Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh semua komponen bangsa Indonesia secara terpadu
dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pengelolaan kesehatan diselenggarakan melalui pengelolaan administrasi kesehatan, informasi kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Komponen pengelolaan kesehatan yang disusun adalah

  1. Upaya kesehatan
  2. Penelitian dan pengembangan kesehatan
  3. Pembiayaan kesehatan
  4. Sumber daya manusia kesehatan
  5. Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan
  6. Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan
  7. Pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan SKN lebih lanjut dapat dilihat pada PP No 72 2021 Sistem Kesehatan Nasional [PDF]

FOTO ARTIKEL WEBSITE (83)

Halo teman gizi! Untuk kamu yang sedang menjalani masa – masa perkuliahan yang disibukkan dengan berbagai tugas, berikut terdapat beberapa aplikasi yang bisa kalian unduh untuk membantu memudahkan tugas – tugas atau pekerjaan kalian.

1. Who Anthro

Aplikasi desktop ini dibuat pada tahun 2005 yang diberi nama “WHO ANTHRO”. Aplikasi berbasis web ini dapat digunakan untuk menentukan status gizi dan dapat membantu para tenaga kesehatan menghitung nilai z-score, dapat digunakan untuk memantau perkembangan motorik balita berdasarkan data Antropometri. Sehingga, aplikasi ini dapat digunakan juga oleh para orang tua atau siapapun yang ingin mengetahui status gizinya. Klik link berikut ini untuk meng-install aplikasi : https://www.who.int/tools/growth-reference-data-for-5to19-years/application-tools

2. NutriSurvey

Nutrisurvei ini merupakan software yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan gizi bahan makanan atau resep makanan. Klik link berikut ini untuk meng-install : http://www.nutrisurvey.de/
Tersedia juga database untuk pangan Indonesia loh, Klik link berikut ini untuk meng-install : http://www.nutrisurvey.de/databases/indones.ZIP

3. Dietducate

Dietducate ini adalah aplikasi yang membantu dalam mengatur pola makan sehat dan bergizi, termasuk menurunkan atau meningkatkan BB dari AhliGiziID. Dietducate ini merupakan aplikasi berbasis Andoid yang terbagi dalam beberapa konten terkait pengaturan gizi seseorang berisi tentang Konsultasi gizi, Informasi kandungan gizi makanan , Artikel gizi ilmiah, dan beberapa fitur lainnya untuk membantu gaya hidup sehat masyarakat. Klik link berikut ini untuk meng-install : https://play.google.com/store/apps/details?id=dafidea.dietducated

4. Ns Andro ​

Ns Andro ini  merupakan aplikasi diluncurkan oleh Nutrisoft Bank berbasis Android yang ditujukan khusus untuk ahli gizi khususnya di bidang gizi klinik. Terdapat berbagai fitur yang disediakan untuk membantu memudahkan para ahli gizi menjalankan tugasnya seperti menghitung nilai dan kebutuhan gizi pasien. Klik link berikut ini untuk meng-install  : https://www.androidout.co.id/item/android-apps/787449/ns-andro/

5. NutriClin4​

NutriClin ini merupakan sebuah software yang diperuntukkan khusus untuk ahli gizi untuk membantu mempermudah dalam melakukan konseling sebagai data rekam medik. Aplikasi ini memiliki rumus formula untuk membantu menghitung jumlah kalori dan diet yang dibutuhkan pasien. Data seperti berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, serta riwayat pasien dapat dimasukkan ksecara berurutan untuk mengetahui Diet yang harus diberikan kepada pasien. Sudah pernah menggunakan? Klik link dibawah ini untuk meng-install : http://www.mediafire.com/file/lpcna5gz6c4oe8t/NutriCLin4.rar/file

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T214129.131

Memperhatikan gizi saat hamil itu penting banget loh moms untuk bayi dan juga ibunya sendiri. Sampai saat ini masih banyak informasi yang tidak benar seputar kehamilan, yang seharusnya baik untuk dilakukan malah terkadang dianggap hal yang buruk apalagi yang berkaitan dengan makanan dan gizi. Padahal kecukupan gizi ibu dimasa kehamilan akan berpengaruh terhadap tumbuh-kembang anak. Yuk moms, coba kita simak lebih lanjut bagaimana pemenuhan gizi saat hamil.

