis, beda dengan gula yang bikin semangat cuma sesaat lalu lemas. Asupan karbohidrat yang kurang dapat berakibat buruk terhadap status gizi anak, menyebabkan tubuh lemah, lesu, tidak berenergi dan dapat menganggu tumbuh kembang anak
- Protein: berperan membentuk dan memperbaiki sel tubuh. Bisa berasal dari ayam, ikan, telur, daging sapi, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Kebutuhan konsumsi asupan protein yang dianjurkan bagi anak sekolah dasar dianjurkan mengkonsumsi protein sebanyak 50 gr/KgBB. Pada anak, fungsi terpenting protein adalah untuk pertumbuhan
- Lemak sehat: seperti omega-3 dari ikan laut, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Lemak ini penting untuk pertumbuhan otak dan fungsi sistem saraf. Disamping fungsinya sebagai sumber tenaga, lemak juga menjadi bahan pelarut dari beberapa vitamin seperti vitamin A, D, E, dan K.
- Vitamin dan mineral: seperti zat besi, seng (zinc), yodium, vitamin A, C, D, E, dan B kompleks. Kekurangan zat-zat ini bisa bikin anak mudah lelah, gampang sakit, bahkan menghambat konsentrasi belajar.
Gizi Optimal Jadi Fondasi Prestasi Anak
Menurut Penelitian Anwar dkk. 2019 menunjukkan bahwa gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap performa belajar anak. Kekurangan zat besi, misalnya, dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan mengingat. Sementara asupan sarapan yang seimbang terbukti dapat meningkatkan daya pikir dan fokus di sekolah (5).
Diperkuat oleh jurnal Hoata dkk. 2021 yang menyatakan anak-anak yang mengonsumsi makanan bergizi secara rutin cenderung memiliki prestasi akademik lebih tinggi, risiko absensi lebih rendah, serta pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan anak-anak yang kekurangan gizi atau terlalu sering mengonsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak (6).
Kesalahan Umum dalam Pemberian Makanan Anak
Sering kali tanpa sadar, orang tua justru membentuk pola makan yang kurang sehat bagi anak. Beberapa kesalahan yang sering terjadi (7):
- Terlalu sering memberi camilan manis atau asin: seperti permen, wafer, minuman bersoda, ciki, atau es krim instan. Ini bisa bikin anak kenyang tapi kosong zat gizi.
- Melewatkan sarapan: sarapan sering disebut sebagai “makan paling penting dalam sehari”. Tapi sayangnya, banyak anak yang justru melewatkan sarapan dengan alasan nggak sempat, ngantuk, atau nggak lapar. Padahal, sarapan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh terlebih otak memerlukan gizi dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dalam belajar.
- Porsi tidak seimbang: terlalu banyak nasi tapi sayurnya cuma sedikit. Atau sebaliknya, anak tidak diberi lemak sama sekali karena takut gemuk. Tubuh anak membutuhkan asupan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan optimal. Jika porsinya tidak proporsional, misalnya kekurangan protein dan sayuran, anak bisa mengalami masalah seperti mudah lelah, gangguan konsentrasi, dan sistem imun yang lemah.
- Kurang minum: karena dehidrasi ringan saja bisa menurunkan fokus belajar dan membuat anak cepat lelah.
Tips Agar Anak Suka Makanan Sehat
Supaya anak nggak bosan dan tetap semangat makan, coba terapkan beberapa trik berikut (8):
- Buat tampilan menarik: misalnya bikin nasi bentuk karakter kartun, buah dipotong lucu, atau sayur disusun warna-warni seperti pelangi.
- Ajak anak ikut memilih bahan makanan: saat belanja atau menyiapkan makan malam, libatkan anak. Mereka jadi merasa dihargai dan lebih tertarik makan.
- Beri contoh yang baik: kalau orang tua rajin makan sayur dan buah, anak pun akan ikut mencontohnya.
- Sediakan camilan sehat di rumah: seperti puding chia seed, smoothies buah, jagung rebus, atau kacang panggang.
- Jangan paksa, tapi arahkan: misalnya dengan mengurangi jajan di luar secara perlahan dan mengedukasi kenapa makan sehat itu penting.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Fitri M, Tasya, Yuliani S, Leni, Randong MF, Aryasari P, et al. Penyuluhan Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah Pada Siswa-Siswi SD Negeri 27 Kartiasa Kabupaten Sambas:Hippocampus [Internet]. 2022 Jun 27 [cited 2025 Jul 11];1(1):11–5. Available from: https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Hippocampus/article/view/352
- Tomasoa VA, Dary D, Dese DC. Hubungan asupan makan dan aktifitas fisik terhadap status gizi anak usia sekolah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah [Internet]. 2021 [cited 2025 Jul 11];6(2). Available from: https://journal.um-surabaya.ac.id/JKM/article/view/7819
- Jauhari MT, Ardian J, Rahmiati BF. GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO ANAK USIA SEKOLAH DASAR. J NC [Internet]. 2022 Feb 28 [cited 2025 Jul 11];2(1):29. Available from: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/JNC/article/view/32516
- Pradnyandari NKPD, Weta W, Sawitri AAS. Perbandingan asupan makronutrien antara anak obesitas dengan normal pada siswa kelas 4-6 di Sekolah Dasar Santo Yoseph 2 Denpasar tahun 2017. Intisari Sains Medis [Internet]. 2019 Jun 17 [cited 2025 Jul 12];10(2). Available from: https://www.isainsmedis.ejournals.ca/index.php/ism/article/view/2255
Anwar C, Isatirradiyah I. Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2017. JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE [Internet]. 2019 Mar 8 [cited 2025 Jul 12];4(1):42–50. Available from: https://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/view/165
Hoata AT, Sutadarma IWG, Dewi NNA. Hubungan kebiasaan sarapan pagi dan status gizi terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Medika Udayana (JMU) [Internet]. 2021 [cited 2025 Jul 12];10(10):104–10. Available from: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/70874/38562
Kesalahan Saat Memberi Makan Anak [Internet]. [cited 2025 Jul 12]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-1712357/5 kesalahan-saat-memberi-makan-anak
prasetio ielyfia. 6 Tips Membuat Anak Menyukai Makanan Sehat [Internet]. Blog ruparupa. 2022 [cited 2025 Jul 12]. Available from: https://www.ruparupa.com/blog/tips memberikan-makanan-sehat-untuk-anak/
No Comments