Benarkah Sarapan Meningkatkan Konsentrasi Anak di Sekolah?

Benarkah Sarapan Meningkatkan Konsentrasi Anak di Sekolah?

Bagikan

Banyak anak sekolah yang kurang memperhatikan sarapan dan mengaggap sepele. Padahal, untuk memahami pelajaran dan menunjang prestasi di sekolah membutuhkan konsentrasi. Lalu, bagaimana cara anak dapat berkonsentrasi saat di sekolah? Tidak melewatkan sarapan menjadi salah satunya.

Pentingnya Sarapan bagi Anak Sekolah

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7543624643635203389"}}

Sarapan merupakan aktivitas makan di pagi hari yang dilakukan sebelum memulai berbagai macam kegiatan lainnya. Sarapan dapat berupa makanan pokok dan lauk pauk atau dapat juga berupa kudapan. Pada anak usia sekolah sarapan menjadi penting, jika anak melewatkan sarapan dapat menyebabkan sulit berkonsentrasi, sulit berpikir, mengantuk, dan lemas. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan energi dan zat gizi. (5)

Sarapan memberikan peran penting dalam menyediakan sumber energi yang diperlukan untuk anak sekolah agar dapat fokus pada pelajaran. Rata-rata sarapan menyumbang kebutuhan zat gizi harian dalam bentuk energi sebesar 25%. Pada sistem pencernaan karbohidrat dipecah menjadi gula sederhana yang meliputi
fruktosa, galaktosa, dan glukosa. Glukosa digunakan sebagai sumber energi bagi otak untuk meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan mental, dan kekuatan mental. Hipoglikemia atau suatu kondisi kekurangan glukosa dapat terjadi pada anak-anak yang tidak terbiasa sarapan pagi sebelum sekolah atau aktivitas lainnya. Hal ini
dapat mengakibatkan gemetar, pusing, dan kesulitan untuk berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan, yang menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi saat di sekolah. (4)

Sarapan sebagai Pemenuhan Kebutuhan Gizi Anak

Sarapan berkontribusi terhadap kecukupan gizi yang mencakup berbagai makanan sehat dan makanan dengan nilai gizi tinggi, tetapi tidak memberikan energi berlebih. Sarapan memiliki banyak peran bagi tubuh, diantaranya dapat memelihara daya tahan tubuh, membantu agar lebih berkonsentrasi dan memudahkan saat bekerja atau belajar, serta membantu memenuhi kebutuhan zat gizi. (3,5)

Status gizi merupakan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi dalam tubuh. Gizi pada individu dapat dilihat dari status gizi. Salah satu faktor penting yaitu memiliki status gizi baik yang berperan dalam mempertahankan hidup, menjaga kesehatan, serta perkembangan di masa kini dan generasi yang akan datang. Makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mengakibatkan kekurangan ataupun kelebihan gizi. Oleh karena itu, perlu memperhatikan prinsip keragaman makanan, keamanan makanan, pentingnya pola hidup sehat, berolahraga, dan berat badan ideal. Kekurangan zat gizi di pagi hari dapat terjadi karena menunda sarapan sehingga dapat meningkatkan kondisi malnutrisi atau kekurangan gizi. Selain itu, menunda sarapan dapat juga mengakibatkan konsumsi makanan yang berlebihan di waktu malam terutama saat makan malam sehingga dapat menyebabkan obesitas. (2)

Contoh Menu Sarapan bagi Anak Sekolah
bubur ayam

Zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) diperlukan oleh anak dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Selain itu, air dan serat juga diperlukan anak untuk memperlancar berbagai proses fisiologis dalam tubuh. Berikut beberapa contoh menu sarapan bagi anak sekolah, antara lain: (1)
1. Bubur ayam + pisang
2. Sandwich (roti + telur mata sapi + sayuran) + susu
3. Lontong sayur + telur + buah
4. Nasi goreng + telur dadar + sayuran
5. Nasi uduk + ayam goreng + buah
Membangun kebiasaan sarapan di pagi hari membutuhkan kesadaran dari diri sendiri dan adanya dukungan dari berbagai aspek, termasuk peran dari orang tua terutama ibu dalam membantu untuk menyediakan sarapan bagi keluarga. Hal ini tentunya akan membuat anak siap untuk menerima pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, jangan lupa awali harimu dengan sarapan!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. BPOM 2021, Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk Pencapaian Gizi Seimbang, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Jakarta.
  2. Hanim, B., Ingelia, I. & Ariyani, D. 2022, ‘Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar’, Jurnal Kebidanan Malakbi, vol. 3, no. 1, pp. 28–35.
  3. Hermiyanty, Fitrasyah, S.I., Aiman, U. & Ashari, M.R. 2018, ‘Gambaran Pengetahuan dan Praktik Menyusun Menu Sarapan pada Orang Tua Siswa SDIT Al-Fahmi Palu’, Jurnal Gizi dan Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 13–23.
  4. Putri, S.K. 2023, ‘Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Konsentrasi Belajar pada Anak Sekolah Dasar : Literature Review’, Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), vol. 6, no. 8, pp. 1538-44.
  5. Ramadhaniasari, C.D. & Sulandjari, S. 2024, ‘Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Kebiasaan Sarapan pada Anak Usia Sekolah Kelas 4, 5, dan 6 di SDN Ngagelrejo I Kota Surabaya’, Jurnal GIZI UNESA, vol. 4, no. 01, pp. 571–7.
No Comments

Post A Comment