Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan
melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. (1) Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang
serius, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Jika tidak ditangani dengan cepat,
malaria dapat mengakibatkan komplikasi yang berat, bahkan berisiko mengancam jiwa.
Imunitas Tubuh: Garda Terdepan Lawan Malaria
Sistem imun yang kuat berperan sebagai benteng utama tubuh dalam melawan infeksi
malaria. Ketika parasit memasuki aliran darah, sistem imun berfungsi untuk
menghancurkan dan menghalangi penyebarannya. Penelitian menunjukkan bahwa
meskipun kekurangan protein dapat mempengaruhi beberapa jenis sel imun, perlindungan
terhadap malaria tetap terjaga asalkan sistem kekebalan utama tetap berfungsi dengan
baik. Tubuh yang lemah akibat kurang tidur, stres, atau penyakit lainnya lebih mudah
mengalami gejala malaria yang berat. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi
sangat penting, terutama di daerah endemis. (2, 3)
Gizi Seimbang: Pondasi Sistem Imun
Makanan bergizi memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap infeksi malaria. Asupan protein, seperti yang terdapat dalam telur, ikan, dan
kacang-kacangan, berkontribusi pada pembentukan sel-sel imun. Selain itu, zat besi yang
terkandung dalam sayuran hijau dan hati juga krusial untuk mencegah anemia, yang sering
kali dapat memperburuk gejala malaria. Sebuah penelitian yang dilakukan di Burkina Faso
menunjukkan bahwa anak-anak dengan status gizi buruk cenderung lebih rentan
mengalami malaria klinis, terutama saat musim penularan. (3)
Seng (zinc) memiliki peran yang sangat penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.
Kekurangan seng dapat mengurangi respon antibodi terhadap Plasmodium falciparum..
Selain itu, vitamin A, C, dan E yang diperoleh dari buah-buahan dan sayuran segar
berfungsi sebagai antioksidan yang memperkuat sistem imun serta mendukung proses
pemulihan. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, tubuh akan lebih siap
menghadapi parasit penyebab malaria dan mempercepat proses penyembuhan. (4, 5)
Langkah Pencegahan Malaria yang Efektif
Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan malaria:
Menggunakan Kelambu Berinsektisida
Tidur di bawah kelambu berinsektisida merupakan cara yang sangat efektif untuk
melindungi diri dari gigitan nyamuk saat malam hari.
Memakai Pakaian Tertutup
Saat berada di luar rumah, terutama di waktu senja hingga subuh, kenakan pakaian
berlengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kemungkinan gigitan
nyamuk.
Mengoleskan Lotion Anti Nyamuk
Pilihlah lotion yang mengandung DEET atau picaridin, karena kedua bahan ini
terbukti ampuh dalam mencegah gigitan nyamuk.
Melakukan Fogging dan Membersihkan Sarang Nyamuk
Lakukan pengasapan (fogging) secara rutin serta bersihkan lingkungan dari
genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk.
Memasang Kasa Nyamuk pada Ventilasi dan Jendela
Mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah adalah langkah penting yang sering kali
terabaikan.
Konsultasi untuk Obat Pencegahan (Profilaksis)
Bagi mereka yang berencana untuk bepergian ke daerah dengan risiko tinggi
malaria, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai
penggunaan obat pencegah malaria.
Dukungan terhadap Imunisasi
Vaksin malaria, seperti RTS,S, telah mulai digunakan di beberapa negara di Afrika.
Jika tersedia, vaksin ini dapat menjadi perlindungan tambahan yang sangat
berharga.
Gaya Hidup Sehat: Pondasi Kekebalan Tubuh
Tidur Cukup dan Berkualitas
Tidur 7–9 jam membantu regenerasi sel dan memperkuat imunitas alami tubuh.
Olahraga Rutin
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, senam, atau yoga selama 30 menit sehari bantu
melancarkan sirkulasi darah dan mendukung respons imun.
Kelola Stress
Stress kronis bisa menurunkan daya tahan tubuh. Lakukan aktivitas positif seperti
meditasi, journaling, atau ngobrol santai dengan orang terdekat.
Hindari Rokok dan Alkohol
Zat toksik dari rokok dan alkohol bisa menekan fungsi sistem imun dan
memperparah infeksi.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air putih 8 gelas per hari penting untuk menjaga metabolisme tubuh dan
mendukung sistem detoks alami.
Kesimpulan
Malaria bukan sekadar penyakit biasa. Namun, dengan sistem imun yang kuat, asupan gizi
yang cukup, pencegahan yang konsisten, dan gaya hidup sehat, kita dapat melindungi diri
sendiri serta orang-orang terdekat kita. Edukasi dan kolaborasi menjadi kunci utama
menuju Indonesia bebas malaria.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
World Health Organization (2023). Malaria. WHO Official Website.
Zeba, A. N., et al. (2021). Pre-season nutritional status and malaria incidence in children in Burkina
Faso and Mali. Malaria Journal, 20(1), 337.
Weerasinghe, K., et al. (2022). Zinc deficiency and antibody response to Plasmodium falciparum
antigens in Tanzanian children. PubMed.
Israel, C., et al. (2018). Nutritional supplementation and antibody response to Plasmodium
falciparum in children in Malawi. Malaria Journal, 17(1), 407.
Sureshchandra, S., et al. (2022). Impact of low-protein diet on the immune response to malaria
vaccination. PubMed.
