Standar Kompetensi Dietisien terdiri atas 7 (tujuh) area kompetensi yang
diturunkan dari gambaran tugas, peran, dan fungsi dari seorang Dietisien.
Setiap area kompetensi ditetapkan definisinya yang disebut kompetensi inti.
Setiap kompetensi inti dijabarkan menjadi beberapa komponen kompetensi,
yang dirinci lebih lanjut menjadi kemampuan yang diharapkan diakhir
pendidikan.
Pergantian tahun tidak terlepas dari perayaan besar-besaran. Setiap orang
berbondong-bondong melakukan perayaan sebagai bentuk penyambutan tahun
yang baru bersama dengan teman, sahabat maupun keluarga. Salah satu
perayaan yang rasanya tidak boleh dilewatkan di malam pergantian tahun ialah
bakar-bakar makanan. Bakar-bakar makanan atau istilah modern-nya “barbecue”
merupakan sebuah tradisi dari negara barat yang dimodifikasi dan identik dengan
acara atau perayaan yang special salah satunya adalah tahun baru. Bahan
makanan yang dibakar pada perayaan malam tahun baru pun biasanya beragam
dan daging menjadi salah satu bahan makanan yang tidak bisa dilewatkan di
malam pergantian tahun.
Tapi tahukah kamu, daging yang dibakar ternyata bisa meningkatkan resiko kanker
?
Proses pemasakan pada daging tentunya akan meningkatkan aroma, tekstur serta
cita rasa yang semakin menggugah selera. Namun, proses ini ternyata bisa
menimbulkan beberapa produk yang dapat membahayakan bagi kesehatan
diantaranya ialah HAA (Heterocyclc Aromatic Amines) dan PAH (Polycyclic
Aromatic Hydrocarbons). HAA merupakan produk yang diklasifikasikan sebagai
zat karsinogenik oleh IARC (International Agency for Research on Cancer),
sementara PAH merupakan zat karsinogen yang memang dikenal sebagai agen
penyebab penyakit kanker. [1]
Lalu bagaimana mekanisme dari pembentukan HAA dan PAH itu sendiri ?
Mekanisme pembentukan HAA dipengaruhi oleh faktor intrinsic maupun ekstrinsik.
Adapun faktor intrinsic atau faktor pembentuk utama pada pembentukan HAA
adalah kadar dan jenis asam amino, gula pereduksi (glukosa, fruktosa dan ribose)
serta kreatinin yang bereaksi dengan suhu tinggi. HAA bahkan langsung terbentuk
segera setelah beberapa menit berada pada proses pemasakan[2]. Sementara
faktor ekstrinsiknya yaitu berasal dari kondisi pemanasan (suhu, durasi, kedekatan
dengan sumber panas) serta persiapan pangan sebelum pemanasan (jenis
marinasi, bahan tambahan dll). [1]
Sementara itu, mekanisme pembentukan PAH tidak hanya berasal dari proses
pemasakan tetapi juga berasal dari paparan lain yaitu lingkungan yang tercemar
ataupun partikel yang terserap dari atmosfer dan hanya signifikan pada suhu >4000
C. Banyaknya sumber paparan menyebabkan sulitnya menilai terbentuknya PAH
karena asupan makanan. Namun, dapat diketahui mekanisme yang menyebabkan
terjadinya pembentukan PAH pada daging panggang diantaranya ialah kadar
lemak yang tinggi pada daging, durasi memasak yang lama, suhu yang tinggi serta
kedekatan dengan sumber panas yang dimana dapat memungkinkan timbulnya
kontaminasi dari asap pembakaran sumber panas yang tidak sempurna (pada kayu
atau arang) yang kemudian terpapar ke permukaan makanan. [1]
Pada prosesnya, terbentuknya HAA dan PAH dapat mengakibatkan
perubahan/modifikasi replikasi DNA yang selanjutnya menyebabkan mutasi dan
menginisiasi karsinogenesis atau perubahan pada sel-sel normal menjadi sel-sel
kanker. [2]
Lalu apakah solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut ? haruskah kita
menghindari konsumsi daging”an ?
