Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Para ilmuwan memperkirakan jumlah kematian akibat rabies antara 30.000 hingga 70.000 kasus setiap tahunnya. Di Afrika dan Asia, 40% korban umumnya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun (1,2). Tercatat hingga April 2023, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan bahwa terdapat 31.113 kasus dan 11 kematian akibat rabies. Saat ini, virus rabies (Lyssavirus) dianggap sebagai endemik di 26 provinsi yang berbeda (3). Maraknya kasus rabies di beberapa daerah, sudah sepatutnya membuat kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan hewan peliharaan. Artikel ini akan membahas etiologi, pencegahan serta peran gizi terhadap paparan virus rabies. Simak selengkapnya!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-9

Bagaimana penularan rabies bisa terjadi?

Beberapa hewan yang dapat menularkan virus rabies diantaranya anjing, kucing, rubah, kelelawar, kera, rakun, tikus, dan sigung. Terdapat dua cara penyebaran virus rabies ini ke manusia. Pertama, virus menyebar melalui gigitan dan air liur dari hewan yang terinfeksi, Kedua, virus dapat menyebar melalui udara, seperti ketika seseorang menghirup, menelan, melewati plasenta, ataupun transplantasi organ (2,4).
Gejala awal seseorang terinfeksi virus rabies mirip dengan sindrom virus lainnya, yaitu :

  1. Demam,
  2. Sakit kepala,
  3. Merasa cemas,
  4. Gelisah,
  5. Nyeri dan kesemutan, serta
  6. Sensasi terbakar pada lokasi luka (1,2).

Setelah virus masuk ke sistem saraf pusat, ia mulai berkembang dan menyebabkan peradangan. Pada fase inkubasi ini biasanya terjadi mulai dari 1 minggu hingga 1 tahun setelah seseorang tertular virus (1). Fase ini menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti :

  1. Kebingungan,
  2. Hiperaktif,
  3. Hydrophobia, sebuah kondisi di mana seseorang dapat mengalami kejang parah di otot faring ketika terkena air,
  4. Aerophobia, takut angin atau udara segar,
  5. Paralisis,
  6. Afasia, dan
  7. Kematian (1,2).

Lalu, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan setelah mengalami gejala-gejala tersebut?

Sebaiknya segera dilakukan penanganan pada bekas gigitan atau luka dan tidak menunggu sampai gejala memburuk. Saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk rabies. Upaya yang utama adalah dengan tindakan preventif, mencakup vaksinasi, pemberian edukasi, dan pemantauan hewan peliharaan (2).

Terdapat 3 cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan, yaitu :

  1. Pencucian menyeluruh dengan air dan sabun setidaknya 15 menit dan pengobatan lokal pada luka segera setelah terpapar. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus memasuki sistem saraf pusat.
  2. Melakukan vaksinasi rabies untuk diri sendiri dan hewan peliharaan, serta pemberian Serum Anti Rabies (SAR) di fasilitas kesehatan terdekat.
  3. Mengetahui ciri-ciri hewan yang terinfeksi rabies dan selalu menjaga imun tubuh.


    Salah satu cara untuk menjaga imunitas tubuh adalah dengan konsumsi makanan bergizi ataupun suplemen. Disinilah gizi berperan, sebab banyak ulasan dan studi telah menekankan kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas vaksin melalui intervensi diet dengan probiotik, vitamin, dan nutraceuticals lainnya (1,5).

Mikronutrien dan probiotik untuk efektivitas vaksin optimal

FOTO ARTIKEL WEBSITE-10

Makanan bergizi memainkan peran penting dalam meningkatkan imunitas tubuh. Jenis mikronutrien seperti vitamin A, vitamin C, serta suplemen probiotik dianggap mampu meningkatkan keefektifan vaksin rabies pada inangnya (5,6). Beberapa makanan seperti tomat, nasi, pisang, kedelai, selada dan kentang direkomendasikan sebagai “edible vaccine” dan menggabungkannya dengan program imunisasi lainnya untuk mengoptimalkan pelepasan antigen (7).

  1. Vitamin A
    Sumber vitamin A pada makanan dapat diperoleh dari tomat, wortel, hati, kuning telur, pepaya, mangga dan jagung kuning. Beberapa makanan tersebut juga mengandung asam askorbat dan karotenoid yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan fungsi imun tubuh. Vitamin A juga dapat diperoleh melalui suplementasi vitamin A (5,8).
  2. Vitamin C
    Sumber makanan yang kaya akan vitamin C diantaranya jeruk, papaya, mangga, pisang, melon, alpukat, sawi, brokoli, kubis, stroberi, dan jambu biji (8). Pada dosis tertentu, vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan efektivitas vaksinasi karena fungsinya sebagai imunomodulator. Sifat antioksidan yang diberikan juga dapat melindungi tubuh dari efek stres oksidatif (6).
  3. Probiotik
    Probiotik yang paling umum digunakan diantaranya Bifidobacterium, Saccharomyces boulardii dan Bacillus coagulans. Serta kelompok bakteri gram positif meliputi Lactobacilli, Streptococci, dan Enterococci (2). Probiotik dapat dikonsumsi melalui suplemen ataupun ditemukan dalam makanan seperti yogurt, buah leci, manggis, sereal jagung, tempe, dan sayuran fermentasi (kimchi) (9).

