FOTO ARTIKEL WEBSITE (94)

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangatlah penting untuk bayi, ASI akan memenuhi kebutuhan gizi anak bahkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Sampai saat ini masih ada kasus bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif (ASI saja selama 6 bulan). Hal ini biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang kurang, budaya, pekerjaan, status kesehatan ibu, dan lain- lain. Kesehatan ibu akan mempengaruhi produksi ASI, untuk itu ibu perlu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi gizi yang cukup guna mendukung produksi ASI. (1)

Umumnya bahan yang mengandung galaktagog atau laktogagum bisa memperlancar produksi ASI. Galaktagog ini merupakan senyawa yang terkandung dalam bahan makanan maupun obat-obatan yang dapat merangsang, mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI.(2) Biasanya ibu akan memilih bahan alami, karena bahan alami bersifat lebih aman, tidak memiliki efek samping serius, yakin dengan efektivitasnya dan saran dari dokter.(3) Yuk kita simak apa saja bahan makanannya, berikut bahan makanan yang dapat mendukung produksi ASI :

1. Daun Katuk

Mempunyai sifat yang khas yaitu manis, mendinginkan dan laktagog. Daun katuk mengandung polifenol dan steroid yang berperan dalam refleks prolaktin (refleks untuk memproduksi susu).(6) Daun ini dapat dikonsumsi dengan direbus, supaya tidak merusak kandungan gizi pada tanaman ini maka hanya dibutuhkan waktu 3 menit saja sejak air mendidih.(1)

2. Kacang Hijau

Salah satu jenis dari kacang-kacangan ini sangat banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, tidak jarang kacang hijau diolah menjadi bubur untuk santapan di rumah sebagai makanan selingan. Ternyata kacang hijau juga mengandung polifenol dan flavonoid yang dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa pemberian jus kacang hijau selama 15 hari berpengaruh pada peningkatan produksi ASI serta meningkatkan berat badan bayi.(7)

3. Daun Kelor

Hasil penelitian menyebutkan bahwa daun kelor mengandung fitosterol yang dapat meningkatkan produksi ASI pada wanita menyusui. Daun kelor mengandung Fe 5,49 mg/100 gram dan fitosterol yakni sitosterol 1,15%/100 gram dan stigmasterol 1,52%/100 gram yang merangsang produksi ASI.(9) Penyajian daun kelor bisa hanya dengan diseduh saja atau dalam bentuk olahan seperti sayur bening, oseng daun kelor, pudding dan sebagainya.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (95)

4. Kacang Kedelai

Kacang ini banyak dijumpai pada berbagai bahan makanan seperti tempe, tahu, susu atau sari kedelai, dan sebagainya. Ternyata kacang kedelai mengandung senyawa yang dapat memperlancar ASI, sterol dan isoflavon khususnya genistein dan daidzein yang berperan dalam menginduksi hormon prolaktin sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.(10) Kombinasi dari berbagai macam bahan makanan ini tentu akan memberikan efek yang baik pada produksi ASI. Sama halnya dengan hasil penelitian sebelumnya, menyatakan bahwa konsumsi kombinasi galaktagog alami secara oral dapat meningkatkan volume ASI.(11) Akan lebih baik jika mulai hamil juga rutin untuk mengkonsumsi bahan pangan tersebut.

5. Jantung Pisang Batu/Kluthuk

Jantung pisang batu juga mengandung flavonoid dan polifenol yang berpotensi untuk menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin sehingga akan meningkatkan produksi ASI. Terdapat bukti penelitian yang menyatakan bahwa ibu menyusui yang mengkonsumsi teh jantung pisang batu selama tujuh hari berturut- turut mengalami kenaikan kadar prolaktin serum sebesar 30,85%.(8) Jantung pisang dapat diolah menjadi berbagai hidangan contohnya pepes, tumis, kuah santan, dan sebagainya.

