Semakin meningkatnya teknologi saat ini, kita semakin mudah untuk mengakses informasiyang ada. Dengan melihat banyaknya kasus-kasus malnutrisi yang beredar di suatu mediasosial, masyarakat menjadi lebih menyadari akan pentingnya pola makan sehat. Karna hal inimasyarakat menjadi semakin waspada dalam memilih makanan atau minuman yang baikuntuk kesehatan mereka. Untuk itu, edukasi gizi menjadi elemen penting dalam strategipemasaran produk, terutama di industri makanan dan minuman. Nah, bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan edukasi gizi dalam kampanye pemasaran mereka? Kuy simak artikel berikut!
Mengapa Edukasi Gizi Penting?
Edukasi gizi dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang tepat tentang pilihan
makanan mereka, yang pasti untuk kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.(1) Berikut
beberapa manfaat edukasi gizi:
1. Memperbaiki Tingkat Kesehatan
Gizi yang tepat dapat mencegah penyakit kronis, meningkatkan kesehatan mental,
serta meningkatkan tingkat energi. (1)
2. Pemilihan Makanan yang Lebih Sehat
Edukasi gizi bisa membantu masyarakat mengerti zat gizi apa saja yang dibutuhkan
oleh tubuh mereka dan dapat membedakan yang kurang baik untuk kesehatan
mereka. (1)
3. Memahami Label Makanan dengan Baik
Jika masyarakat memahami apa saja yang terkandung dalam makanan atau minuman
mereka dan apa yang harus diperhatikan pada label makanan. (1) Hal ini dapat
mencegah terjadinya kelebihan asupan zat gizi khususnya yang paling banyak yang
terdapat pada makanan kemasan adalah gula dan garam. Dalam hal ini jika kita sudah
mengetahui berapa banyak gula atau garam yang terdapat dalam makanan atau
minuman kemasan, kita jadi lebih bisa mengontrol atau mengurangi konsumsi yang
berlebihan.
4. Memberdayakan Masyarakat
Jika Masyarakat dapat mengontrol kesehatan mereka dengan makan makanan yang
bergizi maka dapat meningkatkan taraf hidup mereka untuk hidup lebih produktif. (1)
Bagaimana Cara Melakukan Edukasi Gizi yang Efektif dan Menarik?
Media audio visual dalam bentuk video dan bermain games
Penelitian di Jawa Barat yang menggunakan metode menonton video, bermain
games, dan mendengarkan dongeng menunjukkan hasil adanya peningkatan
pengetahuan gizi siswa sekolah dasar setelah intervensi. (2) Jadi dalam hal ini suatu
perusahaan makanan atau minuman dapat datang ke sekolah atau ke sebuah acara
tertentu untuk memasarkan produk mereka dengan edukasi gizi sesuai dengan
keunggulan produk yang dimiliki. Metode ini tidak hanya sekedar ceramah yang
membosankan namun kita dapat mengajak masyarakat untuk bermain dan seru-
seruan bareng. Hal ini dapat menarik lebih banyak konsumen karena dengan
kombinasi visual, suara, dan gerakan, konsep atau pesan disampaikan lebih mudah
dipahami serta memungkinkan audiens untuk memahami dan mengingat pesan yang
disampaikan dengan lebih baik. (3) Sehingga selain kita dapat memasarkan produk,
mereka juga mendapat informasi yang baik untuk kehidupan mereka sehari-hari.
Mengunggah Video Edukasi di Media Sosial
Salah satu konten video yang sedang ramai saat ini yaitu video-video pendek yang
terdapat di beranda TikTok. Jika kita dapat konsisten dalam mengunggah dan
meningkatkan kualitas konten-konten di platform tersebut, maka kita akan dapat
menjangkau lebih banyak pemirsa. Kita dapat mengikuti trend yang sedang
berlangsung yang tidak hanya ikut-ikutan saja namun trend yang edukatif. Selain itu,
konten yang saat ini sedang ramai di platform YouTube adalah Podcast. Dalam hal ini
kita dapat mengundang seseorang yang sudah expert dalam bidang gizi untuk
membahas masalah-masalah gizi yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Dan tidak
lupa pula untuk memperkenalkan produk kita dalam konten tersebut, karena jika
produk kita sudah diverifikasi oleh ahlinya, maka masyarakat juga akan semakin
percaya dan yakin untuk membeli produk kita.
Mengadakan Kompetisi Berbasis Gizi
Mengadakan kompetisi yang nantinya akan mendapatkan hadiah yang menarik
tentunya banyak mengundang masyarakat untuk berpartisipasi. Salah satu contoh
kompetisi yang dapat kita laksanakan yaitu lomba kreasi Isi Piringku yang mana
merupakan sarana untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya asupan
makanan bergizi bagi kehidupan sehari-hari. Lewat lomba tersebut, masyarakat
didorong untuk mampu menyajikan masakan yang memenuhi kriteria prinsip gizi
seimbang. Lomba ini tentunya dapat diadakan secara daring maupun luring sesuai
dengan kesepakatan perusahaan dan tidak lupa untuk memberikan hadiah yang
menarik kepada pemenang lomba. Siapa sih yang tidak tergiur dengan hadiah?