Dalam kasus ini, peningkatan fungsi imun tubuh diperlukan sebagai upaya preventif maupun upaya pemeliharaan. Jadi, selalu jaga imunitas tubuh kamu dengan makanan bergizi ya.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. World Health Organization. Rabies [Internet]. 2023. Available from: https://www.who.int/news room/fact-sheets/detail/rabies
  2. Koury R, Warrington SJ. Rabies. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022.
  3. Rokom. Hingga April 2023 ada 11 Kasus Kematian Karena Rabies, Segera ke Faskes jika Digigit Anjing! [Internet]. Redaksi Sehat Negeriku. 2023 [cited 2023 Sep 8]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230602/3343156/hingga-april-2023-ada-11- kasus-kematian-karena-rabies-segera-ke-faskes-jika-digigit-anjing/
  4. Promkes RSST RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Mengenal Penyakit Rabies [Internet]. Kementrian Kesehatan Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2023. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2531/mengenal-penyakit-rabies
  5. Najam A, Ahmad S, Abid R, Ali H, Husnain M, Aziz T, et al. Immune-adjuvant Effect of Vitamin A and Probiotics Supplementation on Humoral Response to Cell Culture Rabies Vaccine in Rabbits. 3 Biotech [Internet]. 2023;13(7):1–11.
  6. Sindi N. Evaluation of The Efficacy of Vitamin C on The Immune Response After Rabies Virus Vaccine in BALB/c Mice. Eur Rev Med Pharmacol Sci. 2023;27(5):1808–15.
  7. Patel P, Patel R, Patel S, Patel Y, Patel M, Trivedi R. Edible Vaccines: A Nutritional Substitute for Traditional Immunization. Pharmacogn Rev. 2022;16(32):62–9.
  8. Mardalena I. Dasar-Dasar Ilmu Gizi dalam Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2017. 250 p.
  9. National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. Probiotics [Internet]. U.S. Department of Health and Human Services. 2022. Available from: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Probiotics HealthProfessional/

Udah pada tahu gak sih? Kalau kebanyakan makan manis dan jarang menjaga kebersihan gigi ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit, berlubang, dan terjadinya karies gigi. Tidak hanya terjadinya kerusakan gigi, hal tersebut juga menyebabkan gangguan pengunyahan yang akan berpengaruh terhdap asupan gizi. Terdapat beberpaa penelitian yang membahas terkait hubungan terjadinya karies gigi terhadap kesehatan jantung. Nah lho siapa nih yang masih malas buat sikat gigi? Maka dari itu, yuk simak artikel ini yang akan membahas kok bisa sih karies gigi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan jantung.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-7

A. Pengertian dan Penyebab Karies Gigi

Karies gigi ialah kondisi lapisan luar gigi atau email mengalami pengikisan oleh bakteri yang memproduksi asam (2). Hal tersbut menyebabkan lubang kecil dan merusak jaringan gigi lebih dalam apabila tidak segera ditangani. Apa sih penyebab karies gigi? Ada banyak faktor penyebab gigi berlubang ini seperti; mikroorganisme, tidak menjaga kebersihan gigi, makan makanan manis, dan usia (3). Menurut hasil Riskesdas pada tahun 2018, masalah gigi terbesar di Indonesia 45,3% mengalami gigi rusak dan berlubang sedangkan 14% nya mengalami bengkak gusi (1). Ternyata si karies gigi ini akan menjadi sumber masalah kesehatan lainnya apabila tidak segera diobati. Salah satunya dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa karies gigi akan berkembang menjadi periodontitis yaitu infeksi akar gigi dan menyebar ke struktur tulang gigi dan menyebabkan bakteri mudah berkembang.

B. Pengaruh Karies Gigi Terhadap Kesehatan Jantung

Karies gigi yanng berkelanjutan menyebabkan penyakit gigi lebih parah seperti periodontitis, dimana pada penelitian Ibrahim (2020) menyebutkan bahwa penyakit periodontal dan kesehatan mulut yang buruk dan tidka diobati secara keseluruhhan akan berkontribusi dalam patogenesis penyakit kardiovaskular salah satunya penyakit jantung (4). Dalam perjalanan terjadinya penyakit tersebut, diketahui bahwa bakteri oral yang terdapat pada karies gigi akan ikut masuk ke dalam aliran darah dari gigi yang terinfeksi dengan cara saat menyikat gigi, mengunyah, atau prosedur gigi lainnya (5). Apa sih bakteri dalam gigi tersebut? Terdapat 2 bakteri yang masuk ikut dan dapat mengganggu katup jantung antara lain; Staphylococcus aureus dan Streptococcus viridans (5).

FOTO ARTIKEL WEBSITE-8

Bagaimana sih cara pencegahan agar tidak mengalami hal tersebut? Caranya sangat mudah dilakukan lho yaitu dengan menjaga higiene gigi.

  1. Jaga kebersihan mulut dan gigi dengan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari pada waktu setelah sarapan dan sebelum tidur, dengan pasta gigi mengandung fluoride
  2. Hindari menyikat gigi dengan brush atau sikat yang ksar dan terlalu keras
  3. Periksakan gigi ke dokter gigi minimal enam bulan sekali

Jadi apabila kamu ingin menjaga kesehatan tubuh mu, utamakan dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan gigi dan mulut. Karena senyum yang sehat berawal dari gigi dan gusi yang sehat serta memberikan perlindungan lebih bagi tubuh terutama jantung.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Haryanto, R., Setiasari, R., Hastuti, E. P., Saepudin, A., Rohmawati, A., Ifolisah, I., ... & Wibowo, Y. (2021). Meningkatkan Pengetahuan Cara Menggosok Gigi Dengan Baik Dan Benar Melalui Penyuluhan Pada Anak. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(2), 393- 399
  2. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/gigi-berlubang-mampu sebabkan-penyakit-jantung-bagaimana-bisa
  3. Notohartojo, I. T., & No, J. P. N. (2018). Gambaran Status Gizi pada Masyarakat dengan Penyakit Karies Gigi di indonesia. Jakarta Buletin Penelitian Kesehatan, 46(6), 135-140.
  4. Ibrahim, R. Z., & Rahmah, M. (2020). PERIODONTITIS DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR (Tinjauan Pustaka). Cakradonya Dental Journal, 12(1), 24-29.
  5. Puspita, D., & Krevani, C. K. (2019). Laporan Kasus: Infeksi Gigi sebagai Penyebab Bakteremia pada Endokarditis Infektif. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 6(2), 142- 151.