6. Daun Pepaya

Daun ini sangat mudah untuk ditemukan diberbagai daerah. Sebelumnya telah terdapat penelitian terhadap manusia, terbukti bahwa sayur daun pepaya yang dijadikan menu makan ibu menyusui dalam 3 hari dapat meningkatkan kelancaran ASI. Hal tersebut karena adanya senyawa laktogagum pada daun pepaya yang bisa memperlancar ASI.(4) Selain laktogagum, juga terdapat kandungan flavonoid yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Terdapat juga mineral mangan dan kalium yang membantu peningkatan produksi ASI melalui mekanisme hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam pembentukan dan pengeluaran ASI.(5) Penyajian daun pepaya bisa dalam bentuk tumis, bobor daun pepaya, pecel dan sebagainya.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Wulandari E, dan Psiari K. Gambaran Penggunaan Herbal Pelancar ASI (Galactogogues) di Desa Wonosari Kabupaten Pringsewu. Wellness and Healthy Magazine.2020;2(2):251-258.
  2. Yohmi, Elizabeth. Strategi Optimalisasi Pertumbuhan Bayi ASI Eksklusif. Badan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia. 2017
  3. Othman . N.. Roz Azinur C.L.. Che Noriah O. Exploring Behavior on The Herbal Galactagogue Usage among Malay Lactating Mothers in Malaysia. J. Procedia – Social and Behavioral Sciences 2014; 153 199-208
  4. Aprilia Reni, Rilyani, dan Lidya A. Pengaruh Pemberian Sayur Daun Pepaya Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Wellness and Healthy Magazine.2020;2(1):5-12.
  5. Wijayanti, K., Subagio, H. W., Kartasurya, M. I., & Nugraheni, A. Saponin Maintaining and Dose Determining in carica Papaya Leaf cookies as a Breast Milk Booster (galactogogue). Indian Journal of Public Health Research & Development. 2019; 10 (9), 730–734.
  6. Darsono, Lusiana, dkk. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Saorpus androgynus(L) Merr) dan Domperidoon Terhadap Perkembangan Alveoli Mencit Menyusui.Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung. 2014
  7. Suksesty, Catur Erty dan Marthia Ikhlasiah. Pengaruh Jus  Campur Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hormon Prolaktin dan Berat Badan Bayi. Jurnal Ilmiah Bidan. 2017;11(3)
  8. Okinarum G, Lestariningsih, dan Afroh F. Potensi Teh Jantung Pisang Batu (Musa Balbisiana Colla) Sebagai Galaktagog Dalam Meningkatkan Kadar Prolaktin Serum Selama Masa Laktasi. Jurnal JKFT: Universitas Muhammadiyah Tangerang. 2020;5(2):55-61
  9. Kristina Nova N& Siti Fatimah Syahid. Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu.Journal Warta Penelitian dan pengembangan tanaman industry.2014; 20(3)
  10. Pramitasari, et al. Pengembangan Minuman Kedelai Hitam untuk Ibu Menyusui. Jurnal Ilmu Pangan dan HasilPertanian. 2017;1(1): 1-10
  11. Foong SC, Tan ML, Foong WC, Marasco LA, Ho JJ, Ong JH. Oral Galactagogues (Natural Therapies Or Drugs) For Increasing Breast Milk Production In Mothers Of Non-Hospitalised Term Infants. Cochrane Database Syst Rev (5). 2020

FOTO ARTIKEL WEBSITE (98)

Tahukah bunda? Anak generasi emas lahir dari ibu yang sehat dan kuat. Hal ini ditunjang melalui pemenuhan zat gizi selama masa kehamilan yang seimbang agar mencapai perkembangan dan pertumbuhan bayi yang optimal. Terdapat beberapa zat gizi yang harus dicukupi bagi ibu hamil untuk mencegah adanya permasalahan selama kehamilan maupun setelah melahirkan, salah satunya adalah asam folat. Yuk, simak artikel dibawah ini!

Apa Pentingnya Asam Folat?​

Asam folat (vitamin B9) merupakan bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air dan diperlukan oleh tubuh untuk sintesis DNA, produksi sel dan jaringan baru, dan produksi sel darah merah. Di Indonesia, kejadian defisiensi asam folat sering terjadi pada wanita usia subur, ibu hamil dan menyusui. Padahal, seiring dengan bertambahnya usia trimester ibu hamil, semakin meningkat kebutuhan zat gizi yang dipenuhi [3]. Pemberian asam folat bagi ibu hamil ditujukan untuk mencegah terjadinya anemia megaloblastik dan kejadian preeklampsia. Menurut penelitian Silvaa dan Hofman (2016), konsumsi suplemen asam folat mampu menurunkan resistensi pembuluh darah uteroplasenta dan hipertensi selama kehamilan [5].