Gizi yang baik bukan hanya tentang makan yang cukup, tapi juga makan yang tepat.
Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah tubuhmu sudah mendapatkan asupan zat
gizi yang sesuai atau belum? Banyak orang merasa sehat karena tidak sakit, padahal
status gizinya belum tentu ideal. Kekurangan ataupun kelebihan gizi bisa
menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk pada risiko penyakit
berbahaya.
Kenapa Penting Memeriksa Status Gizi?
Pemeriksaan dan pemantauan status gizi bukan hanya dilakukan untuk mereka yang
sudah sakit, melainkan untuk semua orang yang ingin hidup sehat. Deteksi dini bisa
menjadi langkah awal untuk mencegah berbagai penyakit kronis di masa depan.
Status gizi menggambarkan keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan
tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan masalah seperti stunting pada anak,
anemia pada remaja putri, atau obesitas yang kini makin banyak terjadi.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, persentase kejadian stunting pada
balita di Indonesia mencapai 21,5%. Adapun anemia pada remaja usia 15-24 tahun
sebesar 15,5%, dan pada ibu hamil 27,7%. Sementara obesitas pada orang dewasa >18
tahun mencapai persentase 23,4%. Angka ini tentu menjadi sinyal penting bahwa
deteksi dan pencegahan masalah kesehatan perlu dilakukan sejak dini. (1) Bukan
hanya itu, berbagai masalah lain seperti penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes
mellitus, gagal ginjal kronik) juga masih mengalami peningkatan angka kejadian. (2)
Pendekatan proaktif dengan adanya pemeriksaan status gizi sejak dini
memungkinkan dilakukannya intervensi tepat waktu. Dengan demikian, dampak yang
secara signifikan bisa terjadi pada perkembangan fisik dan mental bisa dicegah lebih
awal. Salah satu contoh implementasi yang dapat dilakukan adalah dengan
melakukan pemeriksaan dan pemantauan status gizi pada anak, utamanya di 1000
Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini sangat penting untuk memastikan
pertumbuhan dan perkembangan yang tepat di masa golden age. (3)
Bagaimana Cara Mengetahui Status Gizi?
Status gizi dapat diketahui secara mudah dan akurat melalui beberapa metode
pengukuran atau pemeriksaan, seperti:
Pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) atau panjang badan menurut
umur (PB/U), yang merupakan salah satu cara mendeteksi stunting pada balita.
Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan infantometer untuk usia <2 tahun, dan stadiometer untuk usia >2 tahun.
Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Ini bisa diterapkan pada anak-anak,
remaja, dan dewasa. Tujuannya untuk mengetahui status gizi, khususnya pada
kejadian obesitas dan underweight. Pengukuran lingkar perut juga dapat dlakukan
untuk mendeteksi adanya obesitas sentral.
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan pita LiLA. Ini dilakukan pada ibu
hamil atau anak-anak sebagai indikator risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Pemeriksaan darah sederhana, misalnya kadar hemoglobin (Hb) untuk
mendeteksi kejadian anemia. Alat ukur yang digunakan bisa dengan
hemoglobinometer digital (hemocue). (4) (5)
Pemeriksaan di atas bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, posyandu, atau bahkan
secara mandiri dengan alat yang sederhana dan panduan yang tepat.
Cegah Sejak Dini, Mulai dari Hal Kecil
Pencegahan status gizi yang buruk bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti:
Menyediakan makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak
sehat, vitamin, dan mineral.
Membiasakan membaca label gizi pada kemasan makanan.
Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
Membatasi konsumsi makanan ultra-olahan, termasuk pembatasan asupan gula,
garam, dan lemak berlebih. (3)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Survei
Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. 2023 [cited 2025 April 21]. Available from:
https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian
Kesehatan RI. Laporan Kinerja Semester 1 Tahun 2023. 2023 [cited 2025 April 21].
Available from: https://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/08/Final-
LAKIP-Ditjen-P2P-Semester-I-Tahun-2023.pdf
EClinicalMedicine. Safeguarding early nutrition. 2023. [cited 2025 April 21].
Available from: https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2023.102186
Kementerian Kesehatan RI. Standar Antropometri Anak. 2020 [cited 2025 April 21].
Available from:
http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_S
tandar_Antropometri_Anak.pdf
Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. 2017
[cited 2025 April 21]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-
content/uploads/2018/01/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017-Cetak-1.pdf
Malaria adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang banyak ditemukan di
daerah tropis, salah satunya di Indonesia. Malaria tidak ditularkan melalui kontak
langsung dari orang ke orang, melainkan dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang
menyebabkan adanya infeksi parasit plasmodium. Parasit itu akan menetap di organ
hati kemudian berkembang biak dan menyerang sel-sel darah merah. (1) Berikut
adalah 5 tips untuk melawan malaria yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari.
1. Menjaga Pola Makan dengan Menerapkan Gizi Seimbang
Pemenuhan gizi untuk tubuh dapat dilakukan dengan menjaga pola makan
yang berpedoman pada gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang mempunyai 4 pilar,
yaitu mengonsumsi pangan beraneka ragam, membiasakan perilaku hidup bersih
dan sehat, mempertahankan dan memantau berat badan normal, dan melakukan
aktivitas fisik serta menjaga kebersihan. (2).