Perawatan mulut merupakan suatu proses menjaga rongga mulut tetap bersih sehingga terhindar dari kuman-kuman penyakit. Menjaga kebersihan mulut adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan Anda. Mulut bukan hanya pintu gerbang untuk makan dan minum, namun fungsinya lebih dari itu dan hanya sedikit orang yang menyadari pentingnya peran mulut dalam kesehatan dan kebahagiaan manusia. Oleh karena itu, kesehatan mulut memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan seseorang (4).

FOTO ARTIKEL WEBSITE-5

Tahukah kamu?

Ada lebih dari 250 jenis bakteri yang ada di rongga mulut. Beberapa bakteri bersifat membantu proses awal pencernaan di rongga mulut, dan beberapa bakteri Streptococcus mutans bahkan mempengaruhi perkembangan karies gigi. Bakteri tersebut dapat menyebabkan sukrosa lebih mudah menempel pada permukaan gigi sehingga menyebabkan mineral tersingkir dari email gigi (Djamil, 2011) (2).

Permasalahan gigi dan mulut

Data Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebagian besar masalah gigi dan mulut yaitu karies/sakit gigi dimana sekitar 45,3%, dan sebagian besar masalah mulut yaitu gingiva peradangan atau abses sekitar 14% (Kemenkes RI, 2020) (1). Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi karies di Indonesia mencapai 57,6% (Kemenkes RI, 2018). Menurut data WHO, karies gigi di negara-negara Eropa, Amerika, Asia, termasuk Indonesia, prevalensinya mencapai 80-90% dari anak-anak di bawah umur 18 tahun yaitu 6-12 tahun terserang karies gigi (1).

Kenapa kita harus menjaga kesehatan mulut?

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa anak pada kelompok umur 10-14 tahun sebesar 96,5% menyikat gigi setiap hari, tetapi yang menyikat gigi pada waktu yang benar hanya 2,1 %, dan memiliki permasalahan kesehatan gigi dan mulut yaitu karies gigi sebesar 73,4%. Salah satu faktor penyebab dari masalah ini adalah faktor perilaku. Perilaku yang cenderung mengabaikan kebersihan mulut seringkali didasari oleh kurangnya pemahaman tentang kesehatan mulut dan cara merawatnya (7). Sebagaimana kita ketahui, rongga mulut merupakan “pintu gerbang pertama” proses pencernaan, yaitu tempat masuknya makanan dan minuman serta tempat makanan dikunyah dengan gigi sebelum masuk ke lambung melalui kerongkongan. Jika gigi dirusak oleh bakteri, proses awal pencernaan juga akan terganggu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan langkah selanjutnya pada sistem pencernaan kita akan terganggu. Inilah sebabnya mengapa menjaga kebersihan mulut sangat penting. Rongga mulut dan gigi mutlak harus dibersihkan setiap hari agar bakteri tidak mempunyai kesempatan berkembang biak dan melakukan tindakan merugikan pada gigi (Djamil, 2011) (2).

Penting untuk diketahui!

Faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut adalah pengetahuan salah satunya pengetahuan menyikat gigi yang meliputi frekuensi menyikat giginya, cara atau teknik menyikatnya, dan bentuk dari sikat gigi yang digunakan, sehingga plak yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit gigi dapat dicegah sedini mungkin. Kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan faktor cukup penting sebagai upaya pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (Pudentiana dkk, 2020) (6). Menyikat gigi secara teratur saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Secara umum, dokter menyarankan untuk segera menyikat gigi setelah makan untuk menghindari penumpukan residu makanan dan minuman yang dikonsumsi. Selain itu, frekuensi menyikat gigi setiap orang berbeda-beda. Hanya satu menit, setiap kali menyikat gigi juga 2,5 menit. Hal ini sesuai dengan keadaan dan kondisi gigi dan rongga mulut seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali untuk mengetahui permasalahan gigi yang perlu ditangani sesegera mungkin (Miftakhun, 2016) (5).

Makananmu menunjukkan kesehatan mulutmu

Kesehatan mulut perlu dijaga dengan baik karena mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Misalnya saja ketika gigi atau gusi terinfeksi, kuman penyebab penyakit dapat menyebar ke organ tubuh melalui aliran darah (4). Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat. Makanan yang bisa Anda makan antara lain:

  1. Apel
    Kamu bisa terhindar dari sariawan, gusi berdarah, dan infeksi gusi (periodontitis) berkat kandungan vitamin C pada apel. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen untuk membentuk jaringan gusi yang kuat (4).
  2. Jeruk
    Jeruk kaya akan vitamin C dan serat yang mampu memperkuat pembuluh darah dan jaringan gusi. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya sariawan, gusi berdarah, dan kerusakan jaringan lunak mulut (4).
  3. Seledri
    Seledri merupakan sayuran segar beraroma harum dengan rasa sedikit pedas. Mengandung antioksidan alami berupa vitamin C dan E. Seledri mentah memiliki tekstur yang renyah. Mengunyah seledri mentah dapat merangsang kelenjar untuk mengeluarkan lebih banyak air liur. Hal ini berguna untuk menetralkan asam yang dihasilkan bakteri mulut (4).
  4. Wortel
    Vitamin A dan antioksidan dalam wortel meningkatkan produksi air liur. Hal ini dapat mengurangi risiko kerusakan gigi karena air liur membantu menghilangkan asam dari gigi. Wortel juga mengandung vitamin C yang membantu menjaga kesehatan gusi. Anda bisa mendapatkan lebih banyak kandungan jika memakannya mentah (4).
  5. Sayuran Hijau
    Bayam, brokoli, dan pakcoy mengandung kalsium tingkat tinggi yang dapat membantu membangun enamel gigi. Enamel gigi merupakan lapisan terluar gigi yang membantu menjaga kesehatan gigi. Sayuran hijau juga mengandung asam folat dan vitamin B yang tinggi. Kedua kandungan ini membantu mengatasi peradangan dan penyakit gusi seperti maag, radang gusi, dan abses gusi (4).

Saatnya praktik!

