Makanan pabrikan dibuat dengan tujuan mempertimbangkan aspek kebutuhan disamping keamanan dan penerimaan untuk kelompok sasaran (ibu hamil). Makanan tambahan pabrikan diformulasikan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan tambahan zat gizi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak dan serat) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Sangat efektif jika dibandingkan dengan makanan tambahan bahan lokal yang harus dibuat perencanaan menu serta perhitungan gizinya terlebih dahulu.
Kementerian Kesehatan RI. Biskuit terdiri dari dua lapis dengan isi selai buah yang lembut, setiap satu kemasan primer berisi tiga buah biskuit lapis dengan berat 20 gram/biskuit lapis. Setiap bungkus/100 gram biskuit PMT mengandung 520 kalori, 56 gram karbohidrat, 16 gram protein, dan 26 gram lemak. Biskuit PMT ini diperkaya 11 macam vitamin (A,B1,B2, B3, B5, B6, B9 B12, C, D dan E) serta 7 macam mineral (Zat Besi, Selenium, Natrium, Zink, Iodium, dan Fosfor). Ketentuan pemberian biskuit PMT pada kehamilan trimester I diberikan 2 keping per hari. Pada kehamilan trimester II dan III diberikan 3 keping per hari. Pemberian biskuit PMT diberikan hingga Ibu hamil tidak lagi berada dalam kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) sesuai dengan pemeriksaan lingkar lengan atas (LiLA). Apabila berat badan sudah sesuai standar, dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan keluarga gizi seimbang.
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi dimana seseorang kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama, cara untuk mengetahuinya adalah dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), seseorang dengan LILA <23,5cm cenderung menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK). Penelitian pada tahun 2015 yang dilakukan oleh Chandra Dewi di wilayah Kerja Puskesmas Labuan Lombok mendapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan berat badan ibu hamil KEK yang telah diberikan makanan tambahan selama 90 hari dengan rata-rata 5,80±2,007 kilogram.(10)
Biskuit PMT ini hanya bisa diperoleh melalui bidan desa atau tenaga gizi saat pemeriksaan ANC (Antenatal Care) dengan perjanjian di fasilitas pelayanan kesehatan, melalui kunjungan rumah atau diambil oleh keluarga setelah melalui perjanjian sebelumnya. Meski begitu, biskuit PMT diprioritaskan bagi ibu hamil yang menderita KEK (Kekurangan Energi Kronis). Jika memang ada stok, ibu hamil dengan keadaan normal akan diberikan biskuit tersebut disertai edukasi gizi.(11) Jadi, rutin mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan janin kepada bidan desa setempat sangat penting sekali lho!