Tinggal di luar negeri sering jadi mimpi banyak orang. Tapi, begitu sampai, tantangannya datang nggak cuma dari bahasa atau budaya, melainkan urusan isi piring juga ikut jadi PR. WHO bahkan mencatat bahwa perubahan lingkungan dan budaya makan bisa memengaruhi pola makan dan risiko penyakit tidak menular. (1) Lantas, bagaimana caranya tetap makan bergizi kalau bahan makanan dan menunya beda jauh dari yang biasa kita makan di rumah?

Menu Nggak Familiar? Bukan Alasan Nggak Makan Sehat

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7557353715150196029"}}

Salah satu tantangan terbesar saat tinggal di luar negeri adalah perbedaan pola makan. Nggak semua negara menyediakan nasi, dan pilihan lauk atau sayurnya bisa bikin kaget.

Tapi tenang, kamu tetap bisa makan sehat, kok. Kuncinya adalah beradaptasi dengan bahan dan menu lokal. Misalnya:

  1. Di Eropa, kamu bisa ganti nasi dengan kentang rebus, roti gandum, atau quinoa.
  2. Di Jepang atau Korea, pilih menu tradisional seperti bibimbap atau soba yang gizinya lengkap.
  3. Di Australia atau Amerika, kamu bisa coba grain bowl atau salad wrap yang tetap kaya serat dan protein.

Yang penting, piringmu tetap berisi karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat. Beda bahan, tapi prinsip gizinya tetap sama. Adaptasi terhadap masakan lokal bisa menjadi langkah awal menuju pola makan yang lebih sehat.

Kamu tetap perlu menekankan makanan padat zat gizi seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, yang bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular. (2)

Supermarket di Negeri Orang, Bikin Bingung? Ini Triknya

Belanja bahan makanan di luar negeri bisa jadi pengalaman seru sekaligus membingungkan. Labelnya beda, pilihan makanannya juga nggak semuanya familiar. Nah, supaya tetap aman dan bergizi, coba terapkan ini:

  1. Baca label gizi, perhatikan kadar gula, garam, dan lemak jenuh. Misalnya di Eropa, sistem pelabelan Nutri-Score menawarkan metode kode warna yang disederhanakan untuk menilai kualitas makanan, sehingga memudahkan konsumen untuk membuat pilihan berdasarkan informasi. (3,4) Selain itu, carilah kata kunci seperti “whole grain”, “low sodium”, dan tanpa tambahan gula.

  2. Pilih bahan lokal yang bergizi seperti avokad, ikan laut, sayuran hijau, atau yoghurt plain. Kamu bisa mengakses ini di berbagai pasar lokal yang menyediakan produk segar dan hidangan tradisional. Dengan begitu, konsumsi makananmu bisa tetap selaras dengan prinsip makan sehat.

Makan di Luar Tetap Bisa Sehat, Asal Cermat Pilih Menu

Nggak selamanya kita sempat masak sendiri, apalagi kalau jadwal kuliah atau kerja sedang padat. Tapi makan di luar bukan berarti kamu harus menyerah sama makanan tinggi kalori dan lemak.

Tipsnya, kamu bisa memiilih metode masak seperti grilled, steamed, atau roasted. Menurut beberapa penelitian, metode memasak seperti mengukus, memanggang, atau membakar tanpa lemak tambahan terbukti lebih sehat.

Cara ini dikaitkan dengan profil inflamasi dan fungsi ginjal yang lebih baik, serta berat badan dan kadar insulin yang lebih stabil. Metode masak dengan memanggang juga bisa menjaga kualitas zat gizi makanan seperti daging, dengan mempertahankan lemak sehat dan mencegah oksidasi.

Sementara itu, mengukus efektif mempertahankan senyawa antioksidan dalam sayuran dibandingkan merebus atau menggoreng. (5,6,7)

Saat makan di luar, sebaiknya hindari makanan berkrim atau yang digoreng berulang kali. Kamu juga bisa meminta saus atau dressing disajikan terpisah agar lebih mudah mengontrol asupan lemak dan kalori. (8) Jika porsinya terlalu besar, jangan ragu untuk minta setengah porsi atau membungkus sisanya agar tidak berlebihan makan.

Kalau restoran punya label informasi nilai gizi di menu, manfaatkan! Itu bisa bantu kamu memilih yang terbaik buat tubuhmu.

Bawa Bekal Itu Bukan Ketinggalan Zaman

Mau hemat, sehat, dan tahu pasti apa yang kamu makan? Bekal adalah solusinya. Di luar negeri, banyak kok orang dewasa yang terbiasa bawa lunch box ke kampus atau kantor.

Kamu bisa masak sendiri menu simpel seperti:

  1. Nasi merah + ayam panggang + tumis sayur
  2. Wrap isi sayur dan telur rebus
  3. Overnight oats buat sarapan kilat

Camilan sehat juga bisa kamu siapkan dari rumah, seperti kacang panggang, granola, atau buah potong. Nggak cuma praktis, kamu juga lebih aman dari godaan junk food.