FOTO ARTIKEL WEBSITE-6

Perawatan mulut rutin yaitu dengan cara menyikat gigi dan berkumur (3).
Sikat gigi:

  1. Membersihkan gigi dan gusi dengan sikat gigi yang lembut 2-3 kali setiap hari selama 2-3 menit.
  2. Jika sikat terlalu keras rendam dengan air panas setiap 15-30 menit untuk melembutkan bulu sikat.
  3. Keringkan sikat gigi jika tidak digunakan (jangan lembab). 4. Pemilihan pasta gigi (rasa tidak terlalu kuat, jika pasta gigi mengiritasi mulut kumur dengan air 240 ml yang diberikan 1 sendok teh garam, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride (3).

Kumur:

  1. Kumur mulut 3-4 kali setiap kali menyikat gigi.
  2. Hindari berkumur dengan bahan-bahan yang mengandung alkohol.
  3. Obat kumur anti bakteri dapat digunakan 2-4 kali setiap hari untuk mengatasi masalah pada gusi (3).

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Adam dkk. (2022). “Tingkat Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Sekolah Dasar”. Journal of Public Health and Community Medicine, 3(1): 1-7.
  2. Anonymous. [cited 2023 September 23]. Available from: https://eprints.umm.ac.id/23950/1/jiptummpp-gdl-septianawa-41494-2-babi.pdf
  3. Agustina, N. “Bagaimanakah Cara Perawatan Mulut yang Benar?”. yankes..kemkes. 2022 [cited 2023 September 23]. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/44/bagaimanakah-cara-perawatan-mulut-yang-be nar
  4. Fadli, R. “Intip 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Gigi dan Mulut”. halodoc.com. 2022 [cited 2023 September 23]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/intip-5-makanan-yang-baik-untuk-kesehatan-gigi-dan-mul ut
  5. Pagayang dkk. (2023). “Penyuluhan Cara Menggosok Gigi Yang Baik dan Benar di SDN 105 Manado”. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAPALUS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon, 1(2): 8-14.
  6. Sholiha dkk. (2021). “PENGETAHUAN TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET PADA SISWA SEKOLAH DASAR”. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG), 3(2): 593-602.
  7. Yuniarly dkk. (2023). “Booklet To Brush Tooth In The Promotion Of Dental Health Towards School Children's Knowledge”. Jurnal Kesehatan Gigi 10(1): 1-4.

Apakah kamu sedang atau telah menurunkan berat badan dengan diet weight loss? Tentunya jika kamu tidak melatih otot-ototmu tidak hanya lemak yang akan hilang atau menurun tetapi juga masssa otot. Pada beberapa orang tentunya masih perlu menggunakan kekuatan otot dalam aktivitas sehari-hari. Jadi disini, untuk menyeimbangkan diet kamu dan proporsi ototmu tetap terjaga simak artikel ini untuk tahu apa saja sih olahraga yang bisa kamu lakukan untuk menyeimbangkan diet kamu.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-4

Emang penting banget ya olahraga ini?

Olahraga sendiri merupakan pilihan terbaik dari aktifitas fisik yang bermanfaat dalam menurunkan berat badan kamu, tentunya dengan menyeimbangkan konsumsi agar nantinya kamu bisa mencapai berat badan yang diinginkan dan tetap sehat (1). Dulu olahraga dilakukan apabila seseorang menderita penyakit yang mengharuskan menurunkan berat bedan salah satunya orang dengan obesitas atau overweight. Akan tetapi olahraga sekarang semakin berkembang untuk memelihara kesehatanmu agar lebih panjang dan terhindar dari penyakit kardiovaskular, tentu hal tersebut sangat menggembirakan untuk mengurangi prevalensi penyakit kardiovaskular atau penyakit lainnya (3). Berikut merupakan beberapa olahraga yang direkomendasikan jika kamu sedang atau menjalani program menurunkan berat badan.

1. Aerobik

Sebagai contoh olahraga dengan sistem aerobik adalah senam aerobik. Senam aerobik membutuhkan kekuatan ringan yang sangat baik bagi pemula dan bagi yang berat badannya berlebih. Senam aerobik ini membutuhkan gerak dinamis, melibatkan otot-otot besar tubuh, intensitas latihan sedang, dan dikerjakan secara kontinu dalam jangka waktu yang cukup lama (2). Lakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas aerobik berat dalam seminggu, atau kombinasi aktivitas sedang dan berat (4).

2. Weight Training

Weight Training yaitu latihan beban yang dapat membantu kamu membangun kekuatan dan meningkatkan pertumbuhan otot, yang dapat meningkatkan laju metabolisme istirahat (RMR), atau berapa banyak kalori yang dibakar tubuh Kamu saat istirahat (6). Latihan beban selama 24 minggu menyebabkan peningkatan laju metabolisme sebesar 9% pada pria, yang setara dengan membakar sekitar 140 kalori lebih banyak per hari. Pada wanita, peningkatan laju metabolisme hampir 4%, atau 50 kalori lebih banyak per hari (6).

3. Yin Yoga

Yin Yoga merupakan metode latihan yang dapat menurunkan kadar lemak tubuh dan merileksasikan pikiran, serta mengontrol pernafasan. Yin Yoga sendiri adalah jenis yoga santai dan pasif yang melibatkan gerakan ringan namun cukup dalam. Yin yoga mengutamakan durasi waktu lebih lama untuk meningkatkan peregangan dan kesadaran batin. Gerakan dalam yin yoga bertentangan dengan gaya yoga yang kuat dan merangsang seperti ashtanga atau vinyasa. Di mana yin yoga cenderung mengutamakan gerakan lembut, membumi, dan memelihara. Latihan ini sangat cocok bagi yang sedang dalam kondisi lelah beraktivitas atau stres dengan rutinitas harian. Dengan latihan yin yoga, pikiran dan tubuh kamu bisa lebih rileks sehingga bisa meminimalisir berbagai risiko buruk yang dialami saat stres.

4. Berjalan Kaki

Jalan kaki adalah salah satu latihan terbaik untuk menurunkan berat badan. Berjalan kaki cara yang nyaman dan mudah bagi pemula untuk mulai berolahraga tanpa merasa kewalahan atau perlu membeli peralatan dan tidak membebani sendi kamu. Untuk memulainya, usahakan berjalan kaki selama 30 menit 3–4 kali seminggu. Kamu dapat secara bertahap meningkatkan durasi atau frekuensi jalan kaki seiring dengan bertambahnya kebugaran.