Penerapan pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, dapat
mengacu pada isi piringku, yaitu mengisi ½ piring dengan sayur dan buah, mengisi
1/3 piring dengan makanan pokok, dan mengisi bagian yang tersisa dari piring
dengan lauk-pauk. (2). Makanan yang cukup dan bergizi seimbang dapat memenuhi
kebutuhan gizi untuk meningkatkan imunitas tubuh agar dapat melawan malaria.
Secara khusus, makanan yang mengandung vitamin A, C, D, dan E sangat
dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh. Vitamin A
berperan dalam meningkatkan fungsi imun dan meregulasi respons sistem imun,
baik imunitas selular dan humoral. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan
penguatan fungsi sistem imun. Vitamin D berperan dalam memodulasi respon
imunitas alami di dalam tubuh. Sedangkan Vitamin E berperan dalam memodulasi
berbagai fungsi imunitas. Selain vitamin, mineral juga mempunyai peran penting
dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, khususnya zink. Mineral ini
berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan fungsi imun. (3).
Vitamin dan mineral bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi sehari-
hari, mulai dari makanan pokok, protein nabati dan hewani, lemak, sayuran, buah-
buahan, hingga susu. Vitamin D juga bisa didapatkan dari sinar matahari. Dengan
menerapkan pola makan yang mengacu pada gizi seimbang, diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan gizi sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dan dapat
melawan malaria.
2. Melakukan Aktivitas Fisik
Akhir-akhir ini, kebiasaan yang seringkali dilakukan oleh banyak orang adalah
rebahan sambil bermain ponsel. Kurangnya aktivitas fisik, tidak hanya dapat
berpengaruh pada kelebihan berat badan apabila tidak diimbangi dengan pola
makan yang baik dan benar, tetapi juga dapat melemahkan sistem imunitas di
dalam tubuh.
Aktivitas fisik dapat dilakukan di dalam rumah, seperti melakukan pekerjaan
rumah. Olahraga juga merupakan bagian dari aktivitas fisik. Setiap orang disarankan
untuk rutin berolahraga selama 30 menit per hari atau minimal 3-5 hari dalam
seminggu untuk membantu meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuh.
Berolahraga tidak harus selalu mengeluarkan uang yang banyak. Salah satu
olahraga yang mudah dan tanpa mengeluarkan biaya adalah jalan kaki, yang bisa
dilakukan pada pagi atau sore hari. (2,4)
3. Minum Air Putih yang Bersih dan Cukup
Minum air putih yang bersih dan cukup dapat membantu menjaga imunitas
pada tubuh. Keseimbangan hidrasi dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi
dan penyakit yang akan menyerang tubuh, termasuk malaria. Kekurangan air pada
tubuh dapat meningkatkan risiko adanya gangguan pada metabolisme, infeksi,
hingga timbulnya berbagai penyakit. (2)
4. Menjalankan Pola Hidup yang Sehat
Pola hidup yang sehat dapat membantu menjaga imun tubuh dan mencegah
terjangkitnya penyakit malaria. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan tidur yang
cukup, tidak merokok, menghindari konsumsi alkohol, dan menjaga kebersihan
lingkungan.
Tidur yang cukup dapat membantu menjaga imunitas tubuh. Waktu tidur
yang disarankan secara umum selama 6-8 jam dalam sehari. Kekurangan tidur
dapat menyebabkan penurunan imunitas tubuh. Orang yang merokok dan minum
minuman beralkohol juga dapat berisiko mengalami kerusakan pada imunitas tubuh.
(1,4)
Pola hidup yang sehat juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan
untuk mencegah adanya jentik-jentik nyamuk yang dapat berisiko menyebabkan
terjangkitnya penyakit malaria. Hal yang dapat dilakukan, antara lain:
Membersihkan lingkungan di sekitar rumah secara rutin.
Tidak membiarkan adanya genangan air di sekitar rumah. Jika ada air yang
memang sengaja ditampung, maka diberikan tutup agar tidak menjadi
sarang jentik-jentik nyamuk.
Tidak menggantung pakaian terlalu banyak di sekitar tempat tidur. (1)
5. Manajemen Stres yang Baik
Stres memang mudah menyerang siapa saja karena banyaknya hal yang
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat
menyebabkan penurunan fungsi sistem imunitas pada tubuh. (4). Hal yang dapat
dilakukan jika mengalami stres berlebihan, yaitu berolahraga, melakukan latihan
pernapasan, membuat jurnal, melakukan hobi, dan beristirahat.
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
Kemenkes. Kenali Apa itu Malaria: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan [Internet]. Ayo Sehat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024 [cited 2025 April 21] p.1. Avalaible from:
https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-malaria
Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi,
Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2019. 15-19 p.
Santoso A.H, Chian. S. Asupan gizi seimbang tingkatkan imunitas tubuh saat pandemi covid-
19. Senapenmas. 2021:503-508.
Adrian K. Berbagai Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit [Internet.
Alodokter. 2024 [cited 2025 April 21] p.1. Avalaible from:
https://www.alodokter.com/berbagai-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-agar-tidak-
mudah-sakit
Sobat ilmugiziku, apa yang sobat fikirkan ketika mendengar pangan lokal? Yah,
mungkin sebagian dari sobat beranggapan kalau pangan lokal merupakan pangan
rendah zat gizi, tidak praktis, atau bahkan dianggap kurang relevan dengan gaya
hidup modern saat ini. Namun tahukah sobat, kalau sebenarnya makanan ini
menyimpan berbagai jenis kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan kita
lho. Terutama untuk ibu hamil dan janin yang di kandungnya.