Menurut International Journal of Scientific Research in Science and Technology (2023), penggunaan kotak bekal memungkinkan individu memilih makanan lebih sehat, seperti buah-buahan dan sayuran, yang sering kurang dalam diet makanan cepat saji.(9)

Studi lain juga menyatakan bahwa makan siang yang disiapkan di rumah dapat mengurangi ketergantungan pada makanan ringan, yang biasanya tinggi gula dan lemak. (10)

.

Butuh Suplemen Nggak, Sih?

Di beberapa kondisi, terkadang ada sumber zat gizi yang susah didapatkan. Misalnya, kalau kamu tinggal di negara dengan cuaca ekstrem atau akses makanan terbatas. Di sinilah suplemen bisa jadi solusi, asal bijak.

Contohnya:

  1. Vitamin D dibutuhkan saat tinggal di negara bersalju atau minim sinar matahari. Misalnya, di negara-negara seperti Kanada, sebagian besar populasi mengalami kekurangan vitamin D selama musim dingin karena paparan sinar matahari yang rendah. Kekurangan ini terkait dengan penyakit tulang dan kemungkinan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. (11)
  2. Zat besi dan asam folat penting terutama untuk perempuan usia produktif. Ini berperan dalam mencegah anemia dan mendukung kehamilan. (12)

Tapi, jangan asal minum suplemen. Tetap konsultasikan ke dokter atau ahli gizi agar sesuai kebutuhanmu, bukan karena ikut-ikutan tren. Perlu dipahami juga bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan pelengkap saat asupan dari makanan tidak mencukupi.

Nggak Harus di Indonesia Buat Bisa Makan Bergizi

Makan sehat itu soal kesadaran, bukan lokasi. Justru saat tinggal di luar negeri, kamu punya kesempatan belajar lebih banyak soal makanan dan gizi.

Mulai dari:

  1. Paham apa yang kamu makan
  2. Belajar bahan makanan baru
  3. Lebih terencana dalam belanja dan menyiapkan makanan

Tinggal jauh dari rumah bukan alasan abai akan asupan gizi, melainkan ini momen penting untuk meningkatkan self-awareness soal makanan. Mulailah dari hal kecil, seperti mengenali bahan lokal yang sehat, mengatur jadwal makan dan camilan, serta merencanakan menu mingguan. Makan sehat itu bukan gaya hidup mahal, tapi gaya hidup sadar. Yuk, sayangi tubuhmu, di mana pun kamu tinggal!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. World Health Organization. 5 Strategi Global untuk Kesehatan Lingkungan: Strategi WHO untuk Menanggapi Tantangan Kesehatan Lingkungan 2016–2021 [Internet]. Geneva: WHO; 2017. Available from: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/climate-change/5_strategi- global-untuk-kesehatan-lingkungan---pi.pdf?sfvrsn=79554e9_3
  2. Iriti M, Varoni EM, Vitalini S. Healthy diets and modifiable risk factors for non- communicable diseases—the European perspective. Foods [Internet]. 2020;9(7):1–5. Available from: http://dx.doi.org/10.3390/foods9070940
  3. Delhomme V. Improving Food Choices Through Nutrition Labelling: Towards a Common ‘Nutri-Score’ Scheme Across the EU. College of Europe Policy Brief [Internet]. 2020 Apr;3.20:1–5. Available from: https://aei.pitt.edu/102705/
  4. Dréano-Trécant L, Egnell M, Hercberg S, Galan P, Soudon J, Fialon M, et al. Performance of the front-of-pack nutrition label Nutri-Score to discriminate the nutritional quality of food products: a comparative study across 8 European countries. Nutrients [Internet]. 2020;12(5):1303. Available from: https://doi.org/10.3390/NU12051303
  5. Jiang S, Yu M, Jiang P, Nakamura Y, Qi H. Effects of domestic cooking methods on physicochemical properties, bioactive compounds and antioxidant activities of vegetables: A mini-review. Food Rev Int [Internet]. 2023;39(9):7004–7018. Available from: https://doi.org/10.1080/87559129.2022.2132261
  6. Mohamadi S, Fallah AA, Dehkordi SH, Fizi A. Effect of different cooking methods on nutritional quality, nutrients retention, and lipid oxidation of quail meat. J Nutr Fast Health [Internet]. 2020;8(4):238–47. Available from: https://doi.org/10.22038/JNFH.2020.50409.1279
  7. Rodríguez-Ayala M, Banegas JR, Ortolá R, Gorostidi M, Donat-Vargas C, Rodríguez-Artalejo F, et al. Cooking methods are associated with inflammatory factors, renal function, and other hormones and nutritional biomarkers in older adults. Sci Rep [Internet]. 2022;12(1):16483. Available from: https://doi.org/10.1038/s41598-022-19716-1
  8. Fogolari N, de Oliveira RC, Bernardo GL, Uggioni PL, Geraldo APG, da Costa Proença RP, et al. Influence of qualitative menu labeling on diners' food choices: A controlled quasi-experiment in self-service buffet restaurants. Appetite [Internet]. 2024;203:107698. Available from: https://doi.org/10.1016/j.appet.2024.107698
  9. Sonam, Kapoor D, Sharma R, Mahajan P. Assessment of Nutritional Status of College Students on the basis of their Lunch Box. Int J Sci Res Sci Technol [Internet]. 2023 Mar-Apr;10(2):664–7. Available from: https://doi.org/10.32628/IJSRST52310294
  10. Casado FJC. Development, implementation and evaluation of a healthy lunch box intervention for Australian Latino parents [Internet]. [Doctoral dissertation]. Australian Catholic University; 2020. Available from: https://doi.org/10.26199/ACU.8VYQZ
  11. Zwicker J. D-Fence against the Canadian winter: Making insufficient vitamin D levels a higher priority for public health. SPP Res Pap [Internet]. 2015;8(19). Available from: https://doi.org/10.11575/sppp.v8i0.42520
  12. Soepnel LM, Mabetha K, Draper CE, Silubonde TM, Smuts CM, Pettifor JM, et al. A cross-sectional study of the associations between biomarkers of vitamin D, iron status, and hemoglobin in South African women of reproductive age: The Healthy Life Trajectories Initiative, South Africa. Curr Dev Nutr [Internet]. 2023;7(5):100072. Available from: https://doi.org/10.1016/j.cdnut.2023.100072

