Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. (1) Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Jika tidak ditangani dengan cepat, malaria dapat mengakibatkan komplikasi yang berat, bahkan berisiko mengancam jiwa.

Imunitas Tubuh: Garda Terdepan Lawan Malaria

FOTO ARTIKEL WEBSITE-94

Sistem imun yang kuat berperan sebagai benteng utama tubuh dalam melawan infeksi malaria. Ketika parasit memasuki aliran darah, sistem imun berfungsi untuk menghancurkan dan menghalangi penyebarannya. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kekurangan protein dapat mempengaruhi beberapa jenis sel imun, perlindungan terhadap malaria tetap terjaga asalkan sistem kekebalan utama tetap berfungsi dengan baik. Tubuh yang lemah akibat kurang tidur, stres, atau penyakit lainnya lebih mudah mengalami gejala malaria yang berat. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi sangat penting, terutama di daerah endemis. (2, 3)

Gizi Seimbang: Pondasi Sistem Imun

Makanan bergizi memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi malaria. Asupan protein, seperti yang terdapat dalam telur, ikan, dan kacang-kacangan, berkontribusi pada pembentukan sel-sel imun. Selain itu, zat besi yang terkandung dalam sayuran hijau dan hati juga krusial untuk mencegah anemia, yang sering kali dapat memperburuk gejala malaria. Sebuah penelitian yang dilakukan di Burkina Faso menunjukkan bahwa anak-anak dengan status gizi buruk cenderung lebih rentan mengalami malaria klinis, terutama saat musim penularan. (3) Seng (zinc) memiliki peran yang sangat penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Kekurangan seng dapat mengurangi respon antibodi terhadap Plasmodium falciparum.. Selain itu, vitamin A, C, dan E yang diperoleh dari buah-buahan dan sayuran segar berfungsi sebagai antioksidan yang memperkuat sistem imun serta mendukung proses pemulihan. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, tubuh akan lebih siap menghadapi parasit penyebab malaria dan mempercepat proses penyembuhan. (4, 5)

Langkah Pencegahan Malaria yang Efektif

Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan malaria:

  1. Menggunakan Kelambu Berinsektisida Tidur di bawah kelambu berinsektisida merupakan cara yang sangat efektif untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk saat malam hari.
  2. Memakai Pakaian Tertutup Saat berada di luar rumah, terutama di waktu senja hingga subuh, kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kemungkinan gigitan nyamuk.
  3. Mengoleskan Lotion Anti Nyamuk Pilihlah lotion yang mengandung DEET atau picaridin, karena kedua bahan ini terbukti ampuh dalam mencegah gigitan nyamuk.
  4. Melakukan Fogging dan Membersihkan Sarang Nyamuk Lakukan pengasapan (fogging) secara rutin serta bersihkan lingkungan dari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk.
  5. Memasang Kasa Nyamuk pada Ventilasi dan Jendela Mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah adalah langkah penting yang sering kali terabaikan.
  6. Konsultasi untuk Obat Pencegahan (Profilaksis) Bagi mereka yang berencana untuk bepergian ke daerah dengan risiko tinggi malaria, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat pencegah malaria.
  7. Dukungan terhadap Imunisasi Vaksin malaria, seperti RTS,S, telah mulai digunakan di beberapa negara di Afrika. Jika tersedia, vaksin ini dapat menjadi perlindungan tambahan yang sangat berharga.
FOTO ARTIKEL WEBSITE-93

Gaya Hidup Sehat: Pondasi Kekebalan Tubuh

  1. Tidur Cukup dan Berkualitas
    Tidur 7–9 jam membantu regenerasi sel dan memperkuat imunitas alami tubuh.
  2. Olahraga Rutin
    Aktivitas fisik seperti jalan kaki, senam, atau yoga selama 30 menit sehari bantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung respons imun.
  3. Kelola Stress
    Stress kronis bisa menurunkan daya tahan tubuh. Lakukan aktivitas positif seperti meditasi, journaling, atau ngobrol santai dengan orang terdekat.
  4. Hindari Rokok dan Alkohol
    Zat toksik dari rokok dan alkohol bisa menekan fungsi sistem imun dan memperparah infeksi.
  5. Cukupi Kebutuhan Cairan
    Minum air putih 8 gelas per hari penting untuk menjaga metabolisme tubuh dan mendukung sistem detoks alami.

Kesimpulan

Malaria bukan sekadar penyakit biasa. Namun, dengan sistem imun yang kuat, asupan gizi yang cukup, pencegahan yang konsisten, dan gaya hidup sehat, kita dapat melindungi diri sendiri serta orang-orang terdekat kita. Edukasi dan kolaborasi menjadi kunci utama menuju Indonesia bebas malaria.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. World Health Organization (2023). Malaria. WHO Official Website.
  2. Zeba, A. N., et al. (2021). Pre-season nutritional status and malaria incidence in children in Burkina Faso and Mali. Malaria Journal, 20(1), 337.
  3. Weerasinghe, K., et al. (2022). Zinc deficiency and antibody response to Plasmodium falciparum antigens in Tanzanian children. PubMed.
  4. Israel, C., et al. (2018). Nutritional supplementation and antibody response to Plasmodium falciparum in children in Malawi. Malaria Journal, 17(1), 407.
  5. Sureshchandra, S., et al. (2022). Impact of low-protein diet on the immune response to malaria vaccination. PubMed.