Jawabanya adalah tidak. Karena meskipun daging serta olahannya terbukti
berpotensi menyebakan kanker, bahan makanan tersebut juga memiliki zat gizi
yang beragam dan tentunya diperlukan oleh tubuh. [2] Oleh karena itu langkah yang
dapat dilakukan adalah dengan meminimalisir pembentukan HAA dan PHA pada daging.
[1] Adapun beberapa cara untuk meminimalisir pembentukan HAA maupun PAH
diantaranya ialah :
Pemilihan gula yang tepat untuk marinasi
Gula disebut-sebut sebagai precursor utama dalam pembentukan HAA. Oleh
karena itu kandungan dan jenis gula perlu diperhatikan. Disebutkan dalam
penelitian bahwa madu merupakan jenis pemanis yang dapat digunakan sebagai
bahan marinasi pengganti gula pasir/gula merah dan terbukti dapat menurunkan
kadar HAA dalam sampel bahan makanan. [1]
Penambahan antioksidan alami
Antioksidan alami seperti vitamin, fenolik dan karotenoid disebut sebagai inhibitor
pembentukan HAA. Antioksidan alami terdapat pada buah-buahan, sayuran atau
rempah rempah, sehingga kita bisa menambahkan bahan pangan tersebut ke
dalam masakan untuk mengurangi pembentukan HAA dan PAH. Terbukti
penambahan bawang bombay pada produk daging babi goreng dapat
menurunkan pembentukan PAH sebesar 60% serta penambahan bawang putih
dapat menurunkan pembentukan PAH sebesar 54%. [1]
Praperlakuan steam & microwave
Disebutkan bahwa pembentukan HAA dan PAH salah satunya disebabkan oleh
kondisi pemasakan yaitu durasi memasak yang terlalu lama. Dengan dilakukannya
praperlakuan microwave dan steam pada produk daging sebelum
penggorengan/pembakaran, maka akan mempersingkat waktu/durasi
pemasakan sehingga dapat menurunkan pembentukan HAA dan PAH. Terbukti
praperlakuan microwave dapat menurunkan sebesar 95% pembentukan HAA pada
produk daging. [1]
Praperlakuan pembungkusan
Disebutkan bahwa pembentukan HAA dan PAH disebabkan karena kondisi
pemasakan yaitu kedekatan/jarak dengan sumber panas. Dengan dilakukannya
praperlakuan pembungkusan produk pangan dengan alumunium dan daun pisang
maka akan menghindari kedekatan/jarak produk pangan secara langsung dengan
sumber panas. [1]
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
E. Saputro, D. Rosidi, L. E. Radiati, and W. Warsito, “Kajian Pustaka: Pemicu Kanker Dalam
Sate, Ayam/Bebek/Ikan Bakar/Goreng Dan Abon,” J. Litbang Sukowati Media Penelit. dan
Pengemb., vol. 4, no. 2, pp. 60–78, 2021, doi: 10.32630/sukowati.v4i2.187.
S. Bulanda and B. Janoszka, “Consumption of Thermally Processed Meat Containing
Carcinogenic Compounds (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons and Heterocyclic Aromatic
Amines) versus a Risk of Some Cancers in Humans and the Possibility of Reducing Their
Formation by Natural Food Additives,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 19, no. 8, 2022,
doi: 10.3390/ijerph19084781.
Tahun baru merupakan hal yang identik dengan pesta kembang api pada pukul
00.00 WIB/WIT/WITA. Selain itu, biasanya antar tetangga berbondong-bondong
untuk masak dan makan bersama. Masakan yang dimasak biasanya daging, sayur,
jagung manis, dan sosis bahkan ada yang memesan khusus untuk dijadikan
makanan sambil menunggu pergantian tahun. Metode memasak yang digunakan
yaitu Barbeque (BBQ) Grill dan dibakar diatas arang.