Ingin tahu lebih lanjut alasan mengapa pangan lokal bermanfaat untuk ibu hamil,
dan apa pangan lokal yang direkomendasikan? Simak artikel berikut ini yaa!
Kenapa Ibu Hamil Harus Konsumsi Pangan Lokal?
Pangan lokal merupakan pangan yang ditemui di sekitar kita. Pangan lokal sangat
penting untuk ibu hamil bukan hanya karena ketersediannya yang melimpah.
Namun juga ternyata pangan lokal mempunyai berbagai manfaat untuk ibu hamil.
Pangan yang mudah ditemukan memperbesar peluang untuk dikonsumsi terus
menerus. Pangan lokal juga mempunyai harga yang relatif lebih murah. Sehingga
sangat memungkinkan untuk dikonsumsi berbagai kalangan.
Berapa Kebutuhan Gizi Ibu Hamil?
Ibu hamil memerlukan kebutuhan asupan gizi yang lebih banyak dibandingkan
sebelum hamil. Peningkatan asupan gizi ini digunakan untuk tumbuh kembang
janin selama kurang lebih 9 bulan. Penambahan kalori pada ibu hamil bahkan
diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun
2019. Dimana Kemenkes merekomendasikan penambahan kalori sebesar 180
kalori pada ibu hamil trimester pertama dan 330 kalori pada ibu hamil trimester
kedua dan ketiga. (1)
Namun jangan salah, konsumsi makanan pada ibu hamil bukan hanya kuantitasnya
saja yang perlu ditingkatkan, namun juga kualitas.
Apa Saja Pangan Lokal Kaya Zat Gizi itu?
1. Ikan Kembung
Ikan ini digadang-gadang pangan lokal yang sangat tinggi protein. Bahkan
dengan harganya yang jauh berbeda dengan ikan salmon ikan ini mempunyai
kandungan protein yang lebih tinggi. Dalam 100 gram ikan kembung
mengandung 125 kalori, 21,3 gram protein, 3,4 gram lemak, 2,2 gram
karbohidrat, 136 mg kalsium, 69 mg fosfor, 0,8 mg zat besi. (2) Konsumsi 100
gram ikan kembung setara dengan mengkonsumsi 200 gram telur kampung.
Ini artinya, dalam berat yang sama kandungan protein ikan kembung 2x lipat
dibandingkan telur kampung.
Sobat, tahu gak sih kalau ibu hamil ternyata membutuhkan protein yang
ternyata gak sedikit. Protein ini bermanfaat dalam pertumbuhan janin serta
kesehatan bumil lho. Bukan hanya itu, protein juga membantu meningkatkan
kekebalan tubuh bumil, sehingga tidak mudah sakit.
2. Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang mempunyai berbagai
variasi warna. Warna yang dihasilkan tentunya dipengaruhi oleh senyawa
penyusunnya. Beberapa ubi jalar yang familiar di Indonesia diantaranya ubi jalar
ungu, kuning, putih, atau pun orange. Ubi jalar ini mengandung senyawa
bioaktif yaitu antosianin dan karotenoid yang menjadikan ubi jalar menjadi salah
satu pangan fungsional. (3)
Kandungan antosianin dalam ubi jalar bermanfaat dalam menangkal radikal
bebas, memperkuat sistem imun tubuh, mencegah penyakit kardiovaskular,
sebagai anti inflamasi, kanker, atau pun diabetes pada ibu hamil. (4) Dalam 100
gram, ubi jalar ungu mengandung antosianin sebesar 110,15 mg, sedangkan
pada ubi jalar kuning sebesar 32,2 mg, dan ubi jalar putih sebesar 30,2 mg. (5)
Pangan lokal kaya zat gizi lain yang tak kalah menariknya adalah kacang-
kacangan. Kacang-kacangan yang direkomendasikan ini tidak hanya kacang
hijau, kacang kedelai, atau pun kacang merah. Namun kacang-kacangan lain
seperti kacang tolo, kacang mete, atau pun kacang tanah.
Penelitian yang dilakukan Gignac et al menemukan temuan yang menarik,
anak-anak dari ibu yang mengonsumsi 2 hingga 3 ons kacang setiap minggu
selama kehamilan cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes
memori, perhatian, dan IQ. (6)
4. Alpukat
Alpukat merupakan buah yang aman dan bergizi untuk ibu hamil. Buah ini
diketahui bukan hanya bermanfaat untuk ibu hamil, namun juga untuk janin
yang dikandungnya. Kandungan buah alpukat yang bermanfaat untuk ibu
hamil dan janin yang dikandungnya diantaranya serat, lemak tak jenuh, vitamin,
mineral, dan asam folat.
Dalam 100 gram alpukat mengandung 85 kalori, 0,9 gram protein, 6,5 gram
lemak, 7,7 gram karbohidrat, 10 mg kalsium, 20 mg fosfor, 0,9 mg besi, 2 mg
natrium, 278 mg kalium, 0,2 mg tembaga, 0,4 mg seng, 189 mg beta-karoten,
81 mcg asam folat. (2)
Kandungan asam folat pada buah alpukat bermanfaat untuk ibu hamil pada
trimester pertama. Kandungan asam folat membantu membangun sistem saraf
bayi termasuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang sehingga
dapat mengurangi risiko cacat lahir pada bayi. (7, 8)
5. Pepaya
Buah pepaya merupakan salah satu buah lokal yang direkomendasikan untuk
ibu hamil karena ternyata memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Bahkan
jika dibandingkan dengan jeruk, kandungan vitamin C pepaya jauh lebih tinggi.