Keadaan pola atau pengaturan makan yang tidak normal dapat menyebabkan gangguan makan atau eating disorder. Binge eating disorder (BED) merupakan kelainan atau gangguan pola makan yang tidak normal dan ditandai dengan memakan makanan dalam jumlah banyak dalam kurun waktu yang singkat, dibandingkan individu pada umumnya [1]. Lantas, apa yang terjadi pada mereka?

Apa yang terjadi pada individu dengan Binge Eating Disorder (BED)?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555776627528043829"}}

Individu dengan BED atau gangguan pola makan berlebihan pada dasarnya ingin mengendalikan nafsu makannya namun di sisi lain terdapat dorongan untuk makan dalam jumlah banyak dan akhirnya memunculkan konflik psikologis penderita. Studi di Amerika Serikat menyatakan bahwa mood, kecemasan, atau kondisi psikologis melatarbelakangi terjadinya gangguan makan, terutama pada kasus binge eating disorder. Hal ini membuat penderita seringkali menganggap makanan sebagai bentuk pelarian dari kondisi psikologisnya (emotional eating). Akibatnya, penderita akan sulit mengontrol perilaku makannya dan cenderung menjadi kegemukan.

Bagaimana terapi untuk Binge Eating Disorder (BED)?

Beberapa terapi telah diajukan dalam penanganan BED, salah satunya terapi CBT-ED (eating disorder focused cognitive behavioral therapy). Salah satu pendekatannya adalah ‘Mindfulness-based Eating Awareness Training’ (MB-EAT) yang dirancang khusus untuk pengobatan BED dengan perbaikan signifikan yang diamati dalam perilaku makan. Mindfulness-based eating merupakan perasaan untuk memusatkan perhatian penuh atas perilaku makan seseorang. Pendekatan dengan mindful eating (ME) menjadi salah satu penerapan dari mindfulness yang membantu seseorang memperbaiki kebiasaan makan dan lebih sadar akan apa yang mereka konsumsi.

Bagaimana praktik Mindful Eating (ME) yang baik?

Mindfulness menjadi salah satu cara dalam melindungi dari gangguan makan dengan mengurangi perenungan tentang makan, berat badan, dan bentuk tubuh. Mindful eating (ME) adalah pendekatan dimana seseorang memiliki kesadaran penuh atas makanan maupun minuman yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh mereka. Perilaku ini akan mempengaruhi pilihan jenis makanan, jumlah dan porsi yang dimakan, perasaan ingin makan, cara makan, dan perasaan saat sedang mengkonsumsi makanan. Memberikan perhatian penuh saat makan bukan hanya soal makanan itu sendiri, tapi juga tentang emosi dan perasaan. Dengan cara ini, kita jadi lebih peka terhadap sinyal tubuh, seperti saat merasa lapar atau sudah kenyang. Tips yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Makan lebih lambat dan menghindari makan terburu-buru
  2. Mengunyah dengan saksama
  3. Menghilangkan gangguan dengan cara mematikan TV dan meletakkan ponsel
  4. Fokus pada bagaimana makanan membuat terasa lebih nyaman
  5. Bertanya pada diri sendiri mengapa kita makan, apakah kita benar-benar lapar, dan apakah makanan yang kita pilih sudah bergizi
  6. Makan di tempat yang seharusnya, seperti meja dapur, ruang makan, atau ruang istirahat kerja, hindari berada di meja kerja atau di depan TV

Tujuan di balik Mindful Eating

Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa terapi kognitif berbasis mindfulness memperbaiki perilaku makan dan meningkatkan pengendalian asupan makanan ketika dibarengi dengan perawatan rutin pada penderita BED dan bulimia nervosa. Sebuah studi kecil yang melibatkan 34 perempuan juga mengemukakan bahwa penerapan perilaku makan melalui mindfulness selama 12 minggu menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 1,9 kg diiringi peningkatan self-awareness, self-acceptance, dan self-compassion [6]

.