Gizi yang baik bukan hanya tentang makan yang cukup, tapi juga makan yang tepat. Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah tubuhmu sudah mendapatkan asupan zat gizi yang sesuai atau belum? Banyak orang merasa sehat karena tidak sakit, padahal status gizinya belum tentu ideal. Kekurangan ataupun kelebihan gizi bisa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk pada risiko penyakit berbahaya.

Kenapa Penting Memeriksa Status Gizi?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-91

Pemeriksaan dan pemantauan status gizi bukan hanya dilakukan untuk mereka yang sudah sakit, melainkan untuk semua orang yang ingin hidup sehat. Deteksi dini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah berbagai penyakit kronis di masa depan. Status gizi menggambarkan keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan masalah seperti stunting pada anak, anemia pada remaja putri, atau obesitas yang kini makin banyak terjadi. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, persentase kejadian stunting pada balita di Indonesia mencapai 21,5%. Adapun anemia pada remaja usia 15-24 tahun sebesar 15,5%, dan pada ibu hamil 27,7%. Sementara obesitas pada orang dewasa >18 tahun mencapai persentase 23,4%. Angka ini tentu menjadi sinyal penting bahwa deteksi dan pencegahan masalah kesehatan perlu dilakukan sejak dini. (1) Bukan hanya itu, berbagai masalah lain seperti penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes mellitus, gagal ginjal kronik) juga masih mengalami peningkatan angka kejadian. (2) Pendekatan proaktif dengan adanya pemeriksaan status gizi sejak dini memungkinkan dilakukannya intervensi tepat waktu. Dengan demikian, dampak yang secara signifikan bisa terjadi pada perkembangan fisik dan mental bisa dicegah lebih awal. Salah satu contoh implementasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan dan pemantauan status gizi pada anak, utamanya di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang tepat di masa golden age. (3)

Bagaimana Cara Mengetahui Status Gizi?

Status gizi dapat diketahui secara mudah dan akurat melalui beberapa metode pengukuran atau pemeriksaan, seperti:

  1. Pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) atau panjang badan menurut umur (PB/U), yang merupakan salah satu cara mendeteksi stunting pada balita. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan infantometer untuk usia <2 tahun, dan stadiometer untuk usia >2 tahun.
  2. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Ini bisa diterapkan pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Tujuannya untuk mengetahui status gizi, khususnya pada kejadian obesitas dan underweight. Pengukuran lingkar perut juga dapat dlakukan untuk mendeteksi adanya obesitas sentral.
  3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan pita LiLA. Ini dilakukan pada ibu hamil atau anak-anak sebagai indikator risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK).
  4. Pemeriksaan darah sederhana, misalnya kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi kejadian anemia. Alat ukur yang digunakan bisa dengan hemoglobinometer digital (hemocue). (4) (5)

Pemeriksaan di atas bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, posyandu, atau bahkan secara mandiri dengan alat yang sederhana dan panduan yang tepat.

Cegah Sejak Dini, Mulai dari Hal Kecil

Pencegahan status gizi yang buruk bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti:

FOTO ARTIKEL WEBSITE-92
  1. Menyediakan makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
  2. Membiasakan membaca label gizi pada kemasan makanan.
  3. Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
  4. Membatasi konsumsi makanan ultra-olahan, termasuk pembatasan asupan gula, garam, dan lemak berlebih. (3)
Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. 2023 [cited 2025 April 21]. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
  2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI. Laporan Kinerja Semester 1 Tahun 2023. 2023 [cited 2025 April 21]. Available from: https://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/08/Final- LAKIP-Ditjen-P2P-Semester-I-Tahun-2023.pdf
  3. EClinicalMedicine. Safeguarding early nutrition. 2023. [cited 2025 April 21]. Available from: https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2023.102186
  4. Kementerian Kesehatan RI. Standar Antropometri Anak. 2020 [cited 2025 April 21]. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_S tandar_Antropometri_Anak.pdf
  5. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. 2017 [cited 2025 April 21]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp- content/uploads/2018/01/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017-Cetak-1.pdf

Malaria adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang banyak ditemukan di daerah tropis, salah satunya di Indonesia. Malaria tidak ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang, melainkan dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang menyebabkan adanya infeksi parasit plasmodium. Parasit itu akan menetap di organ hati kemudian berkembang biak dan menyerang sel-sel darah merah. (1) Berikut adalah 5 tips untuk melawan malaria yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari- hari.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-89

1. Menjaga Pola Makan dengan Menerapkan Gizi Seimbang

Pemenuhan gizi untuk tubuh dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang berpedoman pada gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang mempunyai 4 pilar, yaitu mengonsumsi pangan beraneka ragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, mempertahankan dan memantau berat badan normal, dan melakukan aktivitas fisik serta menjaga kebersihan. (2). Penerapan pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengacu pada isi piringku, yaitu mengisi ½ piring dengan sayur dan buah, mengisi 1/3 piring dengan makanan pokok, dan mengisi bagian yang tersisa dari piring dengan lauk-pauk. (2). Makanan yang cukup dan bergizi seimbang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk meningkatkan imunitas tubuh agar dapat melawan malaria.