Membicarakan perihal makanan dan gizi ibu hamil tentu akan berkaitan pula dengan nafsu makan. Tidak sedikit dari ibu yang mengalami mual muntah diawal kehamilan, bahkan ada yang sampai 20 minggu usia kehamilan. Tentunya hal tersebut membuat ibu tidak nafsu makan atau menurunnya minat ibu untuk makan. Akibatnya tubuh akan lemas, wajah pucat dan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Hiperemesis gravidarum yang merupakan mual muntah berlebihan dengan asupan makan sedikit yang bisa membahayakan ibu dan janin. Jika tidak segera diatasi maka asupan makan ibu akan terus berkurang dan bisa menjadi penyebab tidak terpenuhinya gizi anak. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari makanan berlemak dan berbumbu tajam, makan dengan porsi kecil namun sering, dan makan makanan kering seperti biskuit. Selain itu bisa dengan membiasakan untuk tidak langsung duduk atau berdiri saat bangun tidur, lebih baik lakukan perlahan-lahan, serta hindari stres dan ketegangan.(1)

Prinsip gizi seimbang masih menjadi hal terpenting, ditambah dengan pengetahuan dan penerapan terkait pemilihan makanan yang tepat untuk ibu hamil. Lalu bagaimana gizi seimbang yang tepat untuk ibu hamil?

Berikut merupakan panduan pemenuhan zat gizi untuk ibu hamil :

1. Energi

Diperoleh dari semua makanan yang dikonsumsi, baik yang mengandung karbohidrat, protein, maupun lemak. Berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh seperti metabolisme dan aktivitas fisik. Kebutuhan ibu hamil berbeda dengan sebelum hamil, pada trimester 1 penambahan sebesar 180 kkal dan 300 kkal pada trimester 2 dan 3.(2) Jika selama kehamilan membatasi kalori maka ibu akan mengalami kekurangan kenaikan berat badan hamil yang akan berdampak pada kelahiran bayi dengan berat badan kurang atau berat badan lahir rendah (BBLR) yang akan berdampak juga pada kelainan dan penyakit tertentu dimasa depan.(3) Selain itu jika penambahan berat badan selama hamil terlalu berlebih juga akan menimbulkan diabetes mellitus gestasional (diabetes saat hamil) dan preeklamsia.(4) Anjuran penambahan berat badan hamil berdasarkan IMT pra hamil menurut IOM dalam Ariyani, 2012 adalah: IMT <18,5 kg/m2 dengan penambahan berat badan 12,6-18 kg, IMT 18,5-24,9 kg/m2 dengan penambahan berat 11,25-15,75 kg, IMT 25-29,9 kg/m2 dengan penambahan berat badan 6,75-11,25 kg dan IMT 30 kg/m2 dengan penambahan berat 4,95- 9kg.(5) Maka dari itu moms perlu banget nih untuk rajin cek berat badan ya untuk memantau kenaikan berat badan saat hamil.