Tentunya semua orang yang ikut kompetisi pasti ingin untuk memenangkan hadiah
tersebut. Hadiah yang didapatkan mesti hal yang banyak orang inginkan dan tidak
lupa juga untuk mencantumkan produk kita dalam hadiah tersebut. Supaya mereka
yang menang dapat terus mengingat produk kita dalam diri mereka.
Nah, bagaimana? Pastinya tidak mudah bukan untuk menerapkan semua itu? Namun jika
kita bisa terus berkomitmen untuk konsisten dan terus berusaha untuk meningkatkan
kualitas strategi pemasaran, maka niscaya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Selain meningkatkan strategi pemasaran, tidak lupa juga untuk terus meningkatkan kualitas
produk kita. Karena jika kualitas produk menurun, maka kepercayaan dan minat konsumen
pun akan menurun.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Sabrina Howard. The Importance of Nutrition Education {Internet}. Appetite For Change. 2023 {cited
2024 Sep.] Available from: https://appetiteforchangemn.org/the-importance-of-nutrition-education
Kurniasari, R., & Rahmatunnisa, R. Pendidikan Gizi Menggunakan Media Nutriedutainment terhadap
Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Sekolah Dasar. Jurnal Gizi Dan Kuliner, 1(2), 33–40.
https://doi.org/10.35706/giziku.v1i2.4755; 2021
Sevenads Indonesia. Kenapa Konten Berbentuk Video Lebih Menarik?{Internet}. sevenads.id.
2023 {cited 2024 Sep.] Available from: https://www.sevenads.id/blogs/kenapa-konten-berbentuk-
video-lebih-menarik
Hai, sobat ilmugiziku, tahukah kamu bahwa masyarakat Indonesia dengan tingkat konsumsi
minuman manis lebih dari sekali per hari mencapai 47,5%. Tingkat konsumsi minuman
manis yang tinggi juga berhubungan dengan masyarakat yang tidak tahu bahaya dan risiko
konsumsi minuman manis berlebihan sehingga adanya label pangan menjadi sangat
penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membatasi konsumsi produk tinggi
kandungan gula (1)..
Minuman Franchise & Label Pangan
Usaha makanan dan minuman terutama teh dan kopi menjadi jenis usaha yang paling
digemari di Indonesia. Popularitas dan perkembangan usaha franchise minuman juga terus
meningkat di Indonesia (2). Bahkan, beberapa franchise minuman memiliki lapak yang
sangat banyak dengan jarak yang berdekatan dan memiliki harga jual yang sangat
terjangkau bagi seluruh kalangan yang berperan dalam membentuk kebiasaan baru dalam
pola konsumsi masyarakat. (3).
Tetapi, minuman franchise juga memiliki kandungan gula yang tinggi. Salah satu studi
menyebutkan kandungan gula dalam minuman teh dan boba mencapai 47,2 gram (4). Studi
lainnya menyebutkan bahwa salah satu UMKM minuman teh membutuhkan 5 ton gula
dalam sebulan (5).
Minuman franchise biasa memiliki ketentuan untuk wajib membeli bahan baku dari pemilik
dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan agar produk yang
dihasilkan konsisten (2). Hal ini menyebabkan pencantuman label pangan pada produk
minuman franchise menjadi lebih mudah dan memungkinkan untuk diseragamkan.
Mengapa Label Pangan Penting?
Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan,
kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam,
ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan (6). Label juga berisi keterangan rinci
tentang isi, jenis, komposisi zat, tanggal kadaluarsa, keterangan penting lain sehingga
membantu mengetahui bahan yang terkandung dan memperkirakan bahaya yang
mungkin terjadi pada konsumen berisiko tinggi dengan penyakit tertentu (7).
Kementerian Kesehatan sejak tahun 2013 telah mewajibkan produksi pangan olahan
termasuk minuman untuk memuat informasi kandungan gula, garam, lemak, serta pesan
kesehatan yang berhubungan dengan risiko penyakit tidak menular seperti stroke dan
diabetes (6). Informasi yang jelas dan benar serta mudah dibaca pada label kemasan
pangan akan memudahkan pemilihan produk pangan (8).
Informasi kandungan dalam minuman manis sangat penting karena minuman manis
memiliki indeks glikemik sedang hingga tinggi yang memicu lonjakan cepat kadar glukosa
dan insulin. Kebiasaan makan dengan beban glikemik tinggi dapat meningkatkan berat
badan. Konsumsi minuman manis menyebabkan asupan kalori meningkat, tetapi tidak
memberi efek rasa kenyang sehingga berdampak pada risiko kesehatan yang lebih besar
meliputi sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, gout artritis, dislipidemia, hingga
kanker (9) Konsumsi gula berlebihan juga memengaruhi sistem saraf melalui reaktivitas
sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenokortikal (HPA) yang berhubungan dengan gangguan
psikologis (10) dan memengaruhi pelepasan hormon serotonin dan dopamin yang
berhubungan dengan kecanduan gula (11).
Yuk, kita cermati kandungan gula pada minuman yang kita konsumsi untuk Indonesia yang
lebih sehat dan produktif !
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka. Jakarta : Kemenkes RI: 2024. 446-465 pp
Yunika, E., Cahyani, R.R. Peran Waralaba Terhadap Bisnis Alternatif UMKM Es Teh Jumbo. Maeswara:
Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan. 2024;2(4):87-94
Hisyam, C.J. Maraknya Usaha Franchise dalam Perspektif Field dan Habitus (Studi Kasus Tren
Perdagangan Es Teh Solo). Jurnal Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi.