Pepaya diketahui mempunyai kandungan vitamin C sebesar 78 mg per 100
gram, sedangkan jeruk mengandung 49 mg per 100 gram. (2)
Vitamin C merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk
membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Dimana zat besi merupakan
mineral yang membantu pembentukan hemoglobin. Buah pepaya juga
bermanfaat melancarkan ibu hamil yang sering sembelit. Selain murah, buah
pepaya juga dapat dikonsumsi sepanjang tahun karena tidak termasuk buah
musiman.
6. Bayam
Selama masa kehamilan, ibu hamil disarankan memperbanyak asupan sayuran
karena mengandung gizi penting bagi ibu dan janin. Sayur bayam diketahui
mengandung asam folat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, C, dan serat yang
dibutuhkan bumil.
Sama dengan alpukat, bayam juga diketahui mempunyai kandungan asam
folat yang tinggi. Dalam 100 gram bayam mentah, mengandung 130 mcg asam
folat yang bermanfaat untuk ibu hamil trimester pertama. (2)
Sobat ilmugiziku, setelah membaca artikel ini semakin tahu kan kalau pangan lokal
sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang janin serta mengoptimalkan
kesehatam bumil. Jadi, jangan takut untuk konsumsi pangan lokal yaa. Sehatkan
bumil, sehatkan generasi masa depan, mulai dari apa yang kita makan hari ini!
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi
yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019. Jakarta: 2019.
Kementerian Kesehatan. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. 2020. Jakarta: 2020.
Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian. Info Teknologi: Mengenal Ubi Jalar Sebagai Bahan
Pangan Fungsional [Internet]. 2023 [cited 2025 April 19]. Available from:
https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/info-literasi/mengenal-ubi-jalar-sebagai-bahan-
pangan-fungsional-2.
Ifadah, et al. Ulasan Ilmiah: Antosianin dan Manfaatnya untuk Kesehatan. Jurnal Teknologi
Pengolahan Pertanian. 2022:3(2):11-21.
Farida et al., Potensi Ubi Jalar Ungu Analisis Kandungan Gizi. 1nd ed. Malang: 2023.
Gignac, et al. Maternal nut intake in pregnancy and child neuropsychological development up
to 8 years old: a population-based cohort study in Spain. Eur J Epidemiol. 2019:34(7):661-673.
Hartati, Sri. Diversifikasi Tanaman Pekarangan Dengan Tanaman Alpukat untuk Meningkatkan
Gizi Keluarga. Jurnal SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat).
2022:11(2):161-166.
Nursila and Maryati. The Effect of Avocado Fruit on the Nutritional Needs of Pregnant Women
Trimeter I at PMB Tati Hidayat Jati Rahayu Bekasi In 2022. International Journal of Health and
Pharmaceutical. 2023:3(3):558-566.
Perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam banyak aspek kehidupan. Mulai
dari mengurus keluarga, mengejar karier, hingga berkontribusi dalam masyarakat.
Semua peran ini tentu membutuhkan energi, konsentrasi, dan daya tahan tubuh yang
prima. Oleh karena itu, asupan gizi yang tepat sangat penting untuk mendukung
perempuan agar bisa menjalani perannya secara optimal dan berkelanjutan.
Bagaimana Kebutuhan Gizi Khusus Perempuan di Setiap Siklus Kehidupan?
Perempuan memiliki beberapa fase khusus dalam siklus kehidupan, yang berkaitan
dengan fungsi fisiologisnya. Di setiap masa tersebut, keseimbangan makronutrien dan
mikronutrien menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk dipenuhi demi
mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Makronutrien berperan dalam kontribusi energi, perbaikan dan pertumbuhan otot,
serta keseimbangan hormon. Sementara mikronutrien sangat mendukung stabilitas
fungsi fisiologis lainnya di masing-masing siklus kehidupan. (1)
1. Masa Remaja dan Usia Subur
Di masa remaja, perempuan mengalami menstruasi dan pertumbuhan yang
pesat, termasuk mulai aktif secara reproduksi karena memasuki usia subur di
rentang 15-49 tahun. Kondisi ini membuat remaja putri atau pun Wanita Usia Subur
(WUS) lainnya membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang ekstra, seperti:
Zat besi, berperan dalam mengganti kehilangan darah akibat menstruasi,
mencegah anemia, dan mendukung peningkatan volume darah selama
kehamilan. (2)
Kalsium dan vitamin D, mendukung pembentukan massa tulang secara
maksimal untuk mencegah osteoporosis di masa tua.