2. Karbohidrat
FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T215754.069

Sumber karbohidrat bisa berasal dari konsumsi gula, pati, serat.(1) Namun konsumsi gula berlebih dapat dikaitkan dengan usia lahir prematur yang berdampak pada BBLR.(3) Karbohidrat ini nantinya akan berperan untuk sel- sel darah merah, janin, dan plasenta. Pemenuhannya dianjurkan sebesar 50-60% dari total energi, dan dapat dikonsumsi dari nasi, sereal, roti, pasta, jagung, singkong, sagu, dan ubi jalar.(1)

3. Protein

Protein diperlukan untuk proses pertumbuhan janin dan proses embriogenesis agar bayi yang dilahirkan normal.(3) Protein yang lebih diutamakan untuk dikonsumsi adalah protein hewani, karena protein hewani berhubungan erat dengan kandungan zat besi yang mudah diserap oleh tubuh dan berperan dalam pencegahan anemia pada ibu saat hamil dan bayi ketika lahir. Protein hewani bisa diperoleh dari ikan, daging sapi, ayam, telur, susu, yogurt dan selebihnya bisa dari protein nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan dan sebagainya.(1)

4. Lemak

Asam lemak omega 3, omega 6, DHA dan ALA sebaiknya dapat diutamakan atau dalam kata lain perbandingan porsinya lebih banyak dibandingkan dari lemak jenuhnya (lemak hewani).(1) Lemak tersebut memiliki fungsi untuk perkembangan dan fungsi saraf janin selama kehamilan. Banyak terdapat pada ikan bandeng, sarden, salmon, dan tuna. Selain ikan juga banyak terdapat pada minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, kacang dan biji-bijian.(6)

5. Vitamin dan Mineral

Vitamin membantu berbagai proses dalam tubuh seperti pembelahan dan pembentukan sel baru.

  1. vitamin A untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan sel serta jaringan janin. Contoh sumber makanan antara lain hati ayam, telur, mentega, keju, bayam, wortel, kentang dan lain-lain.(7)
  2. vitamin B seperti tiamin, riboflavin, dan niasin untuk membantu metabolisme energi, vitamin B6 untuk membantu protein membentuk sel-sel baru. Contoh sumber makanan antara lain bayam, kacang, pisang, kentang dan hati sapi.(8)
  3. vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi yang berasal dari bahan makanan nabati. Contoh sumber makanan antara lain pepaya, brokoli, kembang kol, jeruk, stroberi, dan  jambu biji.(7)
  4. vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Contoh sumber makanan antara lain telur, hati sapi, ikan tuna, keju dan butter.(7)
  5. Mineral berperan dalam berbagai tahap proses metabolisme dalam tubuh, termasuk dalam pertumbuhan janin yaitu zat yodium terdapat pada udang, kerang, tuna, dan zat seng seperti pada oatmeal, hati sapi, kacang hijau, roti gandum, telur dan sebagainya.(7) Serta peran mineral dalam pertumbuhan tulang dan gigi yaitu kalsium yang banyak terdapat pada ikan, udang, daging sapi, susu dan produk olahannya, tempe, tahu, kacang merah dan sebagainya.(9) Tidak hanya ibu saja yang perlu mengetahui gizi atau pola makan saat hamil, tetapi juga ayah bahkan orang tua atau mertua juga perlu mengerti. Sehingga ibu merasa mendapat motivasi atau dukungan dari orang sekitar. Pemenuhan gizi yang tepat pada saat hamil akan mendukung kelahiran bayi yang sehat, normal dengan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, yang nantinya akan menjadi penerus keturunan di masa mendatang.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Bahan Ajar Gizi. Jakarta; 2017.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. No. 28 Tahun 2019
  3. Syari, M , Joserizal, S, dan Ulvi, M. Peran asupan Zat Gizi Mikronutrien Ibu Hamil Terhadap Berat Badan Lahir Bayi di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015;4(3):729-736.
  4. Siti, dkk. Nutrisi Janin dan Ibu Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010
  5. Ariyani, Diny Eva, Endang Laksmining Achadi, and Anies Irawati. Validitas Lingkar Lengan Atas Mendeteksi Risiko Kekurangan Energi Kronis pada Wanita Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal.2o12;7(2);83-90.
  6. Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. 4th ed. Suharyati, dkk. Jakarta: EGC, 2019. 264-265 p.
  7. Fajar S. Handbook CAGI AZURA:”Buku Catatan Ahli Gizi Indonesia”. 3rd.2019. 165-199 p.
  8. Yuniati H dan Almasyhuri. Kandungan Vitamin B6, B9, B12 Dan E Beberapa Jenis Daging, Telur, Ikan Dan Udang Laut Di Bogor Dan Sekitarnya. Panel Gizi Makan. 2012:35(1);78-89.
  9. Shita ADP, dan Sulistiyani. Pengaruh Kalsium Terhadap Tumbuh Kembang Gigi Geligi Anak. Stomatognatic (J.K.G Unej).2010;7(3):40-44.