2024;2(2):376-387
Veronica, M. T., Ilmi, I. M. B., Octaria, Y. C. Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu
dengan Topping Boba. Amerta Nutrition, 2022; 6(1SP):171-176
Luthfiana, F.N., Thania, N.A.I. Mengoptimalkan Kinerja Bisnis Es Teh Milenial Melalui Pendekatan
Ekonomi Manajerial. BRANDING: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. 2023;2(1)
Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2013 tentang
Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan
Olahan Siap Saji. Jakarta : Kemenkes RI : 2013
Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman
Gizi Seimbang. Jakarta : Kemenkes RI : 2014
Devi, V. C., Sartono, A., Isworo, J. T. Praktek Pemilihan Makanan Kemasan Berdasarkan Tingkat
Pengetahuan Tentang Label Produk Makanan Kemasan, Jenis Kelamin, dan Usia Konsumen di Pasar
Swalayan ADA Setiabudi Semarang. Jurnal Gizi, 2013; 2(2):1-12
Malik, V.S., Hu, F.B. The role of sugar-sweetened beverages in the global epidemics of obesity and
chronic diseases. Nat Rev Endocrinol. 2022; 18:205-213
Harrell, C. S., Burgado, J., Kelly, S. D., Johnson, Z. P., & Neigh, G. N. High-fructose diet during
periadolescent development increases depressive-like behavior and remodels the hypothalamic
transcriptome in male rats. Psychoneuroendocrinology. 2015; 62: 252–264.
Fawzy, N., El-Deen, D. S. Assessment of Sugar Addiction among Non-Diabetic Patients. International
Journal of Novel Research in Healthcare and Nursing, 2018;5(3):560-571
Menjamurnya franchise atau gerai minuman berkontribusi atas peningkatan asupan kalori. Minuman manis yang terdapat di gerai minuman termasuk ke dalam golongan sugar sweetened beverages (SSB) dengan jenis gula high fructose corn syrup (HFCS). Penelitian menyebutkan bahwa minuman manis mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa[1]. Sayangnya, konsumsi minuman dengan kandungan gula yang tinggi menjadi faktor utama peningkatan asupan gula tambahan yang berkorelasi dengan obesitas (berat badan berlebih) dan diabetes melitus tipe 2[2].
Fakta Minuman Manis, Menyenangkan atau Menyedihkan?
Sumber konsumsi cairan terbesar ketiga di Indonesia diduduki oleh minuman berpemanis. Bahkan, minuman berpemanis menghabiskan hampir 67,19% proporsi belanja rumah tangga Indonesia. Sayangnya, konsumsi minuman berpemanis telah diperkenalkan sejak dini. Hal ini ditunjukkan oleh 60% balita yang mengkonsumsi minuman manis setiap hari[3]. Pedoman Gizi Seimbang oleh Kementerian Kesehatan telah menganjurkan untuk membatasi asupan gula sehari, yaitu 50 gram atau 4 sendok makan per harinya. Jumlah tersebut setara dengan 10% dari total asupan energi (200 kkal). Sedangkan, anjuran jumlah gula tambahan yang aman pada minuman, yaitu sebanyak 6-12 gram, namun nyatanya minuman manis cenderung memiliki jumlah gula yang melebihi batas aman[4].
Fakta menunjukkan bahwa satu gelas besar minuman teh susu, tanpa komponen boba, mengandung sebanyak 45,43 gram gula sehingga telah menyumbang 90,86% dari jumlah batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. Apabila disertai komponen boba, kandungan gula minuman tersebut menjadi 47,21 gram atau senilai 188,84 kalori dari gula sehingga telah memenuhi 94,4% dari batas jumlah konsumsi gula tambahan yang dianjurkan[3]. Perlu diingat bahwa minuman manis tidak menggantikan kalori dari makanan, namun hanya memberikan kalori “tambahan”. Oleh karena itu, asupan gula dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori total yang berpotensi meningkatkan resiko obesitas (kelebihan berat badan) lebih tinggi serta komplikasi metaboliknya seperti diabetes melitus tipe dua[5].
Bantu Konsumen dengan Nutri-Grade: Franchise Punya Andil!
Edukasi dan komunikasi perubahan perilaku sepatutnya dilakukan terus menerus agar konsumen menyadari tingginya kadar gula dalam jenis minuman. Hal ini berdampak positif sehingga konsumen mampu memilih minuman yang sesuai dengan kalori yang dibutuhkannya[3]. Nutri-Grade dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura yang dapat dijadikan solusi adaptif oleh gerai franchise minuman di Indonesia. Nutri-Grade akan menilai setiap minuman berdasarkan kadar gula dan lemak jenuhnya. Nutri-Grade memiliki 4 skor yang dimulai dengan huruf A hingga D. Nutri-Grade “A” mengandung sedikit gula, tanpa pemanis, dan sedikit lemak jenuh. Nutri-Grade “B” memiliki kadar gula dan lemak jenuh yang rendah. Nutri-Grade “C” mengandung kadar gula dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Sedangkan “D” mengandung kadar gula dan lemak jenuh tertinggi. Hal ini jelas bahwa minuman dengan Nutri-Grade A dan B sebaiknya dipilih sedangkan Nutri-Grade C dan D seharusnya dihindari[6].