5. Jogging atau Lari
FOTO ARTIKEL WEBSITE

Jogging dan lari adalah olahraga yang bagus untuk membantu Kamu menurunkan berat badan. Meskipun tampak serupa, perbedaan utamanya adalah kecepatan joging umumnya antara 4–6 mph (6,4–9,7 km/jam), sedangkan kecepatan lari lebih cepat dari 6 mph (9,7 km/jam). Terlebih lagi, penelitian menemukan bahwa jogging dan lari dapat membantu membakar lemak visceral, yang biasa disebut lemak perut yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Usahakan untuk jogging selama 20–30 menit 3–4 kali seminggu.

6. Bersepeda

Bersepeda adalah olahraga populer yang meningkatkan kebugaran kamu dan membantu menurunkan berat badan. Meskipun bersepeda secara tradisional merupakan aktivitas luar ruangan, banyak pusat kebugaran dan pusat kebugaran yang memiliki sepeda stasioner. Bersepeda tidak hanya bagus untuk menurunkan berat badan, tetapi bersepeda secara teratur memiliki kebugaran keseluruhan yang lebih baik, sensitivitas insulin yang meningkat, dan risiko penyakit jantung, kanker, dan kematian yang lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tidak bersepeda secara teratur.

7. Berenang

Berenang adalah cara yang menyenangkan untuk menurunkan berat badan dan menjadi bugar. Cara kamu berenang tampaknya memengaruhi jumlah kalori yang kamu bakar. Sebuah studi terhadap perenang kompetitif menemukan bahwa sebagian besar kalori dibakar selama gaya dada, diikuti oleh gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya bebas. Sebuah penelitian selama 12 minggu pada 24 wanita paruh baya menemukan bahwa berenang selama 60 menit 3 kali seminggu secara signifikan mengurangi lemak tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol total dan trigliserida darah yang tinggi.

8. Pilates

Pilates adalah latihan ramah pemula yang dapat membantu Kamu menurunkan berat badan. Meskipun Pilates mungkin tidak membakar kalori sebanyak latihan aerobik seperti lari, banyak orang menganggapnya menyenangkan, sehingga lebih mudah untuk dilakukan seiring berjalannya waktu. Sebuah studi selama 8 minggu pada 37 wanita paruh baya menemukan bahwa melakukan latihan Pilates selama 90 menit 3 kali seminggu secara signifikan mengurangi lingkar pinggang, perut, dan pinggul, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak melakukan latihan dalam periode yang sama.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-3

Sebagai tujuan kamu, usahakan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Jika kamu ingin menurunkan berat badan, mempertahankan penurunan berat badan, atau memenuhi target kebugaran tertentu.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Fachrezzy, F., Jariono, G., Maslikah, U., & Nugroho, H. (2020). Functional Exercise Model For Weight Loss In Sports Science Faculty Students. Proceeding ISETH (International Summit On Science, Technology, And Humanity), 159-165
  2. Hita, I. P. A. D. (2020). Efektivitas Metode Latihan Aerobik Dan Anaerobik Untuk Menurunkan Tingkat Overweight Dan Obesitas. Jurnal Penjakora Fakultas Olahraga dan Kesehatan, 7(2), 135-142.
  3. Asmara, Y., Pitriani, P., & Mulyana, M. (2020). Suspension Training Dan Weight Training Menurunkan Berat Badan, Visceral Fat Dan Subcutaneous. JUARA: Jurnal Olahraga, 5(2), 184-191.
  4. Https://Www.Mayoclinic.Org/Healthy-Lifestyle/Weight-Loss/In Depth/Exercise/Art-20050999
  5. Jehaman, I., Yulianty, M., Karo-Karo, T. M., & Harahap, F. R. (2023). Benefits Of Yin Yoga And Plank Exercise On Weight Loss In Overweight Adolescents. JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK), 3(1), 115-120
  6. Https://Www.Healthline.Com/Nutrition/Best-Exercise-For-Weight Loss#Weight-Loss

Olahraga sangat penting untuk dilakukan karena dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Menurut CDC, kita dianjurkan untuk berolahraga setiap hari setidaknya 150 menit/minggu. (1)

FOTO ARTIKEL WEBSITE

Jenis-Jenis Olahraga

1. Anaerobik

Anaerobik mengutamakan kekuatan otot dan membutuhkan kecepatan. Anaerobik dapat menghasilkan asam laktat sebagai hasil dari respirasi anaerob. Olahraga ini membutuhkan istirahat untuk meregenerasi pembentukan energi selanjutnya yang berasal dari simpanan PCr (phosphocreatine) dan glikogen. Contohnya adalah angkat besi, sprint, tinju, dan senam alat.

2. Aerobik

Aerobik dikenal dengan olahraga kardio yang mengutamakan daya tahan dan berlangsung terus menerus dalam waktu cukup lama. Olahraga ini memberikan manfaat yang baik pada kardiovaskular. Energi yang didapatkan berasal dari simpanan karbohidrat, lemak, dan protein. Contohnya adalah olahraga jalan cepat, maraton, bersepeda, senam aerobik, lompat tali, dan berenang.