Mini Corner Mindfulness:

Pada akhirnya, makan bukan hanyalah makan belaka. Melainkan menikmati dan menghargai momen bagaimana makanan diproses oleh tubuh. Ayo belajar memahami sinyal kebutuhan tubuh untuk membentuk keselarasan kesehatan fisik dan mental.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorder. Edisi ke-5, American Psychiatric Publ. Washington DC.
  2. Goutama, I. dan Chris, A. (2021). Prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya binge eating disorder pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014. Tarumanagara Medical Journal. 3(2): 323-327.
  3. Goutama, I. (2016). Pendekatan Klinis Binge Eating Disorder. CDK. 43(12):901-904.
  4. Giannopoulou, I., Kotopoulea-Nikolaidi, M., Daskou, S., Martyn, K., & Patel, A. (2020). Mindfulness in eating is inversely related to binge eating and mood disturbances in university students in health-related disciplines. Nutrients, 12(2), 396.
  5. Pradhana, A. dan Handadari, W. (2017). Hubungan Antara Kesadaran Diri Dengan Kecenderungan Gangguan Makan Berlebihan Pada Remaja Dengan Obesitas Di Surabaya. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental.6, 11-21.
  6. Mustakim, M., Sabilla, M., Efendi, R., & Aprillia, T. (2024). Hubungan Mindful Eating (ME) dan Healthy Eating Literacy (HEL) dengan Status Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(1), 66-71.

Nyeri haid sering dianggap wajar, padahal tidak selalu begitu. Rasa sakit yang terus menerus atau bahkan sampai mengganggu aktivitas biasa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius. Salah satunya adalah kista endometriosis. Kondisi yang kerap luput dari perhatian tetapi dampaknya bisa besar mulai dari nyeri kronis hingga gangguan kesuburan.

Apa itu Kista Endometriosis?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555523147647192381"}}

Kista endometriosis sering disebut dengan kista coklat. (1) Endometriosis merupakan penyakit organ reproduksi wanita yang mana terdapat jaringan mirip dinding rahim yang tumbuh di luar rahim seperti pada ovarium, tuba, bahkan bisa pada organ lain seperti usus besar. (1,2) Hal ini dipengaruhi oleh hormon estrogen, sehingga jaringan endometrium ikut menebal layaknya siklus menstruasi (berdarah). (3) Akan tetapi darah tersebut tidak bisa keluar sehingga mengumpul menjadi kista berwarna coklat. (1)

Gejala yang sering muncul antara lain (3):

  1. Perdarahan menstruasi hebat
  2. Nyeri haid hebat (dismenore)
  3. Nyeri panggul yang hebat saat haid
  4. Sulit memiliki keturunan/hamil

Seberapa Sering Terjadi Kasus Kista Endometriosis?

Endometriosis bukanlah kasus langka. Menurut WHO sekitar 10% atau diperkirakan 190 juta wanita di seluruh dunia hidup dengan kondisi ini. (4) Penelitian lain menunjukkan bahwa 2-4% wanita premonopause, dan hingga 50% wanita infertil. (4,5) Angka ini memperlihatkan betapa besar masalah kesehatan yang sering diremehkan hanya karena dianggap “nyeri haid biasa”.

Faktor Penyebab Munculnya Kista Endometriosis

Faktor penyebab endometriosis beragam dan tidak ditemukan faktor utama pencetusnya. Namun ada beberapa faktor yang berperan penting dalam kondisi ini, seperti (3):

  1. Adanya faktor genetik/keturunan
  2. Kadar hormon estrogen yang tinggi
  3. Gangguan kekebalan tubuh
  4. Lingkungan seperti tidak berolahraga dan pola makan yang kurang baik

Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Kista Endometriosis

Meskipun tidak ada pola makan khusus yang bisa benar-benar meyembuhkan kista endometriosis (2), penelitian menunjukkan bahwa pola makan dan gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup.