Franchise diharapkan telah memiliki standar resep untuk setiap produk minuman yang diproduksi. Oleh karena itu, franchise dapat mengedukasi konsumen dengan
memberikan informasi label pangan terutama pada besaran kandungan gula dalam setiap minuman melalui Nutri-Grade. Kandungan gula dapat dicantumkan pada buku menu atau pada gelas cup minuman agar konsumen mengetahui dan dapat memilih menu dengan kandungan gula yang cenderung rendah. Hal ini tentu akan membantu pemerintah dalam menanggulangi konsumsi gula berlebihan pada masyarakat yang dapat berpotensi obesitas dan diabetes.
Mini Corner: 101 tentang Nutri-Grade![6]
Kata “tanpa tambahan gula” menyiratkan bahwa tidak ada gula tambahan yang ditambahkan ke dalam minuman selama proses pembuatan. Namun, beberapa minuman seperti jus buah dapat memiliki kadar gula alami yang tinggi (misalnya fruktosa yang berasal dari buah-buahan) sehingga, diberi peringkat “C” atau “D”.
Susu dan topping minuman dapat mengandung lemak jenuh dan gula yang tinggi. Batasi hal ini saat memesan minuman.
Minuman olahan susu seperti susu penuh lemak diberi peringkat “C” atau “D” karena kandungan lemak jenuhnya yang lebih tinggi.
Walaupun minuman memiliki kandungan gula rendah, namun memiliki lemak jenuh yang tinggi maka minuman tersebut tetap dikategorikan sebagai peringkat “C” atau”D”.
Bagaimana dengan soft drink yang memiliki gula rendah? Apakah itu lebih baik? Meskipun benar bahwa beberapa soft drink memiliki gula yang rendah, minuman tersebut mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung zat gizi sama sekali. Penting untuk memilah kembali jenis minuman yang baik untuk kita.
Pilih minuman dengan kandungan gula dan lemak jenuh rendah.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Betaditya D, Ramadhan GR, Subardjo YP, Betari FD, Yustika IB. Kandungan Gula dan Konsumsi Minuman “Franchise” sebagai Faktor Risiko Overweight. JIKA Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2022;4(2):193-201.
Veronica MT. Minuman kekinian di kalangan mahasiswa Depok dan Jakarta. Indonesian journal of health development. 2020;2(2):83-91.
Veronica MT, Ilmi IM, Octaria YC. Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu dengan Topping Boba. Amerta Nutrition. 2022 Dec 2;6.
CDC. 2021. Get the Facts: Sugar-Sweetened Beverages and Consumption. [online] Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 9 September dari
https://www.cdc.gov/nutrition/data-statistics/sugar-sweetened-beverages-intake.html.
Min, J. E., Green, D. B., dan Kim, L. 2017. Calories Sugars in Boba Milk Tea : Implications for Obesity Risk in Asian Pacific Islanders. Journal of Science and Nutrition, 5(1):38-45.
HealthHub. 2023. Nutri-Grade. [online], Diakses pada 9 September dari
https://www.healthhub.sg/programmes/nutrition-hub/nutri-grade-mark.
Tahu gak sih? Sedang ramai dibahas oleh netizen di sosial media fenomena tentang banyaknya anak-anak yang melakukan cuci darah di Rumah Sakit. Penyakit Ginjal Kronis atau Gagal Ginjal Kronis menempati penyakit kronis dengan angka kematian tertinggi ke-20 di dunia, sedangkan di Indonesia penyakit Gagal Ginjal Kronis berada diperingkat ke 10 penyebab kematian.(1) Sangat mengkhawatirkan bukan? Apa sebenarnya penyebab anak harus cuci darah?
1. Apa Itu Hemodialisis?
Cuci darah atau hemodialisis adalah prosedur perawatan untuk menyaring limbah dan air dari darah, sama halnya seperti fungsi ginjal dalam tubuh. Sehingga prosedur ini bisa disebut sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak. Selain melakukan penyaringan dan mengeluarkan toksin-toksin tubuh, hemodialisis turut membantu menyeimbangkan mineral penting, seperti kalsium, kalium, dan natrium serta mengontrol tekanan darah.(6) Pengukuran tekanan darah dianjurkan dilakukan pada anak di atas tiga tahun pada setiap pemeriksaan medis. Pada anak di bawah usia tiga tahun, pengukuran tekanan darah dilakukan pada anak dengan penyakit serius.(3) Pelaksanaan hemodialisis pada anak membutuhkan tim ahli ginjal, perawat, pekerja sosial, administrasi, dan ahli gizi yang memiliki pelatihan dan keahlian dalam dialisis dan ilmu pediatrik.(5)
2. Pemilihan Makanan dan Minuman yang Tepat
Faktor gaya hidup menjadi faktor utama terjadinya cuci darah pada anak-anak di masa sekarang. Kebiasaan anak yang mengonsumsi minuman berperisa, makanan tinggi garam, makanan instan, konsumsi obat-obatan yang berlebihan dan tidak sesuai resep dokter akan memperberat kerja ginjal yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan bahkan gagal ginjal.(7) Maka dari itu, para orangtua diharapkan untuk menerapkan pola makan yang sehat dengan memastikan anak-
anak mengonsumsi makanan yang seimbang dengan rendah gula, tidak membiasakan konsumsi makan atau minum-minuman manis dimulai sejak dini. Serta pentingnya membiasakan minum air putih dengan teratur dan cukup agar terhindar dari dehidrasi.