Secara khusus, makanan yang mengandung vitamin A, C, D, dan E sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh. Vitamin A berperan dalam meningkatkan fungsi imun dan meregulasi respons sistem imun, baik imunitas selular dan humoral. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan penguatan fungsi sistem imun. Vitamin D berperan dalam memodulasi respon imunitas alami di dalam tubuh. Sedangkan Vitamin E berperan dalam memodulasi berbagai fungsi imunitas. Selain vitamin, mineral juga mempunyai peran penting dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, khususnya zink. Mineral ini berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan fungsi imun. (3). Vitamin dan mineral bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi sehari- hari, mulai dari makanan pokok, protein nabati dan hewani, lemak, sayuran, buah- buahan, hingga susu. Vitamin D juga bisa didapatkan dari sinar matahari. Dengan menerapkan pola makan yang mengacu pada gizi seimbang, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dan dapat melawan malaria.

2. Melakukan Aktivitas Fisik

Akhir-akhir ini, kebiasaan yang seringkali dilakukan oleh banyak orang adalah rebahan sambil bermain ponsel. Kurangnya aktivitas fisik, tidak hanya dapat berpengaruh pada kelebihan berat badan apabila tidak diimbangi dengan pola makan yang baik dan benar, tetapi juga dapat melemahkan sistem imunitas di dalam tubuh. Aktivitas fisik dapat dilakukan di dalam rumah, seperti melakukan pekerjaan rumah. Olahraga juga merupakan bagian dari aktivitas fisik. Setiap orang disarankan untuk rutin berolahraga selama 30 menit per hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu untuk membantu meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuh. Berolahraga tidak harus selalu mengeluarkan uang yang banyak. Salah satu olahraga yang mudah dan tanpa mengeluarkan biaya adalah jalan kaki, yang bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. (2,4)

3. Minum Air Putih yang Bersih dan Cukup

FOTO ARTIKEL WEBSITE-90

Minum air putih yang bersih dan cukup dapat membantu menjaga imunitas pada tubuh. Keseimbangan hidrasi dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit yang akan menyerang tubuh, termasuk malaria. Kekurangan air pada tubuh dapat meningkatkan risiko adanya gangguan pada metabolisme, infeksi, hingga timbulnya berbagai penyakit. (2)

4. Menjalankan Pola Hidup yang Sehat

Pola hidup yang sehat dapat membantu menjaga imun tubuh dan mencegah terjangkitnya penyakit malaria. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan tidur yang cukup, tidak merokok, menghindari konsumsi alkohol, dan menjaga kebersihan lingkungan. Tidur yang cukup dapat membantu menjaga imunitas tubuh. Waktu tidur yang disarankan secara umum selama 6-8 jam dalam sehari. Kekurangan tidur dapat menyebabkan penurunan imunitas tubuh. Orang yang merokok dan minum minuman beralkohol juga dapat berisiko mengalami kerusakan pada imunitas tubuh. (1,4) Pola hidup yang sehat juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan untuk mencegah adanya jentik-jentik nyamuk yang dapat berisiko menyebabkan terjangkitnya penyakit malaria. Hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Membersihkan lingkungan di sekitar rumah secara rutin.
  2. Tidak membiarkan adanya genangan air di sekitar rumah. Jika ada air yang memang sengaja ditampung, maka diberikan tutup agar tidak menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.
  3. Tidak menggantung pakaian terlalu banyak di sekitar tempat tidur. (1)

5. Manajemen Stres yang Baik

Stres memang mudah menyerang siapa saja karena banyaknya hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem imunitas pada tubuh. (4). Hal yang dapat dilakukan jika mengalami stres berlebihan, yaitu berolahraga, melakukan latihan pernapasan, membuat jurnal, melakukan hobi, dan beristirahat.

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Kemenkes. Kenali Apa itu Malaria: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan [Internet]. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024 [cited 2025 April 21] p.1. Avalaible from: https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-malaria
  2. Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi, Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2019. 15-19 p.
  3. Santoso A.H, Chian. S. Asupan gizi seimbang tingkatkan imunitas tubuh saat pandemi covid- 19. Senapenmas. 2021:503-508.
  4. Adrian K. Berbagai Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit [Internet. Alodokter. 2024 [cited 2025 April 21] p.1. Avalaible from: https://www.alodokter.com/berbagai-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-agar-tidak- mudah-sakit

Sobat ilmugiziku, apa yang sobat fikirkan ketika mendengar pangan lokal? Yah, mungkin sebagian dari sobat beranggapan kalau pangan lokal merupakan pangan rendah zat gizi, tidak praktis, atau bahkan dianggap kurang relevan dengan gaya hidup modern saat ini. Namun tahukah sobat, kalau sebenarnya makanan ini menyimpan berbagai jenis kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan kita lho. Terutama untuk ibu hamil dan janin yang di kandungnya. Ingin tahu lebih lanjut alasan mengapa pangan lokal bermanfaat untuk ibu hamil, dan apa pangan lokal yang direkomendasikan? Simak artikel berikut ini yaa!