Barbeque merupakan masakan khas yang diolah pada saat perayaan atau pesta khususnya tahun ini yang viral yaitu BBQ menggunakan sosis. Saus yang digunakan adalah saus khusus BBQ. Bahan utama yang dibutuhkan hanya ada 3 yaitu sosis, bombay. Sayuran yang dimasak biasanya adalah selada, timun, dan kol putih. Bahan makanan lain yang disediakan pada malam tahun adalah daging ayam, ikan, beras, dan jagung manis.
Seperti diketahui, sosis dan ikan merupakan salah satu sumber protein hewani. Protein sendiri memiliki fungsi penting bagi tubuh yaitu sebagai zat pengatur, zat pembangun, dan sumber energi. (1)
Ikan salah satu icon sumber protein hewani yang dibakar pada saat pergantian tahun. Selain ikan biasanya juga membakar ayam untuk dijadikan variasi lauk dan sosis dijadikan sebagai makanan cemilan. Ada juga
warga sampai memotong satu kambing untuk dijadikan sate dan dimasak bersama-sama. Selain itu, lauk nabati yang dimakan berasal dari kacang panjang yang buat lalapan atau tempe goreng. Hal inilah yang membuat tahun baru menjadi istimewa karena dipenuhi oleh gizi. Sebagian besar pada saat malam pergantian tahun masyarakat memilih sayuran sebagai sumber serat. Serat sendiri memiliki peranan dalam fungsi pencernaan seperti melancarkan saluran pencernaan. (2) Sayuran lain yang biasanya dimasak
yaitu kol putih dengan cara merebus dengan suhu tinggi waktu yang cepat (blanching). Sayuran mentah yang dijadikan lalapan biasanya adalah selada dan timun.
Sumber karbohidrat yang biasanya digunakan yaitu nasi dan jagung. Jagung yang digunakan biasanya jagung manis. Biasanya jagung ini diolah dengan cara direbus atau dikukus tetapi pada malam tahun baru biasanya jagung ini diolah dengan metode membakar diatas arang. Banyak pro dan kontra memasak menggunakan metode ini. Salah satunya dampak positif dari menggunakan barbeque gill dan membakar adalah mengurangi penggunaan minyak yang banyak. Menurut beberapa ahli, membakar dapat menimbulkaan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.(3)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz
Referensi
Omotayo AR, El-Ishaq A, Tijjani LM, Segun DI. Comparative analysis of protein
content in selected meat samples (cow, rabbit, and chicken) obtained within
damaturu metropolis. American Journal of Food Science and Health. 2016; 2(6):
151-155.
Mukti, Zahra Hasiba; Rusilanti; Yulianti , Yeni. 2022. Pengembangan Media
Edukasi Berbasis Video Animasi 3 Dimensi Tentang Makanan Berserat Untuk
Meningkatkan Konsumsi Serat Pada Remaja. Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 (3).
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 pada maret Maret 202
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2021. Mengurangi Efek
Karsinogenik Pada Olahan Daging. Dikutip pada https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/index-berita/mengurangi-efek- karsinogenik-pada-olahan-daging
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya
asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan
gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah
atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting dapat terjadi pada periode
1000 hari pertama kehidupan (HPK) dan akan mulai nampak setelah anak
usia 2 tahun.
Prevalensi stunting di Indonesia sempat melonjak dari 37,2% pada tahun
2013 dan 30,8% pada tahun 2018. Namun, angkanya cenderung mengalami
penurunan dalam beberapa tahun terakhir yaitu sebesar 26,92% pada tahun
2020 dan sebesar 24,4% pada tahun 2021. Melalui rencana pembangunan
jangka menengah nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan penurunan
stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk itu, target penurunan
prevalensi stunting setiap tahun harus berkisar 2,7%.