3. Pentingnya Edukasi Gizi
Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan gizi yang kurang dan kebiasaan jajan yang kurang baik serta hasil juga menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi gizi dengan pengetahuan remaja. Perilaku paling penting yang mempengaruhi status gizi remaja adalah pola makan. Ini karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman akan mempengaruhi asupan gizi remaja. Remaja sangat membutuhkan gizi yang optimal untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan di masa depan.(2)
4. Makanan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi
Makanan sumber energi, seperti : nasi, roti, mie, makaroni, spageti, lontong, bihun, madu, permen. Makanan sumber energi berguna menjaga atau memperbaiki status gizi pasien.
Makanan sumber protein, seperti : telur, ayam, daging, ikan, kacang-kacangan termasuk tahu dan tempe dalam jumlah yang terbatas disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan gizi. Pada pasien dengan hemodialisis, protein berfungsi untuk mejaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh pasien.(4)
5. Makanan yang Harus Diperhatikan untuk Dikonsumsi
Makanan Sumber Natrium Kelebihan konsumsi garam akan meyebbakan pasien mudah merasa haus sehingga banyak minumdan dapat mengakibatkan pembengkakan, sesak nafas, tekanan darah meningkat, dan penyakit jantung. Bahan makanan tinggi natrium yaitu makanan instan, keju, margarin, dan mentega. Bumbu yang mengandung tinggi natrium juga harus diperhatikan, seperti garam, terasi, kecap, MSG, saos.
Makanan Tinggi Kalium Asupan kalium dalam jumlah cukup dibutuhkan untuk menjaga agar jantung berdetak dengan kecepatan normal. Namun apabila konsumsi kalium terlalu berlebihan dapat berbahaya untuk jantung. – Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium < 100mg) : misoa, beras, roti putih, semangka, manggis, rambutan, blewah, sari apel, keju, es krim, kopi, margarin, jam. – Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium 100-200mg) : bihun, beras merah, terigu, makaroni, biskuit, roti bakar, telur ayam, tahu, ketimun, anggur, apel hijau, jambu biji, jeruk, sawo, blimbing, melon, yoghurt. – Bahan makanan diperbolehkan maksimal 100gr/hari 9kadar kalium 200-300mg : ubi putih, jagung, beras ketan, ikan, buncis, kol, wortel, tomat, selada, apel merah, alpukat, duku, pepaya , salak, sirsak, klengkeng, madu. – Bahan makanan dibatasi maksimal 50gr/hari (kadar kalium 300-400 mg) : kentang, havermout, singkong, ubi kuning, tepung tapioka, kapri, ikan mas, udang, ayam, kembang kol, bit, seledri, nangka, santan. – Bahan makanan yang TIDAK dianjurkan (kadar kalium (> 400 mg) : sarden, tongkol, kacang-kacangan kering (kacang hiaju, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, dll), pisang, durian, bayam, daun pepaya, coklat, teh, kelapa, saos tomat.
Makanan Tinggi Fosfor Pada pasien dengan hemodialisis biasanya akan mengalami hiperfosfatemia (tingginya kadar fosfor dalam darah), maka dari itu makanan yang mengandung tinggi fosfor sebaiknya dihindari seperti: produk susu, kacang-kacangan, cereal berbahan gandum, dan minuman kemasan.
Makanan Sumber Kalsium Pada pasien dengan hemodialisis, kebutuhan kalsium yang disarankan harus tinggi karena apabila kalsium dan vit D rendah di dalam darah maka akan dilepas dari tulang yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi susu rendah fosfor setiap hari.
Makanan yang Mengandung Serat
Pasien dengan hemodialisis dianjurkan untuk mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup agar feses menjadi lembek dan tidak susah buang air besar. Makanan yang dianjurkan yaitu, sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, dan hasil olahannya yang mengandung rendah fosfor.(4)
Nah, sudah tau bukan? Pastinya dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran yang meningkat, bisa melindungi anak-anak bunda dari risiko terkena gagal ginjal dengan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda awal dari gejala gagal ginjal pada anak.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Irawan, D., & Suhartini, T., (2023). Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis Dengan Tingkat
Stress Pasien Gagal Ginjal Kronis. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(3), 30-33.
Musniati, N., dkk. (2024). Edukasi Gizi dalam Pencegahan Gagal Ginjal Akut pada Remaja. Media
Karya Kesehatan, Vol. 7, 31-38.
Pardede, S. O., & Chunnaedy, S., (2009). Penyakit Ginjal Kronik Pada Anak. Sari Pediatri, 11(3) :
199-205.
Perwita, Y. A., Gizi Pada Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Cuci Darah. pantirapih.or.id. 2022. [cited 2024 Agustus 20]. Available from: https://pantirapih.or.id/rspr/gizi-pada-ginjal-kronik- dengan-hemodialisis-cuci-darah/
Rahman, S., (2020). Tatalaksana Hemodialisis pada Anak dan Bayi. CDK-285, 47(4), 291-295.