Peran Asam Folat bagi Bayi​

Bunda, asam folat berperan penting pada fase awal pembentukan janin, yaitu pembentukan sistem saraf pusat. Pemberian asam folat pada ibu hamil juga berperan dalam menurunkan kejadian neural tube defects [1], risiko terjadinya autisme [2], efek teratogenik, mencegah hambatan pertumbuhan janin [3]. Menurut CDC (2004), konsumsi makanan fortifikasi asam folat bagi ibu hamil mampu menurunkan kejadian menjadi 3000 kehamilan per tahunnya. Konsumsi suplemen asam folat 4 mg tiap hari pada ibu hamil trimester pertama dan wanita usia subur mampu mengurangi 2-5% rekurensi terjadinya anak dengan neural tube defects hingga lebih dari 70%, apabila sebelumnya memiliki anak dengan neural tube defects [4]. Neural tube defects atau defek tuba saraf merupakan suatu kelainan kongenital akibat kegagalan penutupan lempeng saraf yang terjadi pada minggu ketiga hingga keempat masa kehamilan. Neural tube defects biasanya terjadi pada otak (anenchepaly), tulang belakang (enchepalocale), dan sum-sum tulang belakang (spina bifida) anak.

Asam folat berperan sebagai kofaktor enzim bersama vitamin B12 untuk sintesis DNA, pembawa genetik pada anak. Jika terjadi kekurangan asam folat dalam tubuh, mengakibatkan sintesis DNA dalam tubuh anak terganggu sehingga penutupan pada lempeng saraf pun tidak optimal [6].Namun, perlu diingat bahwa gangguan kecacatan pada bayi tidak hanya disebabkan oleh kekurangan vitamin B9 dan B12 saja, Bunda. Diperlukan konsumsi makanan bergizi seimbang dan pola hidup sehat seperti berolahraga secara rutin, membatasi konsumsi kopi, tidak meminum alkohol dan merokok, serta istirahat teratur.

FOTO ARTIKEL WEBSITE (97)

Berapa Kebutuhan Asam Folat bagi Ibu Hamil?

Ibu hamil disarankan mengkonsumsi asam folat sebanyak 400-600 mcg per hari. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2019 mengenai Angka Kecukupan Gizi ibu hamil terhadap konsumsi asam folat dan vitamin B12 setiap hari [8] memiliki jumlah yang sama setiap trimesternya. Pada trimester 1-3 kebutuhan folat dan vitamin B12 ibu hamil masing-masing yaitu 600 mcg dan 4,5 mcg.

Sumber asam folat terdapat pada kacang-kacangan, alpukat, sayuran hijau (bayam, kangkung, brokoli), daging merah, telur, dan susu. Namun, kandungan asam folat dalam makanan cenderung bersifat kurang stabil terhadap suhu penyimpanan dan proses pemasakan sehingga sering digunakan sebagai suplemen dan bahan tambahan pada makanan seperti roti, tepung, atau sereal [1][4]. Makanan dengan kandungan asam folat tinggi dapat diolah pada suhu 55-60oC dalam waktu 4-5 jam. Jika melebihi 60oC akan menyebabkan penurunan atau kerusakan asam folat [7].

Menu Sehat bagi Ibu Hamil Kaya Akan Asam Folat

Bunda butuh referensi makanan kaya akan asam folat? Tim Ilmugiziku memiliki satu bentuk menu makan sehari yang sehat dan bergizi