Salah satu upaya untuk melahirkan generasi yang unggul dan bebas stunting
perlu intervensi yang terarah dengan baik dan benar selama 8000 HPK.
Selama ini program percepatan penurunan stunting yang dilakukan
pemerintah pusat maupun daerah lebih fokus pada upaya intervensi pada
periode 1000 HPK, padahal pemenuhan kebutuhan gizi yang kurang tepat
pada remaja prakonsepsi di 8000 HPK juga merupakan pemicu kondisi
stunting pada anak nantinya.
Melalui program 8000 HPK ini diharapkan dapat memutus siklus stunting
sehingga dapat melahirkan generasi yang unggul. Program 8000 HPK
merupakan sebuah pengembangan program baru sehingga membutuhkan
diseminasi yang lebih massif, maka salah satu kegiatan yang dapat dilakukan
adalah dengan melaksanakan kegiatan seperti webinar yang dapat
memberikan dan meningkatkan pengetahuan terutama kepada calon ibu,
para remaja dan orangtua untuk menerapkan praktik 8000 HPK ini.
Tujuan Kegiatan
Memberikan pengetahuan mengenai 8000 HPK kepada calon pengantin, ibu
hamil, ibu menyusui, para remaja dan ibu yang memiliki rencana program
kehamilan beserta orangtua yang memiliki balita.
Manfaat Kegiatan
Bagi Masyarakat
Menambah pengetahuan masyarakat tentang 8000 HPK
Bagi Instansi/Perusahaan
dapat membantu dalam pencapaian kesadaran masyarakat
tentang 8000 HPK sehingga berperan dalam menurunkan prevalensi stunting di
Indonesia
Nama Kegiatan
Webinar Ilmugiziku 3 dalam Rangka Pekan ASI seduni 1-7 Agustus 2022
Tema Kegiatan
Kenali 8000 HPK sebagain investasi periode emas pembangun generasi cerdas
Pembicara pada webinar Ilmugiziku 3
Aviria Ermamilia, S.Gz,M.Gizi,RD (Dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM)
Magista Ravki Hutami, S.Gz,MPH (Administrator Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta)
Fasty Arum Utami, S.Gz,M.Sc (Dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM)
Syifaruni Nada Salma, S.Tr.Gz.(Executive Assistant of Directorate Secretary)
Topik yang dibahas
Perbedaan 1000
HPK dengan 8000 HPK
Investasi Kesehatan
di 8000 HPK dan Kaitannya
dengan Pencegahan Stunting
Permasalahan
kesehatan terkait 8000 HPK di
masyarakat
Program program di
lapangan terkait 1000 HPK
dan langkah
lanjutan ke 8000 HPK
Kalian dapat mendownload Sertifikat Webinar Ilmugiziku 4 disini
Kalian dapat mendownload Materi Webinar Ilmugiziku 4 disini
Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan seseorang pemberian zat gizi baik penting untuk dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dan mencapai pertumbuhan serta perkembangan tubuh yang normal pada bayi. Air Susu Ibu (ASI) diberikan dari masa pasca kehamilan sampai dengan umur 2 tahun Dimana, pada 6 bulan pertama bayi hanya diberikan ASI saja tanpa ada tambahan apapun, meskipun air putih. ASI eksklusif direkomendasikan oleh UNICEF dan WHO dan diwajibkan pemeberiannya kecuali ada indikasi medis yang dialami oleh sang bayi (1). ASI memiliki zat gizi mulai dari protein, lemak, karbohidrat serta vitamin A, D, E, K, B dan C berikut mineral untuk perannya dalam memenuhi kebutuhan dan mendukung pertumbuhan bayi (2).