Tim Medis Siloam Hospital, Hemodialisis (HD) – Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat.
siloamhospitals.com. 2023. [cited 2024 Agustus 23]. Available from: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-hemodialisis
Usi_fkp, Kasus Cuci Darah Pada Anak Meningkat, Mahasiswa Praktik Profesi Komunitas
Sosialisasikan Pencegahan Gagal Ginjal Pada Anak. ners.unair.ac.id. 2024. [cited 2024 Agustus 23]. Available from: https;//ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/3588-kasus-cuci-darah- pada-anak-meningkat-mahasiswa-praktik-profesi-komunitas-sosialisasikan-pencegahan- gagal-ginjal-pada-anak
Pemenuhan gizi pada anak merupakan salah satu faktor penting dalam optimalisasi proses tumbuh kembang dan kecerdasan. Pembentukan organ dan struktur jaringan otak terjadi utamanya pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, asupan gizi yang memadai dibutuhkan untuk membangun sistem kekebalan tubuh agar anak cenderung lebih tahan terhadap penyakit infeksi, sehingga tetap aktif, bisa rajin bersekolah dan mengalami lebih sedikit gangguan dalam proses pembelajaran. Alhasil, anak yang tumbuh dengan kecukupan asupan gizi memiliki performa akademis yang lebih baik dan berpotensi menjadi generasi yang lebih produktif serta secara positif dapat memberi kontribusi kepada masyarakat. (1)
Seiring dengan perkembangan jaman dan globalisasi yang makin meluas, kejadian penyakit pada usia anak tidak lagi didominasi pada jenis infeksius (menular) saja, melainkan juga penyakit non-infeksius (tidak menular). (2) Secara global, World Health Organization (WHO) tahun 2024 melaporkan bahwa penyakit seperti pneumonia, diare, tuberkulosis, sepsis, demam berdarah, HIV/AIDS, infeksi parasit dan malaria, merupakan penyebab utama kematian anak usia 1 bulan hingga 9 tahun. Terkait kondisi tersebut, sejauh ini telah ada pola penanganan sistematis pada anak di berbagai layanan kesehatan baik puskesmas, rumah sakit, maupun klinik kesehatan milik pemerintah/swasta. Namun, di tahun yang sama, WHO juga mendokumentasikan terkait faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat terjadi sedari usia anak, meliputi diet tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, paparan alkohol dan rokok, dan lingkungan tidak bersih. Manifestasi yang umum dialami anak adalah antara lain obesitas, kanker, diabetes mellitus, serta gangguan fungsi ginjal dan jantung. Hal ini membutuhkan alur tindakan yang lebih kompleks, selain pencegahan akumulasi faktor risiko, juga pola penanganan ke arah penyakit kronis. (3)
Isu terkait kesehatan anak masih menjadi fokus dan perhatian penting. Sebagaimana halnya stunting yang tengah sebagai permasalahan kolektif bangsa, penyakit tidak menular yang berkaitan dengan pola makan menjadi fenomena baru yang kini pun ramai diperbincangkan. Berdasarkan data epidemiologi dunia, prevalensi diabetes mellitus tipe 2 pada anak di Amerika meningkat seiring usia, dari 0.29 per 1.000 anak pada usia 10-14 tahun menjadi 1.04 per 1.000 anak pada usia 15-19 tahun. Sedangkan di Australia, prevalensi kasus yang sama adalah 3 per 100.000 anak pada usia 10-14 tahun. Di Kuwait, prevalensi diabetes mellitus tipe 2 pada anak usia 11-14 tahun lebih banyak dialami pada gender laki-laki (41,4%) dibanding perempuan (28.9%). (4) Sementara di Indonesia, prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat sebanyak 70 kali lipat dari 0.028 per 100.000 anak (tahun
2020) menjadi 2 per 100.000 anak (tahun 2023) dengan usia pengidap dominan diabetes mellitus pada anak adalah 10-14 tahun (46%), diikuti oleh 5-9 tahun (31,05%), 0-4 tahun (19%) dan di atas 14 tahun (3%). (5)
Pemilihan makanan tinggi gula (lebih dari 4 sendok makan/hari), tinggi lemak (lebih dari 5 sendok makan minyak goreng atau lebih dari 30% kebutuhan total energi/hari), rendah serat (kurang dari 3-4 porsi sayur dan buah/hari) dan menjadi kebiasaan pola makan demikian merupakan cikal bakal utama dari kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada anak. Secara progresif, dari sisi penyakit dan terapi medisnya dapat menimbulkan penurunan fungsi ginjal yang dikenal dengan sebutan nefropati diabetik, Pada 2 tahun terakhir ini, prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) cukup signifikan meningkat, yaitu stadium II ke bawah pada anak dilaporkan sekitar 18,5 – 58,3 per juta anak. Sedangkan, prevalensi gagal ginjal terminal yang membutuhkan terapi hemodialisa atau transplantasi ginjal pada anak adalah 22 per sejuta populasi. (6)