  1. Sarapan: nasi putih, tumis daging dan tahu, sayur sop, dan jus jeruk Dalam menu sarapan praktis ini mengandung energi 425 kkal dan protein 15 gram.
  2. Selingan pagi: roti gandum isi alpukat, susu full cream Alpukat memiliki kandungan 90 mcg asam folat lho Bund! Selain itu, energi dalam menu selingan ini sebanyak 262,5 kkal dan 9 gram protein.
  3. Makan siang: nasi putih, ayam pokpok, tempe saus kecap, omelet bayam, dan buah pepaya potong. Pembuatannya yang mudah membuat menu ini menjadi pilihan bagi ibu hamil. Kandungan energinya sebesar 487,5 kkal dan, 23,5 gram protein.
  4. Selingan sore: smoothies susu skim dengan yoghurt blueberry, kiwi, dan bayam. Menu sore sehat ini memiliki energi yang rendah Bun, hanya 137,5 kkal dan 11 gram protein. Campuran sehat buah dan sayur dalam 1 gelas smoothies, membangun mood ibu untuk melakukan aktivitas sehari-hari!
  5. Makan malam: nasi putih, empal daging, telur orak-arik, dan sayur kangkung. Dalam menu makan malam ini mengandung energi 375 kkal, 19 gram protein dan 12,5 gram lemak.
  6. Selingan malam: pudding, potongan apel & melon.Sebagai penutup, puding dan buah menjadi pilihan sehat dengan kandungan energinya yang rendah yaitu 125 kkal.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Goetzl, L.M. “Folic acid supplementation in pregnancy”. UpToDate 2017. Dilihat tanggal: 5 Maret 2018. https://www.uptodate.com/contents/folicacid-supplementation-in-pregnancy .
  2. Moussa, H. N., et al. 2016. Folic acid supplementation: what is new? Fetal, obstetric, long-term benefits and risks.
  3. Moore A, Mundle W, Connor DO, Ray J, Hof MV., 2015. Pre-conception Folic Acid and Multivitamin Supplementation for the Primary and Secondary Prevention of Neural Tube Defects and Other Folic Acid-Sensitive Congenital Anomalies. J Obstet Gynaecol Can 2015;37(6):534-549
  4. Crider KS, Bailey LB, Berry RJ. 2011. Folic Acid Food Fortification—It’s History, Effect, Concerns, and Future Directions. Nutrients 2011, 3, 370- 384; doi:10.3390/nu3030370
  5. Timmermans S, Jaddoe VW, Silva LM, Hofman A, Raat H, Steegers-Theunissen RP. Folic acid is positively associated with uteroplacental vascular resistance: the Generation R study. Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases 2011; 21(54–61).
  6. Imbard, A, Benoist J, Blom HJ. Neural tube defects, folic acid, and methylation. Int J Environ
  7. Nguyen MT, Indrawati, Hendrickx M. Model Studies on the Stability of Folic Acid and 5-Methyltetrahydrofolic Acid Degradation during Thermal Treatment in Combination with High Hydrostatic Pressure. Journal of Agriculture and Food Chemistry 2003;51(11):  3352-3357.
  8. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2019.

Apakah sobat Ilmugiziku pernah mendengar kalimat “Keamanan Pangan”? Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019, keamanan pangan merupakan kondisi serta upaya yang dilakukan guna mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan serta membahayakan kesehatan manusia. Selain itu, keamanan pangan juga memperhatikan hal yang tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.(1) Penyelenggaraan makanan yang tidak higienis menyebabkan gangguan kesehatan, untuk itu diperlukan upaya pengendalian terhadap proses pengolahan makanan agar tidak tercemar bakteri dan kuman.(2)Nah, penting sekali dalam penyelenggaraan makanan pada sebuah institusi dengan adanya standar keamanan pangan sebagai sertifikasi. Kali ini penulis akan menjelaskan dasar-dasar ISO 22000:2018 sebagai sertifikasi keamanan pangan, yuk simak artikel di bawah ini!

iso 22000:2018


Apa itu ISO 22000:2018?

ISO 22000:2018 adalah standar internasional berisi tentang apa yang harus dilakukan organisasi atau perusahaan untuk memantau dan mengembangkan sistem manajemen sehingga mampu mengendalikan potensi bahaya keamanan pangan. Standar ini tentu saja berhubungan dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management System) sebagai persyaratan proses rantai makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga produk yang siap dikonsumsi oleh konsumen. ISO 22000:2018 menggantikan standar internasional sebelumnya yakni iso 22000:2005. Standar terbaru ini telah menggabungkan dan melengkapi unsur-unsur utama ISO 9001, standar untuk sistem manajemen mutu, serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Sehingga ISO 22000:2018 dapat berguna bagi organisasi mana pun yang berhubungan dengan industri makanan atau rantai makanan.(3)

Manfaat ISO 22000:2018 Bagi Institusi Penyelenggara Makanan.(3)