  1. Pola Makan

  2. 1) Batasi konsumsi daging merah dan makanan olahan (6) Daging merah dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan hormon estrogen dalam darah sehingga meningkatkan inflamasi/peradangan yang akan dirasakan seperti rasa nyeri terkait endometriosis. Dalam penelitian, wanita yang mengkonsumsi ›2 porsi/hari daging merah akan beresiko lebih tinggi sebesar 56% dibandingkan yang mengkonsumsi ≤1 porsi/minggu. (3,5)
    2) Perbanyak makanan anti-inflamasi (anti peradangan) Rekomendasi dari beberapa praktisi ahli gizi dalam penelitiannya, mengatakan bahwa pola makan yang kaya antioksidan, PUFA, serta vitamin D,C,E terbukti memiliki sifat anti-inflamasi pada pasien endometriosis. (6) Contoh makanan yang didapatkan adalah sayuran dan buah berwarna cerah sebagai sumber vitamin dan antioksidan, ikan, laktosa, kedelai (2), kacang-kacangan sebagai sumber vitamin E (7).
    3) Utamakan makanan kaya serat Meningkatkan makan makanan sumber serat dapat menurunkan kadar estrogen dalam darah serta berpotensi sebagai efek anti- inflamasi dari makan serat sumber nabati. Contoh sumber makanan serat yang mudah didapatkan yaitu dari sayuran, buah-buahan, dan produk susu. (8)
  3. Gaya Hidup Sehat
  4. Endometriosis dapat memiliki efek terhadap penderita yang signifikan seperti kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Tingkat kambuhnya endometriosis setelah pembedahan berkisar 6-67%. Prosedur terapi medis dan pembedahan yang berulang akan memiliki dampak psikologis bagi penderita kista endometriosis. (5,8)
    Gaya hidup yang sehat akan sangat berdampak baik bagi tubuh penderita endometriosis. Jika tidak membiasakan gaya hidup sehat, maka akan meningkatkan inflamasi sehingga akan merasakan nyeri pada area tumbuhnya endomestriosis. Oleh karena itu, dibutukan pengelolaan stres yang baik. (8) Contoh sederhana yaitu merutinkan olahraga aerobik secara teratur seperti berjalan kaki, bersepeda, ataupun berenang, senam, zumba. (9,10) Olahraga seperti ini dapat membantu menurunkan hormon estrogen bagi wanita terutama pada penderita kista endometriosis. (9)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Ferbriana, IF. Nyeri haid pada kista coklat: apakah mengganggu kesuburan?.RSUI. 2022. [cited 2025 Aug 19]. Available from: https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/nyeri-haid-pada-kista-coklat-apakah-mengganggu-kesuburan#:~:text=Kista%20coklat%20atau%20sering%20disebut,usus%20besar)%20dan%20dinding
    %20perut
  2. Mazza E, Triano E, Mazza S, Ferro Y, Abbinante A, Agneta MT, et al. The impact of endometriosis on dietary choices and activities of everyday life: a cross-sectional study. Front Nutr.2023;10:1273976.doi:10.3389/fnut.2023.1273976
  3. Arab A, Karim E, Vingrys K, Kelishadi MR, Mehrabai S, Askari G. Food group and nutrients consumption and risk of endometriosis: a systematic review and meta-analysis of observational studies. Nutr J. 2022;21:58.doi:10.1186/s12937-022-00812-x
  4. World Health Organization. Endometriosis [Internet]. Geneva: WHO; 2023.[cited 2025 Aug 13]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/endometriosis
  5. Abulughod N, Valaka S, Assaad FE. Dirtary and nutritional interventions for the management of endometriosis. Nutrients. 2024;16:3988. doi:10.3390/nul1623988
  6. Martire FG, Costantini E, d’Abate C, Capria G, Piccione E, Andreoli A. Endometriosis and nutrition: therapeutic perspectives. Clin Med.2025;14:3987. doi:10.3390/jcm14113987
  7. Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. 9th ed. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2013
  8. Neri LCL, Quintiero F, Fiorini S, Guglielmetti M, Ferraro, Tagliabue A, et al. Diet and endometriosis: an umbrella review. Foods. 2025;14:2087. doi:10.3390/foods14122087
  9. Kossman DA, Williams NI, Domchek SM, Kurzer MS, Stop-fer JE, Schmitz KH. Exercise lower estrogen and progesterone levels in premenopausal women at high risk of breast cancer. J Appl Physiol. 2011;111:1678-1693. doi:10.1152/japplphysiol.00319.2011
  10. Fauzan A. Olahraga aerobik yang bisa bantu turunkan berat badan. Haladoc. 2025. [cited 2025 Aug 20]. Available from:https://www.halodoc.com/artikel/ini-9-olahraga-aerobik-yang-bisa-bantu-turunkan-berat-badan?srsltid=AfmBOooSIzqvAaUnuamaGknmkaCKQRUDaBs3eGjDc9p8_EzSc1f2zvag

Bunda, kenali bahwa ibu membutuhkan lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada saat fase menyusui bayi. Ibu menyusui membutuhkan tambahan 340 hingga 400 kkal per hari lebih banyak dibandingkan jumlah yang mereka konsumsi sebelum hamil. Oleh karena itu, nutrisi ibu berperan penting dalam membentuk profil nutrisi dan imunologi ASI melalui jalur metabolisme kompleks yang memberikan efek langsung maupun tidak langsung saat diberikan kepada bayi[1]