Di sisi lain, praktik pencemaran makanan pada jajanan anak sekolah kian marak. Walau telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 239/Men.Kes/Per/V/1985 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya (Citrus red No. 2, Chocalate Brow FB, Ponceua 3 R, Ponceua SX, Ponceua 6R, Rhodamin B, Guinea Green B, Magenta, Chrysoidine, Chrysoidin S, Butter Yellow, Black 7984, Burn Uber, Sudan I, Methanil Yellow, Auramine, Alkenat, Oil Oranges SS, Oil Oranges XO, Oil Yellow AB, Oil Yellow OB, Fast Red E, Fast Yellow AB, Indantherene Blue RS, Orange G, Orange GGN, Orange RN, Orchid and Orcein, Scarlet GN, Violet 6 B), namun demikian pemakaian beberapa zat tersebut ditemukan banyak terdapat dalam makanan anak sekolah. (7)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tuslinah dan Aprilia mengenai Analisis Zat Warna Berbahaya pada Jajanan Anak Sekolah pada tahun 2018 mengidentifikasi bahwa dari 31 makanan jajanan anak sekolah (16 kelompok sampel) diperoleh 25 makanan mengandung zat warna berbahaya. Selanjutnya, di antara jajanan tersebut (agar-agar/jelly aneka warna, donat, aromanis berwarna kuning, toping donat warna ungu, keripik umbi warna ungu, misis berwarna merah, selai rasa lemon, ciki warna coklat, bumbu balado, minuman limun aneka warna, kue basah berwarna merah dan coklat, minuman capucino coklat, minuman capucino cincau, coklat bubuk, dan aneka minuman lain), jenis yang paling banyak mengandung zat warna berbahaya dari golongan zat warna tekstil (9 dari 10 sampel) yaitu makanan agar-agar/jelly. Kebiasaan konsumsi makanan yang mengandung zat warna berbahaya tersebut diduga sebagai salah satu penyebab dari kerusakan permanen fungsi ginjal pada anak. (7)
Guna mencegah peningkatan prevalensi gagal ginjal kronik lebih lanjut yang berujung hemodialisa pada anak, diperlukan inovasi strategi untuk pencegahan dari segala aspek. School-Based Food and Nutrition Education (SFNE) Program dapat diadopsi secara bertahap dengan implementasi masif progresif pada jenjang pendidikan dasar anak yang bertujuan memperkenalkan sedari dini pentingnya pengetahuan terkait gizi untuk melatih anak memiliki kebiasaan makan
dan pemilihan makanan yang tepat. Dengan kolaborasi dan kerja sama antara guru dan orang tua/wali, penambahan kurikulum gizi di sekolah dasar dimungkinkan terwujud di tengah padatnya mata pelajaran bidang akademis lainnya. SFNE meliputi survei dengan kuesioner untuk mengetahui karakteristik, sikap dan praktik gizi anak. Kemudian, pemaparan materi dan video pembelajaran singkat selama 45 menit mengenai hubungan antara asupan gizi dan penyakit serta ringkasan hasil penilaian pola makan anak (asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, natrium) disajikan oleh guru gizi dan setiap anak membandingkan ringkasan tersebut dengan kebutuhannya. Selanjutnya, serangkaian pekerjaan rumah yang melibatkan anak dan orang tua/wali diberikan dan dibahas pada pertemuan berikutnya. Pekerjaan rumah ini mencakup catatan harian (food diary) untuk meninjau pola makan anak, klasifikasi zat gizi utama, dan kuis terkait pengetahuan gizi. Proses ini juga secara otomatis memicu wawasan orang tua/wali terkait pendidikan gizi di rumah bagi anaknya. Sehingga, dengan terbentuknya sistem holistik pendidikan gizi yang diterapkan baik di rumah maupun di sekolah, dapat tercipta pola konsumsi yang sehat dan aman bagi anak Indonesia agar tercegah dari hemodialisa akibat penyakit gagal ginjal kronik. (8)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
RI KK. Masalah Gizi, Permasalahan Kita Bersama. 2023.
WHO. Communicable diseases among children [Internet]. 2024. Available from: https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and ageing/child-health/communicable-diseases-among-children#:~:text=Globally%2C infectious diseases%2C including pneumonia,can save many young lives.
WHO. Prevention of noncommunicable diseases [Internet]. 2024. Available from: https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and ageing/child-health/prevention-of-noncommunicable-diseases#:~:text=Whereas some noncommunicable diseases emerge,%2C obesity%2C injuries and accidents.
Perng, Wei Dabelea ; Rebecca Conway; Elizabeth Mayer-Davis; Dana. Youth-Onset Type 2 Diabetes: The Epidemiology of an Awakening Epidemic. Diabetes Care. 2023;3:490–9.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Prevalensi Diabetes Mellitus Anak di Jakarta, Membangun Kesadaran Dini untuk Masa Depan yang Lebih Sehat [Internet]. 2024. Available from: https://dinkes.jakarta.go.id/berita/read/prevalensi-diabetes-melitus-anak-di jakarta-membangun-kesadaran-dini-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat#:~:text=Kasus diabetes melitus tipe satu,2 per 100 ribu jiwa.
Kementerian Kesehatan. Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Meningkat, Orang Tua Diminta Waspada [Internet]. 2022. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis media/20221017/3141288/kasus-gagal-ginjal-akut-pada-anak-meningkat-orang-tua diminta-waspada/
Tuslinah L. Analisis Zat Warna Berbahaya Pada Jajanan Anak Sekolah Yang Beredar Di Tasikmalaya. J Kesehat Bakti Tunas Husada J Ilmu-ilmu Keperawatan, Anal Kesehat dan Farm. 2018;17(2):430.