Zinc dan selenium, untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan, serta
perlindungan terhadap berbagai macam radikal bebas. (3)
Omega-3, mendukung kesehatan hormonal dan suasana hati. (4)
2. Kehamilan dan Menyusui
Selain remaja putri, ibu hamil dan menyusui juga dikategorikan sebagai kelompok
rentan, yang asupan zat gizinya sangat perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan ibu
hamil dan menyusui tidak hanya memenuhi asupan zat gizi untuk dirinya sendiri,
melainkan juga untuk janin atau bayinya.Misalnya asupan protein yang penting untuk mendukung pertumbuhan jaringan
di 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) anak. Beberapa jenis zat gizi lainnya
yang sangat berperan seperti:
Asam folat dan zat besi, untuk mencegah anemia, cacat tabung saraf, dan
komplikasi kehamilan. Sebuah studi menjelaskan bahwa suplementasi vitamin
dan mineral, salah satunya zat besi juga terbukti meningkatkan kadar
hemoglobin yang dapat mengurangi risiko berat badan lahir rendah (BBLR)
pada bayi. (5)
Zinc, penting untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan perkembangan
janin, serta kelahiran bayi yang lebih sehat.
DHA (omega-3), berperan dalam mendukung perkembangan otak janin.
Kalsium, berperan dalam pembentukan tulang yang kuat, baik untuk bayi
maupun ibu. (1)
3. Menopause dan Penuaan
Menopause merupakan masa dimana perempuan tidak lagi mengalami
menstruasi, atau sudah melewati masa suburnya. Artinya, aktivitas hormon
estrogen juga akan menurun. Saat hormon estrogen menurun, risiko osteoporosis
dan penyakit kardiovaskular meningkat.
Beberapa asupan zat gizi sangat perlu diperhatikan pada masa ini untuk
mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan penuaan atau pun
perubahan hormon. (6)
Protein, berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan otot, membantu
mengurangi risiko sarcopenia, dan masalah umum lainnya pada usia lanjut.(7)
Karbohidrat dan asam lemak omega-3, penting untuk mengurangi peradangan
dan mendukung kesehatan kardiovaskular saat pasca-menopause.
Kalsium dan vitamin D, menjaga kepadatan tulang, dan membantu mencegahosteoporosis yang biasanya sangat lazim terjadi pada wanita pasca-
menopause. (8)
Vitamin, serat, dan antioksidan, berperan dalam metabolisme energi dan fungsi
kognitif, meringankan gejala menopause, menjaga kesehatan pencernaan dan
mencegah penuaan sel serta risiko penyakit kronis.
Peranan Zat Gizi untuk Kesehatan Mental Perempuan
Perempuan sering kali dikaitkan dengan adanya beban peran ganda dalam
kehidupan, yang tidak hanya berjuang dalam karier, namun juga dalam urusan rumah
tangga dan keluarga. Hal ini bisa saja memberikan risiko yang lebih besar bagi
perempuan pada terjadinya stres, mood swing, hingga depresi. Salah satu penyebab
yang bisa memperparah keadaan ini adalah tidak seimbangnya asupan zat gizi yang
dikonsumsi, sehingga mood dan fungsi kognitif tidak terjaga dengan baik. (9)
Beberapa makanan tertentu bisa membantu memperbaiki suasana hati dan
mencegah gangguan mental, seperti:
Triptofan, asam amino esensial yang dibutuhkan untuk memproduksi serotonin
dan meredakan perubahan suasana hati akibat kondisi pra-menstruasi. Zat gizi ini
dapat ditemukan dalam telur, susu, atau pun kacang-kacangan.
Vitamin B6, B12, dan folat, berperan penting untuk sintesis neurotransmitter, yang
mempengaruhi regulasi suasana hati. Asupan vitamin ini dikaitkan dengan tingkat
kecemasan dan depresi yang lebih rendah. (10)
Vitamin D, yang jika terjadi kekurangan, maka dapat meningkatkan risiko depresi
dan kelelahan. Paparan matahari pagi dan suplemen bisa membantu dalam
pengaktifan vitamin D dalam tubuh.
Probiotik, atau mikrobiota sehat dalam usus yang bisa berkontribusi terhadap
mood yang stabil (gut-brain axis). (11)
Asam lemak omega-3, berperan dalam peningkatan fungsi kognitif dan
pengaturan gejala depresi. (12)
Zat besi, magnesium, zinc, yang jika kekurangan dapat memicu kecemasan dan
stres berlebih, serta menurunkan konsentrasi dan kesehatan otak.
Bagaimana Strategi Praktis Pemenuhan Gizi di Tengah Peran Kehidupan?
Sebagian besar perempuan yang masih aktif bekerja atau berkarier, termasuk
mengurus rumah tangga dan keluarga, biasanya memiliki waktu luang yang terbatas.
Akan tetapi, waktu yang terbatas ini jangan sampai menjadi alasan untuk
mengabaikan asupan gizi yang seimbang setiap harinya.
Berikut beberapa tips praktis agar perempuan bisa tetap menerapkan pola hidup
sehat, termasuk dalam memperhatikan asupan zat gizinya dengan seimbang.
Melakukan meal prep mingguan. Meal prep biasanya dapat dilakukan hanya dalam
waktu 30 menit hingga 1 jam untuk menyiapkan makanan selama seminggu ke
depan. (13)
Menerapkan “Isi Piringku” setiap kali makan. Menurut Pedoman Gizi Seimbang
(PGS) dari Kemenkes RI, porsi ideal saat makan sebaiknya diisi dengan 50% sayur
dan buah, serta 50% lainnya diisi dengan karbohidrat dan protein. (14)
Snack sehat, yakni bisa dengan mengonsumsi buah potong, granola bar rendah
gula, atau kacang-kacangan sebagai pengganti camilan tinggi lemak dan gula.