Bagaimana memenuhi kebutuhan harian untuk ASI yang “hebat”?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555506960863382845"}}
  1. Pola makan ibu memainkan peran penting dalam membentuk profil asam lemak ASI, terutama kadar DHA, ALA, dan AA. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan ibu yang baik, terutama konsumsi makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak, biji-bijian, minyak zaitun, dan kacang-kacangan, dapat menyebabkan peningkatan kadar asam lemak esensial dalam ASI.
  2. Selama menyusui, kebutuhan protein meningkat untuk mendukung pertumbuhan bayi yang lebih cepat. Protein dapat diperoleh melalui bahan makanan telur, susu dan produk susu, keju, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
  3. Zat besi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan ASI. Makanan kaya zat besi antara lain kacang-kacangan dan polong-polongan, biji selada air, sayuran berdaun hijau, telur, daging merah, dan daging ayam. Terutama sayuran daun hijau dapat memperlancar produksi ASI.
  4. Kalsium penting untuk perkembangan tulang bayi yang normal. Sumber kalsium terbaik adalah susu dan produk susu seperti yoghurt, keju, dan sayuran berdaun hijau.
  5. Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium melalui konsumsi ikan berlemak seperti tuna, salmon, makarel, mentega serta kuning telur.
  6. Vitamin B12 untuk perkembangan sistem saraf bayi, melalui konsumsi daging, ikan dan ayam, telur, produk susu, dan sereal.
  7. Penuhi kebutuhan cairan harian yaitu 8-10 gelas air. Cairan juga membantu menjaga produksi ASI.

Apa yang perlu dihindari saat memberikan ASI?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7555507025803857213"}}
  1. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat berpengaruh pada kualitas ASI. Iritabilitas, pola tidur yang buruk, rewel, dan gelisah terjadi pada bayi dari ibu dengan asupan kafein yang sangat tinggi. Batas maksimal konsumsi adalah sekitar <300 miligram/hari, yaitu sekitar 2 hingga 3 cangkir kopi.
  2. Hindari alkohol dan paparan asap rokok
  3. Hindari konsumsi makanan tinggi gula dan lemak trans fat
  4. Hindari diet pada saat laktasi. Penurunan berat badan setelah melahirkan dapat diminimalisir dengan pembatasan makanan tinggi gula dan lemak serta olahraga rutin, seperti berenang, jalan kaki, atau bersepeda 3x/minggu.

Sebagai pedoman, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan bagaimana porsi dan komposisi makanan untuk ibu menyusui, sebagai berikut:

Selalu perhatikan apa makanan yang dikonsumsi. Makan lebih baik dan berkualitas, bukan makan lebih banyak

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. CDC. 2024. Maternal Diet and Breastfeeding. Diakses 22 Agustus 2025, dari https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-breastfeeding/maternal-diet.html.
  2. Favara, G., Maugeri, A., Barchitta, M., Lanza, E., Magnano San Lio, R., & Agodi, A. (2024). Maternal lifestyle factors affecting breast milk composition and infant health: A systematic review. Nutrients, 17(1), 62.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Poster isi piringku kaya protein hewani untuk ibu menyusui. Diakses 22 Agustus 2025, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/poster-isi-piringku-kaya-protein-hewani-untuk-ibu-menyusui.

Saat berbelanja, banyak konsumen langsung percaya pada stiker di kemasan: logo halal, nomor BPOM, atau tanda SNI. Ketiga label ini memang penting, namun masing-masing punya fungsi berbeda. Memahami perbedaannya membantu kita menilai apakah suatu produk aman, halal, dan memenuhi standar mutu teknis.

Apa Itu Izin Edar BPOM?

BADAN_POM

Menurut UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap makanan dan minuman hanya boleh diedarkan setelah mendapatkan izin edar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (1) Izin edar ini dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah produk melewati proses evaluasi yang mencakup keamanan, mutu, kandungan gizi, dan label pangan.

Secara sederhana, izin edar BPOM adalah bentuk persetujuan resmi yang diberikan untuk obat dan obat tradisional, obat kuasi dan suplemen kesehatan, pangan olahan, dan kosmetik (melalui mekanisme notifikasi). Dengan adanya izin edar, masyarakat mendapat jaminan bahwa produk tersebut aman dikonsumsi, memenuhi standar mutu, dan terhindar risiko penyimpangan dan bahaya yang mengancam kesehatan. (2,3)