Kenapa Ibu Hamil Harus Konsumsi Pangan Lokal?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-87

Pangan lokal merupakan pangan yang ditemui di sekitar kita. Pangan lokal sangat penting untuk ibu hamil bukan hanya karena ketersediannya yang melimpah. Namun juga ternyata pangan lokal mempunyai berbagai manfaat untuk ibu hamil. Pangan yang mudah ditemukan memperbesar peluang untuk dikonsumsi terus menerus. Pangan lokal juga mempunyai harga yang relatif lebih murah. Sehingga sangat memungkinkan untuk dikonsumsi berbagai kalangan.

Berapa Kebutuhan Gizi Ibu Hamil?

Ibu hamil memerlukan kebutuhan asupan gizi yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Peningkatan asupan gizi ini digunakan untuk tumbuh kembang janin selama kurang lebih 9 bulan. Penambahan kalori pada ibu hamil bahkan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019. Dimana Kemenkes merekomendasikan penambahan kalori sebesar 180 kalori pada ibu hamil trimester pertama dan 330 kalori pada ibu hamil trimester kedua dan ketiga. (1) Namun jangan salah, konsumsi makanan pada ibu hamil bukan hanya kuantitasnya saja yang perlu ditingkatkan, namun juga kualitas.

Apa Saja Pangan Lokal Kaya Zat Gizi itu?

1. Ikan Kembung

Ikan ini digadang-gadang pangan lokal yang sangat tinggi protein. Bahkan dengan harganya yang jauh berbeda dengan ikan salmon ikan ini mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi. Dalam 100 gram ikan kembung mengandung 125 kalori, 21,3 gram protein, 3,4 gram lemak, 2,2 gram karbohidrat, 136 mg kalsium, 69 mg fosfor, 0,8 mg zat besi. (2) Konsumsi 100 gram ikan kembung setara dengan mengkonsumsi 200 gram telur kampung. Ini artinya, dalam berat yang sama kandungan protein ikan kembung 2x lipat dibandingkan telur kampung. Sobat, tahu gak sih kalau ibu hamil ternyata membutuhkan protein yang ternyata gak sedikit. Protein ini bermanfaat dalam pertumbuhan janin serta kesehatan bumil lho. Bukan hanya itu, protein juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh bumil, sehingga tidak mudah sakit.

2. Ubi Jalar
FOTO ARTIKEL WEBSITE-88

Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang mempunyai berbagai variasi warna. Warna yang dihasilkan tentunya dipengaruhi oleh senyawa penyusunnya. Beberapa ubi jalar yang familiar di Indonesia diantaranya ubi jalar ungu, kuning, putih, atau pun orange. Ubi jalar ini mengandung senyawa bioaktif yaitu antosianin dan karotenoid yang menjadikan ubi jalar menjadi salah satu pangan fungsional. (3) Kandungan antosianin dalam ubi jalar bermanfaat dalam menangkal radikal bebas, memperkuat sistem imun tubuh, mencegah penyakit kardiovaskular, sebagai anti inflamasi, kanker, atau pun diabetes pada ibu hamil. (4) Dalam 100 gram, ubi jalar ungu mengandung antosianin sebesar 110,15 mg, sedangkan pada ubi jalar kuning sebesar 32,2 mg, dan ubi jalar putih sebesar 30,2 mg. (5)

3. Kacang-Kacangan (Kacang Hijau, Kacang Kedelai, Kacang Merah)

Pangan lokal kaya zat gizi lain yang tak kalah menariknya adalah kacang- kacangan. Kacang-kacangan yang direkomendasikan ini tidak hanya kacang hijau, kacang kedelai, atau pun kacang merah. Namun kacang-kacangan lain seperti kacang tolo, kacang mete, atau pun kacang tanah. Penelitian yang dilakukan Gignac et al menemukan temuan yang menarik, anak-anak dari ibu yang mengonsumsi 2 hingga 3 ons kacang setiap minggu selama kehamilan cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes memori, perhatian, dan IQ. (6)

4. Alpukat

Alpukat merupakan buah yang aman dan bergizi untuk ibu hamil. Buah ini diketahui bukan hanya bermanfaat untuk ibu hamil, namun juga untuk janin yang dikandungnya. Kandungan buah alpukat yang bermanfaat untuk ibu hamil dan janin yang dikandungnya diantaranya serat, lemak tak jenuh, vitamin, mineral, dan asam folat. Dalam 100 gram alpukat mengandung 85 kalori, 0,9 gram protein, 6,5 gram lemak, 7,7 gram karbohidrat, 10 mg kalsium, 20 mg fosfor, 0,9 mg besi, 2 mg natrium, 278 mg kalium, 0,2 mg tembaga, 0,4 mg seng, 189 mg beta-karoten, 81 mcg asam folat. (2) Kandungan asam folat pada buah alpukat bermanfaat untuk ibu hamil pada trimester pertama. Kandungan asam folat membantu membangun sistem saraf bayi termasuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang sehingga dapat mengurangi risiko cacat lahir pada bayi. (7, 8)

5. Pepaya

Buah pepaya merupakan salah satu buah lokal yang direkomendasikan untuk ibu hamil karena ternyata memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan jeruk, kandungan vitamin C pepaya jauh lebih tinggi. Pepaya diketahui mempunyai kandungan vitamin C sebesar 78 mg per 100 gram, sedangkan jeruk mengandung 49 mg per 100 gram. (2) Vitamin C merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Dimana zat besi merupakan mineral yang membantu pembentukan hemoglobin. Buah pepaya juga bermanfaat melancarkan ibu hamil yang sering sembelit. Selain murah, buah pepaya juga dapat dikonsumsi sepanjang tahun karena tidak termasuk buah musiman.

