13 Jul Bekal Sehat vs Jajan Sembarangan: Apa Pengaruhnya ke Prestasi Anak?
Setiap pagi, banyak orang tua yang sibuk menyiapkan bekal untuk anaknya. Tapi, tidak sedikit juga yang membiarkan anaknya memilih jajan sendiri di sekolah. Pertanyaannya, apakah kebiasaan ini berdampak pada prestasi belajar mereka? Mungkin terdengar sepele, tapi pilihan makanan anak setiap harinya bisa memengaruhi konsentrasi, daya ingat, dan daya tahan tubuh. Jika ingin anak tumbuh sehat dan cerdas, memperhatikan kualitas bekalnya adalah salah satu hal yang penting dilakukan.
Pentingnya Asupan Gizi Seimbang Sejak Dini
Anak yang tumbuh sehat dan berprestasi tentu menjadi harapan dari setiap orang tua. Namun, apakah kita sudah benar-benar memperhatikan asupan hariannya, terutama saat di sekolah? Di sinilah pilihan antara bekal sehat dan jajan sembarangan bisa berdampak besar pada kesehatan, konsentrasi, bahkan prestasi belajar anak. Dengan membiasakan anak membawa bekal bergizi, dapat membantu menjaga keseimbangan asupan gizi harian mereka. Sementara itu, jajanan di luar belum tentu bisa memenuhi kebutuhan gizi harian. Bahkan, sebagian besar jajanan mengandung tinggi gula, garam, dan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
Menurut Kemenkes RI, pemenuhan gizi seimbang sangat penting dilakukan sejak dini demi membangun kebiasaan makan sehat pada anak. Hal ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, serta mencegah terjadinya penyakit kronis di kemudian hari. Tidak hanya itu, gizi seimbang dapat membantu meningkatan sistem imun dan mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang optimal. (1)
Bekal Sehat Bantu Fokus dan Konsentrasi
Konsumsi sarapan dan makanan bergizi membuat anak lebih mampu fokus dibandingkan ketika melewatkannya. Menurut Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, asupan sarapan yang seimbang dapat meningkatkan performa kognitif dan daya ingat anak selama jam pelajaran (2). Bekal sehat yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah bisa membantu menjaga energi dan fokus selama jam pelajaran. Sebaliknya, jajan sembarangan cenderung menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Setelahnya, anak akan mengalami penurunan energi drastis yang bisa mengganggu konsentrasi. Hal ini dibahas lebih lanjut dalam Jurnal Panrita Abdi, bahwa jajanan yang tidak higienis juga bisa meningkatkan risiko diare dan infeksi pencernaan karena cemaran biologis dan kimiawi yang sering ditemukan pada jajanan anak sekolah (6).
Apa Saja Isi Bekal Sehat?
Bekal sehat tidak harus rumit. Cukup dengan nasi, kentang, atau roti gandum, sumber protein seperti telur, ayam, atau tempe, serta tambahan sayur atau buah potong. Minuman pun sebaiknya air putih, bukan minuman manis dalam kemasan. Dengan komposisi seperti ini, anak bisa mendapatkan energi yang cukup dan tetap aktif belajar. Menurut Kemenkes RI, bekal sehat yang mengandung zat gizi seimbang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal pada anak. Selain itu, ini juga sebagai upaya mencegah penyakit yang berkaitan dengan pola makan tidak sehat (7). Bekal dari rumah memudahkan orang tua mengontrol jumlah serta kualitas kalori tersebut. Penelitian dari Universitas Muhammadiyah Jakarta juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini (5).
Jajanan Tidak Sehat, Ancaman yang Dianggap Sepele
Sayangnya, banyak anak lebih memilih jajan karena rasa dan tampilan yang menggoda. Faktor daya tarik jajanan berupa warna dan rasa yang menggugah, akhirnya sering membuat anak-anak kurang mempertimbangkan nilai gizinya (6). Jajan sembarangan juga kerap mengganggu jadwal makan utama. Jika anak terlalu kenyang oleh jajanan, mereka bisa malas makan siang atau malam, yang justru penting untuk pertumbuhan. Studi dalam Journal of Innovation Research and Knowledge pun menyoroti bahwa kebiasaan memilih makanan kurang sehat berkontribusi pada masalah gizi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak (4).
Investasi Kesehatan Lewat Bekal Sehat
Persiapan bekal sehat bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan anak. Prestasi di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh belajar giat, tapi juga oleh tubuh yang sehat dan asupan gizi yang cukup. Pemenuhan gizi yang optimal dapat mendukung peningkatan kemampuan belajar dan perkembangan otak anak secara signifikan (3). Oleh karena itu, yuk mulai biasakan anak membawa bekal sehat ke sekolah. Keputusan sederhana yang diambil hari ini dapat memengaruhi masa depan anak secara signifikan.
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI. Bekal Sekolah dengan Gizi Seimbang. 2024 [cited 2025 Mei 18]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/list-perangkat- ajar/bekal-sekolah-dengan-gizi-seimbang
- Apriansyah, A. H., & Asqia, N. Pentingnya sarapan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Anakta: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini [Internet], 2024;3(2). Available from: https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/anakta_piaud/article/download/1229 3/2548
- Hazizah, A. W., Embrik, I. S., & Pratiwi, A. Pengaruh sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar pada anak kelas V di SDN 04 Tigaraksa. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan [Internet], 2024;2(2):323–328. Available from: https://gudangjurnal.com/index.php/gjik/article/download/864/785/2276
- Insani, A. Pemenuhan asupan gizi anak melalui bekal makanan sehat bagi kesehatan anak usia dini. Journal of Innovation Research and Knowledge [Internet], 2022;2(3). Available from: https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/download/3270/2343
- Juchita, A., & Sutini, T. Hubungan pengetahuan orangtua dengan kebiasaan sarapan sehat pada anak usia sekolah di SDN Tambun 01 Bekasi tahun 2019. Universitas Muhammadiyah Jakarta [Internet], 2019. Available from: https://lib.fikumj.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=14421&bid=5056
- Fadhilah, T. M., Oktarina, A., Oktavia, A. D., Firmansyah, A. M., Ayuningsih, S. F., Aprilia, S., Florencia, S., & Sabitsa, S. E. Edukasi pendidikan gizi terkait bahaya jajan di luar pada anak sekolah dasar di pedesaan dan perkotaan. Jurnal Panrita Abdi [Internet], 2023;7(3). Available from: https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/19194/10338
- Kementerian Kesehatan RI. Bekal Sehat Gizi Seimbang. 2018 [cited 2025 Mei 18]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20180412/5225523/bekal- sehat-gizi-seimbang/
No Comments