Ahli Gizi menyarankan Ibu mengkonsumsi gizi seimbang dan makanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan gizi Ibu dan memperlancar pengeluaran ASI Ibu. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 Ibu hamil memiliki kebutuhan lebih besar dibandingkan wanita pada umurnya sekitar 330 sampai dengan 400 kkal tergantung pada umur bayi (3). Selain itu, dalam memperlancar pengeluaran ASI beberapa bahan pangan dapat dikonsumsi oleh sang Ibu. Beberapa bahan pangan itu antara lain(4):
Daun Katuk
Dauh yang mengadung polifenol dan steroid ini berperan dalam refleks untuk pelepasan hormon prolaktin (refleks untuk memproduksi susu), bersifat manis, mendinginkan dan laktagog dimana penting untuk memproduksi ASI
Biji Klabet
Biji dengan nama lain Fenugreek meningkatkan hormon oksitosin yang juga memperlancar aliran ASI. Biji ini biasa diminum sebagai teh ataupun sebagai bumbu pada masakan.
Daun Kelor
Daun yang mengandung fitosterol untuk meningkatkan produksi ASI pada Wanita menyusui serta mengandung sitosterol dan stigmasterol. Daun kelor ini biasa dibuat menjadi sayur bening untuk dikonsumsi.
Agar didapatkan hasil yang baik, konsumsi Ibu hamil dapat dibantu dengan suplemen yang mengandung bahan diatas. Herbatia Sari ASI dari PT Tunggal Idaman Abdi adalah produk suplemen menyusui bagi Ibu dengan kombinasi kandungan Daun Katuk dan Biji Klabet. Herbatia Sari ASI dikonsumsi setelah makan sebanyak 3 kali sehari untuk memperlancar aliran ASI. Meskipun begitu, Ibu tetap harus mengkonsumsi makanan beragam dan sesuai pedoman gizi seimbang dan Isi Piringku.
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. Infodatin Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Pusat Data. Kementerian Kesehatan RI, editor. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
Yuliani DR, Sumiyati, Winarso SP. Modul Kelas Persiapan Menyusui. 1st ed. Semarang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang; 2021.
Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. PMK No. 28 Tahun 2019 Indonesia; 2019.
Ramadhani AI. 6 Bahan Makanan Pelancar Air Susu Ibu (ASI) [Internet]. Ilmugiziku. 2021 [cited 2022 Aug 20]. Available from: http://ilmugiziku.com/staging/2021/11/24/bahan-makanan-pelancar-asi/
Pada masa kehamilan sampai menyusui, seorang wanita membutuhkan asupan gizi yang meningkat dari pada kebutuhan wanita pada umumnya. Pernyataan ini mendukung wanita untuk memenuhi kebutuhan bayi yang dikandungnya sampai masa kelahiran nanti. Untuk itu pemenuhan gizi ibu hamil berkontribusi memberikan asupan gizi terbaik bagi sang buah hati sejak dini. Pentingnya setiap zat gizi untuk ibu hamil, antara lain:
Kebutuhan gizi makro seperti karbohidrat yang memiliki peran sebagai sumber energi, mendukung tumbuh kembang bayi.
Zat gizi makro protein dapat diperoleh dari sumber makanan contohnya kacang-kacangan, susu, dan yoghurt sebagai cemilan tambahan, terlepas dari daging, telur atau ikan yang umum menjadi sumber makanan pokok, karena kebutuhan protein untuk ibu hamil setiap harinya diperlukan setidaknya 70–100 gram.
Selanjutnya kebutuhan lemak untuk ibu hamil disarankan bersumber dari kacang-kacangan, ikan dan buah tinggi lemak contohnya alpukat, karena lemak yang baik untuk pemenuhan gizi ibu dan janin adalah lemak yang mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6.
Kebutuhan akan serat bagi ibu hamil juga berperan untuk membantu pencernaan yang tepat selama kehamilan, membantu kontrol glukosa darah yang optimal, mencegah sembelit, mencegah penyakit kardiovaskular selama kehamilan dan juga mencegah perkembangan alergi, dan
Tidak kalah penting untuk zat gizi makro yaitu mineral dan vitamin, seperti contohnya zat besi (Fe) dan asam folat (B9) berperan penting dalam pembentuk hemoglobin (Hb) dan pembawa oksigen yang dapat mencegah dari risiko bayi prematur atau cacat lainnya seperti gangguan umum yang masih sering terjadi contohnya yaitu stunting.