Label Halal

logo-halal-indonesia-branding-baru-2022_17005-1495

Label/logo halal adalah tanda pada kemasan yang menunjukkan adanya sertifikat halal. Sertifikat halal adalah bukti tertulis bahwa suatu produk memenuhi persyaratan kehalalan. Pelaku usaha yang telah mendapat sertifikat halal wajib memasang label halal pada produknya. Label tersebut boleh ditempatkan di kemasan, pada bagian tertentu produk, atau di tempat lain yang relevan pada produk. Label halal juga harus mudah dilihat dan dibaca, serta tidak mudah dihapus, dilepas, atau dirusak, sehingga konsumen dapat memeriksa keaslian dan keabsahannya. Perlu diingat, label halal hanya boleh dicantumkan setelah sertifikat halal resmi diterbitkan. Proses penerbitan sertifikat saat ini dikelola oleh BPJPH. Penilaian teknis terhadap bahan dan proses produksi biasanya dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan hasil pemeriksaan serta rekomendasi fatwa dari Komisi Fatwa MUI menjadi dasar bagi BPJPH untuk menerbitkan sertifikat. (4)

SNI: Standar Nasional bagi Mutu dan Keamanan

Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan diberlakukan di seluruh Indonesia. Penerapan SNI bertujuan melindungi konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, serta masyarakat luas dari aspek keselamatan, keamanan, dan kesehatan. Selain itu, SNI mendorong terciptanya persaingan usaha yang sehat, sekaligus meningkatkan mutu serta daya saing produk dalam negeri. Produk yang telah memenuhi SNI juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional.

Menurut data Sistem Informasi SNI dari BSN, terdapat 201 SNI yang diberlakukan secara wajib, mencakup kelompok barang atau produk, jasa, maupun proses. Untuk kategori pangan, saat ini ada enam jenis produk yang diwajibkan memenuhi standar tersebut, yaitu air minum dalam kemasan (AMDK), tepung terigu, garam beryodium, kakao, gula rafinasi, dan minyak goreng sebagai produk yang paling baru ditetapkan. (5)

Jadi, Mana yang “Menjamin” Keamanan Makanan?

Tidak ada satu label tunggal yang menjamin semua aspek. Kalau kita melihat hubungan fungsionalnya: BPOM menjamin produk telah dievaluasi dari sisi kesehatan dan klaim label; SNI menjamin pemenuhan standar teknis dan mutu; label halal menjamin kepatuhan syariat terhadap bahan dan proses. Ketiganya saling melengkapi, produk idealnya memiliki kombinasi label sesuai kebutuhan konsumen yakni aman, halal, dan memenuhi standar mutu.

Tips Praktis untuk Konsumen: Cara Memverifikasi

  1. Cek nomor BPOM di portal resmi (cekbpom.pom.go.id) untuk memastikan nomor registrasi valid dan status produk.
  2. Cari sertifikat halal di portal BPJPH (bpjph.halal.go.id) untuk memastikan sertifikat aktif dan cocok untuk produk yang dimaksud.
  3. Periksa SNI lewat layanan BangBeni/BSN (bangbeni.bsn.go.id) untuk memastikan penggunaan tanda SNI sesuai dokumen registrasi.
  4. Baca label dengan kritis: perhatikan tanggal kedaluwarsa, daftar bahan, nomor registrasi, informasi nilai gizi, serta informasi produsen. Jika ragu, laporkan ke kanal resmi masing-masing lembaga.

  5. Label halal, izin edar BPOM, dan SNI bukan sekadar simbol di kemasan. Setiap label memiliki fungsi spesifik: memastikan kehalalan, keamanan, mutu, dan kesesuaian produk dengan standar. Memahami perbedaan dan perannya membuat kita lebih bijak saat memilih. Jadi, lain kali saat berbelanja, luangkan waktu sejenak untuk membaca dan memahami label yang ada. Bukan hanya soal apa yang kita makan hari ini, tapi juga tentang kesehatan, keamanan, dan kepercayaan yang kita jaga untuk masa depan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Presiden RI. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. 2009.
  2. BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 28 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia. 2023.
  3. Yulianti MD, Mustarichie R. Tata Cara Registrasi untuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Makanan Dalam Negeri (MD) Dalam Rangka Peningkatan Produk yang Aman dan Bermutu di Bandung Jawa Barat. Farmaka. 2017;15(3):57–64.
  4. Presiden RI. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. 2014.
  5. Badan Standardisasi Nasional. Penerapan SNI untuk Mutu dan Keamanan Pangan [Internet]. 2016 [dikutip 14 Agustus 2025]. Tersedia pada:https://bsn.go.id/main/berita/berita_det/7578/Penerapan-SNI-untuk-Mutu-dan-Keamanan-Pangan

Banyak anak dan remaja menghabiskan waktunya bermain Roblox. Tapi tahukah kamu, platform ini bukan cuma soal hiburan? Roblox kini berkembang menjadi ruang belajar interaktif di mana anak-anak bisa mengasah logika, kreativitas, kerja sama, bahkan pengetahuan sains dan sejarah (1). Banyak anak-anak tidak menyadari bahwa di Roblox juga bisa sebagai media pembelajaran namun hanya berkutik pada game hiburan saja, sehingga pentingnya kita sebagai orang dewasa untuk mengarahkan anak-anak kita untuk menggunakan media tersebut untuk belajar.