Hai Sobat Giziku! Permasalahan kekurangan vitamin A (KVA) pada anak masih menjadi persoalan di negara berkembang termasuk Indonesia. Bagaimana langkah pemerintah dalam mengentas prevalensi KVA yang belum terselesaikan? Kementerian Kesehatan melakukan pemberian vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus di posyandu maupun fasilitas kesehatan secara gratis [1]. Apakah pemerintah memfasilitasi pemberian vitamin A disaat pandemi? Tentu saja! Pemberian vitamin A di tengah keadaan pandemi COVID-19 tetap dilakukan dengan mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan. Apa sih pentingnya pemberian vitamin A bagi balita? Dan bagaimana cara pemberiannya? Simak ulasan dibawah ini!

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T220147.224

Program Pemberian Vitamin A

Sobat Gizi, tahukah kamu? Kegiatan pemberian vitamin A telah ditetapkan secara nasional untuk dilaksanakan setiap bulan Februari dan Agustus dari tahun 1991 sampai sekarang [2]. Menurut Riskesdas tahun 2013, data cakupan pemberian vitamin A pada anak berusia 12-59 sebesar 75,5%. Namun, menurut The Lancet Series, Maternal and Child Nutrition 2013 memberikan rekomendasi sebanyak 90% cakupan agar memberikan dampak yang luas. Sehingga, pemerintah Indonesia menjadikan pemberian kapsul vitamin A pada anak sebagai salah satu indikator keberhasilan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) untuk mendapatkan efektivitas program [3] dan penurunan prevalensi kekurangan vitamin A pada anak.

Pemberian kapsul vitamin A ini terintegrasi dengan program terkait seperti campak, imunisasi, diare, cacingan, dan tatalaksana anak dengan gizi buruk. Hal ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan, penyediaan logistik, pencatatan, dan pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi [4].

Apa sih Manfaat Vitamin A?

Vitamin A, atau yang biasa disebut retinol, merupakan suatu vitamin larut lemak yang memiliki banyak fungsi seperti penglihatan, reproduksi, membantu pertumbuhan dan perkembangan dan peningkatan sistem imunitas. Vitamin A dikenal akan fungsinya yang sangat baik bagi penglihatan. Bentuk aktif vitamin A, retinol, akan dimetabolisme dalam tubuh untuk membentuk pigmen rhodopsin, pigmen yang berperan dalam penciptaan bayangan visual.

Selanjutnya, ibu dan calon ibu harus tahu nih! Vitamin A ternyata merupakan faktor esensial untuk perkembangan sistem imunitas dan perkembangan sistem barrieratau perlindungan dari benda asing untuk anak dan balita, lho. Selain itu, dengan pemberian vitamin A membuat anak lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit infeksi seperti campak dan diare [3]. Dengan kata lain, pemberian vitamin A mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak terutama di tengah situasi pandemi COVID-19.

FOTO ARTIKEL WEBSITE - 2023-02-25T220907.193

Kenapa Balita Harus Mendapatkan Vitamin A?