3. Kombinasi Anaerobik dan Aerobik

Olahraga ini membutuhkan energi dari proses anaerobik dan aerobik secara seimbang. Gerakan anaerobik yang dilakukan adalah melempar, memukul, melompat, mengoper, dan menendang dengan intensitas tinggi dan butuh kekuatan. Contohnya adalah sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, dan tenis lapangan. (2,3)

Manfaat Olahraga

1. Meningkatkan daya imun tubuh

Olahraga dengan intensitas rendah dan sedang diketahui dapat mengaktifkan kinerja sel darah putih yang berperan dalam peningkatkan sistem imun tubuh. (4) 

FOTO ARTIKEL WEBSITE-2
2. Menurunkan berat badan

Bagi orang dengan kelebihan berat badan, olahraga kardio khususnya dapat membantu penurunan berat badan dengan berolahraga 20 menit pertama, tubuh akan menggunakan karbohidrat dari makanan dan cadangan yang disimpan dalam hati. Setelah 30 menit, lemak akan dimetabolisme. Pembakaran ini akan menyebabkan penurunan lemak tubuh. (5)

3.Mengurangi stress

Saat berolahraga rutin, tubuh akan menurunkan hormon kortisol dan epinefrin yang berperan dalam peningkatan kadar stress. Sebaliknya, tubuh akan memproduksi beta endorfin yang akan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik. Selain itu, olahraga akan memicu pelepasan neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin. Rendahnya neurotransmitter dapat menyebabkan gangguan suasana hati dan depresi. (6)

4. Menjaga kesehatan jantung

Olahraga dapat meningkatkan kemampuan untuk menarik oksigen dari aliran darah. Olahraga juga dapat mencegah penyempitan pada pembuluh darah, menjaga irama jantung agar tetap normal, dan mencegah pembekuan darah. (7)

5. Meningkatkan fungsi otak

Peningkatan oksigen dalam darah akan meningkat sehingga memperlancar aliran darah ke otak dan meningkatkan konsentrasi dan daya pikir. (8)

6. Menjaga kualitas tidur

Olahraga dapat menyebabkan keletihan sehingga membuat cepat mengantuk. Selain itu, lambatnya siklus tidur tahap gelombang akan diperpendek, sehingga lebih cepat memasuki fase kedalaman tidur atau tidur nyenyak. (9)

7. Menguatkan otot, sendi, dan tulang

Olahraga diketahui dapat meningkatkan kepadatan tulang khususnya pada olahraga anaerobik seperti melompat, berlari, dan mengangkat beban. Hal ini disebabkan karena adanya beban mekanik pada tulang sehingga tulang akan melakukan proses remodeling tulang. (10) Pada lansia, bermanfaat untuk menguatkan otot dan sendi dengan melakukan gerakan Range of Motion (ROM). (11) Selain itu, gerakan seperti stretching yang dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam seminggu dan teratur mampu meningkatkan rentang gerak sendi, menurunkan derajat nyeri, dan meningkatkan kekuatan otot. (12)

Dampak yang Terjadi jika Kurang Olahraga

Dampak yang terjadi adalah meningkatnya resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan dislipidemia. Hal ini dikarenakan olahraga dapat menurunkan tahanan perifer yang akan menurunkan tekanan darah (untuk hipertensi) dan melatih otot jantung. (13) Selain itu, olahraga juga berkaitan dengan konsumsi oksigen maksimal (VO2 max). (14) Olahraga aerobik diketahui dapat meningkatkan kinerja insulin. (15) Dampak lainnya adalah meningkatkan resiko obesitas. Kurang olahraga dapat menyebabkan penurunan laju metabolisme sehingga memperlambat pembakaran energi. Jika asupan energi terlalu banyak dan tidak diseimbangkan dengan aktivitas fisik, maka akan berdampak pada obesitas. Selain itu, kurang olahraga juga membuat tubuh cepat letih dan kurang bugar. (16)

Tips berolahraga

FOTO ARTIKEL WEBSITE-3
1. Gunakan pakaian olahraga yang nyaman

Gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat dengan baik seperti bahan spandex,  katun, nilon, polyester, dan lain-lain. Bagi perempuan, dapat menggunakan sport bra agar  lebih nyaman saat berolahraga. Selain itu, gunakan juga ukuran pakaian yang nyaman.

2. Realistis terhadap target

Menetapkan target yang realistis dapat meningkatkan motivasi kita saat berolahraga.  Contohnya seperti menetapkan target langkah kaki sebanyak 2.000 langkah setiap hari,  berolahraga 5 kali dalam seminggu, melakukan plank 30 detik sampai 1 menit setiap harinya, dan lain sebagainya. Target ini hendaknya memiliki tujuan yang jelas dan pasti,  dapat dicapai, serta memiliki alasan yang jelas. 

3. Memperhatikan kondisi tubuh

Jika menderita penyakit asma, jantung, dan masalah penyakit lainnya, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar diberi saran untuk berolahraga yang aman dan sehat.

4. Melakukan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan tubuh agar beraktivitas dengan lebih baik  untuk mencegah cedera. Sedangkan pendinginan bertujuan untuk membuat otot dan organ  tubuh rileks menuju kondisi istirahat. (17) Pemanasan dilakukan selama 5-10 menit, serta  pendinginan dilakukan selama 5 menit. (18)

5. Cukupi kebutuhan cairan

Komposisi tubuh sebanyak 60% merupakan cairan sehingga cairan sangat penting  untuk tubuh kita. Cairan berfungsi untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dan menjaga  keseimbangan asam basa dalam tubuh. Apabila kekurangan cairan, maka akan terjadi  dehidrasi. (19) Minuman elektrolit seperti isotonik yang mengandung natrium, kalium, dan  glukosa dapat mengembalikan cairan tubuh dengan cepat. (20). Kebutuhan cairan per hari dapat menggunakan rumus Holliday-Segar yaitu: (21)

  1. Pada 10 kg pertama, dikalikan 100 mL
  2. Pada 10 kg kedua, dikalikan 50 mL 
  3. Sisa berat badan, dikalikan 20 mL 
  4. Jumlahkan totalnya  
6. Memperhatikan asupan gizi

Asupan gizi sangat penting diperhatikan seperti karbohidrat sebagai zat energi, protein sebagai pembentuk dan pemulihan otot dan jaringan, vitamin C sebagai antioksidan  penangkal radikal bebas, vitamin D untuk regulasi kalsium dan pembentukan tulang,  kalium untuk menyeimbangkan cairan serta mengirimkan impuls saraf dan kontraksi otot, kalsium untuk mengendurkan kontraksi otot dan menjaga detak jantung, dan zat besi untuk  pembentukan hemoglobin yang mengangkut oksigen kepada sel-sel untuk metabolisme  yang membentuk ATP. (22) Sebelum olahraga sebaiknya mengonsumsi snack atau makanan kecil bergizi dalam  waktu 1-2 jam sebelum olahraga. Saat olahraga mengonsumsi cairan. Setelah olahraga  mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memulihkan tenaga dan mengembalikan  zat gizi yang hilang saat berolahraga. (23) 

