Imlek, Kebersamaan, dan Pilihan Makan yang Lebih Sehat

Imlek, Kebersamaan, dan Pilihan Makan yang Lebih Sehat

Bagikan

Perayaan Imlek menjadi momen kebersamaan keluarga yang identik dengan berbagai hidangan khas penuh makna simbolik. Namun, tanpa disadari, pola makan selama perayaan sering kali menjadi kurang terkontrol. Padahal, tradisi kuliner Imlek tetap dapat dinikmati dengan cara yang lebih sehat. Artikel ini membahas bagaimana menjaga gizi seimbang tanpa menghilangkan nilai tradisi pada saat perayaan Imlek.

1. Makna Simbolik Makanan Imlek dan Kaitannya dengan Gizi

Hidangan khas Imlek tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap perayaan, tetapi juga sarat dengan makna simbolik yang kuat termasuk sebagai simbol hubungan keluarga, warisan budaya, dan tradisi makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seperti ikan, misalnya melambangkan kemakmuran dan kelimpahan, sekaligus menjadi sumber protein berkualitas dan lemak yang baik bagi tubuh. Terdapat mie panjang umur yang merepresentasikan harapan akan umur panjang dan kebahagiaan, namun sebagai sumber karbohidrat, konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Sementara itu, kue keranjang yang melambangkan kelekatan dan keharmonisan keluarga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil. Oleh sebab itu, memahami makna sekaligus kandungan gizinya,

2. Risiko Konsumsi Berlebihan saat Perayaan Imlek

Suasana perayaan sering mendorong konsumsi makanan berlebihan, terutama yang tinggi gula, lemak, dan kalori. Konsumsi gula yang berlebihan telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, serta penyakit jantung karena energi yang masuk melebihi kebutuhan tubuh dan metabolisme glukosa terganggu. Pola makan tinggi kalori dan makanan ultra yang diproses juga merupakan faktor risiko terjadinya obesitas dan gangguan metabolik seperti resistensi insulin dan diabetes tipe 2.(3)

3. Strategi Praktis Menjaga Gizi Seimbang Saat Perayaan

Menyeimbangkan makanan utama dengan sayur dan buah segar menjadi cara efektif untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral-komponen penting dalam diet sehat. Global guidelines dari WHO menggarisbawahi bahwa konsumsi buah dan sayur setidaknya 400 gram per hari dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial dan menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung.

Selain itu, membatasi konsumsi camilan manis serta makanan tinggi lemak seperti gorengan, dan memperbanyak minum air putih juga dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh. WHO merekomendasikan membatasi asupan gula tambahan dan makanan berlemak tinggi untuk mempertahankan pola makan sehat dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti obesitas.(4)

4. Aktivitas Fisik sebagai Pendukung Pola Hidup Sehat

Selain memperhatikan asupan makanan, aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi selama perayaan Imlek. Aktivitas fisik harian, termasuk berjalan santai, pekerjaan rumah, atau bermain aktif bersama keluarga, merupakan bagian dari pengeluaran energi yang dapat meningkatkan kesehatan metabolik dan menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.(5)

5. Menjaga Tradisi Tanpa Rasa Bersalah (Mindful Eating)

Prinsip mindful eating atau makan dengan sadar dapat diterapkan selama perayaan Imlek, dengan memperhatikan konsumsi makanan serta menyadari sinyal lapar dan kenyang, seseorang dapat menghindari konsumsi berlebihan-sebuah pendekatan yang telah dikaitkan dengan pengurangan impuls makan berlebihan dan peningkatan kepuasan makan secara keseluruhan. Fokus utama perayaan pun dapat bergeser dari sekadar menikmati hidangan menjadi menikmati kebersamaan dan makna tradisi di baliknya, karena mindful eating membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan pengalaman makan yang lebih bermakna.(6)

Editor :  Aldera, S.Tr.Gz., M.K.M

Referensi

  1. Wan Hafiz WZS, Mei Yen G, Mohamad Rahijan AW, Cai W. Chinese Food Culture and Festival: Role and Symbolic Meaning Among Hokkien Millennials. In: Proceeding for Global Tourism Conference (Gtc) 2021. Penerbit Umt; 2021. p. 85–8. doi:10.46754/gtc.2021.11.023
  2. Tambunan JB, Hutauruk S, Hamos Z, Program SP, Sastra S, Fakultas C, et al. Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek. Universitas Sumatera Utara. Jl. Universitas No. 19 Kampus USU Medan-SUMUT. 2015.Report.
  3. Widiastuti W, Zulkarnaini A, Mahatma G, Darmayanti A. Review Artikel: Pengaruh Pola Asupan Makanan Terhadap Resiko Penyakit Diabetes. Journal of Public Health Science (JoPHS). 2024;1(2).
  4. World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet? 2026. Healthy diet.
  5. Anderson E, Durstine JL. Physical activity, exercise, and chronic diseases: A brief review. Sports Medicine and Health Science. 2019 Dec;1(1):3–10. doi:10.1016/j.smhs.2019.08.006
  6. Cherpak CE. Mindful Eating: A Review Of How The Stress-Digestion-Mindfulness Triad May Modulate And Improve Gastrointestinal And Digestive Function. Integrative Medicine •. 2019. Report.
No Comments

Post A Comment