Selain berbagai manfaat vitamin A yang telah disebutkan diatas, ada yang harus diketahui oleh para ibu dan calon ibu, nih! World Health Organization (WHO) sebagai badan kesehatan dunia telah melakukan banyak penelitian dan survei untuk mendeteksi daerah atau negara yang rentang mengalami kekurangan vitamin A. Hasilnya, tercatat sekitar 190 juta anak usia pra-sekolah di seluruh dunia, terutama di daerah Afrika dan Asia Tenggara, mengalami defisiensi vitamin A. Anak dengan xerophthalmia memiliki proporsi jumlah sel darah putih yang rendah dalam plasma darah sehingga mereka rentan jatuh sakit [3] dan sembuh dari penyakit infeksi cukup lama.

Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran WHO, pemerintah Indonesia melakukan pemberian vitamin A pada balita dengan usia yang disarankan untuk mendapatkan pemberian kapsul vitamin A adalah bayi usia 6-11 bulan dan anak usia 12-59 bulan. Pada bayi 6-11 bulan, kapsul vitamin A diberikan satu kali dengan dosis 100.000 IU). Sedangkan, pada bayi 12-59 bulan, diberikan tiap 4-6 bulan sekali dengan dosis 200.000 IU.

Bagaimana Cara Pemberiannya?

Suplementasi vitamin A pada bayi usia 6-11 bulan dan balita usia 12-59 bulan biasa dilakukan serentak di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terdekat, fasilitas kesehatan, dan Sekolah TK/PAUD tiap bulan Februari dan Agustus. Jika balita sasaran tidak mendatangi tempat yang dituju, akan dilakukan sweeping kunjungan ke rumah balita sasaran dengan tujuan untuk menjaring dan meningkatkan pemberian kapsul vitamin A.

Petugas kesehatan akan menanyakan terlebih dahulu pada ibu balita sasaran apakah bayi telah menerima kapsul vitamin A pada 1 bulan terakhir. Petugas kesehatan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum pemberian kapsul vitamin A pada anak. Kapsul biru dengan dosis 100.000 IU akan diberikan pada bayi usia 6-11 bulan dan kapsul merah dengan dosis 200.000 IU akan diberikan pada anak balita usia 12-59 bulan. Petugas kesehatan akan memotong ujung kapsul dan memastikan bayi dan anak balita menelan seluruh isi kapsul dan tidak memuntahkannya.

Ada info menarik, Sobat Giziku! Tidak hanya bayi dan anak balita yang bisa mendapatkan kapsul vitamin A. Ibu nifas usia 0-42 hari juga mendapatkan suplementasi vitamin A dengan dosis 200.000 IU dengan kapsul merah sebanyak 2 kali. Satu kapsul vitamin A pertama diminum segera setelah persalinan, dan satu kapsul kedua diminum 24 jam sesudah pemberian kapsul pertama.

Mari ajak anak ke posyandu atau fasilitas layanan kesehatan untuk dapatkan vitamin A secara gratis! Mata sehat dan tubuh yang kuat demi masa depan mereka.

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Dinas Kesehatan Aceh. Bulan Februari & Agustus itu Bulannya Vitamin A. 2020. Diakses melalui: https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2020/08/06/98/bulan-februari-agustus-itu-bulannya-vitamin-a.html
  2. Titiesari, YV. Mums, Ini Pentingnya Pemberian Kapsul Vitamin A untuk Bayi dan Balita! 2019. Artikel diakses pada 17 September 2021 pada https://www.guesehat.com/mums-ini-pentingnya-pemberian-kapsul-vitamin-a-untuk-bayi-dan-balita.
  3. Azrimaidaliza. Vitamin A, Imunitas, dan Kaitannya dengan Penyakit Infeksi. Jurnal Kesehatan masyarakat 2007;1(2): 90-96.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Manajemen Terintegrasi Suplementasi Vitamin A. 2016.

Kehamilan merupakan anugerah yang dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, seorang ibu hamil tentulah ingin melahirkan bayi yang normal dan sehat. Ciri bayi yang lahir normal adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan 37-42 minggu serta berat badan lahir antara 2500-4000 gram.(1) Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan usaha yang tidak mudah. Ibu hamil perlu mengontrol asupan bagi janin dan ibu hamil sendiri agar terpenuhi gizinya serta mencapai berat badan yang normal. Kali ini, penulis akan membahas fungsi terkait PMT (Pemberian Makanan Tambahan) serta penambahan kalori yang sesuai pada ibu hamil. Simak artikel di bawah ini, yuk!