  1. Meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Tujuan utama dari ISO 22000:2018 sendiri adalah untuk meminimalisir bahaya kontaminasi pada makanan, sehingga jika diterapkan dengan baik tentunya akan bermanfaat pada kesehatan serta keselamatan baik itu pelanggan, konsumen, karyawan atau siapa pun yang mungkin menggunakan produk tersebut
  2. Meningkatkan Kepuasan Konsumen Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management System) tentu saja akan meningkatkan kualitas produk juga dari segi kesehatan dan keamanan. Sehingga konsumen akan lebih puas dan percaya terhadap institusi tersebut.
  3. Membantu Memenuhi Standar dari Sistem Manajemen Lain ISO 22000:2018 merupakan standar yang bisa diintegrasikan dengan sistem manajemen lain, seperti ISO 45001, ISO 9001 dan ISO 14001. Sehingga secara tidak langsung dengan institusi menerapkan standar ini telah mencakup standar sistem manajemen yang lain.
  4. ISO 22000:2018 Membantu Memenuhi Syarat dan Peraturan Dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management System) ini, tentunya akan berdampak positif baik bagi perusahaan, pelanggan, terutama investor. Karena sebagian besar investor akan terlebih dahulu melihat reputasi perusahaan dan kepemilikan sertifikat ISO sebelum memutuskan untuk bekerja sama.
  5. Mempercepat Waktu Investigasi Masalah Kemungkinan kontaminasi bahan pangan bisa terjadi, tetapi dengan penerapan ISO 22000:2018 tentu akan mengurangi waktu investigasi atau penyelidikan masalah keamanan pangan yang terjadi. Sehingga pemecahan masalah serta antisipasi yang harus dilakukan dapat diselesaikan lebih cepat.
  6. Meningkatkan Respons Terhadap Risiko ISO 22000:2018 mampu membuat institusi atau perusahaan penyelenggara makanan jeli dan tidak asing melihat sesuatu yang barangkali bisa membahayakan. Sehingga potensi-potensi bahaya bisa dihentikan secara efektif dan efisien.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Peraturan Pemerintah. PP Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan.
  2. Puspita WL, Prawiningdyah Y, Nisa FZ. Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) terhadap penurunan bahaya mikrobiologis pada makanan khusus anak berbasis hewani di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarsono Pontianak. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2010 Jul;7(1):8.
  3. Purwanto A, Asbari M, Novitasari D, Nugroho YA, Sasono I. Peningkatan Keamanan Pangan Melalui Pelatihan ISO 22000: 2018 Sistem Manajemen Keamanan Pangan Pada Industri Kemasan Makanan di Tangerang. Journal of Community Service and Engagement. 2021 Aug 29;1(02):13-20.

bank gizi edisi 2

Halo teman gizi! Kali ini ilmugiziku memproduksi sebuah buku yang keren banget nih dan tentunya akan sangat bermanfaat buat kalian mahasiswa/i gizi. Buku ini terdiri dari soal – soal Latihan, Materi Pembelajaran Gizi yang terdiri dari 7 Bab, dan juga terdapat Extra Bab yang berisi prediksi soal. Berikut daftar isi yang terdapat dalam buku, diantaranya :

  • BAB 1 LANDASAN ILMIAH ILMU GIZI
  • BAB 2 PROSES ASUHAN GIZI INDIVIDU DAN KELOMPOK (DIET)
  • BAB 3 MANAJEMEN PROGRAM DAN PELAYANAN PANGAN DAN GIZI
  • BAB 4 MANAJEMEN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN (MSPM)
  • BAB 5 ETIKA,MORAL DAN PROFESIONALISME GIZI
  • BAB 6 KOMUNIKASI EFEKTIF
  • BAB 7 PENELITIAN TERAPAN EXTRA
  • BAB PREDIKSI SOAL

Buat kalian yang masih penasaran tentang buku ini, informasi lebih lanjut dapat kalian lihat di Instagram kami @ilmugiziku atau kalian dapat langsung KLIK DISINI, disana kami menjelaskan dan melakukan bedah buku Bank Gizi ini loh teman – teman. So, jangan lupa di check yaa. Untuk pemesanan kalian bisa mememesan melalui halaman website kami yaitu ilmugiziku.com atau langsung KLIK DISINI. Terima kasih teman gizi! Salam sehat, jangan lupa order!

Sudah pasti tau dong Maudy Ayunda? Penyanyi dan pemain film kebanggaan Indonesia yang menempuh Pendidikan S1 di Oxford University dan S2 di Standford University. Kalian tau ga saat merantau untuk menempuh Pendidikan, Maudy itu juga ngekos loh. Meski hidup sendiri dan punya banyak tugas, Maudy tetap menjaga keseimbangan pola hidupnya. Bagaimana sih hidup kosan ala Maudy yang patut banget dicontoh?

Serat: buah dan sayur!