(15)
Tetap terhidrasi, yakni asupan cairan harian yang senantiasa perlu dipenuhi. Hal ini
bisa diterapkan dengan minum minimal 2 liter air per hari, namun membatasi
untuk konsumsi minuman manis. (16)
Pilih metode memasak yang sehat: kukus, rebus, atau panggang untuk
mempertahankan kandungan gizi. Selain efisien, metode memasak ini juga bisa
menjadikan makanan lebih rendah kalori, dibandingkan memasak dengan
menggunakan minyak yang banyak seperti deep frying. (17)
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
Fitriani, L., & Yanti, D. Efficacy of macro and micronutrient interventions in
adolescent nutritional status: a systematic review. Influence: International Journal
Of Science Review [Internet], 2023;5(2), 176-183. Available from:
https://doi.org/10.54783/influencejournal.v5i2.147
Davidson, S. M., Dampang, D. P., & Padjao, A. Adequate Nutritional Intake and
Nutritional Status with Adolescent Menstrual Cycle. Jurnal Ilmiah Kesehatan
[Internet]. 2023;5(3), 450-459. Available from:
https://doi.org/10.36590/jika.v5i3.359
Zavros, A., Andreou, E., Aphamis, G., Bogdanis, G. C., Sakkas, G. K., Roupa, Z., &
Giannaki, C. D. The effects of zinc and selenium Co-supplementation on resting
metabolic rate, thyroid function, physical fitness, and functional capacity in
overweight and obese people under a hypocaloric diet: a randomized, double-
blind, and placebo-controlled trial. Nutrients [Internet], 2023;15(14), 1-19. Available
from: https://doi.org/10.3390/nu15143133
MGH Psychiatry News. High-Dose Omega-3 Fatty Acids Improve Aspects of
Cognition in Depressed Patients with Elevated Levels of Inflammation. 2024 [cited
2025 April 17]. Available from: https://mghpsychnews.org/omega-3-fatty-acids-
improve-depression-motivation-and-cognition/
Gyimah, L. A. The Impact of Dietary Intake and Nutritional Status on Birth
Outcomes Among Pregnant Adolescents: A Systematic Review. Qeios [Internet].
2024;6, 1-21. Available from: https://doi.org/10.32388/ca1ip0.2
Liu, Y., Qian, K., Shi, X., Jing, Y., He, H., Li, Y., ... & Wang, S. Synergistic Effects of
Nutrients on Musculoskeletal Health in Gerontology: Understanding the
Combined Impact of Macronutrients and Micronutrients. Nutrients
[Internet], 2024;16(11), 2-12. Available from: https://doi.org/10.3390/nu16111640
Zupo, R., Castellana, F., Coelho Júnior, H. J., De Pergola, G., Clodoveo, M. L., &
Sardone, R. The role of nutrition in healthy aging. Frontiers in Medicine
[Internet], 2023;10, 1-3. Available from: https://doi.org/10.3389/fmed.2023.1335119
Erdélyi, A., Pálfi, E., Tűű, L., Nas, K., Szűcs, Z., Török, M., ... & Várbíró, S. The
importance of nutrition in menopause and perimenopause—a review. Nutrients
[Internet], 2023;16(1),`1-21. Available from: https://doi.org/10.3390/nu16010027
Jafari-Vayghan, H., Mirmajidi, S., Mollarasouli, Z., Vahid, F., Saleh-Ghadimi, S., &
Dehghan, P. Mental health is associated with nutrient patterns and Index of
Nutritional Quality (INQ) in adolescent girls-an analytical study. Human Nutrition &
Metabolism [Internet], 2023;31, 1-7 Available from:
https://doi.org/10.1016/j.hnm.2022.200176
Grajek, M., Krupa-Kotara, K., Białek-Dratwa, A., Sobczyk, K., Grot, M., Kowalski, O., &
Staśkiewicz, W. Nutrition and mental health: A review of current knowledge about
the impact of diet on mental health. Frontiers in Nutrition [Internet], 2022;9, 1-14.
Available from: https://doi.org/10.3389/fnut.2022.943998
Harvard Health Publishing. Probiotics may help boost mood and cognitive
function. 2023 [cited 2025 April 17]. Available from:
https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/probiotics-may-help-boost-
mood-and-cognitive-function
Muscaritoli, M. The impact of nutrients on mental health and well-being: insights
from the literature. Frontiers in nutrition [Internet], 2021;8, 1-10. Available from:
https://doi.org/10.3389/fnut.2021.656290
Hidayat, T., Sumarlina, S., Marseva, A. D., Napitupulu, T. S., & Mahanani, R. S. Edukasi
Food Preparation untuk Meningkatkan Kompetensi Santriwati di Pondok
Pesantren Annuriyyah Kabupaten Jember. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
[Internet], 2023;3(1), 237-242. Available from: https://doi.org/10.54082/jamsi.6
Kementerian Kesehatan RI. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian.
2024 [cited 2025 April 17]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-
piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
Kementerian Kesehatan RI. 5 Camilan Karbohidrat yang Sehat. 2024 [cited 2025
April 17]. Available from:
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240605/0045667/5-camilan-
karbohidrat-yang-sehat/
Kementerian Kesehatan RI. Minum Air Putih Untuk Kesehatan. 2025 [cited 2025
April 17]. Available from:
https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/67d2662c3854e53bdd34029c
Kementerian Kesehatan RI. Lebih Aman dengan Food Preparation. 2024 [cited
2025 April 17]. Available from:
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240118/3044792/lebih-
Status gizi adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Deteksi
dini status gizi dapat mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini, dari stunting pada
anak hingga penyakit kronis pada dewasa. Pemeriksaan sederhana dapat menjadi langkah
besar untuk hidup lebih sehat.