Perhatikan Peningkatan Angka Kecukupan Gizi Berdasarkan Trimester Kehamilan

FOTO ARTIKEL WEBSITE (84)

Awal kehamilan dihitung mulai dari hari pertama menstruasi terakhir, anda harus mengingatnya karena inilah hari pertama usia kehamilan. Janin yang ada di kandungan akan berkembang selama kurang lebih 40 minggu, perkembangan janin dibagi menjadi tiga trimester menurut usia kehamilan.(2)(3)

1. Trimester I dengan usia kandungan 0-12 minggu.(4)(5)

Trimester I akan berlangsung pada 3 bulan pertama kehamilan, ibu hamil biasanya akan mengalami mual, muntah dan nafsu makan berkurang (morning sickness). Dalam hal ini ibu hamil tetap perlu menjaga asupannya agar tidak kekurangan gizi. Penambahan energi sebanyak +180 kkal, protein +1 gram, karbohidrat +25 gram, lemak total +2,3 gram dan serat +3 gram.

2. Trimester II dengan usia kandungan 13-27 minggu.(4)(5)

Pada trimester II, kebutuhan gizi ibu hamil bertambah karena pertumbuhan janin lebih cepat daripada trimester I. Gangguan morning sickness biasanya juga berkurang pada trimester II. Penambahan energi sebanyak +300 kkal, protein +10 gram, karbohidrat +40 gram, lemak total +2,3 gram serta serat +4 gram.

3. Trimester III dengan usia kandungan 28-40 minggu.(4)(5)

Penambahan kalori pada trimester III kurang lebih sama dengan tahap trimester II. Penambahan energi sebanyak +300 kkal, protein +10 gram, karbohidrat +40 gram, lemak total +2,3 gram serta serat +4 gram. Dalam tahap ini, selain asupan makanan yang meningkat, kebutuhan suplementasi vitamin dan mineral juga harus diperhatikan guna terhindar dari defisiensi yang dapat berakibat pada pertumbuhan sel janin. Untuk vitamin dan mineral dari ketiga tahap trimester kehamilan kurang lebih membutuhkan penambahan yang sama, seperti vit. A sebanyak +300 RE, folat +200 mikrogram, kolin +25 milligram, kalsium +200, besi +9 milligram, iodium +70 mikrogram dan seterusnya. Nah, jika dilihat dari penambahan kalori yang dibutuhkan bagi ibu hamil, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bisa lho memenuhi peran tersebut, pola makan ibu hamil tentunya masih mengacu pada pola makan gizi seimbang, ya!

Jenis Bahan Makanan Tambahan Yang Bisa Diberikan ​

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu selama masa kehamilan terutama kecukupan protein.(6) PMT bukan berarti mengganti asupan dari makanan utama, akan tetapi menambah asupan agar bayi di dalam kandungan memiliki gizi yang lebih baik lagi.(7) Berikut ini adalah jenis-jenis makanan tambahan yang bisa diberikan untuk ibu hamil:

1. Makanan Tambahan Lokal
FOTO ARTIKEL WEBSITE (85)

Bahan makanan lokal dapat diperoleh dan dibuat sesuai dengan ketersediaan di sekitar kelompok sasaran (ibu hamil), harus beragam serta bernilai gizi tinggi baik dari segi nilai maktronutrien (karbohidrat, protein, lemak dan serat) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral). Walaupun dapat membuat makanan tambahan lokal dengan variasi beragam, dalam hal ini ahli gizi perlu menyusun perencanaan menu guna menghitung nilai gizinya. Berikut contoh makanan tambahan lokal untuk ibu hamil :

