29 Jan Makanan Viral di Media Sosial, Apakah Aman di Meja Makan?
Pada era serba digital ini, makanan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup serta pembentuk identitas masyarakat di ranah digital. Berbagai tren makanan viral bermunculan, mulai dari meal prep sebagai solusi hidup praktis dan sehat. Jajanan street food yang menggoda selera, hingga makanan online yang dapat dipesan hanya dengan beberapa sentuhan layar. Namun, di balik popularitas tersebut, muncul pertanyaan penting: seberapa amankah makanan-makanan viral ini ditinjau dari aspek food safety?
Pentingnya Food Safety di Tengah Tren Makanan
Keamanan pangan (food safety) merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan pencemaran biologis, kimia, maupun benda asing yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan Kesehatan (1). Salah satu aspek utama dalam food safety adalah proses pemilihan bahan, penyimpanan, hingga pengolahan makanan yang tepat. Di tengah tren makanan viral yang menekankan kecepatan, estetika, dan harga terjangkau. Pada aspek keamanan pangan sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, kesalahan kecil dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan dapat menyebabkan keracunan pangan dan penyakit bawaan makanan (foodborne disease).
Tren Meal Prep: Praktis tapi Perlu Waspada
Meal prep (meal preparation) merupakan proses perencanaan dan penyiapan makanan dalam jumlah besar untuk dikonsumsi selama beberapa hari ke depan. Praktik ini bertujuan untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Meal prep ini banyak diterapkan oleh masyarakat urban dengan aktivitas padat (2). Namun, di balik kepraktisannya, meal prep tetap memiliki potensi risiko keamanan pangan apabila proses pengolahan dan penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
1.Beberapa potensi bahaya yang perlu diperhatikan antara lain:
- Suhu penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar
- Penggunaan wadah makanan yang tidak higienis
- Pemanasan ulang makanan yang tidak merata dapat menimbulkan pertumbuhan bakteri seperti Salmonella dan Listeria monocytogenes
2. Langkah-langkah penyimpanan dan pengolahan makanan yang aman meliputi:
- Memasak makanan hingga matang sempurna
- Menyimpan makanan pada suhu di bawah 5°C
- Mengonsumsi makanan sesuai dengan batas waktu aman
- Memastikan pemanasan ulang dilakukan secara merata sebelum dikonsumsi
3.Rekomendasi penggunaan wadah makanan:
- Gunakan wadah kaca karena lebih higienis, ramah lingkungan, dan tidak menyerap bau atau bahan kimia
- Jika menggunakan wadah plastik hanya untuk penyimpanan dingin, tidak boleh dipanaskan (microwave), dan sebaiknya dipilih yang berlabel food grade
Makanan yang disimpan di dalam freezer tetap perlu diperhatikan masa simpannya. Sebelum dikonsumsi, makanan beku harus dicairkan dan dipanaskan kembali secara menyeluruh agar aman dan layak dikonsumsi. Dengan menerapkan kebiasaan ini, risiko gangguan kesehatan akibat makanan dapat diminimalkan secara signifikan (3).
Street Food: Lezat, Terjangkau, dan Berisiko?
Street food merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia. Makanan kaki lima kerap menjadi viral karena keunikannya serta harganya yang terjangkau. Namun demikian, aspek kebersihan lingkungan, kualitas air, dan higiene penjamah makanan masih menjadi tantangan utama dalam menjaga keamanan pangan street food. Paparan debu dan asap kendaraan, serta penggunaan peralatan yang tidak bersih, dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Selain itu, penggunaan minyak goreng secara berulang dan bahan tambahan pangan yang tidak terkontrol juga berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk memilih penjual yang menjaga kebersihan, menggunakan sarung tangan atau clemek, serta menyajikan makanan dalam kondisi panas (4 ).
Makanan Online: praktis , tapi apakah Aman?
Layanan pesan-antar makanan online berkembang pesat seiring perubahan gaya
hidup masyarakat. Meskipun praktis, proses pengantaran yang memerlukan waktu
cukup lama dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan. Suhu makanan yang tidak terjaga selama perjalanan dapat menjadi kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri. Kurangnya penyimpanan suhu dingin yang memadai berisiko menyebabkan berkembangnya bakteri patogen seperti Escherichia coli (E.coli), yang dapat menimbulkan diare bahkan berdarah disertai kram perut akut
selama tiga hingga tujuh hari setelah infeksi. Oleh sebab itu, makanan yang telah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam.
Selain faktor suhu, kemasan makanan yang tidak kedap udara atau tidak food-grade juga berpotensi mencemari makanan. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memastikan penggunaan kemasan yang aman serta sistem pengantaran yang mampu menjaga suhu makanan. Sementara itu, konsumen disarankan untuk segera mengonsumsi makanan setelah diterima dan menghindari penyimpanan terlalu lama pada suhu ruang (5).
Peran Konsumen dan Pelaku Usaha
food safety menjadi kunci di era makanan viral saat ini. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan praktik yang tepat, tren makanan dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Tren meal prep, street food, dan makanan online tidak selalu berbahaya apabila dikelola dengan baik dan memperhatikan prinsip food safety. Di era makanan viral, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar rasa dan tampilan. Dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, makanan viral dapat dinikmati secara aman, sehat, dan nyaman.
Editor :Â Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M
Referensi
- Kutresnaningdian F. Peran kesadaran kesehatan dan perhatian pada keamanan makanan terhadap sikap dan minat konsumen dalam membeli makanan organik. Jurnal Ilmu Manajemen. 2012;2(1):44-58. doi:https://doi.org/10.32502/jimn.v2i1.334. https://jurnal.um- palembang.ac.id/ilmu_manajemen/article/view/334
- Hasriani, Sitti K, Arwati S. Edukasi Food Preparation Yang Tepat Dalam Menghadapi Era New Normal Pandemi Covid-19 Pada Kelompok Rumah Tangga Di Kelurahan Bontomanai, Kec. Bontomarannu, Kab. Gowa. Jurnal Abdimas Indonesia. 2022;2(1):46-53. https://dmi- journals.org/jai/article/view/165
- Klein L, MBA, Parks K. Home Meal Preparation : A Powerful Medical Intervention. Am J Lifestyle Med. 2020;14(3):282 –285. doi:10.1177/1559827620907344. https://harvardlifestylemedicine.org/wp-content/uploads/2020/03/Home-Meal-Preparation-A-Powerful-Medical- Intervention.pdf
- Permatasari I, Handajani S, Sulandjari S, Faidah M. Faktor Perilaku Higiene Sanitasi Makanan Pada Penjamah Makanan Pedagang Kaki Lima. Jurnal Tata Boga. 2021;10(2):223-233. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/38450
- Aprilianti I, Amanta F. Memajukan Keamanan Pangan pada Layanan Pesan Antar Makanan Daring di Indonesia. Makalah Kebijakan No 28. 2020;(28). https://repository.cips-indonesia.org/media/publications/324009-memajukan-keamanan-pangan-pada-layanan-p-44c2caa4
No Comments