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevenention. Physical Activity for Different Groups. CDC Gov. 2021 [cited 2023 Sep 13]. p. 1. Available from: https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/age-chart.html
  2. Hita. Efektivitas Metode Latihan Aerobik Dan Anaerobik untuk Menurunkan Tingkat Overweight dan Obesitas. Jurnal Penjakora. 2020;7(2):135-142.
  3. Giriwijoyo dan Sidik. Efektivitas Metode Latihan Aerobik dan Anaerobik untuk Menurunkan Tingkat Overweight dan Obesitas. Jurnal Kepelatihan Olahraga. 2010;2(1):1-9.
  4. Maulana dan Rochmana. Hubungan Intensitas Latihan dengan Imunitas. Jurnal Prestasi Olahraga. 2021;4(4):20-35.
  5. Maryusman. Pengaruh Kombinasi Diet Tinggi Serat dan Senam Aerobik terhadap Penurunan Berat Badan. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2018;14(1):56-62.
  6. Poluakan. Hubungan antara aktivitas olahraga dengan ritme sirkadian dan stres. Jurnal Biomedik. 2020;12(2):102-109.
  7. Lestari. Gambaran Aktivitas Fisik dan Tingkat Kenyamanan Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Ilmiah Sultan Agung. 2023;2(1):575-582.
  8. Subekti. Peningkatan Kesehatan melalui Program Informal Sport Masa Pandemi Covid 19 menuju New Normal pada Masyarakat Dsn. Kalapanunggal dan Dsn. Ancol Kec. Sindang Kasih Kab. Ciamis. Jurnal Pengabdian Siliwangi. 2021;7(1):17-22.
  9. Safaringga dan Herpandika. Hubungan antara Kebugaran Jasmani dengan Kualitas Tidur. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran. 2018;4(2):235-247.
  10. Bella. Pengaruh Latihan Resisten terhadap Kepadatan Tulang. eBiomedik. 2021;9(2):229-239.
  11. Rahayu. Edukasi Kesehatan Meningkatkan Kekuatan Otot dengan Latihan ROM. Jurnal Abdi Masa. 2020;1(1):53-56.
  12. Wahyuni. Efek Latihan Streching terhadap Nyeri Sendi, Kekuatan Otot, Rentang Gerak Sendi Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Antang. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara. 2022;6(3):604-610.
  13. Ladyani. Hubungan antara Olahraga dan Stres dengan Tingkat Hipertensi pada Lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 2021;10(1):82-87.
  14. Susilawati dan Suparni. Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Pekerja Kantoran dengan Olahraga. Jurnal Sehat Masada. 2023;17(1):8-18.
  15. Mahdia. Hubungan antara Kebiasaan Olahraga dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (Studi di Puskesmas Rowosari Kota Semarang Tahun 2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6(5):267- 276.
  16. Agustina. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Marina Permai Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika (JSM). 2023;9(1):1-8.
  17. Rezki. Pentingnya Aktivitas Pemanasan dan Pendinginan dalam Berolahraga pada Guru Olahraga Dayaun. Jurnal PKM Ilmu Pendidikan. 2022;5(1):87-93.
  18. P2PTM Kemenkes RI. Anjuran Menkes Nila soal Durasi Waktu Olahraga. Kemkes. 2019 [cited 2023 Sep 13]. p. 1. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/anjuran-menkes-nila-soal-durasi-waktu-olahraga
  19. Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. 8th ed. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2009. 337 p.
  20. Penggalih. Pengaruh Perbedaan Intensitas Latihan Atlet Sepeda terhadap Berat Badan dan Body Water. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation. 2016;5(1):29-35.
  21. Agustina N. Kebutuhan Cairan Tubuh Kita dalam Sehari. Kemkes. 2022 [cited 2023 sep 13]. p. 1. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1531/kebutuhan-cairan-tubuh-kita-dalam-sehari
  22. Putri dan Dhanny. Literature Review: Konsumsi Energi, Protein, dan Zat Gizi Mikro dan Hubungannya dengan Performa Atlet. Sport and Nutrition Journal. 2021;3(2):14-24.
  23. Sari. Gambaran Pengetahuan Orang Tua tentang Pengaturan Menu Makan Atlet SSB melalui Fokus Grup Diskusi. Jurnal Pengabdian “Dharma Bakti“. 2020;3(1):66-74.

Perayaan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-64 tanggal 25 Januari 2024 kemarin mengambil tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting”. Tema tersebut diambil karena permasalah stunting masih menjadi masalah serius dan berkepanjangan di Indonesia, Hal tersebut ditambah fakta bahwa masih banyak masyarakat (khususnya ibu) yang belum memiliki pengetahuan yang benar mengenai pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang benar. Pemberian MP-ASI yang adekuat yang kaya protein hewani merupakan salah satu cara pencegahan stunting.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-8

Data Stunting Indonesia

Stunting atau perawakan pendek masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Definis stunting adalah tinggi atau panjang badan anak yang kurang dari -2 SD (Standar Deviasi) menurut kurva standar pertumbuhan WHO.(1) Berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022.(2) Tapi hal ini masih jauh dibawah target jangka panjang nasional tahun 2024 yaitu dibawah 14%.(3)

Penyebab Stunting

Stunting selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat (weight faltering). Jika weight faltering tidak ditangani dengan optimal akan memperlampat laju pertumbuhan linier (tinggi badan) karena tubuh berusaha untuk mempertahankan status gizi. Jika ini terus berlangsung akan berlanjut menjadi stunting (malnutrisi kronik).(4)
Faktor yang mempengaruhinya, diantaranya status nutrisi ibu sebelum/saat hamil, pemberian makan bayi dan balita yang tidak adekuat serta infeksi.(5)

Penangan Stunting

Dalam upaya penurunan prevalensi stunting, pemerintah banyak mengeluarkan program untuk mewujudkannya. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) hingga gangguan secara tidak langsung (intervensi gizi sensitif). Sasaran prioritas upaya ini adalah orang-orang terlibat dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0–2 tahun. Sedangkan sasaran pentingnya adalah anak usia 24–59 bulan, remaja dan wanita usia subur.(6) Pemberian makanan tambahan yang adekuat pada balita merupakan salah satu cara pencegahan stunting yaitu dengan pemberian MP-ASI yang mengandung tinggi protein hewani.