Siapa yang mager buat masak sayur kalo lagi ngekos atau tinggal sendiri? Ternyata Maudy juga sama loh! Karena hidup di kosan, Maudy mengaku sering malas untuk memasak jika sedang minggu ujian. Trik instant Maudy untuk memenuhi asupan sayur buah adalah membeli jus di kedai langganannya. Jus yang dipilih merupakan kombinasi wortel, timun, jahe, seledri, dan buah bit. Dengan trik ini, tubuh tetap mendapatkan asupan serat, vitamin, dan mineral dari sayur dan buah.

Persiapan masa ujian

Supaya merasa siap pada masa ujian, tentu saja Maudy belajar dan kuis rutin harus dilakukan. Agar tidak bosan Maudy belajar dalam lokasi yang berbeda seperti di kamar, di taman, atau di perpustakaan.

Tapi pada masa pandemi, tentu saja tidak disarankan untuk belajar di luar. Supaya tidak jenuh dalam belajar, kita bisa mengakali dengan melakukan variasi dalam proses belajar. Membaca buku, membaca artikel, menonton video, atau mengisi kuis.

Ayo kunjungi KUIS GIZI ILMUGIZIKU dan coba lihat seberapa dalam kamu memahami tentang gizi!

Dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, banyak kegiatan di luar rumah yang dibatasi. Anak sekolah yang kegiatan belajarnya dilakukan secara online membuat anak hanya duduk di depan komputer atau gadget sehingga aktivitas sehari-harinya menjadi minim. Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak yaitu dengan membantu orang tua untuk beres-beres rumah lho!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-15T202957.172

Meningkatkan Aktivitas Fisik Anak​

Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi mulai dari kegiatan sehari-hari, permainan aktif yang melibatkan fisik hingga berolahraga. Lakukanlah aktivitas fisik sekurang-kurangnya 30 menit secara rutin 3-5 kali seminggu. (3)

Beberapa risiko yang timbul jika anak kurang melakukan aktivitas fisik (2)
  1. Pertumbuhan tulang Pada masa ini anak sedang dalam masa emas pertumbuhan tulang sehingga beraktivitas fisik mampu mendorong pertumbuhan dan pembentukan tulang.
  2. Obesitas Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas baik saat masih kecil maupun saat besar nantinya.
  3. Diabetes Tipe 2 Beraktivitas fisik dapat membuat sel otot menjadi lebih sensitif terhadap insulin yang mengendalikan kadar gula dalam tubuh sehingga aktivitas fisik yang rendah dapat menimbulkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 kemudian hari.
  4. Depresi dan Gangguan Kecemasan Bergerak dan beraktivitas dapat membuat tubuh melepaskan berbagai hormone yang mampu menimbulkan rasa senang sekaligus mengurangi risiko penurunan kesehatan mental seperti mudah cemas, dan depresi.

Untuk mengurangi risiko yang timbul akibat rendahnya aktivitas fisik pada anak, ibu bisa mengajak anak untuk melakukan berbagai aktivitas fisik ringan sekaligus membantu meringankan pekerjaan rumah. Aktivitas fisik ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan biasanya tidak menyebabkan perubahan dalam pernapasan. Energi yang dikeluarkan selama melakukan aktivitas ini sekitar <3,5 kkal/menit. (1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-15T203023.732
Aktivitas fisik ringan yang dapat dilakukan berupa: (1)
  1. Berjalan santai
  2. Melakukan pekerjaan rumah tangga ringan seperti mencuci piring, menyapu, mengepel lantai, membersihkan mainan.
  3. Melakukan latihan peregangan dan pemanasan dengan lambat
  4. Membuat prakarya, menggambar, melukis, serta bermain bersama
  5. Itulah beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak bersama orang tua saat di rumah. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin selama 1 – 3 jam dalam sehari. Kegiatan ini akan semakin menyenangkan apabila orang tua dan anak berpartisipasi secara bersama-sama mengerjakannya dan badan menjadi lebih sehat dan bugar.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. P2PTM Kemenkes Republik Indonesia. Aktivitas Fisik Ringan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2021. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/aktivitas-fisik-ringan
  2. P2PTM Kemenkes Republik Indonesia. Beberapa Risiko yang Mungkin Timbul Jika Anak Kurang Melakukan Aktivitas Fisik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Available from http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-risiko-yang-mungkin-timbul-jika-anak-kurang-melakukan-aktivitas-fisik
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Ayo Bergerak Lawan Obesitas. Jakarta:2017