Apa Itu Status Gizi?
Status gizi adalah keadaan yang tercipta dari keseimbangan antara asupan zat gizi dan
kebutuhan tubuh. Jika keduanya seimbang, maka akan menghasilkan status gizi yang baik.
Orang yang mempunyai status gizi baik tidak mudah terkena penyakit infeksi maupun
degeneratif.
Pada dasarnya, masalah gizi merupakan cerminan dari asupan zat gizi yang belum sesuai
dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang kurang dapat menyebabkan kasus kekurangan
gizi, dan sebaliknya orang yang asupan gizinya berlebih akan menderita gizi lebih. Jadi,
status gizi adalah gambaran individu sebagai akibat dari asupan gizi sehari-hari.
Cara Mengukur Status Gizi
Status gizi dapat diketahui melalui pengukuran beberapa metode, kemudian hasil
pengukuran tersebut dibandingkan dengan standar atau rujukan. Berikut beberapa metode
yang umum digunakan:
1. Antropometri
Metode ini paling umum dan mudah dilakukan. Antropometri adalah pengukuran
tubuh atau bagian tubuh manusia, misalnya berat badan, tinggi badan, ukuran lingkar
kepala, ukuran lingkar dada, ukuran lingkar lengan atas, dan lainnya. Hasil ukuran
antropometri kemudian dirujuk sesuai umur dan jenis kelamin.
Salah satu indikator yang paling sering digunakan pada orang dewasa adalah Indeks
Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dari berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan
kuadrat (dalam meter) seperti pada rumus berikut.
2. Biokimia
Tes biokimia mengukur zat gizi dalam cairan tubuh, jaringan tubuh, atau ekskresi
urine. Contohnya adalah mengukur status yodium dengan memeriksa urine,
mengukur status hemoglobin dengan pemeriksaan darah dan lainnya.
3. Klinis
Metode ini melibatkan pemeriksaan fisik dan riwayat medis oleh tenaga kesehatan.
Pemeriksaan klinis biasanya dilakukan dengan bantuan perabaan, pendengaran,
penglihatan, dan lainnya. Contohnya adalah pemeriksaan pembesaran kelenjar
gondok akibat kekurangan yodium.
4. Pengukuran Konsumsi Pangan
Kecukupan asupan zat gizi dapat diketahui melalui pengukuran konsumsi pangan
(dietary method). Salah satu metode pengukuran asupan zat gizi untuk individu adalah
recall 24 jam. Recall 24 jam dilakukan dengan menanyakan makanan yang telah
dikonsumsi dalam 24 jam yang lalu. Tujuannya untuk mengetahui asupan zat gizi
individu dalam sehari. (1)
Kapan Sebaiknya Memeriksa Status Gizi?
Pemeriksaan status gizi sebaiknya tidak dilakukan saat merasa sakit atau berat badan
berubah drastis. Justru, deteksi sejak dini dapat membantu mencegah berbagai masalah
kesehatan sebelum muncul, Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memeriksa status gizi?
Saat masa pertumbuhan: Anak-anak dan remaja mengalami perubahan fisik yang
pesat. Pemeriksaan rutin membantu memastikan mereka tumbuh optimal dan
mencegah risiko stunting, anemia, atau obesitas sejak dini. (2)
Sebelum dan selama kehamilan: Ibu yang status gizinya baik akan lebih siap
menghadapi kehamilan dan mendukung tumbuh kembang janin. (3)
Secara rutin: Balita setiap bulan (minimal 8x/tahun), lansia setahun sekali atau setiap
3 bulan bila berisiko, dan orang dewasa umum minimal setahun sekali. (4–6)
Memeriksa status gizi bukan hanya urusan anak-anak atau orang sakit. Ini adalah langkah
yang sederhana dan penting untuk siapa saja yang ingin hidup sehat dan produktif. Yuk, cek
status gizimu dan jangan tunggu sampai ada keluhan!
Editor : Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
Par’i HM. Penilaian Status Gizi: Dilengkapi Proses Asuhan Gizi Terstandar. Cetakan 20. Rezkina E, editor.
Jakarta; 2019. 1–194 hal.
Unicef Uganda. Key practice: Monitoring Growth and Development of the Child [Internet]. [dikutip 14
April 2025]. Tersedia pada: https://www.unicef.org/uganda/key-practice-monitoring-growth-and-
development-child
World Health Organization. WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy
Experience [Internet]. WHO Library Cataloguing. Luxemburg; 2016 [dikutip 14 April 2025]. 105 hal.
Tersedia pada: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/250796/9789241549912-
eng.pdf;sequence=1
Fajarsari D, Utami LR, Ratifah. Pengaruh Kehadiran Bidan terhadap Partisipasi Ibu Balita di Posyandu
Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2012. e-Journal Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan YLPP. 2012.
Nestle Nutrition Institute. Nutrition Screening as Easy as MNA: A Guide to Completing the Mini
Nutritional Assessment (MNA). 2021. 12 hal.
Academy of Nutrition and Dietetics. Adult Weight Management [Internet]. Evidence Analysis Library;
2015 [dikutip 14 April 2025]. Tersedia pada: https://www.andeal.org/vault/pq130.pdf