6. Bayam

Selama masa kehamilan, ibu hamil disarankan memperbanyak asupan sayuran karena mengandung gizi penting bagi ibu dan janin. Sayur bayam diketahui mengandung asam folat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, C, dan serat yang dibutuhkan bumil. Sama dengan alpukat, bayam juga diketahui mempunyai kandungan asam folat yang tinggi. Dalam 100 gram bayam mentah, mengandung 130 mcg asam folat yang bermanfaat untuk ibu hamil trimester pertama. (2)

Sobat ilmugiziku, setelah membaca artikel ini semakin tahu kan kalau pangan lokal sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang janin serta mengoptimalkan kesehatam bumil. Jadi, jangan takut untuk konsumsi pangan lokal yaa. Sehatkan bumil, sehatkan generasi masa depan, mulai dari apa yang kita makan hari ini!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019. Jakarta: 2019.
  2. Kementerian Kesehatan. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. 2020. Jakarta: 2020.
  3. Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian. Info Teknologi: Mengenal Ubi Jalar Sebagai Bahan Pangan Fungsional [Internet]. 2023 [cited 2025 April 19]. Available from: https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/info-literasi/mengenal-ubi-jalar-sebagai-bahan- pangan-fungsional-2.
  4. Ifadah, et al. Ulasan Ilmiah: Antosianin dan Manfaatnya untuk Kesehatan. Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian. 2022:3(2):11-21.
  5. Farida et al., Potensi Ubi Jalar Ungu Analisis Kandungan Gizi. 1nd ed. Malang: 2023.
  6. Gignac, et al. Maternal nut intake in pregnancy and child neuropsychological development up to 8 years old: a population-based cohort study in Spain. Eur J Epidemiol. 2019:34(7):661-673.
  7. Hartati, Sri. Diversifikasi Tanaman Pekarangan Dengan Tanaman Alpukat untuk Meningkatkan Gizi Keluarga. Jurnal SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat). 2022:11(2):161-166.
  8. Nursila and Maryati. The Effect of Avocado Fruit on the Nutritional Needs of Pregnant Women Trimeter I at PMB Tati Hidayat Jati Rahayu Bekasi In 2022. International Journal of Health and Pharmaceutical. 2023:3(3):558-566.

Perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam banyak aspek kehidupan. Mulai dari mengurus keluarga, mengejar karier, hingga berkontribusi dalam masyarakat. Semua peran ini tentu membutuhkan energi, konsentrasi, dan daya tahan tubuh yang prima. Oleh karena itu, asupan gizi yang tepat sangat penting untuk mendukung perempuan agar bisa menjalani perannya secara optimal dan berkelanjutan.

Bagaimana Kebutuhan Gizi Khusus Perempuan di Setiap Siklus Kehidupan?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-85

Perempuan memiliki beberapa fase khusus dalam siklus kehidupan, yang berkaitan dengan fungsi fisiologisnya. Di setiap masa tersebut, keseimbangan makronutrien dan mikronutrien menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk dipenuhi demi mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Makronutrien berperan dalam kontribusi energi, perbaikan dan pertumbuhan otot, serta keseimbangan hormon. Sementara mikronutrien sangat mendukung stabilitas fungsi fisiologis lainnya di masing-masing siklus kehidupan. (1)

1. Masa Remaja dan Usia Subur

Di masa remaja, perempuan mengalami menstruasi dan pertumbuhan yang pesat, termasuk mulai aktif secara reproduksi karena memasuki usia subur di rentang 15-49 tahun. Kondisi ini membuat remaja putri atau pun Wanita Usia Subur (WUS) lainnya membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang ekstra, seperti:

  1. Zat besi, berperan dalam mengganti kehilangan darah akibat menstruasi, mencegah anemia, dan mendukung peningkatan volume darah selama kehamilan. (2)
  2. Kalsium dan vitamin D, mendukung pembentukan massa tulang secara maksimal untuk mencegah osteoporosis di masa tua.
  3. Zinc dan selenium, untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan, serta perlindungan terhadap berbagai macam radikal bebas. (3)
  4. Omega-3, mendukung kesehatan hormonal dan suasana hati. (4)
2. Kehamilan dan Menyusui

Selain remaja putri, ibu hamil dan menyusui juga dikategorikan sebagai kelompok rentan, yang asupan zat gizinya sangat perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan ibu hamil dan menyusui tidak hanya memenuhi asupan zat gizi untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk janin atau bayinya.Misalnya asupan protein yang penting untuk mendukung pertumbuhan jaringan di 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) anak. Beberapa jenis zat gizi lainnya yang sangat berperan seperti:

  1. Asam folat dan zat besi, untuk mencegah anemia, cacat tabung saraf, dan komplikasi kehamilan. Sebuah studi menjelaskan bahwa suplementasi vitamin dan mineral, salah satunya zat besi juga terbukti meningkatkan kadar hemoglobin yang dapat mengurangi risiko berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. (5)
  2. Zinc, penting untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan perkembangan janin, serta kelahiran bayi yang lebih sehat.
  3. DHA (omega-3), berperan dalam mendukung perkembangan otak janin.
  4. Kalsium, berperan dalam pembentukan tulang yang kuat, baik untuk bayi maupun ibu. (1)
3. Menopause dan Penuaan

Menopause merupakan masa dimana perempuan tidak lagi mengalami menstruasi, atau sudah melewati masa suburnya. Artinya, aktivitas hormon estrogen juga akan menurun. Saat hormon estrogen menurun, risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular meningkat. Beberapa asupan zat gizi sangat perlu diperhatikan pada masa ini untuk mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan penuaan atau pun perubahan hormon. (6)

  1. Protein, berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan otot, membantu mengurangi risiko sarcopenia, dan masalah umum lainnya pada usia lanjut.(7)
  2. Karbohidrat dan asam lemak omega-3, penting untuk mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan kardiovaskular saat pasca-menopause.
  3. Kalsium dan vitamin D, menjaga kepadatan tulang, dan membantu mencegahosteoporosis yang biasanya sangat lazim terjadi pada wanita pasca- menopause. (8)
  4. Vitamin, serat, dan antioksidan, berperan dalam metabolisme energi dan fungsi kognitif, meringankan gejala menopause, menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penuaan sel serta risiko penyakit kronis.

Peranan Zat Gizi untuk Kesehatan Mental Perempuan

FOTO ARTIKEL WEBSITE-86

Perempuan sering kali dikaitkan dengan adanya beban peran ganda dalam kehidupan, yang tidak hanya berjuang dalam karier, namun juga dalam urusan rumah tangga dan keluarga. Hal ini bisa saja memberikan risiko yang lebih besar bagi perempuan pada terjadinya stres, mood swing, hingga depresi. Salah satu penyebab yang bisa memperparah keadaan ini adalah tidak seimbangnya asupan zat gizi yang dikonsumsi, sehingga mood dan fungsi kognitif tidak terjaga dengan baik. (9) Beberapa makanan tertentu bisa membantu memperbaiki suasana hati dan mencegah gangguan mental, seperti:

  1. Triptofan, asam amino esensial yang dibutuhkan untuk memproduksi serotonin dan meredakan perubahan suasana hati akibat kondisi pra-menstruasi. Zat gizi ini dapat ditemukan dalam telur, susu, atau pun kacang-kacangan.
  2. Vitamin B6, B12, dan folat, berperan penting untuk sintesis neurotransmitter, yang mempengaruhi regulasi suasana hati. Asupan vitamin ini dikaitkan dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. (10)
  3. Vitamin D, yang jika terjadi kekurangan, maka dapat meningkatkan risiko depresi dan kelelahan. Paparan matahari pagi dan suplemen bisa membantu dalam pengaktifan vitamin D dalam tubuh.
  4. Probiotik, atau mikrobiota sehat dalam usus yang bisa berkontribusi terhadap mood yang stabil (gut-brain axis). (11)
  5. Asam lemak omega-3, berperan dalam peningkatan fungsi kognitif dan pengaturan gejala depresi. (12)
  6. Zat besi, magnesium, zinc, yang jika kekurangan dapat memicu kecemasan dan stres berlebih, serta menurunkan konsentrasi dan kesehatan otak.

Bagaimana Strategi Praktis Pemenuhan Gizi di Tengah Peran Kehidupan?

Sebagian besar perempuan yang masih aktif bekerja atau berkarier, termasuk mengurus rumah tangga dan keluarga, biasanya memiliki waktu luang yang terbatas. Akan tetapi, waktu yang terbatas ini jangan sampai menjadi alasan untuk mengabaikan asupan gizi yang seimbang setiap harinya. Berikut beberapa tips praktis agar perempuan bisa tetap menerapkan pola hidup sehat, termasuk dalam memperhatikan asupan zat gizinya dengan seimbang.