  1. Lumpia Tahu Lumpia tahu berbahan dasar tepung beras, tepung terigu, telur, udang, tahu, selada, selai kacang serta minyak goreng. Akan didapat 147 kalori untuk 2 potong sedang.(8)
  2. Panada Ikan Panada berbahan dasar tepung terigu, ikan dan minyak goreng. Untuk ikan dapat digunakan sesuai keinginan, namun biasanya berisi ikan tuna suwir. Akan didapat kalori sebesar 164 kkal per saji.(9)
  3. Kroket Kentang Kroket kentang berbahan dasar kentang yang ditumbuk kemudian dipadatkan menjadi bentuk bulat-bulat, kroket kentang berisi sayuran seperti wortel dan daging cincang halus yang dibalut dengan tepung roti dan digoreng dengan minyak. Kalori yang akan didapatkan dari kroket kentang yakni 156 kkal per saji.(9)Nah, jika kita melihat contoh dari makanan tambahan lokal untuk ibu hamil diatas, Bahan makanan yang digunakan beragam namun penyajiannya masih dalam porsi yang kecil dan bisa dikonsumsi sebagai selingan dari makanan utama juga. Porsinya sesuaikan dengan kebutuhan zat gizi berdasarkan Trimester kehamilan, ya!
2. Makanan Tambahan Pabrikan.(7)(8)


pmt ibu hamil

Makanan pabrikan dibuat dengan tujuan mempertimbangkan aspek kebutuhan disamping keamanan dan penerimaan untuk kelompok sasaran (ibu hamil). Makanan tambahan pabrikan diformulasikan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan tambahan zat gizi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak dan serat) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Sangat efektif jika dibandingkan dengan makanan tambahan bahan lokal yang harus dibuat perencanaan menu serta perhitungan gizinya terlebih dahulu.

Kementerian Kesehatan RI. Biskuit terdiri dari dua lapis dengan isi selai buah yang lembut, setiap satu kemasan primer berisi tiga buah biskuit lapis dengan berat 20 gram/biskuit lapis. Setiap bungkus/100 gram biskuit PMT mengandung 520 kalori, 56 gram karbohidrat, 16 gram protein, dan 26 gram lemak. Biskuit PMT ini diperkaya 11 macam vitamin (A,B1,B2, B3, B5, B6, B9 B12, C, D dan E) serta 7 macam mineral (Zat Besi, Selenium, Natrium, Zink, Iodium, dan Fosfor). Ketentuan pemberian biskuit PMT pada kehamilan trimester I diberikan 2 keping per hari. Pada kehamilan trimester II dan III diberikan 3 keping per hari. Pemberian biskuit PMT diberikan hingga Ibu hamil tidak lagi berada dalam kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) sesuai dengan pemeriksaan lingkar lengan atas (LiLA). Apabila berat badan sudah sesuai standar, dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan keluarga gizi seimbang.

Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi dimana seseorang kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama, cara untuk mengetahuinya adalah dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), seseorang dengan LILA <23,5cm cenderung menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK). Penelitian pada tahun 2015 yang dilakukan oleh Chandra Dewi di wilayah Kerja Puskesmas Labuan Lombok mendapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan berat badan ibu hamil KEK yang telah diberikan makanan tambahan selama 90 hari dengan rata-rata 5,80±2,007 kilogram.(10)

Biskuit PMT ini hanya bisa diperoleh melalui bidan desa atau tenaga gizi saat pemeriksaan ANC (Antenatal Care) dengan perjanjian di fasilitas  pelayanan kesehatan, melalui kunjungan rumah atau diambil oleh keluarga setelah melalui perjanjian sebelumnya. Meski begitu, biskuit PMT diprioritaskan bagi ibu hamil yang menderita KEK (Kekurangan Energi Kronis). Jika memang ada stok, ibu hamil dengan keadaan normal akan diberikan biskuit tersebut disertai edukasi gizi.(11) Jadi, rutin mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan janin kepada bidan desa setempat sangat penting sekali lho!