Pernyataan rinci dari setiap jenis zat gizi disesuaikan karena ibu memerlukan energi tambahan sebanyak 330-440 kkal perhari untuk dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang normal dan cukup untuk bayi. Oleh karena itu total kebutuhan energi ibu menyusui akan meningkat menjadi 2440 kkal setiap harinya (menurut Angka Kecukupan Gizi) yang dapat dibagi menjadi 6 (enam) kali makan, yaitu 3 (tiga) kali makan berat dan 3 (tiga) kali makanan selingan/cemilan sesuai yang disesuaikan dengan saran penyajian berdasarkan pedoman gizi seimbang.
Untuk memenuhi energi tambahan dari kebutuhan ibu hamil, kita dapat memilih cemilan sehat dengan pilihan terbaik paling memenuhi kebutuhan nilai gizi yang sudah dipaparkan sebelumnya. Kami merekomendasikan Soyjoy sebagai cemilan kaya protein dan serat yang tinggi untuk disajikan dirumah sebagai makanan selingan. Soyjoy yang terbuat dari the king of beans yaitu kedelai yang sudah lama dibuktikan sebagai superfood ini diproses dengan cara pemanggangan utuh tanpa ada tambahan bahan pengawet. Kandungan kedelai ini sesuai dengan kebutuhan cemilan sehat dari manfaat baiknya bagi ibu hamil didukung kandungan senyawanya yaitu phytoestrogen, yang mana senyawa ini memiliki kemiripan fungsi dengan hormon esterogen yang dapat meningkatkan stimulus produksi ASI, selain itu pencegahan penuaan dini juga dapat diperoleh dari manfaat senyawa phytoestrogen ini, seperti dapat mencegah gejala menopause, meningkatkan kesehatan kulit, rambut dan tulang.
Soyjoy cemilan sehat yang bebas gluten memiliki indeks glikemiks (Ig) 55 termasuk dalam jenis cemilan dengan Ig yang rendah. Hal ini bermanfaat untuk pengendalian berat badan karena penyerapan karbohidrat yang bertahap dapat mengendalikan sensasi kenyang lebih lama. Dengan begitu menjadikan soyjoy sebagai cemilan tambahan tidak membuat khawatir dalam pengaruh bertambahan berat badan karena kendali nafsu makan dapat terjaga.
Editor : M. Alfatih Alfien
Refrensi
Zerfu, T. A., & Mekuria, A. (2019). Pregnant women have inadequate fiber intake while consuming fiber-rich diets in low-income rural setting: Evidences from Analysis of common "ready-to-eat" stable foods. Food science & nutrition, 7(10), 3286–3292. https://doi.org/10.1002/fsn3.1188
Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd. (2019). Introducing SOYJOY Crispy Sakura Special Seasonal Flavor from SOYJOY Brand of Whole Soy Nutrition Bars. Retrieved August 14, 2022, from https://www.otsuka.co.jp/en/company/newsreleases/2019/20190204_1.html
Sienny. (2021). Yuk, Penuhi 7 Jenis Nutrisi Ibu Hamil Berikut Ini. Alodokter. Retrieved August 14, 2022, from https://www.alodokter.com/jangan-cemas-kita-bahas-nutrisi-ibu-hamil-di-sini
Joe. (2018). Soyjoy Crispy, Cara Ngemil Sehat ala Ibu Menyusui. Kompasiana. Retrieved August 14, 2022, from https://www.kompasiana.com/rizkaedmanda/5b767f61c112fe52f1252e63/soyjoy-crispy-ngemil-sehat-ala-ibu-menyusui