  1. Melakukan meal prep mingguan. Meal prep biasanya dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 menit hingga 1 jam untuk menyiapkan makanan selama seminggu ke depan. (13)
  2. Menerapkan “Isi Piringku” setiap kali makan. Menurut Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dari Kemenkes RI, porsi ideal saat makan sebaiknya diisi dengan 50% sayur dan buah, serta 50% lainnya diisi dengan karbohidrat dan protein. (14)
  3. Snack sehat, yakni bisa dengan mengonsumsi buah potong, granola bar rendah gula, atau kacang-kacangan sebagai pengganti camilan tinggi lemak dan gula. (15)
  4. Tetap terhidrasi, yakni asupan cairan harian yang senantiasa perlu dipenuhi. Hal ini bisa diterapkan dengan minum minimal 2 liter air per hari, namun membatasi untuk konsumsi minuman manis. (16)
  5. Pilih metode memasak yang sehat: kukus, rebus, atau panggang untuk mempertahankan kandungan gizi. Selain efisien, metode memasak ini juga bisa menjadikan makanan lebih rendah kalori, dibandingkan memasak dengan menggunakan minyak yang banyak seperti deep frying. (17)
Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Fitriani, L., & Yanti, D. Efficacy of macro and micronutrient interventions in adolescent nutritional status: a systematic review. Influence: International Journal Of Science Review [Internet], 2023;5(2), 176-183. Available from: https://doi.org/10.54783/influencejournal.v5i2.147
  2. Davidson, S. M., Dampang, D. P., & Padjao, A. Adequate Nutritional Intake and Nutritional Status with Adolescent Menstrual Cycle. Jurnal Ilmiah Kesehatan [Internet]. 2023;5(3), 450-459. Available from: https://doi.org/10.36590/jika.v5i3.359
  3. Zavros, A., Andreou, E., Aphamis, G., Bogdanis, G. C., Sakkas, G. K., Roupa, Z., & Giannaki, C. D. The effects of zinc and selenium Co-supplementation on resting metabolic rate, thyroid function, physical fitness, and functional capacity in overweight and obese people under a hypocaloric diet: a randomized, double- blind, and placebo-controlled trial. Nutrients [Internet], 2023;15(14), 1-19. Available from: https://doi.org/10.3390/nu15143133
  4. MGH Psychiatry News. High-Dose Omega-3 Fatty Acids Improve Aspects of Cognition in Depressed Patients with Elevated Levels of Inflammation. 2024 [cited 2025 April 17]. Available from: https://mghpsychnews.org/omega-3-fatty-acids- improve-depression-motivation-and-cognition/
  5. Gyimah, L. A. The Impact of Dietary Intake and Nutritional Status on Birth Outcomes Among Pregnant Adolescents: A Systematic Review. Qeios [Internet]. 2024;6, 1-21. Available from: https://doi.org/10.32388/ca1ip0.2
  6. Liu, Y., Qian, K., Shi, X., Jing, Y., He, H., Li, Y., ... & Wang, S. Synergistic Effects of Nutrients on Musculoskeletal Health in Gerontology: Understanding the Combined Impact of Macronutrients and Micronutrients. Nutrients [Internet], 2024;16(11), 2-12. Available from: https://doi.org/10.3390/nu16111640
  7. Zupo, R., Castellana, F., Coelho Júnior, H. J., De Pergola, G., Clodoveo, M. L., & Sardone, R. The role of nutrition in healthy aging. Frontiers in Medicine [Internet], 2023;10, 1-3. Available from: https://doi.org/10.3389/fmed.2023.1335119
  8. Erdélyi, A., Pálfi, E., Tűű, L., Nas, K., Szűcs, Z., Török, M., ... & Várbíró, S. The importance of nutrition in menopause and perimenopause—a review. Nutrients [Internet], 2023;16(1),`1-21. Available from: https://doi.org/10.3390/nu16010027
  9. Jafari-Vayghan, H., Mirmajidi, S., Mollarasouli, Z., Vahid, F., Saleh-Ghadimi, S., & Dehghan, P. Mental health is associated with nutrient patterns and Index of Nutritional Quality (INQ) in adolescent girls-an analytical study. Human Nutrition & Metabolism [Internet], 2023;31, 1-7 Available from: https://doi.org/10.1016/j.hnm.2022.200176
  10. Grajek, M., Krupa-Kotara, K., Białek-Dratwa, A., Sobczyk, K., Grot, M., Kowalski, O., & Staśkiewicz, W. Nutrition and mental health: A review of current knowledge about the impact of diet on mental health. Frontiers in Nutrition [Internet], 2022;9, 1-14. Available from: https://doi.org/10.3389/fnut.2022.943998
  11. Harvard Health Publishing. Probiotics may help boost mood and cognitive function. 2023 [cited 2025 April 17]. Available from: https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/probiotics-may-help-boost- mood-and-cognitive-function
  12. Muscaritoli, M. The impact of nutrients on mental health and well-being: insights from the literature. Frontiers in nutrition [Internet], 2021;8, 1-10. Available from: https://doi.org/10.3389/fnut.2021.656290
  13. Hidayat, T., Sumarlina, S., Marseva, A. D., Napitupulu, T. S., & Mahanani, R. S. Edukasi Food Preparation untuk Meningkatkan Kompetensi Santriwati di Pondok Pesantren Annuriyyah Kabupaten Jember. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia [Internet], 2023;3(1), 237-242. Available from: https://doi.org/10.54082/jamsi.6
  14. Kementerian Kesehatan RI. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. 2024 [cited 2025 April 17]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/isi- piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
  15. Kementerian Kesehatan RI. 5 Camilan Karbohidrat yang Sehat. 2024 [cited 2025 April 17]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240605/0045667/5-camilan- karbohidrat-yang-sehat/
  16. Kementerian Kesehatan RI. Minum Air Putih Untuk Kesehatan. 2025 [cited 2025 April 17]. Available from: https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/67d2662c3854e53bdd34029c
  17. Kementerian Kesehatan RI. Lebih Aman dengan Food Preparation. 2024 [cited 2025 April 17]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240118/3044792/lebih-

Status gizi adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Deteksi dini status gizi dapat mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini, dari stunting pada anak hingga penyakit kronis pada dewasa. Pemeriksaan sederhana dapat menjadi langkah besar untuk hidup lebih sehat.