Editor : Erni, S.Tr.Gz

Refrensi

  1. Dewi & Lia, VN. Asuhan Neonatus bayi dan Anak Balita. Salemba Medika. Jakarta; 2018.
  2. Cleveland Clinic. Fetal Development: Stages of Growth. Cleveland Clinic medical professional. 2020. [Diakses pada 15 September 2021].[Diambil dari :  :https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7247-fetal-development-stages-of-growth
  3. Budianita EB. Penerapan Metode Learning Vector Quantization2 (LVQ 2) Untuk Menentukan Gangguan Kehamilan Trimester I. SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri; 2018 June 24;15(2):144-51.
  4. Sutomo, B. Menu Sehat untuk Ibu Hamil. DeMedia; 2010.
  5. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Permenkes 28 Tahun 2019. Jakarta; 2019.
  6. Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta; 2010
  7. Kementerian Kesehatan RI. Perbaikan Gizi Untuk Generasi Agar Mampu Memenangkan Persaingan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta; 2016.
  8. Izwardy, D. Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Pendidikan Gizi Pemberian Tambahan Makanan Lokal Bumil Dan Balita Serta Konsep Pendidikan Gizi-PMBA Melalui Dana BOK 2019 Dan Balita. Kementerian kesehatan RI. Jakarta; 2019.
  9. Kementerian Kesehatan RI. PMT Ibu Hamil dan MP-ASI. Direktorat Bina Gizi. Jakarta; 2011.
  10. Chandradewi AA. Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan ibu hamil KEK (kurang energi kronis) di wilayah kerja Puskesmas Labuan Lombok. Jurnal Kesehatan Prima. 2018 Apr 10;9(1):1391-402.
  11. Direktorat Gizi Masyarakat. Pedoman Pelayanan Gizi Pada Masa Tanggap Darurat COVID-19 Untuk Tenaga Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta;  2020.

Halo teman gizi! Sebagai seorang mahasiswa/i Gizi atau untuk kalian yang bekerja di bidang Gizi pasti sangat tidak asing dengan Penilaian Status Gizi dong yaaa…Penilaian Status Gizi adalah kompetensi seorang Nutrisionis dan Dietisien untuk menganalisis masalah gizi yang dialami seorang atau sekelompok orang serta untuk menentukan kebutuhan zat gizi dan menu diet seseorang. Antropometri yang merupakan salah satu cara Penilaian Status Gizi secara langsung yang mengukur ukuran tubuh manusia. Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

Ilmugiziku memproduksi Satu set alat bantu Penilaian Status Gizi yaitu Antropometri Kit yang akan membantu mempermudah kalian dalam melakukan Penilaian Status Gizi. Satu set Antropometri Kit ini dikemas dengan ringkas, mudah dibawa kemanapun dan kapanpun. Tas organizer yang memiliki banyak space, dapat juga diisi dengan form penelitian.

Versi Satuan
Versi Bundle
WhatsApp Image 2022-02-01 at 22.04.14
WhatsApp Image 2022-02-01 at 21.59.27

Satu set Antropometrik Kit ini terdiri dari :

  1. Infantometer/Staturemeter
  2. Pita LiLA
  3. Meterline
  4. Notebook Antropometri
  5. Pulpen/alat tulis
  6. Rumus Perhitungan

*Untuk versi bundle antropometrikit dilengkapi dengan buku PAGK Anak dan Dewasa.

Untuk pemesanan kalian bisa mememesan melalui halaman website kami yaitu ilmugiziku.com atau langsung KLIK DISINI. Dan untuk kalian yang ingin lebih tahu tentang apa saja isi dari Satu set Antropometri Kit ini kalian bisa kepoin akun Instagram kita @ilmugiziku atau langsung KLIK DISINI. Terima kasih, dan jangan lupa order yaa!