Asakura K, Mori S, Sasaki S, Nishiwaki Y. A school-based nutrition education program involving children and their guardians in Japan: facilitation of guardian-child communication and reduction of nutrition knowledge disparity. Nutr J [Internet]. 2021;20(1):1–13. Available from: https://doi.org/10.1186/s12937-021-00751-z
Memilih jalur pendidikan yang tepat adalah langkah awal dalam meraih karir yang diimpikan. Buat kalian yang tertarik pada dunia kesehatan dan pangan, jurusan ilmu gizi menjadi salah satu pilihan yang sangat relevan dan menjanjikan. Apa saja ya yang dipelajari dalam perkuliahan gizi? Yuk simak penjelasannya.
Apa itu Jurusan Ilmu Gizi?
Jurusan ilmu gizi adalah ilmu interdisipliner yang mempelajari tentang pangan, zat gizi, dan komponen pangan lain dalam kaitannya dengan kesehatan. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di jurusan ini akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana makanan mempengaruhi tubuh, bagaimana zat gizi dapat dioptimalkan untuk menjaga kesehatan, serta bagaimana menyusun program gizi yang efektif untuk individu maupun masyarakat.
Apa yang dipelajari di Jurusan Ilmu Gizi?
Pada awal perkuliahan, kalian akan belajar segala yang dasar-dasar. Mulai dari ilmu gizi dasar, kimia dasar, juga belajar cara menghitung kalori, dan bagaimana makanan diproses oleh tubuh. Mata kuliah yang akan dipelajari berbeda-beda tiap kampusnya. Intinya di jurusan ilmu gizi mencakup berbagai mata kuliah yang dirancang untuk membentuk pemahaman komprehensif tentang gizi dan kesehatan. Berikut ini beberapa mata kuliah yang akan kalian temui:
Ilmu Bahan Pangan
Mahasiswa akan mempelajari aneka jenis bahan pangan, komposisi kimia makanan, teknologi pengolahan pangan, serta aspek keamanan dan kualitas pangan.
Biokimia Gizi
Pada mata kuliah biokimia gizi mahasiswa akan mempelajari reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh yang berkaitan dengan metabolisme gizi. Ketika ada asupan gizi tertentu yang masuk melalui makanan.
Anatomi dan Fisiologi Manusia
Memahami struktur dan fungsi tubuh manusia adalah dasar yang penting untuk mengetahui bagaimana gizi dapat mempengaruhi kesehatan.
Penilaian Status Gizi
Teknik dan metode untuk menilai status gizi individu dan populasi, termasuk penggunaan berbagai alat pengukuran antropometri, seperti timbangan berat badan, microtoise untuk mengukur tinggi badan, pita LILA untuk mengukur lingkar lengan atas, serta indikatornya.
Gizi Masyarakat
Mempelajari strategi dan program intervensi gizi pada tingkat komunitas untuk meningkatkan status gizi masyarakat luas.
Gizi Klinik
Fokus pada penerapan ilmu gizi dalam pengelolaan pasien dengan berbagai kondisi medis, seperti diabetes, obesitas, malnutrisi, dan penyakit lainnya.
Kampus dengan Jurusan Ilmu Gizi
Berikut ini adalah list kampus terbaik untuk Jurusan Ilmu Gizi di Indonesia:
Universitas Gajah Mada (UGM), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Indonesia (UI), Fakultas Kesehatan Masyarakat
Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Ekologi Manusia
Universitas Airlangga (UNAIR), Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Brawijaya (UB), Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Hasanuddin (UNHAS), Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro (UNDIP), Fakultas Kedokteran
Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Fakultas Ilmu Kesehatan 9. Poltekkes Kemenkes Bandung, Program Studi Gizi dan Dietetika
Pertanyaannya, kenapa ya ilmu gizi bisa masuk ke fakultas yang berbeda-beda? Jawabannya, ya, karena ilmu gizi itu spektrumnya luas. Bisa dipakai dimana-mana. Makanya, sejak awal kalian tidak boleh salah pilih. Harus teliti mencari tahu jurusan ilmu gizi yang kalian mau ada di fakultas apa. Agar begitu masuk, yang kamu pelajari sesuai dengan ekspektasi ya.
Prospek Kerja Jurusan Ilmu Gizi
Pasca menyelesaikan perkuliahan di jurusan ilmu gizi banyak sekali prospek kerja menjanjikan yang bisa kalian ambil. Mulai dari bekerja di rumah sakit (instalasi gizi), konsultan gizi, BPOM, dosen, puskesmas, dan Kementerian Kesehatan. Selain itu, lulusan gizi juga dapat berkarir di perusahaan yang bergerak di industri pangan, seperti perusahaan Indofood, atau katering makanan diet seperti Dietplus. Semakin berkembangnya zaman, banyak juga lulusan gizi yang menjadi konten kreator di sosial media.
Nah, sebetulnya cukup luas ya prospek kerja jurusan ilmu gizi. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian semakin tahu ya tentang jurusan ilmu gizi dan kalian yang masih ragu-ragu, jadi bisa memutuskan pilihan kalian. Jangan lupa untuk persiapkan diri kalian agar bisa masuk kampus impian, semangat ya!
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Gramedia. Jurusan Ilmu Gizi. 2024 [cited 2024 Aug 19]. Available from: https://www.gramedia.com/pendidikan/jurusan-ilmu-gizi/
Poltekkes Kemenkes Bandung. Kurikulum Jurusan Sarjana Terapan Gizi [Internet]. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung. 2024 [cited 2024 Aug 19]. Available from: https://poltekkesbandung.ac.id/department-detail/sarjana-terapan-gizi