Apa Itu Status Gizi?

FOTO ARTIKEL WEBSITE-83

Status gizi adalah keadaan yang tercipta dari keseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan tubuh. Jika keduanya seimbang, maka akan menghasilkan status gizi yang baik. Orang yang mempunyai status gizi baik tidak mudah terkena penyakit infeksi maupun degeneratif. Pada dasarnya, masalah gizi merupakan cerminan dari asupan zat gizi yang belum sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang kurang dapat menyebabkan kasus kekurangan gizi, dan sebaliknya orang yang asupan gizinya berlebih akan menderita gizi lebih. Jadi, status gizi adalah gambaran individu sebagai akibat dari asupan gizi sehari-hari.

Cara Mengukur Status Gizi

Status gizi dapat diketahui melalui pengukuran beberapa metode, kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan standar atau rujukan. Berikut beberapa metode yang umum digunakan:

1. Antropometri

Metode ini paling umum dan mudah dilakukan. Antropometri adalah pengukuran tubuh atau bagian tubuh manusia, misalnya berat badan, tinggi badan, ukuran lingkar kepala, ukuran lingkar dada, ukuran lingkar lengan atas, dan lainnya. Hasil ukuran antropometri kemudian dirujuk sesuai umur dan jenis kelamin. Salah satu indikator yang paling sering digunakan pada orang dewasa adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dari berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter) seperti pada rumus berikut.

FOTO ARTIKEL WEBSITE-84
2. Biokimia

Tes biokimia mengukur zat gizi dalam cairan tubuh, jaringan tubuh, atau ekskresi urine. Contohnya adalah mengukur status yodium dengan memeriksa urine, mengukur status hemoglobin dengan pemeriksaan darah dan lainnya.

3. Klinis

Metode ini melibatkan pemeriksaan fisik dan riwayat medis oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan klinis biasanya dilakukan dengan bantuan perabaan, pendengaran, penglihatan, dan lainnya. Contohnya adalah pemeriksaan pembesaran kelenjar gondok akibat kekurangan yodium.

4. Pengukuran Konsumsi Pangan

Kecukupan asupan zat gizi dapat diketahui melalui pengukuran konsumsi pangan (dietary method). Salah satu metode pengukuran asupan zat gizi untuk individu adalah recall 24 jam. Recall 24 jam dilakukan dengan menanyakan makanan yang telah dikonsumsi dalam 24 jam yang lalu. Tujuannya untuk mengetahui asupan zat gizi individu dalam sehari. (1)

Kapan Sebaiknya Memeriksa Status Gizi?

Pemeriksaan status gizi sebaiknya tidak dilakukan saat merasa sakit atau berat badan berubah drastis. Justru, deteksi sejak dini dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan sebelum muncul, Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memeriksa status gizi?

  1. Saat masa pertumbuhan: Anak-anak dan remaja mengalami perubahan fisik yang pesat. Pemeriksaan rutin membantu memastikan mereka tumbuh optimal dan mencegah risiko stunting, anemia, atau obesitas sejak dini. (2)
  2. Sebelum dan selama kehamilan: Ibu yang status gizinya baik akan lebih siap menghadapi kehamilan dan mendukung tumbuh kembang janin. (3)
  3. Secara rutin: Balita setiap bulan (minimal 8x/tahun), lansia setahun sekali atau setiap 3 bulan bila berisiko, dan orang dewasa umum minimal setahun sekali. (4–6)

Memeriksa status gizi bukan hanya urusan anak-anak atau orang sakit. Ini adalah langkah yang sederhana dan penting untuk siapa saja yang ingin hidup sehat dan produktif. Yuk, cek status gizimu dan jangan tunggu sampai ada keluhan!

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Par’i HM. Penilaian Status Gizi: Dilengkapi Proses Asuhan Gizi Terstandar. Cetakan 20. Rezkina E, editor. Jakarta; 2019. 1–194 hal.
  2. Unicef Uganda. Key practice: Monitoring Growth and Development of the Child [Internet]. [dikutip 14 April 2025]. Tersedia pada: https://www.unicef.org/uganda/key-practice-monitoring-growth-and- development-child
  3. World Health Organization. WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience [Internet]. WHO Library Cataloguing. Luxemburg; 2016 [dikutip 14 April 2025]. 105 hal. Tersedia pada: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/250796/9789241549912- eng.pdf;sequence=1
  4. Fajarsari D, Utami LR, Ratifah. Pengaruh Kehadiran Bidan terhadap Partisipasi Ibu Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2012. e-Journal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YLPP. 2012.
  5. Nestle Nutrition Institute. Nutrition Screening as Easy as MNA: A Guide to Completing the Mini Nutritional Assessment (MNA). 2021. 12 hal.
  6. Academy of Nutrition and Dietetics. Adult Weight Management [Internet]. Evidence Analysis Library; 2015 [dikutip 14 April 2025]. Tersedia pada: https://www.andeal.org/vault/pq130.pdf