Roblox: Dari Main Jadi Belajar

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7554710885860740405"}}

Roblox punya fitur Roblox Studio. Di sinilah pemain bisa membuat dunia virtual sendiri, menambahkan karakter, bahkan menulis kode sederhana. Seru kan? Dari sini, mereka belajar:

  1. Berpikir kritis: memecahkan masalah teknis
  2. Berinovasi: membuat game orisinal
  3. Berkolaborasi: bekerja sama dalam proyek dengan teman (2,3).

Apa yang Bisa Dipelajari di Roblox?

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7554711380214041909"}}

Belajar lewat Roblox itu luas banget. Beberapa keterampilan yang bisa diasah antara lain:

  1. Pemrograman & Logika – lewat coding sederhana bahasa Lua (1).
  2. Desain & Kreativitas – membuat karakter, dunia, dan alur cerita sendiri (2).
  3. Kerja Sama Tim – belajar komunikasi dan kolaborasi (3).
  4. Bisnis Sederhana – memahami jual beli dengan mata uang virtual Robux (2).
  5. Pemecahan Masalah – mencari solusi lewat puzzle atau tantangan (3).
  6. Pengetahuan Umum – sejarah, sains, matematika, hingga literasi digital (4,5).

Game Edukasi yang Bikin Belajar Jadi Seru

Belajar di Roblox nggak terasa seperti sekolah karena dibungkus dalam game. Berikut beberapa contohnya:
Dari Roblox Official (Learning Hub):

  1. Words of Power → kosa kata & bahasa (1).
  2. Math Tower Race → berhitung lewat rintangan (1).
  3. Ecos: La Brea → ilmu bumi & lingkungan (1).
  4. Planet Planners (BBC Bitesize) → geografi & tata kota (1).
  5. Be Internet Awesome → literasi digital & keamanan online (1).


Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan:

  1. Mission: Mars (Museum of Science Boston) → merancang rover dengan data NASA(4).
  2. Pathogen Patrol (Project Lead The Way) → biologi & sistem imun (2).
  3. Distance Dash (NWEA) → fisika gaya dan gerak (2).


Karya Komunitas:

  1. Math Obby / Tower of Math → berhitung sambil berlari di arena rintangan (5,7).
  2. Code Kingdoms → belajar coding lewat puzzle (5).
  3. Word Bomb → kecepatan mengetik & kosa kata (6).
  4. Guess the Grammar → latihan tata bahasa (5).
  5. Guess the Country Flag → mengenal bendera negara (7).
  6. Lua Learning → belajar bahasa pemrograman Lua (7).

Kenapa Penting untuk Masa Depan?

Belajar lewat Roblox memberi banyak manfaat jangka panjang seperti:

  1. Anak melek teknologi sejak dini.
  2. Kreativitas dan logika terasah.
  3. Terbiasa kerja tim.
  4. Siap menghadapi dunia digital di masa depan (1).


Tentu saja, orang tua tetap punya peran penting untuk mengarahkan anak supaya tidak hanya memanfaatkan Roblox sebagai hiburan namun juga memanfaatkannya untuk media pembelajaran. Dengan pendampingan, Roblox bisa jadi ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bermanfaat (3).

Roblox bukan cuma platform hiburan, tapi juga jembatan dari game ke ilmu. Dari fisika hingga coding, dari sejarah hingga literasi digital semua bisa dipelajari dengan cara yang seru. Tidak berlebihan jika Roblox disebut sebagai kelas masa depan yang hadir dalam bentuk permainan.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Roblox Corporation. Roblox Launches New Learning Hub to Engage Students Through Play [Internet].Roblox News. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://ir.roblox.com/news/news-details/2025/Roblox-Launches-New-Learning-Hub-to-Engage-Students-Through-Play/default.aspx
  2. Roblox Corporation. Educational experiences available on Roblox [Internet]. Roblox Corp. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from:https://corp.roblox.com/educational-experiences
  3. The Guardian. How Roblox Became a Playground for Virtual Learning [Internet]. Guardian News & Media Limited. 2021 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://www.theguardian.com/games/2021/mar/04/how-roblox-became-a-playground-for-virtual-learning
  4. Kinjo. The Best Educational Roblox Games for Science Loving Kids [Internet]. Kinjo. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://kinjo.com/blog/the-best-educational-roblox-games-for-science-loving-kids
  5. Game-Ace. How Roblox Educational Games Drive Deeper Engagement [Internet]. Game-Ace Blog. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://game-ace.com/blog/roblox-educational-games
  6. Kevin’s Guides. Fun Educational Roblox Games [Internet]. Kevin’s Guides. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://kevinsguides.com/guides/reviews/games/roblox-education-games
  7. ComputerSluggish. Roblox Best Educational Games [Internet]. ComputerSluggish. 2025 [cited 2025 Aug 20]. p. 1–3. Available from: https://computersluggish.com/guides/roblox-best-educational-games.