Kenapa Protein Sangat Penting Untuk Pencegahan Stunting?

Salah satu faktor yang berpengaruh pada stunting adalah kecukupan makronutrien (protein, karbohidrat) dan mikronutrien (kalsium, vitamin A, zat besi dan zinc) pada tubuh. Makronutrien yang sangat penting untuk pertumbuhan adalah protein. Mencukupi kebutuhan harian protein sangat penting untuk pencegahan stunting.(7) Kebutuhan protein harian sesuai RDA (Recommended Dietary Allowances) bayi usia dibawah 1 tahun berkisar 1,5-2,2 gram/kg sedangkan balita sekitar 1,2 gram/kg.(8) Protein diperlukan untuk proses penting seperti fungsi kekebalan tubuh, proses seluler, struktur sel, pertumbuhan dan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi cukup protein setiap hari.(9)

Kenapa harus protein hewani?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-4

Kita bisa mendapatkan protein dari berbagai sumber makanan, baik dari tumbuhan maupun hewan. Protein terdiri dari asam amino, tubuh manusia menggunakan sekitar 20 asam amino berbeda untuk membangun protein.(10) Tubuh kita dapat membuat beberapa asam amino sendiri, tetapi ada 9 asam amino yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh yang dikenal sebagai asam amino esensial dan hanya bisa didapatkan dari makanan. Secara umum, protein hewani dikenal sebagai protein lengkap, artinya mengandung sembilan asam amino esensial.(11)

Daftar Sumber Protein Hewani Dan Nabati

Dari semua bahan pangan pada tabel 1, hati ayam memiliki kandungan protein tertinggi dibanding yang lain (27.4 gram). Untuk kategori ikan, ikan ekor kuning dan ikan kembung menempati dua urutan teratas sumber makanan tinggi protein (22.3 gram dan 21.3 gram). Kedua ikan tersebut sangat mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau sehingga sangat cocok dijadikan sebagai bahan makanan tambahan lokal.

Pada tabel 2, kita dapat melihat walaupun kacang kedelai segar (protein nabati)  memiliki sumber protein yang tidak kalah tinggi dari protein hewani, tetapi  kandungan proteinnya tidak selengkap protein hewani, terutama asam amino  esensialnya. (11)

Dampak Pemberian Protein Hewani

Berdasarkan beberapa penelitian, pemberian makanan tambahan dengan sumber tinggi protein hewani dapat meningkatkan laju pertumbuhan linier (tinggi badan) anak. Protein hewani memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak karena protein hewani mengandung asam amino esensial yang dapat mensintesis hormon pertumbuhan sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan anak sehingga dapat mencegah terjadinya stunting. (13-15)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz

Referensi

  1. WHO child growth standards and the identification of severe acute malnutrition in infants and children. A joint statement. Geneva: World Health Organization; 2009 (http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44129/1/9789241598163_eng.pdf, accessed 2 February 2024).
  2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2023
  3. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020–2024. Jakarta: Bappenas; 2019.
  4. Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting
  5. WHO Multicentre Growth Reference Study Group. WHO child growth standards. Length, height for-age, weight-for-age, weight-for-length and body mass index-for age. Methods and development. Geneva: World Health Organization; 2006 (http://www.who.int/childgrowth/standards/Technical_report.pdf, accessed 2 February 2024).
  6. Satriawan, E. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024. Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K); 2018.
  7. Siringoringo, E.T., Syauqy, A., Panunggal, B., Purwanti, R., Widyastuti, N. Karakteristik Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Asupan Zat Gizi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Baduta. Journal of Nutrition College, 9 (1): 154–62.; 2020, doi.org/10.14710/jnc.v9i1.26693
  8. IDAI. Pedoman Pelayanan Medis Jilid I. Jakarta. Jakarta: IDAI; 2009.
  9. Alberts B, Johnson A, Lewis J, et al. Molecular Biology of the Cell. 4th edition. New York: Garland Science; 2002. Protein Function. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK26911/?_ga=2.102239433.930663269.1707190346- 1861548750.1707096949
  10. Lopez MJ, Mohiuddin SS. Biochemistry, Essential Amino Acids. [Updated 2023 Mar 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557845/
  11. Berrazaga I, Micard V, Gueugneau M, Walrand S. The Role of the Anabolic Properties of Plant versus Animal-Based Protein Sources in Supporting Muscle Mass Maintenance: A Critical Review. Nutrients. 2019; 11(8):1825. https://doi.org/10.3390/nu11081825
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tabel Konsumsi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.
  13. Kaimila, Yankho et al. “Consumption of Animal-Source Protein is Associated with Improved Height-for-Age z Scores in Rural Malawian Children Aged 12⁻36 Months.” Nutrients vol. 11,2 480. 25 Feb. 2019, doi:10.3390/nu11020480
  14. Headey, Derek et al. “Animal Sourced Foods and Child Stunting.” American journal of agricultural economics vol. 100,5 1302-1319. 31 Jul. 2018, doi:10.1093/ajae/aay053
  15. Chipili, Given et al. “The Efficacy of Fish as an Early Complementary Food on the Linear Growth of Infants Aged 6-7 Months: A Randomised Controlled Trial.” Nutrients vol. 14,11 2191. 25 May. 2022, doi:10.3390/nu14112191